Your SlideShare is downloading. ×
0
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
3. studi islam di barat, timur, indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

3. studi islam di barat, timur, indonesia

9,661

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
9,661
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
535
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA P ENGANTAR S TUDI I SLAM: S TUDI I SLAM DI B ARAT, DI T IMUR & DI I NDONESIA
  • 2. Studi Islam di Barat &amp; Timur <ul><li>Pada abad modern ini Islam telah menjadi kajian yang menarik minat banyak kalangan baik di Barat maupun Timur yang kemudian melahirkan Studi Islam (Islamic Studies) . Islam tidak lagi hanya dipahami dalam pengertian normatif dan doktriner, tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks baik dari sistem budaya, peradaban, komunitas politik, dan ekonomi. Mengkaji dan mendekati Islam, tidak lagi mungkin hanya dari satu aspek, karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan interdisipliner dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Studi Islam (Islamic studies) seperti disebutkan diatas diantaranya dapat dikaji dengan menggunakan interdisipliner ilmu-ilmu sosial dan humanities, dari interdisipliner tadi menghasilkan berbagai macam fokus keahlian dalam pengkajian Studi Islam. Sehingga Studi Islam dapat berkembang pesat dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah sesuai dengan bidangnya, sehingga muncul sejarah agama, psikologi agama, sosiologi agama, antropologi agama, dan lain-lain. Asumsi dasar dari ilmuwan sosial adalah bahwa perilaku manusia mengikuti teori kemungkinan (possibility) dan objektivitas. Bila perilaku manusia itu dapat didefInisikan, diberlakukan sebagai entitas objektif, maka akan dapat diamati dengan menggunakan metode empiris dan juga dapat dikuantifikasikan. </li></ul>
  • 3. Studi Islam di Barat <ul><li>Kajian Barat terhadap Islam memunculkan orientalisme , yaitu kajian tentang ketimuran. Kajian awal orientalisme yang diselenggarakan di perguruan tinggi di Barat memandang umat Islam sebagai bangsa primitive. </li></ul><ul><li>Kajiannya difokuskan pada Al-Qur’an dan pribadi Nabi Muhammad secara ilmiah, yang hasilnya menyudutkan ajaran dan umat Islam. </li></ul><ul><li>Pendekatan yang digunakan para orientalis bersifat lahiriyah ( eksternalitas ). Agama Islam hanya dipandang dari sisi luarnya saja menurut sudut pandang Barat. </li></ul><ul><li>Pada masa selanjutnya muncul karya-karya yang mengoreksi dan merekonstruksi kajian orientalis lama, karena adanya anomaly (ketidaktepatan) dalam studi Islam. Tokohnya antara lain Louis Massignon, W. Montgomery Watt, dan Wilfred Cantwell Smith . </li></ul><ul><li>Islamic Studies menjadi salah satu kajian yang dibuka di universitas Barat dengan sarana pendukung yang lengkap. Pendekatan yang digunakan a.l: filologi, antropologi, sejarah, sosiologi, psikologi , dsb. </li></ul>
  • 4. Studi Islam di Arab vs Barat <ul><li>Ada sementara orang berasumsi bahwa studi Islam di dunia Arab kaya dengan materi tetapi lemah di bidang metodologi. Sementara di sisi lain, studi Islam di Barat miskin materi tetapi kaya dalam metodologi. Benarkah Barat lebih baik dari segi metodologi? Kalau secara materi, itu sudah dapat diduga, di dunia Arab lebih baik ketimbang di Barat. </li></ul><ul><li>Adapun yang dilakukan oleh kaum orientalis diantaranya ialah mengumpulkan manuskrip, memberi komentar buku-buku klasik dan menerjemahkannya ke bahasa-bahasa Eropa. Diantara karya yang bernilai tinggi adalah ensiklopedi hadits ( Al-Mu‘jam al-Mufahras li Alfazh al-Hadits ) dan sejarah sastra Arab ( Tarikh al-Adab al-&apos;Arabi ) karya Karl Brockelmann. </li></ul><ul><li>Salah satu tokoh Indonesia yang mengkritisi pemikiran orientalis adalah Prof.Rasjidi, beliau diilhami guru-gurunya di Mesir, seperti Syaikh Musthafa &apos;Abdur Raziq, pakar filsafat Islam dsb. Mereka itu pernah mengecap pendidikan di Perancis, tetapi gencar pula &amp;quot;menguliti&amp;quot; pemikiran-pemikiran orientalis. Rasjidi sendiri menempuh cara itu. Setelah menamatkan pendidikannya di Darul Ulum dan Fakultas Adab Universitas Kairo, ia &amp;quot;nyantri&amp;quot; di Sorbonne. Dengan bekal keilmuan yang cukup, yang telah dipersiapkan di Mesir, Rasjidi berhadapan dengan orientalis. Rasjidi akhirnya tampil sebagai sosok ilmuwan yang mengecap pendidikan Barat tetapi tidak terpengaruh dengan pola pikir orientalis. </li></ul>
  • 5. Orientalisme vs Oksidentalisme <ul><li>Kajian Barat terhadap Islam memunculkan orientalisme , yaitu kajian tentang ketimuran. Istilah oksidentalisme dipopulerkan oleh Dr. Hasan Hanafi seorang pemikir dari Mesir dan juga penulis al yasar al Islami - islam kiri, Oksidentalisme adalah kebalikan (antonim) dari istilah orientalisme, suatu kajian komprehensif dengan meneliti dan merangkum semua aspek kehidupan masyarakat Timur. Hanafi menulis buku mengenai  dirasah gharbiyyah  atau ilmu-ilmu tentang Baratan (oksidentalisme). Dalam buku ini, Hanafi bertanya; mengapa kita saja yang menjadi obyek orientalisme dan mengapa tidak ada studi kebaratan? Dengan studi ini, kita dapat melihat apa yang salah dari orang Barat. </li></ul><ul><li>Yang disebut Timur meliputi kawasan yang luas, termasuk Timur Jauh (negara-negara Asia yang jauh dari Eropa, seperti Jepang dan Cina), Timur Dekat (negara-negara Asia yang dekat dengan Benua Eropa, seperti Turki), dan Timur Tengah (negara-negara Asia yang terletak di antara keduanya, seperti negara-negara Arab). </li></ul><ul><li>Pengertian secara umum oksidentalisme adalah kajian kebaratan atau suatu kajian komprehensif dengan meneliti dan merangkum semua aspek kehidupan masyarakat Barat. Dalam oksidentalisme, posisi subjek objek menjadi terbalik. Timur sebagai subjek pengkaji dan Barat sebagai objek kajian. Walau istilah oksidentalisme adalah antonim dari Oreantalisme, tapi di sini ada perbedaan lain, oksidentalisme tidak memiliki tujuan hegemoni dan dominasi sebagaimana orientalisme. Tetapi, para oksidentalis hanya ingin merebut kembali ego Timur yang telah dibentuk dan direbut Barat. </li></ul>
  • 6. Studi Islam di Barat &amp; Timur <ul><li>Di Chicago University , studi Islam menekankan paa pemikiran Islam, bahasa Arab, naskah klasik dan bahasa-bahasa Islam non-Arab. Secara organisatoris, studi itu berada di bawah Pusat Studi Timur Tengah dan Jurusan Bahsa dan Kebudayaan Timur Dekat. </li></ul><ul><li>Di Amerika, studi-studi Islam pada umumnya memang menekankan pada studi sejarah Islam, bahasa-bahasa Islam selain bahasa Arab, sastra dan ilmu-ilmu sosial, berada di bawah Pusat Studi Timur Tengah atau Timur Dekat. </li></ul><ul><li>Di UCLA , studi Islam dibagi kepada empat komponen. Pertama, mengenai doktrin dan sejarah Islam, termasuk sejarah pemikiran Islam. Kedua, bahasa Arab, termasuk teks-teks klasik mengenai sejarah, hukum dan lain-lain. Ketiga, bahasa-bahasa non-Arab yang muslim, seperti Turki, Urdu, Persia dan sebagainya, sebagai bahasa yang dianggap telah ikut melahirkan kebudayaan Islam. Keempat, ilmu-ilmu sosial, sejarah, bahasa Arab, bahasa-bahasa Islam, sosiologi, dan semacamnya. Selain itu ada kewajiban menguasai secara pasif satu atau dua bahasa Eropa. </li></ul>
  • 7. <ul><li>Di London, studi Islam digabungkan dalam School of Oriental and African Studies, fakultas mengenai studi Ketimuran dan Afrika, yang memiiki berbagai jurusan Bahasa dan Kebudayaan Asia dan Afrika. Salah satu program studi di dalamnya adalah program MA tentang masyarakat dan budaya Islam yang dapat dilanjutkan ke jenjang DR. </li></ul><ul><li>Di Kanada, studi Islam bertujuan pertama, menekuni kajian budaya dan peradaban Islam dari zaman Nabi Muhammad Saw hingga masa kontemporer; kedua, memahami ajaran Islam dan masyarakat muslim di seluruh dunia; ketiga, mempelajari berbagai bahasa muslim seperti bahasa Persia, Urdu dan Turki. </li></ul><ul><li>Di Universitas Teheran, ada ruangan khusus yang menyimpan naskah-naskah kuno, yang ditulis oleh para pemikir klasik dan ditulis dalam bahasa Persia. Studi Islam dilakukan dalam satu fakultas yang disebut Kulliyat ilahiyat (Fakultas Agama). Di Teheran juga ada universitas Imam Sadiq yang mempelajari Islam dan ilmu umum sekaligus. </li></ul>Studi Islam di Barat &amp; Timur
  • 8. <ul><li>Di Universitas Damaskus, Syria, yang memiliki banyak fakultas umum, studi Islam ditampung dalam Kulliyatu al-Syari’ah (Fakultas Syariah), yang didalamnya ada program studi Ushuluddin, Tasawuf, Tafsir dan sejenisnya. Jadi, pengertian syari’ah di situ lebih luas dari pada pengertian syari’ah sebagai hukum Islam seperti yg ada di IAIN. </li></ul><ul><li>Di A l ligarch University, India, studi Islam dibagi dua. Islam sebagai doktrin dikaji dalam Fakultas Ushuluddin yang mempunyai dua jurusan: Jurusan mazhab Ahlu Sunnah dan Syi’ah. Sedangkan Islam sebagai sejarah dikaji pada fakultas Humaniora dalam jurusan Islamic Studies yang berdiri sejajar dengan jurusan politik, sejarah dan lain-lain. </li></ul><ul><li>di Jamiah Millia Islamia, New Delhi, Islamic Studies Program berada pada Fakultas Humaniora, bersama dengan Arabic studies, Persian Studies, dan Political Science. </li></ul>Studi Islam di Barat &amp; Timur
  • 9. <ul><li>Di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) , program studi Islam berada di bawah Kulliyah of Revealed Knowledge and Human Sciences (Fakultas Ilmu Kewahyuan dan Ilmu Kemanusiaan). Selain jurusan Kewahyan dan Warisan Islam, dalam fakultas ini juga ada jurusan-jurusan psikologi, sosiologi, filsafat, ilmu politik dan lain-lain. Selain itu, di fakultas lain yaitu Fakultas Ekonomi dan Managemen, terdapat mata kuliah keislaman seperti fikih untuk ekonomi, pemikiran ekonomi Islam, sistem finansial Islam dan lain-lain. </li></ul><ul><li>Di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang menjadi imam bagi IAIN dari segi metodologi mendekati Islam, setelah 1961, al-Azhar tidak lagi membatasi diri pada fakultas-fakultas agama, tetapi juga membuka fakultas-fakultas umum, dengan tetap mengkaji ilmu-ilmu agama. Selain ada di Cairo, Al-Azhar juga ada di daerah-daerah di Mesir dan mempunyai program khusus untuk wanita ( kulliyyatul banat ) yang terpisah dari pria ( banin ). </li></ul>Studi Islam di Barat &amp; Timur
  • 10. Kontak Islam Dengan Barat <ul><li>Pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya masa pemerintahan Al-Ma’mun (813-833) terjadi gerakan penerjemahan buku-buku Yunani ke dalam bahasa Arab. Gerakan ini menimbulkan adanya adaptasi dan adopsi ilmu pengetahuan dari Barat ke dunia Islam. Kebudayaan Islam menjadi perantara antara kebudayaan Yunani Kuno dengan peradaban ilmu pengetahuan modern. </li></ul><ul><li>Dinasti Umayyah di Timur (756-1031) yang berpusat di Cordova (Spanyol), juga menjadi media transformasi ilmu dari Islam ke Eropa. Banyak orang Eropa yang belajar ilmu pengetahuan di Cordova. </li></ul><ul><li>Peristiwa perang Salib (1096-1192) antara umat Islam dengan Kristen yang berlangsung selama 200 tahun, menyebabkan pihak Barat mempelajari ulang khazanah intelektual Islam melalui karya-karya ilmuwan muslim . </li></ul><ul><li>Abad 16 sampai pertengahan abad 19 merupakan fase kolonialisme Barat terhadap dunia Islam. Pada fase ini Barat mengkaji berbagai kemajuan yang pernah di raih umat Islam selama kurang lebih 7 abad. </li></ul><ul><li>Tahun 1789 Napoleon Bonaparte menguasai Mesir dan membawa antropolog untuk mempelajari bahasa Arab, Al-Qur’an dan Hadis . Peristiwa ini merupakan transformasi pengetahuan dari Islam ke Barat. </li></ul><ul><li>Kesultanan Turki yang kemudian berubah menjadi Republik Turki juga mengadakan kontak dengan Negara-negara Eropa dan menghasilkan gerakan pembaharuan . </li></ul>

×