• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Rabies
 

Rabies

on

  • 391 views

 

Statistics

Views

Total Views
391
Views on SlideShare
391
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Rabies Rabies Presentation Transcript

    • EpidemiologiRabiesM. Atoillah
    •  Rabies atau penyakit anjing gila adalahpenyakit hewan menular yang disebabkanoleh virus, bersifat akut serta menyerangsusunan syaraf pusat hewan berdarahpanas dan manusia.
    •  Rabies bersifat zoonosa artinya penyakittersebut dapat menular dari hewan kemanusia Rabies sangat berbahaya. Rabies belumada obatnya. Apabila gejala klinis sudahtimbul, selalu diikuti dengan kematian, baikpada hewan maupun manusia.
    •  Semua hewan berdarah panas dapatmenularkan rabies. Anjing, kucing dankera/monyet di Indonesia berpotensimenularkan rabies kepada manusia. Lebihdari 90% kasus rabies pada manusiaditularkan oleh anjing. Oleh karena ituanjing menjadi objek utama kegiatanpemberantasan rabies.
    •  Virus rabies masuk ke dalam tubuhmanusia atau hewan melalui: Luka gigitan hewan penderita rabies Luka yang terkena air liur hewan atau manusiapenderita rabies
    • EPIDEMIOLOGI Rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakitzoonosa yang terpenting di Indonesia karenapenyakit tersebut tersebar luas di 18 Propinsi,dengan jumlah kasus gigitan yang cukup tinggisetiap tahunnya (16.000 kasus gigitan), sertabelum diketemukan obat/cara pengobatan untukpenderita rabies sesingga selalu diakhiri dengankematian pada hampir semua penderita rabiesbaik manusia maupun pada hewan.
    • EPIDEMIOLOGI Sampai kini hanya 5 Propinsi di Indonesia bebashistoris rabies, yaitu Kalimantan Barat, Bali, NusaTenggara Barat, Maluku dan Irian Jaya. Sejaktahun 1994 propinsi yang tadinya endemisrabies, telah dibebaskan dari rabies pada anusiapada hewan yaitu di Jawa Timur, Jawa Tengahdan D.I Yogyakarta sampai saat ini ada 18propinsi yang belum bebas kasus rabies. Pada tahun 1998 terjadi outbreak di Kab. FloresTimur, Prop. NTT
    • EPIDEMIOLOGI Jumlah rata-rata pertahun kasus gigitan padamanusia oleh hewan penular rabies tiga tahunterakhir (1995-1997) 15.000 kasus, diantaranya8.550 (57 %) divaksinasi anti rabies (VAR) dan662 (1,5%) diberikan kombinasi VAR dan SAR(serum anti rabies). Selama tiga tahun ( 1995-1997). Ditemukan rata-rata pertahun 59 kasusrabies pada manusia, seangkan 22,44 spesimendari hewan yang diperiksa, 1327 (59%)menunjukkan positif rabies.
    • PATOGENESA Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan, makaselama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dandidekatnya, kemudian bergerak mencapai ujung-ujungserabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya. Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisarantara 2 minggu sampai 2 tahun, tetapi pada umumnya 3-8minggu, berhubungan dengan jarak yang harus ditempuholeh virus sebelum mencapai otak. Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri danmenyebar luas dalam semua bagian neuron, terutamamempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik,hipotalamus dan batang otak
    • PATOGENESA Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral, virus kemudian kearahperifer dalam serabut saraf eferen danpada saraf volunter maupun saraf otonom.Dengan demikian virus menyerang hampirtiap organ dan jaringan didalam tubuh, danberkembang biak dalam jaringan-jaringannya, seperti kelenjar ludah, ginjal,dan sebagainya.
    • GEJALA 1. Stadium ProdromalGejala-gejala awal berupa demam, malaise, mualdan rasa nyeri ditenggorokan selama beberapahari. 2. Stadium SensorisPenderita merasa nyeri, rasa panas disertaikesemutan pada tempat bekas luka. Kemudiandisusul dengan gejala cemas, dan reaksi yangberlebihan terhadap rangsang sensorik.
    • GEJALA 3. Stadium Eksitasi Tonus otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperhidrosis, hipersalivasi, hiperlakrimasi dan pupil dilatasi. Bersamaan dengan stadium eksitasiini penyakit mencapai puncaknya, yang sangat khas pada stadium ini ialah adanyamacam-macam fobi, yang sangat terkenal diantaranya ialah hidrofobi. Kontraksi otot-otot Faring dan otot-otot pernapasan dapat pula ditimbulkan olehrangsang sensorik seperti meniupkan udara kemuka penderita atau denganmenjatuhkan sinar kemata atau dengan menepuk tangan didekat telinga penderita. Pada stadium ini dapat terjadi apnoe, sianosis, konvulsa da tahikardi. Tindak-tandukpenderita tidak rasional kadang-kadang maniakal disertai dengan saat-saatresponsif. Gejala-gejala eksitasi ini dapat terus berlangsung sampai penderita meninggal,tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemah, hinggaterjadi paresis flaksid otot-otot.
    • GEJALA 4. Stadium Paralis Sebagian besar penderita rabies meninggal dalam stadiumeksitasi Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi, melainkan paresis otot-otot yang bersifatprogresif. Hal ini karena gangguan sumsum tulang belakang,yang memperlihatkan gejala paresis otot-ototpernafasan.Serum neutralizing antibody pada kasus yangtidak divaksinasi tidak akan terbentuk sampai hari ke vaksinanti tetanus, anti biotik untuk mencegah infeksi danpemberian analgetikTerhadap luka resiko tinggi, selain VARjuga diberi SAR.
    • PENANGANAN LUKA GIGITANHEWAN MENULAR RABIES Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabiesharus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin. Untuk mengurangi/mematikan virusrabies yang masuk pada luka gigitan, usaha yangpaling efektif ialah mencuci luka gigitan denganair (sebaiknya air mengalir) dan sabun atauditeregent selama 10-15 menit, kemudian diberiantiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah
    •  Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit,kecuali jahitan situasi. Bila memang perlu sekaliuntuk dijahit (jahitannya jahitan situasi), makadiberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengandosis, yang disuntikan secara infiltrasi di sekitarluka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikansecara intra muskuler. Disamping itu harus dipertimbangkan perlutidaknya pemberian serum/ vaksin anti tetanus,anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberiananalgetik
    • PENCEGAHAN DANPEMBERANTASAN RABIES Hindari kejadian penggigitan · Pintu pagar tertuliskan AWAS ANJING GALAK · Anjing dirantai ± 2 meter jika rumah tidakberpagar · Anjing dibrongsong terutama jika dibawa keluarrumah Vaksinasi rabies pada anjing, kucing, kera/monyet peliharaan secara teratur setiap tahun
    • PENCEGAHAN DANPEMBERANTASAN RABIES Memberantas, memusnakan atau eliminasianjing liar atau yang berkeliaran denganmenggunakan umpan, misalnya bakso atauikan, yang diberi racun. Kegiatan inidilakukan oleh petugas berwenang. Dilakukan penangkapan ajingliar/berkeliaran ditempat umum selanjutnyadilakukan pembunuhan.