Bab i
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab i

on

  • 2,141 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,141
Views on SlideShare
2,141
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
37
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Bab i Bab i Document Transcript

  • BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti harus bisamempertahankan dirinya masing – masing. Banyak cara yangditempuh manusia untuk mempertahankan hidupnya. Salah satucara yang bisa ditempuh untuk mempertahankan hidupnya adalahdengan menjalankan bisnis. Bisnis bisa diartikan sebagaiorganisasi yang menyediakan barang atau jasa dengan maksudmendapatkan laba (keuntungan). Seiring dengan perkembangan zaman, dunia bisnis punmenjadi semakin marak. Dengan berkembangnya dunia bisnis ini,kebutuhan dana menjadi hal yang tak dapat dielakkan lagi baikoleh kalangan usahawan perseorangan maupun usahawan yangtergabung dalam suatu badan hukum di dalam mengembangkanusahanya maupun di dalam meningkatkan mutu produknya,sehingga dapat dicapai suatu keuntungan yang memuaskanmaupun tingkat kebutuhan bagi kalangan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, saat ini semakinbanyak orang yang mendirikan suatu lembaga pembiayaan yangbergerak di bidang penyediaan dana ataupun barang yang akandipergunakan oleh pihak lain di dalam mengembangkan usahanya.Lembaga pembiayaan tersebut merupakan lembaga keuangannonbank. Yang membedakan lembaga pembiayaan dengan bankadalah bank mengambil dana secara lansung dari masyarakatsedangkan lembaga pembiayaan tidak mengambil dana secaralangsung dari masyarakat. Salah satu lembaga pembiayaan yang berkembang pesat saatini adalah sewa guna usaha atau biasa disebut juga denganLeasing. Saat ini, leasing merupakan salah satu cara perusahaanmemperoleh asset atau kepemilikan tanpa harus melalui prosesyang berkepanjangan. Semuanya telah diatur oleh perusahaanleasing yang disediakan 1
  • oleh berbagai perusahaan. Leasing juga merupakan salah satulangkah penghindaran resiko tinggi yang saat ini sudah disadarioleh para usahawan yang ada. Bila dilihat dari propspek kebutuhan pembangunan, usahaleasing jelas dapat berkembang pesat dan memainkan perananaktif sebagai lembaga keuangan baru, yang khusus bergerakdalam penyediaan barang modal, sebagai alternative sumberpembiayaan suatu perusahaan bisnis dan mempunyai harapanuntuk memenuhi kebutuhan pasarnya yang luas. Potensi bisnis leasing di Indonesia sudah lama diamati olehpara penanam modal. Sebelum tahun 1980, jumlah perusahaanleasing yang beroperasi 5 buah. Kemudian melalui kampanyepenggalangan usaha di bidang leasing oleh pemerintah, animoinvestor terus meningkat. Tahun 1988 di Jakarta saja sudahtercatat 83 buah perusahaan leasing yang sudah menjalankanoperasinya, bahkan sudah dibentuk Asosiasi Leasing Indonesia(ALI). Beberapa perusahaan besar juga bergabung dalam AsosiasiLeasing Indonesia, seperti Adira Finance dan Adira Kredit.1.2 Tujuan Penulisan Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sertamemperkenalkan kepada pembaca sekalian salah satu lembagapebiayaan yaitu sewa guna usaha / leasing. Penulis juga membuatmakalah ini dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliahhukum bisnis. 2
  • BAB II LANDASAN TEORI2.1 Lembaga Pembiayaan2.1.1 Pengertian Lembaga Pembiayaan Dalam Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tangga20 Desember 1988, dan dijabarkan leih lanjut melalui KeputusanMenteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara PelaksanaanLembaga Pembiayaan, Pasal 1, dijelaskan bahwa yangdimaksudkan dengan lembaga pembiayaan adalah suatu badanusaha yang di dalam melakukan kegiatan pembiayaan dalambentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarikdana secara langsung dari masyarakat.2.1.2 Bidang usaha lembaga pembiayaan Adapun bidang – bidang usaha yang dilakukan olehlembaga pembiayaan antara lain meliputi bidang – bidang seperti : • Sewa guna usaha / leasing; • Modal ventura/venture capital; Adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. • Perdagangan surat berharga/securities company; Adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk perdagangan surat berharga. • Anjak piutang/factoring; Adalah badan yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 3
  • • Usaha kartu kredit/credit card; Adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit. • Pembiayaan konsumen/consumer finance; Adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala.2.2 Sewa Guna Usaha (Leasing)2.2.1 Pengertian Leasing Kata leasing berasal dari kata to lease yang berartimenyewakan. Menurut Surat Keputusan Bersama MenteriKeuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan danKoperasi Nomor : Kep-122/MK/IV/1/1974; No. 32/M/SK/2/1974; danNo. 30/Kpb/I/1974, tertanggal 7 Februari 1974, yang dimaksuddengan sewa guna usaha atau leasing adalah setiap kegiatanpembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang –barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, untukjangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkaladisertai dengan hak pilih (optie) bagi perusahaan tersebut untukmembeli barang – barang modal yang bersangkutan ataumemperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yangtelah disepakati bersama.2.2.2 Teknik – teknik pembiayaan Leasing Teknik pembiayaan leasing dapat dilihat dari jenis transaksileasing yang secara garis besar dapat dibagi dua kategoripembiayaan yaitu: 1. Finance LeaseFinance lease merupakan suatu bentuk pembiayaan dengan carakontrak antara lessor dengan lessee dengan pemberian hak opsikepada lessee pada akhir periode lease. Disamping itu, financelease dapat dibagi dalam beberapa bentuk transaksi sebagaiberikut: 1) Direct Financial Lease. Transaksi leasing dalam bentuk direct lease atau sering pula disebut true-lease atau disingkat direct lease saja merupakan suatu bentuk trnasaksi leasing di mana lessor membeli suatu barang atas permintaan pihak lessee dan 4
  • sekaligus menyewagunausahakan barang tersebut kepada lessee yang bersangkutan. 2) Sale and Lease Back. Transaksi leasing jenis ini pada prinsipnya adalah pihak lessee sengaja menjual barang modalnya kepada lessor untuk kemudian dilakukan kontrak sewa guna usaha atas barang tersebut antara lessor dengan lessee yang dalam hal ini sebagai pihak yang menjual barnag untuk digunakan selama masa lease yang disetujui kedua pihak. Metode leasing ini dimaksudkan untuk memperoleh tambahan dana untuk modal kerja. Jadi transaksi leasing disini bersifat refinancing. 3) Leverage Lease. Pada prinsipnya leveraged lease merupakan salah satu teknik pembiayaan dalam finance lease yang digunakan lessor. 4) Syndicated Lease. Adalah pembiayaan leasing yang dilakukan lebih dari satu lessor atas suatu objek leasing. Syndicated lease terjadi apabila lessor karena alasan-alasan resiko tidak bersedia atau karena suatu alasan tidak memiliki kemampuan pendanaan untuk menutup sendiri suatu transaksi leasing yang nilainya cukup besar yang dibutuhkan oleh lessee. 5) Cross Border Lease. Adalah transaksi leasing yang dilakukan di luar bataas suatu Negara yaitu Negara dimana lessor berkedudukan berbeda dengan Negara lessee. 6) Vendor Program. Vendor program atau disebut juga dengan vendor lease adalah suatu metode penjualan yang dilakukan oleh produsen atau dealer di mana perusahaan leasing memberikan atau menyediakan fasilitas leasing kepada pembeli barang.2. Operating Lease Leasing Dalam bentuk ini, lessor sengaja membeli barang modal dan selanjutnya dilease-kan kepada lessee. Berbeda dengan finance lease, dalam operating lease jumlah seluruh pembayaran berkala tidak mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang modal tersebut berikut dengan bunganya. 5
  • 2.2.3 Ciri – ciri Sewa Guna UsahaDilihat dari segi pandangan hukum, kegiatan sewa guna usahamemiliki 4 (empat) ciri yaitu: a) Perjanjian antara lessor dengan pihak lessee. b) Berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lessee. c) Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang (asset). d) Lessee mengembalikan barang tersebut kepada lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomi barang tersebut.2.2.4 Pihak yang berkepentingan dalam Leasing Dalam usaha leasing, terdapat beberapa pihak yangbersangkutan dalam perjanjian leasing, yaitu : 1. Pihak yang disebut leasor, yaitu pihak yang menyewakan barang, dapat terdiri dari bebrapa perusahaan. Pihak penyewa ini disebut juga sebagai investor, equity-holders, owner-participants atau trustters-owners. 2. Pihak yang disebut lesse, yaitu pihak yang menikmati barang tersebut dengan membayar sewa guna usaha yang mempunyai hak opsi. 3. Pihak kreditur atau lender atau disebut juga debt-holders atas loanparticipants dalam transaksi leasing. Mereka umumnya terdiri dari bank, insurance company, trust, yayasan. 4. Pihak supplier, yaitu penjual dan pemilik barang yang disewakan. Supplier ini dapat terdiri dari perusahaan yang berada di dalam negeri atau yang mempunyai kantor pusat di luar negeri. 6
  • 2.2.5 Mekanisme LeasingSecara garis besar mekanisme leasing dapat diuraikan sebagaiberikut. (1) Lessee menghubungi supplier untuk pemilihan dan penentuan jasa barang,. spesifikasi, harga, jangka waktu pengiriman, jaminan purnajual atas barang yang akan di- lease. (2) Lesee melakukan negosiasi dengan lessor mengenai kebutuhan pembiayaan barang modal. Pada tahap awal ini, lessee dapat meminta lease quotation yang tidak mengikat dari lessor. Dalam lease quotation ini dimuat mengenai syaratsyarat pokok pembiayaan leasing antara lain: keterangan barang, harga barang, cash security deposit, residual value, asuransi, biaya administrasi, jaminan uang sewa dan persyaratan-persyaratan lainnya. (3) Lessor mengirimkan letter of offer atau commitment letter kepada lessee yang berisi syarat-syarat pokok persetujuan lessor untuk membiayai barang modal yang dibutuhkan lessee tersebut. Apabila lessee menyetujui semua ketentuan dan persyaratan dalam letter of offer, kemudian lessee menandatangani dan mengembalikannya kepada lessor. (4) Penandatangan kontrak leasing setelah semua persyaratan dipenuhi lessee. Kontrak leasing tersebut sekurang- kurangnya mencakup hal-hal antara lain: piihak-pihak yang terlibat, hak milik, jangka waktu, jasa leasing, opsi bagi lessee, penutupan asuransi, tanggung jawab atas objek leasing, perpajakan, jadwal pembayaran angsuran sewa dan sebagainya. (5) Pengiriman order beli kepada supplier disertai instruksi pengiriman barang kepada lessee sesuai dengan tipe dan spesifikasi barang yang telah disetujui. (6) Pengiriman barang dan pengecekan barang oleh lessee sesuai pesanan. Selanjutnya lessee menandatangani surat tanda terima dan perintah bayar dan diserahkan kepada supplier. (7) Penyerahan dokumen oleh supplier kepada lessor termaasuk faktur dan buktibukti kepemilikan barang lainnya. (8) Pembayaran oleh lessor kepada supplier. (9) Pembayaran angsuran (lease payment) secara berkala oleh lessee kepada lessor selama masa sewa guna usaha yang seluruhnya mencakup pengembalian jumlah yang dibiayai serta bunganya. 7
  • 2.2.6 Manfaat dan Keunggulan LeasingManfaat dan kelebihan dari kegiatan atau industry sewa gunausaha/leasing antara lain : 1.Leasing/sewa guna usaha dapat dijadikan sebagai salah satu sumber dana bagi pengusaha yang membutuhkan barang modal, selama jangka waktu tertentu dengan membayar sewa. 2.Usaha leasing/sewa guna usaha dapat memberikan pembiayaan dalam waktu yang cepat. 3.Dengan perjanjian leasing/sewa guna usaha, suatu perusahaan akan terasa lebih menghemat dalam hal pengeluaran dana tunai disbanding dengan membeli secara tunai. 4.Mempunyai keunggulan – keunggulan sebagai alternative baru bagi pembiayaan di luar system perbankan, misalnya : • Proses pengadaan peralatan modal relative lebih cepat dan tidak memerlukan jaminan kebendaan, prosedurnya sederhana dan tidak ada keharusan melakukan studi kelayakan yang memakan waktu lama. • Pengadaan kebutuhan modal alat – alat berat dan mahal dengan teknologi tinggi amat meringankan terhadap kebutuhan cash flow-nya mengingat system pembayaran cicilan berjangka panjang. • Posisi cash flow perusahaan akan lebih baik dan biaya – biaya modal menjadi lebih murah dan menarik. • Perencanaan keuangan perusahaan lebih mudah dan sederhana.2.2.7 Tiga Bentuk Ikatan dalam Hukum Perdata Dalam Hukum Perdata, ada tiga bentuk ikatan yang miripsatu sama lainnya, namun berlainan dalam hukumnya yaitu antarasewa guna usaha/leasing, sewa beli, dan jual beli secara angsuran.Baik perjanjian sewa beli maupun jual beli dengan angsuranketentuannya belum diatur dalam KUHPerdata. Maka denganKeputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 34/KP/II/80tanggal 1 Februari 1980 tentang Perizinan Kegiatan Usaha SewaBeli (hire purchase), jual beli dengan angsuran (credit sale) dansewa (renting). 8
  • • Sewa Beli (hire purchase)Sewa beli merupakan jual beli barang di mana penjualmelaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkansetiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli yang denganpelunasan atas harga barang yang telah disepakati bersama danyang diikat dalam suatu perjanjian, serta hak milik atas barangtersebut baru beralih dari penjual kepada pembeli setelah jumlahharganya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual. • Jual beli secara angsuran (credit sale) Jual beli secara angsuran adalah jual beli di mana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara menerima pelunasan pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dalam bebrapa kali angsuran atas harga barang yang telah disepakati bersama dan yang diikat dalam suatu perjanjian, serta hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli pada saat barangnya diserahkan oleh penjual kepada pembeli.Persamaan antara perjanjian leasing dengan kedua perjanjian diatas adalah bahwa pada perjanjian leasing, lesse membayarimbalan jasa kepada lessor dalam waktu tertentu. Sedangkan padaperjanjian sewa beli dan jual beli dengan angsuran, pembelimembayar angsuran kepada penjual dalam waktu tertentu sesuaidengan perjanjian. 9
  • Sedangkan perbedaannya dapat diuraikan sebagai berikut : Perjanjian Leasing Perjanjian Leasing Perjanjian Sewa Beli dan Jual Beli secara Angsuran1. Lessor adalah pihak yang 1. Harga pembelian barang sebagianmenyediakan dana dan kadang – kadang dibayar oleh pembeli.membiayai seluruh Jadi penjual tidak membiayai seluruhpembelian barang tersebut. harga beli barang yang bersangkutan.2. Masa leasing biasanyaditetapkan sesuai dengan 2. Jangka waktu tidak memperhatikanperkiraan umur kegunaan baik pada perkiraan umur kegunaanbarang. barang maupun kemampuan pembeli mengangsur harga barang.3. Pada akhir masa leasing, 3. Pada akhir masa perjanjian, hak miliklesse dapat menggunakan atas barang dengan sendirinya beralihhak opsinya untuk membeli pada pembeli. Hak milik atas barangbarang yang bersangkutan, beralih dari penjual pada pembeli padasehingga hak milik atas saat barang diserahkan oleh penjual.barang beralih pada lesse. BAB III OBJEK PENELITIAN Objek penelitian yang digunakan oleh penulis adalah PTAdira Finance yang bergerak dalam sewa guna usaha / leasingdalam bidang kendaraan / transportasi. Dibangun dengankesungguhan tekad untuk menjadi perusahaan terbaik danterpercaya di sektor pembiayaan konsumen bidang otomotif, PTAdira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance” atau“Perusahaan”) yang didirikan sejak tahun 1990 telah menjadi salahsatu perusahaan pembiayaan terbesar untuk berbagai merekotomotif di Indonesia berdasarkan pangsa pasar dan jumlah aktivayang dikelola. Pada bulan Maret 2004, Adira Finance melakukanpenawaran saham perdana, yang diikuti dengan pengalihan 75,0%kepemilikan pemegang saham lama melalui penempatan terbataske PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon), salah satubank swasta nasional terbesar yang dimiliki oleh Grup Temasekdari Singapura. Dengan dukungan dari Bank Danamon,Perusahaan terus mengembangkan usahanya denganmenciptakan keunggulan kompetitif yang dapat menghasilkan nilaiyang tinggi, baik bagi konsumen maupun pemegang saham. 10
  • Sejalan dengan kemampuan utama Perusahaan dalam mengelolarisiko pembiayaan secara retail, Adira Finance lebih berkonsentrasikepada pembiayaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi.Dengan dukungan dana yang besar dari Bank Danamon, sertaprofesionalisme dan dedikasi yang tinggi, Perusahaan mampumembukukan pembiayaan baru sebesar Rp 8,5 triliun pada tahun2006. Dari jumlah pembiayaan baru tersebut, 74,5% berasal darisektor pembiayaan sepeda motor dan 25,0% berasal dari sektorpembiayaan mobil. Perusahaan membiayai sedikitnya 12,2% dariseluruh penjualan sepeda motor baru dan 3,9% dari seluruhpenjualan mobil baru di Indonesia selama tahun 2006. Tahun 2006 merupakan tahun yang penuh tantangansebagai akibat dari kondisi ekonomi makro yang kurangmenguntungkan. Namun demikian, Adira Finance mampu melewatitahun sulit tersebut dengan hasil yang memuaskan. Hasil tersebutdapat terwujud berkat kerjasama yang baik antar karyawan danperhatian penuh Perusahaan terhadap pengembangan sumberdaya manusia. Untuk menghasilkan individu terbaik, Perusahaantelah menerapkan budaya perusahaannya melalui programpelatihan yang berkesinambungan yang menyentuh hati karyawan,mitra usaha dan komunitas secara umum. Keseluruhan upaya inimenghasilkan kebanggaan dan kecintaan terhadap Perusahaan.Sementara itu, belajar dari pengalaman Perusahaan dalammelewati tahun-tahun yang sulit, Adira Finance mulai melebarkansayapnya dan mengembangkan strategi yang tepat, yaitu mulaibergerak melayani konsumen yang hendak mengajukanpembiayaan atas kepemilikan sepeda motor atau mobil danmemperkokoh posisinya sebagai perusahaan pembiayaan yangmembiayai berbagai merek otomotif. Strategi ini terbukti efektifseiring dengan terus berkembangnya industri otomotif terutamauntuk sepeda motor, sehingga menjadikan Adira Finance sebagaisalah satu pemain terbesar di sektor pembiayaan konsumenotomotif, tanpa harus terikat pada salah satu merek otomotiftertentu. Didukung dengan lebih dari 12,500 karyawan dan 245jaringan usaha yang tersebar di banyak kota di Indonesia, AdiraFinance telah memantapkan posisinya sebagai salah satuperusahaan pembiayaan konsumen otomotif terkemuka diIndonesia. 11
  • BAB IV PEMBAHASAN Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalambidang sewa guna usaha otomotif, Adira Finance juga mengalamibanyak hambatan dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satukendala yang dihadapi oleh Adira Finance dalam mengadapi bisnissewa guna usaha adalah masalah regulasi yang belummengakomodasi kepentingan bisnis. Belum ada kejelasanketentuan pajak yang mengatur mengenai transaki sale and leaseback. Akibatnya adalah, pajak berganda yang diterima oleh parapelaku industry sewa guna usaha ini, termasuk Adira Finance. Sale and lease back merupakan salah satu mekanismepembiayaan yang dilakukan perusahaan sewa guna usaha di mananasabah membeli terlebih dahulu kebutuhan barangnya untukkemudian dibiayai melalui perusahaan pembiayaan. Para pengusaha di bidang pembiayaan ini, termasuk AdiraFinance, berharap amandemen Undang – Undang No. 18/2000tentang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) oleh DPR dapatmenghilangkan pajak berganda yang menekan industry leasing.Dalam Pasal IA UU tersebut yang juga merupakan amandemendari UU No. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang danJasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah itu, dinyatakanyang termasuk dalam pengertian penyerahan barang kena pajakadalah penyerahan hak atas barang kena pajak karena suatuperjanjian. Selain itu, disebutkan barang kena pajak lainnya ialahpengalihan barang kena pajak oleh karena suatu perjanjian sewabeli dan perjanjian leasing, penyerahan barang kena pajak kepadapedagang perantara atau melalui juru lelang, dan pemakaiansendiri dan atau pemberian Cuma – Cuma atas barang kena pajak. Dirjen Pajak menegaskan bahwa UU tersebut akandiamandemen kembali mengingat masih belum sempurnanyaregulasi bagi dunia leasing. Namun, dengan adanya amandemenUU tersebut, para pelaku bisnis pembiayaan termasuk AdiraFinance mengalami sedikit kemudahan dalam menjalankan pajakperusahaannya. Selain itu, masalah lain yang dihadapi oleh Adira Financeselaku perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaankonsumen bidang otomotif, adalah Adira Finance tidak bisa sertamerta menyita kendaraan dari orang yang tidak membayar cicilamdengan alasan telah terjadi kontrak karena dalam hukum Indonesiayang berhak menyita adalah pengadilan. Namun, sebenarnya Adira Finance dapatmengatasnamakan kebebasan berkontrak yang ia buat dengankonsumen sehingga Adira Finance berhak menyita kendaraan. 12
  • Namun, kontrak atau perjanjian tersebut rupanya dibatasi oleh 3hal yaitu kebiasaan, ketertiban umum dan undang – undang. Artinya, perjanjian kontrak bisa batal demi hukum jikamelanggar undang – undang seperti adanya hak menyita barangyang dikredit jika tidak membayar angsuran dalam jangka waktutertentu. Karena yang berhak menyita sesuai hukum Indonesiaadalah pengadilan. Selain itu, perjanjian yang dibuat oleh hampir kebanyakanperusahaan leasing kendaraan termasuk Adira Finance denganmasyarakat yang mengkredit kendaraan menggunakan klausulabaku atau perjanjian kontrak yang tidak sesuai dengan UUPerlindungan Konsumen. Maka dari itu, dibentuklah PerwakilanBadan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di tingkatpropinsi dan Badan Pegawasan Sengketa Konsumen (BPSK) ditingkat kabupaten/kota. Namun, pada kenyataannya, ada perusahaan leasingkendaraan lain yang tidak mematuhi BPKN dan BPSK tersebut.Dengan alas an demi keamanan perusahaan dan perjanjiankontrak, Adira Finance dapat melakukan penyitaan kendaraan yangsudah tidak dicicil oleh konsumennya. Apabila konsumen tersebutmerasa keberatan, dapat mengajukan sengketa tersebut kepengadilan dengan menempuh jalur hukum. 13
  • BAB V PENUTUP5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah : • Dengan semakin berkembangya dunia bisnis, maka semakin banyak perusahaan yang terjun ke dunia bisnis. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terjun ke dunia bisnis, maka semakin banyak kebutuhan dana dan modal yang harus dipenuhi oleh berbagai perusahaan. Hal tersebut mendorong industry bisnis yang bergerak dalam bidang pembiayaan yang disebut lembaga pembiayaan. • Leasing termasuk ke dalam salah satu bentuk lembaga pembiayaan karena yang dikatakan dengan lembaga pembiayaan adalah suatu badan usaha yang di dalam melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Sedangkan leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang – barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih (optie) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang – barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, leasing termasuk salah satu jenis lembaga pembiayaan karena leasing membiayai perusahaan dalam bentuk penyediaan barang modal. • Adira Finance merupakan salah satu perusahaan leasing yang bergerak dalam bidang pembiayaan otomotif. Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh Adira Finance dalam berkecimpung di dunia leasing. Diantaranya, regulasi yang belum bisa mengakomodasi transaksi dalam kegiatan leasing yang mengakibatkan pajak berganda (double taxation). Selain itu, masalah khusus yang dihadapi oleh pebisnis pembiayaan otomotif adalah bahwa perusahaan tidak bisa serta merta menyita endaraan karena cicilan atau kredit yang macet dengan alasan para konsumen memiliki hak perlidungan konsumen yang mengatakan bahwa yang berhak menyita barang atau kendaraan adalah pengadilan. • Perusahaan leasing dan lembaga pembiayaan lainnya akan menjadi sector bisnis yang dapat membantu masyarakat 14
  • luas yang masih awam dalam sisi pendanaan yang nantinya akan banyak menarik para pengusaha untuk masuk ke dalam dunia bisnis.5.2 Saran 1. Hendaknya pemerintah dapat mengakomodasi regulasi untuk seluruh transaksi perusahaan leasing dengan cara membentuk UU khusus dan juga mengamandemen UU sesuai dengan perkembangan jaman. 2. Para perusahaan yang bergerak sebagai lessor, hendaknya dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada konsumen sehingga tidak terjadi perselisihan antara konsumen dan juga pihak lessor. 3. Lessor dan lesse saling menghargai hak masing – masing dan menjalankan kewajiban masing – masing sesuai dengan perjanjian kontrak yang sudah dibuat sehingga tidak ada perselisihan antara pihak lessor dan pihak lesse. 15
  • DAFTAR PUSTAKASimatupang, Richard Burton. 2003. Aspek Hukum dalam Bisnis.Jakarta : Rineka Cipta.Di Akses Dari : http:// www.adira.co.idDi Akses Dari : .................... 16