Diare akut dehidrasi

7,888 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,888
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
85
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Diare akut dehidrasi

  1. 1. LAPORAN KASUS KELOMPOK VI030.11.031 Anggie Pradetya Maharani 030.11.039 Apriesta Athica Caroline030.11.032 Angie Beatrice 030.11.042 Archi Cherrya Oktiandini030.11.033 Anindya 030.11.043 Arini Nisaul I A030.11.034 Anindya Latona Sidarta 030.11.044 Armando Rahadian030.11.035 Anisa Putri Zakirah 030.11.046 Ashrinda Jussinur030.11.036 Annisa Anzar Aprilianti 030.11.047 Astrid Fiyoni030.11.037 Annisa Rizky Maulida 030.11.048 Atika Asrianti Taslim030.11.038 Anya Dewi Nastiti 030.11.049 Atrya Iga Amanda JAKARTA 6 Desember 2012
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN Diare akut adalah buang air besar ada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertaiperubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsungkurang dari satu minggu. Sedangkan menurut Ghisan, diare kronik sebagai satu episode diare lebihdari 2 minggu, dan menurut Walker-Smith et al, suatu kondisi serupa yang disertai berat badanmenurun atau sukar naik merupakan definisi dari diare peristen(1).Setiap tahun diperikirakan lebihdari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3,3 juta kasuskematian sebagai akibatnya.Diperkirakanangka kejadian di negara berkembang berkisar 3,5 ± 7 episode per anak pertahun dalam 2 tahunpertama kehidupan dan 2 ± 5 episode per anak per tahun dalam 5 tahun pertama kehidupan.Sebagai gambaran 17% kematian anak di dunia disebabkan oleh diare, sedangkan di Indonesia,hasil Riskesdas 2007 diperoleh bahwa diare masih merupakan penyebab kematian bayi yangterbanyak yaitu 42% dibanding pneumonia 24%, sedangkan untuk golongan 1-4 tahun penyebabkematian karena diare 25,2% dibanding pneumonia 15,5%.1Mekanisme penularan utama untukpatogen diare adalah fecal-oral dengan makanan dan air sebagai media penyebarannya.
  3. 3. BAB II LAPORAN KASUSSesi 1 : Seorang anak lelaki berusia 10 bulan dibawa ke Puskesmas karena diare yang sudahberlangsung selama 2 hari. Diare terjadi setiap hari kira-kira 6-8 kali/hari dengan tinja cair berlendirtanpa darah dan setiap diare sebanyak kira-kira ¼ gelas.Sehari sebelum dibawa ke Puskesmas anakmengalami muntah 3 kali jumlah banyak.Selain diare, anak batuk pilek disertai demam.Sesi 2 : Pada anamnesis selanjutnya bayi kelihatan haus yang bila disusukan bayi kelihatan lebihtenang. Pasien hanya dirawat beberapa jam di ruangan observasi (one day care center) dan tidakdirawat inap kemudian pulang dengan diberi terapi dari Puskesmas. Dua hari kemudian dibawa lagike Rumah Sakit karena masih diare, kejang dan tidak mau minum.Sejak satu hari terakhir kencingsangat kurang dan terlihat sangat gelisah.Pada pemeriksaan bayi: BB= 12 kg, kelihatan lemah, suhu 39 c, pernafasan cepat dengan RR= 56kali/menit, nadi masih teraba, denyut jantung 152 kali/menit. Pada pemeriksaan kepala fontanelmayor dan mata kelihatan cekung, dan konjungtiva kelihatan kering. Abdomen kelihatan kembungdan bising usus sulit didengar,
  4. 4. BAB III PEMBAHASAN Untuk menentukan diagnosis yang tepat pada pasien kasus ini, dilakukan hal-halsebagai berikut: identifikasi pasien, identifikasi keluhan utama, hipotesis, anamnesis tambahan,pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.I. Identifikasi pasien Nama :- Umur : 10 bulan Jenis kelamin : laki-lakiII. Keluhan utama Diare yang sudah berlangsung selama dua hari.III. Hipotesis Menurut perjalanan penyakitnya (WHO), hipotesis anak berusia 10 bulan ini menderita Diare akut yaitu diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat(2). Yang dapat disebabkan oleh: Diare akut disertai dehidrasi. Diare akut pada kasus ini bisa disebabkan oleh Infeksi bakteri invasif seperti: Shigella sp, Salmonella, Campylobavter jejuni, EIEC dan EHEC. Bakteri melekatkan diri di dinding mukosa usus sehingga menyebabkan perubahan maupun kerusakan dinding mukosa usus menimbulkan diare lendir/darah. Selain itu dapat disebabkan oleh Rotavirus yang merupakan penyebab utama diare pada bayi dan anak anak biasanya berumur <5 tahun. Virus ini menyerang enterosit matang dari villi usus halus; memproduksi NSP4 enterotoksin. Bisa disertai dehidrasi, demam, muntah dan abdominal pain. Intoleransi laktosa Intoleransi laktosa merupakan gangguan penyerapan laktosa yang disebabkan oleh defisiensi enzim laktosa yaitu laktase dalam brush border usus halus. Sindroma
  5. 5. klinis ditandai oleh satu atau lebih manifestasi klinis seperti sakit perut, diare, mual, kembung, produksi gas di usus meningkat setelah konsumsi laktosa atau makanan yang mengandung laktosa(3).IV. Anamnesis Riwayat Penyakit Sekarang 1. Apakah warna dari feses pada bayi ? 2. Apakah diare pada bayi ini disertai kembung pada perut ? 3. Apakah bayi tampak gelisah maupun apatis ? 4. Apakah bayi masih diberikan ASI ? 5. Apakah bayi tersebut masih mau diberi minum atau ASI ? 6. Apakah bayi pernah mengalami kejang pada masa diare ini ? 7. Apakah bayi sudah mengonsumsi makanan tambahan ? 8. Makanan apa yang terakhir dikonsumsi oleh bayi ?V. Pemesiksaan fisikPemeriksaan fisik Hasil pemeriksaan Nilai normal InterpretasiKeadaan umum Lemah dan gelisah Tidak lemah dan tidak Mungkin di karenakan gelisah diare dan dehidrasi yang beratSuhu 39° C 36,5° – 37,2° C FebrisBerat badan 12 Kg Berat badan ideal pada Normal bayi (0-12bln) : (umur (dalam bulan) / 2 + 4 = 10/2 + 4 = 9Pernafasan 56x /menit 30 – 50x /menit TakipneaDenyut nadi 152x /menit 80 – 140x /menit TakikardiaKepala :  Fontanel mayor Cekung Tidak cekung Dehidrasi dan mata  Konjungtiva Kering Tidak kering DehidrasiAbdomen Kembung dan bising Normal, simetris dan usus sulit didengar mendatar
  6. 6. VI. Pemeriksaan laboratorium Clini test (tes reduksi tinja): Positif kuat. Pada hasil clinitest positif kuat ini menandakan adanya malabsorbsi karbohidrat yang dimana seharusnya tidak ada lagi gula yang diserap di colon. Dan hasilnya positif juga menandakan adanya diare osmotic(4).VII. Diagnosis Diare Akut dengan Dehidrasi Berat. Dehidrasi berat dihitung berdasarkan derajat dehidrasi Skor Maurice King. Karena ada keluhan batuk, pilek dan juga didapatkan cline test + yang membuktikan bahwa penyerapan glukosa tidak sempurna/defisiensi enzim pemecah glukosa pada mucus usus, maka untuk etiologi dari diare kami menduga disebabkan oleh rotavirus dimana rotavirus dapat menginfeksi melalui jalan pernafasan yang pada akhirnya dapat juga bersamaan dengan intoleransi laktosa. Namun untuk memastikan etiologinya kami perlu melakukan pemeriksaan penunjang lainnya(5).VIII. Penatalaksanaan A. Medikamentosa a. Karena pasien masih berumur 10 bulan, tidak mau minum dan mengalami kejang di rehidrasi dengan NGT (Nasogastrict Tube) Berikan 20ml/Kg/jam selama 6 jam (total 120ml/Kg) Perhatikan pasien setiap 1-2 jam b. Beri antibiotic jika penyebab kuman sudah diketahui. B. Non Medikamentosa Menerangkan 3 cara pengobatan diare di rumah : a. Berikan anak lebih banyak cairan dari biasanya untuk mencegah dehidrasi Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti oralit, makananyang cair (sup, air tajin) dan air matang Gunakan larutan oralit seperti tabel di bawah (Jika anak usia < 6 bulandan belum makan padat lebih baik diberi oralit dan air matang daripadamakanan cair Beri larutan oralit sebanyak anak mau Teruskan pemberian larutan ini hingga diare berhenti
  7. 7. b. Beri anak makan untuk mencegah kurang gizi. Teruskan ASI Bila anak tidak mendapat ASI beri susu yang biasa diberikan. Untuk anak < 6 bulan dan belum mendapat makanan padat diberi susu cairyang dicairkan dengan air yang sebanding selama 2 hari. Bila anak ≥ 6 bulan / telah mendapat makanan padat: Beri bubur/campuran tepung lain, bila perlu campur dengan kacang- kacangan, sayur, daging atau ikan. Tambah 1-2 sendok teh minyak sayurpada tiap porsi Beri sari buah segar/pisang halus/untuk menambah kalium Dorong anak untuk makan, berikan makanan sedikitnya 5 x sehari Beri makanan yang sama setelah diare berhenti dan beri makanantambahan setiap hari selama seminggu c. Bawa anak kepada petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari / menderita sbb: BAB cair sering kali Makan/minum sedikit Muntah berulang-ulang Demam Sangat haus sekali Tinja berdarahIX. Prognosis Ad vitam : Dubia ad bonam Ad functionam : Ad bonam Ad sanationam : Ad bonam
  8. 8. BAB IV TINJAUAN PUSTAKAI. Anatomi sistem pencernaan A. Mulut Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan.Mulut umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan.Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir.Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau. Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.
  9. 9. B. Tenggorokan ( Faring) Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan.Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang. Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium Tekak terdiri dari; Bagian superior :bagian yang sangat tinggi dengan hidung, bagian media: bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior: bagian yang sama tinggi dengan laring. Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian media disebut orofaring,bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring
  10. 10. C. Kerongkongan (Esofagus) Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik. Esofagus dibagi menjadi tiga bagian: bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka) bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus) bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).D. Lambung Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. Terdiri dari 3 bagian yaitu: Kardia. Fundus. Antrum. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup.Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.
  11. 11. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : Lendir Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung.Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. Asam klorida (HCl) Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)E. Usus halus (usus kecil) Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak. Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ), lapisan otot melingkar ( M sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan lapisan serosa ( Sebelah Luar )
  12. 12. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong(jejunum), dan usus penyerapan (ileum). 1. Usus dua belas jari (Duodenum) Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum).Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum.pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan. 2. Usus Kosong (jejenum) Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum).Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong.Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium. Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus.Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner.Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri.Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
  13. 13. 3. Usus Penyerapan (illeum) Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.F. Usus Besar (Kolon) Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum.Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Usus besar terdiri dari : Kolon asendens (kanan) Kolon transversum Kolon desendens (kiri) Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum) Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri- bakteri didalam usus besar.Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.
  14. 14. G. Usus Buntu (sekum) Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, “buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil.Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.H. Umbai Cacing (Appendix) Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu.Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing.Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen). Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum. Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.I. Rektum dan anus Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan, mengatur”) adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
  15. 15. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh.Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus.Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi utama anus.J. Pankreas Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin.Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Pankreas terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu : Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan Pulau Langerhans, menghasilkan hormon
  16. 16. Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.K. Hati Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan obat.Dia juga memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan.Istilah medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk hati, hepar.
  17. 17. Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah. Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.L. Kandung empedu Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.
  18. 18. Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu: Membantu pencernaan dan penyerapan lemak Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.II. Fisiologi 1. Mulut Pada mulut terdapat gigi geligi yang berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil. Di mulut juga terjadi pencernaan karbohidrat melalui kerja enzim amylase liur yag menguraikan polisakarida menjadi maltosa. Air liur di mulut juga mengandung mukus sebagai pelumas makanan dan enzim lisozim yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri. 2. Faring dan Esofagus Proses yang terjadi pada faring dan esophagus adalah proses menelan. Esofagus adalah saluran tempat lewat makanan dari mulut ke lambung. Pada esofagus terdapat gerakan peristaltik yang menyapu dari pangkal ke ujung esophagus dan mendorong makanan yang telah menjadi bolus untuk menelusuri esophagus dan masuk ke lambung. 3. Lambung Salah satu fungsi lambung adalah untuk menyimpan makanan sebelum selanjutnya disalurkan ke usus halus yang merupakan tempat utama pencernaan dan penyerapan.Lambung menghasilkan pepsinogen yang diproduksi oleh chief cell. Pepsinogen akan diubah menjadi bentuk aktifnya yaitu pepsin oleh HCl yang juga dikeluarkan lambung. Pepsin memulai pencernaan protein dengan memutuskan ikatan-
  19. 19. ikatan asam amino untuk menghasilkan fragmen-fragmen peptida.Di lambung juga disekresi faktor intrinsik yang penting dalam penyerapan vitamin B12. (1)4. Pankreas Pankreas mengandung jaringan eksokrin dan endokrin.Bagian eksokrin mengeluarkan getah pancreas yang terdiri dari enzim pancreas dan larutan cair basa.Terdapat tiga jenis enzim pankreas yaitu enzim proteolitik untuk pencernaan protein, amilase pankreas untuk pencernaan karbohidrat, dan lipase pankreas untuk mencerna lemak.Enzim proteolitik terdiri dari tripsinogen, kimotripsinogen, dan prokarboksipeptidase. Tripsinogen akan diaktifkan menjadi tripsin oleh enterokinase. Sedangkan kimotripsinogen dan prokarboksipeptidase akan diaktifkan oleh tripsin. Amilase pankreas mengubah polisakarida menjadi disakarida maltosa.Lipase pancreas menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas.(1)5. Hati Dalam sistem pencernaan hati berperan untuk sekresi garam empedu yang membantu pencernaan dan penyerapan lemak.6. Usus Halus Usus halus adalah tempat sebagian besar pencernaan dan penyerapan berlangsung.Terdapat tiga jenis enzim yaitu enterokinase, disakaridase, dan aminopeptidase.Enterokinase berfungsi untuk mengaktifkan enzim pancreas tripsinogen. Disakaridase terdiri dari maltase, sukrase, dan laktase yang masing-masing menghidrolisis maltose, sukrosa, dan laktosa menjadi monosakarida konstituennya. Aminopeptidase menghidrolisis fragmen-fragmen peptide kecil menjadi komponen- komponen asam aminonya sehingga pencernaan protein selesai.Pada usus halus terjadi penyerapan semua nutrient, sebagian elektrolit, dan air(6).7. Usus Besar Komponen yang disalurkan ke kolon terdiri dari residu makanan yang tercerna, komponen empedu yang tidak diserap, dan cairan. Kolon mengekstraksi H2O dan garam dari isi lumennya dan sisanya akan dikeluarkan sebagai feses. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyimpanan tinja sebelum defekasi(7).8. Rektum Tempat penyimpanan feses sebelum akhirnya dibuang melalui anus.9. Anus Tempat pengeluaran feses.
  20. 20. III. Histologi 1. Oesophagus Oesophagus dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Di dalam submukosa, terdapat kelenjar esophagus dengan secret yangmemudahkan transport makanan dan melindungi mukosa esophagus.Di dalam lamina propria, terdapat kelenjar kardiak esophagus yangmenyekresi mucus. Lapisan muskularnya terdiri atas sel-sel otot polos.Hanya bagian esophagus yang terdapat di dalam rongga peritoneumyang ditutupi serosa. Sisanya ditutupi oleh selapis jaringan ikatlonggar, adventisia, yang menyatu dengan jaringan sekitar . 2. Gaster (ventriculus) Mukosa lambung terdiri atas epitel permukaan yang berlekuk ke dalamlamina propria. Lamina proprianya terdiri atas jaringan jaringan ikatlonggar yang disusupi sel otot polos dan sel limfoid. Lapisansubmukosa terdiri atas jaringan ikat padat yang mengandung pembuluhdarah dan pembuluh limfe. Lapisan muskularisnya terdiri atas serabutotot polos yang tersusun dalam tiga arah utama. Lapisan luar tersusunlongitudinal, lapisan tengah tersusun sirkular, dan lapisan dalamtersusun oblik. 3. Usus Halus Usus halus relatif panjang, rata-rata lima meter, dan terdiri atas tigasegmen, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Ketiganya memilikikemiripan. Permukaan usus halus memperlihatkan lipatan-lipatanpermanen, yaitu plika sirkularis, yang terdiri atas mukosa dansubmukosa, dengan bentuk semilunar, sirkular, atau spiral. Plika inipaling berkembang di jejunum. Di duodenum, terdapat vili yangberbentuk daun dan berangsur berubah bentuk menyerupai jari saattiba di ileum. Epitel vili menyatu dengan epitel kelenjar. Kelenjarintestinal mengandung sel induk, sedikit sel absorptive, sel goblet, selpaneth, dan sel enteroendokrin
  21. 21. 4. Colon Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa adanya lipatan kecualipada bagian distalnya (rectum). Vili usus tidak dijumpai pada bagianusus ini. Kelenjar usus berukuran panjang dan ditandai denganbanyaknya sel goblet dan sel absorptive dan sedikit sel enteroendokrin.Lamina proprianya banyak dijumpai sel limfoid dan nodul yangseringkali menyebar sampai ke dalam submukosa. Muskularis terdiri atas berkas – berkas longitudinal dan sirkular(8).IV. Patogenesis diagnosisDiare disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan virus.Malabsorbsi terjadi oleh karenakerusakan sel usus (enterocyt). Racun yang diprosuksi Rotavirus berupa protein NSP4menyebabkan sekresi ion kalsium, mengganggu SGLT1 dalam proses reabsorbsi air,menghambat aktivitas membran silia disakarida, dan kemungkinan mengganggu refleksimpatis parasimpatis usus. Enterocyt yang sehat mengsekresikan lactase ke usus kecil,intoleransi susu dapat terjadi oleh karena defisiensi lactase dan menjadi gejala khas dariinfeksi rotavirus ini, dan kondisi ini dapat berlangsung sampai satu minggu. Diare sedangyang berulang oleh karena pengenalan susu buatan pada anak terjadi oleh karena fermentasidisakarida laktosa oleh bakteri di usus.Gejala KlinisGejala yang didapatkan pada gastroenteritis oleh karena rotavirus antara lain dapat berupamuntah, diare air, dan demam sumer-sumer. Ketika seorang anak terinfeksi virus ini perluwaktu inkubasi selama kurang lebih 2 hari sebelum timbulnya gejala klinis.Dehidrasi lebihsering terjadi pada infeksi rotavirus daripada oleh karena bakteri patogen, dan menjadipenyebab kematian tersering oleh karena infeksi rotavirus ini.
  22. 22. Infeksi rotavirus dapat terjadi seumur hidup, infeksi pertama kali menimbulkan gejala,namun infeksi berikutnya tidak menimbulkan gejala oleh karena adanya peningkatan sistemimunitas tubuh. Oleh karena itu, infeksi dengan manifestasi klinis terbanyak pada usia dibawah 2 tahun dan menurun sampai dengan usia 45 tahun. Infeksi pada neonatus biasanyaasimtomatik atau infeksi sedang, infeksi yang berat biasanya pada anak usia 6 bulan sampai2 tahun, juga pada anak yang lebih tua dengan imunokompromis. Oleh karena imunitas yangdidapat pada waktu anak, orang dewasa kebal terhadap infeksi rotavirus, diare pada dewasalebih sering disebabkan hal lain, selain rotavirus, akan tetapi infeksi asimtomatik padadewasa ini dapat menjadi sumber penularan. Infeksi simptomatis pada dewasa dapatdisebabkan rotavirus tipe A dengan serotipe yang lain(10).
  23. 23. BAB V KESIMPULAN Berdasarkan informasi dan pemeriksaan yang telah dilakukan, diagnosis dari pasien iniadalah diare akut dengan dehidrasi. Pasien mengalami diare selama 2 hari dengan lendir dan terlihattanda-tanda dehidrasi seperti pasien kelihatan haus, fontanel mayor dan mata terlihat cekung sertakonjungtiva kelihatan kering. Karena pasien mengalami kejang, maka penatalaksanaan pada pasienini dengan rehidrasi menggunakan NGT (Nasogastrict Tube), dan edukasi kepada orangtua pasien.
  24. 24. BAB VI DAFTAR PUSTAKA1. 1. Subagyo B, Santoso NB. Diare akut. Buku Ajar Gastroentero-Hepatologi. In: Juffrie M, Soenarto SSY, Oswari H, Arief S, Rosalina I, Mulyani NS, editors. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2012.p.87-8, 1222. Irwanto,Roim A,Sudarmo SM.Diare akut anak dalam ilmu penyakit anak diagnosa dan penatalaksanaan. Edisi ke 1.Jakarta:Salemba Medika;p.73-63. Mansjoer A. Suprohaita. Wardhani I. W. Setiowulan W. Kapita Selekta: Gastroentologi Anak. 3rd ed. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. 2000. p.514. Heyman MB. Lactose Intolerance in Infants, Children, and Adolescent. 2006.p. 118, 3, 1279.5. Kee, Jajce Lefever.Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan diagnostic. Jakarta: EGC; 20076. Subagyo B, Santoso NB. Diare Akut. Buku Ajar Gastroenterologi- Hepatologi.Jakarta:Penerbit IDAI;2010;p.101-57. Sherwood L. Sistem Pencernaan. In:Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Yesdelita N (ed). Jakarta: EGC; 2012. p. 645-688.8. Juncqueira L. C , Carneiro J. Histologi Dasar Teks dan Atlas.Jakarta : EGC. 20009. Jawetz, Melnick, Adelberg. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta:EGC;1996 .

×