Your SlideShare is downloading. ×
Bersahabatlah dengan al
Bersahabatlah dengan al
Bersahabatlah dengan al
Bersahabatlah dengan al
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bersahabatlah dengan al

70

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
70
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BERSAHABATLAH DENGAN AL-QURANSesulit manapun kehidupan yang sedang dijalani, dan seberat apapun perjuangan yang sedangdihadapi, pasti akan terasa lebih ringan dan damai jika ada sahabat yang selalu setia menyertai,dibanding jika semuanya harus ditanggung seorang diri. Dan begitu jualah sebaliknya, keberhasilanspektakuler yang kita raih pun terasa tak bererti apabila tidak ada siapa-siapa untuk tempat berbagi.Demikianlah hidup ini jadi miris sekali jika selamanya harus dijalani sendiri, maka itu sahabat yangsetia harus kita cari sebagai teman berbagi apa saja yang kita alami.Dalam dunia ini teman boleh kita bahagikan kepada beberapa cabang. Lalu terserah kepada kitasemua untuk memilih cabang teman yang bagaimana. Disini, suka bagi diri ini membawa sahabatsemua untuk berfikir sejenak. Sebelum kita gopoh mencari sahabat sesama manusia, adalah lebihutama bagi kita untuk bersahabat terlebih dulu dengan Al-Quran kerana di dalam Al-Quran kita dapatmenemukan panduan hidup yang benar. Sebaliknya apabila kita jauh dari Al-Quran dan tidakmenjadikannya sahabat kita, maka hidup kita akan mudah diperdaya oleh rayuan dan pujukan syaitanyang tidak sabar untuk menemani kita. Bab kata pepatah dalam perburuan, "Jerat tidak pernahmelupakan mangsa tetapi mangsa senantiasa melupakan jerat". Jika kita ibarat mangsa, makawaspadalah wahai saudara... Hal ini telah dijelaskan sebagaimana firman Allah swt:“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah(Al Quran), kami adakan baginya Syaitan (yang menyesatkan) maka syaitanitulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”(QS. Az-Zukhruf {43} : 36).Intinya, dalam kehidupan ini kita memiliki dua pilihan untuk dijadikan sahabat, Al-Quran ataupunSyaitan. Jika kita memilih untuk bersahabat dengan Al-Quran maka kita akan selamat di jalan Allah.Sebaliknya jika kita memilih untuk bersahabat dengan Syaitan, maka kita akan mengalami kerugianyang besar lalu jatuh ke dalam lembah kehancuran dan kesesatan. Bagi memastikan diri kita terhindardari bersahabat dengan syaitan, Al-Quran telah memberikan kita tips yang jelas yang antaranyadengan sering membaca "Ta‟awwudz" iaitu ungkapan "A‟udzubillahi Minasy-Syaithonir Rajim".yang bermaksud“Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”(QS. An-Nahl 98).Bersahabatlah dengan Al-Quran, kerana Al-Quran adalah "Mukjizat Khalidah" (mukjizat abadi).Keberadaannya diyakini sebagaimana kata pepatah “Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.” Iaakan senantiasa "Shalih fil al-zaman wa al-makan" (selalu relevan di setiap waktu dan tempat).Justeru, sebenarnya kita sangat beruntung apabila dapat bersahabat dengan Al Quran. Rakan sahabat,untuk menjadikan Al-Quran sebagai sahabat karib, hendaklah kita memposisikan danmemperlakukannya seperti kita memperlakukan sahabat bahkan lebih-lebih lagi kerana al-Quran itumerupakan utusan dari Allah. Maksud kepada memperlakukannya sebagai sahabat adalah denganmenjadikannya sebagai teman, mendengar nasihatnya, mengikuti petuanya dan ingin selalu dekat disisinya. Dalam hal ini, bersahabat dengan Al Quran dengan selalu membaca, menjadikannyapetunjuk, memahaminya dan mengamalkannya. Dengan itu kita akan memperoleh kebahagiaan hakikibaik di dunia mahupun di akhirat kelak.Rasulullah saw menjanjikan, bahawa setiap orang beriman yang bersahabat akrab dengan Al Quran,dijamin akan mendapat syafa‟at dari Al-Qur‟an sebagaimana hadis berikut:
  • 2. “Bacalah Al-Qur‟an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamatmenjadi pemberi syafa‟at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya”.(HR. Muslim)Rasulullah bersabda lagi, yang maksudnya:“Bacalah Al-Qur‟an, kerana ia akan datang pada hari Kiamatsebagai pemberi syafa„at bagi pembacanya.”(HR. Muslim dari Abu Umamah)“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur‟an) untukmenjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabargembira bagi orang-orang yang berserah diri.”(QS.An-Nahl: 89)“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dankitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjukiorang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan,dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orangitu dari gelap gelita kepada cahaya yang terang benderangdengan seizin-Nya dan menunjuki merekake jalan yang lurus.”(QS. Al-Ma‟idah: 15-16)Al-Quran turun kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memang untukdidakwahkan. Allah swt berfirman, maksudnya:"Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan olehTuhan semesta alam, dia itu dibawa turun oleh Ruh al-Amin (Jibril)ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorangdi antara orang-orang yang memberi peringatan”(QS. asy-Syu‟ara [26]:192-194).Rasulullah bersabda, maksudnya:“Sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah…” (HR Ahmad)Kerana itu, sudah selayaknya para aktifis dakwah senantiasa berinteraksi dengan Al Quran,bersahabat dengan Al Quran, bahkan harus merasa bergantung pada Al Quran. Sebagaimana seorangprajurit di medan perang bergantung pada senjatanya, demikian pula seharusnya pengembang dakwahselalu bergantung pada Al Quran. Apa jadinya prajurit berperang tanpa senjata? Apa jadinyapengembang dakwah berlaga di medan dakwah tanpa Al Quran di hati dan fikirannya?Rasulullah saw bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra;“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya,melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan; mereka akan diliputi oleh rahmat, dikelilingioleh malaikat dan akan disebut-sebut Allahdi hadapan orang-orang yang ada di sisi-Nya (para malaikat).”(HR Muslim)
  • 3. Kecintaan dan interaksi kita dengan Al Quran merupakan suatu ukuran kebersihan hati kita. Jika suatuketika hari kita merasa berat untuk membaca Al Quran, biasanya itu adalah petanda bahawa hati kitakotor. Untuk membersihkannya, paksakanlah diri kita untuk membaca Al-Quran, InsyaAllah ayat-ayatAl Quran yang kita baca akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut. Allah berfirman di dalam Al-Quran, maksudnya:“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajarandari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dadadan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ”(QS. Yunus {10} : 57).Sungguh pantas, kiranya setiap kaum muslim menjadikan Al Qur‟an sebagai sahabat karibnya, iaitudengan berakhlak sebagaimana akhlak Al Qur‟an, menerapkan ciri-ciri hidup yang Qurani, carabergaul ala Al Qur‟an. Misalnya tentang perlunya menjaga tali persaudaraan, saling tolong menolong,tidak boleh bercerai-berai, bermusuhan, berkelahi, bunuh-membunuh, caci-mencaci, ghibah dansebagainya.Wahai diri...Tidakkah kamu malu kepada Allah?Mengaku cinta kepadaNya?Sedang kamu menafikan hakNyaAdakah kamu masih mengaku kasih kepadaNya?Apabila kamu langsung tidak senang bermanja dengan kalamNyaWahai diri...Bukankah ketika manusia cinta sesama merekaMereka senang membaca utusan cintanyaBahkan berulang-ulang kali banyaknyaLalu...Mengapa begitu berat bagimu?Untuk hidup dengan wahyu Allah Subhanahu Wa TaalaSahabatku...Apakah ada jaminan bagi kamu mendapat sesautu dengan percuma?Apakah kamu fikir kamu layak untuk pahala Allah?Sedang kamu masih lalai dan lekaMengejar dunia semataSahabatku...Hari esok engkau kata nak tuntut Syurga?Padahal hari ini infaq engkau rasa beratJihad pula belum siapBerani engkau bermadah kata?Wahai diri...kalau tidak dengan Al Quranlalu dengan apa lagi?Wallahu alam bishawab

×