Your SlideShare is downloading. ×
0
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Jazmedia Sistem ipwl #napza (3)

305

Published on

#napza 3

#napza 3

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
305
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Soetjipto, dr.,SpKJ(K) Dept Psikiatri RSUD Dr. Soetomo/ FK Unair Surabaya
  • 2. Adiksi/ kecanduan Adiksi adalah:  Penyakit otak  Sifatnya kronis dan kumat- kumatan  Kompulsif untuk memuaskan diri pada aktifitas tertentu  Berulangkali gagal untuk mencoba berhenti melakukan perilaku yang spesifik  Tetap melanjutkan perilaku tersebut meskipun tahu hal itu merugikan
  • 3. controlcontrol on cocaineon cocaine www.drugabuse.gov 21
  • 4. 22 MDMA (Ecstasy)
  • 5. 23 Heroin/ putauw
  • 6. 24 Kanabinoid/ Ganja
  • 7.  Karena Adiksi adalah penyakit otak (organik), maka perlu diterapi  Terapi yang dibutuhkan adalah:  Biologi: obat-obatan  Psikologi: psikoterapi, CBT, Hipnoterapi  Sosial: rehabilitasi sosial  Spiritual: memperbaiki hubungan dengan Tuhan
  • 8. 10 Pasal 1 PP 25/2011: Wajib Lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial
  • 9. UU No. 35/2009 Tindakan Hukum Rehabilitasi Indonesia Bebas Narkotika 2015 Penegak Hukum PASAL 55 AYAT (3) UNTUK MENETAPKAN PP WAJIB LAPOR 11
  • 10. UU No. 35/2009 Psl 55 AYAT (3) PP NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA PASAL 13 AYAT (3), (4), (5), (6) Penyidik, Penuntut Umum, atau Hakim Berwenang menempatkan Pecandu Narkotika yang sedang menjalani proses peradilan didalam lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial setelah mendapat rekomendasi dari Tim Dokter Diatur oleh Menteri setelah berkoordinasi dengan instansi terkait Termasuk Korban Penyalahgunaan Narkotika Psl 103 ayat 1a, 1b 12
  • 11. Institusi Penerima Wajib Lapor  Persyaratan Institusi Penerima Wajib Lapor: a. ketenagaan yang memiliki keahlian dan kewenangan di bidang ketergantungan Narkotika; dan b. sarana yang sesuai dengan standar rehabilitasi medis atau standar rehabilitasi sosial. 13
  • 12. Institusi Penerima Wajib Lapor  Persyaratan ketenagaan: a. pengetahuan dasar ketergantungan narkotika; b. keterampilan melakukan asesmen ketergantungan narkotika; c. keterampilan melakukan konseling dasar ketergantungan narkotika; dan d. pengetahuan penatalaksanaan terapi rehabilitasi berdasarkan jenis narkotika yang digunakan. 14
  • 13. Institusi Penerima Wajib Lapor  Prsyaratan sarana  Sarana rehabilitasi masih terpisah-pisah menjadi rehabmed, rehabsos, dan pasca rehab. , walaupun masing2 sudah melakukan gabungan  Perizinan dipegang oleh masing-masing Kementerian/Lembaga di bidangnya, padahal teoritis “rehabmed, rehabsos, dan pembinaan pasca rehab” sebaiknya dilakukan terpadu  Ke depan  Perlu pemikian yang lebih komprehensif dan terpadu 15
  • 14. ALUR LAPOR 16 INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPORPECANDU CUKUP UMUR ATAU KELUARGA ORTU ATAU WALI PECANDU BELUM CUKUP UMUR FASYANKES / PUSREHAB LAIN INSTANSI PEMERINTAH
  • 15. PENANGANAN 17 RENCANA observasi atas perilaku Rencana rehabilitasi : disepakati oleh Pecandu Narkotika, orang tua, wali, atau keluarga Pecandu Narkotika dan pimpinan Institusi Penerima Wajib Lapor. PEMERIKSAAN OBSERVASIWAWANCARA riwayat kesehatan, riwayat penggunaan Narkotika, riwayat pengobatan dan perawatan, riwayat keterlibatan pada tindak kriminalitas, riwayat psikiatris, serta riwayat keluarga dan sosial Pecandu Narkotika pemeriksaan fisik dan mental ASESMEN
  • 16. REHABILITASI 18 PUSAT REHABILITASI MEDIK UNTUK PECANDU NARKOTIKA PECANDU PUTUSAN PENGADILAN PECANDU WAJIB LAPOR PECANDU PENETAPAN PENGADILAN Penempatan dalam lembaga rehabilitasi medis dan/atau rehabilitasi sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan kewenangan penyidik, penuntut umum, atau hakim sesuai dengan tingkat pemeriksaan setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Dokter PECANDU DALAM PROSES PERADILAN
  • 17. Pelaksanaan Pelaporan  Pelaporan oleh masyarakat, baik yang bersangkutan atau orang tua yang bersangkutan  IPWL : PKM, RS, Klinik, Rehabsos  yang ditetapkan Menkes/Mensos  Rehabiitasi medis :  PKM, RS, Klinik yg diberi izin Menkes, standar rehabmed ditetapkan Menkes  Rehabilitasi sosial :  Pusrehabsos yg diberi izin Mensos, standar rehabsos ditetapkan Mensos  Pasca Rehab:  Institusi yg ditetapkan Mensos/BNN
  • 18.  Oleh karena Rehabilitasi tidak hanya melaksanakan “wajib lapor”, melainkan juga “putusan PN”, “penetapan PN” dan “dalam proses hukum”, maka berhubungan dengan:  Penyidik POLRI, BNN  Jaksa PU  Pengadilan
  • 19. Permasalahan/ Tantangan  Sedikitnya pecandu yang datang ke RS baik untuk rehabilitasi maupun wajib lapor  takut? Belum sadar?  Penatalaksanaan rehab berdasarkan putusan pengadilan tidak sesuai aturan:  Pasien minta rawat jalan segera setelah memasuki masa rehab  Pasien melarikan diri  Adanya pemahaman penegak hukum bahwa yang dapat dialihkan ke rehab di RS hanya mereka yang memiliki riwayat pernah direhab (ada kartu bukti rehab)
  • 20.  Keengganan dokter untuk menjadi saksi ahli:  Undangan tidak sesuai waktu yang ditentukan, padahal pekerjaan overload  Beberapa dokter belum memahami tatacara persidangan, ada pertanyaan yang menyudutkan  SDM Konselor Adiksi terbatas  Standar keamanan RS tidak dapat disamakan dengan standar keamanan Lapas/ Rutan.  Perlakuan pecandu di RS adalah sbg pasien  keengganan pihak penegak hukum untuk mengalihkan ke rehab (?).  Pembiayaan bagi pecandu PNS/TNI/POLRI belum ada untuk rehabilitasi
  • 21.  Masih terbatasnya Fasyankes yang menjadi IPWL  Masih sulit memperoleh Fasyankes yang mau menjadi pusat rehabilitasi narkotika  Pusrehabsos terbatas jumlahnya, kalaupun ada, banyak yang belum menggunakan sumberdaya dan metode yang standar
  • 22. sto

×