• Save
PDU 211 Research Methods: Concept, Variables, and Definition
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

PDU 211 Research Methods: Concept, Variables, and Definition

on

  • 594 views

What are concept, variables, and definition? How they contribute to the research process as a whole?

What are concept, variables, and definition? How they contribute to the research process as a whole?
(Lecture slides mostly in English)

Statistics

Views

Total Views
594
Views on SlideShare
594
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

PDU 211 Research Methods: Concept, Variables, and Definition Presentation Transcript

  • 1. PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 PDU 211 METODE PENELITIAN SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Kuliah IV - 09 September 2013 CONCEPT, VARIABLES, AND DEFINITION
  • 2. PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 Chapter 5. CONCEPTUALIZATION, OPERATIONALIZATION, AND MEASUREMENT (Babbie, 2011) Chapter 3. VARIABLES, CONCEPT, AND MEASURES (Howitt & Cramer, 2011) ONE DAY OBJECTIVES • Mahasiswa mampu memahami hakikat variabel dalam sebuah penelitian; • Mahasiswa mampu mengategorikan variabel penelitian sesuai jenisnya; • Mahasiswa mampu menyusun definisi operasional dari sebuah variabel. image shutterstock.com
  • 3. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK
  • 4. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok
  • 5. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin
  • 6. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin
  • 7. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin penelitian dilakukan terhadap fenomena yang memang secara nyata terjadi RESEARCH: ‘MEASURING’ ANYTHING THAT EXISTS
  • 8. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin
  • 9. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin CONCEPTION the technical term for those mental images, those sheets of paper in our mental file drawers
  • 10. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin
  • 11. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin APA-nya dari fenomena yang hendak diteliti?
  • 12. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin APA-nya dari fenomena yang hendak diteliti?
  • 13. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin APA-nya dari fenomena yang hendak diteliti?
  • 14. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 image vectorfree.com Fenomena: PEREMPUAN PEROKOK ! Kita ‘tahu’ bahwa: ! Merokok adalah kegiatan ‘khas’ laki-laki ! Perempuan merokok dianggap nakal, murahan, tidak punya otak ! Ada orang yang sengaja menjauhi atau tidak mau bergaul dengan perempuan perokok ! Perilaku ‘melecehkan’ dari orang yang sedang melihat perempuan merokok ! Fakta bahwa: ! Merokok mengganggu kesehatan (fisik) ! Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin CONCEPTS the result from the process of coming to an agreement about what terms mean APA-nya dari fenomena yang hendak diteliti?
  • 15. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES CONCEPTS
  • 16. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS
  • 17. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS PSIKOLOGI
  • 18. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS PSIKOLOGI
  • 19. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS ! CONCEPTS (Kaplan, 1964) PSIKOLOGI ! VARIABLES (Howitt & Cramer, 2011)
  • 20. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS ! CONCEPTS (Kaplan, 1964) ! “family of conceptions”; ! constructs, something we create; ! constructs derived by mutual agreement from mental images. PSIKOLOGI ! VARIABLES (Howitt & Cramer, 2011) ! what we create when we try to measure concepts; ! any characteristic or quality that has two or more categories or values; ! the things that we measure.
  • 21. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPTS, CONSTRUCTS, & VARIABLES ! Things that scientists measure (Kaplan, 1964): ! Direct observables ! Indirect observables ! Constructs CONCEPTS ! CONCEPTS (Kaplan, 1964) ! “family of conceptions”; ! constructs, something we create; ! constructs derived by mutual agreement from mental images. PSIKOLOGI ! VARIABLES (Howitt & Cramer, 2011) ! what we create when we try to measure concepts; ! any characteristic or quality that has two or more categories or values; ! the things that we measure.
  • 22. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA
  • 23. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA Dari mana kita tahu bahwa seseorang sedang jatuh cinta?
  • 24. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA Dari mana kita tahu bahwa seseorang sedang jatuh cinta? ! sering tersenyum ! lebih ramah kepada orang lain ! sulit tidur di malam hari ! porsi makan bertambah ! sulit berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukan ! topik percakapan tentang orang yang disukai ! selalu ingin tahu keberadaan orang yang disukai ! bersedia melakukan apapun yang diminta oleh orang yang disukai ! dll..
  • 25. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA Dari mana kita tahu bahwa seseorang sedang jatuh cinta? ! sering tersenyum ! lebih ramah kepada orang lain ! sulit tidur di malam hari ! porsi makan bertambah ! sulit berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukan ! topik percakapan tentang orang yang disukai ! selalu ingin tahu keberadaan orang yang disukai ! bersedia melakukan apapun yang diminta oleh orang yang disukai ! dll.. CONCEPT
  • 26. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA Dari mana kita tahu bahwa seseorang sedang jatuh cinta? ! sering tersenyum ! lebih ramah kepada orang lain ! sulit tidur di malam hari ! porsi makan bertambah ! sulit berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukan ! topik percakapan tentang orang yang disukai ! selalu ingin tahu keberadaan orang yang disukai ! bersedia melakukan apapun yang diminta oleh orang yang disukai ! dll.. CONCEPT INDICATOR
  • 27. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 JATUH CINTA Dari mana kita tahu bahwa seseorang sedang jatuh cinta? ! sering tersenyum ! lebih ramah kepada orang lain ! sulit tidur di malam hari ! porsi makan bertambah ! sulit berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukan ! topik percakapan tentang orang yang disukai ! selalu ingin tahu keberadaan orang yang disukai ! bersedia melakukan apapun yang diminta oleh orang yang disukai ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 28. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 29. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 30. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 31. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 32. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR
  • 33. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF
  • 34. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF
  • 35. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF AFEKTIF
  • 36. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF AFEKTIF
  • 37. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok Dari mana kita tahu sikap seseorang terhadap perempuan perokok? ! mengalami gangguan dalam kesehatannya secara umum ! malas berolahraga ! enggan untuk berbicara ! bangga karena bisa menyamai laki-laki ! menjauhi pada saat bertemu ! tidak ada perbedaan dalam berinteraksi dengan yang bukan perokok ! dll.. CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF AFEKTIF KONATIF
  • 38. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 SIKAP terhadap perempuan perokok CONCEPT a sign of the precence or absence of the concept we’re studying INDICATOR KOGNITIF AFEKTIF KONATIF DIMENSION a specifiable aspect of a concept
  • 39. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPT how do we determine the ‘right’ dimensions and indicators of a concept? THEORY INDICATOR DIMENSION
  • 40. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPT how do we determine the ‘right’ dimensions and indicators of a concept? THEORY INDICATOR DIMENSION
  • 41. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPT how do we determine the ‘right’ dimensions and indicators of a concept? THEORY INDICATOR DIMENSION
  • 42. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 CONCEPT
  • 43. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 REAL DEFINITION CONCEPT
  • 44. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 REAL DEFINITION NOMINAL DEFINITION CONCEPT
  • 45. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 REAL DEFINITION NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION CONCEPT
  • 46. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 REAL DEFINITION NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION a statement of the “essential nature” or the “essential attributes” of some entity a term without any claim that the definition represents a “real” entity; represent some consensus, or convention, about how a particular term is to be used specifies precisely how a concept will be measured - that is, the operations we choose to perform CONCEPT
  • 47. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 when it comes to scientific research... NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION a term without any claim that the definition represents a “real” entity; represent some consensus, or convention, about how a particular term is to be used specifies precisely how a concept will be measured - that is, the operations we choose to perform CONCEPT
  • 48. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION CONCEPT INDICATOR DIMENSION MEASUREMENT STEP
  • 49. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION CONCEPT INDICATOR DIMENSION MEASUREMENT STEP
  • 50. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 NOMINAL DEFINITION OPERATIONAL DEFINITION CONCEPT INDICATOR DIMENSION MEASUREMENT STEP
  • 51. FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya PDU 211 METODE PENELITIANardhiati © 2013 WANT TO KNOW MORE? Babbie, E. (2011). The basics of social research (5th ed.). Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning. Howitt, D. & Cramer, D. (2011). Introduction to research methods in psychology (3rd ed.). Harlow, England: Pearson Education Limited.