Your SlideShare is downloading. ×
0
 
 
<ul><li>PROGRAM DIRECTOR – PENGARAH ACARA </li></ul><ul><li>Seorang yang ditunjuk untuk bertanggungjawab secara teknis pel...
Seseorang yang bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi...
<ul><li>Memahami TYPE OF PROGRAM </li></ul><ul><li>Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI </li></ul><ul><li>Mendalami SINEMATOGRAFI ...
 
ENTERTAINMENT <ul><li>Musik </li></ul><ul><li>Film / Sinetron </li></ul><ul><li>Variety Show </li></ul><ul><li>Kuis </li><...
<ul><li>OBYEKTIF </li></ul><ul><li>DISUSUN NIELSEN BERSAMA DENGAN STASIUN TV UNTUK BAHAN DASAR PENENTUAN KLASIFIKASI </li>...
<ul><li>SERIES </li></ul><ul><li>MOVIE </li></ul><ul><li>ENTERTAINMENT </li></ul><ul><li>CHILDREN </li></ul><ul><li>INFORM...
 
<ul><li>Menentukan Tema/Topik </li></ul><ul><li>Riset dan observasi </li></ul><ul><li>Menyusun naskah,  </li></ul><ul><li>...
<ul><li>BRAIN STORMING </li></ul><ul><li>Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative </li></u...
Executive Producer Producer Program Director Kameraman  Switcerman  Audioman  Lightingman  Talent / Host  Art/ Set Design ...
 
TYPE OF SHOOT Close Up
KOMPOSISI dan CAMERA ANGLE Low Angle High Angle Eye Level Head Room Looking Room
CAMERA MOVEMENT Pedestal  Up/Down Tilt  Up/Down Swing Panning Trek Right  Trek Left
<ul><li>Multicamera   adalah format shooting dengan menggunakan lebih dari satu kamera, dihubungkan melalui satu sistem ya...
CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK WAWANCARA DENGAN  2 KAMERA
CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK WAWANCARA DENGAN 3 KAMERA  1 2 3 two shoot Group shoot one shoot
CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK MUSIK DENGAN  5 KAMERA
CAMERA BLOCKING Sketsa Set Design
BAHASA KOMANDO… STANDBY Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersi...
<ul><li>Big Close Up = BCU Close Up/Close Shot = CU/CS Medium Close up = MCU Mid Shot = MS Medium Long Shot = MLS Long Sho...
<ul><li>Pan L or R Tilt up or down Ped Up/elevate Ped Down/depress Crane up or down Crab L or R Arc L & R Track in or out ...
CUE / ACTION Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai denga...
Take two, Take Tree… dst Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama...
WIDE SHOOT / Tide Shoot Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit Contoh : “…  kamera sat...
FLOOR DIRECTOR Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para ar...
 
<ul><li>Memenuhi syarat level gambar kamera tv sesuai dengan standart teknik pertelevisian. </li></ul><ul><li>Menghasilkan...
TATA CAHAYA Back Light Key Light Area Key Light Fill Light Area Edge Light Area Fill Light Area Side Light Area Side Light...
<ul><li>Lighting Director </li></ul><ul><li>bertugas sebagai seseorang yang </li></ul><ul><li>bertanggung jawab terhadap <...
 
Contoh Shooting Board
 
 
SISTEM PENYIARAN  SEDERHANA STUDIO MCR Rumah Rumah
Satelit Palapa C Satsiun Bumi Satelit Palapa A Satelit Palapa B Satelit Palapa C SATELIT Pemancar
SISTEM PENYIARAN TELEVISI
SNG ( SATELLITE NEWS GATHERING ) sistem pengiriman sinyal (audio/video) melalui satelit dan  memancarkannya kembali kebumi...
BLOCK DIAGRAM  STUDIO PRODUCTION TO TRANSMITER CG VDA ADA
BLOCK DIAGRAM EFP
STUDIO Studio Fixed Set Program  Famous to Famous Studio Virtual News
<ul><li>STUDIO TELEVISI ADALAH TEMPAT YANG DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN MEMPRODUKSI ACARA TELEVISI, BISA BERUPA RUANGAN TERTUT...
Kamera studio Kamera ENG ( Electronic News Gathering ) Kamera EFP  ( Electronic Field Production ) JENIS - JENIS KAMERA
Pedestal KAMERA & Asesoris
TELEPROMPTER KAMERA PROMPTER
VIDEO CONTROL ROOM Video Switcher Control Room
Program Preview BASE BUTTON SUB BUTTON Konfigurasi wipe AUX BUTTON TRANSITION VIDEO SWITCHER PRODUCTION Switcher  adalah s...
<ul><li>Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk : </li></ul><ul><li>Video switching in real time, mempergun...
MICROPHONE & JANGKAUAN DINAMIC CONDENSOR REBON
AUDIO CONTROL ROOM Audioman  adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber, dengan jalan melakukan p...
MIXER AUDIO MIXER 16 INPUT Contoh distribusi audio
ALAT UKUR AUDIO LED Meter Display VU Meter Display
CENTRAL EQUIPMENT ROOM CER Fiber Optic
VTR adalah peralatan yg digunakan untuk merekam (Record) dan memutar (playback) gambar dan suara untuk keperluan siaran. <...
MASTER CONTROL Master Control Room Terminal Operation
STUDIO LIGHTING  BALCAR CYBER PAR GOBO
PORTABLE LIGHTING  RED HEAD HMI DEDO FRESNEL PAR PORTABLE
MIXER LIGHTING  LIGHTING CONSOLE
Perbanyaklah  berkarya Fokus  dan  Konsisten Jangan pernah  bosan  untuk  belajar  Tips Sukses Selalu ber-  Inovasi
 
 
 
 
<ul><li>Untuk sebuah produksi televisi,  rundown  merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pen...
 
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Penyutradaraan Tv.Edit

15,431

Published on

3 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
15,431
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,273
Comments
3
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Penyutradaraan Tv.Edit"

  1. 3. <ul><li>PROGRAM DIRECTOR – PENGARAH ACARA </li></ul><ul><li>Seorang yang ditunjuk untuk bertanggungjawab secara teknis pelaksanaan produksi satu mata acara siaran </li></ul><ul><li>( JB Wahyudi ) </li></ul><ul><li>SUTRADARA TELEVISI </li></ul><ul><li>Seorang yang mempunyai profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Non Drama dalam Produksi Single atau Multi Camera. </li></ul><ul><li>( Naratama ) </li></ul><ul><li>PRODUCER DIRECTOR </li></ul><ul><li>Seorang yang mendisain sebuah produksi program acara sekaligus bertanggung jawab terhadap teknis eksekusi </li></ul><ul><li>produksi program tersebut </li></ul>
  2. 4. Seseorang yang bertugas untuk mengintegrasikan unsur-unsur pendukung produksi dalam sebuah produksi program acara televisi dan bertanggung jawab terhadap aspek teknis maupun estetis serta mampu menterjemahkan sebuah gagasan/ naskah/ rundown sebuah program acara ke dalam pelaksanaan produksi program siaran.
  3. 5. <ul><li>Memahami TYPE OF PROGRAM </li></ul><ul><li>Menguasai MANAJEMEN PRODUKSI </li></ul><ul><li>Mendalami SINEMATOGRAFI </li></ul><ul><li>Mendalami DRAMATURGI </li></ul><ul><li>Mampu menggunakan Peralatan Produksi </li></ul><ul><li>Dan dapat menterjemahkan gagasan kedalam eksekusi sebuah program acara TV </li></ul><ul><li>(mengabungkan hal teknis & seni) </li></ul>
  4. 7. ENTERTAINMENT <ul><li>Musik </li></ul><ul><li>Film / Sinetron </li></ul><ul><li>Variety Show </li></ul><ul><li>Kuis </li></ul><ul><li>dll </li></ul><ul><li>Berita - News </li></ul><ul><li>Talk show </li></ul><ul><li>Dokumenter </li></ul><ul><li>Magazine/ Feature </li></ul><ul><li>dll </li></ul>NEWS
  5. 8. <ul><li>OBYEKTIF </li></ul><ul><li>DISUSUN NIELSEN BERSAMA DENGAN STASIUN TV UNTUK BAHAN DASAR PENENTUAN KLASIFIKASI </li></ul><ul><li>DISUSUN SEBAGAI LANGKAH ATAS PERKEMBANGAN PROGRAM YANG MAKIN VARIATIF DAN KOMPLEKS </li></ul><ul><li>UNTUK MEMBAGI KATEGORI SESUAI DENGAN TARGET AUDIENCE SERTA KEPENTINGAN PROGRAM AGAR SESUAI DENGAN OPPOSITION PROGRAM . </li></ul>TYPE OF PROGRAM AGB NIELSEN
  6. 9. <ul><li>SERIES </li></ul><ul><li>MOVIE </li></ul><ul><li>ENTERTAINMENT </li></ul><ul><li>CHILDREN </li></ul><ul><li>INFORMATION </li></ul><ul><li>EDUCATION </li></ul><ul><li>NEWS </li></ul><ul><li>RELIGIOUS </li></ul><ul><li>SPORT </li></ul><ul><li>SPECIAL </li></ul><ul><li>FILLER </li></ul>TYPE OF PROGRAM AGB NIELSEN
  7. 11. <ul><li>Menentukan Tema/Topik </li></ul><ul><li>Riset dan observasi </li></ul><ul><li>Menyusun naskah, </li></ul><ul><li>Rundown </li></ul><ul><li>Breakdown equipment </li></ul><ul><li>dan kebutuhan lain </li></ul><ul><li>Production Meeting </li></ul><ul><li>etc </li></ul><ul><li>Melakukan pengambilan </li></ul><ul><li>Pengambilan gambar </li></ul><ul><li>baik live maupun taping </li></ul><ul><li>Editing </li></ul><ul><li>Evaluasi dan review </li></ul><ul><li>QC </li></ul><ul><li>Pengarsipan filing </li></ul><ul><li>etc </li></ul>TAHAPAN PRODUKSI PROGRAM ACARA Secara umum dibagi menjadi 3 bagian Pra Produksi Produksi Pasca Produksi
  8. 12. <ul><li>BRAIN STORMING </li></ul><ul><li>Membuat /menentukan detail konsep bersama-sama dengan Producer, Creative </li></ul><ul><li>Melakukan analisis script/scenario /rundown berdasarkan konsep/ ide yang telah disepakati </li></ul>Menentukan peralatan pendukung teknis meliputi : Kamera, Lighting, Audio dan perangkat teknis lainnya sesuai dengan konsep program KOORDINASI Melakukan koordinasi dengan crew pendukung teknis meliputi : TD, Kameraman, Switcherman, Audioman, Lightingman menyangkut konsep acara dan kebutuhan peralatan produksi Me-review kembali kebutuhan teknis produksi dengan Producer dan Creative <ul><li>EKSEKUSI </li></ul><ul><li>Membuat /menentukan bloking kamera </li></ul><ul><li>Melakukan supervisi terhadap penataan set panggung, lighting, kamera, audio, switcher, CG etc. </li></ul><ul><li>Bersama-sama TD memastikan kesiapan perangkat teknis lainnya </li></ul><ul><li>Memandu jalannya Gladi Bersih bersama FD </li></ul><ul><li>Berkoordinasi dengan producer dan krabat kerja yang lain </li></ul>Melakukan Briefing bersama seluruh crew pendukung acara mengenai rundown acara SHOOTING PROGRAM ( Live / Taping ) Mengarahkan produksi Program Acara <ul><li>EVALUASI </li></ul><ul><ul><li>Bersama Producer dan crew pendukung teknis lainnya melakukan evaluasi </li></ul></ul><ul><li>EDITING </li></ul><ul><ul><li>Mengikuti proses editing program </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila Dibutuhkan </li></ul></ul>PRA PRODUKSI PRODUKSI PASCA PRODUKSI
  9. 13. Executive Producer Producer Program Director Kameraman Switcerman Audioman Lightingman Talent / Host Art/ Set Design Technical Director Floor Director VT Make Up Script Graphic / CG On Air / MCR HUBUNGAN KERJA
  10. 15. TYPE OF SHOOT Close Up
  11. 16. KOMPOSISI dan CAMERA ANGLE Low Angle High Angle Eye Level Head Room Looking Room
  12. 17. CAMERA MOVEMENT Pedestal Up/Down Tilt Up/Down Swing Panning Trek Right Trek Left
  13. 18. <ul><li>Multicamera adalah format shooting dengan menggunakan lebih dari satu kamera, dihubungkan melalui satu sistem yang terintegrasi . Jadi, kalaupun menggunakan lebih dari satu kamera ketika tidak terintegrasi satu sama lain maka format tersebut belum bisa dikategorikan sebagai multicam system . Sedangnkan dari segi penayangannya bisa disiarkan secara langsung ( live ) atau tayang tunda ( live on tape ). Jenis acara televisi yang menggunakan multicamera di antaranya : talkshow, sitkom, game show, music show , quiz, magazine, variety show. </li></ul>
  14. 19. CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK WAWANCARA DENGAN 2 KAMERA
  15. 20. CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK WAWANCARA DENGAN 3 KAMERA 1 2 3 two shoot Group shoot one shoot
  16. 21. CAMERA BLOCKING BLOKING UNTUK MUSIK DENGAN 5 KAMERA
  17. 22. CAMERA BLOCKING Sketsa Set Design
  18. 23. BAHASA KOMANDO… STANDBY Aba-aba untuk meminta kepada seluruh pendukung acara baik crew maupun talent/presenter untuk bersiap-siap memulai acara / program. Dapat juga berarti aba-aba untuk kameraman agar jangan merubah komposisi gambar karena akan di ambil . Contoh : “ Studio standby….Crew Standby….” Atau “ Standby kamera satu….Take kamera satu….” COUNTDOWN Hitungan mundur untuk memberi aba-aba agar program di mulai tepat sesuai waktu yang di tentukan Dapat juga berarti memberikan jeda waktu pada proses recording antara satu adegan ke adegan berikutnya, untuk mempermudah pada proses editing Contoh : “ Standby … lima…empat…tiga…dua…satu…action !!!...”
  19. 24. <ul><li>Big Close Up = BCU Close Up/Close Shot = CU/CS Medium Close up = MCU Mid Shot = MS Medium Long Shot = MLS Long Shot = LS Very Long Shot = VLS Wide Angle = WA Low Angle/High Angle = LA/HA 2S = 2-Shot OTS O/S = Over the Shoulder Centre/Centre of Frame= C,COF Zoom In/Zoom Out = Z/I,Z/O FAVouring = fav FRAme Left or Right = fr L or R A/B = As Before </li></ul>
  20. 25. <ul><li>Pan L or R Tilt up or down Ped Up/elevate Ped Down/depress Crane up or down Crab L or R Arc L & R Track in or out Focus up/ defocus/ pull focus </li></ul>
  21. 26. CUE / ACTION Aba-aba untuk artis, talen, presenter atau performer yang lain untuk memulai adegan atau aksinya sesuai dengan script/ naskah. Dalam produksi program besar yang melibatkan banyak orang, komando dari Director diteruskan kepada Floor Director Contoh : “… tiga…dua…satu…Cue Sandrina…!!” atau “Camera ..!!! ..Action…!!” “ TAKE” / “ON” Aba-aba untuk kameraman sebagai tanda gambarnya di ambil, biasanya dilakukan untuk produksi program dengan multi kamera. Contoh : “ Standby kamera satu… Take kamera satu” atau “ Kamera satu …On..!!”
  22. 27. Take two, Take Tree… dst Isyarat untuk meminta untuk dilakukan pengambilan gambar ulang, karena pengambilan gambar pertama terjadi kesalahan atau hasilnya tidak memuaskan. ROLLING / PLAY Aba-aba kepada VTR operator untuk memulai pemutaran video tape, bisa juga berlaku sebagai aba-aba untuk memulai perekaman. Contoh : “… standby VTR… rolling VTR….” Atau “ Stndby VTR …rolling record VTR… tiga..dua..satu..”
  23. 28. WIDE SHOOT / Tide Shoot Perintah kepada kameraman untuk pengambilan sudut gambar lebar atau sempit Contoh : “… kamera satu wide….” CUT Perintah untuk memotong adegan BUNGKUS/ CLEAR Komando sebagai isarat bahwa seluruh kegiatan produksi telah usah. Dapat juga berarti proses pengambilan gambar pada satu scene telah usai atau pengambilan gambar pada satu tempat telah usai, diteruskan ke tempat berikutnya
  24. 29. FLOOR DIRECTOR Bertugas sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan- pesan Pengarah Acara kepada kerabat kerja dan para artis pendukung dalam produksi suatu acara.
  25. 31. <ul><li>Memenuhi syarat level gambar kamera tv sesuai dengan standart teknik pertelevisian. </li></ul><ul><li>Menghasilkan prespektif 3D dan efek kedalaman gambar </li></ul><ul><li>Menghasilkan efek dramatis dan efek visual lainnya </li></ul><ul><li>Dapat digunakan sebagai efek penentu waktu sebuah adegan </li></ul><ul><li>Menunjang komposisi shoot </li></ul>TATA CAHAYA Fungsi TATA CAHAYA <ul><li>SECARA UMUM ADA 2 JENIS CAHAYA LAMPU </li></ul><ul><li>TUNGSTEN </li></ul><ul><li>DAY LIGHT </li></ul>
  26. 32. TATA CAHAYA Back Light Key Light Area Key Light Fill Light Area Edge Light Area Fill Light Area Side Light Area Side Light Area Edge Light Area
  27. 33. <ul><li>Lighting Director </li></ul><ul><li>bertugas sebagai seseorang yang </li></ul><ul><li>bertanggung jawab terhadap </li></ul><ul><li>Keberhasilan penataan </li></ul><ul><li>cahaya di studio baik </li></ul><ul><li>secara artistik maupun </li></ul><ul><li>yang mampu menyentuh </li></ul><ul><li>perasaan yang sesuai </li></ul><ul><li>dengan </li></ul><ul><li>tuntutan naskahnya. </li></ul>TATA CAHAYA Lighting Studio Berita
  28. 35. Contoh Shooting Board
  29. 38. SISTEM PENYIARAN SEDERHANA STUDIO MCR Rumah Rumah
  30. 39. Satelit Palapa C Satsiun Bumi Satelit Palapa A Satelit Palapa B Satelit Palapa C SATELIT Pemancar
  31. 40. SISTEM PENYIARAN TELEVISI
  32. 41. SNG ( SATELLITE NEWS GATHERING ) sistem pengiriman sinyal (audio/video) melalui satelit dan memancarkannya kembali kebumi. disebut SNG Van (Mobil SNG) Untuk memudahkan mobilitas . SNG dan OB Van SNG Van
  33. 42. BLOCK DIAGRAM STUDIO PRODUCTION TO TRANSMITER CG VDA ADA
  34. 43. BLOCK DIAGRAM EFP
  35. 44. STUDIO Studio Fixed Set Program Famous to Famous Studio Virtual News
  36. 45. <ul><li>STUDIO TELEVISI ADALAH TEMPAT YANG DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN MEMPRODUKSI ACARA TELEVISI, BISA BERUPA RUANGAN TERTUTUP MAUPUN DI ALAM TERBUKA. </li></ul>
  37. 46. Kamera studio Kamera ENG ( Electronic News Gathering ) Kamera EFP ( Electronic Field Production ) JENIS - JENIS KAMERA
  38. 47. Pedestal KAMERA & Asesoris
  39. 48. TELEPROMPTER KAMERA PROMPTER
  40. 49. VIDEO CONTROL ROOM Video Switcher Control Room
  41. 50. Program Preview BASE BUTTON SUB BUTTON Konfigurasi wipe AUX BUTTON TRANSITION VIDEO SWITCHER PRODUCTION Switcher adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar, baik atas permintaan Pengarah Acara atau sesuai dengan shooting script/rundown yang telah disusun sebelumnya. DSK KEY BUTTON KEY CONTROL
  42. 51. <ul><li>Pada produksi TV akan ditemukan editing dalam 3 bentuk : </li></ul><ul><li>Video switching in real time, mempergunakan production switcher ( video mixer) </li></ul><ul><li>Post production videotape editing </li></ul><ul><li>Film editing </li></ul><ul><li>Meskipun secara mekanis masing-masing prosesnya berbeda, efek artistiknya bisa jadi </li></ul><ul><li>hampir sama.Yang perlu diperhatikan pada saat editing adalah : </li></ul><ul><li>Moment yang dipilih untuk diganti dari satu shot ke shot lainnya. ( cutting point ) </li></ul><ul><li>Bagaimana pergantian shot tersebut (cut, mix,dsb) dan kecepatan transisi. </li></ul><ul><li>Order of shots ( sequence ) dan durasinya ( cutting rhythm ). </li></ul><ul><li>Mempertahankan kualitas gambar yang baik dan kesinambungan audio. Menggabungkan adegan yang diambil pada waktu dan tempat berbeda, apabila adegan diambil dengan satu kamera. </li></ul>
  43. 52. MICROPHONE & JANGKAUAN DINAMIC CONDENSOR REBON
  44. 53. AUDIO CONTROL ROOM Audioman adalah petugas yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber, dengan jalan melakukan perekayasaan dalam penempatan mikrofon dan lain sebagainya. Audio Control Room dg Mixer Digital Mixer Analog
  45. 54. MIXER AUDIO MIXER 16 INPUT Contoh distribusi audio
  46. 55. ALAT UKUR AUDIO LED Meter Display VU Meter Display
  47. 56. CENTRAL EQUIPMENT ROOM CER Fiber Optic
  48. 57. VTR adalah peralatan yg digunakan untuk merekam (Record) dan memutar (playback) gambar dan suara untuk keperluan siaran. <ul><li>MACAM-MACAM VTR : </li></ul><ul><li>Betacam </li></ul><ul><li>DVC Pro </li></ul><ul><li>Mini DV / DV Cam </li></ul><ul><li>VHS / S-VHS </li></ul>VTR ( Video Tape Recorder)
  49. 58. MASTER CONTROL Master Control Room Terminal Operation
  50. 59. STUDIO LIGHTING BALCAR CYBER PAR GOBO
  51. 60. PORTABLE LIGHTING RED HEAD HMI DEDO FRESNEL PAR PORTABLE
  52. 61. MIXER LIGHTING LIGHTING CONSOLE
  53. 62. Perbanyaklah berkarya Fokus dan Konsisten Jangan pernah bosan untuk belajar Tips Sukses Selalu ber- Inovasi
  54. 67. <ul><li>Untuk sebuah produksi televisi, rundown merupakan panduan yang dijadikan acuan seorang program director atau pengarah acara dalam menjalankan sebuah acara televisi. Rundown biasanya disusun oleh produser dan didiskusikan dengan tim produksi. Format pembuatan rundown tidak mutlak, sangat tergantung dari karakteristik format acara televisi itu sendiri. Rundown format berita misalnya agak sedikit berbeda dengan rundown untuk acara berformat non drama ( quiz, gameshow, music, variety show,magazine ,dll). </li></ul><ul><li>Rundown merupakan susunan isi cerita dari sebuah program acara yang dibatasi oleh durasi(panjangnya item acara), segmentasi dan deskripsi atau bahasa naskah. </li></ul><ul><li>Untuk acara berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segment, namun beberapa acara berdurasi setengah jam ini juga kadang terbagi menjadi 3 segment. Sedangkan acara berdurasi 60 menit biasanya terbagi atas 5 atau 6 segment. Salah satu fungsi pembuatan segmentasi ini adalah untuk keperluan penempatan commercial break atau iklan. Misalnya, total konten program acara berdurasi 30 menit adalah 24 menit,sisanya yang 6 menit untuk iklan. </li></ul><ul><li>Selain kolom “Segment”, hal penting lainnya adalah “Description”. Di kolom ini dijelaskan tentang apa saja isi dari setiap segment. Sedangkan jika </li></ul><ul><li>ada catatan penting lainnya, bisa dimasukan ke dalam kolom </li></ul><ul><li>“ Note” atau “Remark” </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×