Geostrategi indonesia

20,740 views

Published on

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
20,740
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
543
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Geostrategi indonesia

  1. 1. GEOSTRATEGI INDONESIAA. Pengertian Geostrategi Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa baik pada masa lampau, kini, manapun mendatang. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menjadi negara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional untuk menentukan kebijakan, sarana dan sasaran perwujudan kepentingan dan tujuan nasional melalui pembangunan sehingga bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis, politis, ekonomis, sosial budaya Hankam. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diuraikan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional Bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara Republik Indonesia sebagia ruang hidup nasional guna merancang arahan tentang kebijakan, sarana dan pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut diatas. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi “Ketahanan Nasional”. 1
  2. 2. 1. Pengertian Geostrategi Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan, tujuan, sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional, geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. 2. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman dan sejahtera. Oleh karena itu Geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan peran tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanana.B. Tujuan Geostrategi/Ketahanan Nasional Geostrategi /Ketahanan Nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintahan, seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri. 2
  3. 3. C. Fungsi Geostrategi/ Ketahanan Nasional Geostrategi/Ketahanan Nasional Indonesia mempunyai fungsi sebagai : 1. Daya tangkal. Dalam kedududukannya sebagai konsepsi penangkalan, geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan negara Indonesia dalam aspek. a. Ketahanan pada aspek ideology. Ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman dari luar maupun dari dalam, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideology bangsa dan negara Republik Indonesia. b. Ketahanan pada aspek politik. Untuk mengejar ketinggalan dari negara maju, kita perlu mengadakan proses perubahan atau modernisasi, penegakan hukum, dan menegakkan disiplin nasional. c. Ketahanan pada aspek ekonomi. Ketangguhan kekuatan nasional dalam kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa, usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok. d. Ketahanan pas aspek sosial budaya. Ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman dari luar maupun dari dalam, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia. e. Ketahanan pada aspek pertahanan keamanan. Ketangguhan kekuatan pertahanan nasional dan upaya untuk melindungi 3
  4. 4. kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup bangsa. Berfungsi sebagai pengarah bagi pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan (hankam) sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Ketahanan Nasional sebagai pengarh berfungsi menyatukan pola pikir, pola tindak, dan cara kerja intersektor, antarsektor, dan multidisipliner. Cara kerja ini selanjutnya diterjemahkan dalam RJP (rencana jangka panjang) yang dulu dikenal dengan GBHN. RJP yang dibuat pemerintah dan disetujui DPR membuat kebijakan dan strategi pembangunan dalam setiap sektor untuk mencapai tujuan nasional masyarakat adil dan makmur.D. Sifat Geostrategi/ Ketahanan Nasional Untuk mewujudkan Ketahanan Nasional, dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, metode pendekatan dan pengkajian Ketahanan Nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan. Sifat-sifat Ketahanan Nasional adalah sebagai berikut : 1. Manunggal Dalam membangun Ketahanan Nasional adanya kesatuan yang bersifat komprehensif-integral antara trigatra dan pancagatra. Sifat integrative tidak mempunyai arti mencampuradikan semua aspek 4
  5. 5. sosial secara begitu saja, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi, seimbang, dan harmonis.2. Mawas ke Dalam Geostrategi/Ketahanan Nasional ditujukan ke dalam diri bangsa dan negara sendiri karena bertujuan untuk mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya.3. Kewibawaan Geostrategi/Ketahanan Nasional bertujuan untuk mewujudkan kewibaan nasional, dan harus diperhitungkan oleh pihak lain.4. Berubah menurut Waktu Geostrategi/Ketahanan Nasional bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa.5. Tidak Membenarkan Sikap Adu Kekuasaan dan Adu Kekuatan Konsepsi Ketahanan Nasional dapat dipandang sebagai suatu alternative lain dari konsepsi yang mengutamakan penggunaan adu kekuasaan dan adu kekuatan yang masih dianut oleh negara-negara maju pada umumnya.6. Percaya pada Diri Sendiri Geostrategi/Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasarkan sikap mental percaya pada diri sendiri. Suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat harus percaya dan yakin, bahwa ia dapat mengurus dan mengatur rumah tangga sendiri dengan baik dan tidak 5
  6. 6. tergantung kepada bantuan luar. Andai kata diperlukan bantuan, maka hal tersebut bersifat komplementer. 7. Tidak Tergantung pada Pihak Lain Geostrategi/Ketahanan Nasional dibangun dan dikembangkan atas dasar kemampuan sendiri dengan memanfaatkan segenap aspek kehidupan nasional. Pengembangan kemampuan nasional dalam meningkatkan daya saing bangsa diupayakan untuk tidak tergantung pada pihak lain. Walaupun kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan dan masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa tergantung kepada bekas penjajahannya.E. Komponen Strategi Astragatra Komponen ini adalah komponen strategi yang terdiri atas delapan gatra (aspek). Delapan gatra (aspek) ini dapat diklasifikasi dalam dua bagian yang meliputi : 1. Trigatra Adalah komponen yang bersifat alamiah (tetap). Komponen ini meliputi tiga unsur yaitu : a. Aspek Geografi Aspek geografi adalah aspek yang berkaitan dengan letak kondisi bumi di mana negara berada. Pengaruh letak geografi terhadap politik melahirkan geopolitik (wawasan nusantara) dan geostrategi (ketahanan nasional) 6
  7. 7. Beberapa wawasan nasional yang tumbuh karena pengaruh geografi adalah seperti : 1) Wawasan benua adalah cara pandang negara yang dilandasi lingkungan negara yang serba daratan (benua) atau yang dikanal dengan Land Locked Contry. 2) Wawasan bahari adalah cara pandang negara yang dipengaruhi oleh kondisi negara yang bersifat archipelago, tetapi negaranya sendiri bersifat daratan. 3) Wawasan dirgantara adalah cara pandang negara yang dipengaruhi oleh kondisi wilayah dirgantara yang strategis bagi penempatan GSO (Geo Stationary Orbit). 4) Wawasan kombinasi adalah cara pandang negara yang dipengaruhi oleh kondisi geografis negara yang memiliki wilayah daratan, lautan, dan udara yang strategis (relative berimbang) Dalam kaitan dengan wawasan nasional di atas, negara Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara kesatuan yang menganut wawasan kombinasi atau wawasan nusantaa.b. Sumber Daya Alam Kekayaan alam yang terkandung dalam sumber daya alam (SDA) Indonesia dapat dibagi tiga golongan, yaitu : 1) Hewani (fauna) adalah sumber daya alam yang menjadi sumber bahan makanan yang berasal dari binatang (hewan) 7
  8. 8. 2) Nabati (flora) adalah sumber daya alam yang dapat menjadi sumber bahan makanan yang berasal dari unsur tumbuh- tumbuhan.3) Mineral (tambang) adalah sumber daya alam yang memiliki nilai tambah bagi devisa negara yang berasal dari eksplorsi dalam bumi.Pola dasar pengelolaan sumber daya alam di atas, dilakukanberdasarkan pada asas.1) Maksimal, yaitu prinsip pengelolaan sumber daya manusia secara menyeluruh dan sungguh-sungguh oleh seluruh elemen bangsa dan negara.2) Lestari, yaitu prinsip pengelolaan SDA yang mengutamakan kelangsungan lingkungan hidup secara berkelanjutan (substainable)3) Daya saing, yaitu prinsip pengelolaan SDA yang berorientasi pada kualitas dan kuantitas yang bisa memiliki daya saing dengan produk SDA negara asing (luar negeri)Untuk mengatasi kesejangangan (gap) antara potensi SDA denganpenduduk, maka diupayakan:1) Menyusun pola pengelolaan SDA2) Mengembangkan IPTEK3) Membina kesadaran nasional4) Mengadakan program pembangunan yang serasi 8
  9. 9. 5) Mengadakan pembentukan modal yang cukup 6) Menciptakan daya beli konsumen yang cukup c. Keadaan dan Kemampuan Penduduk Penduduk adalah orang yang mendiami suatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut. Masalah yang dihadapi dalam kependudukan adalah meliputi : 1) Jumlah Penduduk. Hal yang menjadi masalah dalam jumlah penduduk adalah makin meningkatnya jumlah penduduk yang tidak memiliki kualitas, baik dirinya, masyarakat, dan negara. 2) Komposisi penduduk adalah susunan penduduk menurut usia, jenis kelamin, agama, suku bangsa, dan pendidikan. 3) Distribusi penduduk. Hal yang menjadi masalah dalam distribusi penduduk adalah penyebaran penduduk yang tidak merata ke seluruh wilayah negara (tanah air)2. Pancagatra Komponen pancagatra adalah komponen yang meliputi lima aspek Ketahanan Nasional dalam kehidupan sosial (intangible). Komponen pancagatra meliputi : a. Ketahanan di Bidang Ideologi Adalah Ketahanan Nasional yang berintikan pemahaman dan pengalaman nilai ideologi Pancasila yang dapat menjadi landasan 9
  10. 10. sikap dan perilaku untuk mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam yang membahayakan kelangsungan kehidupan Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi bangsa dan negara Indonesia.b. Ketahanan Nasional di Bidang Politik Adalah Ketahanan Nasional yang berintikan kehidupan politik yang damai, tertib, adil, jujur dan demokratis, serta tercipta stabilitas politik, yang dapat untuk mengatasi segala ATHG, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang dapat membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.c. Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi Ketahanan Nasional yang berintikan tersedianya pangan, sandang, lapangan kerja, perumahan, menurunnya angka kemiskinan sehingga dapat mengatasi segala ATHG, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam yang membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia.d. Ketahanan Nasional di Bidang Sosial dan Budaya Ketahanan Nasional yang berintikan tersedianya pendidikan murah dan berkualitas, hormat-menghormati, sopan santun, beretika, dan bangga menjadi anak Indonesia. Melalui adanya ketahanan sosial dna budaya diatas, diharapkan dapat menjadi saringan untuk mengatasi segala ATHG, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kelangsungan kehidupan sosial dan budaya bangsa dan negara Indonesia. 10
  11. 11. e. Ketahanan Nasional di Bidang Hankam Ketahanan Nasional yang berintikan adanya rasa aman, damai, tidak sengketa dengan bangsa dan negara lain, percaya pada kemampuan sendiri. Melalui hal diatas, diharapkan mampu mengatasi segala ATHG, baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam yang membahayakan kelangsungan kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia.F. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan komando Angkatan Darat (SSKAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang terumus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan territorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indonesia. Pada tahun 1965 an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep Geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: bahwa Geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nasional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Dalam gagasan agak lebih progresif tapi tetap terlihat konsep Geostrategi Indonesia baru sekedar mambangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan 11
  12. 12. konstelasi Indonesia. Pada era itu konsepsi Geostrategi Indonesiadibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanannasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menjagaidentitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuannasional dapat tercapai. Terhitung mulai Tahun 1974 Geostrategi Indonesia ditegaskanwujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi,metode, dan doktrin dalam pembangunan nasional. Pengembangankonsep Geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain, bertujuan untuk :- Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam maupun aspek-aspek alamiah, bagi upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.- Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam : 1. Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order) 2. Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity) 3. Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity) 4. Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social Justice) 12
  13. 13. 5. Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the People) Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan Geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok : - Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan Negara Indonesia. - Bersifat developmental /pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.G. Implementasi Ketahanan Nasional Implementasi Ketahanan Nasional diartikan melaksanakan atau menggunakan kemampuan berupa pengetahuan, keterampilan yang dilandasi sikap ulet dan tangguh untuk mengembangkan daya saing bangsa sehingga menjadi bangsa yang kompretitif dan dihormati di dunia.’ Untuk menjadikan bangsa yang berdaya saing, maka bangsa Indonesia harus mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dengan efisien, transparan, dan accountable. Beberapa permasalahan besar adalah masalah politik yang terkait dengan kesiapan menghadapi globalisasi, politik luar negeri yang bebas dan aktif, masalah disintegrasi dan otonomi, sistem partai politik dan birokrasi. Permasalahan dalam bidang ekonomi adalah ekonomi biaya tinggi dengan adanya pungutan liar (pungli), kebijakan ekonomi yang tidak berorientasi produk domestik, ekspor kebutuhan pangan, dan masih kecilnya investasi. Masalah dalam bidang sosial budaya dicerminkan rendahnya angka HDI (Human 13
  14. 14. Development Index) pada tahun 2004 pada nomor 117 dari 175 negara,pendidikan 60% pendudik masih SD, kesadaran akan lingkungan dandisiplin yang masih rendah. Kondisi ini di atas tahun 2007 menurut dataHDI, Indonesia masih berada pada posisi yang banyak berubah yaituberada pada urutan 103 dari 133 negara. Masalah dalam bidang hukumadalah lemahnya penegakan hukum, banyaknya kasus korupsi, danpelanggaran HAM.1. Implementasi Ketahanan Nasional dalam Bidang Politik Untuk menghadapi permasalahan dalam bidang politik, maka sejumlah tindakan harus dilaksanakan, sehingga tercipta situasi politik yang kondusif bagi peningkatan daya saing bangsa. Beberapa hal yang harus dilaksanakan adalah : a. Dalam rangka menghadapi globalisasi, maka perlu diambil langkah-langkah mengadakan proses perubahan atau modernisasi. Peningkatan kompetensi diplomat diperlukan dalam rangka menghadapi berbagai perundingan internasional seperti ASEAN, AFTA, APEC, PBB, dan WTO, sehingga kondisi Indonesia memperoleh keuntungan. Modernisasi juga menyangkut sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan sehingga kompetensinya sama dengan SDM luar negeri, membangun watak bangsa, serta modernisasi sarana pertahanan nasional untuk mempertahankan wilayah NKRI, dan mengembangkan paradigma baru dalam TNI atau reformasi TNI. Peningkatan anggaran dalam bidang pendidikan dan pertahanan merupakan salah satu implementasi dalam bidang politik. b. Mengembangkan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Hal ini dilakukan dengan berperan serta dalam proses perdamaian di 14
  15. 15. dunia internasional dan berpartisipasi aktif dalam peristiwa yang bersifat global.c. Masalah disintegrasi dan otonomi. Masalah disintegrasi bangsa harus diselesaikan dengan baik. Banyak kasus disintegrasi disebabkan adanya ketidakadilan dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan budaya. Keberhasilan kasus Aceh merupakan wujud dari Ketahanan Nasional. Oleh sebab itu, implementasi HAM, pemberlakuakn hukum sesuai dengan adat, serta memberikan otonomi dalam pengelolaan ekonomi merupakan kunci masalah disintegrasi dan otonomi. Pemberlakuan otonomi harus terus disempurnakan, yaitu memberi kebebasan sesuai dengan kebutuhan lokal, namun menghindari kebangsaan daerah yang sempit yang justru menjadi bibit disintegrasi.d. Penataan sistem politik yang menjamin kestabilan pemerintahan. Pengembangan demokrasi berupa pemilihan umum langsung ternyata berjalan dalami, baik DPR, Presiden, maupun Kepala Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kedewasaan warga negara semakin tinggi dan merupakan kekuatan bangsa di masa depan. Dalam bidang politik juga perlu dilakukan pengembangan sistem yang terbuka dan demokratis,2. Implementasi Ketahanan Nasional dalam Bidang Ekonomi Untuk menghadapi permasalahan dalam bidang ekonomi, makasejumlah tindakan harus dilaksanakan, sehingga tercipta kondisiperekonomian yang kondusif untuk menunjang pertumbuhan ekonomidan pemerataan hasil pembangunan. Beberapa hal yang harusdilaksanakan adalah : 15
  16. 16. a. Menata kebijakan fiskal terutama yang terkait dengan pajak serta restribusi. Peraturan baik UU maupun Perda yang memberatkan dunia industri harus dicabut. Kebijakan fiskal harus mampu membuat dunia industri efisien dan efektif serta berdaya saing untuk ekspor.b. Mengembangkan industri yang berorientasi pada produk dalam negeri. Krisis moneter sudah meruntuhkan industri elektronika dan tekstil. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan industri berbasis pertanian, karena kondisi Indonesia sangat cocok untuk pertanian dan hampir 50% penduduknya hidup dari pertanian.c. Menggiatkan swasembaga pangan. Pangan adalah kebutuhan pokok, krisis pangan dapat membuat stabilitas politik terganggu. Indnesia merupakan negara dengan penduduk mencapai 200 juta dan kebutuhan pangan mencapai 50 juta ton. Oleh sebab itu, program swasembada pangan harus dikembangkan dan memberikan harga yang memadai bagi petani.d. Mengembangkan iklim investasi yang baik. Pembenahan sistem investasi dilakukan dengan mempermudah prosedur perizinan dan memberi insentif yang memadai seperti keringanan pajak, sarana infrastruktur, dan kepastian hukum dalam ketenagakerjaan.e. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan dan mendorong usaha kecil dan menengah dengan mengembangkan kredit mikro dan penunjang yang memadai seperti pengembangan informasi pasar dan teknologi.f. Mengembangkan sistem pasar dengan mengurangi campur tangan pemerintah dengan mendirikan lembaga yang mengawasi 16
  17. 17. persaingan usaha sehingga tidak terjadi monopoli yang merugikan konsumen. g. Mengembangkan pasar modal yang sehat, transparan, dan efisien untuk menjadi sumber permodalan. h. Mengelola kebijakan mikro dan makro secara hati-hati sehingga tingkat inflasi rendah dan tingkat suku bunga rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. i. Meningkatan efisiensi BUMN dan BUMD dengan melakukan reorganisasi dan restrukturisasi, sehingga fungsi dan tanggung jawab BUMN berjalan dengan baik.3. Implementasi Ketahanan Nasional dalam Bidang Sosial dan Budaya Untuk menghadapi permasalahan dalam bidang sosial dan budaya, maka sejumlah tindakan harus dilaksanakan, sehingga tercipta kondisi sosial budaya yang mendukung daya saing bangsa dengan terciptanya sumber daya manusia yang kompeten, kondisi sosial yang stabil, dan berkembangnya budaya sebagai hasil karya manusia Indonesia. Beberapa hal yang harus dilaksanakan adalah : a. Meningkatkan HDI Indonesia dengan melakukan: peningkatan mutu pendidikan dengan penerapan standarisasi pendidikan, meningkatkan jumlah wajib belajar sembilan tahun, meningkatan daya saing perguruan tinggi, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan fasilitas lingkungan. b. Meningkatkan taraf pendidikan dari 60% lulusan SD menjadi lebih tinggi dengan memberikan dana pendidikan minimal 20% dari APBN. 17
  18. 18. c. Meningkatkan perbaikan lingkungan dengan upaya: penataan daerah industri melalui tata guna lahan, pengendalian konversi hutan, pengelolaan sampah, dan pengendalian pencermaran udara, air, dan tanahd. Meningkatkan disiplin masyarakat dengan upaya pemberian penyuluhan tentang kedisplinan, sosialisasi peraturan perundang- undangan dan peraturan daerah, serta memberikan sanksi sosial yang tegas untuk memberikan efek jera.e. Meningkatkan kualitas pendidikan agama, kerukunan umat beragama, dan mempermudah umat beragama dalam menjalankan ibadahnya dengan upaya peningkatan toleransi antar umat beragama, dialog, dan kerja sama antarumat beragama.f. Mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh warga negara untuk memberikan perlindungan terhadap kecelakaan kerja, kematian, dan pelayanan hari tua.g. Mengembangkan kebebasan berekspresui dalam bidang kesenian, kebudayaan, dan peristiwa dengan memerhatikan etika, moral, estetika, dan agama.h. Meningkatkan peran serta perempuan dalam bidang politik dan ekonomi sesuai dengan peranan kaum pria. 18

×