Resume problematika pendidikan matematika 1dari jurnal internasional
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Resume problematika pendidikan matematika 1dari jurnal internasional

  • 1,239 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,239
On Slideshare
1,239
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
49
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. RESUME Resume ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Problematika Pendidikan Matematika I Dosen Pengampu: Prof. Gatot Muhsetyo, M.Sc Oleh: FUJIARSO NIM 130311818890 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG FEBRUARI 2014
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan resume demi memenuhi tugas mata kuliah Problematika Pendidikan Matematika dengan baik dan lancar. Penyusunan resume ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapakan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, dan terutama kepada Bapak Prof. Gatot Muhsetyo, M.Sc selaku dosen pengampuh mata kuliah. Penulis juga menyadari bahwa resume ini masih jauh dari sempurna, karena itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi penyempurnan tulisan ini sangat kami harapkan. Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan terkhusus untuk para guru matematika. Malang, Penulis Februari 2014
  • 3. RESUME Pada dasarnya matematika adalah pelajaran yang menyenangkan, namun terlihat sulit ketika mulai menggunakan pengolahan angka dan rumus-rumus. Dalam resume ini memberikan gambaran tentang beberapa pendekatan dan beberapa kesulitan siswa dalam memahami pelajaran. Dari penelitian yang dilakukan peneliti dari luar negeri memberikan dampak terhadap penelitian dari hasil penelitiannya. Maka dari itu, hasil penelitiannya sangat bermanfaat dalam pendidikan di Indonesia dewasa ini. Hasil penelitiannya dapat dijadikan rujukan dalam melakukan proses pembelajaran disekolah. A. Pandangan siswa terhadap matematika Pandangan siswa terhadap matematika Antara pekerjaan dan kebahagiaan terhadap matematika Dari hasil penelitian di AS pada pada 1997 siswa, terlihat bahwa : 1) Matematika itu sulit Alasan umum yang dituliskan siswa untuk tidak melanjutkan studi adalah karena matematika menurut mereka terlampau sulit. Alasan lain yang menunjukkan ketidak inginan melanjutkan studi matematika dikarenakan pernyataan dari pengalaman beberapa orang. 2) Matematika itu membosankan Bagi siswa matematika itu adalah mata pelajaran yang berdiri sendiri (terpisah dari mata pelajaran lainnya), lebih banyak penghafalan, elitis, dan de-personalisasi. Pembelajaran matematika hanya memenekankan pada teori dan konsep-konsep matematika tanpa ada ungkapan emosi baik itu positif maupun negatif sehingga menimbulkan rasa bosan. 3) Matematika itu tidak berguna Tebbut (1993) menemukan bahwa matematika kurang berguna karena tidak terlalu dibutuhkan dalam berkarir tidak seperti mata pelajaran lain, bahasannya sempit dan kurang menarik, tidak relevan dengan dunia nyata.
  • 4. 4) Kasus tertentu anak perempuan Data dari hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan gender dalam hal memilih matematiak antara laki-laki dan perempuan. Anak perempuan secara psikologis memiliki rasa cemas terhadap matematika (Hannula 2002) dan memiliki pandangan kurangnya kemampuan dalam matematika sebagai bawaan (Dweck 1986, 2000). Alasan khas yang diberikan anak perempuan tidak melanjutkan belajar matematika antara lain kurang percaya diri. Penolakan anak perempuan terhadap matematika merupakan cara untuk menegaskan feminitas (Mendick 2006). B. Pandangan siswa antara pekerjaan dan kebahagiaan Dari beberapa situs survey menunjukkan penggunaan empat pilihan mengenai pekerjaan dan kebahagiaan untuk menjelaskan bagaimana mereka mengatur kehidupan mereka. 1) Kamu Harus Bekerja Yang ditekannkan dsini yaitu tetap harus bekerja matematika walaupun hasil diakhir menyenangkan atau menyakitkan 2) Kamu tidak harus bekerja Menghindari pekerjaan dilemparkan sebagai preferensi alami yang diinginkan tetapi belum lebih dewasa dalam menghadapi pilihan kamu harus bekerja. Dua bentuk keharusan untuk tidak bekerja , keduanya digambarkan sebagai datang awalnya dari orang lain dan penilaian bahwa orang lain bisa membuat . Dalam setiap kasus , tujuan ' tidak bekerja ' adalah untuk menampilkan keberhasilan orang lain dan diri sendiri . Keduanya menyebabkan keputusan untuk berhenti belajar matematika 3) Kamu harus senang Pada kenyataannya , kerja tergantung pada kenikmatan : '' Anda tidak akan berbuat pada sesuatu jika Anda tidak menikmati. Satu-satunya tantangan nyata untuk pilihan ini berasal dari beberapa siswa etnis minoritas yang menggambarkan kebahagiaan sebagai faktor pilihan . 4) Anda harus bekerja untuk membuat diri Anda bahagia Siswa sering tidak mengaku merasa bahagia. Ada jelas keterkaitan antara beberapa keharusan tentang pekerjaan dan persyaratan dalam pengalaman bekerja sebagai kebahagiaan. Peneliti mengidentifikasi dua set praktek bahwa siswa digunakan
  • 5. berulang kali untuk mengkontekstualisasikan penjelasan mengapa mereka senang atau bahagia dalam pekerjaan mereka : keterkaitan matematika , dan bekerja dengan orang lain C. Beberapa pendekatan yang dilakukan peneliti diberbagai Negara dari jurnal internasional adalah sebagai berikut. Pengaruh penggunaan elemen grafik pada pemahaman siswa Pembelajaran Kolaboratif dengan diskusi (Reciprocal teaching method.) Penggunaan Komposisi Penjumlahan dalam aritmatika untuk anak yang berkemampuan rendah (Metode Dekomposisi) Beberapa penelitian tentang pendekatan atau cara-cara dalam memahami matematika Pemahaman dari membaca bukti geometri dengan (Strategi membaca dan ide problem posing) Pemahaman matematis melalui pembelajaran matematika dengan pola Bilangan bamboo (Problem Solving, Koneksi Matematis, RME) 1) Pengaruh penggunaan elemen grafik pada pemahaman siswa (Tom Lowrie, Caramel M. Diezmann & Tracy Logan : 2102) Penelitian yang dilakukan di Australia ini menekankan pada permasalahan penggunaan grafik yang desainnya salah untuk soal ujian matematika. Hal ini merupakan bukti bahwa elemen grafik itu berpengaruh, dan secara umum pengaruhnya positif, pada kinerja dan pemahaman siswa. Ketika elemen soal grafik
  • 6. tadi diubah, banyak siswa yang salah dalam menyelesaikan soal dapat memberikan alasannya, dengan cara yang lebih canggih, tentang sifat dan isi soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perubahan pada soal grafik sangat kecil, perubahan pemahaman dan prestasi siswa sangat tampak ketika elemen grafik diubah. Hasil penelitian ini dapat juga diterapkan untuk para pendidik agar mereka secara hati - hati mempertimbangkan grafik yang dimasukkan dalam soal MTK karena elemen - elemen dalam soal grafik banyak mempengaruhi pemahaman siswa. 2) Pembelajaran Kolaboratif dengan cara diskusi (Monique pijls dan Rijkje Dekker:2011) Dalam penelitian di Belanda untuk pembelajaran kolaboratif dengan cara diskusi ini adalah, interaksinya bukan hanya terjadi antara guru dengan siswa, tetapi juga terjadi antara siswa dengan siswa itu sendiri seperti tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran kolaboratif. Dalam pembelajaran kolaboratif ini guru memberikan bantuan seperlunya. Bantuan-bantuan ini berupa, bantuan proses adalah bagaimana cara siswa memperoleh rumus atau menyimpulkan sesuatu dari beberapa contoh yang diberikan oleh guru, sedangkan bantuan hasil adalah guru langsung memberikan rumus dan siswa berusaha untuk menyelesaikan masalah atau contoh yang diberikan. 3) Pemahaman dari membaca bukti geometri (Kai-Lin Yang dan Fau-Lai Lin :2010) Dalam penelitian ini Yang dan Lin (2010) merancang suatu tugas agar siswa dapat memahami bukti, yaitu tugas RP (Reading Mathematics Proof) dan tugas SP (Statement Posing). Tugas RP merupakan tugas yang dirancang agar siswa dapat memahami bukti-bukti dari pengetahuan yang relevan. Sedangkan tugas SP adalah tugas yang dirancang untuk meningkatkan beban kognitif siswa dimana siswa diminta untuk menghubungkan pengetahuan yang relevan dalam memahami bukti. Tugas RP dan SP dilaksanakan menggunakan pengajaran interaktif yang disebut dengan reciprocal teaching method. 4) Penggunaan Komposisi Penjumlahan dalam aritmatika untuk anak yang berkemampuan (Chronoula Voutsina & Qaimah Ismail : 2011) Cara yang dipakai dalam penelitian di Inggris bagian selatan yaitu Metode Dekomposisi (Komposisi penjumlahan bilangan), yaitu gagasan bahwa angka dapat
  • 7. diuraikan dalam bagian yang berbeda yang kemudian dapat digabungkan dalam cara yang berbeda untuk menciptakan keseluruhan, adalah konsep fundamental yang penting dalam aritmatika (Cowan 2003; Resnick 1992; Thompson 2008). 5) Pemahaman Matematis melalui pembelajaran matematika dengan pola Bilangan Bamboo (Taro Fujita dan Shinya Yamamoto: 2011) Penelitian di Jepang dengan proses pemecahan masalah dalam model RME (Realistik mathematic Education) terkait dengan Konteks Learning Environment Substansial (SLE) yang dirancang secara matematis, yang memiliki tujuan jelas dan memberikan kesempatan untuk memanfaatkan pemikiran matematis Langkah awal yaitu dengan menyajikan tunas bambu yang masih muda, Kita bisa melihat langsung barisan Fibonacci yang nantinya akan dipakai dalam pembelajaran matematika lebih lanjut. Dalam memahami terdapat tingkatan yang disebut dalam taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome (SOLO) taxonomy (1991). Didalam nya terdapat tingkatan yaitu Pra-struktural, Uni-Struktural-1(Mengenal pola dalam satu contoh bilangan bambu.), Multi-Struktural-1(mengenal contoh), pola dari beberapa Relational-1(memahami struktur dari suatu bilangan bamboo), Uni- Struktural-2(mengenal struktur dalam satu contoh dari beberapa bilangan bamboo), Multi-Struktural-2(mengenali pola dalam beberapa contoh), Relational-2(Memahami seluruh struktur dari beberapa bilangan bamboo), Extended abstrak( Membuat masalah baru dengan beberapa bilangan bambo, menyelidiki pola dengan cara yang lebih teratur,dll) Salah satu contoh pekerjaan siswa tentang proses pemecahan masalah dalam model RME pada Fibonacci (Bilangan bamboo)
  • 8. D. Peran Teori Lokal dan Kesulitan belajar Matematika dalam beberapa kondisi khusus 1) Pengetahuan Guru dan dampaknya terhadap keterlibatan siswa dengan tugas-tugas yang menantang Didasarkan dari tata cara mengajar guru antara yang sudah 20 tahun mengajar dan yang baru 3 tahun mengajar. Hasil dari penelitian ini dalam membentuk penalaran matematis nya yaitu :a) Memberikan rangkaian tugas, dan bagaimana rangkaian itu memungkinkan siswa untuk menghubungkan pengalaman mereka sebelumnya untuk mengembangkan pengalaman yang bermakna dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. b) Mengkombinasikan model dengan operasi bilangan bulat. Menggunakan chip board dan garis bilangan untuk membantu siswa dalam mengembangkan dan memahami operasi bilangan bulat. Juga dengan menggunakan bilangan dalam bentuk kalimat sebagai sumber kunci dalam membantu siswa mencatat hubungan antara penambahan dan pengurangan. c) Melibatkan pengalaman pra – formal yang akan memberikan kita pondasi untuk pekerjaan berikutnya. Memberi siswa materi operasi bilangan bulat melalui model yang telah ia kenal. Merefleksi dan menyempurnakan bahasa sebagai kunci pengembangan pemahaman. 2) kesulitan belajar dalam matematika, khususnya, sifat dan prevalensi dyscalculia, suatu kondisi yang mempengaruhi perolehan keterampilan aritmatika. Beberapa kesulitan dan istilahnya adalah sebagai berikut : a) Dyscalculia : kesulitan mengerjakan perhitungan aritmatika, kesulitan mengingat, memahami, dan memanipulasi angka-angka. b) Disleksia : orang yang kesulitan dalam mengolah kata dan kesulitan membaca angka-angka yang disebabkan oleh factor bawaan dari lahir, factor genetis. c) Dyspraxia : gangguan syaraf diseluruh otak yang mengakibatkan gangguan pada memori dan keterampilan kognitif lainnya. d) Akakulia : gangguan syaraf akibat kecelakaan. Terapi yang diberikan untuk anak-anak dyscalculia adalah:  Bahasa yang ditekankan, anak-anak didorong untuk pemahaman mereka dalam kata-kata mereka sendiri.  Dengan memvisualisasikan pola dot untuk simbol angka. mengartikulasikan
  • 9.  Pemecahan masalah kontekstual ditangguhkan, dengan keterampilan yang diajarkan pertama, kemudian diterapkan untuk masalah kata.  Anak-anak diajarkan untuk melihat angka tujuh dan membayangkan' lollipop tujuh ' , sehingga menghubungkan simbol, gambar dan bahasa. Untuk melatih anak membaca dan berhitung dikenalkan bentuk lollipop tujuh dan anak disuruh mengamati dan sekaligus membaca dan menghitung, setelah anak sudah mahir kemudian diberi bentu yang lain. Untuk membantu mereka menghubungkan konsep numerosity , agar jumlah satu dan kurang satu dapat di hubungkan . Yeo menemukan pola dot yang paling mudah dikenali karena mereka mengoptimalkan kombinasi jumlah kecil misalnya. • 6 adalah 3 dan 3 , • 7 adalah 4 dan 3 , • 9 adalah 5 dan 4 .  Mereka cocok dibawa ke pola dot, dan mengubah satu nomor ke nomor berikutnya dengan menambahkan atau menghapus sebuah counter, untuk membantu mereka menghubungkan konsep numerosity , agar jumlah satu dan kuarang satu dapat di hubungkan . Salah satu alat tes yang dikembangkan untuk anak dyscalculia adalah Dyscalculia Screener, berikut langkah-langkahnya:  Tes kecepatan reaksi yang diberi nama simple reaksi waktu  Dot Pencacahan  Nomor Perbandingan (juga disebut sebagai Numerical Stroop)  Tes Prestasi aritmatika a) simple reaksi waktu o Anak dilatih untuk kecepatan respon. o Menanggapi dengan cepat setiap stimulus yang diberikan
  • 10. b) Dot Pencacahan o Disini anak diharapkan dapat merespon dengan cepat apakah ini benar atau salah o Karena kecepatan dalam tes ini diperhitungkan selain benar atau salah c) Nomor Perbandingan (Numerical Stroop) o Anak disuruh memilih mana dari dua angka ini yang nilainya lebih besar o Anak diharapkan sudah paham terhadap angka. d) Tes Prestasi aritmatika (penjumlahan dan perkalian) o Anak disuruh memilih benar atau salah dengan menekan tombolnya. Patut diapresiasiatas apa yang dilakukan dan diperbuat untuk oleh seorang pendidik dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, ini memberikan gambaran dan motivasi kepada kita sebagai seorang pendidik untuk tidak cepat mengeluh dengan apa yang kita hadapi ditempat kita bertugas. Jalani setiap pekerjaan kita karna pekerjaan itu adalah amanah. Kalau kita bandingkan dengan kemampuan anak-anak yang ada pada jurnal ini, anak-anak kita lebih jauh dari sempurna. Tinggal kita untuk mengkreasi strategi dan model pembelajaran yang dapat diterima oleh anak. Selamat berjuang untuk berkreasi, berinovasi, dan berkarya demi kemajuan anak didik kita.
  • 11. DAFTAR PUSTAKA Cathy Smith. Choosing more mathematics: happiness through work? Homerton College, Cambridge and IPSE , London Metropolitan. University, UK. Published online: 05 Aug 2010. Chronoula Voutsina & Qaimah Ismail. The use of additive composition in arithmetic: the case of children classified as low attainers. School of Education, University of Southampton, UK. Published online: 21 Nov 2011. Jeffrey Choppin. The role of local theories: Teacher knowledge and its impact on engaging students with challenging tasks. University of Rochester. Published in the Mathematics Education Research Journal. The final publication is available at www.springerlink.com. The University of Rochester, Department of Teaching and Curriculum, Dewey Hall 1-160K, Box 270425, Rochester, NY 14627; phone: (585) 273-4913; email: jchoppin@warner.rochester.edu Kai-Lin Yang & Fou-Lai Lin. Effects of reading-oriented tasks on students’ reading comprehension of geometry proof. Mathematics Education Research Journal. June 2012, Volume 24, Issue 2, pp 215-238 Margaret Brown, Peter Brown & Tamara Bibby. “I would rather die”: reasons given by 16year-olds for not continuing their study of mathematics. Department of Education and Professional Studies, King's. College London, London, UK. Institute of Education, University of London, London, UK. Published online: 19 Sep 2008. Monique Pijls & Rijkje Dekker. Students discussing their mathematical ideas: the role of the teacher. Math Ed Res J (2011) 23:379–396. DOI 10.1007/s13394-011-0022-3. Received: 28 September 2009/Revised: 25 September 2010/Accepted: 3 April 2011/ Published online: 1 December 2011. The Author (s) 2011. This article is published with open access at Springerlink.com Sue Gifford & Freda Rockliffe. Mathematics difficulties: does one approach fit all?. Publishing models and article dates explained. Published online: 22 Feb 2012 Taro Fujita & Shinya Yamamoto. The development of children's understanding of mathematical patterns through mathematical activities. School of Education, University of Plymouth, UK Faculty of Education, University, Japan. Published online: 21 Nov 2011. Tom Lowrie, Caramel M. Diezmann & Tracy Logan. A framework for mathematics graphical tasks: the influence of the graphic element on student sense making. Mathematics Education Research Journal, June 2012, Volume 24, Issue 2, pp 169187