Your SlideShare is downloading. ×
Dialog cinta
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Dialog cinta

1,797
views

Published on

Published in: Spiritual

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,797
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. :: Dialog Cinta ::Tiba-tiba ia datang kepadaku. Belum pernah kulihat cahaya yangmeretas masuk ke dalam selaput bening mataku seterang itu. Ia datangkepadaku dan hampir-hampir aku bisa merasakan jeritan kalbunya yangterkubur oleh asa dan kepedihan, atas semua derita yang menimpanyaselama ini. Memang, sangat jelas jurang pemisah antara apa yang iadambakan dan apa yang ssaat ini terjadi pada dirinya.Ia bertutur : ”Umumnya manusia, lebih khusus anak muda, merekabanyak memperbincangkan tentang diriku dan kehadiranku di tengah-tengah mereka. Inilah yang membuatku tersiksa dan kesedihankusemakin membuncah.”Saya katakan : ”Mengapa engkau tampak begitu sedih, pikiranmuseakan diselimuti oleh arakan mendung kesedihan? Apa yang terjadiatas dirimu? Bukankah engkau ratu kebahagiaan yang senantiasadiharapkan hadir selalu dalam jiwa setiap orang. Engkau yang membuatjiwa manusia menjadi hidup, penuh senyum bahagia dan jalan punmenjadi terang benderang ibarat bulan purnama di malam hari?”Ia menjawab : ”Inilah derita yang menimpaku! Dan mungkin, itu juga yangakan menimpamu hari ini.”Saya katakan : ”Apa maksud ungkapanmu itu, saya betul-betul tidakpaham? Tolong, jelaskanlah kepadaku!”Ia berkata : ”Saya adalah Ratu Beracun yang akan mengajarkankepada manusia apa sebenarnya keindahan itu? Keindahan alami yangrabbani (keindahan yang bermuara pada cawan cinta Ilahi) adalahsumber kehidupan jiwaku. Duhai teman, sayalah yang akan membuatilustrasi keindahan terpancarkan pada setiap orang. Di antara merekaada yang mengekspresikan keindahan itu dengan rindu yang meledak-ledak.”
  • 2. Saya katakan : ”Sudahlah. Tidak prlu kita urus lagi masalah ini. Kitasemua tahu tentang dirimu. Siapa di dunia ini yang tidak tahu tentangcinta. Engkaulah yang menerangi jalan dan engkau adalah jalan terang.Engkau adalah ruh kehidupanku dan engkau adalah kehidupan ruhku.”Kemudian, tiba-tiba ia memotong pembicaraan saya : ”Anak-anak mudabanyak yang tidak mengenal baik siapa sebenarnya aku? Mereka salahpersepsi tentangku. Sehingga aku identik dengan sekedar pemenuhankeinginan dan syahwat. Betapa pedihnya perasaanku atas oknum yangmencemarkan nama suciku dengan melanggar aturan syara’ dantindakan-tindakan bodoh atas nama cinta, padahal aku bebas darisemua yang ia lakukan. Apakah memang engkau rela atas nasibku yanghanya berperan sebatas yang dipersepsikan orang, yang identik denganharga diri yang begitu murah? Atau aku hanyalah sebuah sirine yangmemanggil seseorang untuk berbuat asusila dan tidak terhormat dantanpa makna?”Saya katakan : ”Saya pikir mereka tidak salah paham terhadapmu.Akan tetapi mereka memang belum mendapatkan orang yangmengenalkan mereka hakikat cinta. Jadi, apa salah mereka, sementaramereka sedang dibelenggu oleh persepsi seperti ini? Apalagi didukungdengan tayangan-tayangan film yang ’heboh’, iklan-iklan, cover-covermajalah, pernyataan- pernyataan Si Fulan yang ngetrend atau artistertentu.”Ia berkata : ”Engkau mulai paham apa yang saya maksud. Tapi, engkaubelum memberikan solusi yang aku inginkan, atas kedatanganku. Engkauhanya memaparkan problematika dan mengapa problematika itu muncul.Sementara saya berharap engkau bisa membantuku keluar dari cobaanini. Allah SWT menciptakanku agar –di hari kiamat nanti- manusia bisaberlindung di bawah payungNya di saat tidak ada perlindungan selainperlindunganNya. Di saat Allah memanggil mereka di Padang Mahsyardan matahari berada di dekat kepala mereka, ”Di manakah orang yang
  • 3. saling mencintai karenaKu? Di manakah orang yang saling dudukkarenaKu? Di manakah orang yang saling mengunjungi karenaKu? Hariini Aku lindungi mereka dengan payungKu, di saat tidak adaperlindungan selain perlindunganKu.”Saya berkata : ”Jadi, sebenarnya apa yang engkau inginkan dari saya?Saya akan mengikuti perintahmu dan saya siap dengan apa yang kauinginkan.”Ia berkata : ”Lakukan apa saja. Teriaklah dengan suara lantang kepadamereka bahwa cinta mempunyai makna tersendiri yang belum pernahmereka pahami. Ia seperti sebuah sihir yang tidak bisa mereka rasakan.Jelaskan kepada mereka betapa aku sangat menderita dikarenakansalah paham mereka tentangku. Mereka melakukan tindakan-tindakanbodoh mengatasnamakan aku. Mereka merampas kehormatan orang lainatas namaku. Jika semut itu berteriak, mengingatkan seluruh bangsanyaatas bahaya yang akan menimpa mereka ketika lewat satuan inspeksitentara Sulaiman dengan berkata : ”Berkatalah seekor semut : ”Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An Naml:18)Maka, aku juga akan berteriak atas nasibku dan nasib semua orang yangmengatasnamakan cinta untuk berbuat ’kerusakan’ di atas bumi ini.Seperti contoh yang saya kemukakan di atas, jika kita melhat adabahaya yang akan menimpa kelompok kita, maka kita harus lantangmemperingatkan mereka akan datangnya bahaya, atas dasar cinta dansayang.”Saya berkata : ”Permintaamu itu sebuah tugas yang berat bagi saya.Saya akan berjuang sekuat tenaga dengan mengorbankan segalakemampuan yang ada.”
  • 4. Ia berkata : ”Itulah yang saya harapkan padamu dan mengapa hari inisaya susa payah datang kepadamu.”Saya berkata : ”Inilah tangan saya, saya ulurkan kepadamu untukberjanji.”Kemudian kami mengambil janji bersama. Dan ia meninggalkan sayadalam kesendirian. Taken from Ajari Aku Cinta ¡HsñΣêfêW@14nov’10

×