Your SlideShare is downloading. ×
Transistor
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Transistor

6,538

Published on

powerpoint transistor

powerpoint transistor

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,538
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
352
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. transistor
    By Siti Humairoh
  • 2. Pengantar
    Komponen komponen elektronika terbagi ke dalam dua jenis :
    Komponen pasif
    komponen pasif tidak dapat mengekibatkan kenaikan daya listrik di dalam rangkaian, contohnya resistor, kapasitor, induktor.
    Komponen aktif
    Komponen semikonduktor yang mempunyai fungsi olahan (menyearahkan ).
  • 3. komponen aktif contohnya adalah transistor, komponen ini dapat menerima daya input rendah (arus kecil) dan mengkonversikan menjadi daya input rendah (arus kecil) dan mengkonversikan menjadi daya output tinggi (arus besar).
    transistor prtama kali ditemukan oleh shockley, bardeen, dan brattain, ketiganya ilmuwan Bell Laboratories di Amerika Serikat pada tahun 1948
  • 4. Nama Transistor diturunkan dari kata – kata transfer dan resistor, sebab piranti itu bekerja secara efektif berdasarkan aliran arus dari rangkaian emitor yang mempunyai resistansi rendah ke rangkaian kolektor yang mempunyai resistansi tinggi.
  • 5. Transistor dalam rangkaian elektronika dapat berfungsi sebagai penguat, sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan dan modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
    contoh aplikasi transistor pada rangkaian analog melingkupi pengeras suara dan penguat sinyal radio.
  • 6. Dalam rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan komponen lainnya.
  • 7. Macam-macam bentuk dan tipe transistor
  • 8. Jenis – jenis Transistor
    Transistor dibagi menjadi 2, yaitu :
    Transistor Bipolar yaitu transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda.
    Transistor Unipolar yaitu transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub.
  • 9. PENGKODEAN TRANSISTOR
    Huruf pertama menunjukkan bahan semikonduktor, A = Germaniun dan B = Silikon.
    Huruf kedua menyatakan aplikasi/penerapannya. Berikut ini adalah huruf-huruf kedua yang dimaksud :
    C = transistor daya rendah, frekuensi rendah
    D = transistor daya tinggi, frekuensi rendah
    F = transistor daya rendah, frekuensi tinggi
    L = transistor daya tinggi, frekuensi tinggi
  • 10. Huruf ketiga, pada kasus transistor untuk aplikasi aplikasi khusus dan industri, umumnya tidak memiliki arti penting.
    Contoh penerapan kode ini diantaranya adalah AF115 adalah transistor germanium serbaguna, daya rendah, frekuensi tinggi dan BFY51 adalah transistor silikon khusus, daya rendah, frekuensi tinggi.
  • 11. PENGUJIAN TRANSISTOR
    Menggunakan ohmmeter darisuatu multitester.
    Kemungkinan terjadinya kerusakan transistor ada tiga penyebab yaitu :
    a. Salah pemasangan pada rangkaian
    b. Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan
    c. Pengujian yang tidak professional
  • 12. Tegangan antara basis dan emitter ini normalnya untuk transistor germanium adalah 0,3 volt sedangkan tegangan basis emitter untuk jenis silicon sekitar 0,6 volt
  • 13. Transistor NPN
    Transistor mempunyai dua junction, yang satu antara emiter dan basis, dan yang lain antara basis dan kolektor. Karenanya, transistor seperti dua dioda yang berlawanan untuk npn.
  • 14. Transistor PNP
    Untuk transistor jenis PNP, transistor seperti dua buah dioda yang saling berhadapan.
    Transistor PNP adalah komplemen dari transistor NPN, ini berarti transistor pnp diperlukan arus dan tegangan yang berlawanan.
  • 15. Arus Transistor
    Pada sebuah transistor terdapat tiga arus yang berbeda, yaitu arus emiter IE , arus basis IB , dan arus kolektor IC
  • 16. Dari gambar dapat diketahui bahwa :
    - arus yang relatif kecil mengalir menuju basis.
    - arus dengan nilai yang jauh lebih besar mengalir menuju kolektor.
    - arus basis dan arus kolektor mengalir keluar dari transistor melalui emiter.
  • 17. Jika hukum kirchoff I (Jumlah semua arus yang masuk ke suatu titik sama dengan jumlah semua arus yang keluar dari titik itu) diterapkan pada transistor, maka akan memberikan hubungan :
    IE = IC + IB
  • 18. Persamaan tersebut mengatakan bahwa arus emiter adalah jumlah dari arus kolektor dan arus basis. Karena arus basis sangat kecil, arus kolektor kira2 sama dengan arus emiter :
    IC ≈ IE
  • 19. Perbandingan arus pada transistor
    Jika elektron yang diinjeksikan ke dalam emiter sebanyak 100 % maka perbandingan arusnya adalah :
    95 % = arus kolektor
    5 % = arus basis

×