S1 pragmatik

1,991 views
1,831 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,991
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
130
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • 4/14/2009 Oleh: Gusnawaty Muntaha FS Unhas
  • S1 pragmatik

    1. 1. Bacaan dr buku George YULe, 1996 Email: gusnawaty@yahoo.com
    2. 2.  STUDI TTG ◦ maksud penutur ◦ MAKNA KONTEKSTAL ◦ Bagaimana agar lebih banyak yg disampaikan drpd yg dituturkan ◦ Ungkapan dr jarak hubungan ◦ Hubungan antara bentuk-bentuk linguistik dan pemakai bentuk-bentuk itu 01/10/13 2
    3. 3.  Seseorang dpt bertutur kata tentang makna ◦ yg dimaksudkan orang ◦ Asumsi mereka ◦ Maksud atau tujuan mereka ◦ Jenis-jenis tindakan (permohonan yg diperlihatkan saat bicara 01/10/13 3
    4. 4.  Konsep manusia sulit dianalisis dlm suatu cara yg konsisten dn objektif ◦ Mis. 2 org sdg bercakap mungkin menyatakan secara tdk langsung bbrp hal dan menyimpulkan hal lain tanpa memberikan bukti linguistik apa pun yg dpt ditunjuk sbg sumber ‘makna’ yg jelas /pasti ttg apa yg sedang disampaikan 01/10/13 4
    5. 5.  Deiksis = penunjukkan = indeksikal. Mis ‘itu’ Deiksis persona ‘ku’; ‘mu’; ; ‘nya’ Deiksis spasial ‘di sini’; ‘di sana’ Deiksis temporal ‘sekarang’ 01/10/13 5
    6. 6.  Bentuk yg tekait dg konteks penutur (dekat dan jauh) > ‘itu’ dan ‘ini’ Dekat penutur disebut proksimal ‘ini’; ’di sini’; ‘sekarang’ = pusat deiksis (t4 pembicara) Jauh dr penutur disebut distal: ‘itu’; ‘di sana’ 01/10/13 6
    7. 7. • Ada 3 pembagian dasar, yg dicontohkan dg kata ganti: – Orang pertama “saya” – Orang kedua “kamu” – Orang ketiga “dia (lk/pr/barang)• Bbrp bahasa kategori deiksis penutur, deiksis lawan tutur, deiksis lainnya diuraikan dengan tanda status sosial kekerabatan (mis lawan tutur sosial tinggi dg lawan tutur sosial rendah) – ungkp yg tuk sosial tinggi - honorifik (penghormatan – disebut sbg deiksis sosial) 01/10/13 7
    8. 8. • PERHATIKAN bentuk deiksis untuk lawan tutur yang sdh dikenal dan baru dikenal• Pemilihan salah satu bentuk menginformasikan pandangan penutur mengenai hubungannya dg lawan tutur• Penutur lebih tua, lebih tinggi status sosial, lebih berkuasa• Bgmn bila penutur lebih muda (tp kaya) bicara pada pembantu yg lebih tua (tp miskin/tdk berdaya)? Deiksis apa yg digunakan? 01/10/13 8
    9. 9.  Jarak yg dihub dg bentuk2 org ketiga dipakai untuk membuat tuduhan yg tepat. Mis: secara lansung --(mis ‘kamu tdk membersihkan’) lebih tidak langsung spt “seseorang tidak membersihkannya setelah menggunakannya” Pribadi > umum: “siapa pun orangnya hrs membersihkannya setelah memakainya” 01/10/13 9
    10. 10.  Konsep jarak: tempat hubungan antara orang dan bendanya ditunjukkan. B Ingg hanya pakai ‘di sini’ dan ‘di sana’. Ttp teks lama memakai lbih dr itu Ingat sudut pandang penutur: mental dan fisik --- proyeksis deiksis 01/10/13 10
    11. 11.  HAL ini berkenaan dg saat penutur bicara: ◦ Proksimal ‘sekarang’ ◦ Distal ‘ pada saat itu’ 01/10/13 11
    12. 12. • Perbedaan-perbedaan dalam deiksis orang, tempat, waktu biasanya dpt dilihat pada struktur bahasa.• Penafsiran tergantung pada: – Konteks – Maksud penutur – jarak hubungan• Deiksis menyampaikan lbh bnyak hal dr pada yg disampaikannya/diucapkan 01/10/13 12
    13. 13.  Bentuk linguistik > bentuk pengacuan Mis: nama diri (‘Beddu’), frasa nomina (‘penyanyi itu’), frasa nomina tidak tentu (mis ‘seorang laki-laki’; ‘sebuah tempat yg indah’) dan kata ganti orang (mis ‘dia laki-laki’, ‘miliknya’, ‘ini’, ‘itu’, ‘mereka’) Jd referensi jelas terkait dengan tujuan/maksud/keyakinan penutur (dptkah pendengar diharapkan untuk mengetahui sesuatu yg khusus?) dalam pemakaian bahasa. 01/10/13 13
    14. 14.  Agar terjadi referensi yg sukses kita jg harus mengenali peran inferensi. Inferensi adalah kesimpulan benar mengenali entitas yg dimaksudkan oleh penutur Kadang penutur tidak tahu dg pasti ‘sebutan’ sst apa yg terbaik digunakan (‘sesuatu yg warna biru’, ‘bahan yg menjijikkan’, ‘anu itu’) N dan T memiliki peran yg tuk memikirkan ttg apa yg sedang dipikirkan orang lain dlm benaknya. 01/10/13 14
    15. 15.  Ko-teks > suatu bagian lingkungan linguistik di mana ungkapan pengacuan dipakai ◦ Mis ‘sandwich keju itu terbuat dari roti bakar’ (mengacu makanan) ◦ ‘sandwich keju itu ditinggalkan tanpa dibayar’ (mengacu pada orang) Konteks > lingkungan fisik (lebih mudah dikenali) 01/10/13 15
    16. 16. Anteseden (Ungkpn awal) ‘dalam film itu, seorang pria dan wanita berusaha memandikan seekor kucing . Si pria memegangi kucing itu sedangkan si wanita menuangkan air ke kucing itu. Pria itu mengatakan sesuatu kepada si wanita dan mereka mulai tertawa’ Anafor (ungkpn berikutnya) 01/10/13 16
    17. 17.  ‘saya berbelok di sudut jalan itu dan hampir menginjaknya. Ada seekor ular besar di tengah jalan titian’ Anafor zero > bila tdk ada ungkapan linguistik yg jelas merujuk sst Presupposisi > asumsi tentang pengetahuan yg dimiliki bersama 01/10/13 17
    18. 18.  Praanggapan > ad/ sst yg diasumsikan oleh penutur sbg kejadian sebelum menghasilkan suatu tuturan (yg memiliki praanggapan adl penutur bukan kalimat) ◦ ‘saudara laki-laki Mary membeli 3 ekor kambing’ Penutur berpraanggapan bhw ada seseorang bernama Mary dan memiliki saudara laki-laki’ Entailment sesuatu yg secara logis ada atau mengikuti apa yg ditegaskan di dlm tuturan (yg memiliki entailment kalimat bukan penutur) 01/10/13 18
    19. 19.  Ada seorang perempuan bertanya pada temannya bagaimana rasa donat yang sedang dimakannya, jawabannya “donat yg donat’. Pengulangan spt ini tanpa menambah kejelasan disebut TAUTOLOGI. Jika ungkapan spt ini dipakai dalam percakapan maka penutur bermaksud mnyampaikan lebih banyak informasi drpd yg dikatakannya. Makna tsb disebut implikatur. Penutur berharap pendengar mampu menentukan makna yg dimaksud dlm konteks berdasarkan pd apa yg sudah diketahui 01/10/13 19
    20. 20.  Mungkin implikatur dari tuturan tsb di atas (“donat ya donat”) adalah: ◦ Dia tidak mampu menilai ◦ Mengira semua rasa donat sama ◦ Penutur lagi kesal karena sesuatu hal, dll. 01/10/13 20
    21. 21.  MAKSIM-MAKSIM ◦ KUANTITAS 1. Buatlah percakapan yg informatif spt yg diminta (dengan maksud pergantian percakapan yg sedang berlangsung) 2. Jangan membuat percakapan lebih informatif dari yg diminta ◦ KUALITAS: Cobalah membuat informasi yg benar 1. Jangan mengatakan sst yg Anda yakini salah 2. Jangan mengatakan sst jika Anda tidak memiliki bukti yg memadai ◦ HUBUNGAN: relevanlah (buatlah kontribusi Anda relevan) ◦ Cara: bersikaplah agar Anda mudah dipahami 1. Hindarkan ungkapan yg tdk jelas 2. Hindarkan ketaksaan 3. Buatllah singkat (jangan berbelit-belit) 4. Buatlah secara teratur/urut 01/10/13 21
    22. 22.  Maksim kualitas meyuruh menyampaikan ssorg agar tdk berbohong. Akan ttp kita hrs batasi bahwa mungkin yg disampaikan tdk sepenuhnya benar. Ungkapan yg baik adalah: ◦ As far as I know, they ‘re married ◦ I may be mistaken, …..(‘mungkin saya salah, ….) ◦ I’m not sure if this is right, …. ◦ He couldn’t live without her, I guess. 01/10/13 22
    23. 23. contoh ini diambil dr org yg bercerita dr liburan: ‘mungkin Anda tahu, saya takut terhadap kecoa’ ‘jd singkat cerita, kami sambar barang-barang lalu lari Saya tdk mau membosankan dengan keterangan2 ini, krn perjalanan ini sangat menggembirakan 01/10/13 23
    24. 24.  ‘Saya tdk tahu apakah arsip-arsip ini penting, karena ada bbrp yg hilang’ ‘mungkin pertanyaan in terdengar tolol, ttp tulisan siapa ini?’ Tanpa bermaksud mengganti persoalan, tetapi apakah persoalan ini terkait dengan anggaran belanja?’ 01/10/13 24
    25. 25.  A: ‘Saya harap kamu membawakan roti dan keju’ B: ‘Ah, saya bawakan roti’ Mengertikah/sadarkah A bhw B tdk bekerjasama (dlm maksim kuantitas)? Andaikan Ia membawakan keju pasti dia mengatakannya A berharap B menyimpulkan bhw apa yg tdk disebutkan tidak dibawa. Dlm kasus ini A memberikan lebih banyak informasi dari yg dikatakannya. Penutur yg menyampaikan makna lewat implikatur, pendengar yg mengenali makna yg disampaikan. Kesimpulan yg dipilih > kesimpulan yg mempertahankan kerjasama. 01/10/13 25
    26. 26.  Bila tidak ada reference khusus spt: “saya duduk di kebun, seorang anak kecil melongok lewat pagar” Tuturan ini tdk menuruti maksim kuantitas (tdk informatif): implikatur yg disampaikan penutur diperhitungkan ‘bukan kebunnya’ dan anak tsb bukan anak penutur 01/10/13 26
    27. 27.  Informasi ttt sll disampaikan dg memilih sebuah kata yg menyatakan suatu nilai dr suatu skala nilai Mis tuk mengungkapkan kuantitas: all, most, many, some, few, always, often, sometimes Implikatur beberapa > tdk banyak, tdk sebagian besar, Kadang-kadang implikaturnya: tdk selalu, tdk sering. Mis: linguistics sometimes really interesting 01/10/13 27
    28. 28.  Contoh terdahulu bebas konteks, pdhalKadang ada percakapan yg melibatkan konteks secara ketat. Orang yg tdk mengerti kontes tdk akan dapat mengerti pembicaraan (tdk terjalin kerjasama)A:”Ke pesta malam ini?”B: “Ayahku datang dari kampung” Sepintas tdk terjalin kerjasama (tdk relevan) ttp B memiliki praanggapan bhw A tahu bila ‘sang ayah datang’ pasti tdk diizinkan keluar 01/10/13 28
    29. 29.  Karena implikatur merupakan bagian info yang tdk terkatakan maka penutur sll dpt memungkiri, memperkuat, ditangguhkan, dibatalkan, dan ditegaskan kembali. 01/10/13 29
    30. 30.  TDK didasarkan pada prinsip kerjasama atau maksim-maksim Tdk harus terjadi dalam perckapan Tdk bergantung pada konteks khusus tuk menginterpretasikannya Diasosiasikan dengan kata khusus dan menghasilkan maksud tambahan Mis: ‘tetapi’ > implikaturnya “kebalikan”, “bertolakbelakang”; ‘dan’ > “tambahan” 01/10/13 30
    31. 31.  TT > adl usaha mengungkapkan pikiran yg tdk hanya menghasilkan tuturan yg mngandung kata-kata dan struktur gramatikal ttp jg memperlihatkan tindakan- tindakan mlalui tuturan tuturan itu. Mis seorang pimpinan mengatakan pd bawahannya “Anda dipecat!” kalimt tsb bkn hanya skedar kata-kata ttp sebuah tindakan mengakhiri pekerjaan… Contoh lain: “Anda sangat menyenangkan” “Terima kasih kembali”; “Kamu gila” Permintaan maaf; keluhan; pujian; undangan; janji atau permohonan TT sangat ditentukan oleh konteks: kalimat yg sama dimaknai berbeda krn konteks berbeda: ◦ “teh ini betul-betul dingin” (1) dimaknai keluhan di saat suasana dingin/malam; (2) dimaknai penghargaan dlm keadaan cuaca yg panas Terdapat lebih banyak yg ditemukan dlm penafsiran TT dr pd makna yg terdpt dalam tuturan itu sendiri 01/10/13 31
    32. 32.  Lokusi > tindak dasar tuturan or suatu ungkpn linguistik yg bermakna Ilokusi > tuturan dengan beberapa fungsi dlm pikiran pembicara Perlokusi > akibat tuturan (hal yg dilakukan pendengar akibat ilokusi) 01/10/13 32
    33. 33.  Ptimbangkan 2 hal: 1. Alat penunjuk tekanan ilokusi (APTI), dan 2. Kondisi kebahagiaan APTI > kata kerja = kerja kata performatif (Vp) ◦ Saya (KK. Performatif) Anda bahwa … (misalnya: melihat, berjanji, memperingatkan APTI yg lain: urutan kata, tekanan, intonasi, kualitas suara (rendah: mengancam/memperingatkan) 01/10/13 33
    34. 34.  Deklarasi > mengubah dunia melalui tuturan Representatif > yg menyatakan apa yg diyakini penutur kasus atau bukan (pernyataan fakta, penegasan, kesimpulan, dan pendeskripsian Ekspresif > TT yg menyatakan sst oleh yg dirasakan oleh penutur (kegembiraan, kesulitan, kesukaan, kebencian, kesenangan, atau kesensaraan Direktif > TT yg menyruh orang lain melakukan sesuatu (keinginan penutur): perintah, pemesanan, pmohonan, pemberian saran Komisif > TT yg dipahami oleh penutur tuk mengikatkan dirinya terhadap tindakan-tindakan dimasa yg akan datang (janji, ancaman, penolakan, ikrar 01/10/13 34
    35. 35. Tipe TT Arah Penyesuaian P=penutur X= situasiDeklarasi Kata mengubah dunia P menyebabkan XRepresentatif Kata disesuaikan dg P meyakini X duniaEkspresif Kata disesuaikan dg P merasakan X duniaDirektif Dunia disesuaikan dg P menginginkan X kataKomisif Dunia disesuikan dengan P memaksudkan X kata 01/10/13 35
    36. 36.  Sebagian besar dari yg kita komunikasikan ditentukan oleh hubungan sosial Interaksi linguistik pd dsrnya memerlukan interaksi sosial Agar lebih bermakna dalam interaksi kita hrs memperhatikan faktor2 yg berkaitan dengan kesenjangan dan kedekatan sosial Faktor2 (eksternal) ini terbentuk khusus melalui suatu interaksi spt: ◦ Partisipan (berdasarkan pd nilai-nilai sosial yg mengikat: usia dan kekuasaan) Mis: bagi penutur bahasa Inggris yg berstatus lebih rendah cenderung menandai kesenjangan sosial dengan sebutan titel/pangkat/gelar dan nama keluarga bukan nama depan Faktor2 lain (internal): imposisi or derajat kekerabatan 01/10/13 36
    37. 37.  Faktor eksternal dan internal mmliki pengaruh tdk hanya pada apa yang dikatakan ttp juga bagaimana kita menginterpretasikannya Interpretasi keluar jauh melebihi dr yg kita maksudkan dan melibatkan penilaian spt: ‘kasar’; ‘tenggang rasa’; dan ‘penuh pengertian’ 01/10/13 37
    38. 38.  Gagasan tingkah laku sosial yg sopan, atau etiket terdpt dlm budaya Prinsip2 umum: bijaksana, pemurah, rendah hati, simpatik terhadap orang lain Dlm suatu interaksi, ada tipe khusus kesopanan yg lebih sempit dit4 kerja, tuk deskripsikan kita perlu konsep wajah. Wajah > wujud pribadi ssorg dlm masyarakat Wajah mengacu pd makna sosiaL n emosional itu sendiri yg setiap orang memiliki n mengharapkan org lain tuk mengetahui. 01/10/13 38
    39. 39.  Kesopanan dlm suatu interaksi dpt didefinisikam sbg alat yg digunakan tuk menunjukkan kesadaran ttg wajah orang lain Kesopanan > dpt disempuranan dalm situasi kejauhan dan kedekatan sosial ◦ Mis: Maaf Pak, boleh saya bicara dgn bapak sebentar? ◦ Hai kawan, ada waktu sebentar? 01/10/13 39
    40. 40.  Dlm interaksi sosial sehari-hari, org (biasanya) bertingkah laku seolah-olah harapan-harapan mereka berkenaan dengan nama baik masyarakat mereka sendiri, atau keinginan wajah mereka, akan dihormati. Jika seorang penutur menyatakan sst yg mengandung suatu ancaman terhadap harapan individu lain berkenaan dengan nama baiknya sendiri, pernyataan ini disebut sebagai tindak ancaman wajah. Dan jika seorang penutur mengatakan sst untuk mengurangi kemungkinan ancaman itu disebut sebagai tindak penyelamatan wajah. Diharapkan masing-masing orang akan berusaha untuk menghormati keinginan wajah orang lain. 01/10/13 40
    41. 41.  Wajah negatif > ialah kebutuhan untuk merdeka: memiliki kebebasan bertindak, dan tidak tertekan oleh orang lain. Wajah positif > ialah kebutuhan untuk dapat diterima, disukai oleh orang lain, diperlakukan sebagai anggota dr kelompok yg sama n mengetahui bhw keinginannya sama dengan yg lainnya (kebutuhan tuk dihubungi) 01/10/13 41
    42. 42.  Menunjukkan rasa hormat, menunjukkan minat pd orang lain, permintaan maaf atas pemaksaan dan penyelaan merupakan upaya tindak penyelamatan wajah pd wajah negatif sseorang disebut sebagai KESOPANAN NEGATIF Tindak penyelamatan wajah yg berkenaan dg wajah positif ssorag akan memperlihatkan rasa kesetiakawanan; menandaskan bahwa kedua penutur menginginkan sst yg sama, tujuan yg sama > kesopanan POSITIF 01/10/13 42
    43. 43. 01/10/13 43
    44. 44.  Kecenderungan tuk gunakan bentuk Kesopanan Positif dengan penekanan kedekatan antara N dan T dpt dilihat sbg strategi kesetiakawanan Ciri: penggunaan nama panggilan, dialek khusus kelompok, atau ungkapan kasar lainnya Istilah inclusive: ‘kita’ atau ‘marilah kita’ KP > tekankan kebebasan pendengar (strategi penghormatan) atau kesopanan resmi = tdk mengacu pd N dan T (mis: Para pelanggan dilarang merokok) BAHASA yg diasosiasikan dg strategi penghormatan menekankan kebebasan N dan T > kosong tuntutan pribadi 01/10/13 44
    45. 45.  Mis: A: “Apakah Anda sibuk?” (prapermohonan) B: “Tidak juga” (teruskan) A: “Tolong periksa cek ini” (permohonan) B: “Baiklah” (menerima) ------------------------------------- A: “Apakah Anda sibuk?” (prapermohonan) B: “Oh, maaf” (stop) 01/10/13 45
    46. 46. 01/10/13 46

    ×