• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Muntah pada Anak
 

Muntah pada Anak

on

  • 1,266 views

Muntah pada Anak ...

Muntah pada Anak
Dipresentasikan oleh DR. dr. Dwi Prasetyo, SpA(K), M.Kes
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
FK UNPAD/ RS Hasan Sadikin Bandung
pada PIT VI IDI Kota Bogor | 10 Nopember 2013

Statistics

Views

Total Views
1,266
Views on SlideShare
1,246
Embed Views
20

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

1 Embed 20

http://idikotabogor.org 20

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Muntah pada Anak Muntah pada Anak Presentation Transcript

    • DR. dr. Dwi Prasetyo, SpA(K), M.Kes Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNPAD/ RS Hasan Sadikin Bandung
    • PENDAHULUAN  MUNTAH Pengeluaran isi lambung secara paksa dengan kekuatan, atau pengeluaran isi lambung secara ekspulsif dengan bantuan kontraksi otot-otot perut
    • PENDAHULUAN Memerlukan Penilaian dan pemeriksaan seksama untuk mencari etiologi Menimbulkan kecemasan pada orang tua Muntah Dapat menyebabkan berbagai komplikasi
    • PATOFISIOLOGI Proses muntah mempunyai 3 tahap: 1. Nausea 2. Retching 3. Ekspulsif
    • Fase Nausea Rangsang viseral, labirin, emosi Keinginan muntah, hipersalivasi, pucat, berkeringat, takikardi dan anoreksia ↓ tonus kurvatura mayor,korpus dan fundus Kontraksi antrum dan duodenum berulang Kontraksi bulbus duodeni
    • Fase Retching Persiapan muntah • Kontraksi spamodik otot diafragma dan dinding perut • Relaksasi LES, LES tertarik oleh kontraksi esofagus • Isi lambung didorong masuk esofagus
    • Fase Ekspulsif M. Interkostalis eksterna + hiatus esofagus relaksasi Otot abdomen dan diafragma kontraksi P eningkatan tekanan intratorakal & intraabdomen  propulsi oral isi lambung
    • PUSAT KONTROL MUNTAH Chemoreseptor triger Zone (CTZ) Central Vomiting Centre (CVC )
    • PUSAT MUNTAH PENGONTROL
    • STIMULASI REFLEKS MUNTAH Sumber: www.nauseaandvomiting.co.uk/RESO001-3PONV.htm
    • STIMULASI TERHADAP PUSAT MUNTAH Stimulasi reseptor supra medular • Muntah psikogenik • Tekanan Intra Kranial meningkat • Vaskuler : migrain hipertensi • Kejang, dan penyakit vestibuler CTZ • Obat-obatan • Toksin • Produk metabolisme Perifer • Esofageal : fungsional, struktural • Gastrik : ulkus peptikum, infeksi, obstruksi • Usus : infeksi, dismotilitas, intoleransi makanan, obstruksi • Hepatobilier & pankreas • Renal : hidronefrosis, GNA • Respiratori : Pneumonia, sinusitis, • Cara makan minum yang salah
    • ETIOLOGI (tersering ditemukan) Neonatus (<2 minggu) Bayi (2 mg- 12 bl) Anak (>12 bulan) • • • • Kelainan kongenital Necrotizing enterokolitis Gangguan metabolik Kelainan neurologi • Stenosis pilorus • GER • Alergi • • • • • Ulkus peptikum Pankeatitis Kelainanan susunan saraf pusat Cyclic vomiting, abdominal epilepsi Psikologis
    • DIAGNOSIS Anamnesis  Usia, jenis kelamin  Kapan mulai  Sifat muntahan:bentuk, bau dan warna  Frekuensi  Kekuatan  Ada/tidaknya gejala lain  Gejala akut abdomen
    • DIAGNOSIS Pemeriksaan Fisik :  Keadaan umum  Status gizi  Tanda-tanda vital  Tanda dehidrasi  Peristaltik usus, massa/distensi abdomen
    • DIAGNOSIS Pemeriksaan Penunjang  Laboratorium  Radiologis Foto polos abdomen USG CT-Scan  Endoskopi
    • PENDEKATAN DIAGNOSIS Umur Adanya obstruksi Tanda dan gejala penyakit ekstra abdominal
    • Muntah ALGORITME MUNTAH Manifestasi Klinis (Stevens & Henretig, 2000) Usia Neonatus 0-2 minggu Bayi 2 minggu-12 bulan Anak > 12 bulan Obstruksi Obstruksi Obstruksi Ya Tidak Penemuan ekstra GI Tidak Enterokolitis nekrotikans GERD Refluks fisiologis Alergi susu sapi Ya Kelainan CNS Kelainan ginjal Infeksi non enteral Gangguan metabolisme Ya Tidak Intestinal stenosis Atresia Malrotasi Plak mekonium Hirschprung Penemuan ekstra GI Tidak Gastroenteritis GERD Refluks fisiologis Penyakit seliak Ileus paralitik Ya Stenosis pilorus Malrotasi Intususepsi Hernia inkarserata Hirschprung Kelainan CNS Kelainan ginjal Infeksi non enteral Gangguan metabolisme Keracunan obat Ya Tidak Penemuan ekstra GI Tidak Gastroenteritis Apendisitis Ulkus peptikum Pankreatitis Peritonitis Ileus paralitik Ya Kelainan CNS Kelainan ginjal Infeksi non enteral Toksin Sindrom Reye Kehamilan Psikologis Intususepsi Malrotasi Divertikulum Meckel Hernia inkarserata Hirschprung Adesi
    • KOMPLIKASI Dehidrasi/gangguan elektrolit dan asam basa Aspirasi isi lambung Gagal tumbuh-kembang
    • TATALAKSANA  Ditujukan pada penyebab spesifik muntah  Anti muntah tidak rutin digunakan, kecuali: - Pasca operasi - Motion sicknes - Kemoterapi - Gangguan Motilitas Lambung  Menjaga Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
    • Obat-obatan Antihistamin Difenhidramin Antihistamin generasi pertama Menghambat reseptor H1 pada reseptor perifer, dan menekan stimulasi vestibular yang dipengaruhi oleh gerakan Pilihan untuk motion sickness Dosis 25-50 mg PO/ IM / IV tiap 4-6 jam kalau diperlukan
    • Prometazin   Golongan fenotiazin Menghambat muntah dengan cara memblok reseptor D2 di CTZ dan otak, prometazin juga memiliki efek antikolinergik dengan menghambat kerja asetilkolin  Dosis : 0,25-1 mg/kgBB/ hari  Efek samping : - Sedasi - Gangguan ektra piramidal
    • Metoklopramide  Antagonis dopamin  Bekerja pada reseptor asetilkolin dan dopamin pada otot-otot saluran cerna dan persyarafannya, dan memperkuat otot bagian distal sfingter esofagus sehingga akan mencegah terjadinya refluks makanan dari gaster ke esofagus   Dosis 0,2 -0,4 mg/kgBB/hari dibagi 3-4 dosis Efek samping : - Gejala ekstra piramidal
    • Domperidone Antagonis Dopamin Dosis : 1 mg/kgBB /hari/ dibagi 3 dosis Efek samping : Minimal, dianjurkan karena tidak dapat melewati blood brain barrier Tidak Menyebabkan gejala SSP/ekstra piramidal
    • Ondansetron  Antagonis reseptor 5-HT3 yang bersifat selektif  Cara kerja: memblok aferen n. vagus yang mengaktifkan pusat muntah di Med. Oblongata dan memblok reseptor serotonin (Inisiasi refleks muntah)  Dosis: 0,1-0,2 mg/kgBB per kali secara i.v. 2-3 x/hari 0,1-0,2 mg/kgBB per kali p.o. 2-3 x/hari
    • Ondansetron Indikasi :  Muntah post radiasi atau kemoterapi  Mual dan muntah pasca operasi  Gastroenteritis
    • Use of Antiemetic Agents in Acute Gastroenteritis: Mengurangi:  Resiko muntah persisten  Penggunaan cairan intavena untuk rehidrasi  Jumlah anak yang dirawat di rumah sakit karena muntah Decamp LR, Byerley JS, Doshi N, Steiner MJ. Arch Pediatr Adolesc Med, 2008;162(9): 858-865
    • Oral Ondansentron for Gastroenteritis in a Pediatric Emergency Department:  Efektif untuk mengurangi muntah  Intake oral dapat lebih banyak  Pemberian cairan intravena berkurang Freedman SB, Adler M, Seshadri R, Powell EC. nejm 2006
    • Comparative Efficacy and Safety of Ondansentron, Droperidol, and Metoclopramide for Preventing Postoperative Nausea and Vomiting: A Meta-Analysis  Lebih efektif 57% dibandingkan metoklopramid untuk mengatasi mual muntah pasca operasi.  Lebih efektif 30% dibandingkan droperidol untuk mencegah muntah poscaoperasi. Domino KB., Anderson EA, Polissar NL, Posner KL. Anesth Analog 1999: 88 : 1370-9
    • MEKANISME KERJA OBAT Sumber: www.nauseaandvomiting.co.uk/RESO001-3POMV.htm
    •  Possetting Pengeluaran sedikit isi lambung sehabis makan, biasanya meleleh keluar dari mulut. Sering didahului oleh bersendawa.  Ruminasi Suatu kebiasaan abnormal, mengeluarkan isi lambung, mengunyahnya, kemudian menelannya kembali.  Regurgitasi adalah keluarnya isi lambung ke dalam esofagus, karena inkompetensi sfingter kardioesofageal atau pengosongan isi lambung memanjang
    • Kehilangan Cairan Pada Muntah  Pada muntah terjadi alkalosis metabolik karena terjadinya kehilangan cairan (hipovolemia) dari 1 ion H+ akan diikuti dengan keluarnya 1 ion HCO3-  Pada muntah tidak terjadi kehilangan laktat, kehilangan yang sama terjadi dengan diare adalah kehilangan Na dan K, diikuti dengan kehilangan Cl  Pasien dengan kehilangan cairan lambung secara frekuen mengalami hipokalemia meski kadarnya rendah dalam cairan lambung
    • Ondansetron Efek samping :  Hepatobiliar : abnormalitas enzim hati  Saluran pernafasan : Dapat terjadi cegukan ( Hiccups )  Saluran pancernaan : Konstipasi, Diare  Neurologi : Nyeri kepala  General : Flushing, Jarang terjadi tapi pernah dilaporkan, reaksi hipersensitivitas seperti anafilaksis, angioedema, bronchospasm, hypotensi, laryngeal edema, syok, kardiopulmonary arrest , dapat terjadi pada pasien yang mendapatkan ondansentron injeksi.  Kulit : Utrikaria
    • PUSAT MUNTAH PENGONTROL