• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Ind puu-7-2012-permen lh 13 th 2012 bank sampah
 

Ind puu-7-2012-permen lh 13 th 2012 bank sampah

on

  • 357 views

#kuliah

#kuliah

Statistics

Views

Total Views
357
Views on SlideShare
357
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
37
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ind puu-7-2012-permen lh 13 th 2012 bank sampah Ind puu-7-2012-permen lh 13 th 2012 bank sampah Document Transcript

    • 1PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIANOMOR 13 TAHUN 2012TENTANGPEDOMAN PELAKSANAAN REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE MELALUI BANKSAMPAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a. bahwa pengelolaan sampah selama ini belum menerapkanprinsip reduce, reuse, dan recycle sehingga menimbulkandampak negatif terhadap kesehatan masyarakat danlingkungan;b. bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan secarakomprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agarmemberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagimasyarakat, dan aman bagi lingkungan serta dapatmengubah perilaku masyarakat;c. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang PengelolaanSampah, Pemerintah bertugas menumbuhkembangkan danmeningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaansampah;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkanPeraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentangPedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle MelaluiBank Sampah;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang PengelolaanSampah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4851);2. Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 tentangPerubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden RepublikIndonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan danOrganisasi Kementerian Negara, Fungsi, SusunanOrganisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RepublikIndonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2011 Nomor 141);3. Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentangPerubahan Kedua Atas Peraturan Presiden RepublikIndonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, Fungsi, Kementerian Negara serta SusunanOrganisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian NegaraSALINAN
    • 2(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor142);MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPTENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REDUCE, REUSE, DANRECYCLE MELALUI BANK SAMPAH.Pasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1. Kegiatan reduce, reuse, dan recycle atau batasi sampah,guna ulang sampah dan daur ulang sampah yangselanjutnya disebut Kegiatan 3R adalah segala aktivitasyang mampu mengurangi segala sesuatu yang dapatmenimbulkan sampah, kegiatan penggunaan kembalisampah yang layak pakai untuk fungsi yang sama ataufungsi yang lain, dan kegiatan mengolah sampah untukdijadikan produk baru.2. Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulansampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulangyang memiliki nilai ekonomi.3. Extended Producer Responsibility yang selanjutnyadisingkat EPR adalah strategi yang didisain dalam upayamengintegrasikan biaya lingkungan ke dalam seluruhproses produksi suatu barang sampai produk itu tidakdapat dipakai lagi sehingga biaya lingkungan menjadibagian dari komponen harga pasar produk tersebut.4. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusanpemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaanlingkungan hidup.5. Menteri terkait lainnya adalah menteri yangmenyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lainyang terkait dengan pengelolaan sampah.Pasal 2(1) Peraturan Menteri ini bertujuan untuk memberikanpedoman kepada pelaksana kegiatan 3R melalui banksampah.(2) Kegiatan 3R melalui bank sampah sebagaimana dimaksudpada ayat (1) dilaksanakan terhadap sampah rumah tanggadan sampah sejenis sampah rumah tangga.
    • 3Pasal 3Ruang lingkup Peraturan Menteri ini meliputi:a. persyaratan bank sampah;b. mekanisme kerja bank sampah;c. pelaksanaan bank sampah; dand. Pelaksana bank sampah.Pasal 4(1) Persyaratan bank sampah sebagaimana dimaksud dalamPasal 3 huruf a paling sedikit meliputi persyaratan:a. konstruksi bangunan; danb. sistem manajemen bank sampah.(2) Ketentuan lebih rinci mengenai persyaratan bank sampahsebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalamLampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dariPeraturan Menteri ini.Pasal 5Mekanisme kerja bank sampah sebagaimana dimaksud dalamPasal 3 huruf b meliputi:a. pemilahan sampah;b. penyerahan sampah ke bank sampah;c. penimbangan sampah;d. pencatatan;e. hasil penjualan sampah yang diserahkan dimasukkan kedalam buku tabungan; danf. bagi hasil penjualan sampah antara penabung danpelaksana.Pasal 6(1) Pelaksanaan bank sampah sebagaimana dimaksud dalamPasal 3 huruf c, meliputi:a. penetapan jam kerja;b. penarikan tabungan;c. peminjaman uang;d. buku tabungan;e. jasa penjemputan sampah;f. jenis tabungan;g. jenis sampah;h. penetapan harga;i. kondisi sampah;j. berat minimum;k. wadah sampah;
    • 4l. sistem bagi hasil; danm. pemberian upah karyawan.(2) Tata cara pelaksanaan bank sampah sebagaimanadimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II yangmerupakan bagian tidak terpisahkan dari PeraturanMenteri ini.Pasal 7(1) Kegiatan 3R melalui bank sampah dilaksanakan oleh:a. Menteri;b. menteri terkait lainnya;c. gubernur;d. bupati/walikota; dan/ataue. masyarakat.(2) Pelaksanaan kegiatan 3R melalui bank sampah olehMenteri dan menteri terkait lainnya sebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf a dan huruf b meliputi:a. pembinaan teknis;b. pembangunan bank sampah percontohan;c. pengintegrasian antara bank sampah dengan penerapanEPR;d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan bank sampah didaerah; dane. pengembangan kerjasama internasional dalampelaksanaan bank sampah.(3) Pelaksanaan kegiatan 3R melalui bank sampah olehgubernur atau bupati/walikota sebagaimana dimaksudpada ayat (1) huruf c dan huruf d meliputi:a. memperbanyak bank sampah;b. pendampingan dan bantuan teknis;c. pelatihan;d. monitoring dan evaluasi bank sampah; dane. membantu pemasaran hasil kegiatan 3R.(4) Pelaksanaan kegiatan 3R melalui bank sampah olehmasyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf emeliputi:a. pemilahan sampah;b. pengumpulan sampah;c. penyerahan ke bank sampah; dand. memperbanyak bank sampah.(5) Pengintegrasian antara bank sampah dengan penerapanEPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf cdilaksanakan sesuai Lampiran III yang merupakan bagiantidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
    • 5Pasal 8Kelembagaan pelaksanaan kegiatan 3R melalui bank sampahdapat berbentuk:a. koperasi; ataub. yayasan.Pasal 9Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggaldiundangkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkanpengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannyadalam Berita Negara Republik Indonesia.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 7 Agustus 2012MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIA,ttdBALTHASAR KAMBUAYADiundangkan di Jakartapada tanggal 10 Agustus 2012MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIAREPUBLIK INDONESIA,ttdAMIR SYAMSUDINBERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 804Salinan sesuai dengan aslinyaKepala Biro Hukum dan Humas,Inar Ichsana Ishak
    • 1LAMPIRAN IPERATURAN MENTERI NEGARALINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIANOMOR 13 TAHUN 2012TENTANGPEDOMAN PELAKSANAAN REDUCE,REUSE, DAN RECYCLE MELALUIBANK SAMPAHPERSYARATAN BANK SAMPAHA. PERSYARATAN KONSTRUKSIKomponen Spesifikasi1. Lantai a. kuat/ utuhb. bersihc. pertemuan lantai dan dindingberbentuk konus/lengkungd. kedap aire. rataf. tidak licing. tidak miringh. luas lantai Bank Sampah lebihkurang atau sama dengan 40(empat puluh) m22. Dinding a. kuatb. ratac. bersihd. berwarna terange. kering3. Ventilasi *) :a. apabila Bank Sampahdengan ventilasi gabungan(alam dan mekanis)a. ventilasi alam, lubang ventilasipaling sedikit 15% lima belasperseratus) x luas lantaib. ventilasi mekanis (fan, AC,exhauter)b. apabila Bank Sampahhanya ventilasi alamLubang ventilasi paling sedikit 15%(lima belas perseratus) x luas lantai4. Atap a. bebas serangga dan tikusb. tidak bocorc. kuat5. Langit-langit a. tinggi langit-langit paling sedikit2,7m dari lantaib. kuatc. berwarna terangd. mudah dibersihkan6. Pintu Bank Sampah a. dapat mencegah masuknyaserangga dan tikusb. kuatc. membuka ke arah luar
    • 27. Lingkungan Bank Sampah:a. pagar a. aman dari risiko kecelakaanb. Kuatb. halaman a. bersihb. tidak berdebu/ tidak becekc. tersedia tempat sampahtertutupc. taman a. indah dan rapib. ada pohon perindangd. parkir a. terpisah dari ruang perawatanb. bersihc. tertata/rapi8. Drainase Sekitar Bank Sampah a. ada sumur resapan/Bioporib. air mengalir lancar9. Ruang pelayanan penabung a. terdapat ruang pemilahan sampahb. terdapat meja, kursi, timbangan,almari, alat pemadam api ringan(APAR)c. terdapat instrumen Bank Sampahd. bebas serangga dan tikuse. tidak berbau (terutama H2S danatau NH3)f. pencahayaan 100-200 luxg. suhu ruang 22º - 24º C (apabilaBank Sampah dengan AC) atausuhu kamar (tanpa AC)B. STANDAR MANAJEMEN BANK SAMPAH1. Nama Bank Sampah :2. Alamat Bank Sampah :No Komponen Sub Komponen1. Penabung sampah a. dilakukan penyuluhan Bank Sampahpaling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga)bulanb. setiap penabung diberikan 3 (tiga)wadah/tempat sampah terpilahc. penabung mendapat buku rekening dannomor rekening tabungan sampahd. telah melakukan pemilahan sampahe. telah melakukan upaya mengurangisampah2. Pelaksana Bank Sampah a. menggunakan alat pelindung diri (APD)selama melayani penabung sampahb. mencuci tangan menggunakan sabunsebelum dan sesudah melayanipenabung sampahc. direktur Bank Sampah berpendidikanpaling rendah SMA/sederajatd. telah mengikuti pelatihan Bank Sampahe. melakukan monitoring dan evaluasi
    • 3(monev) paling sedikit 1 (satu) bulansekali dengan melakukan rapatpengelola Bank Sampahf. jumlah pengelola harian paling sedikit 5(lima) orangg. pengelola mendapat gaji/insentif setiapbulan3. Pengepul/pembelisampah/industri daurulanga. tidak melakukan pembakaran sampahb. mempunyai naskah kerjasama/moudengan Bank Sampah sebagai mitradalam pengelolaan sampahc. mampu menjaga kebersihan lingkunganseperti tidak adanya jentik nyamukdalam sampah kaleng/botold. mempunyai izin usaha4. Pengelolaan sampah diBank Sampaha. sampah layak tabung diambil olehpengepul paling lama sebulan sekalib. sampah layak kreasi didaurulang olehpengrajin binaan Bank Sampahc. sampah layak kompos dikelola skala RTdan/atau skala komunald. sampah layak buang (residu) diambilpetugas PU 2 (dua) kali dalam 1 (satu)minggue. cakupan wilayah pelayanan BankSampah paling sedikit 1 (satu)kelurahan (lebih besar dari 500 (limaratus) kepala keluarga)f. sampah yang diangkut ke TPAberkurang 30-40% setiap bulannyag. jumlah penabung bertambah rata-rata5-10 penabung setiap bulannyah. adanya replikasi Bank Sampahsetempat ke wilayah lain5. Peran pelaksana BankSampaha. sebagai fasilitator dalam pembangunandan pelaksanaan Bank Sampahb. menyediakan data “pengepul/pembelisampah “ bagi Bank Sampahc. menyediakan data “industri daur ulang”d. memberikan reward bagi Bank Sampahcatatan:Fasilitator adalah orang yang memfasilitasikeperluan pembangunan dan pelaksanaanBank Sampah, antara lain:a. membantu dalam memfasilitasipenggalangan dana corporate socialresponsibility (CSR);b. penyediaan infrastruktur, sarana danprasarana bagi berdirinya BankSampah;c. pengurusan perijinan usaha Bank
    • 4Sampah;d. membantu dalam memasarkan produkdaur ulang sampah (kompos,kerajinan).MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIA,ttdBALTHASAR KAMBUAYASalinan sesuai dengan aslinyaKepala Biro Hukum dan Humas,Inar Ichsana Ishak
    • 1LAMPIRAN IIPERATURAN MENTERI NEGARALINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIANOMOR 13 TAHUN 2012TENTANGPEDOMAN PELAKSANAAN REDUCE,REUSE, DAN RECYCLE MELALUIBANK SAMPAHPELAKSANAAN BANK SAMPAHA. JAM KERJABerbeda dengan bank konvensional, jam kerja bank sampah sepenuhnyatergantung kepada kesepakatan pelaksana bank sampah dan masyarakatsebagai penabung. Jumlah hari kerja bank sampah dalam seminggu puntergantung, bisa 2 hari, 3 hari, 5 hari, atau 7 hari tergantungketersediaan waktu pengelola bank sampah yang biasanya punyapekerjaan utama. Sebagai contoh, jam kerja Bank Sampah Rejeki diSurabaya buka Jumat dan Sabtu pukul 15.00-17.00 serta Minggu pukul09.00-17.00.B. PENARIKAN TABUNGANSemua orang dapat menabung sampah di bank sampah. Setiap sampahyang ditabung akan ditimbang dan dihargai sesuai harga pasaran.Uangnya dapat langsung diambil penabung atau dicatat dalam bukurekening yang dipersiapkan oleh bank. Berdasarkan pengalaman selamaini, sebaiknya sampah yang ditabung tidak langsung diuangkan namunditabung dan dicatat dalam buku rekening, dan baru dapat diambil palingcepat dalam 3 (tiga) bulan. Hal ini penting dalam upaya menghimpundana yang cukup untuk dijadikan modal dan mencegah budayakonsumtif.C. PEMINJAMAN UANGSelain menabung sampah, dalam prakteknya bank sampah juga dapatmeminjamkan uang kepada penabung dengan sistem bagi hasil dan harusdikembalikan dalam jangka waktu tertentu.D. BUKU TABUNGANSetiap sampah yang ditabung, ditimbang, dan dihargai sesuai hargapasaran sampah kemudian dicatat dalam buku rekening (buku tabungan)sebagai bukti tertulis jumlah sampah dan jumlah uang yang dimilikisetiap penabung. Dalam setiap buku rekening tercantum kolom kredit,debit, dan balans yang mencatat setiap transaksi yang pernah dilakukan.Untuk memudahkan sistem administrasi, buku rekening setiap RT atauRW dapat dibedakan warnanya.
    • 2E. JASA PENJEMPUTAN SAMPAHSebagai bagian dari pelayanan, bank sampah dapat menyediakanangkutan untuk menjemput sampah dari kampung ke kampung diseluruh daerah layanan. Penabung cukup menelpon bank sampah danmeletakkan sampahnya di depan rumah, petugas bank sampah akanmenimbang, mencatat, dan mengangkut sampah tersebut.F. JENIS TABUNGANDalam prakteknya, pengelola bank sampah dapat melaksanakan dua jenistabungan, tabungan individu dan tabungan kolektif. Tabungan individuterdiri dari: tabungan biasa, tabungan pendidikan, tabungan lebaran, dantabungan sosial. Tabungan biasa dapat ditarik setelah 3 bulan, tabunganpendidikan dapat ditarik setiap tahun ajaran baru atau setiap bayarsumbangan pengembangan pendidikan (SPP), sementara tabunganlebaran dapat diambil seminggu sebelum lebaran. Tabungan kolektifbiasanya ditujukan untuk keperluan kelompok seperti kegiatan arisan,pengajian, dan pengurus masjid.G. JENIS SAMPAHJenis sampah yang dapat ditabung di bank sampah dikelompokkanmenjadi:1. kertas, yang meliputi koran, majalah, kardus, dan dupleks;2. plastik, yang meliputi plastik bening, botol plastik, dan plastik keraslainnya; dan3. logam, yang meliputi besi, aluminium, dan timah.Bank sampah dapat menerima sampah jenis lain dari penabungsepanjang mempunyai nilai ekonomi.H. PENETAPAN HARGAPenetapan harga setiap jenis sampah merupakan kesepakatan pengurusbank sampah. Harga setiap jenis sampah bersifat fluktuatif tergantungharga pasaran. Penetapan harga meliputi:1. Untuk perorangan yang menjual langsung sampah dan mengharapkanuang tunai, harga yang ditetapkan merupakan harga fluktuatif sesuaiharga pasar;2. Untuk penabung yang menjual secara kolektif dan sengaja untukditabung, harga yang diberikan merupakan harga stabil tidaktergantung pasar dan biasanya di atas harga pasar.Cara ini ditempuh untuk memotivasi masyarakat agar memilah,mengumpulkan, dan menabung sampah. Cara ini juga merupakanstrategi subsidi silang untuk biaya operasional bank sampah.I. KONDISI SAMPAHPenabung didorong untuk menabung sampah dalam keadaan bersih danutuh. Karena harga sampah dalam keadaan bersih dan utuh memilikinilai ekonomi yang lebih tinggi.Penjualan plastik dalam bentuk bijih plastik memiliki nilai ekonomi lebihtinggi karena harga plastik dalam bentuk bijih plastik dapat bernilai 3(tiga) kali lebih tinggi dibanding dalam bentuk asli.
    • 3J. BERAT MINIMUMAgar timbangan sampah lebih efisien dan pencatatan dalam bukurekening lebih mudah, perlu diberlakukan syarat berat minimum untukmenabung sampah, misalnya 1 kg untuk setiap jenis sampah. Sehinggapenabung didorong untuk menyimpan terlebih dahulu tabungansampahnya di rumah sebelum mencapai syarat berat minimum.K. WADAH SAMPAHAgar proses pemilahan sampah berjalan baik, penabung disarankanuntuk membawa 3 (tiga) kelompok besar sampah ke dalam 3 (tiga)kantong yang berbeda meliputi:1. kantong pertama untuk plastik;2. kantong kedua untuk kertas; dan3. kantong ketiga untuk logam.L. SISTEM BAGI HASILBesaran sistem bagi hasil bank sampah tergantung pada hasil rapatpengurus bank sampah. Hasil keputusan besarnya bagi hasil tersebutkemudian disosialisasikan kepada semua penabung. Besaran bagi hasilyang umum digunakan saat ini adalah 85:15 yaitu 85% (delapan puluhlima persen) untuk penabung dan 15% (lima belas persen) untukpelaksana bank sampah. Jatah 15% (lima belas persen) untuk banksampah digunakan untuk kegiatan operasional bank sampah sepertipembuatan buku rekening, fotokopi, pembelian alat tulis, dan pembelianperlengkapan pelaksanaan operasional bank sampah.M. PEMBERIAN UPAH KARYAWANTidak semua bank sampah dapat membayar upah karyawannya karenasebagian bank sampah dijalankan pengurus secara sukarela. Namun, jikapengelolaan bank sampah dijalankan secara baik dan profesional,pengelola bank sampah bisa mendapatkan upah yang layak.MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIA,ttdBALTHASAR KAMBUAYASalinan sesuai dengan aslinyaKepala Biro Hukum dan Humas,Inar Ichsana Ishak
    • 1LAMPIRAN IIIPERATURAN MENTERI NEGARALINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIANOMOR 13 TAHUN 2012TENTANGPEDOMAN PELAKSANAAN REDUCE,REUSE, DAN RECYCLE MELALUIBANK SAMPAHINTEGRASI BANK SAMPAH DENGAN PENERAPAN EXTENDED PRODUCERRESPONSIBILITY (EPR)EPR diartikan sebagai strategi yang didisain dalam upaya mengintegrasikanbiaya-biaya lingkungan ke dalam seluruh proses produksi suatu barangsampai produk itu tidak dapat dipakai lagi (post consumer) sehingga biaya-biaya lingkungan menjadi bagian dari komponen harga pasar produk tersebut.Dengan strategi EPR tersebut, para produsen harus bertanggungjawabterhadap seluruh life cycle produk dan/atau kemasan dari produk yangmereka hasilkan. Ini artinya, perusahaan yang menjual dan/atau mengimporproduk dan kemasan yang potensi menghasilkan sampah wajibbertanggungjawab, baik secara finansial maupun fisik, terhadap produkdan/atau kemasan yang masa pakainya telah usai.Mekanisme EPR yang umum digunakan adalah melalui penarikan kembaliproduk dan/atau kemasan yang habis masa pakainya (take-back systems).Melalui skema ini, produsen (dalam hal ini termasuk di dalamnya pabrik,importer, distributor, dan retailer) yang dikenai ketentuan EPR wajib menarikkembali produk dan/atau kemasan yang sudah habis masa gunanya (postconsumer) dari masyarakat. Sementara itu, masyarakat wajib memilah,mengumpulkan, dan menyerahkan produk dan/atau kemasan yang sudahhabis masa gunanya ke tempat-tempat yang ditentukan (collection point ataudroping point).Dalam konteks ini, bank sampah dapat diperankan sebagai collection/droppingpoint, yaitu tempat dimana masyarakat dapat mengembalikan sampah dariproduk dan/atau kemasan yang layak daur ulang, guna ulang, dan/atau layakjual yang dikenai ketentuan EPR. Economic value dari sampah yang ditabungdi bank sampah merupakan insentif bagi masyarakat agar mereka maumemilah dan mengumpulkan sampah.
    • 2Dari sudut pandang produsen, bank sampah adalah collection/dropping pointyang didisain sebagai titik awal proses penarikan kembali produk dan/ataukemasan yang habis masa gunanya serta dikenai ketentuan EPR. Denganmemanfaatkan bank sampah, tentunya hal ini memudahkan pihak produsenkarena tidak perlu membangun collection/dropping point yang baru. Sebagaikonsekuensinya, pihak produsen wajib membiayai modal dan pelaksanaanbank sampah yang besarannya disepakati bersama berdasarkan berat danharga sampah yang ditransaksikan.MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPREPUBLIK INDONESIA,ttdBALTHASAR KAMBUAYASalinan sesuai dengan aslinyaKepala Biro Hukum dan Humas,Inar Ichsana Ishak