Akuntansi Ijarah Dalam Bank Syari'ah

10,192 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,192
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
450
Actions
Shares
0
Downloads
324
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Akuntansi Ijarah Dalam Bank Syari'ah

  1. 1. Akuntansi Ijarah MARWINI,S.H.I,M.A.
  2. 2. Overview <ul><li>Transaksi sewa menyewa atas sebuah asset. </li></ul><ul><li>Penggunaan manfaat atas asset yang disewa. </li></ul><ul><li>Terdapat dua jenis: </li></ul><ul><ul><li>Ijarah ( Operational Leasing ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Ijarah Muntahiya Bittamlik ( Financial Lease ) </li></ul></ul>
  3. 5. IMBT <ul><li>Ada transfer of title atas asset. </li></ul><ul><li>Cara transfer of title: </li></ul><ul><ul><li>Hadiah (hibah), </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjualan sebelum masa akad selesai (harga sisa cicilan), </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjualan pada akhir masa sewa (pembayaran tertentu sebagai referensi yang disepakati dalam akad), </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjualan bertahap (harga disepakati di awal). </li></ul></ul>
  4. 6. Aspek Akuntansi (PSAK 107) <ul><li>Pengakuan dan Pengukuran </li></ul><ul><ul><li>Akuntansi pemilik obyek sewa (lessor) </li></ul></ul><ul><ul><li>Akuntansi penyewa (lessee) </li></ul></ul><ul><ul><li>Jual dan Ijarah </li></ul></ul><ul><ul><li>Ijarah Lanjut </li></ul></ul><ul><li>Penyajian </li></ul><ul><li>Pengukuran </li></ul>
  5. 7. Important Terms <ul><li>Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. </li></ul><ul><li>Ijarah muntahiyah bittamlik adalah ijarah dengan wa’ad perpindahan kepemilikan obyek ijarah pada saat tertentu. </li></ul><ul><li>Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan aset berwujud atau tidak berwujud. </li></ul>
  6. 8. Important Terms <ul><li>Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar ( arms length transaction ). </li></ul><ul><li>Umur manfaat adalah suatu periode dimana aset diharapkan akan digunakan atau jumlah produksi/unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset. </li></ul><ul><li>Wa’ad adalah janji dari satu pihak kepada pihak lain untuk melaksanakan sesuatu. </li></ul>
  7. 9. Akuntansi Pemilik Objek sewa <ul><li>Bank sebagai Lessor </li></ul><ul><li>Pengakuan dan pengukuran </li></ul><ul><ul><li>Biaya perolehan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyusutan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya perbaikan </li></ul></ul><ul><ul><li>Perpindahan Kepemilikan </li></ul></ul>
  8. 10. Biaya Perolehan <ul><li>Diakui saat obyek ijarah diperoleh sebesar biaya perolehannya. </li></ul><ul><li>Contoh: tanggal 1 Jan 2008, bank membeli mobil untuk disewakan dengan harga Rp 150 juta. </li></ul><ul><li>Jurnalnya: </li></ul><ul><li>1 Jan Aktiva Ijarah Rp 150 jt </li></ul><ul><ul><li>Kas Rp 150 jt </li></ul></ul>
  9. 11. <ul><li>Sesuai dengan kebijakan penyusutan atau amortisasi untuk aset sejenis selama umur manfaatnya (umur ekonomis). </li></ul><ul><li>Asset tetap didepresiasi (PSAK 16) </li></ul><ul><li>Asset tidak berwujud (PSAK 19) </li></ul><ul><li>Metode penyusutan: </li></ul><ul><ul><li>Metode garis lurus ( Straight line method ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Metode jumlah angka tahun ( sum of the year digits method ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Metode jumlah unit ( Sum of the unit method ) </li></ul></ul>Penyusutan
  10. 12. <ul><li>Mengikuti kebijakan umum </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><ul><li>Mobil seharga Rp 150 juta tadi, diperkirakan akan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai residu sebesar 10% . </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya depresiasi per tahun (SLM) </li></ul></ul><ul><ul><li>= {150 juta –( 10% x 150 juta)}/5 = 27 juta </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnal penyesuaian akhir periode (31 Des 2008): </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya depresiasi aktiva ijarah Rp 27 jt </li></ul></ul><ul><ul><li> Akm. Dep. Aktiva Ijarah Rp 27 jt </li></ul></ul>Penyusutan Ijarah
  11. 13. <ul><li>Umur ekonomisnya sesuai dengan masa sewa. </li></ul><ul><li>Ketentuan lainnya sama. </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><ul><li>Mobil seharga Rp 150 juta diawal disewakan dengan akad IMBT selama 4 tahun, dengan nilai residual 10%. </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya depresiasi per tahun (SLM) </li></ul></ul><ul><ul><li>= {Rp 150 jt – (10% x Rp 150 jt)}/4 = Rp 33,75 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnalnya: </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya depresiasi aktiva ijarah Rp 33,75 jt </li></ul></ul><ul><ul><li> Akm. Dep. Aktiva Ijarah Rp 33,75 jt </li></ul></ul>Penyusutan IMBT
  12. 14. Pendapatan <ul><li>Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa. </li></ul><ul><li>Piutang pendapatan sewa diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan (NRV) pada akhir periode pelaporan. </li></ul><ul><li>Contoh  Mobil yang dibeli diawal tadi, pada tanggal yang sama disewakan dengan sewa per bulan Rp 5 juta dan dibayar tiap tanggal 1 bulan berikutnya. </li></ul>
  13. 15. <ul><li>Jurnal penerimaan pendapatan </li></ul><ul><li>1 Jan Kas Rp 8 jt </li></ul><ul><li> Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul><ul><li>Jurnal penyesuaian akhir tahun </li></ul><ul><li>31 Des Piutang Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul><ul><li>Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul><ul><li>Jurnal Pembalik tahun berikutnya </li></ul><ul><li>1 Jan Piutang Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul><ul><li>Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul><ul><li>Jurnal pengakuan penerimaan pendapatan sewa </li></ul><ul><li>1 Jan Kas Rp 8 jt </li></ul><ul><li> Pendapatan Ijarah Rp 8 jt </li></ul>
  14. 16. Biaya Perbaikan <ul><li>Pengakuan biaya perbaikan adl. sbb.: </li></ul><ul><ul><li>Biaya perbaikan tidak rutin obyek ijarah diakui pada saat terjadinya </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek ijarah dengan persetujuan pemilik, maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban pada saat terjadinya; </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika IMBT melalui penjualan secara bertahap , biaya perbaikan obyek ijarah yang dimaksud dalam huruf a dan b ditanggung pemilik maupun penyewa sebanding dengan bagian kepemilikan masing-masing atas obyek ijarah . </li></ul></ul><ul><li>Biaya perbaikan obyek ijarah merupakan tanggungan pemilik. Perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh pemilik secara langsung atau dilakukan oleh penyewa atas persetujuan pemilik. </li></ul>
  15. 17. Contoh Biaya Perbaikan <ul><li>Untuk mobil yang disewakan sebelumnya, bank mengeluarkan biaya perbaikan tidak rutin pada 8 Juni 2008 sebesar Rp 1 juta. Kemudian pada 2 Oktober 2008 penyewa melakukan perbaikan atas seijin bank dengan biaya Rp 1 juta. </li></ul><ul><li>8 Juni Biaya perbaikan Rp 1 juta </li></ul><ul><li>Kas Rp 1 juta </li></ul><ul><li>2 Okt Biaya perbaikan Rp 1 juta </li></ul><ul><li>Kas Rp 1 juta </li></ul>
  16. 18. Contoh Pembebanan Biaya Perbaikan untuk IMBT <ul><li>Pada 1 Januari 2009, mobil diawal disewakan dengan akad IMBT selama 4 tahun dengan harga kesepakatan akhir Rp 192 jt. Angsuran setiap tahun adalah sebesar Rp 48 jt. Pada 31 Juni 2008, penyewa atas seijin bank melakukan perbaikan atas mobil yang disewanya sebesar Rp 1,6 juta. Hitung biaya perbaikan yang diakui oleh bank! </li></ul>
  17. 19. <ul><li>Angsuran sewa setiap bulan </li></ul><ul><li>= Rp 48 juta/12 = Rp 4 juta </li></ul><ul><li>Kepemilikan penyewa atas mobil sampai dengan akhir Juni </li></ul><ul><ul><li>= (6 x Rp 4 juta)/ Rp 192 juta </li></ul></ul><ul><ul><li>= Rp 24 juta/ Rp 192 juta = 1/8 </li></ul></ul><ul><li>Kepemilikan bank atas mobil = 1-1/8 = 7/8 </li></ul><ul><li>Biaya perbaikan yang ditanggung bank </li></ul><ul><li>= 7/8 x Rp 1,6 juta = Rp 1,4 jt </li></ul><ul><li>31 Juni Biaya Perbaikan Rp 1,4 jt </li></ul><ul><li> Kas Rp 1,4 jt </li></ul>
  18. 20. Perpindahan Kepemilikan <ul><li>Pengakuannya tergantung dari cara pemindahan kepemilikan: </li></ul><ul><li>Hibah  jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai biaya . </li></ul><ul><ul><li>Contoh: Kasus sama dengan kasus pada penyusutan IMBT dan biaya perbaikan </li></ul></ul><ul><ul><li>Akm. Biaya Dep. Akt. Ijarah Rp135 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Kerugian Pelepasan Akt. Ijarah Rp 15 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktiva Ijarah Rp 150 jt </li></ul></ul>
  19. 21. <ul><li>Penghitungan pendapatan: </li></ul><ul><li>Pendapatan Ijarah Rp 192 jt </li></ul><ul><li>HP mobil Ijarah ( Rp 150 jt) </li></ul><ul><li>Pendapatan kotor Rp 42 jt </li></ul><ul><li>Rugi Pelepasan ( Rp 15 jt ) </li></ul><ul><li>Pendapatan Bersih sebelum biaya Rp 27 jt </li></ul><ul><li>Biaya Perbaikan (xx) </li></ul><ul><li>Biaya Akad (xx) </li></ul><ul><li>Pendapatan Bersih (4 th) xxxxx </li></ul>
  20. 22. <ul><li>2. Penjualan sebelum berakhirnya masa </li></ul><ul><ul><li>Jumlah tercatat objek ijarah diakui sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati </li></ul></ul><ul><ul><li>Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: Kasus sama dengan diawal tapi kemudian pada akhir tahun ketiga mobil dijual seharga sisa sewa tahun ke-4. </li></ul></ul><ul><li>Kas Rp 48 jt </li></ul><ul><li>Akm. Bi. Penyusutan Akt Ijarah Rp 101,25 jt </li></ul><ul><li>Kerugian Penjualan Rp 0,75 jt </li></ul><ul><li>Aktiva Ijarah Rp 150 jt </li></ul>
  21. 23. <ul><li>Penghitungan pendapatan: </li></ul><ul><li>Pendapatan Ijarah Rp 192 jt </li></ul><ul><li>HP mobil Ijarah ( Rp 150 jt) </li></ul><ul><li>Pendapatan kotor Rp 42 jt </li></ul><ul><li>Rugi Pelepasan ( Rp 0,75jt ) </li></ul><ul><li>Pendapatan Bersih sebelum biaya Rp 41,25jt </li></ul><ul><li>Biaya Perbaikan (xx) </li></ul><ul><li>Biaya Akad (xx) </li></ul><ul><li>Pendapatan Bersih (4 th) xxxxx </li></ul>
  22. 24. <ul><li>3. Penjualan setelah selesai masa akad </li></ul><ul><ul><li>Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh: sama dengan kasus sebelumnya. Pada akhir periode sewa, obyek sewa dijual dengan harga Rp 10 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Akm. Bi. Depr. Akt. Ijarah Rp 135 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Kas Rp 10 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Rugi Penjualan Akt. Ijarah Rp 5 jt </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktiva Ijarah Rp 150 jt </li></ul></ul>
  23. 25. <ul><li>4. Penjualan objek ijarah secara bertahap </li></ul><ul><li>(i) perpindahan objek sewa diakui jika seluruh pembayaran sewa telah diselesaikan. </li></ul><ul><li>(ii) selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian. </li></ul><ul><li>(iii) bagian objek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut. </li></ul>
  24. 26. Akuntansi Penyewa <ul><li>Bank sebagai Lessee (Musta’jir) </li></ul><ul><li>Pengakuan dan Pengukuran: </li></ul><ul><ul><li>Beban </li></ul></ul><ul><ul><li>Perpindahan Kepemilikan </li></ul></ul>
  25. 27. Beban <ul><li>Beban sewa diakui selama masa akad pada saat manfaat atas aset telah diterima. </li></ul><ul><li>Utang sewa diukur sebesar jumlah yang harus dibayar atas manfaat yang telah diterima. </li></ul><ul><li>Biaya pemeliharaan obyek ijarah yang disepakati dalam akad menjadi tanggungan penyewa diakui sebagai beban pada saat terjadinya. </li></ul><ul><li>Biaya pemeliharaan obyek ijarah, dalam IMBT melalui penjualan obyek ijarah secara bertahap, akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepemilikan obyek ijarah. </li></ul>
  26. 28. Perpindahan Kepemilikan <ul><li>Untuk IMBT, pencatatan perpindahan dilakukan sesuai dengan cara perpindahannya: </li></ul><ul><ul><li>Hibah  bank mengakui aset dan keuntungan sebesar nilai wajar objek ijarah yang diterima </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktiva xx * </li></ul></ul><ul><ul><li>Keuntungan xx </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelian sebelum masa akad berakhir  bank mengakui aset sebesar pembayaran sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati. </li></ul></ul><ul><ul><li>Aktiva xx* </li></ul></ul><ul><ul><li> Kas xx </li></ul></ul>
  27. 29. <ul><li>Pembelian setelah masa akad berakhir  bank mengakui aset sebesar pembayaran yang disepakati. </li></ul><ul><li>Aktiva* xx </li></ul><ul><ul><li> Kas xx </li></ul></ul><ul><li>Pembelian objek ijarah secara bertahap  bank mengakui aset sebesar biaya perolehan objek ijarah yang diterima. </li></ul><ul><li>Aktiva* xx </li></ul><ul><li> Kas xx </li></ul><ul><li>* Diakui sebesar nilai buku </li></ul><ul><li>^Jika terdapat selisih antara kas yang dikeluarkan dengan nilai buku diakui untung/rugi </li></ul>
  28. 30. Jual-dan-Ijarah <ul><li>Transaksi jual-dan- ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung ( ta’alluq ) sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar. </li></ul><ul><li>Jika bank menjual obyek ijarah dan nasabah menyewanya, maka bank mengakui keuntungan atau kerugian pada periode terjadinya penjualan dalam laporan laba rugi dan menerapkan perlakuan akuntansi penyewa . </li></ul><ul><li>Keuntungan atau kerugian tersebut tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah </li></ul>
  29. 31. Ijarah-Lanjut <ul><li>Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa dari pemilik, maka entitas tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan akuntansi penyewa. </li></ul><ul><li>Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik, dan perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut </li></ul>
  30. 32. Penyajian <ul><li>Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait, misalnya beban penyusutan, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya. </li></ul>
  31. 33. Pengungkapan <ul><li>Pemilik Objek Sewa: </li></ul><ul><ul><li>Penjelasan umum isi akad yang signifikan (keberadaan wa’ad, agunan, pembatasan-pembatasan) </li></ul></ul><ul><ul><li>Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aktiva ijarah </li></ul></ul><ul><ul><li>Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada). </li></ul></ul><ul><li>Penyewa </li></ul><ul><ul><li>Penjelasan umum isi akad yang signifikan (total pembayaran, keberadaan wa’ad, agunan, pembatasan-pembatasa). </li></ul></ul><ul><ul><li>Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada) </li></ul></ul>

×