.: Ketika Wanita Menggoda :.Allah ta‟ala telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang membuatkaum lelaki tertar...
Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian lewatsabda beliau, “Hati-hatilah pada dunia da...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ketika wanita menggoda

208

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
208
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ketika wanita menggoda

  1. 1. .: Ketika Wanita Menggoda :.Allah ta‟ala telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang membuatkaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci ini tidak memperkenankankeindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan di etalase atau di emperan toko. Tapikenyataan yang kita jumpai sekarang ini wanita justru menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Dijalan-jalan, di acara TV atau di VCD para wanita mengumbar aurat seenaknya bak konteskecantikan yang melombakan keindahan tubuh, sehingga seolah-olah tidak ada siksa dan tidakkenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah yang mulia dalam hadits yang diriwayatkan olehImam Bukhari dan Muslim, di mana beliau bersabda, “Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalkugodaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita.” (HR. Bukhari Muslim)Ya, begitulah realitasnya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak membuatlelaki bertekuk lutut dan terbenam dalam lumpur yang dibuat oleh syaitan untukmenenggelamkannya. Usaha-usaha untuk menggoda bisa secara halus, baik disadari maupuntidak, secara terang-terangan maupun berkedok seni. Tengoklah kisah Nabi Allah Yusuf „alaihissalam tatkala istri pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda Beliau untuk diajakmelakukan tindakan tidak pantas. Nabi Yusuf pun menolak dan berkata, “Aku berlindung kepadaAllah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23)Muhammad bin Ishaq menceritakan, As-Sirri pernah lewat di sebuah jalan di kota Mesir.Karena tahu dirinya menarik, wanita ini berkata, “Aku akan menggoda lelaki ini.” Maka wanitaitu membuka wajahnya dan memperlihatkan dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lantas bertanya,“Ada apa denganmu?” Wanita itu berkata, “Maukah anda merasakan kasur yang empuk dankehidupan yang nikmat?” Beliau malah kemudian melantunkan syair,”Berapa banyak pencandukemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita-wanita itu, namun akhirnya ia matimeninggalkan mereka untuk merasakan siksa yang nyata. Mereka menikmati kemaksiatan yanghanya sesaat, untuk merasakan bekas-bekasnya yang tak kunjung sirna. Wahai kejahatan,sesungguhnya Allah melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalahkemaksiatan itu tertutupi jua.” (Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin, karya IbnulQayyim)
  2. 2. Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian lewatsabda beliau, “Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita karena fitnah pertama bagiBani Isroil adalah karena wanita.” (HR. Muslim) Kini, di era globalisasi, ketika arus informasibegitu deras mengalir, godaan begitu gampang masuk ke rumah-rumah kita. Cukup denganmembuka surat kabar dan majalah, atau dengan mengklik tombol remote control, godaan punhadir di tengah-tengah kita tanpa permisi, menampilkan wanita-wanita yang berpakaian tapitelanjang, berlenggak-lenggok memamerkan aurat yang semestinya dijaga.Lalu, sebagian muslimah ikut-ikutan terbawa oleh propaganda gaya hidup seperti ini.Pakaian kehormatan dilepas, diganti dengan pakaian-pakaian ketat yang membentuk lekuktubuh, tanpa merasa risih. Godaan pun semakin kencang menerpa, dan pergaulan bebas menjadihal biasa. Maka, kita perlu merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan Ats-Tsauri:“Kelezatan-kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram, toh akan hilang juga, yangtinggal hanyalah aib dan kehinaan, segala kejahatan akan meninggalkan bekas-bekas buruk,sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan yang berakhir dengan siksaan dalam neraka.”Seorang ulama yang masyhur, Ibnul Qayyim pun memberikan nasihat yang sangatberharga: “AllahSubhanahu wa ta‟ala telah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Apabilaseorang hamba telah mampu meredam pandangan matanya, berarti hatinya telah mampumeredam gejolak syahwat dan ambisinya. Apabila matanya jelalatan, hatinya juga akan liarmengumbar syahwat…”Wallahul Musta‟an.by : Abu Harun Aminuddin

×