Contoh Analisis laporan keuangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Contoh Analisis laporan keuangan

on

  • 70,291 views

Contoh analisis laporan keuangan PT ULTJ menggunakan analisis likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas, analsis pasar, dan analisis kebangkrutan dengan Z-score

Contoh analisis laporan keuangan PT ULTJ menggunakan analisis likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas, analsis pasar, dan analisis kebangkrutan dengan Z-score

Statistics

Views

Total Views
70,291
Views on SlideShare
70,289
Embed Views
2

Actions

Likes
11
Downloads
1,544
Comments
3

2 Embeds 2

https://twitter.com 1
https://www.linkedin.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Contoh Analisis laporan keuangan Contoh Analisis laporan keuangan Document Transcript

  • ANALISIS LAPORAN KEUANGANPT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY Tbk.Tahun2012Dewi Maya Sari20100420193Kelas BJuni 2013JURUSAN AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA2013
  • KATA PENGANTARAlhamdulillahirobbilalamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allahswt karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah inidengan tepat waktu.Adapun tujuan dari pembuatan makalah analisis laporan keuangan iniadalah sebagai pemenuhan tugas mata kuliah, dan implementasi langsung dari pemahamanhasil studi Analisis Informasi Keuangan yang diperoleh selama mengikuti kuliah.Makalah inidibagi menjadi empat bagian bab. Bab pertama tentang dasar teori dan kondisi lingkunganperusahaan.Bab kedua berisi tentang analisis fundamental laporan keuangan dan analisiskebangkrutan.Bab ketiga berisi kesimpulan analisis fundamental laporan keuangan dananalisis kebangkrutan. Bab terakhir adalah rekomendasi dari penulis.Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa makalah analisisini tidak dapatselesai tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak,oleh karena itu penulis menyampaikanrasa terimakasih kepada:1. Ibu Ietje Nazaruddin, selaku Dosen mata kuliah Analisis Infornasi Keuangan2. Teman-teman yang selalu mensupport penulis sehingga dapat menyelesaikan analisislaporan keuangan ini.3. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, terimakasih atasdukungannya.Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih atas perhatian semua pihak.Semogakarya kecil ini yang disusun dalam laporan analisisdapat bermakna positif bagi pembaca.Yogyakarta, 17 Juni 2013Penulis(Dewi Maya Sari)
  • BAB IDasar Teori dan Kondisi Lingkungan PerusahaanA. Dasar TeoriAnalisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan besertaunsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuanganperusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapaiperusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang. Analisis laporan keuangandilakukan pada dasarnya untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha kemajuankeuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan.Analisis dilakukan denganmengukur hubungan antar unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun dan untuk mengetahui arah perkembangannya.Dalam menganalisis posisi keuangan dan tingkatpertumbuhanperusahaan , faktor yangpaling diperhatikan adalah :- Likuiditasyang menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajibankeuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhikewajiban pada saat ditagih. Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dapatdigolongkan menjadi 2 yaitu, pertama kewajiban keuangan yang berhubungan denganpihak luar perusahaan (kreditur) disebut dengan likuiditas badan usaha, kedua kewajibankeuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan) disebut denganlikuidasi perusahaan .- Solvabilitas yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankeuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan baik kewajiban keuangan jangkapendek maupun jangka panjang. View slide
  • - Rentabilitas atau profitabilitymenunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkanlaba selama periode tertentu.- Stabilitas Usaha menunjukan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya denganstabil yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayarbeban bunga atas hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang – hutang tersebuttepat pada waktunya.Likuiditas, solvabilitas, rentabilitas serta stabilitas dapat diketahui dengan cara menganalisadan menginterpretasikan laporan keuangan dengan menggunakan metode atau teknik analisayang tepat/sesuai dengan tujuan analisa. Dari hasil analisa akan diperoleh informasi yangberhubungan dengan masalah kinerja keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan.B. Gambaran Umum PerusahaanBermula dari usaha keluarga yang dirintis sejak awal tahun 1960an oleh BapakAchmad Prawirawidjaja (alm), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk(“Perseroan”) dan saat ini telah menjadi salah satu perusahaan yang terkemuka di bidangindustri makanan & minuman di Indonesia. Pada bulan Juli 1990 Perseroan melakukanpenawaran perdana saham-sahamnya kepada masyarakat (Initial Public Oering = IPO).Perseroan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman. Di bidang minumanPerseroan memproduksi rupa-rupa jenis minuman seperti minuman susu cair, minuman teh,minuman tradisional dan minuman untuk kesehatan. Produk minuman ini diproduksi denganteknologi UHT (Ultra High Temperature) yaitu pemanasan sampai 140% C selama 3-4 detiksehingga produk itu steril tanpa merusak atau mengurangi kandungan nutrisi, dan kemudiandikemas dalam kemasan karton aseptik (Aseptic Packaging Material) sehingga bisa tahanlama tanpa harus menggunakan bahan pengawet. Di bidang makanan Perseroan View slide
  • memproduksi susu bubuk (powder milk), dan susu kental manis (sweetened condensed milk).Perseroan juga memproduksi konsentrat buah-buahan tropis (tropical fruit juice concentrate).Bahan baku susu murni dipasok oleh para peternak sapi yang tergabung dalamKoperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) – Pangalengan dan Koperasi Unit Desa lainnya.Untuk menjaga kelangsungan dan keteraturan pasokan bahan baku ini Perseroan membinadan memelihara hubungan kemitraan yang sangat baik dengan para peternak antara laindengan memberikan bimbingan dan penyuluhan baik segi teknik, manajemen, danpermodalan. Bahan kemasan aseptik (aseptic packaging materials) untuk produk minumanUHT masih diperoleh secara impor.Perseroan menjual hasil produksinya ke seluruh pelosok di dalam maupun luarnegeri.Penjualan langsung (direct selling) dilakukan ke toko-toko, kios-kios, dan pasar-pasartradisional lainnya di seluruh Pulau Jawa dengan menggunakan armada penjualan milikPerseroan yang terdapat di kantor-kantor pemasaran yang terletak di beberapa kota besarseperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, serta beberapa kota lainnya diPulau Jawa. Penjualan melalui pasar-pasar modern (modern trade) dilakukan ke supermarket,hypermarket, dan mini market yang tersebar di seluruh wilayah di P.Jawa.Sedangkanpenjualan tidak langsung (indirect selling) dilakukan ke pelanggan yang berada di luar PulauJawa dan dilakukan melalui agen atau distributor yang ditunjuk yang tersebar di seluruhibukota propinsi di seluruh wilayah Indonesia.Disamping penjualan di dalam negeriPerseroan juga melakukan penjualan ekspor ke beberapa negara.C. Kondisi Ekonomi NasionalPerekonomian Indonesia pada tahun 2012 tumbuh sebesar 6,23% dibanding tahun2011, dimana semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadipada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 9,98%, diikuti oleh Sektor
  • Perdagangan, Hotel, dan Restoran 8,11%, Sektor Konstruksi 7,50%, Sektor Keuangan, RealEstat dan Jasa Perusahaan 7,15%, Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih 6,40%, Sektor IndustriPengolahan 5,73%, Sektor Jasa-Jasa 5,24%, Sektor Pertanian 3,97%, dan SektorPertambangan dan Penggalian 1,49%. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2012mencapai 6,81% yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB.Pertumbuhan kondisi ekonomi yang meningkat ini memberikan dampak positifterhadap PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Karena pertumbuhan sektorpertanian akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan produksi mengingat PT Ultrajaya MilkIndustry & Trading Company Tbk adalah perusahaan di sektor makanan dan minuman.Tingkat inflasi yang dapat dikendalikan di 4,3 persen di mana nilai ini jauh lebih rendahdari asumsi 6,8 persen. Rendahnya laju inflasi ini dipengaruhi oleh membaiknya ekspektasiinflasi masyarakat, yang juga didukung terjaganya kelancaran dan kecukupan pasokan barangdan jasa, serta terjaganya stabilitas harga barang-barang strategis.Untuk rata-rata suku bunga SPN 3 bulan mencapai 3,2% yang lebih rendah dari asumsisebesar 5%. Ini dapat terjadi karena masih tingginya permintaan SPN dan rendahnya tekananinflasi.Sementara itu, nilai tukar rupiah mencapai Rp9.384/US$ yang melemah dari asumsiRp9.000/US$.Pelemahan ini karena adanya tekanan pada neraca pembayaran Indonesiasebagai dampak ketidakpastian ekonomi global dan tingginya permintaan impor.D. Analisis Kebijakan Akuntansi dan Opini AuditorKebijakan AkuntansiKebijakan akuntansi dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian adalahmenggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali untuk laporan arus kaskonsolidasian.Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsungdengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan
  • pendanaan.Untuk tujuan penyusunan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kasmencakup kas, kas di bank, dan deposito dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang,setelah dikurangi cerukan, jika ada.Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan StandarAkuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Haltersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam prosespenerapan kebijakan akuntansi perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkatpertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampaksignifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian ini adalah RupiahIndonesia (Rupiah) yang merupakan mata uang fungsional Grup.Kebijakan untuk persedian, persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antaraharga perolehan dan nilai realisasi bersih.Harga perolehan ditentukan denganmenggunakan metode rata-rata bergerak. Laba/(rugi) yang sifatnya biasa antara lain yangtimbul karena selisih penghitungan fisik dan kerugian kerusakan bahan karenapenyimpanan, dikoreksi pada nilai persediaan dan dibebankan ke dalam pendapatan(beban) lain-lain. Penyisihan untuk persediaan suku cadang using ditentukan berdasarkanestimasi penggunaan suku cadang pada masa depan.Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurusberdasarkanestimasi masa manfaat ekonomisnya.Manajemenmengestimasi masa manfaatekonomis aset tetapantara 3 (tiga) sampai dengan 20 (dua puluh) tahun.Ini adalah umuryang secara umum diharapkan dalamindustri dimana Grup menjalankanbisnisnya.Perubahan tingkat pemakaian dan perkembanganteknologi dapatmempengaruhi masa manfaatekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanyabiayapenyusutan masa depan mungkin direvisi.
  • Dalam penyisihan cadangan kerugian piutang, perusahaan mengevaluasi akun-akuntertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidakdapatmemenuhi kewajiban keuangannya. Dalam haltersebut, perusahaan mempertimbangkanberdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidakterbatas pada, jangkawaktu hubungan denganpelanggan dan status kredit dan faktor pasar yangtelah diketahui,untuk mencatat penyisihan spesifikatas jumlah piutang pelanggan gunamengurangijumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh perusahaan. Penyisihanspesifik ini dievaluasi kembali dandisesuaikan jika tambahan informasi yangditerimamempengaruhi jumlah penyisihan kerugian penurunannilai atas piutang usaha.Opini AuditorOpini auditor atas laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbkpada akhir tahun 2012 adalah Wajar Tanpa Pengecualian.Hal ini menunjukkan bahwalaporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan tidak terdapat salah saji material.Sehingga, dengan begitu para pengguna laporan keuangan akan lebih mempercayaiinformasi yang disampaikan tersebut dan dapat mengambil keputusan untuk menanamkanmodal ataupun memberi pinjaman kepada perusahaan tersebut.
  • BAB IIAnalisis Fundamental Laporan Keuangan dan Analisis KebangkrutanAnalisis Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas dan Profitabilitas1. Rasio LikuiditasRasio tersebut bisa diinterpretasikan sebagai berikut: artinya, setiap Rp. 1 hutang dijaminoleh Rp. 2,018 aktiva lancar. Rasio lancar untuk perusahaan yang normal berkisar padaangka 2, meskipun tidak ada standar yang pasti untuk penentuan rasio lancar yangseharusnya.Dalam hal ini, untuk PT Ultrajaya rasio lancarnya termasuk normal.Rasiolancar yang rendah menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio lancaryang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang berpengaruh tidak baikterhadap profitabilitas perusahaan. Aktiva lancar secara umum menghasilkan return yanglebih rendah dibandingkan dengan aktiva tetap.Angka diatas dapat diinterpretasikan sebagai berikut; setiap Rp. 1 hutang dijamin olehRp. 1,454 aktiva lancar diluar persediaan.Angka yang terlalu tinggi menunjukkanindikasi kelebihan aktiva lancar, sedangkan angka yang terlalu rendah menunjukkantingkat likuiditas yang lebih tinggi.2. Rasio Solvabilitas
  • Rasio ini menghitung seberapa jauh dana disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggiberarti perusahaan menggunakan leverage keuangan (financial leverage) yang tinggi.Penggunaan financial laverage yang tinggi akan meningkatkan rentabilitas modal sahamdengan cepat, dan begitupun sebaliknya. PT Ultrajaya Milk Industry menggunakan danadari kreditur 30% dari total dananya, yang berarti tidak begitu besar. Rasio ini jugamenginterpretasikan setiap Rp.0,3075 hutang perusahaan dijamin oleh Rp.1 asetperusahaan.3. Rasio AktivitasDari perhitungan tersebut, piutang berputar 9,44 kali dalam setahun dan diperlukanwaktu 38,6 hari dari piutang menjadi kas. Untuk melihat baik tidaknya angka tersebut,perusahaan bisa membandingkan dengan industry atau dengan kebijakan diperusahaan.Angka rata-rata piutang yang terlalu rendah bisa jadi mengindikasikankebijakan piutang terlalu ketat dan hal ini bisa menurunkan penjualan dari yangseharusnya bisa dimanfaatkan.Namun, bila terlalu tinggi juga menunjukkankemungkinan tidak kembalinya piutang yang lebih tinggi.
  • Dalam satu tahun persediaan berputar 5,7 kali dan kalua lamanya umur persediaan 63,9hari. Perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin tingginyapersediaan.Sebaliknya, perputaran yang rendah mengindikasikan kurangnyapengendalian persediaan yang efektif.Rasio ini menghitung efektivitas penggunaan penggunaan total aktiva.Rasio yang tinggibiasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah menunjukkanbahwa manajemen harus mengevalusi strategi, pemasaran, dan pengeluaran modalnya.4. Rasio ProfitabilitasProfit margin menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan lababersih pada tingkat penjualan tertentu.Profit margin yang tinggi menandakankemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualantertentu.Secara umum rasio yang rendah bisa menunjukkan ketidak efisienanmanajemen.Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkantingkat aset tertentu.Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen aset, yangberarti manajemen berjalan dengan efisien.
  • Analisis PasarPER melihat harga saham relatif terhadap labanya.Perusahaan yang berprospek baikadalah perusahaan yang memiliki PER yang tinggi. Namun, bagi investor PER yangtinggi tidak terlalu menarik karena kemungkinan capital gain yang diperoleh akan lebihkecil.Deviden yield merpakan sebagian dari total return yang akan diperoleh investor. Biasanyaperusahaan yang mempunyai prospek pertumbuhan yang tinggi akan memiliki devidenyield yang rendah, karena deviden sebagian besar akan diinvestasikan kembali. Samahalnya dengan devidend yield, perusahaan yang tingkat pertumbuhannya tinggi jugamemiliki rasio pembayaran deviden yang rendah.Analisis CashflowRasio ini menunjukkan perbandingan antara kas bersih dari aktivitas operasi denganjumlah hutang jangka pendek.Gunanya untuk memprediksi kemampuan perusahaandalam jangka pendek untuk memenuhikewajibannya yang jatuh tempo dalam periodeberjalan yang dinyatakan dalam jumlah tertentu.Idealnya nilai tersebut harus 1 agarperusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek nya.
  • Analisis Kebangkrutan(Prediksi Kebangkrutan)Analisa Kebangkrutan Z, adalah suatu alat yang digunakan untuk meramalkan tingkatkebangkrutan suatu perusahaan dengan menghitung nilai dari beberapa rasio lalukemudian dimasukan dalam suatu persamaan diskriminan, maka berdasarkan analisainiapabila nilai Z < 1,80 berisiko tinggi terhadap kebangkrutan, bila nilai Zdiantara1,81 3,00 dikatakan masih memiliki resiko kebangkrutan, bila Z > 3,00 aman darikebangkrutan.Nilai Z dari PT Ultrajaya Milk Industry 3,135 maka bisa dikatakan bahwaPT Ultrajaya Milk Industry aman dari kebangkrutan ataupun kesulitan keuangan.
  • Laporan Laba rugi PT Ultrajaya Milk IndustryTahun 2012 Tahun 2011 Tahun 2010Penjualan 2.809.851.307.439 2.102.383.741.532 1.880.411.473.916Beban pokok penjualan 1.908.109.047.237 1.476.677.453.814 1.288.167.519.944Laba kotor 901.742.260.202 625.706.287.718 592.243.953.972Biaya penjualan,administrasi umum danlain-lain472.400.760.324 489.061.834.376 406.826.687.113Laba Usaha 429.341.499.878 136.644.453.342 185.417.086.859Pendapatan Lain-lain 28.628.615.306 20.173.453.086 17.506.454.838Laba sebelum pajak 457.970.115.184 156.817.906.428 202.923.541.697Pajak penghasilan 104.538.495.699 28.368.562.376 7.231.995.350Laba bersih 353.431.619.485 128.449.344.052 107.339.358.519Analisis Common Size Laporan Laba Rugi PT Ultrajaya Milk IndustryTahun 2012 Tahun 2011 Tahun 2010Penjualan 100 100 100Beban pokok penjualan 67,9 70,2 68,5Laba kotor 32,1 29,8 31,5Biaya penjualan, administrasiumum dan lain-lain16,8 23,2 21,6Laba sebelum pajak 15,3 6,6 9,9Pajak penghasilan 3,7 1.3 5Laba bersih 11,6 5,3 4,5Trend yang dihasilkan dari tahun 2010 ke tahun 2012 adalah meningkat.Analisis Common size PT Ultrajaya Milk Industry menunjukkan bahwa persentase labadari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini mengindikasi bahwa trend beban mengalamipenurunan walaupun pada tahun 2011 meningkat namun, pada tahun 2012 kembali turunsehingga tidak menyebabkan penurunan persentase laba tahun berjalan.
  • BAB IIIKesimpulan Analisis Fundamental dan Analisis KebangkrutanA. Aspek ReturnDilihat dari segi aspek return, PT Ultrajaya Milk Industry memiliki rasio profitabilitasyang baik (profit margin 12,8% dan ROA 14,6%). Dimana kemampuan perusahaanmenghasilkan laba baik berdasarkan tingkat penjualan tertentu maupun berdasarkantingkat aset tertentu cukup baik.Hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaanberjalan dengan efisien.Namun, jika dilihat dari perputaran piutang (9,44 kali/tahun) danrata-rata umur dari piutang menjadi kas (38,6 hari) bisa dibilang kurang baik. Karena,rata-rata umur piutang yang rendah mengindikasikan kebijakan piutang yang terlalu ketatdan bisa menyebabkan penurunan penjualan. Begitu pula dengan perputaran persediaandan umur persediaan, PT Ultrajaya Milk Industry memiliki perputaran persediaan sebesar5,7 kali/tahun dan umur piutang hanya 63,9 hari. Perputaran persediaan yang rendahmenunjukkan bahwa pengendalian persediaan perusahaan berjalan kurang efektif.Dalamanalisis pasarnya, PT Ultrajaya Milk Industry memiliki PER 8,85 kali. Meskipundikatakan bahwa perusahaan yang berprospek baik adalah yang memiliki PER yangtinggi, namun dari sudut pandang investor malah sebaliknya. Maka dapat dikatan bahwainvestor mungkin akan tertarik dengan PT Ultrajaya karena tidak memiliki PER yangtinggi.Maka kesimpulannya adalah PT Ultrajaya baik dalam aspek return-nya walaupunada beberapa rasio yang menunjukkan angka kurang baik namun hal itu dapat diperbaikidengan evaluasi dan pengelolaan yang semakin ditingkatkan.
  • B. Aspek ResikoResiko Jangka PendekDalam analisis likuiditas perusahaan diperoleh rasio lancar 2,018 dan rasio quick1,454.Karena rasio lancar untuk perusahaan yang normal berkisar pada angka 2 makakesimpulannya rasio lancar PT Ultrajaya Milk Industry termasuk normal.Dapatdikatakan bahwa PT Ultrajaya Milk Industry tidak menunjukkan adanya kelebihan aktivalancar. Hal ini baik karena aktiva lancar yang berlebih akan berpengaruh tidak baikterhadap profitabilitas perusahaan.Dari perhitungan analisis arus kas, diperoleh cash flowliquidity sebesar 0,82 kali. karena idealnya nilai tersebut adalah 1, dan cash flowliquidity PT Ultrajaya mendekati 1 dapat dikatakan perusahaan mampu memenuhikewajiban yang jatuh tempo dalam periode tertentu.sedangkan dilihat dari prediksikebangkrutan, karena nilai Z PT Ultrajaya sebesar 3,135 > 3,00 maka PT Ultrajaya amandari kebangkrutan.Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa PT Ultrajaya berprospekbaik dalam jangka pendeknya.Resiko Jangka PanjangRasio solvabilitas yang tinggi menunjukkan dana yang disediakan oleh kreditur jugatinggi. PT Ultrajaya memiliki rasio solvabilitas sebesar 0,3075 atau 30% menggunakandana dari kreditur. Maka dapat disimpulkan bahwa pengunaan financial leverage PTUltrajaya Milk Industry tidak terlalu besar yang berarti perusahaan cukup mandiridengan modal sendiri.Dengan begitu untuk resiko jangka panjangnya tidak terlalumengkhawatirkan karena perusahaan dapat terus berjalan meskipun dana oleh krediturtidak besar.
  • BAB IVRekomendasiManajemenDari hasil perhitungan rasio aktivitas menunjukkan bahwa umur piutang dan perputaranpersediaan terbilang rendah.hal ini mengindikasikan bisa jadi kebijakan piutang danpengendalian persediaan kurang baik. oleh karena itu manajemen harus lebih bijak dalammembuat kebijakan piutang dan mengendalikan persediaan agar perusahaan dapatmenghasilkan laba secara maksimal.InvestorDari aspek return dapat terlihat bahwa perusahaan menghasilkan profit margin dan ROAyang cukup baik, hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba jugabaik. Begitupun dari perhitungan PER yang memungkinkan harga saham akan terus naikdan capital gain yang akan diperoleh investor juga bisa lebih besar. maka dari itu, parainvestor dapat mengambil keputusan untuk membeli saham PT Ultrajaya Milk Industry.KrediturPT Ultrajaya Milk Industry tidak terlalu banyak menggunakan dana dari kreditur, hal inimengindikasikan bahwa perusahaan bisa mandiri. Dengan begitu,seharusnya para krediturdapat mempercayakan dananya kepada perusahaan dan tidak perlu khawatir perusahaannantinya tidak mampu membayar hutang.
  • DAFTAR PUSTAKA(n.d.). Retrieved Juni 18, 2013, from Majalah Pendidikan:http://www.majalahpendidikan.com/2011/11/pengertian-analisis-laporan-keuangan.html(n.d.). Retrieved Juni 18, 2013, from Departemen Keuangan RI:http://www.depkeu.go.id/ind/ReadDRA. (n.d.). Analisia Laporan Keuangan. Modul Manajemen Keuangan Bab II.Hidayat, R. I. (n.d.). Analisa Kebangkrutan Z-score. Retrieved Juni 18, 2013Latifah, N. (2009). Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Metode Analisa. FokusEkonomi Vol-4 No-2, 46-59.Nainggolan, A. (n.d.). Analisa Laporan Keuangan. Pusat Pengembangan bahan ajar-UMB.Nuraini, A. (n.d.). Analisis Laporan Keuangan. Retrieved juni 18, 2013, fromhttp://annisa10211978.blogspot.com/2012/06.pengertian-analisis-laporan-keuangan.htmlPT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (2011 - 2012). Annual Report.Indonesia.