Presentasi Fiqh 13 (Hudud)

22,230
-1

Published on

Published in: Spiritual, Technology
3 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
  • ass.dengan senang hati kalau sy bisa mendapatkan materi ini,bisakah dikirim ke email sy,syukron
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • salam....satu wadah ilmiah yang membantu umat Nabi Muhammad S.A.W..mudah-mudahan...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • tolong kirim bahan ini ke mail saya karena butuh untuk pembelajaran bagi saya ok terimakasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
22,230
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
991
Comments
3
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi Fiqh 13 (Hudud)

  1. 1. FIQH JINAYAH (HUDUD) Membahas hukum hudud, qishas, diyat, ta’zir, jenis dan hikmahnya وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ البقرة 179 Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Presentasi Ke-13
  2. 2. JARIMAH (Tindak Pidana) Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hikmah hikmah About jarimah <ul><li>Imam al-Mawardi dalam al-Ahkam al-Sulthaniyyah mendefinisikan jarimah : </li></ul><ul><li>محظورات شرعية زجر الله عنها بحدّ او تعزير </li></ul><ul><li>Segala larangan syara’ (melakukan hal-hal yang dilarang dan atau meninggalkan hal-hal yang diwajibkan) yang diancam dengan hukuman had atau ta’zir. </li></ul><ul><li>Jarimah memiliki unsur umum dan khusus. Unsur umum artinya terdapat pada setiap jenis jarimah, sedangkan unsur khusus hanya terdapat pada jenis jarimah tertentu. </li></ul><ul><li>Unsur umum jarimah terdiri atas: unsur formal (al-rukn al-syar’i) yaitu telah ada aturannya, (al-rukn al-madi) yaitu telah ada perbuatannya, dan (al-rukn al-adaby) yaitu ada pelakunya. Setiap jarimah hanya dapat dihukum jika memenuhi unsur tsb. </li></ul><ul><li>Unsur khusus jarimah adalah unsur yang terdapat pada sesuatu jarimah, namun tidak terdapat pada jenis jarimah lain. Misal, mengambil harta orang lain secara diam-diam dari tempatnya dalam jarimah pencurian, atau menghilangkan nyawa manusia oleh manusia lainnya dalam jarimah pembunuhan. </li></ul><ul><li>Berdasarkan aspek berat dan ringannya hukuman serta ditegaskan atau tidaknya oleh al-Quran dan hadis, jarimah terbagi 3, yaitu: hudud, qishash/diyat, dan ta’zir. </li></ul>
  3. 3. JARIMAH (Tindak Pidana) Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hikmah hikmah About jarimah <ul><li>Jarimah hudud meliputi: perzinaan, qadzaf (menuduh zina), minum khamr, pencurian, perampokan, pemberontakan, dan murtad. </li></ul><ul><li>Jarimah qishash/diyat meliputi: pembunuhan sengaja (qatl al-’amd), pembunuhan semi sengaja, pembunuhan karena kesalahan, pelukaan sengaja, dan pelukaan semi-sengaja. Imam Malik hanya mengakui jenis pembunuhan sengaja dan pembunuhan karena kesalahan, karena al-Quran hanya menyebut kedua jenis jarimah tersebut. </li></ul><ul><li>Jarimah ta’zir terbagi menjadi tiga bagian: </li></ul><ul><li>a. Jarimah hudud atau qishash/diyat yang syubhat atau tidak memenuhi syarat, namun sudah merupakan maksiat. Misal: percobaan pembunuhan. </li></ul><ul><li>b. Jarimah yang ditentukan oleh al-Quran dan hadis, namun tidak ditentukan sanksinya. Misal: penghinaan, saksi palsu, tidak melaksanakan amanah, dan menghina agama. </li></ul><ul><li>c. Jarimah yang ditentukan oleh ulil amri untuk kemaslahatan umum. Misal: pelanggaran atas peraturan lalu lintas. </li></ul><ul><li>Dari segi cara berbuat atau mengerjakannya, jarimah terbagi 3: </li></ul><ul><li>a. Jarimah ijabiyah (delict comisionis), seseorang melakukan maksiat karena melakukan hal terlarang, seperti: mencuri, dsb. </li></ul><ul><li>b. Jarimah salabiyah (delict ommisionis), seseorang tidak melakukan hal-hal yang diperintahkan, seperti: tidak shalat. </li></ul><ul><li>c. Jarimah ijabiyah taqa’u bi thariq al-salab, seperti tidak memberi makan-minum kepada tawanan hingga meninggal dengan maksud membunuh, maka dikategorikan pembunuhan sengaja. </li></ul>
  4. 4. JARIMAH (Tindak Pidana) Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hikmah hikmah About jarimah <ul><li>Suatu kejahatan kadang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang. Dalam hal keikutsertaan berbuat jarimah langsung, fuqaha` membagi kategori jarimah: al-tawafuq dan al-tamalu’. Al-Tawafuq adalah beberapa orang yang melakukan kejahatan secara bersama tanpa kesepakatan sebelumnya, seperti kejahatan yang terjadi ketika sedang berlangsung demonstrasi, maka pelaku kejahatan hanya bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Sedangkan al-Tamalu’ adalah kejahatan yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama dan terencana, misalnya aksi pembunuhan terencana, maka mereka semua bertanggung jawab atas kematian korban. </li></ul><ul><li>Percobaan melakukan tindak pidana termasuk kategori jarimah ta’zir , bukan had. Setidaknya ada tiga fase yang dilalui: </li></ul><ul><li>a. Fase pemikiran (marhalah al-tafkir). Seseorang tidak dapat dikenai sanksi. </li></ul><ul><li>b. Fase persiapan (marhalah al-tahdhir). Ada dua kemungkinan, pertama, tidak dikenai sanksi jika perbuatannya bukan suatu maksiat, seperti membeli kunci palsu untuk persiapan mencuri. Kemungkinan kedua, dapat dikenai sanksi jika merupakan perbuatan maksiat, seperti membius calon korban. </li></ul><ul><li>c. Fase pelaksanaan (marhalah al-tanfidz), pelakunya dapat dikenai sanksi meskipun perbuatannya belum selesai atau gagal, seperti maling ketahuan. </li></ul><ul><li>Jika tidak selesainya kejahatan disebabkan pelakunya bertobat, menurut sebagian ulama Syafi’iyah tobatnya dapat menghapus hukuman. Dalilnya: QS. Al-Maidah: 34 dan al-Nisa`: 16. Sedangkan jumhur ulama berpendapat bahwa tobat itu tidak menghapuskan hukuman. </li></ul>
  5. 5. ‘ UQUBAT (Hukuman) About jarimah Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hukum hudud <ul><li>Allah SWT telah menetapkan hukum-hukum uqubat (pidana, sanksi, dan pelanggaran) dalam peraturan Islam sebagai “pencegah” dan “penebus”. Sebagai pencegah, karena ia berfungsi mencegah manusia dari tindakan kriminal; dan sebagai penebus, karena ia berfungsi menebus dosa seorang muslim dari azab Allah di hari kiamat. Keberadaan uqubat dalam Islam, yang berfungsi sebagai pencegah, telah disebutkan dalam Al-Qur’an: Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa. (QS. al-Baqarah: 179) </li></ul><ul><li>Yang dimaksud dengan “ada jaminan kehidupan” sebagai akibat pelaksanaan qishash adalah melestarikan kehidupan masyarakat, bukan kehidupan sang terpidana. Sebab, bagi dia adalah kematian. Sedangkan bagi masyarakat yang menyaksikan penerapan hukuman tersebut—bagi orang-orang yang berakal—tentulah menjadi tidak berani membunuh, sebab konsekuensi membunuh adalah dibunuh. Demikian pula halnya dengan hukuman-hukuman lainnya, sebagai bentuk pencegahan terjadinya kriminalitas yang merajalela. </li></ul><ul><li>Kejahatan Hudud adalah kejahatan yang paling berat dalam hukum pidana Islam. Hukum Pidana Islam tidaklah absolut, ortodok, melainkan memberikan ruang gerak bagi akal fikiran manusia untuk berijtihad sehingga bisa merespon kebutuhan masyarakat secara dinamis. </li></ul>
  6. 6. Hukuman Jarimah Zina About jarimah Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hukum hudud <ul><li>Dasar keharaman zina QS. Al-Mu’minun: 5-7, QS. Al-Isra: 32. </li></ul><ul><li>Adapun perbuatan homoseks menurut Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad hukumannya sama dengan pelaku zina, karena termasuk perbuatan fahisyah (keji). Dalilnya QS. Al-’Ankabut: 38, al-A’raf: 81 dan al-Nisa`: 16. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah dan mazhab Dhahiri bukan termasuk zina, melainkan perbuatan liwath, hanya dihukum ta’zir. Begitupula lesbian. </li></ul><ul><li>Dalam al-Quran sanksi zina itu sifatnya bertahap. Pada permulaan Islam, sanksi zina adalah ditahan di rumah sampai mati dan dicaci maki (QS. Al-Nisa`: 15-16). Kemudian datang sanksi berikutnya yaitu dicambuk (jilid) seratus kali (QS. Al-Nur: 2). Terakhir disebutkan dalam hadis, bahwa jejaka dan perawan berzina sanksinya 100x cambuk dan dibuang selama setahun. Sedangkan hukuman bagi tsayyib (orang sudah menikah) yang berzina adalah rajam (hukuman mati dengan dilempari batu). </li></ul><ul><li>Alat bukti zina: 4 orang saksi (QS. Al-Nisa`: 15, al-Nur: 4 dan 13), pengakuan, qarinah (indikasi tertentu seperti hamil), dan li’an. </li></ul>
  7. 7. Hukuman Jarimah Qadzaf dan Pembunuhan About jarimah Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hukum hudud <ul><li>Qazf adalah menuduh wanita baik-baik berbuat zina tanpa ada bukti yang meyakinkan. Jika tidak terbukti maka penuduh dikenai dera 80 kali. Dalam Islam, kehormatan, pencemaran nama baik adalah hak yang harus dilindungi, bukan sekedar karena kebohongan. </li></ul><ul><li>Orang yang menuduh zina itu harus membuktikan kebenaran tuduhannya. Unsur jarimah qadzaf ada tiga, yaitu: menuduh zina atau mengingkari nasab, orang yang dituduh itu muhshan, dan ada itikad jahat. </li></ul><ul><li>Alat bukti qadzaf: persaksian 4 orang, pengakuan si penuduh, dan menurut Imam Syafi’i dapat pula dibuktikan dengan sumpah. Bila yang dituduh itu istrinya dan ia menolak tuduhannya maka suami yang menuduh dapat mengajukan sumpah li’an. </li></ul><ul><li>Sanksi qadzaf: hukuman pokok yaitu cambuk 80x, hukuman tambahan yaitu tidak diterimanya persaksian (QS. Al-Nur: 4). </li></ul>
  8. 8. Hukuman Hudud Lainnya About jarimah Hukum qisas Hukum diyat Hukum ta’zir Hukum hudud <ul><li>Sariqah ialah perbuatan mengambil harta orang lain secara diam-diam dengan maksud untuk memiliki serta tidak adanya paksaan. Dalam Al-Quran, Jarimah Sariqah adalah potong tangan. Dalam ijtihad, potong-tangan diberlakukan untuk pencuri professional. Dalam teori halah al-had al-a`la, hukum potong tangan dalam kejadian tertentu dapat digantikan dengan hukuman lain yang lebih rendah, tetapi tidak boleh diganti dengan yang lebih tinggi. </li></ul><ul><li>Hirabah adalah sekelomok manusia yang membuat keonaran, pertumpahan darah, merampas harta, dan kekacauan. Hukuman bagi haribah adalah hukuman bertingkat. Potong tangan karena mencuri, potong kaki karena mengacau, qishash karena membunuh, disalib karena membunuh dan mengacau, dan dipenjara bila mengacau tanpa membunuh dan mengambil harta. </li></ul><ul><li>Baghy (bughat) adalah pemberontakan, yaitu keluarnya seseorang dari ketaatan kepada Imam yang sah tanpa alasan. Pemberontakan merupakan upaya melakukan kerusakan. Islam memerintahkan Pemerintah untuk berunding, dan diperangi apabila tidak bersedia kembali bergabung dalam masyarakat. Bahkan mayatnya tidak perlu dishalati seperti yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. </li></ul><ul><li>Khamar (minuman memabukkan), diharamkan, termasuk narkotika, sabu, heroin, dan lainnya. Islam sangat memperhatikan kesehatan badan, jiwa , kemanfaatan harta benda. Hukumannya 40 kali dera sebagai had, dan 40 kali dera sebagai hukum ta`zir sebagaimana yang dipraktekkan oleh Umar bin Khattab. </li></ul><ul><li>Riddah, orang yang menyatakan kafir setelah beriman dalam Islam, baik dilakukan dengan; 1. perbuatan menyembah berhala, 2. dengan ucapan bahwa Allah mempunyai anak, atau 3. dengan keyakinan bahwa Allah sama dengan makhluk. Dalam Hadis, hukumnya dibunuh. Namun dalam pemahaman kontektual bahwa murtad, hanya dihukumi ta`zir, karena sanksinya bersifat Akhirat, murtad hanya dihukum jika mencaci maki agama, akan tetapi bisa dikenai hukuman mati dengan ta`zir jika terbukti melakukan desersi sedang Negara dalam keadaan perang. </li></ul>
  9. 9. Hukuman Jarimah Pembunuhan (Qishash) About jarimah Hukum hudud Hukum qishas Hukum diyat Hukum ta’zir <ul><li>Jarimah Pembunuhan: ulama Hanafiah, Syafi’iyah, Hanabilah membagi pembunuhan menjadi 3, yaitu: </li></ul><ul><li>a. Pembunuhan sengaja (qatl al-’amd), penganiayaan dengan maksud menghilangkan nyawa orang. QS. Al-Baqarah: 178, al-Isra`: 33, al-Maidah: 32 </li></ul><ul><li>b. Pembunuhan semi sengaja (qatl syibh al-’amd), penganiayaan terhadap orang tidak dengan maksud untuk membunuhnya tetapi mengakibatkan kematian. </li></ul><ul><li>c. Pembunuhan karena kesalahan (qatl al-khata`) </li></ul><ul><li>Hukuman pokok bagi pembunuhan sengaja adalah qishash , bila dimaafkan oleh keluarga korban maka hukuman penggantinya adalah diyat (tebusan ganti rugi dari si pelaku kepada si korban atau walinya, lihat QS. Al-Nisa`: 91). Bila keduanya dimaafkan, maka diberlakukan hukuman ta`zir. Hukuman tambahannya adalah terhalangnya menerima warisan dan wasiat. Hakim bisa menetukan hukuman yang lebih rendah atas persetujuan korban atau walinya secara kondisional, menurut jenis pembunuhannya, siapa pelakunya, dan kenapa terjadi. Apapun substansinya, hukum qishash adalah upaya menegakkan keadilan, sehingga dapat diterima oleh semua golongan. </li></ul><ul><li>Hukuman pokok pada pembunuhan semi sengaja adalah diyat dan kaffarat. Sedangkan hukuman penggantinya adalah puasa dan ta’zir. Hukuman tambahannya adalah terhalangnya menerima warisan dan wasiat. </li></ul><ul><li>Hukuman pokok pembunuhan kesalahan adalah diyat dan kaffarat. </li></ul><ul><li>Hikmah berlakunya hukum ini adalah untuk keberlangsungan hidup. Dengan qishash menghindari kemarahan pihak korban dan melenyapkan rasa dendam. Dengan diyat, akan meringankan beban nafkah pihak korban dan akan merasakan keadaan damai dan aman dalam kehidupan. </li></ul>
  10. 10. Hukuman Jarimah Ta’zir About jarimah Hukum hudud Hukum qishas Hukum ta’zir Hikmah Hudud <ul><li>Ta`zir adalah hukuman yang bersifat mendidik atas perbuatan dosa yang belum ditetapkan oleh syara` atau hukuman yang diserahkan kepada keputusan Hakim. Dasar hukum ta`zir adalah pertimbangan kemaslahatan dengan mengacu pada prinsip keadilan. Pelaksanaannyapun bisa berbeda, tergantung pada tiap keadaan. Karena sifatnya yang mendidik, maka bisa dikenakan pada anak kecil. </li></ul><ul><li>Dalam menetapkan jarimah ta'zir, prinsip utama yang menjadi acuan penguasa adalah menjaga kepentingan umum dan melindungi setiap anggota masyarakat dari kemudharatan (bahaya). Di samping itu, penegakkan jarimah ta'zir harus sesuai dengan prinsip syar'i. </li></ul><ul><li>Bentuk sanksi ta`zir bisa beragam, sesuai keputusan Hakim, secara garis besar dapat dibedakan menjadi; Hukuman mati bisa dikenakan pada pelaku hukuman berat yang berulang-ulang. Hukuman cambuk, hukuman penjara, hukuman pengasingan, menyita harta pelaku, mengubah bentuk barang, hukuman denda, peringatan keras, hukuman nasihat, hukuman celaan, pengucilan, pemecatan, dan publikasi. </li></ul><ul><li>Lihat QS. Al-Maidah: 12, al-A’raf: 157. </li></ul>
  11. 11. Hikmah Hudud About jarimah Hukum hudud Hukum qishas Hukum ta’zir Hikmah Hudud <ul><li>Sebagai tindakan preventif yaitu menakut-nakuti, guna mencegah seseorang dari berbuat maksiat dan agar tidak terjadi lagi perbuatan jarimah di kalangan masyarakat. </li></ul><ul><li>Menimbulkan efek jera bagi pelaku jarimah. </li></ul><ul><li>Menumbuhkan kesadaran kepada setiap orang agar menghormati hak dan menghargai orang lain serta tidak melakukan tindakan kriminal terhadap manusia, baik jiwa, harta, agama, akal pikiran dan kehormatannya. </li></ul><ul><li>Hudud Sebagai Kafarah. Sabda Rasulullah Saw: Dari Ubadah bin Shamit r.a, ia bertutur: Kami pernah berada di dekat Nabi saw dalam salah satu majelis, Beliau bersabda, “Berjanji setialah kamu kepadaku, bahwa kamu tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri dan tidak (pula) akan berzina.” Kemudian Beliau membaca ayat. Lanjut Beliau, “Maka barangsiapa di antara kamu yang menepati janjinya, niscaya Allah akan memberikannya pahala. Tetapi siapa saja yang melanggar sesuatu darinya, lalu diberi hukuman maka hukuman itu adalah sebagai kafarah (penghapus dosanya), dan barangsiapa yang melanggar sesuatu darinya lalu ditutupi olah Allah kesalahannya (tidak dihukum), maka terserah kepada Allah; Kalau Dia menghendaki diampuni-Nya kesalahan orang itu dan kalau Dia menghendaki disiksa-Nya.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari I: 64 no: 18, Muslim III: 1333 no: 1709 dan Nasa’i VII: 148). </li></ul>
  12. 12. Next Week <ul><li>Penyerahan softcopy makalah dan presentasi mahasiswa/i untuk digabung dengan presentasi dosen dalam format CD, insya Allah. </li></ul><ul><li>Penyerahan kisi-kisi soal UAS. </li></ul><ul><li>Selamat menghadapi UAS, semoga sukses. </li></ul><ul><li>Sampai jumpa di lain kesempatan... </li></ul>

×