Macam2 timing

3,002 views
2,920 views

Published on

Published in: Education, Technology, Business
4 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,002
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
839
Comments
4
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • So, let to see effectiveness of the VVTi system This is figure compared with with and with out VVTi on K3 engine. Engine performance in torque wise improved about 10% Fuel economy improved about 6% And Nox decreased about 40 % is noted.
  • Let to us confirm the consideration again. During idling. Eliminate overlap No internal EGR exists. Stabilized combustion Improved engine stability resulted improve fuel economy
  • During light and medium load Internal EGR amount is increased Reduced the Nox Re-burning the HC contains in EGR gas. As result, exhaust emission can be reduced At same time pumping loss can be reduced It is as same as reducing the mechanical loss Improved the fuel economy.
  • During high load and low and medium speed condition Closing time of the intake valve is advanced Because, no inertia applied to intake air. Resulted air charging efficiency is improved. At same time, over lap is increased, resulted blow off the exhaust gas efficiently. Resulted improved output.
  • During the high load and high speed Closing time intake valve the retarded Piston after reach to bottom dead center intake valve keep opened in order to increase the air charging amount into cylinder utilizing the inertia applied to the intake air. Consequently, output will be improved.
  • Macam2 timing

    1. 1. TEKNOLOGI DOHC + VVT- i DAIHATSU PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR TRAINING CENTER
    2. 2. ISI PRESENTASI <ul><li>Latar belakang teknologi DOHC </li></ul><ul><li>Mesin 4 langkah </li></ul><ul><li>Mekanisme katup </li></ul><ul><li> Valve timing </li></ul><ul><li>- OHV (Over Head Valve) </li></ul><ul><li>Sistem mekanisme katup OHV </li></ul><ul><li>- SOHC (Single Over Head Camshaft) </li></ul><ul><li>Sistem mekanisme katup SOHC </li></ul><ul><li>- DOHC (Double Over Head Camshaft) </li></ul><ul><li>- Sistem mekanisme katup DOHC </li></ul><ul><li>- Kelebihan DOHC dibanding SOHC </li></ul><ul><li>- DOHC dengan Variable Valve Timing (VVT-i) </li></ul><ul><li>4. VVT-i (Variable Valve Timing intelligent) </li></ul><ul><li>Prinsip kerja VVT-I </li></ul>
    3. 3. 1. Latar belakang mesin EFI DOHC <ul><li>Permintaan pasar </li></ul><ul><li>- Kendaraan bermesin ekonomis (Irit bahan bakar) </li></ul><ul><li>- Mesin performa tinggi </li></ul><ul><li>2. Tuntutan lingkungan hidup </li></ul><ul><li>- Lingkungan yang lebih bersih (EURO STANDARD) </li></ul>Kendaraan dengan mesin EFI – DOHC (populasi sudah 30%) Berdasarkan regulasi ECE No. 83-1999 EURO II Standard Terios M/T Residu Ambang Batas CO 2.20 gr/km 0.20 gr/km HC + NOx 0.50 gr/km 0.16 gr/km Hasil Tes
    4. 4. 2. Prinsip dasar mesin 4 langkah Katup IN Katup EX Heat balance 100%
    5. 5. 3. Mekanisme katup Kendaraan berkecepatan tinggi Kendaraan berkecepatan Sedang Kendaraan berkecepatan biasa Kebutuhan Kendaraan Teknologi mesin Kendaraan berkecepatan tinggi, ekonomis dan ramah lingkungan Mesin 4 langkah dengan mekanisme katup DOHC Mesin 4 langkah dengan mekanisme katup SOHC Mesin 4 langkah dengan mekanisme katup OHV Mesin 4 langkah dengan mekanisme katup DOHC + VVT-i kemampuan rpm mesin tinggi kemampuan rpm mesin sedang kemampuan rpm mesin rendah kemampuan rpm mesin tinggi, ekonomis dan ramah lingkungan
    6. 6. Mekanisme Katup (Valve Mechanism) Valve Timing Langkah hisap Langkah kompresi Langkah buang Langkah usaha Katup Intake terbuka Katup Intake tertutup
    7. 7. OHV (Over Head Valve) Lifter Timing Gear Chain tensioner Timing Chain Push rod Rocker arm Penyetel celah katup
    8. 8. OHV (Over Head Valve) Crank Shaft (Krukas) Timing chain/gear Cam Shaft (nokenas) Lifter Push Rod Penyetel celah katup Rocker arm Valve (katup) Heat balance 100% Effective work Mechanical loss Pumping loss Exhaust loss Cooling loss
    9. 9. SOHC (Single Over Head Camshaft) Crank Shaft (Krukas) Timing chain/belt Cam Shaft (nokenas) Lifter Push Rod Penyetel celah katup Rocker arm Valve (katup) Heat balance 100% Effective work Mechanical loss Pumping loss Exhaust loss Cooling loss
    10. 10. DOHC (Double Over Head Camshaft) Crank Shaft (Krukas) Timing chain/belt Cam Shaft (nokenas) Penyetel celah katup Rocker arm Valve (katup) Heat balance 100% Effective work Mechanical loss Pumping loss Exhaust loss Cooling loss
    11. 11. DOHC (Double Over Head Camshaft) Cam IN Cam EX VVT-i Controller Timing Chain Katup Crank Shaft Sprocket Sprocket
    12. 12. Perbandingan antara SOHC dengan DOHC SOHC DOHC
    13. 13. Katup IN Katup EX SOHC DOHC Cam Rocker arm Rocker arm Penyetel celah katup Penyetel celah katup Rocker arm shaft Katup IN Katup EX Cam IN Cam EX Perbandingan antara SOHC dengan DOHC SOHC: Gaya inersia pada sistem rocker arm pada rpm tinggi menyebabkan kesalahan saat pembukaan dan penutupan katup. DOHC: Katup dikendalikan langsung oleh cam, sistem ini sangat baik untuk mesin hingga rpm tinggi. Serta mekanikal loss yang kecil dan sangat efesien
    14. 14. Variable Valve Timing - intelligent VVT- i Variable Valve Timing - intelligent
    15. 15. Keuntungan menggunakan mesin VVT-i Engine Performance (Torque) Improved About 10 % Fuel Economy Improved About 6 % NOx Decreased About 40 %
    16. 16. Cam angle sensor Crank angle sensor OCV VVT-i controller Cara Kerja VVT-i ECU Sensor- sensor yang mempengaruhi kondisi pengendaraan
    17. 17. Cara Kerja VVT-i Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Cam shaft IN Cam shaft EX Overlap Sudut crankshaft
    18. 18. EX IN Range 4 Range 5 Range 3 Range 1 Cara Kerja VVT-i Range 2 Range Kerja mesin Valve timing 1 Stasioner 2 Kecepatan konstan beban ringan (kec 80 km gigi 5) 3 Kecepatan konstan beban sedang (kec 80 km gigi 5) 4 RPM sedang & Beban berat (tanjakan) 5 RPM tinggi & Beban berat (kecepatan tinggi) TMA TMB EX IN EX IN EX IN EX IN Beban RPM Mesin
    19. 19. TDC BDC IN EX Pada saat Mesin Idling Beban RPM Mesin Range 4 Range 5 Range 3 Range 1 Range 2 Mengurangi overlap Gas buang yang balik ke intake port akan tidak ada Pembakaran stabil Menambah hemat bahan bakar
    20. 20. Pada saat Mesin Idling Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Mengurangi overlap
    21. 21. Pada saat Mesin Idling Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Mengurangi overlap
    22. 22. Pada saat Mesin Idling Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Mengurangi overlap
    23. 23. Menambah overlap Internal EGR * rate bertambah Mengurangi pumping loss Mengurangi emisi Nox dan membakar kembali HC Menambah hemat bahan bakar * Exhaust Gas Recirculation Saat Beban Ringan dan Sedang Beban RPM Mesin Range 4 Range 5 Range 3 Range 1 Range 2
    24. 24. Saat Beban Ringan dan Sedang Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Menambah overlap
    25. 25. Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Ringan dan Sedang Menambah overlap
    26. 26. Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Ringan dan Sedang Menambah overlap
    27. 27. Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Ringan dan Sedang
    28. 28. Langkah Buang Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup IN terbuka Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Ringan dan Sedang
    29. 29. Saat menutup intake valve maju Memperbaiki volumetric efficiency Menambah out put Campuran udara yang balik ke intake port akan tidak ada Saat Beban Berat Kecepatan Rendah dan Sedang Terhisap oleh kevakuman Kecepatan sama dgn piston Gerakan sama dengan aliran Sudah penih katup harus ditutup Beban RPM Mesin Range 4 Range 5 Range 3 Range 1 Range 2
    30. 30. Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Rendah dan Sedang
    31. 31. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Rendah dan Sedang
    32. 32. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Rendah dan Sedang
    33. 33. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Rendah dan Sedang
    34. 34. Beban RPM Mesin Range 4 Range 5 Range 3 Range 1 Range 2 Ruangan masih kosong Sudah memenuhi ruangan Terhisap oleh kevakuman Saat Beban Berat Kecepatan Tinggi Saat menutup intake valve mundur sesuai dengan kecepatan mesin. Saat penutupan valve sesuai dengan gaya inersia aliran udara yang masuk Improved volumetric efficiency Improved output
    35. 35. Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka Katup EX tertutup TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Tinggi
    36. 36. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Tinggi
    37. 37. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Tinggi
    38. 38. Langkah Hisap Exhaust Manifold Intake Manifold Katup IN Katup EX Katup IN tertutup Katup EX terbuka TMA TMB Saat Beban Berat Kecepatan Tinggi
    39. 39. VVT-I Controller Intake Cam Exhaust Cam Konstruksi VVT-i OCV (Oil Control Valve)
    40. 40. Kesimpulan <ul><li>DOHC kontruksinya lebih simple di bandingkan SOHC hingga perawatan lebih mudah </li></ul><ul><li>- DOHC digunakan untuk mesin dengan kemampuan performa tinggi </li></ul><ul><li>- DOHC + VVT-i lebih ekonomis (irit bahan bakar) dan ramah lingkungan (emisi rendah) </li></ul>Semua produk DAIHATSU menggunakan teknologi DOHC
    41. 41. Terimakasih

    ×