Sistem pengaman listrik

14,675 views
14,408 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
14,675
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
291
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sistem pengaman listrik

  1. 1. Sistem Pengaman ListrikPengaman Listrik terbagi menjadi 2, yakni : 1. Sistem Panas “Lebur” : Sekering 2. Sistem panas “Muai” : - CB - MCB - NFCBBahasan kali ini mengenai Sistem panas muai, antara lain : 1. CB Circuit Breaker Konstruksi di Tiang sebagai Pengaman Jaringan SUTM 20 KV (Pole Mounted Circuit Breaker)Meningkatkan keamanan dengan menempatkan Pemutus Aliran di tempat-tempat yang lebihstrategis, lebih dekat ke pelanggan, sambil mengukur penggunaan listrik yang sesungguhnyauntuk mendeteksi kebocoran listrik yang tidak diinginkan. circuit Breaker atau PemutusAliran Listrik, adalah alat pengatur dan pengaman yang sangat penting pada sistem distribusitenaga listrik. CB akan memutus aliran listrik bila terjadi gangguan yang membahayakanseperti sambaran petir atau bila dilakukan perbaikan. CB pada distribusi tenaga listriktegangan menengah bisa kita temukan pada gardu induk yang mencakup daerah layanancukup luas.Penggunaan CB Konstruksi di tiang, lingkupnya lebih kecil dan akan melokalisir pemutusanaliran listrik di satu daerah bila terjadi gangguan, dibandingkan bila pemutusan aliran darigardu induk. Pengukuran penggunaan listrik untuk pelanggan juga akan lebih akurat dandapat mendeteksi kebocoran listrik bila terjadi.Mengapa ? Melokalisir gangguan listrik hanya pada daerah yang terganggu saja secara selektif Berfungsi sebagai recloser untuk gangguan temporer (sementara) Sebagai alat ukur presisi kWh EXIM (Export – Import) perbatasan 2 area kerja Sebagai alat ukur presisi APP (Alat Pengukur dan Pembatas) Pelanggan
  2. 2. Sebagai sarana Manual Load Shedding dengan adanya fasilitas Master Remote Control PMCB didesain menggunakan komponen-komponen yang fleksibel tanpa tergantung salah satu vendor dengan biaya investasi lebih murahKeunggulan :Alat proteksi terpasang pada tiang jaringan listrik 20 kV untuk semua jenis sistem pentanahanyg efektif, flesibel, murah, sekaligus untuk Alat Pembatas dan Pengukur pelanggan PLN,tegangan menengah. 2. MCB sebagai Proteksi dan pembatas daya listrikMCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah yangmempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi dalaminstalasi listrik bila terjadi beban lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit ataukorsleting). Kegagalan fungsi dari MCB ini berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidakdiinginkan seperti timbulnya percikan api karena hubung singkat yang akhirnya bisamenimbulkan kebakaran.Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik PLN dan juga di MCB Box.Jadi sebenarnya kita “kenal baik” dengan komponen ini, setidaknya tahulah bentuk dandimana lokasinya. Tentunya karena setiap terjadi listrik di rumah “anjlok” disebabkankelebihan pemakaian daya listrik atau korsleting, maka yang pasti dicari untuk menyalakanlistrik PLN adalah MCB yang ada di kWh meter atau MCB Box.Fungsi MCB
  3. 3. Simbol MCB & Toggle SwitchBila kita perhatikan secara lebih detail, pada bagian depan MCB akan ada gambar simbolseperti gambar disamping ini. Simbol tersebut merupakan simbol yang umum dipakai dalamgambar listrik sebagai legenda yang menjelaskan fungsi dari peralatan listrik tersebut.Sedangkan angka 1 dan 2 menunjukkan nomor terminal pada MCB sebagai tempat koneksikabel listrik. Pada angka 1 atau bagian atas umumnya disambungkan dengan kabel incomingdan pada angka 2 atau bagian bawah disambungkan dengan kabel outgoing.Gambar disebelah kanan merupakan MCB dengan toggle switch berwarna biru. Simbol “I”putih menunjukkan bahwa MCB dalam posisi “ON” dan simbol “O” menunjukkan posisi“OFF”.Dari simbol tersebut, terlihat MCB mempunyai tiga macam fungsi yaitu : Pemutus Arus (simbol “x” dengan garis miring ke kiri) .MCB ini mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke arah beban. Dan fasilitas pemutusarus ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun otomatis.Cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang ada didepan MCB (biasanyaberwarna biru atau hitam) dari posisi “ON” ke posisi “OFF” dan bagian mekanis dalam MCBakan memutus arus listrik. Hal ini dilakukan bila kita ingin mematikan sumber listrik dirumah karena adanya keperluan perbaikan instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakaiadalah MCB Switch Off.Sedangkan MCB akan otomatis “OFF” bila dideteksi terjadi arus lebih, disebabkan karenabeban pemakaian listrik yang lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagiandidalam MCB dan memerintahkan MCB untuk “OFF” agar aliran listrik terputus. Istilah yangbiasa dipakai adalah MCB Trip.Bagian-bagian di dalam MCB tersebut akan dijelaskan pada poin 2 dan 3 berikut. Proteksi Beban Lebih (overload) (simbol seperti kotak dengan sisi terbuka di kiri)
  4. 4. Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi rating-nya.Misalnya, suatu MCB mempunyai rating arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yangmengalir melalui MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yangcukup lama sejak MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut.Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah sebuah strip bimetal. Arus listrikyang melewati bimetal ini akan membuat bagian ini menjadi panas dan memuai ataumungkin melengkung. Semakin besar arus listrik maka bimetal akan semakin panas danmemuai dimana pada akhirnya akan memerintahkan switch mekanis MCB memutus aruslistrik dan toggle switch akan pindah ke posisi “OFF”.Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar tentuakan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat aruslistriknya sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali normal. MCB bisakembali mengalirkan arus listrik dengan mengembalikan ke posisi “ON”. Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit) (simbol lengkungan)Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus listrik.Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalamsistem instalasi listrik rumah.Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknyaseperti coil/lilitan), dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarikmagnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karenabertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik. Bayangkan bila bagian ini gagalbekerja.Bagian bimetal strip sebenarnya juga merasakan arus hubung singkat ini, hanya sajareaksinya lambat sehingga kalah cepat dari solenoid ini.Bila MCB trip karena overload seperti pada poin 2, maka kita cukup mengurangi pemakaianlistrik dengan memutuskan sebagian beban peralatan listrik. Setelah itu MCB bisa kita “ON”kan kembali. Tetapi perlu kita beri waktu sekitar 1 atau 2 menit untuk bimetal kembalinormal lebih dahulu.
  5. 5. Sedangkan bila MCB trip karena korsleting, maka jangan langsung “ON” kan MCB, tetapipastikan dulu bagian dari instalasi listrik rumah yang bermasalah sudah dilepaskan darisistem kelistrikan. Biasanya pada peralatan listrik atau bagian listrik tersebut ada tanda-tandaseperti percikan bunga api listrik, bau gosong atau bunyi letupan saat terjadi hubung singkat.Jadi bedanya MCB trip karena overload atau hubung singkat bisa dilihat secara mudahnyadari sini.Oke…kalau anda bingung membayangkan bagian-bagian dalam MCB tersebut seperti apa,yuk kita lihat-lihat bagian MCB tersebut pada bagian berikut.Bagian-bagian MCBGambar Bagian-bagian MCBBagian dalam MCB sebenarnya lebih dominan bersifat mekanis dengan fungsi switchmekanis dan kontak penghubung/pemutus arus listrik.Penjelasannya dari nomor-nomor dalam gambar adalah sebagai berikut : 1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch On-Off dari MCB. Juga menunjukkan status dari MCB, apakah ON atau OFF. 2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja. 3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik. 4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB. 5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
  6. 6. 6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara presisi arus trip dari MCB setelah pabrikasi (MCB yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini, karena tujuannya bukan untuk umum) 7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik. 8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran kembali arus listrik.Jika anda mengalami masalah dengan fungsi MCB, cukup beresiko jika kita perbaiki sendiridengan berbekal pengetahuan mengenai bagian-bagian dalamnya melalui gambar diatas.Karena ini berhubungan dengan fungsi proteksi arus listrik yang sangat penting. Jadisebaiknya sih ganti MCB-nya dengan yang baru.

×