Your SlideShare is downloading. ×
0
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Kriteria Metode Ilmiah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kriteria Metode Ilmiah

12,163

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
12,163
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Kriteria Metode Ilmiah :• Berdasarkan fakta• Bebas dari prasangka• Menggunakan prinsip analisa• Menggunakan hipotesa• Menggunakan ukuran obyektif• Menggunakan teknik kuantifikasi
  2. Peranan Metodologi Dalam Penelitian1. Menambah kemampuan para ilmuwan untukmengadakan ataumelaksanakan penelitian secara lebih baik.2. Memberikan kemungkinan yang lebih besar untukmeneliti hal-halyang belum diteliti.3. Memberikan kemungkinan yang lebih besar untukmelakukanpenelitian interdisipliner.4. Memberikan pedoman untuk mengorganisasikan sertamengintegrasikan pengetahuan mengenai suatu gejala.
  3. • Hakekat :metodologi memberikan pedoman tentangcara-cara seorang ilmuwan mempelajari,menganalisis dan memahami gejala-gejala di lingkungan manusia.
  4. Macam Penelitian• * Berdasar Jenis / Tipe : -> Penelitian Kualitatif• -> Penelitian Kuantitatif• * Berdasar Sifat : -> Eksploratoris / Feasibility Study• (studi penjajakan)• -> Deskripsi (pemaparan)• -> Eksplanatories (menguji• hipotesis)* Berdasar Asal Data Diperoleh :• > Field Research• > Library Research•
  5. Berdasar Bentuk : -> Diagnistik (untuk memperoleh• keterangan sebab terjadinyasuatu gejala)-> Preskriptif (untukmendapatkansaran guna mengatasimasalah )• -> Evaluatif (untuk menilai program• kerja )Berdasar Tujuan : -> Fact Finding• -> Problem Finding• -> Problem Identification• -> Problem Solution
  6. Ciri Masalah Yang Baik :1. Mempunyai Nilai Penelitian :- Asli dan Up to date- Harus menyatakan suatu hubungan- Harus merupakan hal penting- Harus dapat diuji kebenarannya
  7. 2. Mempunyai Fisibilitas :- Data harus tersedia- Metode untuk memecahkan masalah harus ada- Biaya- Waktu- Hasil yang seimbang- Tidak bertentangan dengan norma
  8. 3. Harus Sesuai Dengan KualifikasiPeneliti :- Menarik bagi peneliti- Sesuai derajat ilmiah peneliti
  9. Bagaimana Permasalahan Diperoleh ?• Pengamatan terhadap kegiatan manusia / alam• Bacaan• Analisa bidang pengetahuan tertentu• Ulangan / perluasan penelitian• Cabang studi yang dipelajari / dikerjakan• Pengalaman dan catatan pribadi• Diskusi ilmiah• Konsultasi dengan pakar / orang yang dianggapmengetahui
  10. Data dan Sumber Data• Data: adalah gejala-gejala yang dihadapiatau sesuatu yang ingin diungkapkankebenarannya atau keberadaannya.• Sumber Data : adalah subyek dari manadata dapat diperoleh
  11. Macam DataBerdasar Sumbernya :1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sumberpertama2. Data Sekunder, yaitu data yang diperleh dari sumber kedua dst.Berdasar Tempat Data Diperoleh :1. Data Internal, yaitu data yang diperoleh dari lokasi penelitian.2. Data Eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar lokasipenelitian.
  12. • Ciri Umum Data Sekunder :1. Data sekunder siap pakai.2. Baik bentuk maupun isi data sekunderdibentuk dan diisi oleh peneliti terdahulusehingga peneliti kemudian tidak dapatmelakukan pengawasan terhadappengumpulan, pengolahan dan analisa.3.Tidak terbatas oleh waktu dan tempat.
  13. • Tipe Data Sekunder :•• Bersifat Pribadi : - Data Pribadi• - Dokumen Pribadi•• Bersifat Publik : - Data Arsip• - Data Resmi dari Pemerintah• - Data lain yang dipublikasikan• (mis: Jurisprodensi)
  14. Pengujian Data :•Komparasi :• Internal -> obyek yang sama dibandingkan padasituasi yang berbeda• Eksternal -> obyek yang sama dibandingkan dengantempat lain•Validitas :- > data yang dikumpulkan jitu / valid• -> teknik pengumpulan data tepat atau tidak•
  15. Sumber DataContoh :• Apabila menggunakan Kuesioner ->Responden• Apabila menggunakan Interview ->Informan• Apabila mengunakan Observasi -> benda,gerak/proses sesuatu• Apabila menggunakan Dokumenter ->tulsan
  16. Identifikasi Sumber Data : 3 P1. P = Person -> berupa orangYaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawabanlisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angkat.2. P = Paper - > berupa simbol• Yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda atau simbol yangberupa huruf, angka, gambar atau simbol-simbol lain ( bisanberupa kayu, batu, tulang, lontar dsb.)3 . P = Place• Yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diamatau bergerak.> Diam, misalnya ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, warna> Bergerak misalnya aktivitas, kinerja, laju kendaraan, ritmenyanian, gerak tari, kegiatan beelajar mengajar dll.
  17. Macam Sumber Data :• Sumber Primer -> yaitu sumber /subyekpertama yang memberikan data• Sumber Sekunder -> yaitu sumber/subyek kedua dst yang meberikan data• Sumber Internal -> yaitu sumber yangberada di lokasi penelitian• Sumber Eksternal -> yaitu sumber yangberada di luar lokasi penelitian
  18. Variabel Penelitian• Arti : - Konsep yang mempunyai variasi• nilai• - Konsep yang bervariasi• Karakteristik nilai variabel dapatdibedakan dengan 4 skala:• 1. Nominal 3. Interval• 2. Ordinal 4. Rasio
  19. > Skala nominal : membedakan satu kategori dg kategori lain dalamvariabelContoh : Jenis kelamin : L dan P ; Agama dll> Skala Ordinal : membedakan satu nilai dengan nilai lain danmenunjukkan adanya tingkatanContoh : pangkat, golongan dll> Skala interval : Nilai suatu variabel selain menunjukkan perbedaan,juga mempunyai tingkatan dan mempunyai jarak yang pasti antarakategori satu dengan kategori lain. Nilai variabel tidak diukur darititik nol yang sama. Contoh : Umur Ali 50 th, Amir 25 th. Dll. Skala rasio : kategori variabel selain dibedakan, mempunyaitingkatan serta jarak antara suatu nilai dengan nilai yang lain, dandiukur dari suatu titik yang sama. Contoh : Berat badan Ali : 60 kg,Amir : 30 kgJadi dapat dibuat rasionya : berat badan Ali dua kali berat badanAmir. dsb
  20. > Skala nominal : membedakan satu kategori dg kategori lain dalamvariabelContoh : Jenis kelamin : L dan PAgama dll> Skala Ordinal : membedakan satu nilai dengan nilai lain danmenunjukkan adanya tingkatanContoh : pangkat, golongan dll> Skala interval : Nilai suatu variabel selain menunjukkan perbedaan,juga mempunyai tingkatan dan mempunyai jarak yang pasti antarakategori satu dengan kategori lain. Nilai variabel tidak diukur darititik nol yang sama. Contoh : Umur Ali 50 th, Amir 25 th. Dll. Skala rasio : kategori variabel selain dibedakan, mempunyaitingkatan serta jarak antara suatu nilai dengan nilai yang lain, dandiukur dari suatu titik yang sama. Contoh : Berat badan Ali : 60 kg,Amir : 30 kgJadi dapat dibuat rasionya : berat badan Ali dua kali berat badanAmir. dsb
  21. Jenis Variabel Variabel Independen : variabel yangmempengaruhi munculnya variabel lain Variabel Dependen : variabel yang dipengruhioleh gejala lain Variabel Kontrol : variabel yang sengajadikendalikan sehingga tidak mempengaruhivariabel lain Variabel Intervining : variabel yang tidak dapatdikontrol namun dapat diperhitungkan. Variabel Extranious : variabel di luar yang tidakdikontrol dan tidak diperhitungkan
  22. Cara Mengelompokan/Mengukur Variabel Untuk Variabel bobot sama :1. Summated Rating: yaitu suatu pengelompokanvariabel dengan sekedar menjumlahkan skordari nilai seperangkat variabel yangbersangkutan.Contoh : untuk mengukur “sikap terhadapkelahiran”.Kelemahan : Responeden mempunyai nilai/skorsama tetapi kemungkinan tidak mempunyaisikap yang sama
  23. Contoh:1. Melahirkan anak adalah salah satu setuju / tdk setujupengalaman paling berarti dalam (1) (0)kehidupan seorang wanita2. Adalah kurang baik memiliki hanya setuju / tdk setujuseorang anak, karena sebagai anaktunggal ia akan kesepian dan sedihtidak memiliki saudara3. Kewajiban utama seorang wanita setuju / tdk setujuadalah menjadi ibu dan tidak mengapabagi wanita untuk berkarier sepanjangtidak mengganggu peranannya sebagai ibu.4. Lebih baik mempunyai sekurang-kurangnya setuju / tdk setujuseorang anak laki-laki dan seorang anakperempuan dariu pada salah satunya saja.
  24. 2. Skala Likert :yaitu mengeluarkan pertanyaan / variavelyang tidak kompak dengan pertanyaan lain dalammengukur suatu konsep.> Kemungkinan Jawaban :SS : Sangat SetujuS : SetujuR : Ragu-raguTS : Tidak setujuSTS : Sangat Tidak Setuju Langkah Skala Likert :1. Membuat kuesioner sesuai permasalahan2. Dikirim ke responden untuk dijawab3. Hasil jawaban diberi skor, dan dibuat skor total4. Mencek kekompakan di antara pertanyaan.
  25. Cara Membuat Skor Skala LikertUntuk bentuk kalimat positif, jawabanyang paling mendukung diberi skortertinggi.Contoh : Punya dua anak sudah cukupUntuk bentuk kalimat negatif, jawabanyang paling tidak mendukung diberi skortertinggiContoh : Punya dua anak tidak cukup
  26. Untuk Variabel Bobot Beda Dengan Skala Guttman :Tujuan skala ini adalah untuk memperolehukuran gabungan yang bersifat unidimensional.Dalam arti suatu skala sebaiknya hanya.mengukur satu dimensi saja dari suatu gejala.Contoh : apabila seorang menyejutujui suatupernyataan/pertanyaan yang berbobot lebihberat, maka diharapkan ia juga menyetujuipernyataan/pertanyaan yang berbobot lebihrendah.
  27. Misal : meneliti kepemilikan barang1. Apakah anda memiliki mobil ya / tdk2. Apakah anda memiliki spd motor ya / tdk3. Apakah anda memiliki Sepeda ya /tdk4. Apakah anda memiliki televisi ya / tdk
  28. Hubungan Variabel1. Analisa per variabel2. Analisa hubungan antar variabelMacam Hubungan Variabel :- Hub Simetris : X Yadalah hub timbal balik antar dua var- Hub Asimetris : X Yadalah hub dua variabel dimana salah satuvariabel mempengaruhi variabel lain dan tidaksebaliknya.
  29. Hub Linier : hub dua variabel atau lebihdimana jika terjadi perubahan nilai satuanpada variabel independen diikutiperubahan nilai satuan yang sama padavariabel dependen.Hub Tidak Linier : hub antar variabeldimana jika terjadi perubahan nilai satuantertentu pada variabel independen, akandiikuti perubahan nilai dalam jumlahberbeda atau tidak sebanding padavariabel dependen.
  30. Hubungan Positif : jika terjadi perubahansatuan nilai pada variabel independendiikuti dengan perubahan satuan nilaiyang sama pada variabel dependen padaarah yang sama.>Hubungan Negatif : jika terjadi perubahansatuan nilai pada variabel independendiikuti dengan perubahan satuan nilaiyang sama pada variabel dependen padaarah yang berlawanan.Hub Positif dan Siginifikan?
  31. HipotesisArti :1.Jawaban sementara yang perlu dibuktikankebenarannya2. Trelease : suatu keterangan sementaradari suatu fakta yang diamati3. Kerlinger : pernyataan yang bersifatterkaan dari hub antar dua variabel ataulebih
  32. Ciri Hipotesis Yang Baik1. Hipotesis harus menyatakan hubungan2. Harus sesuai dengan fakta3. Harus bersifat spesifik4. Harus dapat diuji5. Harus sederhana6. Harus dapat menerangkan fakta
  33. Hipotesis berbeda dengan Asumsi• Hipotesis : dugaan yang perlu pembuktian• Asumsi : dugaan yang tidak perlupembuktian karena sudah menyangkutsesuatu yang benar.Contoh :Asumsi : “bahwa lampu dapat menyalakarena ada aliran listrik”Hipotesis : “bahwa lampu tdk menyalaakibat dari : …………..”
  34. PopulasiArti :1. Adalah sekumpulan unsur atau elemenyang menjadi obyek penelitian2. Atau merupakan himpunan semua halyang ingin diketahuiWujud :Individu, lembaga, kelompok, dokumen,jenis barang dll.
  35. Cara menentukan populasi :Faktor penentu :1. Isi2. Satuan3. Cakupan4. WaktuContoh : Bila ingin meneliti tentang prestasiKepala Desa di Kab. Ngawi tahun 20101. Isi : semua kepala pemerintahan setingkat desa2. Satuan : Semua Kepala Desa3. Cakupan : di seluruh wilayah kab. Ngawi4. Waktu : 2010
  36. Contoh lain:Jika ingin meneliti partisipasi masyarakatterhadap program KB di Kab. Ngawitahun 20111. Isi : PUS2. Satuan : Akseptor KB3. Cakupan : seluruh wil kab. Ngawi4. Waktu : 2011Apakah mungkin semua populasi diteliti?
  37. Sampel :- adalah sebagian dari populasi- atau kelompok yang mewakili populasiCara menentukan jumlah sampel denganmengunakan rumus Taro Yamane atauSlovin• N• n =• N.d2+ 1• Dimana :• n = Jumlah sampel• N = Jumlah Populasi• d2= Presisi
  38. Contoh Penentuan Besarnya Sampel• Misalnya kita akan menentukan 12,5 % darijumlah populasi 78 orang, maka dapat dicari:• N 78• n = =• N.d2+ 1 (78) 0,1252+ 1•• 78• = = 35,155 = 35 responden•
  39. Teknik pengambilan sampel :1. Probabilita : teknik penarikan sampel dimanasetiap elemen/anggota populasi diberikesempatan yang sama untuk dipilih sebagaisampel2 Non Probabilita : anggota populasi tdk diberikesempatan yang sama sebagai sampel
  40. Jenis Probabilitas1. Simple Random Sampling (sampelrandom sederhana) :adalah sebuah sampel yang diambilsedemikian rupa sehingga setiapanggota populasi mempunyai peluangyang sama untuk dipilih menjadi sampelCara : - undian (arisan)- daftar- tabel
  41. 2. Systematic Random Sampling (sampelsistematis)adalah suatu metode pengambilan sampel,dimana unsur atau anggota pertama saja darisampel yang dipilih secara random, sedangkananggota selanjutnya dipilih secara sistematismenurut pola tertentu.Cara : - membuat daftar populasi- membuat interval- menentukan nomor berapa untukmemulai menghitung.
  42. Contoh :- Jumlah populasi : 1.000- Jumlah sampel : 100Langkah :- membuat daftar nama 1 – 1000- menentukan interval : 1.000 / 100 = 10- menentukan nomor pertama, misal :dilakukan secara acak yang diambil no. 5,maka sampel 5, 15, 25, 35, …… dst.* Bagaimana bila yang terpilih sebagai sampelorangnya tidak ada, maka dapat diambil namaorang di bawah / di atas angka.
  43. 3. Stratified Random Sampling (sampelstratifikasi)adalah teknik pengambilan sampelberdasarkan strata populasi.cara :1. Proporsional : yaitu penarikan sampelyang berimbang untuk setiap strata.2. Non proporsional : yaitu penarikansampel yang tidak berimbang untuk setiapstrata.
  44. Contoh : ProporsionalPopulasi : strata I = 1.500II = 500 30 : 10 : 1III = 50seandainya kita menghendaki 82 sampel,maka strata I : 30/41 x 82 = 60II : 10/41 x 82 = 20III : 1/41 x 82 = 2Untuk non proporsional: peneliti dapatmenetapkan sendiri jumlah sampel yang akandiambil dari masing-masing strata, denganalasan tertentu. Dalam hal ini penelitian harusmemperhatikan heterogenitas populasi.
  45. 4. Cluster sampling (sampel berkelompok)adalah sistem pengambilan sampel denganterlebih dulu membagi populasi ke dalamkelompok-kelompok (disebut cluster)(pengelompokan ini berbeda dengan strata).Contoh : jika ingin meneliti “pendapatan rata-rataper bulan dari setiap keluarga pada suatu desa.Langkah : menentukan cluster yaitu dukuh,misal ada 7 dukuh, jml sampel 3 dukuh diambilsecara random , maka seluruh KK dari ketigadukuh tersebut dijadikan sampel.
  46. Sampel Non ProbabilitasArti : pengambilan sampel yang tidakmemberikan kesempatan yang samaterhadap populasi.Alasan penggunaan teknik non probabilita:- Tidak mungkin diperoleh daftar lengkapdari populasi penelitian- Pada kondisi yang tidak memungkinkanpeneliti untuk memilih anggota populasisebagai sampel dengan cara memberikankesempatan yang sama.
  47. Contoh : metode non probabilita1. Purposive sampling : metode samplingdimana peneliti menggunakanpertimbangan sendiri.2. Accidental sampling (sampel secarakebetulan), (biasa dipakai untuk populasiyang berupa kerumunan)- menjadikan sampel kepada orang(populasi) yang kebetulan berdekatan.- atau orang yang dijumpai pertama kali.
  48. 3. Covinience samples : yaitu sampelmudah4. Quota sampling : teknik sampling dengancara menetapkan kuota dari masing-masing strata yang sebelumnya belumdiketahui jumlahnya.5. Snowball sampling : metode penarikansampel dilakukan melalui sistem jaringankarena populasi sulit diidentifikasi6. Studi sensus: seluruh anggota populasidijadikan sampel.

×