Your SlideShare is downloading. ×
Pemrograman Assembly Pertemuan ke 1 Basis Bilangan dan Memory Presented By Machfuz Iman Samarinda, Maret 2008 Untuk mahasi...
Silabus <ul><li>Materi : </li></ul><ul><li>Jenis bilangan, konversi dan bilangan bertanda. </li></ul><ul><li>Dsdhasj </li>...
Satuan Data <ul><li>BIT  </li></ul><ul><li>Ukuran data terkecil yang digunakan pada mesin komputer. Sebuah bit bisa berupa...
Jenis Bilangan <ul><li>Bilangan Biner (Basis 2) </li></ul><ul><li>0, 1 </li></ul><ul><li>Bilangan Oktal (Basis 8) 0,1,2,3,...
Konversi Antar Basis Bilangan <ul><li>Teknik konversi antar basis bilangan lebih didasarkan pada konversi ke bilangan bine...
Konversi dari Desimal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan desimal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu yan...
Konversi dari Hexadesimal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan oktal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu y...
Konversi dari Oktal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan oktal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu yang be...
Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (1) <ul><li>Pada assembler bilangan dibedakan lagi menjadi 2 bagian, yaitu bilangan b...
Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (2) <ul><li>Pada bilangan bertanda bit tertinggi (bit ke 16) digunakan sebagai tanda ...
Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (3) <ul><li>Cara mengubah bilangan tidak bertanda menjadi bilangan bertanda : </li></...
Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (4) <ul><li>Contoh :  </li></ul><ul><li>- 25 d  =  ? b  (bilangan bertanda) </li></ul...
Memori Komputer <ul><li>Fungsi umum : </li></ul><ul><li>Memuat / loading program yang sedang dijalankan. </li></ul><ul><li...
Pengalamatan Memori <ul><li>Pengalamatan memori pada komputer memanfaatkan segmet dan offset (segment : offset) </li></ul>...
Konversi Alamat Memori <ul><li>Untuk melakukan konversi alamat memori dari memori relatif (segment : offset) menjadi alama...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Assembly 01

1,980

Published on

Pemrograman assembly

2 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,980
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Machfuz Iman
  • Transcript of "Assembly 01"

    1. 1. Pemrograman Assembly Pertemuan ke 1 Basis Bilangan dan Memory Presented By Machfuz Iman Samarinda, Maret 2008 Untuk mahasiswa STMIK Samarinda
    2. 2. Silabus <ul><li>Materi : </li></ul><ul><li>Jenis bilangan, konversi dan bilangan bertanda. </li></ul><ul><li>Dsdhasj </li></ul><ul><li>Dasjdkas </li></ul><ul><li>Dsdjaska </li></ul><ul><li>Dsdasjka </li></ul><ul><li>Dskja </li></ul><ul><li>Software : </li></ul><ul><li>Turbo Assembly 2 (DOS), EMU8086 (Windows) </li></ul><ul><li>Bahan Bacaan </li></ul><ul><li>Pemrograman Assembly, Susanto </li></ul><ul><li>Website http://www.codeguru.com , </li></ul>
    3. 3. Satuan Data <ul><li>BIT </li></ul><ul><li>Ukuran data terkecil yang digunakan pada mesin komputer. Sebuah bit bisa berupa angka 1 dan 0. Penggunaan bit ini bisa juga disebut format BINARI atau BASE 2. </li></ul><ul><li>NIBBLE </li></ul><ul><li>Nibble terdiri dari 4 (empat) bit. Sebuah nible maksimal bernilai 1111 atau sama dengan nilai 15 desimal. Bentukan ini juga biasa disebut dengan Hexadesimal atau BASE 16. </li></ul><ul><li>BYTE </li></ul><ul><li>Sebuah Byte terdiri dari 2 Nibble atau 8 Bit. Nilai maksimal sebuah Byte adalah 255 desimal atau 11111111 binari atau FF hexadecimal. </li></ul><ul><li>WORD </li></ul><ul><li>Sebuah Word terdiri dari 2 Byte atau 8 Nibble atau 16 Bit. Nilai maksimum Word adalah 65535 desimal atau 1111111111111111 Bineri atau FFFF Hexadesimal </li></ul><ul><li>DWORD (Double Word ) </li></ul><ul><li>Sebuah DWORD terdiri dari 2 Word atau 4 Byte atau 8 Nible atau 32 Bit. Nilai maksimal Dword adalah 4,294,967,295 Desimal atau 11111111111111111111111111111111 Binari atau FFFFFFFF Hexadesimal. </li></ul><ul><li>KILOBYTE </li></ul><ul><li>Satu Kilobyte sama dengan 256 Dword atau 512 Word atau 1024 Bytes atau 2048 Nibbles atau 8192 Bit. </li></ul><ul><li>MEGABYTE </li></ul><ul><li>Satu megabyte sama dengan 1024 Kilobyte atau 1,048,576 Byte atau 8,388,608 Bit. </li></ul>
    4. 4. Jenis Bilangan <ul><li>Bilangan Biner (Basis 2) </li></ul><ul><li>0, 1 </li></ul><ul><li>Bilangan Oktal (Basis 8) 0,1,2,3,4,5,6,7 </li></ul><ul><li>Bilangan Desimal (Basis 10) </li></ul><ul><li>0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 </li></ul><ul><li>Bilangan Hexadesimal (Basis 16) </li></ul><ul><li>0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F </li></ul>
    5. 5. Konversi Antar Basis Bilangan <ul><li>Teknik konversi antar basis bilangan lebih didasarkan pada konversi ke bilangan biner. </li></ul><ul><li> Desimal </li></ul><ul><li> Hexadesimal Biner </li></ul><ul><li> Oktal </li></ul>
    6. 6. Konversi dari Desimal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan desimal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu yang berisikan 2 baris dengan 8 kolom. Baris pertama diisikan angka yang merupakan kepangkatan 2. Baris kedua merupakan hasil biner yang diperoleh. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>45 d = ? B </li></ul>Hasilnya : 45 d = 101101 b 1 0 1 1 0 1 0 0 1 2 4 8 16 32 64 128
    7. 7. Konversi dari Hexadesimal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan oktal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu yang berisikan 2 baris dengan 8 kolom. Baris pertama dibagi menjadi 2 bagian kiri dan kanan dimana masing-masing 4 kolom dan diisikan angka yang merupakan kepangkatan 2. Baris kedua merupakan hasil biner yang diperoleh. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>5A h = ? b </li></ul>Hasilnya : 5A h = 1011010 b 0 1 0 1 1 0 1 0 1 2 4 8 1 2 4 8
    8. 8. Konversi dari Oktal ke Biner <ul><li>Untuk konversi dari bilangan oktal ke bilangan biner perlu dibuat kotak bantu yang berisikan 2 baris dengan 9 kolom. Baris pertama dibagi menjadi 3 bagian dimana masing-masing bagian terdiri dari 4 kolom dan diisikan angka yang merupakan kepangkatan 2. Baris kedua merupakan hasil biner yang diperoleh. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>63 o = ? b </li></ul>Hasilnya : 63 o = 110011 b 0 2 1 1 0 0 1 1 0 0 1 2 4 1 2 4 1 4
    9. 9. Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (1) <ul><li>Pada assembler bilangan dibedakan lagi menjadi 2 bagian, yaitu bilangan bertanda dan tidak bertanda. </li></ul><ul><li>Bilangan bertanda adalah bilangan yang mempunyai arti plus(+) dan minus(-), misalkan angka 17 dan -17. </li></ul><ul><li>Pada bilangan tidak bertanda, angka negatif(yang mengandung tanda '-') tidaklah dikenal. Jadi angka -17 tidak akan akan dikenali sebagai angka -17, tetapi sebagai angka lain. </li></ul><ul><li>Assembler akan selalu melihat pada Sign Flag untuk mengetahui apakah bilangan tersebut bilangan bertanda atau bilangan tidak bertanda. </li></ul><ul><li>Jika Sign Flag bernilai 0, berarti bilangan tidak bertanda, </li></ul><ul><li>Jika Sign Flag bernilai 1, berarti bilangan bertanda. </li></ul>
    10. 10. Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (2) <ul><li>Pada bilangan bertanda bit tertinggi (bit ke 16) digunakan sebagai tanda plus(+) atau minus(-). </li></ul><ul><li>Jika pada bit tertinggi bernilai 1, artinya bilangan tersebut adalah bilangan negatif. </li></ul><ul><li>Jika pada bit tertinggi bernilai 0, artinya bilangan tersebut adalah bilangan positif. </li></ul>- 4 + 252 1111 1100 - 3 + 253 1111 1101 - 2 + 254 1111 1110 - 1 + 255 1111 1111 0 0 0000 0000 + 1 + 1 0000 0001 + 2 + 2 0000 0010 + 3 + 3 0000 0011 + 4 + 4 0000 0100 Bertanda Tidak Bertanda Biner
    11. 11. Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (3) <ul><li>Cara mengubah bilangan tidak bertanda menjadi bilangan bertanda : </li></ul><ul><li>Ubah bilangan tersebut menjadi bilangan positif. </li></ul><ul><li>Konversi bilangan positif tersebut menjadi bentuk bilangan biner. </li></ul><ul><li>Ubah semua bit bilangan biner yang bernilai 1 menjadi 0 dan sebaliknya bit 0 menjadi 1. </li></ul><ul><li>Tambahkan hasil pengubahan tersebut diatas dengan 1. </li></ul><ul><li>Hasilnya adalah bilangan biner bertanda. </li></ul>
    12. 12. Bilangan Bertanda dan Tidak Bertanda (4) <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- 25 d = ? b (bilangan bertanda) </li></ul><ul><li>Proses : </li></ul><ul><li>Ubah – 25 menjadi bilangan positif </li></ul><ul><li>- 25 menjadi 25 </li></ul><ul><li>Ubah bilangan tersebut ke bilangan biner </li></ul><ul><li>Bilangan biner 25 adalah 0001 1001 </li></ul><ul><li>Ubah bit 0 jadi 1 dan sebaliknya bit 1 jadi 0 </li></ul><ul><li>Asal 25 d 0001 1001 </li></ul><ul><li>Ubah menjadi 1110 0110 </li></ul><ul><li>Tambahkan hasil pengubahan tersebut dengan nilai bit 1 </li></ul><ul><li>1110 0110 </li></ul><ul><li> 1 </li></ul><ul><li>-------------- + </li></ul><ul><li>1110 0111 </li></ul><ul><li>Hasilnya 1110 0111 b atau sama dengan 231 d </li></ul>
    13. 13. Memori Komputer <ul><li>Fungsi umum : </li></ul><ul><li>Memuat / loading program yang sedang dijalankan. </li></ul><ul><li>Menyimpan / menampung data hasil proses. </li></ul><ul><li>Memori pada komputer bersifat volatile yang berarti data hanya akan dapat diproses dan atau disimpan sebatas adanya aliran listrik, sehingga jika aliran listrik putus maka data pada memori akan hilang dengan sendirinya. </li></ul><ul><li>Untuk mengatasi hal tersebut maka data yang ada dalam memori dapat disimpan pada media penyimpanan lainnya seperti : harddisk, dll. </li></ul>
    14. 14. Pengalamatan Memori <ul><li>Pengalamatan memori pada komputer memanfaatkan segmet dan offset (segment : offset) </li></ul><ul><li>1 segment = 2 16 = 64 kb = 64 x 1024 byte </li></ul><ul><li>Pada setiap 1 segment terdapat 2 16 offset yang diberi nomor dari 0000h sampai FFFFh. </li></ul><ul><li>Nomor offset selalu diukur relatif dari awal suatu segmen. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>1357 h : 2468 h </li></ul><ul><li>Segment Offset </li></ul>
    15. 15. Konversi Alamat Memori <ul><li>Untuk melakukan konversi alamat memori dari memori relatif (segment : offset) menjadi alamat absolut / real, lakukan 2 langkah berikut ini : </li></ul><ul><li>Kalikan nilai segment dengan 2 4 h atau 10 h </li></ul><ul><li>Hasilnya ditambahkan dengan nilai offsetnya </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Cari alamat memori absolut dari alamat relatif berikut ini : 1357 h : 2468 h </li></ul><ul><li>segment 13570 h ==> . 1357 h x 10 h </li></ul><ul><li>offset 2468 h </li></ul><ul><li>--------------- + </li></ul><ul><li>Alamat absolut : 159D8 h </li></ul>

    ×