Ca mamme rsdm

1,279 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,279
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ca mamme rsdm

  1. 1. PENGERTIAN Ca mamae adalah suatu penyakit seluler yang dapat timbul dari jaringan payudara dengan manifestasi yang mengakibatkan kegagalan untuk mengontrol proliferasi dan maturasi sel.
  2. 2. <ul><li>Faktor Genetik </li></ul><ul><li>Faktor Hormobal </li></ul><ul><li>Faktor Daya Tahan Tubuh </li></ul><ul><li>Faktor Lingkungan </li></ul>ETIOLOGI
  3. 3. ANALISA DATA Nyeri akut Insisi pembedahan jaringan lunak, insisi pembedahan Ds : Klien mengatakan sakit pd luka bekas jahitan op P: bila digerakkan Q: seperti tertusuk-tusuk R: tangan kanan S: skala 6 T: intermitten Do : Klien melindungi area jahitan, membatasi pergerakan dan menahan nyeri. KU lemah,CM,TD: 110/70 mmHg N: 78 x/menit RR: 18 x/menit S: 36,5°C 1 problem Etiologi Data Fokus NO
  4. 4. Resiko infeksi Tidak adekuatnya pertahanan primer dan sekunder Ds : Klien mengatakan 2 hari yang lalu klien menjalani operasi kanker payudara Do : TD: 110/70 mmHg, N: 78x/mnt, S:37,3°C. KU baik, akral hangat, terpasang infus RL pada tangan kanan, terpasang drain di intercosta ke-4 mid axial dextra, terpasang DC, balutan kassa kotor, merembes darah, terdapat 20 jahitan yang melintang AL:12.000/mm³. 2
  5. 5. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Mual muntah, penurunan nafsu makan. Ds : Pasien mengatakan setelah operasi, tidak nafsu makan jika makan sering mual dan muntah, mulut terasa pahit. Do : Klien tampak sering meludah, mual dan muntah, conjungtiva pucat, porsi makan yang disajikan hanya dihabiskan ± 2-3 sendok makan, Hb: 10,5gr/dl. Ku lemah 3
  6. 6. Intervensi dan Evaluasi S : Klien mengatakan sakit pd bekas op berkurang dg skala 5 O : KU baik,CM TD: 110/80 mmHg A : Masalah teratasi P : Hentikan Intervensi <ul><li>Kaji nyeri PQRST,VS dan KU </li></ul><ul><li>Posisikan klien semi fowler. </li></ul><ul><li>Ajarkan pada tehnik relaksasi nafas dlm. </li></ul><ul><li>Beri lingkungan tenang dg membatasi pengunjung. </li></ul><ul><li>Kolaborasi dgn dokter dlm pemberian analgetik </li></ul><ul><li>Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam, nyeri berkurang dengan </li></ul><ul><li>KH: </li></ul><ul><li>Skala nyeri berkurang menjadi 4 </li></ul><ul><li>Klien tampak rileks </li></ul>1 Evaluasi Intervensi Tujuan No Dx
  7. 7. <ul><li>S : </li></ul><ul><li>Klien mengatakan luka pd balutan lbh nyaman </li></ul><ul><li>O : </li></ul><ul><li>Kondisi luka bersih </li></ul><ul><li>Klien msh terpasang drain </li></ul><ul><li>Drain mengalir lancar keluaran berupa darah Balutan kassa bersih </li></ul><ul><li>TD : 120/70 mmHg, </li></ul><ul><li>N : 84x/menit </li></ul><ul><li>RR: 19x/menit </li></ul><ul><li>S: 36°C </li></ul><ul><li>A : Masalah teratasi </li></ul><ul><li>P : Hentikan intervensi </li></ul><ul><li>Kaji kondisi luka </li></ul><ul><li>Kaji adanya tanda infeksi </li></ul><ul><li>Bersihkan luka setiap hari dg tehnik aseptik </li></ul><ul><li>Pertahankan tehnik aseptik dlm melakukan prosedur invasif </li></ul><ul><li>Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan/kontak dg klien </li></ul><ul><li>Pantau hasil laboratorium </li></ul><ul><li>Kolaborasi dg dokter dalam pemberian antibiotik </li></ul><ul><li>Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam tidak terjadi infeksi, dengan KH: </li></ul><ul><li>Tidak terdapat tanda-tanda infeksi </li></ul><ul><li>Kondisi luka membaik </li></ul>2
  8. 8. <ul><li>S : </li></ul><ul><li>Klien mengatakan mual, muntah sudah berkurang, tidak seperti kemarin </li></ul><ul><li>O : </li></ul><ul><li>Klien sdh mau makan makanan yg disajikan dari RS </li></ul><ul><li>Porsi makan pagi habis ½ porsi </li></ul><ul><li>Porsi makan siang habis ¼ porsi </li></ul><ul><li>Klien tdk pucat </li></ul><ul><li>Klien sdh tdk sering meludah lagi </li></ul><ul><li>A :Masalah teratasi </li></ul><ul><li>P :Hentikan intervensi </li></ul><ul><li>Kaji pola makan klien </li></ul><ul><li>Anjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering </li></ul><ul><li>Anjurkan klien melakukan oral higiene </li></ul><ul><li>Anjurkan klien untuk konsumsi TKTP dan banyak sayuran hijau </li></ul><ul><li>Sajikan makanan dalam keadaan hangat </li></ul><ul><li>Pantau hasil laboratorium darah ( Hb) </li></ul><ul><li>Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antiemetik </li></ul><ul><li>Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam kebutuhan nutrisi teratasi dengan KH : </li></ul><ul><li>KU membaik </li></ul><ul><li>Hb normal (12-10gr/dl) </li></ul><ul><li>Nafsu makan meningkat </li></ul><ul><li>Tidak terjadi mual, muntah </li></ul>3

×