Presentasi Fiqh 4
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Presentasi Fiqh 4

on

  • 9,000 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,000
Views on SlideShare
8,514
Embed Views
486

Actions

Likes
6
Downloads
754
Comments
4

6 Embeds 486

http://marhamahsaleh.wordpress.com 353
http://ispria.blogspot.com 69
http://www.ispria.blogspot.com 55
https://ispria.blogspot.com 5
http://www.slideshare.net 3
http://ispria.blogspot.nl 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Hebat. Amal ilmu yang bermanfaat. Ditunggu ilmu ilmu yang lainnya.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • salah satu yg bisa menolong kita dialam barzah nanti adalah ilmu yang diajarkan, oleh karena itu 'berbagi ilmu' dalam kebaikan wajib hukumnya bagi ummat Islam.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • susah buat downloadnya,.,
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Dapatkan jadual waktu berbuka puasa dan imsak untuk tahun 2010 disini, http://www.azuanrazi.com/plugin-jadual-waktu-berbuka-puasa-imsak-2010/ atau dapatkan senarai buffet dinner sempena ramadhan buffet 2010 promotion disini, http://www.azuanrazi.com/ramadhan-buffet-dinner-2010-promotion/
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Presentasi Fiqh 4 Presentasi Fiqh 4 Presentation Transcript

  • Presentasi Ke-4 Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Membahas pengertian, dasar hukum atau dalil puasa, hukum puasa, syarat dan rukun, hikmah puasa, jenis-jenis puasa wajib, sunnah dan haram, rahasia dibalik puasa sunnah, qadha, kaffarat, dan I’tikaf F IQH S HIYAM: D EFINISI, H UKUM, M ACAM-MACAM, DALIL , HIKMAH P UASA
  • Definisi Shiyam (Puasa)
    • Secara etimologi, Shaum (puasa) bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu, seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam al-Quran surat Maryam ayat 26 :
    • فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
    • Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".
    • Adapun secara terminologi, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan biologis dan segala sesuatu yang membatalkan selama sehari penuh, yakni sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan niat ta’abbud (menjalankan perintah Allah dan mendekatkan diri kepadaNya).
    • تعريف الصيام : هو إِمْسَاكُ الْمُكَلَّفِ عَنِ اْلمُفَطِّرَاتِ بِنِيَّةِ التَّعَبُّدِ للهِ مِنْ طُلُوعِ اْلفَجْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ
    • Definisi shaum ini sesuai dengan al-Quran surat al-Baqarah: 187
    • أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
  • Dalil Diwajibkan Puasa Ramadhan
    • Puasa sebagai salah satu pilar rukun Islam dan wajib diamalkan, yang dimaksud adalah Puasa Ramadhan. Dalilnya: al-Quran surat al-Baqarah: 183 dan 185, hadis dan ijma’.
    • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
    • شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
    • بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان ، وحج البيت الحرام [ متفق عليه ]
    • Dalam sejarah, puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad saja, tapi puasa merupakan kewajiban yang telah digilirkan Allah Swt kepada setiap umat dan Nabinya sebelum datang Islam. Rasul Saw -sebelum diwajibkan puasa Ramadhan- selalu melakukan puasa tiga hari setiap bulan, hingga turun ayat yg mewajibkan umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan.
    • Puasa Ramadhan diwajibkan setelah turun ayat di atas, yaitu pada hari Senin tanggal 10 Sya’ban tahun 2 H.
  • Hukum Puasa Ramadhan
    • Hukum puasa Ramadhan adalah fardhu ‘ain , artinya wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang sudah baligh, berakal, sehat, menetap (bukan musafir).
    • Puasa Ramadhan tidak wajib dilaksanakan oleh orang kafir, anak kecil, orang sakit, orang gila, orang tua renta, wanita hamil & menyusui, wanita yang haid & nifas, orang yang terpaksa atau dipaksa (ikrah) tidak berpuasa, dan musafir.
    • الصوم واجب على كل مسلم بالغ عاقل قادر مقيم
    • الكافر لا يصوم، ولا يجب عليه قضاء الصوم إذا أسلم
    • الصغير الذي لم يبلغ لا يجب عليه الصوم ، لكن يؤمر به ليعتاده
    • المريض مرضاً طارئاً ينتظر برؤه يفطر ان شق عليه الصوم ويقضى بعد برئه
    • المجنون لا يجب عليه الصوم ولا الإطعام عنه وإن كان كبيراً ، ومثله المعتوه الذي لا تمييز له، والكبير المخرف الذي لا تمييز له
    • العاجز عن الصوم لسبب دائم كالكبير والمريض مرضاً لا يرجى برؤه - يطعم عن كل يوم مسكيناً .
    • الحامل والمرضع إذا شق عليهما الصوم من أجل الحمل أو الرضاع ، أو خافتا على ولديهما، تفطران وتقضيان الصوم إذا سهل عليهما وزال الخوف
    • الحائض والنفساء لا تصومان حال الحيض والنفاس ، وتقضيان ما فاتهما
    • المضطر للفطر لإنقاذ معصوم من غرق أو حريق يفطر لينقذه ويقضي
    • المسافر إن شاء صام وإن شاء أفطر وقضى ما أفطره، سواءً كان سفره طارئاً كسفر العمرة أم دائما كأصحاب سيارات الأجرة فيفطرون إن شاءوا ما داموا في غير بلدهم
  • Rukun Puasa
    • Rukun puasa ada 2, yaitu yang merupakan hakekat dari definisi puasa:
    • Niat . Untuk puasa wajib di bulan Ramadhan, niat dilakukan sebelum terbit fajar di setiap malam di bulan Ramadhan. Tidak diharuskan melafazkan niat, karena niat merupakan amalan hati. Hakekat niat adalah bermaksud melaksanakan sesuatu sebagai bentuk menta’ati perintah Allah SWT dan mengharap keridhaanNya. Sedangkan niat untuk puasa tathawwu’ (sunnah) boleh dilakukan siang hari setelah terbit fajar, asalkan sebelumnya tidak makan dan minum.
    • Menahan diri dari makan, minum, hubungan biologis suami-istri dan segala sesuatu yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
    • Penetapan Waktu Puasa Ramadhan
    • Penetapan secara hisab. Ilmu yang mendukung adalah ilmu hisab dan falak.
    • Penetapan dengan cara ru’yat, melihat bulan pada awal Ramadhan setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Sya’ban.
  • Syarat-syarat Wajib Puasa
    • Islam , puasa tidak sah dilakukan oleh orang-orang kafir
    • Baligh , anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak wajib melakukan ibadah puasa, akan tetapi apabila ia berpuasa maka hukumnya sah. Bahkan dianjurkan untuk berpuasa sebagai latihan dan pendidikan.
    • Berakal , orang-orang yang tidak berakal seperti orang gila, sakit ayan dan yang hilang akalnya tidak diwajibkan melakukan ibadah puasa. Rasulullah Saw bersabda: “Qalam (beban hokum itu) dihilangkan dari tiga golongan; orang yang gila sampai ia sembuh, orang yang tidur sampai ia bangun dan anak kecil sampai ia baligh.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
    • Sehat dan mukim (tidak wajib bagi yang sakit dan musafir) (al-Baqarah: 184)
    • Syarat-syarat Sah Puasa
    • Beragama Islam
    • Tamyiz , orang atau anak yang dapat membedakan antara baik dan buruk.
    • Suci dari haid dan nifas.
    • Hari yang sah berpuasa , tidak dalam hari-hari yang dilarang berpuasa.
  • Adab al-Shiyam - Amalan Sunnah Puasa
    • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman, karena pada sahur itu mengandung berkah. Disunatkan mengakhirkan bersahur.
    • Bersiwak .
    • Menyegerakan berbuka bila waktu telah tiba.
    • Berdo’a ketika berbuka puasa, dan sepanjang hari, khususnya ketika akan berbuka
    • Berbuka dengan buah tamar/ruthab (kurma), atau minum air.
    • Memberi makanan untuk orang yang berbuka puasa.
    • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji dan terlarang yang dapat menghilangkan pahala puasa.
    • Memperbanyak sedekah selama Ramadhan.
    • Memperbanyak baca al-Quran , mempelajarinya, mengajarkannya kepada orang lain.
    • Perbuatan Makruh Ketika Berpuasa
    • Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung (madhmadhah & istinsyaq), keduanya tidak membatalkan puasa, tapi makruh jika dilakukan berlebihan.
    • Merasa makanan dengan lidah
    • Berbekam kecuali perlu
    • Mengulum sesuatu
  • Perkara Mubah dan Yang Membatalkan Puasa
    • YANG DIPERBOLEHKAN DALAM BERPUASA
    • Semalaman dalam keadaan junub. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.
    • Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya dan sebaliknya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.
    • Berobat dengan cara disuntik pada tempat yang tidak ada hubungan secara langsung dengan lambung.
    • Meneteskan obat mata dan memakai celak.
    • Berbekam (hajamah).
    • Makan minum dalam keadaan lupa.
    • HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
    • Makan dan minum dengan sengaja.
    • Muntah dengan sengaja.
    • Jima’ atau mengeluarkan sperma dengan sengaja.
    • Kedatangan haid atau nifas.
    • Melahirkan anak atau keguguran.
    • Gila walaupun sekejap.
    • Mabuk ataupun pingsan.
    • Murtad atau keluar dari agama Islam.
  • Macam-macam Puasa dan Hukumnya
    • PUASA WAJIB:
    • Puasa Ramadhan (Q.S. al-Baqarah: 183)
    • Puasa Qadha Ramadhan (Q.S. al-Baqarah: 184)
    • Puasa Nadzar
    • Puasa Kafarat: - Kaffarat sumpah (aiman) - Kaffarat zihar - Kaffarat jima’ di siang hari bulan Ramadhan
    • PUASA SUNNAH
    • Hari Arafah (9 DzulHijjah bagi muslim yang tidak menunaikan ibadah haji).
    • Bulan Muharram, terutama Hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram) dan Tasu’a (tanggal 9 Muharram)
    • Enam Hari di Bulan Syawwal
    • Bulan Sya’ban
    • Sepuluh Pertama dari Bulan Dzul Hijjah (kecuali Hari Raya Idul Adlha)
    • Hari-hari Putih “ayyam al-baidh” tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriyah
    • Senin Kamis
    • Puasa Dawud (sehari puasa sehari buka)
    • Ada yang menambahkan anjuran berpuasa untuk menahan nafsu bagi yang sudah mencapai usia siap nikah tapi belum mampu (membujang). Kasian…
  • Dalil-dalil Puasa Sunnah
    • Dari Abu Qatadah al-Anshary RA bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai puasa hari Arafah, beliau menjawab: “ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang." Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu." Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur'an padaku."
    • Dari Abu Ayyub Al-Anshary RA bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa shaum Ramadhan, kemudian diikuti dengan shaum enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti shaum setahun." Riwayat Muslim.
    • Abu Dzar RA berkata: Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk shaum tiga hari dalam sebulan, yaitu pada tanggal 13,14, dan 15. Riwayat Nasa'i dan Tirmidzi.
    • 'Aisyah RA berkata: Rasulullah Saw biasa shaum sehingga kami menyangka beliau tidak akan berbuka dan beliau berbuka sehingga kami menyangka beliau tidak akan shaum. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau shaum dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya'ban. Muttafaq ‘Alaih.
    َعَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ص م سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ . قَالَ : يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ , وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ . قَالَ : يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اَلِاثْنَيْنِ , قَالَ : ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ , وَبُعِثْتُ فِيهِ , أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ َوَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ص م قَالَ : ( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ , ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ َوَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ : ( أَمَرَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ص م أَنْ نَصُومَ مِنْ اَلشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ : ثَلَاثَ عَشْرَةَ , وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ )  رَوَاهُ النَّسَائِيُّ , وَاَلتِّرْمِذِيُّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ , وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ , وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ , وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
  • Macam-macam Puasa dan Hukumnya
    • PUASA MAKRUH
    • Puasa Arafah bagi yang wuquf di Arafah
    • Mengkhususkan puasa hari Jum’at
    • Mengkhususkan puasa hari Sabtu
    • Puasa pada pertengahan Sya’ban
    • Puasa Wishal (menggabungkan dua hari tanpa berbuka)
    • Puasa hari Syak (tanggal 30 Sya’ban)
    • Puasa Dahr (puasa terus-menerus atau menahun)
    • Puasanya wanita yang tidak izin kepada suaminya
    • PUASA YANG DIHARAMKAN
    • Puasa pada dua hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adlha)
    • Puasa hari-hari Tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 DzulHijjah)
    • Puasanya Orang yang haidl dan sedang nifas
  • Dalil-dalil Puasa Makruh dan Haram
    • Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Apabila bulan Sya'ban telah lewat setengah, maka janganlah engkau shaum." Riwayat Imam Lima dan diingkari oleh Ahmad .
    • Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Saw bersabda: "Janganlah mengkhususkan malam Jum'at untuk bangun beribadah dibanding malam-malam lainnya dan janganlah mengkhususkan hari Jum'at untuk shaum dibanding hari-hari yang lainnya, kecuali jika seseorang di antara kamu sudah terbiasa shaum." Riwayat Muslim.
    • Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Saw melarang shaum pada dua hari, yakni hari raya Fithri dan hari raya Kurban. Muttafaq Alaihi.
    • Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Saw bersabda: "Tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan shaum di saat suaminya di rumah, kecuali dengan seizinnya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya riwayat Muslim. Abu Dawud menambahkan: "Kecuali pada bulan Ramadhan."
    • Dari Nubaitsah al-Hudzaliy RA bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Hari-hari tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah SWT.
    َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ , وَاسْتَنْكَرَهُ أَحْمَدُ َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ اَلْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَللَّيَالِي , وَلَا تَخْتَصُّوا يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَلْأَيَّامِ , إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ : يَوْمِ اَلْفِطْرِ وَيَوْمِ اَلنَّحْرِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ . َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ . وَزَادَ أَبُو دَاوُدَ : ( غَيْرَ رَمَضَانَ ) َوَعَنْ نُبَيْشَةَ اَلْهُذَلِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيَّامُ اَلتَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ , وَذِكْرٍ لِلَّهِ تعَالى )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ
  • Hikmah Puasa
    • Puasa adalah ibadah khusus kepada Allah, dan Allah pula yang akan membalasnya secara langsung, diantara hikmahnya:
    • Membersihkan jiwa dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya à melatih jiwa agar selalu menghambakan diri secara total hanya kepada Allah.
    • Selain mengandung manfaat klinis untuk menjaga kesehatan badan, juga mengandung manfaat psikologis.
    • Mendidik kemauan, jihad (perjuangan) melawan hawa nafsu, membiasakan berlaku sabar dan menahan kesenangan. “Puasa adalah perisai yang menyelamatkan dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan” .
    • Menjadikan orang yang melakukannya selalu ingat akan nikmat Allah. Seseorang tidak akan mengetahui nilai suatu nikmat, kecuali ia pernah tidak mendapatkannya. Seseorang akan merasakan nikmat kenyang jikalau ia pernah merasa lapar dan dahaga…
    • Puasa Ramadhan terkandung hikmah yang bernilai sosial “puasa dapat mengingatkan bagaimana rasanya perut keroncongan dan dahaga yang membakar yang sering dirasakan oleh kaum fakir”.
    • Puasa dapat menyiapkan manusia dan membawanya ke derajat taqwa dan mengangkatnya mencapai derajat muttaqin.
  • Hikmah Puasa
    • Secara lebih terperinci, hikmah puasa dapat dijabarkan sebagai berikut:
    • Hikmah Ruhiah (spritual)
    • Penguatan iman dan ketakwaan
    • Melahirkan bentuk ketundukan secara totalitas
    • Menahan diri dari mengikuti hawa nafsu
    • Medan pelatihan kesabaran, kejujuran dan kedisiplinan 
    • Hikmah Ijtima’iah (sosial)
    • Melahirkan rasa solidaritas yang tinggi sesama muslim
    • Sebagai media pemersatu ummat, karena semua muslim melakukan ibadah ini secara bersamaan dan serentak
    • Mempererat tali ukhuwah islamiah
    • Membiasakan menjalankan aturan-aturan ilahiah atau menumbuhkan kedisiplinan dalam merespon hukum-hukum Islam
    • Mengeleminir tinadakan kriminal dan bentuk-bentuk kemaksiatan
    • Himah shihiat (kesehatan)
    • Membersihkan kembali usus-usus
    • Memperbaiki alat pencernaan
    • Mengurangi berat badan
    • Menjaga hukum keseimbangan badan
  • Rahasia Dibalik Puasa Sunnah
    • Hikmah puasa pada hari 'Arafah, ialah agar orang yang berpuasa ikut memikirkan mereka yang sedang melakukan wuquf di sebuah padang yang satu; mereka membaca talbiyah memenuhi panggilah Allah dan mencari ampunan dan rahmat Allah.
    • Puasa hari 'Asyura', tanggal 10 bulan Muharram, adalah saat Allah Swt menolong Nabi Musa As. dapat menyeberangi laut merah sehingga selamat dari kejaran Fir'aun beserta pasukannya yang tenggelam di laut merah. Sehingga Nabi Musa bersyukur kepada Allah atas pertolongan ini.
    • Puasa Sya’ban. Diantara keistimewaan bulan Sya'ban yang agung adalah peristiwa penting dalam sejarah penyebaran agama Islam yang terjadi pada 15 Sya'ban 2 H., yaitu perintah Allah untuk berpindah qiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka'bah.
    • Orang mati yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan
    • Orang yang meninggal dunia, sedangkan dia masih mempunyai hutang puasa Ramadhan yang belum dibayar tanpa ada uzur, maka walinya berkewajiban membayar fidyah sebanyak satu kati bahan makanan untuk setiap hari. Dan disunnatkan bagi walinya untuk mengqadla' puasanya. Adapun niat puasanya :
    • نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِقَضَآءِ مَا فَاتَ مِنْ صَوْمِ رَمَضَانَ مِنْ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى .
    • "Saya niat berpuasa besok pagi untuk mengqadha' apa yang terlepas dari puasa Ramadhan dari si Fulan bin Fulan, fardlu karena Allah ta'ala".
    • Nabi Muhammad saw. bersabda: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
    • "Barangsiapa yang mati sedangkan dia mempunyai tanggungan puasa, maka walinya membayar puasa darinya".
  • Kaffarat
    • Kaffarat sumpah (aiman). Dibayar melalui empat pilihan:
    • Memberi makan sepuluh orang miskin dari jenis makanan sederhana untuk keluarga bersangkutan, atau;
    • Memberi pakaian sepuluh orang miskin, atau;
    • Memerdekakan seorang budak. Jika tidak sanggup, maka pilihannya;
    • Berpuasa selama tiga hari. Dalilnya: Surat al-Maidah ayat 89:
    • لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الأيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    • Kaffarat Jima’ di siang hari Ramadhan. Dibayar sesuai urutan kemampuan: Memerdekakan budak, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut , atau memberi makan 60 orang miskin.
    • َ َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : هَلَكْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ . قَالَ : وَمَا أَهْلَكَكَ ? قَالَ : وَقَعْتُ عَلَى اِمْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، فَقَالَ : هَلْ تَجِدُ مَا تَعْتِقُ رَقَبَةً ? قَالَ : لَا قَالَ : فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ ? قَالَ : لَا قَالَ : فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ? قَالَ : لَا , ثُمَّ جَلَسَ , فَأُتِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ . فَقَالَ : تَصَدَّقْ بِهَذَا , فَقَالَ : أَعَلَى أَفْقَرَ مِنَّا ? فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا , فَضَحِكَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ : اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ )  رَوَاهُ اَلسَّبْعَةُ , وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
  • Kaffarat
    • Kaffarat Zhihar. Zhihar terjadi ketika seorang suami mengungkapkan bahwa istrinya menyerupai (secara hukum) dengan wanita yang haram dinikahinya secara seterusnya, seperti ibu, saudara wanita dan sebagainya, baik dengan menyebutkan kata punggung atau bagian tubuh lainnya. Seperti kalimat, "Kamu seperti punggung ibu saya". Dulu seorang arab bila ingin mengharamkan dirinya dari istrinya, ia akan mengatakan lafaz zhihar ini. Namun saat itu hukumnya terbatas pada menjadikan seorang wanita tidak halal bagi suaminya dan juga dia tidak bisa menikah dengan laki-laki lain. Lalu di dalam Islam, hukumnya dirubah menjadi sumpah yang harus ditebus dengan kaffarat. (al-Mujadalah: 3-4)
    • وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ذَلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ( ٣ ) فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ذَلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ ( ٤ )
    • Kaffarat Nazar. Nazar adalah mewajibkan atas diri sendiri untuk melakukan sesuatu perbuatan (ibadah) untuk Allah yang asal hukumnya tidak wajib. Contoh: bernazar untuk puasa Senin Kamis selama setahun. Hukum asal puasa Senin Kamis itu sunnah, namun dengan bernazar untuk melakukannya selama setahun, hukumnya menjadi wajib. Dalil: al-Hajj: 29, al-Insan: 7 dan al-Baqarah: 270
    • ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ * يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا *
    • وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
    • Bila sebuah nadzar telah terlanjur diniatkan, wajib untuk dijalani. Namun bila seseorang telah terlanjur berjanji lalu dia merasa tidak mampu, maka orang itu harus menebus janjinya itu dengan membayar kaffarat, seperti halnya kaffarat sumpah.
  • I’tikaf
    • I'TIKAF berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda :
    • عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : كان رسول الله ص م يعتكف العشر الأواخر من رمضان ، متفق عليه .
    • CARA BER-I'TIKAF
    • Niat ber-i'tikaf karena Allah Swt. نويت الاعتكاف لله تعالى
    • Berdiam diri di dalam masjid dengan memperbanyak berzikir, tafakkur, membaca do'a, bertasbih dan memperbanyak membaca al-Qur'an.
    • Diutamakan memulai i'tikaf setelah shalat subuh, sesuai hadis Rasul Saw dari Aisyah:
    • كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أن يعتكف صلى الفجر ثم دخل معتكفة ـ متفق عليه .
    • Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Dan disunnahkan untuk memperbanyak membaca: أللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا
    • HAL-HAL YANG MEMBATALKAN I'TIKAF
    • Berbuat dosa besar, bercampur dengan istri, hilang akal karena gila atau mabuk, murtad, datang haid atau nifas dan semua yang mendatangkan hadas besar, keluar dari masjid tanpa ada keperluan yang mendesak atau uzur (karena maksud i'tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk ibadah), dan orang yang sakit dan  membawa kesulitan dalam melaksanakan i'tikaf.
  • Next week  Fiqh Zakat