Lingkungan pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Lingkungan pendidikan

on

  • 4,262 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,262
Views on SlideShare
4,262
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
88
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Lingkungan pendidikan Presentation Transcript

  • 1. Lingkungan pendidkan Darwis Faisal Maulana 120210402088 Marisa Triana 120210402102` Pramita Purnama Asri 120210402097 Mylanda Dwi Astuti 120210402085Dyah Agustin Wulandari 120210402061
  • 2.  Kajiantentang lingkungan pendidikan akan dimulai dengan pengertian dan fungsi lingkungan pendidikan, disusul dengan kajian setiap pusat dari tripusat pendidkan itu, dan diakhiri dengan kajian tentang saling pengaruh antar ketiganya
  • 3.  Lingkunganpendidikan yaitu latar tempat berlangsungnya pendidikan  TriPusat Pendidikan, Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat.
  • 4.  Berdasarkanperbedaan ciri-ciri penyelenggara pendidikan pada ketiga lingkungan pendidikan tersebut, dibedakan menjadi pendidikan informal, formal, dan nonformal Pendidikan informal,  contoh pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah dan wajar
  • 5.  Pendidikan formal,  contoh pendidkan di sekolah, yaitu pendidikan yang secara terencana dan dilaksanakan dengan dengan aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan berkesinambungan. Pendidkan nonformal,  contoh pendidikan di lingkungan masyarakat, e.g kursus, kerja kelompok cz tidak bersyarat berjenjang dan aturannya longgar
  • 6.  Pendidkan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan, memerlukan pertimbangan yang tepat karena hasil pendidikan tu tidak dapat langsung dilihat. Sebagaipelaksana UUD 33/1945 , dan telah di tetapkan UU 2/1989, tentang sisdiknas, dan membagi kategoro pendidikan menjadi 2 1. Jalur sekolah dan jalur luar sekolah
  • 7.  Padatingkat yang seerhana, fungsi keluarga sudah di ambil oleh fungsi prasekolah, dan pada timgkat yang rumit sudah di ambil alih oleh sekolah, atau perguruan tinggi
  • 8.  membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia,agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. menghilangkan penderitaan rakyat dari kebodohan dan meningkatkan kesejahteraan. Penataan lingkungan pendidikan dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan efektif.
  • 9.  Lingkungan masyarakat (nonformal) mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi/mempersiapkan individu untuk peran- peran tertentu di masyarakat, mengajarkan berbagai macam keterampilan dan keahlian Pendidikan formal  mengajarkan pengetahuan umum dan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat khusus dalam rangka mempersiapkan anak untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. UU No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
  • 10.  Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak yang memberikan sumbangan bagi perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik dalam kehidupannya.Pengertian Keluarga Secara umum, keluarga : suatu lembaga yang terdiri dari suami istri dan anak – anaknya yang belum menikah dan hidup dalam sebuah kesatuan kelompok berdasarkan ikatan tertentu.
  • 11.  Secara sosiologi, keluarga : bentuk masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terikat oleh suatu keturunan, yakni ayah, ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil dari masyarakat. Secara pedagogis,  keluarga : persekutuan hidup yang dijalani rasa kasih sayang diantara dua jenis manusia, yang bermaksud untuk saling menyempurnakan diri, terkandung juga fungsi dan kedudukan orang tua.
  • 12.  Pembagian keluarga menurut M.I Soelaeman (1994)  keluarga besar: anggota keluarga diluar ayah, ibu, anak yang kadang – kadang dinamai sebagai istilah kerabat.  Keluarga kecil:keluarga terdiri dari 3 komponen, yaitu ayah, ibu, dan anak.
  • 13.  Ciri” keluarga menurut M.I Soelaeman (1994) (menurut Mac Iver dan Page)  Adanya hubungan berpasangan antar kedua jenis (pria dan wanita)  Dikukuhkan oleh ikatan pernikahan  Adanya pengakuan terhadap keturunan (anak) yang dilahirkan dalam rangka hubungan tersebut  Adanya kehidupan ekonomi yang diselenggarakan bersama – sama  Diselenggarakan kehidupan berumah tangga
  • 14.  Menurut UU RI No. 2 tahun 1989 ttg Sisdiknas, fungsi dan peranan keluarga dalam pencapaian tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya.Pada pasal 10 ayat 4 ditegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengalaman seumur hidup.  Fungsi Edukasi  Fungsi Sosialisasi  Fungsi Perlindungan (Proteksi)  Fungsi Afeksi (Perasaan  Fungsi Religius  Fungsi Ekonomi  Fungsi Rekreasi  Fungsi Biologis
  • 15.  Lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama, berlangsung secara wajar dan informal. Orang tua sebagai pendidik, merupakan peletak dasar kepribadian anak. Menurut Ki Hajar Dewantoro (Tirtahardja, La Sula, 2000), Keluarga merupakan tempat yang subur dan yang paling efektif bagi pendidikan watak dan budi pekerti, seperti kejujuran, keadilan, keberanian, ketenangan, dan sebagainya. Keluarga juga membina dan mengembangkan perasaan sosial anak, seperti hidup hemat, menghargai kebenaran, tenggang rasa, menolong orang lain, hidup damai, dan sebagainya.
  • 16. Peran Ibu : Ibu sebagai lambang kasih sayang  Dalam keluarga, ibu merupakan orang pertama yang berinteraksi dengan anaknya, ia merupakan orang yang pertama kali dikenal oleh anaknya. Menurut Ngalim Purwanto (2004 : 82) peran ibu :  Sumber dan pemberi rasa kasih sayang  Pengasuh dan pemelihara  Tempat mencurahkan isi hati  Pengatur dalam kehidupan berumah tangga  Pembimbing hubungan pribadi  Pendidik dari segi – segi emosional
  • 17. peran Ayah : anak memandang ayah sebagai orang yang gagah, paling berani, paling perkasa. Menurut Ngalim Purwanto (2004 : 83) peran ayah :  Sumber kekuasaan dalam keluarga  Penghubung intern antara keluarga dengan dengan masyarakat atau dunia luar  Pemberi rasa aman bagi seluruh anggota keluarga  Pelindung terhadap ancaman dari luar  Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan  Pendidik dalam segi – segi rasional.
  • 18.  Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga,terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Secara bertahap pengembangan sekolah menjadi suatu tempat pusat seimbang dan serasi, mencakup aspek kebudayaan, penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dan keterampilan peserta didik.
  • 19.  peningkatan fungsi sekolah, antara lain: 1. Pengajaran yang mendidik  Memberi peranan dan tanggung jawab yang selaras dan seimbang antara guru dan siswa  Memupuk sikap/pola pikir dan perilaku kreatif, inovatif, tenggang rasa, kritis dari manusia Indonesia. Pengalaman belajar dibedakan menjadi 3 jenis: 1. Pengkajian untuk pembentukan pengetahuan- pemahaman 2. Latihan untuk sasaran pembentukan keterampilan(fisik,sosial, intelektual) 3. Penghayatan kegiatan / peristiwa sarat nilai
  • 20. 2. Peningkatan dan pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah Menitikberatkan pada aspek sikap dan perilaku melalui kegiatan bimbingan terhadap perkembangan pribadi melalui pendekatan perseorangan dan kelompok. Siswa yang menghadapi masalah mendapat bantuan khusus untuk mampu mengatasinya. Sementara itu, semua siswa tetap mendapat bimbingan karier terutama secara kelompok.
  • 21.  Berperanaktif dalam mendukung program pembelajaran, bahkan dapat berperan dalam upaya menjawab tantangan perkembangan iptek yang semakin cepat yang didukung oleh perangkat yang memadai. SuatuPSB yang memadai akan dapat mendorong siswa dan warga sekolah lain untuk belajar mandiri.
  • 22.  Setelah keluarga dan sekolah,masyarakat paling besar pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian, terutama pada saat anak berusaha melepas diri dari pengaruh kekuasaan orang tua. Peralihan dari dominasi pengaruh keluarga ke arah dominasi pengaruh kelompok sebaya seringkali disertai oleh adanya konflik dan ketegangan yang bersumber dari pihak anak maupun dari pihak orang tua
  • 23.  Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi, yakni:  Masayarakat sebagai penyelenggara pendidik, baik yang dilembagakan maupun yang tidak dilembagakan.  Lembaga-lembaga kemasyarakatan atau kelompok sosial di masyarakat, ikut mempunyai peran edukatif.  Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (utility).
  • 24. Dalam pembahasan tentang asas belajarsepanjang hayat (Bab III Butir B. 2) telahdikemukakan bahwa manusia sepanjanghidupnya selalu terbuka akan peluangmemperoleh pendidikan (asas pendidikanseumur hidup), dan dari sisi lain, manusiabelajar sepanjang hayat.Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 Sisdiknas,gagasan-gagasan tersebut telah tercermin dalamPasal 24 Ayat 2 (pendidikan berkelanjutan danterbuka), pasal 26, dan lain-lain.
  • 25.  Fungsimasayarak sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia didalamnya.
  • 26.  perkembangan masyarakat itu sangat bervariasi, menurut Koentjaraningrat (dari Wayan Ardhana,1986: Modul 1/71-72) :  Tipe berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, hidup dengan berburu, dan belum mempunyai kebiasaan menanam padi.  Tipe pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau sawah dengan tanaman pokok padi.  Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri .
  • 27.  Terdapat sejumlah lembaga kemasyarakatan atau kelompok sosial yang mempunyai peran dan fungsi edukatif yang besar antara lain: kelompok sebaya, organisasi kepemudaan (pramuka, karang taruna, remaja mesjid, dsb), organisasi keagamaan, organisasi ekonomi, organisasi politik, organisasi kebudayaan, media massa, dsb.
  • 28.  Fungsi kelompok sebaya terhadap anggotanya (Wayan Ardhana,1986: Modul 5/19) antara lain:  Mengajar berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain.  Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas.  Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.  Memberikan pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip persamaan hak.  Memberikan pengetahuan yang tidak bisa diberikan oleh keluarga secara memuaskan (pengetahuan mengenai cita rasa berpakaian, musik, jenis tingkah laku tertentu,dll)  Memperluas cakrawala pengalaman anak, sehingga ia menjadi orang yang lebih kompleks.
  • 29.  Peranan organisasi keagamaan pada umumnya sangat penting karena berkaitan dengan keyakinan agama. Maka organisasi tersebut menyediakan program pendidikan bagi anak-anaknya yakni:  Mengajarkan keyakinan serta praktek-praktek keagamaan dengan cara memberikan pengalaman- pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.  Mengajarkan kepada mereka tingkah laku dan prinsip- prinsip moral yang sesuai dengan keyakinan- keyakinan agamanya.  Memberikan model-model bagi perkembangan watak.
  • 30.  Salah satu faktor yang makin penting peranannya yaitu media massa. Pada umumnya media massa mempunyai tiga fungsi, yakni informasi, edukasi, dan rekreasi. “Wayan Ardhana” mengemukakan bahwa media massa memiliki tiga macam pengaruh, yaitu:1. Pengaruh sosialisasi dalam arti luas, utamanya tentang sikap dan nilai-nilai dasar masyarakat serta model tingkah laku dalam berbagai bidang kehidupan.
  • 31. 2. Pengaruh khusus jangka pendek, media massa mungkin menyebabkan orang membeli produk tertentu ataupun memberi pendapat dengan cara tertentu.3. Media massa memberi pendidikan dalam pengertian yang lebih formal, yaitu dalam memberikan informasi atau menyajikan pengajaran dalam suatu bidang studi tertentu.