Modul 6

4,209
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,209
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
137
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 6

  1. 1. PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN Oleh: Luqman Effendi,S.Sos.,M.Kes Prodi Kesehatan Masyarakat FKK-UMJ, FIKFIS-UIEU
  2. 2. Pengertian <ul><li>Perubahan Sosial adalah segala perubahan dalam lembaga-lembaga sosial didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat </li></ul><ul><li>Perubahan sosial dan Perubahan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari sulit untuk dibedakan, meskipun secara definisi bisa saja dibedakan </li></ul>
  3. 3. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial <ul><li>Perubahan lambat (evolusioner dan perubahan cepat (revolusioner) </li></ul><ul><li>Perubahan kecil dan perubahan besar </li></ul><ul><li>Perubahan yang dikehendaki (intended change) dan unintended change) </li></ul>
  4. 4. Faktor-faktor perubahan sosial & Budaya <ul><li>Bersumber dari dalam: </li></ul><ul><ul><li>Bertambah atau berkurangnya penduduk </li></ul></ul><ul><ul><li>Penemuan-penemuan baru </li></ul></ul><ul><ul><li>Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat </li></ul></ul><ul><ul><li>Terjadinya pemberontakan </li></ul></ul><ul><li>Sebab-sebab dari luar: </li></ul><ul><ul><li>Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar masyarakat </li></ul></ul><ul><ul><li>Peperangan dengan negara lain </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengaruh kebudayaan masyarakat lain </li></ul></ul>
  5. 5. Faktor pendorong perubahan <ul><li>Kontak dengan kebudayaan lain </li></ul><ul><li>Sistem pendidikan yang maju </li></ul><ul><li>Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju </li></ul><ul><li>Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang </li></ul>
  6. 6. Continued…. <ul><li>Open stratification </li></ul><ul><li>Penduduk yang heterogen </li></ul><ul><li>Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu </li></ul><ul><li>Orientasi ke depan </li></ul><ul><li>Taraf hidup yang meningkat </li></ul>
  7. 7. Faktor penghambat perubahan <ul><li>Kurangnya hubngan dengan masyarakat lain </li></ul><ul><li>Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat </li></ul><ul><li>Sikap masyarakaty yang tradisionalistis </li></ul><ul><li>Adanya vested interests </li></ul><ul><li>Rasa takut akan terjadinya goncangan pada integrasi budaya </li></ul><ul><li>Prasangka terhadap nilai baru </li></ul><ul><li>Nilai pasrah </li></ul>
  8. 8. Proses-proses perubahan <ul><li>Menurut teori Equilibrium, masyarakat selalu melakukan penyesuaian dengan perubahan ( adjustment ) </li></ul><ul><li>Namun ada kalanya juga tidak terjadi penyesuaian ( maladjusment ) atau bahkan sampai terjadi anomie </li></ul><ul><li>Dalam proses perubahan, masyarakat melalui saluran-saluran perubahan yaitu lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi, dsb </li></ul>
  9. 9. Continued….. <ul><li>Dalam proses perubahan seringkali ditemukan adanya disorganisasi dan reorganisasi sosial </li></ul><ul><li>Didalam masyarakat seringkali terjadi ketidakserasian dalam perubahan-perubahan unsur-unsur yang menimbulkan apa yang disebut sebagai ketertinggalan budaya ( cultural lag ) </li></ul>
  10. 10. Modernisasi <ul><li>Merupakan perubahan yang berkemajuan dan rasional di segala bidang dalam rangka meningkatkan taraf hidup </li></ul><ul><li>Perubahan sosial yang berkemanusiaan dan berperadaban serta meningkatkan pergaulan dunia </li></ul>
  11. 11. Syarat-syarat modernisasi <ul><li>Scientific thinking </li></ul><ul><li>Birokrasi yang baik </li></ul><ul><li>Pengumpulan data yang baik </li></ul><ul><li>Penciptaan iklim yang favourable </li></ul><ul><li>Tingkat organisasi yang tinggi </li></ul><ul><li>Adanya social planning </li></ul>
  12. 12. Modernisasi, Westernisasi, Sekulerisasi dan Pembangunan <ul><li>Persamaan: </li></ul><ul><ul><li>Semua mempunyai kepentingan soal keduniaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Semua merupakan proses perubahan sosial dan kebudayaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Semua mempunyai unsur dari Barat </li></ul></ul><ul><ul><li>Semua merupakan hasil perbandingan yang dirasionalisasikan </li></ul></ul>
  13. 13. Perbedaan: <ul><li>Memiliki kekhasan untuk setiap negara </li></ul><ul><li>Tidak berlaku untuk setiap negara </li></ul><ul><li>Nilai/norma dan budaya lokal sangat diperhatikan </li></ul><ul><li>Orientasi semata-mata kepada masalah keduniaan </li></ul><ul><li>Nilai agama dikesampingkan (agama adalah urusan pribadi) </li></ul><ul><li>Mutlak pembaratan </li></ul><ul><li>Kebudayaan Barat sebuah keharusan </li></ul><ul><li>Anggapan bahwa setiap negara pasti akan mengikuti Barat dalam proses perkembangan-nya </li></ul><ul><li>Tidak mutlak westernisasi atau sekulerisasi </li></ul><ul><li>Nilai agama tidak dipersoalkan </li></ul><ul><li>Sifat perkembangan lebih umum </li></ul><ul><li>Ada dalam setiap masyarakat atau negara </li></ul>Pembangunan Sekulerisasi Westernisasi Modernisasi
  14. 14. Daftar Pustaka Soekanto, Soerjono, (2001). Sosiologi Suatu Pengantar, UI-Press, Jakarta S . Pengantar Sosiologi, UI-Press, Jakarta UNAIR . Sosiologi Suatu Pengantar , UNAIR-Press, Surabaya Osborne, Richard & Borin Van Loon, 1999. Mengenal Sosiologi For Beginners, Penerbit Mizan, Cetakan III, Jakarta
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×