Your SlideShare is downloading. ×
Industri polimer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Industri polimer

4,449
views

Published on

kimia Industri seputar industri polimer

kimia Industri seputar industri polimer

Published in: Education

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
4,449
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
216
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Industri PolimerProses Pembuatan Polimer dari Minyak Bumi. Proses perengkahan, pengubahan, alkilasi, atau polimerisasi merupakan tahap awal daripemanfaatan senyawa (zat kimia) yang berasal dari minyak bumi. Minyak bumi mengandungbanyak senyawa kimia dan hasil isolasi senyawa ini dapat dimanfaatkan oleh industri. Bahankimia ini disebut sebagai bahan petrokimia. Pemanfaatan industri umumnya didasari oleh reaksi-reaksi polimerisasi (perpanjangan rantai), reaksi perengkahan (perpendekan rantai), reaksipengubahan (paduan dengan senyawa lain), maupun pembentukan senyawa pendek darisenyawa panjang minyak bumi (pembentukan gas, alkilasi, perpendekan rantai atom karbon).Perpendekan rantai minyak bumi menghasilkan senyawa yang ekonomis dan bermanfaat. Senyawa kimia lain dari tumbuhan atau hewan pembentuk minyak bumi adalah alkaloid,terpena, steroid, asam amino, dan lipid. Senyawa-senyawa ini terkubur bersama tumbuhan danhewan. Senyawa kimia yang terkubur dan pada saat pengeboran minyak masih dapat dikenalidari strukturnya, maka senyawa ini dianggap dapat menjadi pengungkap sejarah pembentukanminyak bumi yang dikenal sebagai biomarker atau penanda hayati (contoh: porfirin dari klorofil,sekobikadinana dari isoprena atau terpena, skualena, sterana, bahkan steroid, dan kolesterol). Minyak bumi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri. Bahan dasar inidipisahkan berdasar beberapa proses sebagai berikut.a. Reaksi Perengkahan (cracking) Cracking adalah pemecahan senyawa organik rantai panjang menjadi dua atau lebih senyawa organik rantai lebih pendek, terjadi secara alami maupun dari pemanasan langsung. Contoh pemanasan Proses alami: Proses cracking atau alkilasi penting untuk minyak bumi dalam mencari senyawa yang lebih dibutuhkan oleh konsumen, yaitu untuk mendapatkan bensin lebih banyak dari minyak pelumas. Contoh cracking adalah minyak diesel (C16-C24) dan minyak pelumas (C20-C30) yang dipecah menjadi bensin (C4-C10) dan senyawa lain yang lebih banyak digunakan.b. Reaksi pengubahan (reforming) Reaksi pengubahan adalah reaksi dari bahan petroleum menjadi bahan dasar industri dengan pemanfaatan bahan yang murah menjadi material yang dibutuhkan sehingga bernilai ekonomis (murah). Proses ini diperoleh pada polimerisasi (pembentukan plastik).
  • 2. c. Reaksi alkilasi Proses alkilasi dibagi dua yaitu proses perpanjangan atom karbon rantai lurus dan proses pemutusan ikatan rantai karbon (dealkilasi). Proses ini dapat dikelompokkan dalam polimerisasi, bila perpanjangannya memiliki gugus fungsi yang sama. Dealkilasi dapat dimasukkan ke dalam kelompok perengkahan.d. Polimerisasi Polimerisasi adalah proses pembentukan polimer. Polimer terdiri dari polimer alami dan polimer sintetik. Polimer adalah molekul besar yang terdiri atas pengulangan satuan kecil (monomer). Monomer adalah senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap ini terbuka membentuk ikatan dengan monomer lain sampai jumlah yang diinginkan (polimer sintetik). Polimer alam membentuk senyawa secara alami, contoh polimer alam yaitu lateks (dari pohon karet), karbohidrat (singkong jagung), protein, selulosa, resin. Sedangkan Contoh polimer sintetik adalah nilon, dakron, teflon. Proses pembentukan polimer terdiri dari tiga tahap yaitu pembentukan radikal bebas (inisiasi), perpanjangan monomer (propagasi), dan terminasi (pemotongan atau penyetopan reaksi). Pembentukan cabang dalam proses polimerisasi menyebabkan tiga bentuk struktur yaitu struktur beraturan (isotaktik), struktur tak beraturan (ataktik), campuran (sindiotaktik). Struktur polimer sangat berpengaruh terhadap sifat polimernyaa. Plastik (PE) Plastik adalah bahan yang elastik, tahan panas, mudah dibentuk, lebih ringan dari kayu, dan tidak berkarat oleh adanya kelembapan. Plastik selain harganya murah, juga dapat digunakan sebagai isolator dan mudah diwarnai. Sedangkan kelemahan plastik adalah tidak dapat dihancurkan (degredasi). Contoh plastik adalah polietilena, polistirena, (Styron, Lustrex, Loalin), poliester (Mylar, Celanex, Ekonol), polipropilena (Poly- Pro, Pro-fax), polivinil asetat. Polietilena atau PE (Poly – Eth, Tygothene, Pentothene) adalah polimer dari etilena (CH2 = CH2) dan merupakan plastik putih mirip lilin, dapat dibuat dari resin sintetik dan digolongkan dalam termoplastik (plastik tahan panas). Polietilena mempunyai sifat daya tekan baik, tahan bahan kimia, kekuatan mekanik rendah, tahan kelembapan, kelenturan tinggi, hantaran elektrik rendah. Berdasar kerapatannya PE dibagi dua yaitu PE dengan kerapatan rendah (digunakan sebagai pembungkus, alat rumah tangga dan isolator) dan yang berkerapatan tinggi (dimanfaatkan sebagai drum, pipa air, atau botol). Plastik disamping mempunyai kelebihan dalam berbagai hal, ternyata limbahnya dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Penyebabnya yaitu sifat plastik yang tidak dapat diuraikan dalam tanah. Untuk mengatasi masalah ini para pakar lingkungan dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu telah melakukan berbagai penelitian dan tindakan, diantaranya yaitu dengan cara mendaur ulang limbah plastik, Namun cara ini tidak terlalu efektif
  • 3. karena hanya sekitar 4% yang dapat didaur ulang. sisanya menggunung di tempat penampungan sampah. Sebagian besar plastik yang digunakan masyarakat merupakan jenis plastik polietilena. Ada dua jenis polietilena, yaitu high density polyethylene (HDPE) dan low density polyethylene (LDPE). HDPE banyak digunakan sebagai botol plastik minuman, sedangkan LDPE untuk kantong plastik. Pemanasan polietilena menggunakan metode pirolisis akan terbentuk suatu senyawa hidrokarbon cair. Senyawa ini mempunyai bentuk mirip lilin (wax). Banyaknya plastik yang terurai adalah sekitar 60%, suatu jumlah yang cukup banyak. Struktur kimia yang dimiliki senyawa hidrokarbon cair mirip lilin ini memungkinkannya untuk diolah menjadi minyak pelumas berkualitas tinggi. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa minyak pelumas yang saat ini beredar di pasaran berasal dari pengolahan minyak bumi. Sifat kimia senyawa hidrokarbon cair dari hasil pemanasan limbah plastik mirip dengan senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah sehingga dapat diolah menjadi minyak pelumas. Pengubahan hidrokarbon cair hasil pirolisis limbah plastik menjadi minyak pelumas menggunakan metode hidroisomerisasi. Minyak pelumas buatan ini diharapkan dapat digunakan untuk kendaraan bermotor dengan kualitas yang sama dengan minyak bumi hasil penyulingan minyak mentah, ramah lingkungan, sekaligus ekonomis.b. Cat Cat adalah produk dari industri pelapis permukaan, bertujuan untuk menjaga keawetan bahan yang dilapisi (kayu, logam atau tembok) dan untuk estetika (keindahan). Fungsi cat ini yaitu memberikan ikatan yang baik antara permukaan benda dan cat pelapis. Cat primer disediakan dalam kemasan yang lebih encer dari cat biasa dan dilarutkan dalam air atau minyak. Kemasan cat umumnya terdiri atas resin atau bahan pengikat (untuk mengikat pigmen warna di dalam cat, misal: minyak biji rami dan getah tumbuhan seperti gom arab, gom senegal), bahan pengisi (untuk memperbaiki sifat mekanis dan fisik cat agar tidak retak/terjadi goresan saat pengeringan, contohnya: bubuk kaca agar memantulkan cahaya matahari/lampu pada rambu lalu lintas), penstabil (digunakan sebagai penetral pengaruh sinar ultraviolet matahari), pengering pelarut, dan pigmen. Pigmen bersifat ganda yaitu untuk menampilkan keindahan dan memberikan sifat mekanik pada selaput yang terbentuk. Pigmen menghalangi penyebaran uap air dan sinar matahari langsung pada bahan yang dilapisi. Warna yang dihasilkan pigmen bergantung pada banyaknya cahaya matahari yang diserap dan diserap dan dipantulkan. Pigmen harus tidak toksik dan merupakan senyawa anorganik yang tak larut dalam pelarut organik sehingga mengendap di dasar wadah. Pigmen seperti zink, aluminium, dan stainlessdigolongkan dalam pigmen metalik, banyak digunakan untuk dekorasi. Krom dalam bentuk polikrometik dipakai sebagai cat lapis akhir pada kendaraan bermotor.c. Tekstil ( Nilon ) Kata tekstil berasal dari bahasa latin “texer” yang berarti menenun. Tekstil dibuat dari serat yang dipintal, ditenun, dirajut, dianyam atau dibuat jala benang. Serat dapat
  • 4. dikelompokkan menjadi dua, yaitu serat alami dan serat sintetik. Serat alami (wol, sutera,katun, dan rami) pada umumnya pendek dengan panjang 1,3-20 cm. Serat alam berasaldari kapas akan menghasilkan kain yang lunak dan menyerap air sehingga baik untukdibuat handuk, sprei, maupun pakaian. Serat rami dapat dibuat linen yang indah dan kuatsehingga dimanfaatkan untuk membuat taplak, sapu tangan dan serbet. Serat binatang(domba) dibentuk menjadi wol, sutera (kepompong ulat sutera) juga termasuk serat alamiSerat alam yang berasal dari mineral adalah asbestos, mempunyai sifat tahan terhadap apidan digunakan pada pembungkus kabel.Bahan baku serat sintetik adalah filamen yang bersambung/serat pendek, seragam dalampanjang, dan terpintal dalam benang. Poliester, nilon, akrilik, dan poliolefin merupakancontoh serat sintetik yang dibuat dari petrokimia. Perbedaan bahan tersebut terletak padakekuatan tarik, elastisitas, kelembutan, daya serap terhadap air, ketahanan terhadap cahayadan panas atau usia pemakaian. Bahan yang dihasilkan merupakan bahan yang kuat danmudah disetrika. Serat sintetik yang terbuat dari bubur kayu, sampah kapas ataupetrokimia yaitu rayon, asetat dan triasetat. Kain rayon menghasilkan bahan penghisapyang mudah kering, kain asetat tahan kerut dan tarikan, sedangkan triasetat merupakanbahan yang lebih tahan kusut.Nilon adalah kelompok poliamida hasil polimerisasi heksametilena-diamina dan asamadipat. Nilon termasuk polimer paling ulet, kuat, dan kenyal, tidak rusak oleh minyak dangemuk serta tak basah oleh air sehingga dapat dibentuk menjadi serat, sikat, lembaran,batang, pipa, maupun bahan penyalut. Nilon terdiri dari Nilon 6, Nilon 6,6 dan Nilon 8..Nilon 6,6 dibuat dari reaksi polimerisasi asam adipat dan heksametilena diamina. Asamadipat dibuat dari sikloheksana, dan petroleum mengandung sikloheksana.Diagram pembuatan Nilon 6,6 ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Pembuatan Nilon 6 dari Benzena
  • 5. Bagan pembuatan Nilon 6,6 dan Nilon 8 ditampilkan pada Gambar 3 Gambar 3. Proses Pembuatan Nilon 6,6 dan nilon 8 Untuk produksi nilon besar-besaran sebagai bahan baku digunakan batu bara, minyak bumi, gas alam, maupun hasil pertanian. Nylon 66 (Huruf 6,6 atau 6 merupakan jumlah atom karbon pembentuk bahan) dibuat dari bahan baku kaprolaktam.d. PVC (Polivinil klorida) Monomer dari PVC (poli vinil klorida) adalah etena yang satu atom hidrogen diganti (substitusi) dengan atom klorida. Vinil klorida dengan rumus kimia CH2=CHCl disebut kloroetilena atau kloroetena adalah gas tak berwarna, yang mencair pada suhu –13,9oC. PVC termasuk termoplastik yang paling banyak digunakan, bersifat kuat dan ulet. PVC dibagi dua yaitu PVC elastik dan PVC keras, atau kaku. Jenis PVC elastik dimanfaatkan untuk penutup lantai, bola mainan, sarung tangan, jas hujan. PVC keras dimanfaatkan sebagai pipa listrik atau pipa air, kartu kredit. Kedua jenis PVC memiliki sifat sama yaitu tahan cuaca dan isolator. PVC dimodifikasi dengan bahan lain untuk meningkatkan pemakaiannya. PVC/akrilik tahan api dan bahan kimia, sedangkan PVC/ABS (akrilonitril-butadiena-stirena) mudah diproses pada rentangan api dan kuat terhadap tegangan tinggi. ABS adalah suatu bahan yang kuat, kaku, dan murah. PVC di Indonesia dijual dengan beberapa merk, dari yang tebal sampai yang tipis. Pabrik pembuat PVC menyebut dengan istilah paralon. Membakar PVC bekas menimbulkan asap yang diduga dapat menyebabkan kanker hati. PVC terbakar perlahan-lahan. Plastik vinil dibuat dari gas alam, atau minyak bumi. Vinil dapat dibuat lemas, kaku, maupun bening. Sebagai bahan yang tidak mudah pecah atau sobek, vinil tidak dirusak oleh asam, minyak atau air. Sejak tahun 1927 PVC merupakan bahan plastik vinil yang telah diproduksi secara komersial. Pada pertengahan tahun 1970 vinil diteliti sebagai salah
  • 6. satu pencemar udara penyebab penyakit serius, seperti kanker hati. Plastik vinil dimanfaatkan secara luas sebagai barang yang murah dan tahan lama yang fleksibel (lantai, isolasi, kopor, tirai kamar mandi, pakaian mirip kulit, atau selang air). Jenis vinil yang tegar digunakan untuk mainan dan pipa air. Penyalutan dengan vinil dilakukan agar tidak lembek atau lembab, dan kertas dokumen maupun kertas dinding tidak terkena noda.e. Perekat atau Adhesif Perekat adalah bahan untuk menggabungkan dua benda pada permukaannya, contohnya semen, pelapisan tablet, lem, maupun getah. Mekanisme kerja perekat adalah perekatan mekanik atau fisika dan perekatan kimia. Proses perekatan benda yaitu dengan memasukkan bahan perekat ke dalam pori-pori benda, sehingga terjadi penguncian secara mekanik. Pada perekatan kimia terjadi reaksi kimia (gaya tarik elektrik) antar molekul perekat dan permukaan benda. Umumnya perekatan terjadi secara bersamaan antara perekatan fisika dan kimia. Perekat terdiri dari perekat yang mengering di udara, dilelehkan sebelum digunakan, dilakukan penekanan, atau yang aktif secara kimiawi. Benda yang direkatkan biasanya kertas, plastik, karet, kayu, logam, logam bukan logam, kaca, bahkan gigi. Plastik termoset memerlukan perekat untuk menggabungkan kedua bahan. Powerglu adalah perekat yang bekerja berdasarkan reaksi polimerisasi pada saat pengeringan. Reaksi perekatan dibantu oleh uap air di udara/zat lain yang ditambahkan. Perekat untuk kayu dikenal sebagai perekat tahan-cuaca dan setengah tahan-cuaca. Perekat tahan cuaca umumnya memiliki kekuatan lebih besar dari kayunya. Bahan perekat jenis ini dibuat dari bahan polimer fenolik, epoksi, atau resorsinol. Perabot kayu yang tidak mengalami perubahan suhu yang drastis dan tidak kena air terlalu sering dapat memanfaatkan perekat dari bahan tulang atau perekat vinil. Perekat kayu setengah tahan- cuaca terbuat dari perekat urea dan kasein.f. Polistirena (PS). Polistirena adalah polimer yang mengandung monomer stirena C6H5CH=CH2. Polimer ini termasuk golongan termoplastik, merupakan plastik jernih dan keras. Polistirena diproduksi dalam bentuk busa plastik dengan nama komersial styrofoam, atau sebagai bahan isolasi (listrik, panas), komponen perabot, bahan pengemas, mainan, maupun benda toilet. Stirena dibuat dengan cara pirolisis-dehidrogenasi dari etilbenzena. Etilbenzena disintesis dari etilena dan benzena. Polimer ini bersifat tahan asam, basa, maupun garam. Penampilan PS lembut dan kecerahannya baik sehingga banyak digunakan untuk pipa, busa, pendingin, instrumen atau panel dalam otomotif. Stirena dapat digunakan sebagai monomer karet sintetik. Jenis karet sintetik ini dikopolimerisasi dengan gugus lain yaitu SBR (stirena-butadiena), SCR (stirena- kloroprena), dan SIR (stirena-isoprena). Pemanfaatan polimer yang dapat menggantikan logam (sifat: konduktor, titik leleh yang tinggi, berpenampilan cantik dalam pewarnaan)
  • 7. dan kayu (tahan suhu dan tekanan) makin diteliti. Polimer adalah bahan yang anti karat dan tidak mudah terbakar.Alat-alat yang digunakan dalam industry polimer : 1. Blow Film Extrusion Machine Blow Film Extrusion Machine adalah Mesin untuk membuat kantong plastik, seperti kantong kresek, kantong sampah, kantong gula, shoping bag, plastik OPP dll. Tersedia berbagai type dan ukuran. 2. Mesin Extruder Plastik Extruder Plastic Machine adalah mesin untuk membuat barang- barang plastik dalam bentuk panjang. Seperti profile, sheet, sedotan, kabel, selang, tali, tambang, pipa, dll. 3. Injection Mechine Injection Moulding Machine adalah mesin untuk mencetak berbagi bentuk barang yang terbuat dari plastik. Seperti sparepart otomotif, sparepart elektronik, alat kebutuhan rumah tangga dll. 4. Mesin Crusher Mesin giling / cacah plastik ( Crusher Machine) adalah mesin perajang / pencacah plastik hingga menjadi sepihan. Bisa untuk giling kering dan giling basah / cuci.
  • 8. 5. Mesin pembuat botol Blow Molding Machine adalah mesin untuk membuat barang plastik seperti : botol kosmetik, botol minuman, botol oli, drum, bola, patung plastik,Berikut Beberapa Proses Pembuatan Barang Jenis Polimer : 1. Proses Pembuatan Ban Gambaran umum proses pembuatan Ban:a. Mixing / Banbury Dalam pembuatan produk ban unggulan, baik untuk kendaraan mobil maupun motor,Tire Manufacturing menggunakan beberapa material sebagai bahan baku utama dan beberapabahan kimia sebagai bahan pelengkap produksi. Material yang digunakan antaralain Natural dan Synthetic Rubber, Carbon Black, Silica, Zinc Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapamaterial kimia lain. Pada tahap awal, proses yang dilakukan adalah pencampuran Natural&Synthetic Rubberdengan Ingredient yang sebelumnya sudah ditimbang sesuai dengan beratyang ditentukan pada spesikasi produk yang ingin dibentuk. Kemudian diberikan tambahanCarbon dan Oli pada saat material tersebut masuk kedalam mesin Banburry. Dalam mesintersebut terdapat alat yang berfungsi untuk menggiling campuran menjadi lapisan yangdisebut compound. Sebelum compound tersebut disusun pada rak, terlebih dahulu melewatiproses pendinginan dan diberi cairan adhesive agar compound tersebut tidak lengket setelahtersusun.b. Extruding Adonan hasil mixing tadi dibuat menjadi tread dan sidewall. Prosesnya adalah injeksi danextruding hingga terbentuk profil. Hasil akhir dari tahapan ini adalah side
  • 9. wall, tread dan filler. Side wall merupakan salah satu bagian ban yang berfungsi sebagaipelindung terhadap benturan dari arah samping atau serempetan, bahan untuk menambahfleksibilitas ban, lapisan karet pembungkus carcass darishoulder area ke rim cushion dan beadarea, berfungsi untuk fashion jika dihias denganwhite ribbon atau white letter, penahan tekukanuntuk beban berat, daya tahan lama dan tahan retakan dan juga berfungsi untuk kekerasan dankeempukan radial.c. Calender Proses aplikasi lain adalah untuk pembuatan material ply & steel belt, JLB & cap ply. Aplikasi tersebut dibentuk oleh mesinCalender dengan bahan dasar benang (polyester dan nylon) juga steel cord. Polyester maupun nylon yang akan diproses, sebelumnya harus melalui proses pelebaran terlebih dahulu agar material tersebut terbuka untuk kemudian di masukan ke dalamoven dengan suhu 160°C agar pada saat diberikan compound dan bahan-bahan seperti polyester,nylon, dan steel cord dapat merekat dengan sempurna. d. Bead Sementara proses calender berjalan, di bagian lain ada pembuatan bead wire yaitu melapisikawat baja dengan karet. Proses ini berjalan otomatis dan begitu keluar dari mesin, bead wiresudah berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran rim.e. Cutting Proses cutting ini merupakan proses lanjutan dari mesin Callender, hasill akhir dari prosesini biasa disebut dengan Ply dan Cap Ply. Ply merupakan lembaran material yang terdiri dariPolyester, Nylon, dan compound yang telah diproses sebelumnya dalam bentuk gulunganpanjang di mesin Calender yang kemudian di potong – potong untuk merubah arah atau sudutbenang dari 0° menjadi 90°. Ply berfungsi sebagai carcass atau kerangka untuk menahan,membentuk sistem suspensi dan beban ban.Sedangkan Cap Ply merupakan lembaran materialyang terdiri dari nylon dan compound yang dipotong – potong menjadi beberapa bagian di mesinTTO. Cap Ply berfungsi sebagai bahan untuk mempertahankan bundar ban waktu berjalan,meredam suara bising dari steel belt, membuat nyaman, dan untuk memperkecil rollingresistance.f. BuildingKemudian sampailah pada tahap perakitan semua komponen-komponen aplikasi yang telahdibuat pada proses semi manufaktur. Semua komponen seperti rakitan bead, lembaran ply
  • 10. yang telah di potong dengan sudut 90°, steelbelts, innerliner, tread dan side wall semua di rakit menjadi satu kesatuan utuh sebagai bagiandari ban setengah jadi atau biasa disebut denganGreen Tire (GT). Proses perakitan (TireBuilding) terdiri dari 2 tahap, tahap pertama sering disebut dengan istilah 1st stage yangkemudian menghasil produk berupa carcass, kemudian carcass diproses kembali di tahap keduaatau 2nd stage dengan menambahkan steel belt, cap ply dan tread menjadi GT. Tahap inidilakukan dengan menggunakan mesin yang dioperasikan oleh satu operator di masing – masingtahap.g. Curing Proses selanjutnya adalah tahap akhir dari proses pembentukan ban. GT yang dihasilkan dari proses perakitan kemudian di kirim ke area Curing untuk dimasak. Proses Curing sendiri terdiri dari beberapa tahap. Pertama GT datang dari bagian Perakitan, sebelum masuk ke proses curing, GT harus diperiksa terlebih dahulu untukmenghindari adanya cacat pada GT. Setelah GT selesai diperiksa diambil 4 ban setiap 1 rak GTuntuk dilakukan proses paintingChem Trend yaitu pengolesan cairan tire-lubricant pada bagiandalam GT yang bertujuan agar GT tidak menempel di bagian karet bladder pada saatproses curing berlangsung. Kemudian GT dikirim ke masing-masing operator untuk di proses dimesin press curing. Proses curing sendiri merupakan pemasakan atau vulkanisasi yaitupenyatuan polimer (rubber) dengan carbon black dan sulphur dengan dibantu olehpersenyawaan bahan kimia untuk mendapatkan beberapa karakteristik compound yangdiperlukan dari bagian-bagian ban. Proses curing (pemasakan) ini membutuhkan suhu panas dansejumlah tekanan steamyang sangat tinggi, GT akan ditempatkan pada cetakan (mold) dengantemperatur sesuai dengan yang diinginkan untuk produksi. Setelah cetakan tertutup, GT akanmelebur ke dalam cetakan tread dan side wall. Cetakan tersebut tidak dapat dibuka sampaiprosescuring selesai secara keseluruhan. Setelah proses pemasakan selesai, mold akan terbukasecara otomatis. Ban yang sudah jadi akan jatuh dan masuk ke dalam conveyor untuk kemudiansampai di bagian Pemeriksaan (Finishing).h. Finishing / quality control Setelah selesai, ban diperiksa secara visual apakah ada cacat atau tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi ketelitian pekerja sangat dibutuhkan. Selain visual, kontrol juga dilakukan dengan pemeriksaan balance dan menggunakan sinar X. Ban tidak mungkin bisa 100% balance seperti pelek, namun ada batasannya. Jika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses produksi. Selain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa sampel ban yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.
  • 11. 2. Pembuatan Plastik dengan bahan dasar preform Proses pembuatan botol plastic dengan bahan dasar preform dan menggunakan suatu prosesyang di kenal dengan nama Blow Molding.Setelah ditinjau lebih lanjut penggunaan produkplastic saat ini di anggap efisien sebab proses produksi nya yang tidak terlalu sulit serta hasilnyadapat di variasikan sesuai dengan bentuk yang ingin di buat,maka dari itu proses pembuatanproduk plastic dapat dikatakan sebagai produk yang ekonomis dan berdaya guna besar bagikehidpan manusia saat in yang lebih mengutamakan keekonomisan dalam produk yangdigunakan.Blow Molding Blow molding atau blow forming adalah suatu proses pembuatan plastik (termoplastik) yangbentuknya memiliki rongga – rongga pada bagian tengah dari produk. Plastik cair pada prosesini berbentuk pipa kemudian dimasukan kedalam cetakan lalu ditiup hingga menempel padadinding cetakan. Pada hasil cetakanya, proses ini cenderung memiliki ketebalan dinding yangtidak merata dan umumnya produk berupa silinder. Proses ini terdiri dari pembentukan sebuah tabung (disebut parison) dan memasukkan udaraatau gas lain yang menyebabkan tabung tersebut mengembang menjadi berongga, tertiup bebassesuai cetakan untuk membentuk menjadi produk dengan ukuran dan bentuk tertentu. Parisonsecara tradisional dibuat oleh proses ekstrusi. Sebelum kita masuk ke dalam proses pembentkan botol plastic disini kami menjelaskanterlebih dahulu mengenai mesin/perangkat pendukung serta bahan yang di gunakan dalamproses blow molding ini.adapun perangkat pendukung dan bahan nya adalah sebagai berikut :Perangkat/Mesin pendukung dan Bahan yang digunakan : a. Kompresor Kompresor berperan sangat penting dalam pembentuka ini sebab kompresor berfungsi untuk meniup bahan preform hingga membentuk botol.kompresor yang digunakan untuk pembuatan botol plastic ini mempunyai tekanan 40 bar,dimana tekaknan yang 40 bar ini kemudia di abagi lagi sehingga hanya sekitar 30 bar yang digunakan untuk proses pembentukan botol plastic atau yang kita kenal dengan istilah (pre blow dan main blow). b. Chiler Chiler merupakan sebuah mesuin pendingin yang berfungsi sebagai pendingin heater dan mold sebab karena pada proses pembentukan ini digunakan suhu yang cukup tinggi maka perlu proses pendinginan agar mesin/perangkat dalam kondisi baik dan akan menghasilkan produk secara maksimal. c. Pressure Pressure merupakan penggerak mesin mesin dimana dalam hal ini perangkat ini menggunakan 10 bar dari tekanan kompresor untuk menjalankan mesin agar bekerja optimal,adapun mesin yang di gerakan oleh pressure ini misalnya mesin mesin peneumatik yang berfungsi untuk menjalankan preform atau memindahkan preform dari satu posisi ke posisi lain untuk mendapatkan pengerjaan selanjutnya. d. Cooling Tower Merupakan sebuah perangkat mesin yang berfungsi untuk mendinginkan kompresor. e. Komputer pengontrol mesin Alat ini sangat berperan penting terhadap hasil yang akan dicapai jadi sebelum melakuakan proses produksi alat in akan di setting sedemikian rupa dan telah melakukan proses pengujian yang akurat sehingga hasi yang dicapai dapat maksimal,dimana data yang
  • 12. telah di dapt kemudian disimpan dan menjadi patokan untuk melakukan proses produksi selanjutnya. f. Mold Mold merupakan pencetak yang digunakan sebagai wadah preform yang mana pada saat angina bertekanan tinggi dihembuskan ke dalam preform maka preform akan berubah bentuk seperti mold. g. Oven Oven merupakan alat yang berfungsi untuk memenaskan atau melunakan tekstur dari preform itu sendiri agar dapat di kerjakan untuk proses selanjutnya. h. Jump roll Merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan preform dari oven menuju rell berjalan.dimana bentuk atau konstruksi jump roll sendiri hamper sama dengan tangga berjala i. Rell Merupakan suatu alat penghubung berjalan antara jump roll dengan gate dimana setelah preform selesai dipanasi didalam oven kemudian dipindahkan dengan menggunakan jump roll dan selanjutnya preform berada pada rell dan bergerak menuju gate untuk kemudian ditahan sementara untuk di cek apakah suhu pada preform sudah cukup untuk di buat mnjadi botol atau tidak. j. Preform Preform mempunyai bentuk yang hamper sama dengan tabung reaksi kimia dimana memiliki ukuran yang beragam sesuai dengan volume botol yang akan di produksi,dalam hal in kami tidak mengulas lebih jauh mengenai preform namun lebih terperinci pada proses pembentukan preform menjadi botol plastic dalam proses blow molding,sebab sesuai data yang kami peroleh bahwanya untuk membuat botol plastic tersebut perusahaan tidak memproduksi preform namun mengordernya kepada produsen preform jadi dapat di katakana uuntuk proses pembuatan botol plastic ini menggunakan bahan setengah jadi.Proses kerja pembuatan botol platik dengan bahan preform dengan cara blow molding Proses pembuatan botol plastic dengan bahan prefprm dengan proses blow moldingberawal dari penuangan preform kedalam oven dimana proses ini di lakukan secara manualdimana pekerja menuangkan preform kedalam oven yang mana preform preform ini sebelumnyadi masukan kedalan plastic besar agar dalam penuangan dapat dilakuakan secara cepat.setelahpreform masuk kedalam oven maka preform kemudian preform dipanaskan yang bebrtujuanuntuk melembekana tekstur/bentuk dari preform itu sendiri agar dapat mudah dibentuk.prosesberikutnya preform preform yang telas dipanaskann dalam oven kemudian preform preformtersebut dipindahkan menuju rel dimana sebelumnya preform preform tersebut dipindahkanmenggunakan jump roller.setelah preform preform tersebut tersusun di rel kemmudian preformpreform itu menuju gate,dimana gate itu berfungsi sebagai alat deteksi (detektator) apakah suhupada preform preform tersebut layak atau tidak untuk di buat menjadi botol,apabila suhu padapreform sudah sesuai untuk di buat menjadi botol maka gate akan terbuka namun jika suhubelum mencapai suhu yang telah ditentukan maka preform secara otomatis di buang dan tidakdapat digunakan lagi ,maka dari itu sebelum melakuakn proses ini telah dilakuakan prosespercobaan untuk mendapatkan ahsil yang optimal karena jika tidak perusahaan akan rugi besarjikalau banyak bahan/preform yang di buang karena suhu nya tidak sesuai dengan ketentuansuhu untuk proses ini.adpun yang perlu diketahui dalam proses blow molding ini semua gerakanmesin di control menggunakan computer yang mana sebelum melakuakan proses masal hasilpengujiannya disimpan di dalam computer sebagai patokan untuk proses prosesselanjutnya,walaupun demikian masih tetap ada juga yang namanya kegagalan produksi padahalsystem computer sudah benar,masalah nya biasanya akibat tegangan/arus listrik yang kurang
  • 13. stabil atau mesin nya terdapat kerusakan.proses berlanjut ke heater dan selanjutnya menuju korpfinger dimana korp fingger ini berfungsi untuk mengatur atau menyusun preform preform agarmasuk kedalam mold (cetakan).sebelum menuji korp finger preform preform tersebut menujuplayer dilanjutkan menuju mold,sebagai pemberitahuan bahwa jarak preform ke korp fingersama dengan jarak preform ke player.untuk proses yang kami amati bahwa jumlah mold yangdigunakan dalam proses ini berjumlah empat buah jumlah mold yang digunakan dapt di atursesuai dengan kebutuhan produksi. Mold ditutup dan kemudian menuju noching dan nochingpun naik dimana sudak terdapat beberapa nozzle yang siap menghembuskan angina bertekanantinggi yang tekanan nya kurang lebih 30 bar.setelah nozzle masuk kedalam mold danmenghembuskan angin tersebut maka botol pun jadi dan mold pun terbuka dan botol pun jatuh.Setelah itu proses dilanjutkan dengan pengumpulan botol botol untuk dikerjakan proseslainnya,misalnya dilakuakan test kelayakan atay quality control untuk mengetahui apakah sudahsesuai dengan yang di kehendaki atau tidak.(Data di atas diambil dari dari keterangan yang di berikan pemandu PT.uniplastindo IndonesiaCabang Medan,Sumatera Utara dan http://www.alibaba.com/product-gs/257208680/bottle_preform.html?s=p.) 3. Pembuatan Styrofoam : Bahan baku EPS bead dari warehouse dimasukkan ke dalam mesin pre-expand untukprosesexpanding. Tahap pertama dinamakan "single expand" dan tahap keduadinamakan "double expand". Setelah proses expanding, butiran EPS bead (virgin) yang telah mengembang akankeluar melalui pintu pengeluaran (discharge) dan jatuh ke dalam fluidized bed. Setelah melalui proses expanding dan fluidizing butiran EPS disimpan kedalam silo untuk prosesaging. EPS didiamkan selama sekurang-kurangnya 4 jam. Tujuannyaagar sisa gas pentane yang tidak terekspansi dapat keluar dan oksigen dapat masuk ke dalampori-pori butiran EPS. EPS yang sudah di-aging, butiran EPS dimasukkan ke dalam mesin blocking untukdicetak menjadi bentuk balok dengan ukuran 1,2 x 0,6 x 6 meter atau 1,0 x 0,6 x 6 meter denganmelalui tahap pemanasan dan penekanan sehingga dapat mengikat butiran EPS tersebut menjadibalok yang padat sesuai dengan densitas yang diinginkan. Setelah menjadi balok, balok tersebutharus didiamkan sekurang-kurangnya 2 x 24 jam untuk menurunkan kadar air dalam balok.
  • 14. 4. Polymer Extrusion Specialyst for wire cableCara Membuat Kabel :Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri darikonductor dan isolator. Isolator disini adalah pembungkus kabel yang biasanya terbuat dariplastik atau karet atau sejenis lainnya sedangkan konductor terbuat dari logam yangdapatmengantarkan arus listrikBenda ini sangat dibutuhkan oleh umat manusia untuk membantu mengantarkan arus listrik darisatu tempat ke tempat lain, dengan kabel, manusia bias mendapatkan cahaya penerangan, dandengan kabel pula energy listrik bisa ditransmisikan kedalam energy gerak dan lain lainDilihat dari segi fungsi, kabel dibedakan atas 3 jenis 1. Kabel instrument Kabel ini termasuk low voltage, biasanya diameter conductornya hanya (max 2.5 mm2),kabel ini biasanya di gunakan untuk industry elektronika dan automotive 2. Kabel optic Kabel jenis ini tidak menggunakan conductor tetapi menggunakan fiber optic, tujuanutamanya bukan mengantarkan arus listrik, tetapi mengantarkan signal dari satu tempat ke
  • 15. tempat yang lain, kabel ini digunakan untuk mengantarkan signal telepon. Sebelum Hand phone menjadi trend masa kini, kabel ini sangat laris dipasaran, tetapi setelah trend hand phone menanjak, produksi kabel ini menjadi menurun tajam Ada perbedaan jenis mesin dalam proses pembuatan kabel dalam hal ini insulationnya, proses kabel untuk low voltage, instrument kabel dan kabel optic menggunakan mesin extruder biasa sedangkan untuk medium voltage dan high voltage menggunakan mesin CCV Konstruksi kabel pun banyak beragam, ada yang menggunakan armour, ada pula yang tidak tergantung dari lokasi yang akan di pasang kabel 3. Power cable Kabel ini di pakai pada umumnya, fungsi utamanya adalah mentransmisikan arus listrik dari satu tempat ketempat lain Dilihat dari besarnya tegangan, kabel di bedakan atas 3 jenis tegangan : 1. kabel tegangan rendah (low voltalge) Kabel tegangan rendah biasanya di pakai untuk aliran listrik yang tegangannya dibawah 1 kV, thickness dari insulationnya biasanya tidak terlalu tebal, antara 1 sampai 2 mm, biasanya di gunakan untuk bangunan rumah, apartement dan lain-lain. Insulatinnya terbuat dari bahan PVC maupun XLPE 2. Kabel tegangan menengah (medium voltage) Kabel tegangan menengah dipakai untuk alliran listrik dengan kapasitas sampai 20 kV. 3. Kabel tegangan tinggi (high voltage) Kabel jenis ini merupakan kabel dengan kapasitas diatas 20kV Pada umumnya bagian-bagian utama kabel adalah sebagai berikut :
  • 16. 1. Conductor 5. Inner sheath2. Insulation 6. Armour3. Cabling 7. Sheath4. Taping1. Conductor Conductor adalah bagian utama kabel yang berfungsi untuk mengantarkan arus listrikl dari satu tempat ke tempat lain, sebenarnya penghantar listrik yang paling baik adalah logam emas, namun karena tingginya biaya maka dipilihlah tembaga sebagai conductor, sedangkan untuk signal, penghantar yang paling baikadalah optik. Untuk daerah yang mengandung garam biasanya Aluminium atau tembaga tadidilapisi dengan timah untuk menghindari terjadinya korosif.Bahan baku conductor/aluminium tadi di dapat dari peleburan, pabrikkabel di supply dengan bentuk gulungan dengan diameter yang agakbesar (dia 5 mm), kemudian dilakukan proses pengecilan dengan cara ditarik dengan menggunakan drawing machine Setelah diameter conductor dibuat sesuai dengan sepsification, proses selanjutnya adalahmemilin conductor dengan menggunakan stranding machine, maksud memilin ini adalahmenggabungkan conductor yang satu dengan yang lain agar menjadi satu kesatuan.Dari segi bentuk conductor dapat di bedakan beberapa jenis yaituRe, Rm, Cm dan flexible2. Insulation Insulation adalah pelindung pertama dari conductor, prosesnya menggunakan mesinextruder (extrusi untuk low voltage) material yang digunakan sangat beragam, bisa dari PVC,XLPE, LSOH, XL-LSOH, XL-HDPE dan lain-lain. Setiap material mempunyai karakteristik danperlakuan proses yang beragam, seperti temperature, pemakaian dies nipple dan lain-lain
  • 17. 2.1 Polyvinil klorida Polivinil klorida disingkat dengan PVC, adalah polimer urutan ketiga dalam jumlahpemakaian di duniasetelah polietilena dan poliprolena. diseluruh dunia lebih dari 50% PVC yangdi produksi dan dipakai dalam konstruksi sebagai bahan bangunan. PVC relatif muran tahanlama dan mudah di rangkai. PVC bisa di buat lebih elastis dan fleksibel dengan menambahkanplastiziser, umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya di pakai sebagai bahan pakaian,perpipaan, atap dan inuslasi kabel listrik.PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomervinil klorida (CH2=CHCI). karenad 57% massanya adalah klor, PVC adalah polimer yangmenggunakan bahab baku minyak bumi terendah diantara polimer lainnyaProses produksi yang dipakai pada umumnya adalah polimerisasi suspensi. pada proses inimonomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor polimerisasi dan inisiator polimerisasibersama bahan kimia tambahan untuk mempertahankan suspensi dan memastikan keseragamanurutan partike resin PVC. Reaksinya adalah eksotermik dan membutuhkan mekanismependinginan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhka. karena volumeberkontaksi selama reaksi (PVC lebih padat dari pada monomer vinil klorida), air secara kontinudi tambah kecampuran untuk mempertahankan suspensi.Ketika reaksi sudah selesai, hasil cairanPVC harus di pisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan di pakai lagi untukreaksi berikutnya. lalu cairann PVC yang sudah jadi akan di sentrifugasi untu memisahkankelebihan air. Cairan lalu dikeringkan dengan udara panas dan hasilkan butiran PVC. Padaproses operasi normal, kelebihan monomer vinil klorida pada PVC hanya seesar kurang dari 1ppm. Proses produksi lainnya seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi menghasilkan PVCdengan butiran yang berukuran lebih kecil dengan sedikit perbedaasifat dan juga perbedaanaplikasinya. Produk proses polimerisasi adalah PVC murni. Sebelum PVC menjadi produk akhirmembutuhkan konversi dengan menambahkan heat stabilizer, UV stabilizer, pelumas, platicizer,bahan penolong proses, pengatur thermal, pengisi, bahan penahahan api, biosida, bahanpengembang dan pigmen lainnya.2.2 Polietilena Polietilena (disingkat PE) adalah thermoplasyic yang di gunakan secara luas olehkonsumen produk sebagai kantong plastik. sekitar 60 juta ton plastik ini diproduksii setiaptahunnya. Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena(IUPAC:etena). Diindustri polimer , polietilena ditulis dengan singkatan PE, perlakuan yangsama yang dilakukan oleh polistirena dan (PS) dan polipropilena (PP).Molekul etena C2H4adalah CH2=CH2. dua grup CH2 bersatu dengan ikatan ganda. Polietilena dibentuk melaluiproses polimerisasi dari etena. Polietilena bisa di produksi melalui proses polimerisasi radikal,polimerisasi adisi anionik, polimerisasi ion koordinasi, atau polimerisasi adisi kationik. setiapmetode menghasilkan tipe polietilena yang berbeda.2.3 High density polietilenaHDPE dicirikan dengan densitas yang melebihi atau sama dengan 0.941 g/cm3. HDPE memilikiderajat rendah dalam percabangannya dan memiliki kekuatan antar molekul yang sangat tingga
  • 18. dan kekuatan tensil. HDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika, ziegler-natta, ataukatalis metallocene2.4 Low Density Polietilena (LDPE) LDPE dicirikan dengan densitas 0.910-0.940 g/cm3. LDPE ini memiliki derajat tinggiterhadap struktur percabangan rantai panjang dan pendek yang berarti tidak akan berubahmenjadi stuktur kristal. Ini juga mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan antar molekulyang rendah ini mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah. LDPE dirpoduksidengan polimerisasi radikal bebas2.5 Cross link Polietilena PEX adalah polietilena dengan kepadatan menengah hingga tinggi yang memilikisambungan cross link pada strukur polimernya. sifat ketahana pada temperatur tinggi meningkatseperti juga ketahanan terhadap bahan kimiaProses Extrusi Proses ini adalah proses pelelehan material dengan menggunakan screw didalam cylinderyang berpemanas kemudian di tekan oleh sebuah kondisi sehingga menghasilkan penampangyang continue,Proses dengan material PVC PVC merupakan material dengan tingkat kesuliat yang sedang, temperature cylinder padamesin extrusi antara 130oC sampai dengan 150oC, sedangkan untuk cross head temperaturenyabiasanya antara 150oC sampai dengan 180oC. temperature ini juga tergantung dari grade dariPVC itu sendiri, saat ini industry ada yang menggunakan PVC dengan grade low smoke (bilaterbakar asapnya tidak terlalu banyak dan tingkat ketahanan terhadap api sangat tinggi), bahkanPVC saat ini ada yang lead free. Screw untuk proses material PVC biasanya mempunyai compression ratio antara 1.5sampai 2.3, pada prinsipnya semua jenis screw bisa digunakan untuk PVC, tetapi untukmendapatkan output yang maksimal ada baiknya menggunakan compression ratio diatas 2.0.Alur screw sendiri mempunyai jenis yang bermacam-macam, ada type single flight, doubleflight, madox type dan lain-lain.
  • 19. Proses dengan material Polyethelene (PE) Material ini adalah material yang paling mudah di extrusi, semua jenis screw bisa digunakan untuk proses dengan material PE, temperature cylinder di mesin extrusi biasanya antara130oC sampai dengan 160oC, sedangkan untuk bagian cross head temperaturnya antara 180oCsampai dengan 220oCProses dengan menggunakan Cross link polyethelene Material ini merupakan material yang mempunyai tingkat kesulitan yang sedang, bilakondisi prosesnya tidak sesuai dengan type materialnya maka akan terjadi banyak masalah,contohnya bila temperature terlalu rendah maka ketika material sudah di extrusi (sudah dalambentuk kabel) material ini tidak bisa cross link dengan baik sehingga karakteristiknya sepertielongation, variation elongation tidak mencapai standard yang diinginkan, tetapi bila temperatureterlalu tinggi ada kemungkinan terjadi cross link pada saat proses (pre curing). Cross link terjadi biasanya satu sampai dua minggu (suhu ruang) setelah proses, namununtuk material XPE yang baik bisa 3 hari setelah proses bisa cross link. Dalam pameran beberapa waktu yang lalu (Dijakarta) ada alat yang bisa mempercepatcross link suatu material, namun sayangnya harganya sangat mahal dan equipnmentnya sangatcomplex, Jadi tidak perlu untuk membeli alat tersebut karena material ini akan cross link dengansendirinya, lead time dari pembuatan kabel sampai dengan pengiriman kira-kira 2 minggu, jadipada saat pengiriman, kabel dengan material XPE sudah dipastikan cross link.Proses dengan material LSOH (low smoke zero halogen) Material ini merupakan material yang ketahanan terhadap api sangat tinggi, ketika sebuahgedung mengalami kebakaran, material ini dapat menahan api kira-kira selama 40 menit (cabledengan category A), sehingga penghuni di dalamnya dapat menyelamatkan diri denganpenerangan yang cukup. Kondisi proses untuk material ini menggunakan screw dengan low compression, CRuntuk screw kira-kira 1.2 sampai dengan 2.7, biasanya masalah yang timbul pada saat prosesadalah terjadinya porosity (adanya lubang-lubang kecil setelah material di extrusi). Hal ini bisaterjadi apabila actual temperature material pada saat proses diatas 180oCProses dengan material XL-LSOH (Cross link low smoke zero halogen) Jenis material ini adalah material yang paling dari segi proses, compound ini harus dicampur dengan catalyst dengan prosentase tertentu, masalah yang timbul pada saat proses adalahmudah terjadinya scorch dan tidak terjadinya cross link setelah proses. Putaran screw sangat berpengaruh untuk terjadinya cross link, bila RPM rendah, crosslink mungkin tida bisa di capai
  • 20. Sedangkan untuk mencegah terjadinya scorch, hindari nmaterial berhenti di ddalambarrel, lakukan putaran screw secara continue, jangan sampai putaran screw berhenti, adanyafasilitas by pass pada cross head sangat membantu untuk menghindari stopnya putaran srewmesin extrusi3. Cabling/Taping Proses cabling adalah penggabungan antara insulation yang satu dengan yang lain agarmenjadi satu kesatuan. Masalah yang timbul pada saat proses cabling adalah pitchnya tidaksesuai dengan yang diinginkan4. TapingProses ini adalah proses pengisian sela-sela kabel agar mendapatkan visual yang bulat5. Inner sheath Setelah proses cabling, dilakukan extrusi kembali, orang kabel akan menyebutnya prosesbedding. Sama halnya dengan proses insulation, materialnya pun sangat beragam seperti yangtelah di sebutkan sebelumnya6. Armour Armour berfungsi sebagai pelindung mekanis kabel, material dari armour umumnyaadalah steel tape atau steel wire7. Inner sheath Setelah proses cabling, dilakukan extrusi kembali, orang kabel akan menyebutnya prosesbedding. Sama halnya dengan proses insulation, materialnya pun sangat beragam seperti yangtelah di sebutkan sebelumnya8. Armour Armour berfungsi sebagai pelindung mekanis kabel, material dari armour umumnya adalah steel tape atau steel wire9. Sheath Sheath adalah lapisan bagian paling luar dari kabel, material sheath sangat beragam,proses pembuatan sheath melalui proses extrusi, sama halnya dengan proses insulation dan innersheath
  • 21. Paper Kimia Industri “ Industri Polimer ” Disusun oleh : Nama : Mariati Batma Apria Sihombing NIM : 4113210016 Kelas : Kimia NK 2011FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012