HIV & AIDS

8,650 views
8,445 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,650
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
573
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

HIV & AIDS

  1. 1. HIV/AIDS DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN PKPR 14-15 Desember 2010 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH
  2. 2. Apa HIV ? <ul><li>HIV ( Human Immunodeficiency Virus) </li></ul><ul><li>Virus yang menumpang hidup dan merusak sistem kekebalan tubuh kita  mudah terjangkit penyakit infeksi. </li></ul><ul><li>HIV tergolong kelompok retrovirus yang memiliki kemampuan untuk “mengkopi-cetak” (replikasi) </li></ul><ul><li>Virus ini ada di: </li></ul><ul><ul><li>Darah </li></ul></ul><ul><ul><li>Cairan sperma </li></ul></ul><ul><ul><li>Cairan Vagina </li></ul></ul><ul><ul><li>Air Susu Ibu (ASI) </li></ul></ul>
  3. 3. Apakah AIDS? <ul><li>AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) </li></ul><ul><li>Kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Virus HIV </li></ul><ul><li>Pasien HIV + belum tentu AIDS </li></ul><ul><li>Perlu waktu 3-10 tahun HIV +  AIDS </li></ul>
  4. 4. Virus HIV ada di mana? cairan sperma darah cairan vagina Jumlah besar virus terdapat dalam darah, cairan vagina dan sperma Jumlah kecil terdapat dalam ASI, air liur, air mata dan air kencing Terbukti menular melalui: darah, cairan vagina, sperma dan ASI
  5. 5. CARA PENULARAN <ul><li>KONTAK SEKSUAL </li></ul><ul><ul><li>Hetero seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Homo seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Bi seksual </li></ul></ul><ul><li>KONTAK DARAH </li></ul><ul><ul><li>Transfusi </li></ul></ul><ul><ul><li>Penggunaan jarum suntik berulang </li></ul></ul><ul><ul><li>Lain-lain: akupunktur, tindik, tatoo </li></ul></ul><ul><li>IBU KE ANAK </li></ul><ul><ul><li>Proses persalinan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian ASI </li></ul></ul>
  6. 6. PERKEMBANGAN DARI HIV MENJADI AIDS: 3 - 10 TAHUN 1 - 2 TAHUN Tertular Periode jendela AIDS 3 - 6 BULAN HIV+
  7. 7. Periode Jendela ( Window Periode) <ul><li>Tes HIV masih negative (HIV - ) </li></ul><ul><li>Virus HIV sudah ada tapi belum terbentuk antibodi HIV yang cukup di dalam tubuh </li></ul><ul><li>Pasien mampu menularkan HIV ke orang lain </li></ul><ul><li>Terutama lewat: </li></ul><ul><ul><li>Hubungan seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Jarum suntik pd pengguna narkoba </li></ul></ul><ul><ul><li>Transfusi darah </li></ul></ul>
  8. 8. Periode Tanpa Gejala <ul><li>Berlangsung 1-5 tahun </li></ul><ul><li>Pasien HIV (+) tidak merasakan apa-apa </li></ul><ul><li>Mudah menularkan HIV: </li></ul><ul><ul><li>Hubungan sex </li></ul></ul><ul><ul><li>Jarum suntik bagi pengguna narkoba </li></ul></ul><ul><ul><li>Transfusi darah </li></ul></ul><ul><ul><li>Dari Ibu ke anak (kehamilan, persalinan, menyusui) </li></ul></ul>
  9. 9. Periode Dengan Gejala <ul><li>Demam > 1 bulan </li></ul><ul><li>Diare > 1 bulan </li></ul><ul><li>Batuk > 1 bulan  TBC Paru </li></ul><ul><li>Jamur pada mulut /rongga mulut </li></ul><ul><li>Berat Badan turun > 10% </li></ul>
  10. 10. Gejala Klinis pada Stadium AIDS 2 dari 3 gejala utama 1 dari 5 gejala minor demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan diare kronis > 1 bulan berulang maupun terus-menerus penurunan BB > 10% dlm 1 bulan batuk kronis selama > 1 bln infeksi pada mulut dan tenggorokan disebabkan oleh jamur Candida albicans pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuh munculnya Herpes zoster berulang bercak-bercak gatal di seluruh tubuh contoh Dermatitis yang meluas
  11. 11. Definisi kasus anak <ul><li>Anak > 18 bulan, menunjukkan tes HIV positif dan sekurang kurangnya didapatkan 2 gejala mayor dan 2 gejala minor dengan ibu HIV positif dan gejala tersebut bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV </li></ul><ul><li>Anak < 18 bulan atau kurang, ditemukan 2 gejala mayor dan 2 gejala minor dengan ibu HIV positif, gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV </li></ul>
  12. 12. Gejala <ul><li>Mayor </li></ul><ul><li>Berat badan menurun atau gagal tumbuh </li></ul><ul><li>Diare terus menerus atau berulang > 1 bulan </li></ul><ul><li>Demam terus menerus atau berulang > 1 bulan </li></ul><ul><li>Minor </li></ul><ul><li>Limphadenopathy generalisata atau hepatospenomegali </li></ul><ul><li>Kandidiasis oral </li></ul><ul><li>Infeksi bakteridan/atau virus yang berulang </li></ul><ul><li>Batuk kronis </li></ul><ul><li>Dermatitis yang meluas </li></ul><ul><li>Encephalitis </li></ul>
  13. 13. Bisakah HIV (+)  - (negativ)? <ul><li>Tidak bisa. Sekali dinyatakan HIV +  seumur hidup HIV (+) </li></ul><ul><li>Setelah HIV (+) nantinya  AIDS </li></ul>
  14. 14. Kapan kita menduga pasien HIV-AIDS? <ul><li>Ada gejala HIV-AIDS </li></ul><ul><li>Ada perilaku berisiko tertular: </li></ul><ul><ul><li>Pengguna narkoba (bekas suntikan di lengan) </li></ul></ul><ul><ul><li>Riwayat berganti-ganti pasangan sex, Berhubungan sex dengan Risiko tinggi HIV (Pekerja Seks Komersial) </li></ul></ul><ul><ul><li>Bayi dari ibu HIV positif </li></ul></ul>
  15. 15. Kapan Tes HIV dilakukan? <ul><li>Curiga tertular HIV </li></ul><ul><li>Ada gejala AIDS </li></ul><ul><li>Sebelum dan sesudah tes HIV perlu konseling (pemberian informasi yang lengkap)  VCT ( Voluntary conceling test) </li></ul><ul><li>Diperlukan Informed Consent (persetujuan tertulis dari YBS) </li></ul>
  16. 16. Dimana Tes HIV? <ul><li>Klinik VCT </li></ul><ul><ul><li>Kota Semarang (RSDK, RS Tugu, RS Kota Semarang, RS Pantiwilasa Citarum) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kota Surakarta (RSDM, RS Dr. Oen) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kab. Banyumas (RSMS, RS Banyumas) </li></ul></ul><ul><li>Fasilitas : Konselor, Sarana Testing, ARV </li></ul>
  17. 17. JAWA TIMUR LAUT JAWA D.I.Y BREBES TEGAL PML PKL BATANG KENDAL SMG DEMAK JEPARA PATI KUDUS REMBANG BLORA GROBOGAN SRAGEN KR. ANYAR WONOGIRI SUKO HARJO KLATEN MGL PURWO REJO KEBU MEN CILACAP BANYUMAS PURBA LINGGA BANJ. NEGA RA WONO SOBO KAB SMG TEMANG GUNG BOYO LALI 9 KLINIK VCT DI RUMAH SAKIT <ul><li>RS Dr KARIADI </li></ul><ul><li>RS TUGUREJO </li></ul><ul><li>RSUD KOTA SEMARANG </li></ul><ul><li>RS PANTIWILASA CITARUM </li></ul><ul><li>RS Dr MOEWARDI </li></ul><ul><li>RS dr OEN SOLO </li></ul><ul><li>RS MARGONO SOEKARJO </li></ul><ul><li>RSUD BANYUMAS </li></ul>RS AMBARAWA :Telah memiliki konselor VCT
  18. 18. JAWA TIMUR LAUT JAWA D.I.Y BREBES TEGAL PML PKL BATANG KENDAL SMG DEMAK JEPARA PATI KUDUS REMBANG BLORA GROBOGAN SRAGEN KR. ANYAR WONOGIRI SUKO HARJO KLATEN MGL PURWO REJO KEBU MEN CILACAP BANYUMAS PURBA LINGGA BANJ. NEGA RA WONO SOBO KAB SMG TEMANG GUNG BOYO LALI 4 KLINIK VCT DI PUSKESMAS Pusk Limpung II Batang Pusk Sidorejo Lor Salatiga Pusk Cilacap Selatan II Pusk Bergas :Telah memiliki konselor VCT
  19. 19. VCT ( Voluntary Counseling Test ) <ul><li>Testing HIV secara sukarela atas kesadaran sendiri </li></ul><ul><li>Kegiatan: </li></ul><ul><ul><li>Konsultasi intensif: apa dan bagaimana HIV AIDS </li></ul></ul><ul><ul><li>Jelaskan faktor risiko penularan </li></ul></ul><ul><ul><li>Persiapan tes HIV. Jika hasilnya positif atau negatif bagaimana? </li></ul></ul>
  20. 20. Jika Tes HIV Negativ <ul><li>Jelaskan hasil negativ bukan berarti bebas HIV </li></ul><ul><li>Mungkin masuk periode jendela </li></ul><ul><li>Hindari faktor risiko penularan HIV </li></ul><ul><li>Ulangi tes HIV 2-3 bulan lagi </li></ul>
  21. 21. Jika tes HIV Positif <ul><li>Siapkan mental menerima hasil + </li></ul><ul><ul><li>Hindari keinginan untuk bunuh diri </li></ul></ul><ul><li>Hindari faktor risiko penularan </li></ul><ul><li>Perlu perawatan dan dukungan moral (keluarga, sahabat, LSM = pendampingan. </li></ul><ul><li>Evaluasi kapan perlu obat ARV (Anti Retro Viral = obat penekan virus HIV) </li></ul>
  22. 22. TEST HIV UTK IBU HAMIL <ul><li>Mengetahui status HIV secara dini bermanfaat utk ibu dan bayinya. </li></ul><ul><li>Diutamakan yg berisiko, sukarela, dg konseling pre dan post test, informed consent. </li></ul>
  23. 23. KEGIATAN PENCEGAHAN <ul><li>Peningkatan gaya hidup sehat melalui KIE, LSE, Pendidikan Kelompok Sebaya, konseling </li></ul><ul><li>Peningkatan Penggunaan kondom pada perilaku seksual rawan tertular dan menularkan </li></ul><ul><li>Harm Reduction pd pengguna Napza suntik </li></ul><ul><li>Penatalaksanaan IMS (Klinik IMS, Pem Berkala, Pengob dg Pendekatan Sindrom dan etiologi) </li></ul><ul><li>Skrining pengamanan darah donor </li></ul><ul><li>UP pada setiap kegiatan medis </li></ul><ul><li>Pencegahan penularan dari ibu HIV+ kpd anaknya (PMTCT dan PM Bayi) </li></ul>
  24. 24. JUMLAH KASUS HIV / AIDS DI JAWA TENGAH TAHUN 1993-2008 (Juni)
  25. 25. PROSENTASI KASUS AIDS MENURUT KELOMPOK UMUR DI JAWA TENGAH 1993-2008 (Juni)
  26. 26. DANA APBD P2 KUSTA – P3M PROSENTASI KASUS AIDS MENURUT JENIS KELAMIN DI JAWA TENGAH 1993-2008 (Juni)
  27. 27. PROSENTASI KASUS AIDS MENURUT JENIS PEKERJAAN DI JAWA TENGAH 1993-2008 (Juni)
  28. 28. PROSENTASI KASUS AIDS MENURUT RISIKO PENULARAN DI JAWA TENGAH 1993-2008 (Juni)
  29. 29. KASUS KUMULATIF HIV/AIDS YG DILAPORKAN 16 BESAR KAB/KOTA DI JAWA TENGAH 1993-2008 (Juni) 500 186 141 135 83 64 61 54 46 46 40 26 27 30 23 22
  30. 30. D.I.Y BREBES TEGAL PML PKL BATANG KENDAL SMG DEMAK JEPARA PATI KUDUS REMBANG BLORA GROBOGAN SRAGEN KR. ANYAR WONOGIRI SUKO HARJO KLATEN MGL PURWO REJO KEBU MEN CILACAP BANYUMAS PURBA LINGGA BANJ. NEGA RA WONO SOBO KAB SMG TEMANG GUNG BOYO LALI KLINIK IMS DI JAWA TENGAH : HIV/AIDS >25 : HIV/AIDS 11-25 : HIV/AIDS 1-10 : Klinik IMS Puskesmas : Klinik IMS LSM
  31. 31. Prevalensi Sifilis pada WPS di Beberapa Kab/Kota Tahun 2003-2007
  32. 32. BAGAIMANA MEMUTUS PENULARAN ? <ul><li>KONTAK SEKSUAL </li></ul><ul><ul><li>Hetero seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Homo seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Bi seksual </li></ul></ul><ul><li>KONTAK DARAH </li></ul><ul><ul><li>Transfusi </li></ul></ul><ul><ul><li>Penggunaan jarum suntik berulang </li></ul></ul><ul><ul><li>Lain-lain: akupunktur, tindik, tatoo </li></ul></ul><ul><li>IBU KE ANAK </li></ul><ul><ul><li>Proses persalinan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian ASI </li></ul></ul>CUP 100% SKRINING DARAH HARM REDUCTION PMTCT
  33. 33. PENCEGAHAN HIV/AIDS A : Tidak berhubungan Sex. B : Baku setia dengan pasangannya . C : konsistent menggunakan alat pelindung. D : Don’t use sharing needle(jangan gunakan jarum suntik tidak steril). E : Embuskan Informasi HIV/AIDS & IMS.
  34. 34. PENCEGAHAN <ul><li>Menjaga kebersihan alat reprodukdi </li></ul><ul><li>Hindari seks pra nikah </li></ul><ul><li>Mencari informasi yang benar tentang resiko penularan IMS </li></ul><ul><li>Menggunakan kondom bagi kelompok beresiko </li></ul><ul><li>Segera berobat bila ada gejala IMS </li></ul>
  35. 35. TERIMA KASIH

×