Your SlideShare is downloading. ×
Keseimbangan sektor riil (pasar barang)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Keseimbangan sektor riil (pasar barang)

3,468
views

Published on

Materi Ekonomi Makro part 4

Materi Ekonomi Makro part 4

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,468
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
46
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Teori Ekonomi Makro
  • 2. Pasar Barang dan Kurva IS Adalah pasar untuk barang-barang dan jasa-jasa. Sedangkan kurva IS adalah kurva yg menggambarkan berbagai titik kombinasi antara tingkat bunga (i) dan tingkat pendapatan (Y). Dimana pasar barang berada dalam keseimbangan Kurva IS adalah kurva yg menggambarkan keseimbangan di pasar barang.
  • 3. Lanjutan … Untuk menurunkan kurva IS dapat dilakukan dua cara (metode) Dengan cara grafik Dengan cara matematik
  • 4. Menurunkan Kurva IS Metode Grafik S S = f (Y) S S=I S2 S1 Y I Y1 Y2 I1 I2 i1 i I = f(i) 2 IS Y1 Y2
  • 5. Kurva IS IS I = f (i) S= f (Y) S=I
  • 6. Penurunan Kurva IS Dalam model Keynes keseimbangan pasar terjadi apabila :a. Penawaran agregat barang-barang dan jasa (Y) = permintaan agregat akan barang dan jasa (AD) atau Y=C+I+Gb. Tabungan ditambah pajak disebut kebocoran = investasi ditambah pengeluaran pemerintah disebut injeksi atau S+T = I +G
  • 7. Lanjutan …C = a + bYdI = Io + f(Y) – viT = ToG = GoS = -a + (1-b) YdY=C+I+GS+T=I+G
  • 8. Lanjutan ...Y = a + bYd + Io + fY – vi + GY = a + bY – To + Io + fY – vi + GoY = 1/1-b-f (a –bTo + Io + Go – vi)Y = 1/1-b-f (a- bTo + Io + Go) – v/1-b-f (i)i = i/v (a-bTo + Io + Go) – 1-b-f /v (Y)Intersep IS = 1/v (a-bTo + Io + Go)Slope IS = 1-b-f/v
  • 9. Lanjutan … C = 100 + 0,75Y I = 60 – 200i Y=C+IGambarkan kurva ISG = 10
  • 10. Lanjutan … Kenaikan transfer akan menyebabkan kurva tabungan bergeser ke kanan sebaliknya kenaikan pajak akan menyebabkan kurva IS bergeser ke kiri atas. Akibat kurva IS akan bergeser ke kanan (apabila transfer positif) dan ke kiri (apabila pajak dinaikkan) Kebijakan fiskal yg ekspansif (menaikkan pengeluaran pemerintah atau menurunkan penerimaaan pajak akan menggeser kurva IS ke kanan atas Sebaliknya kebijakan fiskal yg kontraktif (menurunkan pengeluaran penerimaan pemerintah atau menaikkan penerimaan pajak akan menggeser kurva IS ke kiri bawah
  • 11. Faktor-faktor yg MempengaruhiKurva IS Bilangan pengganda (multiplier) besar kecilnya pengganda mempengaruhi intersep maupun slope dari fungsi IS. Semakin besar penggada, maka intersep maupun slope kurva IS juga akan semakin besar pula. Sedangkan besar kecilnya pengganda itu sendiri dipengaruhi oleh kecendrungan mengkonsumsi marginal (MPC) atau b dan elastisitas investasi terhadap pendapatan.
  • 12. Lanjutan … Kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian. Kepercayaan konsumen dan dunia bisnis terhadap perekonomian masing-masing tercermin oleh perubahan dalam pengubah konsumsi otonom (a) dan pengubah investasi otonom (Io). Perubahan yg terjadi pada kedua pengubah ini akan mempengaruhi intersep kurva IS yg berarti kalau a dan Io meningkat, maka kurva IS bergeser ke kanan dan sebaliknya. Kurva IS akan bergeser ke kiri kalau terjadi penurunan pada salah satu dari kedua perubah tersebut.
  • 13. Lanjutan … Kepekaan investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga. Hal ini dicerminkan oleh konstanta v atau a semakin peka/sensitif investasi terhadap perubahan tingkat bunga, maka slope kurva IS akan semakin curam sedangkan intersepnya adalah tetap tidak berubah. Sebaliknya semakin tidak peka investasi terhadap perubahan tingkat bunga, maka slope kurva IS akan semakin datar. Jadi elastisitas investasi terhadap tingkat bunga hanya mempengaruhi slope kurva IS saja, dan tidak akan menyebabkan kurva IS bergeser.
  • 14. Lanjutan … Kebijakan pemerintah. Perubahan di dalam perubah kebijakan fiskal seperti pengeluaran pemerintah (G) dan pajak (T) akan mempengaruhi intersep kurva IS tetapi tidak mempengaruhi slope kurva IS. Dengan kata lain perubahan dalam perubah kebijakan fiskal (G dan T) hanya akan menyebabkan kurva IS bergeser, tetapi slope kurva IS tetap. Kebijakan fiskal sebenarnya dapat pula mempengaruhi slope kurva IS kalau pajak yg dipungut pemerintah adalah pajak pendapatan, dimana tarif pajak akan mempengaruhi angka penggada dan selanjutnya pengganda akan mempengaruhi baik intersep maupun slope kurva IS yg bersangkutan. Kalau pajak dipungut pemerintah adalah pajak pendapatan (T = To +tY). Y = 1/1-b(1-t)-f (a – bTo +Io +Go) – 1/1-b(1-t)-f (vi)
  • 15. Kerjakan … C = 1000 + 0,75 Yd ; I = 500 + 0,05Y – 100i; G = 1000; T = 100 + 0,1Y . Hitunglah fungsi IS; pendapatan (Y) keseimbangan bila tingkat bunga (i) = 10%; gambarkan fungsi IS
  • 16. Kerjakan … C = 100 + 0,8Yd I = 300 + 0,2 Y – 20i G = 1000 T = 0,25Y Persamaan kurva IS Gambarkan kurva IS dalam sebuah grafik
  • 17. Kata Bijak … Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan. Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.