Your SlideShare is downloading. ×
BAB I                                  PENDAHULUAN1.1    Latar Belakang Parallel Port       Tahun 1981, ketika IBM memperk...
interfacing dengan port parallel dapat membantu memahami tentang teori-teori yangtelah ada.1.3     Pembatasan Masalah     ...
1.6      Sistematika Laporan         Untuk memudahkan didalam penulisan dan pembahasan, maka tugas ini dituliske dalam lim...
BAB II                                  LANDASAN TEORI       Pada bab ini akan dibahas teori dan komponen penunjang yang a...
 Standart Parallel Port             DB-25       Centronics   In/Out   Nama sinyal     Register bit             1         ...
2.1.2 Sinyal Parallel Port (SPP)Deskripsi singkat dari sinyal-sinyal pada parallel port (standar) adalah sebagai berikut :...
Keterangan :   1. Tulis byte ke port data.   2. Cek apakah printer busy, jika busy, printer tidak bisa menerima data.   3....
Dari hal tersebut jelas bahwa register status hanya memakai 5 bit dari 8 bit yangada, dan register control hanya menggunak...
Offset       Nama         Read / Write       Bit ke      Properti                                                  Bit 7  ...
2.2     Optoelektronika        Optoelektronika adalah teknologi yang menggabungkan ilmu-ilmu optika danelektronika. Dalam ...
Vcc                          Gambar 2.3 LED (Ligh Emiting Dioda)2.3   Pengaksesan Port Paralel Pada Visual Basic        Vi...
BAB III                                PERANCANGAN3.1. Perancangan Perangkat Keras3.1.1. Komunikasi Parallel Port antara A...
3.2. Perangkat Lunak       Dalam merancang perangkat lunak, penyusun menggunakan komputer denganspesifikasi sebagai beriku...
BAB IV                                PENGUJIAN ALAT   1. Sambungkan alat dengan komputer melalui parallel port   2. Jalan...
Number Display   15
BAB V                              KESIMPULAN DAN SARAN5.1      Kesimpulan         Kesimpulan yang dapat diambil dalam pen...
DAFTAR PUSTAKARetna Prasetia dan Catur Edi Wododo. 2004. “Teori dan Praktek Interfacing Port         Parallel dan Port Ser...
LAMPIRAN PROGRAN NUMBER DISPLAYERPrivate Declare Sub Port_Out Lib "Port_IO.dll" (ByVal nPort As Integer, ByVal nData      ...
datatampil = data(jml)       Port_Out 888, datatampil       Tunda 1000    Next ulang  Next jml  Port_Out 888, 0Loop Until ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Interfacing Number Display

1,783

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,783
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
56
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Interfacing Number Display"

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Parallel Port Tahun 1981, ketika IBM memperkenalkan IBM PC (Personal Computer), iamenyertakan parallel port di dalamnya sebagai alternative dari serial port (yang lambat).Fungsi parallel port ketika itu “hanya” untuk mengkomunikasikan computer denganprinter (itu pun dot matrix). Oleh karena perkembangan teknologi maka kebutuhan akankonektivitas computer dengan piranti eksternal menjadi meningkat, tidak lagi hanyaantara computer dengan printer, namun juga dengan disk drive portable, tape back-up,juga CD-ROM. Kini ada tiga persoalan yang harus diatasi sehubungan dengan parallel port.Pertama, walaupun kemampuan computer meningkat, ternyata tidak ada perubahanyang nyata pada arsitektur parallel port, sehingga transfer data maksimum tetap terbataspada 150 kBps. Kedua, tidak ada interface standar yang mengakibatkan munculnyabanyak masalah pada saat dilakukan operasi antar platflom yang berbeda. Dan ketiga,desain standar parallel port hanya memungkinkan panjang kabel maksimum 2 meter. Tahun 1991 ada pertemuan antara pembuat printer (waktu itu) seperti Lexmark,IBM, Texas Instrumen, dan juga yang lain. Mereka kemudian membentuk NetworkPrinting Alliance, NPA. NPA kemudian menetapkan hal-hal yang harus diikuti pembuatperngkat keras agar tidak terjadi in-compatible antar berbagai peralatan yang berbeda.agar lebih diakui, NPA kemudian mengajukan ke Institute of Electric and ElectronicEngineer (IEEE) dan disetujui sehingga menjadi keputusan IEEE 1284, yaitu metodepensinyalan standar interface parallel dua arah untuk komputer, yang dirilis tahun 1994.IEEE 1284 ini dalah standar baru parallel port yang masih kompatibel dengan parallelport sebelumnya namun lebih handal karens mampu menangani transfer data hingga1MBps, panjang kabel hingga 10 meter (maksimum), dan juga komunikasi dua-arah (bi-directional).1.2 Permasalahan Interfacing port parallel sangat penting untuk dipelajari dan dipahami, hal inidikarenakan perkembangan teknologi yang semakin maju dan keterbatasan pengetahuantentang port parallel dan banyaknya buku yang mengupas tentang port parallel sehinggamemungkinkan untuk memudahkan pembelajaran. Dengan terjun langsung dalamNumber Display 1
  2. 2. interfacing dengan port parallel dapat membantu memahami tentang teori-teori yangtelah ada.1.3 Pembatasan Masalah Interfacing dengan menggunakan port paralel sebagai konektor denganrangkaian Number Displayer. Program aplikasi yang digunakan untuk mengontrol alatmenggunakan Visual Basic 6. Program ini hanya sebatas menampilkan angka-angkayang kita ketikkan pada program aplikasi yang nantinya akan ditampilkan di displayer.1.4 Maksud dan Tujuan a. Maksud Maksud dari penulisan tugas ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah interfacing dalam ruang lingkup port parallel. b. Tujuan Interfacing dengan port parallel yang berupa alat, mahasiswa bisa membuat aplikasi program pengontrol alat sehingga mahasiswa bisa lebih memahami kerja dari port parallel.1.5 Metodologi Penulisan tugas ini didasari atas studi dan permasalahan yang sehingga dapatdilakukan pembelajaran lebih lanjut yang diambil dari buku-buku teks, jurnal, kliping,sumber-sumber informasi yang ada di internet, serta data dari hasil percobaan yangdilakukan langsung pada alat tersebut. Dari semua data dan informasi yang didapat tersebut maka dilakukanperancangan dan pengujian pada alat untuk membuktikan sejauh mana alat tersebutbekerja dan berfungsi dengan baik.Number Display 2
  3. 3. 1.6 Sistematika Laporan Untuk memudahkan didalam penulisan dan pembahasan, maka tugas ini dituliske dalam lima sub pokok bahasanBab I PendahuluanPada bab ini menjelaskan latar belakang masalah, permasalahan, pembatasan masalah,tujuan, metodologi, dan sistematika laporan.Bab II Landasan TeoriDalam bab ini akan dibahas tentang landasan teori dari aplikasi interfacing yangmenggunakan Port parallel.Bab III Perancangan AlatPada bab ini akan dibahas cara kerja dari Number displayer dengan kontrolmenggunakan software Visual Basic.Bab IV Pengujian AlatDalam bab ini didapat hasil pengujian alat secara umumBab V Kesimpulan dan SaranBab penutup ini merupakan bab akhir yang berisi kesimpulan dan saran yangmemaparkan seluruh hasil kesimpulan dari tugas yang dibuat.Number Display 3
  4. 4. BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori dan komponen penunjang yang akan digunakandalam pembuatan rangkaian karakter bergerak. Disini dibahas tentang paralel Port, PortParalel Pada Visual Basic dan optoelektronika.2.1 Parallel Port2.1.1 Konfigurasi Parallel Port Ada dua macam konektor parallel port, yaitu 36 pin dan 25 pin, konektor 36 pindikenal dengan nama Centronics dan konektor 25 pin dikenal dengan DB-25.centroniclebih dahulu ada dan digunakan daripad DB-25. DB-25 diperkenalkan oleh IBM(bersama dengan DB-9, untuk serial port) ketika memperkenalkan IBM PC pertamakali, yang bertujuan untuk menghemat tempat. Karena DB-25 lebih praktis, maka untukkoneksitor parallel port pada komputer sekarang hanya digunakan DB-25, sedangCentronic masih dugunakan sebagai konektor pada printer (dan/atau piranti luarlainnya). Layaknya komponen dalam untai elektronika, parallel port dilabuhkan dengankonektor betine dan jantan. Di komputer,konektor parllel port yang terpasang adalahDB-25 betina, sehingga kabel penghubung keluar adalah DB-25 jantan. Susunan/bentukDB-25 betina dan jantan tersebut tampak seperti gambar berikut ini : Tabel 2.1. Diagram Pin konektor DB-25 Dari 25 pin konektor DB-25 tersebut, hanya 7 pin yang digunakan untuk saluranpembawa imformasi .Tabel 1.2. berikut menggambarkan fungsi dari pin konektor DB-25 (maupunCentronic).Number Display 4
  5. 5.  Standart Parallel Port DB-25 Centronics In/Out Nama sinyal Register bit 1 1 Out nSTROBE C0- 2 2 Out Data 0 D0 3 3 Out Data 1 D1 4 4 Out Data 2 D2 5 5 Out Data 3 D3 6 6 Out Data 4 D4 7 7 Out Data 5 D5 8 8 out Data 6 D6 Tabel 2.2. Fungsi pin konektor DB-25 dan CentronicNote :  ground dihubungkan dengan (jika memungkinkan) semua pin ground di atas (18-25).  jangan menghubungkan ground dengan chasing atau piranti lain.  Tanda “n” di depan nama sinyal menunjukkan pin tersebut aktif rendah (logika 0) Tanda “-“ (minus) pada status dan control menunjukkan bahwa bit tersebutbersifat hardware inverted, yaitu bahwa sinyal “dibalik” oleh interface parallel port.Misal jalur BUSY, jika +5V (logika 1) dimasukkan ke pin ini dan kemudian statusregisternya dibaca, maka akan dihasilkan 0 Volt (logika 0) di bit 7 pada status registertersebut. Selain pin yng hardware ivterted diatas, output parallel port berlogika TTL(Transistor Transistor Logic), logika 0 berarti 0 Volt, logika 1 adalah +5 Volt. Jikamerancang hardware untuk dihubungkan ke komputer melalui parallel port, perludicatat bahwa arus yang dapat ditarik maupun dimasukkan kepadanya bekisar ±12 mA.Namun hal ini dalam prakteknya berbeda dari sau card interfaca (pabrikan) dengan yanglain. Jika perlu gunakan buffer agar tidak menarik atau memasukkan arus terlalu besarke parallel port yang dapat mengakibatkan hardware secara permanen.Number Display 5
  6. 6. 2.1.2 Sinyal Parallel Port (SPP)Deskripsi singkat dari sinyal-sinyal pada parallel port (standar) adalah sebagai berikut :Nama Sinyal Deskripsi Sinyal SPPnSTROBE : Set pulsa rendah 0,5 µdetik untuk menyatakan data di D7:D0 adalah validData 0 : Least significant data (LSB)Data 1 : Data bit 1Data 2 : Data bit 2Data 3 : Data bit 3Data 4 : Data bit 4Data 5 : Data bit 5Data 6 : Data bit 6Data 7 : Most significant data (MSB)nACK : Pulsa rendah ≈ 5 µdetik menunjukkan data sudah diterima; IRQBUSY : Bernilai tinggi jika printer sibuk/offlinePaperEnd : Bernilai tinggi jika printerkehabisan kertasSelect : Bernilai tinggi jika priner on-line JnAutoFeed : jika diset rendah, printer akan pindah baris setiap menemui karakter carriage returnnError : Bernilai rendah jika printer errornlnit : Pulsa rendah ≈ 50 µdetik untuk inisialisasi atau me-reset printernSelectln : Bernilai tinggi jika printer dipilih (oleh komputer)Ground : Ground Tabel 2.3. Deskripsi sinyal-sinyal pada parallel port (standar) Standard Parallel Port (SPP) untuk melakukan jabat tangan dalam komunikasimasih dilakukan secara “manual”, yakni dilakukan oleh software.Number Display 6
  7. 7. Keterangan : 1. Tulis byte ke port data. 2. Cek apakah printer busy, jika busy, printer tidak bisa menerima data. 3. Set nStribe ke rendah. Ini untuk memberitahu printer bahwa data di jalur data (pin2-9) adalah data valid. 4. Kembalikan nStrobe ke tinggi setelah selama ± 1-5 µdetik dalam posisi rendah. Dalam mode Extended Capability Port (ECP) dan Enhanced Parallel Port (EPP),jabat tangan oleh hardware. Sangat praktis karena software hanya menuliskan data kealamat (awal) parallel port, dan dalam kondisi normal maka semua dijamin beres. Telah disinggung bahwa dalam parallel port terdapat 7 jalur data. Karenakomputer memiliki 8 bit per-alamat maka dibutuhkan 3 alamat fisik untuk setiap alamatparallel port, alamat fisik yang digunakan untuk keperluan ini disebut juga denganregister, sehingga dikenal register data, register status, dan register control. Untukmenetahui alamtnya, Base address LPTI biasanya adalah 888 (378h) dan LPT2 biasanya632 (278h). Alamat tersebut adalah alamat yang umumnya digunakan, tergantung danjenis komputer. Tepatnya kita bisa melihat pada peta memori tempat menyimpan alamattersebut, yaitu memori 0000.0408h untuk base address LPTI dan memori 0000.040Ahuntuk base address LPT2. Setelah kita mengetahui alamat dari port parallel, maka kita dapat menentukanalamat DP, PC, dan PS. Alamat DP adalah base address dari Port Paralel tersebut,alamat PS adalah base address + 1, dan alamat PC adalah base address + 2. Tabel 1.3adalah tabel alamat masing-masing port yang umurnnya digunakan. Nama port Alamat register LPT I DP 378h / 888 LPT1 PS 379h / 889 LPTI PC 37Ah / 890 Tabel 2.4 Alamat register tersebut berurutan, yakni jika alamat awal parallel port adalah0378h, maka alamat 0378H ini untuk register data, 0379H untuk status, dan 037AHuntuk control. Alamat demikian ini biasanya disebut offset, yakni jarak dari alamatawal.Number Display 7
  8. 8. Dari hal tersebut jelas bahwa register status hanya memakai 5 bit dari 8 bit yangada, dan register control hanya menggunakan 4 bit dari 8 bit. Sedang register datamemakai seluruh dari 8 bit yang ada. Selengkapnya pemakaian alamat 8 bit untukmasing-masing register tersebut adalah sebagai berikut : Offset Nama Read / Write Bit ke Properti Bit 7 Data 7 +0 Data port Write (Note 1) Bit 6 Data 6 Bit 5 Data 5 Bit 4 Data 4 Bit 3 Data 3 Bit 2 Data 2 Bit 1 Data 1 Bit 0 Data 0 Tabel 2.5. Register data parallel portNote 1 : Jika port adalah bi-direksional (dua arah), maka di register data ini dapat dilakukan operasi Read dan Write. Seperti namanya, register data, offset +0 digunakan untuk mengeluarkan(menuliskan, write) data. Pada parallel port bidireksional, register ini juga digunakanuntuk memasukkan (membaca, read) data dari luar. Offset Nama Read / Write Bit ke Properti Bit 7 Busy +1 Status port Read Only Bit 6 Ack Bit 5 Paper Out Bit 4 Select In Bit 3 Error Bit 2 IRQ (Not) Bit 1 - Bit 0 - Tabel 2.6. Register status parallel port Register status ini adlah port yang Read Only. Dalam proses jabat tangan,register status digunakan untuk mengecek status printer manakala komputer akanmengeluarkan data melalui parallel port.Number Display 8
  9. 9. Offset Nama Read / Write Bit ke Properti Bit 7 - +2 Data port Read / Write Bit 6 - Bit 5 Enable Bi-direksional Bit 4 Enable IRQ Via Ack Bit 3 Select Printer Bit 2 Initial Printer (reset) Bit 1 Auto Linefeed Bit 0 Strobe Tabel 2.7. Register control parallel port Pada mulanya register control ini adalah Write Only, karena digunakan untukmengirimkan sinyal pemberitahuan ke printer seperti inisial, auto linefeed, dsb. Namundemikian register control ini dapat juga di gunakan sebagai input (Read). Bit ke 5 dari register cintrol, yakni Enable bi-direksional (dua arah) dugunakanpada portprinter komputer (mulai) IBM PS/2 dan sesudahnya, dimana jalur data padaport printer (register data) bisa berfungsi dua-arah : input/output. Jika bit Enable Bi-direksional ini bernilai 1 (tinggi), maka jalur data akan dapat berfungsi sebagai input.Namun jika tidak diperlukan untuk berkomunikasi dua arah, maka akan lebih baik bilamengeset bit ini (bit5) ke rendah (0) daripada membeiarkannya tetap dalam kondisidefault. Ringkasan fungsi pin pada parallel port standar seperti tampak pada gambar 2.2.pin 18-25 semuanya dihubungkan ke ground. Gambar 2.2. Ringkasan diagram pin parallel port (SPP) betina Parallel port pada umumnya juga memiliki resistor pull-up intenal, namun tidaksemuanya. Internal resistor akan berfungsi sebagai beban jika rangkaian terbuka (takada piranti yang terhubung).Number Display 9
  10. 10. 2.2 Optoelektronika Optoelektronika adalah teknologi yang menggabungkan ilmu-ilmu optika danelektronika. Dalam hal ini banyak alat-alat yang digunakan yang didasarkan padaperilaku persambungan pn. Contoh alat-alat optoelektronika adalah dioda pemancarcahaya (Light Emiting Dioda), LCD (Liquid crystal Dysplay), detektor sel fotokonduktif, sel surya silikon, photo dioda, transistor foto, pemancar cahaya danpengkopel dengan sumber infra red dan penyambungannya.2.2.1 Dioda Pemancar Cahaya (LED) LED adalah suatu dioda semikonduktor yang memancarkan cahaya bila diberitegangan panjar maju. Kalau pada waktu membangkitkan pasangan lubang elektrondalam pertemuan pn dibutuhkan energi, maka bila ada elektron yang bergabung kembalidengan lubang dilepaskanlah energi tersebut. Bila hal ini terjadi dalam pertemuansilikon, energi dalam bentuk panas, tetapi dalam beberapa bahan Galium arseinidaenergi dipancarkan sebagai radiasi infra merah. Dengan mencampurkan zat-zat lainseperti galium dapat dibuat LED yang memancarkan cahaya. Pada dioda pemancar cahaya mempunyai tegangan biasnya antara 1,5 sampai2,5 V dan arus biasanya antara 10 dan 150 mA. LED akan memancarkan cahaya terangatau redup tergantung dari arus yang melewatinya. Cara yang paling baik untukmendapatkan cahaya LED yang cemerlang adalah dengan dihubungkan dengan sumberarus atau tegangan catu besar dan resistansi seri yang besar. Dengan menggunakan unsur-unsur seperti galium, fosfor, arsen pabrikasi dapatmembuat LED yang memancarkan cahaya merah, kuning, hijau dan infra merah (infrared) yang tak tampak. Gambar 2.3 menunjukan lambang LED. Dalam sejumlahpenerapan modern lampu pijar sudah banyak digantikan oleh LED karena mempunyaikeuntungan-keuntungan sebgai berikut :1. Tegangan operasi yang rendah2. Umur penggunaan panjang3. Penyaklaran (switching) sambungan – putus (on – off) yang cepat.Number Display 10
  11. 11. Vcc Gambar 2.3 LED (Ligh Emiting Dioda)2.3 Pengaksesan Port Paralel Pada Visual Basic Visual Basic (atau sering disingkat VB) adalah perangkat lunak untuk menyusunprogram aplikasi yang bekerja dalarn lingkungan sistem operasi Windows. Karena keterbatasn dalam VB maka dalam melakukan pengaksesan hardwaresecara langsung harus menambahkan sebuah file DLL yang diberi nama Port_IO.dllyang harus diletakkan dalam direktori//windows/system atau diikutkan dalam satufolder program yang di buat sendiri. Sebelum mengunakan fungsi-fungsi yang ada dalam file DLL ini, terlebih duluharus mendeklarasikan file DLL tersebut ke dalarn VB. Pendekalrasiannya sebagaiberikut : Private Declare sub Port_Out lib "Port-IO.dll" (ByVal nPort As Integer, ByVal nData As byte) Private Declare Function Port-In lib"Port-IO.dll" (ByVal nPort As Integer) As byte Jika file DLL tersebut telah dideklarasikan seperti di atas, maka fungsi Port-Outdan Port-In siap digunakan pada VB. Untuk mengirimkan data pada port paralel, kitamenggunakan fungsi Port-Out. Sintak penggunaannya adalah sebagai berikut : Port_Out [Alamat.Port], [Nilai] Perintah di atas membutuhkan dua parameter, yaitu Alamat_Port dan Nilai yangmerupakan alamat port dan nilai data yang akan di kirim pada port itu. Karena tiap porthanya 8 jalur data, maka dari itu hanya bisa mengirim Nilai maksimum = 255 (FFh / I II I I I I l b) ke port yang diinginkan.Contoh berikut mengilustrasikan cara menset bit ke port 888 (DP). Men-set bit 0 pada port 888 Port_Out 888, 1 1 = 00000001b Men-set bit 1 pada port 888 Port_Out 888, 2 2 = 00000010bNumber Display 11
  12. 12. BAB III PERANCANGAN3.1. Perancangan Perangkat Keras3.1.1. Komunikasi Parallel Port antara Alat dengan Komputer Komunikasi dilakukan menggunakan mode komunikasi data asinkron standarmelalui paralel port. Komputer akan mengirimkan untai data satu per satu (byte perbyte).3.1.2. Rangkaian Number Displayer DATA BIT 0 DATA BIT 1 DATA BIT 2 DATA BIT 3 DATA BIT 4 DATA BIT 5 DATA BIT 6 Gambar 3.1 Rangkaian Number DisplayerNumber Display 12
  13. 13. 3.2. Perangkat Lunak Dalam merancang perangkat lunak, penyusun menggunakan komputer denganspesifikasi sebagai berikut :A. Hardware : 1. Processor Intel Pentium IV 2100 MHz; 2. Matherboard Intel; 3. Harddisk Seagate 40 GB; 4. Memori 128 MB.B. Software : 1. Sistem Operasi Windows 98 Second Edition; 2. Program Aplikasi Visual Basic 6.0Number Display 13
  14. 14. BAB IV PENGUJIAN ALAT 1. Sambungkan alat dengan komputer melalui parallel port 2. Jalankan program yang telah dibuat pada Visual Basic untuk mengaktifkan alat. 3. Klik salah satu karakter yang ingin ditampilkan di displayer. 4. Tekan Tombol EXIT untuk keluar dari proses.Number Display 14
  15. 15. Number Display 15
  16. 16. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Program pada Visual Basic adalah salah satu program yang dapat digunakan untuk mengontrol alat. 2. pengontrolan alat menjadi lebih mudah dan praktis. 3. dengan menguasai dasar ini, kita dapat membuat alat yang lebih kompleks lagi misal, membuat papan pergantian pemain pada olah raga sepak bola. 4. Lebih cepat memahami mata kuliah Interfacing dengan menerapkannya secara langsung..5.2 Saran Ada beberapa saran yang bisa dijadikan pertimbangan dalam aplikasi inisehingga dapat menjadi masukkan. Saran terseut antara lain sebagai berikut : 1. Memahami sintax yang tepat agar lebih mudah dalam pembuatan program aplikasi. 2. Membandingkan penggunaan port paralel dengan port serial dan USB sehingga dapat dihasilkanpenggunaan port mana yang lebih tepat untuk aplikasi ini. 3. Memcoba membuat alat lain dengan program aplikasinya agar lebih memahami lagi cara kerja dari port paralel.Number Display 16
  17. 17. DAFTAR PUSTAKARetna Prasetia dan Catur Edi Wododo. 2004. “Teori dan Praktek Interfacing Port Parallel dan Port Serial Komputer dengan Visual Basic 6.0”. Penerbit: Andi Offset. Yogyakarta.Dwi Sutadi. 2004. “I/O Bus dan Motherboard Edisi 2”. Andi Offset. Yogyakarta.Sudono, Agus. 2004. “Memanfaatkan Prot Printer Komputer menggunakan DELPHI”. Penerbit: Smartbooks. Yogyakarta.Number Display 17
  18. 18. LAMPIRAN PROGRAN NUMBER DISPLAYERPrivate Declare Sub Port_Out Lib "Port_IO.dll" (ByVal nPort As Integer, ByVal nData As Byte)Private Declare Function Port_In Lib "Port_IO.dll" (ByVal nPort As Integer) As BytePrivate Declare Sub Tunda Lib "Port_IO.dll" (ByVal lama As Integer)Private Sub Form_Load()Port_Out 888, 0 Dim datatampil As ByteEnd Sub Dim data(10) As BytePrivate Sub angka0_Click() Dim ulang As IntegerPort_Out 888, 63 Dim jml As IntegerEnd Sub data(0) = 63 data(1) = 48Private Sub angka1_Click() data(2) = 109Port_Out 888, 48 data(3) = 121End Sub data(4) = 114 data(5) = 91Private Sub angka2_Click() data(6) = 94Port_Out 888, 109 data(7) = 49End Sub data(8) = 127 data(9) = 115Private Sub angka3_Click() DoPort_Out 888, 121 For jml = 9 To 0 Step -1End Sub For ulang = 0 To 30000 datatampil = data(jml)Private Sub angka4_Click() Port_Out 888, datatampilPort_Out 888, 114 Tunda 1000End Sub Next ulang Next jmlPrivate Sub angka5_Click() Port_Out 888, 0Port_Out 888, 91 Loop Until coba = 100End Sub End Sub Private Sub inc_Click()Private Sub angka6_Click() Dim datatampil As BytePort_Out 888, 94 Dim data(10) As ByteEnd Sub Dim ulang As Integer Dim jml As IntegerPrivate Sub angka7_Click() data(0) = 63Port_Out 888, 49 data(1) = 48End Sub data(2) = 109 data(3) = 121Private Sub angka8_Click() data(4) = 114Port_Out 888, 127 data(5) = 91End Sub data(6) = 94 data(7) = 49Private Sub angka9_Click() data(8) = 127Port_Out 888, 115 data(9) = 115End Sub Do For jml = 0 To 9Private Sub dec_Click() For ulang = 0 To 30000Number Display 18
  19. 19. datatampil = data(jml) Port_Out 888, datatampil Tunda 1000 Next ulang Next jml Port_Out 888, 0Loop Until coba = 100End SubPrivate Sub STOP_Click()Port_Out 888, 0Unload MeEnd SubNumber Display 2

×