• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
PDU 211 Research Methods: Ethics in Research
 

PDU 211 Research Methods: Ethics in Research

on

  • 385 views

What are the ethics in research?

What are the ethics in research?
(Lecture slides mostly in Bahasa Indonesia)

Statistics

Views

Total Views
385
Views on SlideShare
385
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    PDU 211 Research Methods: Ethics in Research PDU 211 Research Methods: Ethics in Research Presentation Transcript

    • PDU 211 METODE PENELITIAN SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Kuliah XIII - 25 November 2013 THE ETHICS IN RESEARCH ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • Chapter 3. THE ETHICS AND POLITICS OF SOCIAL RESEARCH (Babbie, 2011) Chapter 8. ETHICS AND DATA MANAGEMENT IN RESEARCH (Howitt & Cramer, 2011) ONE DAY OBJECTIVES ๏ ๏ ardhiati © 2013 Mahasiswa mampu memahami hakikat kode etik psikologi sebagai rambu- ambu dalam melakukan penelitian Mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai pelanggaran dalam kode etik penelitian PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya BRUCE REIMER aka ‘BRENDA’ (1965 - 2004) ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya BRUCE REIMER aka ‘BRENDA’ (1965 - 2004) ! Disunat pada usia ± 8 bulan dengan menggunakan peralatan listrik ➔ seluruh penisnya terbakar. ! Dr. John Money (psychologist/sexologist) menyarankan orangtua untuk ‘mengubah’ Bruce menjadi perempuan. Pada usia 18 bulan, Bruce dikebiri dan ‘dibuatkan’ vagina. Bruce ➔ Brenda. ! Bruce menjadi ‘kelinci percobaan’ Dr. Money dalam penelitiannya, yang ingin membuktikan bahwa “nurture not nature determines whether we feel feminine or masculine”. ! Pada usia 13 tahun, Brenda dan Brian (saudara kembarnya) diberitahu oleh orangtuanya mengenai kondisi Brenda yang sebenarnya. Brenda kembali menjadi laki-laki, bernama David, dan kemudian menikah dan memiliki tiga orang anak. ! Brian merasa kurang diperhatikan oleh orangtuanya, mulai mengalami gangguan mental ➔ schizophrenia. Ia gagal dalam pernikahannya, dua kali, dan akhirnya meninggal karena over dosis, diduga bunuh diri. ! David tidak berhasil menyelesaikan pendidikan, menganggur/tidak punya pekerjaan, dan pernikahannya mengalami kegagalan ➔ merasa terpukul. Pada 4 Mei 2004, ia menembak kepalanya sendiri hingga tewas setelah selama beberapa hari pulang ke rumah orangtuanya. ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya BRUCE REIMER aka ‘BRENDA’ (1965 - 2004) ! Disunat pada usia ± 8 bulan dengan menggunakan peralatan listrik ➔ seluruh penisnya terbakar. ! Dr. John Money (psychologist/sexologist) menyarankan orangtua untuk ‘mengubah’ Bruce menjadi perempuan. Pada usia 18 bulan, Bruce dikebiri dan ‘dibuatkan’ vagina. Bruce ➔ Brenda. ! Bruce menjadi ‘kelinci percobaan’ Dr. Money dalam penelitiannya, yang ingin membuktikan bahwa “nurture not nature determines whether we feel feminine or masculine”. ! Pada usia 13 tahun, Brenda dan Brian (saudara kembarnya) diberitahu oleh orangtuanya mengenai kondisi Brenda yang sebenarnya. Brenda kembali menjadi laki-laki, bernama David, dan kemudian menikah dan memiliki tiga orang anak. ! Brian merasa kurang diperhatikan oleh orangtuanya, mulai mengalami gangguan mental ➔ schizophrenia. Ia gagal dalam pernikahannya, dua kali, dan akhirnya meninggal karena over dosis, diduga bunuh diri. ! David tidak berhasil menyelesaikan pendidikan, menganggur/tidak punya pekerjaan, dan pernikahannya mengalami kegagalan ➔ merasa terpukul. Pada 4 Mei 2004, ia menembak kepalanya sendiri hingga tewas setelah selama beberapa hari pulang ke rumah orangtuanya. ! Dr. Money merasa tidak layak dipersalahkan, karena: (1) David tidak bisa menerima identitas gender sebagai perempuan, dan (2) orangtuanya terlambat mengambil keputusan. ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHAT IS ETHICS ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHAT IS ETHICS Suatu standard yang digunakan untuk memberikan
 penilaian benar/salah (tergantung norma setempat). ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI ardhiati © 2013 PERILAKU PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI ardhiati © 2013 PERILAKU SESUATU YANG ‘INTANGIBLE’ PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI PERILAKU SESUATU YANG ‘INTANGIBLE’ PSIKOLOG JUGA MANUSIA ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI PERILAKU SESUATU YANG ‘INTANGIBLE’ ‣ yang diukur tidak permanen PSIKOLOG JUGA MANUSIA OBJEKTIVITAS << ‣ error terkait ‘kemanusiaan’ ‣ bias, prasangka ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ETHICS WHY IS IT IMPORTANT Profesi dalam PSIKOLOGI PERILAKU SESUATU YANG ‘INTANGIBLE’ ‣ yang diukur tidak permanen PSIKOLOG JUGA MANUSIA OBJEKTIVITAS << ‣ error terkait ‘kemanusiaan’ ‣ bias, prasangka ardhiati © 2013 KODE ETIK PSIKOLOGI PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya THE GENERAL PRINCIPAL OF ETHICS IN APA & HIMPSI American Psychological Association (APA) ardhiati © 2013 Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya THE GENERAL PRINCIPAL OF ETHICS IN APA & HIMPSI American Psychological Association (APA) Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Beneficence and Non-Maleficence Manfaat Fidelity and Responsibility Profesional • seek to benefit and avoid harm to those whom they engage with professionally • in relationships of trust in professional activities; responsible, adhere to professional standards of conduct, and make clear exactly their role and obligations Integrity - Accuracy, honesty, truthfulness • memaksimalkan dampak positif dan meminimalisir dampak negatif bagi ‘umat manusia’ • sikap profesional • menggunakan ‘jasa’ kolega/organisasi Integritas dan Sikap Ilmiah • manifest integrity in all aspects of their professional work • pengetahuan ilmiah sebagai dasar • jujur, menepati janji, tidak membahayakan klien Justice - The equality Keadilan • careful judgement and take care to enable all people to experience just and fair psychological practices Respect for People’s Rights and Dignity • need to be aware of the vulnerabilities of some individuals that make it difficult to make autonomous decisions ardhiati © 2013 • perlakuan adil dan objektif terhadap setiap klien Penghormatan pada Harkat Martabat Manusia • menghormati apapun yang ada dalam diri individu (sebagai manusia) • melindungi hak pribadi mereka (kerahasiaan dan pilihan) PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN ardhiati © 2013 PELAKSANAAN PELAPORAN HASIL PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN PELAKSANAAN PELAPORAN HASIL KODE ETIK PSIKOLOGI ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ardhiati © 2013 HIMPSI PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INSTITUTIONAL APPROVAL ! ! Penelitian dilakukan ‘di bawah’ institusi tertentu, peneliti harus menyusun proposal yang transparan ➙ dipahami oleh institusi Persetujuan formal dari institusi/organisasi tempat dilakukannya penelitian HIMPSI ! PEDOMAN UMUM
 (Bab IX, Pasal 43) ! Menyusun proposal penelitian ! ATURAN DAN IZIN PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 44) ! ! ardhiati © 2013 Perencanaan, pelaksanaan, dan publikasi ➙ ada aturan yang harus dipatuhi Informasi lengkap tentang penelitian jika dibutuhkan PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INFORMED RESEARCH CONSENT ON People have the right to have prior knowledge of just what they are agreeing to before agreeing to it. ! Tujuan, prosedur, dan jangka waktu penelitian HIMPSI ! INFORMED CONSENT PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 46) Penjelasan tentang penelitian dan kesediaan partisipan. ! Informed Consent PENELITIAN ! Informasi hal-hal lain yang mungkin berpengaruh terhadap keputusan partisipan untuk terlibat (ketidak-nyamanan, risiko, outcome, keuntungan, insentif) Tujuan, jangka waktu dan prosedur, risiko (bila ada) dan keuntungan, hak mengundurkan diri dan konsekuensinya, kerahasiaan, insentif ! ! Batasan kerahasiaan informasi partisipan Ada ‘keterbatasan’ pada
 partisipan ➙ minta bantuan
 wakil partisipan ! TIDAK MEMAKSA ! Informasi tentang person in charge ! Kebebasan untuk menolak terlibat atau mengundurkan diri, serta konsekuensinya ! ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INFORMED RESEARCH CONSENT ON People have the right to have prior knowledge of just what they are agreeing to before agreeing to it. ! ardhiati © 2013 Pada penelitian eksperimental, ada penjelasan tentang: (ada/tidaknya) treatment, peletakan partisipan ke kelompok eksperimen/ kontrol, aspek finansial (sebagai insentif, kontribusi pribadi, dll) HIMPSI ! INFORMED CONSENT PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 46) Penjelasan tentang penelitian dan kesediaan partisipan. ! Informed Consent PENELITIAN ! Penelitian intervensi/eksperimen ➙ menjelaskan eksperimennya PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INFORMED RESEARCH CONSENT ON People have the right to have prior knowledge of just what they are agreeing to before agreeing to it. ! ! ardhiati © 2013 Tidak diperlukan jika perekaman/foto dilakukan di tempat umum dan setting alamiah (bukan intervensi eksperimental) ➙ tidak membahayakan partisipan Bisa dilakukan pada tahap debriefing HIMPSI ! INFORMED CONSENT PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 46) Penjelasan tentang penelitian dan kesediaan partisipan. ! Informed Consent PEREKAMAN ! Umumnya harus ada izin tertulis dari partisipan ! Jika murni untuk observasi atau dibutuhkan ‘kerahasiaan’ tentang alat
 perekam ➙ debriefing PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INFORMED RESEARCH CONSENT ON People have the right to have prior knowledge of just what they are agreeing to before agreeing to it. ! Informed consent ‘boleh’ diabaikan jika: ! Menggunakan kuesioner atau observasi yang sifatnya anonim, setting alamiah atau arsip ! Berkaitan dengan pekerjaan atau hal-hal terkait organisasi ! HIMPSI ! INFORMED CONSENT PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 46) Penjelasan tentang penelitian dan kesediaan partisipan. ! PENGABAIAN Informed Consent Berkaitan dengan praktik pendidikan yang bertujuan untuk pengembangan “...diasumsikan tidak ada risiko gangguan pada kesejahteraan atau keselamatan, serta bahayabahaya lain pada partisipan penelitian atau pihak-pihak terkait.” ➙ TIDAK MEMBAHAYAKAN PARTISIPAN ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PERSIAPAN APA ! INDUCEMENTS TO ! ! ardhiati © 2013 PARTICIPATE Peneliti tidak menawarkan ‘sogokan’ berupa uang/benda, khususnya yang bernilai tinggi kepada calon partisipan HIMPSI ! MANIPULASI DALAM PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 47) ! TIDAK BOLEH menipu atau menutupi informasi untuk ‘menarik’ partisipan Jasa profesional bisa ditawarkan (misal konseling, saran psikologis), yang dilakukan oleh ahlinya PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAKSANAAN APA ardhiati © 2013 HIMPSI PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAKSANAAN APA ! RESEARCH WITH INDIVIDUALS IN A LESS POWERFUL/SUBORDINATE POSITION TO THE RESEARCHER ! ardhiati © 2013 Peneliti yang berada dalam posisi ‘lebih tinggi’ memiliki tugas untuk melindungi yang ‘lebih rendah’, tidak memanipulasi HIMPSI ! EKSPLOITASI
 (Bab IV, Pasal 18) ! Terhadap orang yang sedang disupervisi, evaluasi, atau di bawah wewenang; termasuk seksual PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAKSANAAN APA ! THE USE OF DECEPTION IN RESEARCH ! Secara umum ‘penipuan’ tidak diperbolehkan dalam prosedur penelitian ! ! MANIPULASI DALAM PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 47) ‘Boleh’ dilakukan hanya jika ada alasan rasional (justru akan membahayakan partisipan jika diberitahu) dan/atau alasan ilmiah ! HIMPSI Jika ‘penipuan’ terpaksa dilakukan, harus dijelaskan kondisi sebenarnya sesegera mungkin ➙ partisipan memiliki hak untuk menolak datanya digunakan ardhiati © 2013 ! Boleh ‘mengelabui’ hanya jika ada alasan ilmiah yang jelas PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAKSANAAN APA ! DEBRIEFING ! ! Debriefing dilakukan segera setelah penelitian berakhir Dapat berupa diskusi dengan peneliti mengenai hal-hal terkait penelitian (proses, hasil, dan kesimpulan), dan juga meluruskan kesalahpahaman yang mungkin dialami oleh partisipan ! ! DEBRIEFING
 (Bab IX, Pasal 48) ! Penjelasan setelah penelitian, kadang debriefing perlu ditunda ! Jika partisipan ‘celaka’ ➙ minimalisir bahaya Tidak semua harus dijelaskan ➙ ada alasan ilmiah ! HIMPSI Tidak menjamin dapat mengatasi ‘kondisi partisipan’ akibat manipulasi ➙ meminta bantuan ahli jika dibutuhkan ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAKSANAAN APA ! ETHICS AND ANIMALS ! ardhiati © 2013 RESEARCH WITH Mengikuti peraturan yang berlaku di tiap negara di mana penelitian dilakukan HIMPSI ! PENGGUNAAN HEWAN
 (Bab IX, Pasal 49) ! Peraturan negara dan standard profesional ! Bekerjasama dan konsultasi dengan ahli hewan PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAPORAN HASIL APA ardhiati © 2013 HIMPSI PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAPORAN HASIL APA ! ETHICAL STANDARDS IN REPORTING RESEARCH HIMPSI ! PUBLIKASI HASIL PENELITIAN
 (Bab IX, Pasal 50) ! Tidak dimanipulasi ! Tidak direkayasa atau publikasi ulang ! Jika ada kesalahan ➙ correction atau retraction ! Jika ada kesalahan ➙ correction, retraction, erratum ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAPORAN HASIL APA ! PLAGIARISM The work of another person is used without acknowledgement and as if it was one’s own work. ! Peneliti tidak melakukan plagiarisme ! Mencantumkan sumber HIMPSI ! SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
 (UU nomor 20 tahun 2003) “Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya.” ! PENGHARGAAN & PEMANFAATAN KARYA CIPTA
 (Bab IX, Pasal 52) ! ardhiati © 2013 Tidak melakukan plagiarisme PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WHERE DOES ETHICS ROLE IN RESEARCH PROCESS PELAPORAN HASIL APA ! PROPER CREDIT FOR PUBLICATIONS ! ! ardhiati © 2013 Adalah tidak etis untuk mengakui hasil penelitian yang sebenarnya tidak pernah dilakukan atau peneliti tidak berkontribusi secara esensial Termasuk authorship pada jurnal ilmiah HIMPSI ! PENGHARGAAN & PEMANFAATAN KARYA CIPTA
 (Bab IX, Pasal 52) ! Kredit publikasi Psikolog/Ilmuwan Psikologi harus dapat dipertanggungjawabkan ! Kontribusi minor tetap dicantumkan PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya DATA MANAGEMENT PENYIMPANAN/MANAJEMEN DATA PENELITIAN APA ardhiati © 2013 HIMPSI PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya DATA MANAGEMENT PENYIMPANAN/MANAJEMEN DATA PENELITIAN APA ! Perlindungan data tidak hanya berkaitan dengan data (hasil) penelitian saja ! Termasuk juga data pribadi partisipan HIMPSI ! BERBAGI DATA
 (Bab IX, Pasal 51) ardhiati © 2013 ! Tidak berlaku bila ada ‘hukum’ yang melarang penyebarluasan Bisa ‘meminta’ biaya ! anonim, pada beberapa penelitian, data partisipan tetap dapat merujuk secara individu kepada partisipan tertentu ➙ hati-hati! Data hasil penelitian bisa diberikan pada profesi sejawat jika dibutuhkan ! ! Sekalipun ! Kerahasiaan partisipan PDU 211 METODE PENELITIAN
    • FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya WANT TO KNOW MORE? Babbie, E. (2011). The basics of social research (5th ed.). Belmont, CA: Wadsworth, Cengage Learning. Howitt, D. & Cramer, D. (2011). Introduction to research methods in psychology (3rd ed.). Harlow, England: Pearson Education Limited. Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Jakarta, Indonesia: Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia ardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN