Jakarta Krisis Air Bersih www.mausehat.net - Presentation Transcript
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
Sumber: Dari berbagai sumber yang diperoleh
http://www2.kompas.com/ver1/Metropo Setyo menyebutkan bahwa sampah yang
litan/0706/22/065520.htm dibuang ke sungai sebesar 70 persen dari
total limbah yang masuk ke sungai, atau
1.200 meter kubik (setara dengan 288
Air Baku di Jakarta Tercemar
ton) sampah setiap harinya.
2010 Jakarta Krisis Air Bersih
Dari pantauan Pusat Penelitian
Sumberdaya Manusia dan Lingkungan-
PALMERAH, WARTA KOTA - Tahun UI, total sampah di Jakarta sekitar 6.000
2010 adalah masa krisis air bagi warga ton/hari. 85 persen dari jumlah tersebut
Jakarta. Pasalnya air baku yang menjadi mampu diangkut ke Tempat Pembuangan
sumber pembuatan air bersih yang layak Akhir (TPA). Sedangkan 15 persen
dikonsumsi masyarakat telah tercemar. sisanya tercecer di selokan, lahan kosong,
Akibatnya perusahaan penyedia air dan jalan-jalan, sungai yang bermuara ke
bersih, seperti Palyja dan Thames PAM laut.
Jaya, kesulitan mencari air baku tadi.
Pembuangan sampah dan lumpur tadi
Demikian yang dikatakan oleh dosen yang sembarangan tentunya tidak hanya
Program Pascasarjana UI, Setyo S. diserap oleh aliran air sungai, tetapi juga
Moersidik, saat diskusi panel bertajuk diserap tanah. Akibatnya warga Jakarta
\"Manajemen Penyediaan dan Distribusi yang mengonsumsi air tanah juga
Air Bersih di DKI Jakarta\" yang digelar mengonsumsi air tanah yang telah
di Gedung Kompas, Jalan Palmerah tercemar.
Selatan 26-28, Jakarta, kemarin siang.
Memburuknya kualitas air baku itu
Pernyataan itu dikutipnya dari penelitian berakibat pada terbatasnya kuantitas air
dengan bahan dari sejumlah skripsi, tesis, yang dapat diolah menjadi air bersih dan
dan disertasi di UI. \"Pasokan air bersih di air minum. Hal itu membuat perusahaan
Jakarta sangat bergantung pada kualitas air minum (Palyja dan Thames PAM
pasokan air dari Kanal Tarum Barat yang Jaya) bisa kolaps. \"Dari data yang saya
airnya berasal dari Waduk Jatiluhur. peroleh, sebesar 84 persen sampel air
Namun pengelolaan pada daerah aliran tanah di Jakarta telah tercemar tinja, dan
sungai (DAS) Kanal Tarum Barat dari penelitian Depkes RI, 32,24 persen
semakin memburuk ditambah dengan air minum perpipaan dan 54,16 persen
kian tercemarnya air baku,\" tutur Setyo. non-perpipaan diketahui belum
memenuhi persyaratan bakteriologis.
Kondisi itu mengindikasikan bahwa air
Pencemaran itu, imbuh Setyo, akibat
tanah di sekitar pipa PAM telah tercemar
masuknya berbagai jenis benda, seperti
berat. Ditambah lagi dengan Instalasi
lumpur, yang dibuang ke sungai.
Pengolahan Air Bersih (IPAB) dinilai
Sehingga menjadikan kualitas air baku
sudah tak mampu lagi mengolah air baku
memburuk. Ditambah lagi dengan
yang telah tercemar berat itu,\" kata Setyo.
pencemaran yang berasal dari sampah
yang dibuang warga Jakarta ke sungai.
Menambahkan keterangan Setyo, dosen
Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas
1
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, alternatif penyediaan air bersih bagi
Suprihanto Notodarmojo, mengatakan, masyarakat.
akibat pencemaran tersebut berakibat 5. Warga Jakarta yang buang air besar di
pada minimnya kemampuan PAM kakus yang berdiri di pinggiran sungai
mendistribusikan airnya ke warga menambah pencemaran.
Jakarta. Hanya sekitar 35-40 persen saja 6. Endapan lumpur akibat penumpukan
warga Jakarta yang bisa menikmati air limbah dan sampah di Daerah Aliran
bersih. Sisanya, sekitar 65 - 60 persen, Sungai Citarum.
belum merasakannya. \"Oleh karenanya, Sumber: Warta Kota
hal ini seharusnya menjadi tantangan bagi
PAM untuk meningkatkan kualitas Sumber:
teknologi pengelolaan untuk http://www2.kompas.com/ver1/Metropo
mengantisipasi kemerosotan mutu air litan/0706/22/065520.htm
bersih, dan tuntutan masyarakat akan
kualitas yang lebih baik. Diharapkan
pasokan air bersih ke masyarakat bisa
meningkat sekitar 10-12 meter
kubik/detik,\" tutur Suprihanto.
Suprihanto mengatakan, keterbatasan air
baku bisa diantisipasi dengan
pembangunan waduk baru, daur ulang
limbah rumah tangga, dan memanfaatkan
air laut untuk dijadikan air bersih. (get)
Penyebab Air Baku di Jakarta
Tercemar
1. Sampah yang dibuang langsung ke
daerah aliran sungai Citarum.
2. Limbah pabrik yang dibuang tanpa
proses filterisasi ke sungai Citarum.
Limbah pabrik ini biasanya lebih
berbahaya karena bercampur dengan zat-
zat kimia.
3. Tinja dari septic tank yang langsung
dibuang ke sungai, sehingga tinja yang
terbuang mencemari air sungai sebagai
air baku.
4. Limbah rumah tangga, perkantoran,
dan perusahaan yang dibuang ke
selokan, dari selokan dialirkan ke sungai.
Limbah ini bisa dikurangi dengan didaur
Sumber:
ulang, yakni dengan ditimbun dalam
suatu wadah dan diolah menjadi air
bersih. Dengan demikian bisa menjadi
2
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
terjadi defisit air bersih 4.972 liter per
http://cetak.kompas.com/read/xml/
detik.
2009/05/10/03505571/Penduduk.B
ertambah..DKI..Krisis.Air.Bersih
”Jika ingin menghentikan penyedotan air
tanah secara berlebihan, pasokan air
Penduduk Bertambah, DKI perpipaan harus ditambah secara drastis,”
kata Firdaus, yang juga anggota Badan
Krisis Air Bersih
Regulator Pengelolaan Air Minum (BR
Akan Bertambah Parah di PAM).
Masa Depan
Minggu, 10 Mei 2009 | 03:50 WIB Krisis air bersih saat ini tampak di Jakarta
Utara dan beberapa kawasan lain, yang
Jakarta, Kompas - Tidak seimbangnya tidak mendapat pasokan air bersih secara
pasokan air bersih dibanding terus-menerus selama 24 jam. Banyak
pertambahan jumlah penduduk membuat penduduk terpaksa menggunakan air
Jakarta terjebak dalam krisis air bersih. tanah untuk menggantikan air PAM
Krisis air bersih sudah terlihat di Jakarta karena pasokan yang kurang.
Utara dan sudah terjadi di seluruh Jakarta
pada tahun ini. Krisis akan semakin parah Menurut Firdaus, seiring dengan
di masa depan. pertambahan penduduk dan peningkatan
aktivitas usaha, kebutuhan air bersih di
Pengamat Hidrologi Universitas Jakarta akan semakin meningkat. Tanpa
Indonesia, Firdaus Ali, Sabtu (9/5) di rencana peningkatan pasokan, defisit air
Jakarta Pusat, mengatakan, krisis air bersih pada 2015 akan meningkat
bersih itu akan menjadi jauh lebih parah menjadi 13.045 liter per detik dan pada
karena DKI Jakarta belum memiliki 2020 menjadi 28.370 liter per detik.
rencana strategis untuk mengatasinya.
Defisit air bersih yang dipasok dari Ketua BR PAM Irzal Jamal mengatakan,
sistem perpipaan PAM Jaya membuat meskipun pasokan air baku dari Waduk
penduduk dan dunia usaha di Jakarta Jatiluhur terjamin sampai 2015, DKI
tidak berhenti menyedot air tanah. Jakarta tetap harus memiliki rencana
penambahan pasokan. Perbaikan saluran
Menurut Firdaus, jumlah penduduk Tarum Kanan Barat, yang mengalirkan
Jakarta mencapai 8,5 juta orang. air dari Waduk Jatiluhur, juga perlu
Berdasarkan standar, setiap orang segera dilakukan untuk meningkatkan
membutuhkan 190 liter air per hari dan pasokan menjadi 21.828 liter per detik.
dunia usaha membutuhkan 30 persen dari
total kebutuhan domestik. Selain perbaikan saluran, BR berharap
pemerintah pusat mau membangun
Secara total, masyarakat Jakarta instalasi pengolahan air (IPA) di hulu
membutuhkan air bersih 2,099 miliar liter Jatiluhur dan saluran pipa dari lokasi itu
per hari atau 24.300 liter per detik. sampai di Jakarta. IPA dan saluran pipa
diperlukan untuk menjamin pasokan
Padahal, kata Firdaus, produksi air bersih selama musim kemarau dan mencegah
saat ini hanya mencapai 19.328 liter per pencemaran.
detik. Dengan demikian, pada 2009 sudah
3
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
Kepala Biro Operasi dan Konservasi
Perum Jasa Tirta (PJT) II Sutisna
Prikasaleh mengatakan, perawatan dan
perbaikan Saluran Tarum Kanan Barat
sedang dalam tahap desain dan proses
fisiknya akan berlangsung pada 2010.
Pihaknya akan mengeruk kembali saluran
agar kapasitasnya kembali seperti semula
dan memperbaiki pengatur saluran pintu
kanan dan kiri sepanjang saluran.
Mengenai jaminan ketersediaan air baku,
kata Sutisna, persediaan Waduk Jatiluhur
sangat mencukupi untuk memasok
wilayah DKI Jakarta. Sekarang ini
kapasitas tiga waduk, yakni Waduk
Cirata, Saguling, dan Djuanda, mencapai
5,6 miliar-5,7 miliar meter kubik per
tahun. Persediaan air tersebut baru
dimanfaatkan sekitar 4,2 miliar meter
kubik per tahun untuk industri, pengairan,
dan air minum.
Direktur Utama PJT II Djendam
Gurusinga mengatakan, PT PAM Jaya
perlu mendorong kedua operatornya
untuk mengatasi tingkat kehilangan air
yang secara total masih sekitar 49 persen.
Jika kebocoran dan pencurian air dapat
dikurangi, pasokan yang ada masih dapat
mencukupi kebutuhan warga. (ECA)
Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/
2009/05/10/03505571/Penduduk.B
ertambah..DKI..Krisis.Air.Bersih
4
www.mausehat.net
Solusi Hidup Sehat untuk Anda
0 comments
Post a comment