Masail Fiqhiyah (Aborsi)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Masail Fiqhiyah (Aborsi)

on

  • 10,611 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,611
Views on SlideShare
9,242
Embed Views
1,369

Actions

Likes
2
Downloads
298
Comments
2

6 Embeds 1,369

http://marhamahsaleh.wordpress.com 967
http://saifulunmuha.wordpress.com 380
http://www.slideshare.net 13
http://webcache.googleusercontent.com 7
url_unknown 1
http://translate.googleusercontent.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Masail Fiqhiyah (Aborsi) Masail Fiqhiyah (Aborsi) Presentation Transcript

  • HUKUM ABORSI Membahas Definisi Aborsi, Dalil, Fase Penciptaan manusia, Macam-macam Aborsi, dan Hukum Aborsi. الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Presentasi ke-1
  • Pengantar Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi About Aborsi
    • Penciptaan manusia secara berpasangan secara fitrah telah mendorong terjadinya hubungan biologis, yang salah satu hikmahnya adalah untuk meneruskan keturunan dan keberlangsungan kehidupan manusia.
    • Permasalahannya, tidak semua orang merasa senang dan bahagia dengan setiap kelahiran anak, terutama jika kelahiran itu merupakan kelahiran yang tidak direncanakan, karena faktor kemiskinan misalnya, atau jenis kelamin yang tidak diharapkan, atau terjadinya kelahiran anak karena “kecelakaan” (MBA=Married By Accident).
    • Hal itulah diantaranya yang mendorong orang melakukan tindakan pengguguran kandungan (aborsi/abortus), disamping tujuan-tujuan lain seperti mempertahankan keselamatan nyawa sang ibu.
  • Fase Kejadian Manusia About aborsi Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi Dalil dalil
    • QS. Al-Sajadah ayat 7-9:
    • الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ
    • ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
    • ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ
    • Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
    • QS. Al-Mu’minun ayat 12-14
    • وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ * ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ * ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا
    • Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
  • Fase Penciptaan Anak About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • Berdasarkan ayat & hadis riwayat Imam Bukhari-Muslim, waktu yang dilalui tahap proses kejadian manusia di rahim ibu adalah berupa:
    • nutfah (air mani yang keluar dari shulbi/tulang belakang laki-laki lalu bersarang di rahim wanita) 40 hari
    • berupa ‘ alaqah (segumpal darah) 40 hari, ketika benih laki-laki dan sel telur perempuan bersatu dan melekat pada daging rahim
    • berupa mudhghah (segumpal daging) 40 hari, sampai menjadi makhluk berbentuk manusia lengkap
    • kemudian ditiupkan roh (nafkh al-ruh), dan terbentuk tulang (‘ idham ) serta dibalut dengan daging ( lahm ).
    • Kitab tafsir al-Qurthubi menyebutkan fase pemberiah nyawa (nafkh al-ruh) ini terjadi setelah tiga bulan.
  • Definisi Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • Aborsi berasal dari kata bahasa Inggris abortion yang berarti gugur kandungan atau keguguran. Dalam bahasa Arab disebut اسقاط الحمل atau الإجهاض . Secara istilah, abortus adalah pengakhiran masa kehamilan atau hasil konsepsi (pembuahan) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Istilah aborsi juga bermakna pengguguran kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Pengguguran kandungan dalam ilmu kedokteran dikenal juga dengan istilah induced abortion atau procured abortion.
    • Aborsi bukanlah sekedar masalah medis, tapi juga merupakan problema sosial yang berhubungan dengan paham kebebasan yang menjadi penyebab menjamurnya kasus-kasus aborsi, di negara mana pun. Alasan seseorang melakukan aborsi adalah antara lain: 1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir menggangu karir, sekolah, atau tanggung jawab yang lain. 2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak 3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah 4. Menutupi aib keluarga 5. Masih terlalu muda (terutama mereka yang hamil di luar nikah)
    • Disamping itu, umumnya wanita melakukan abortus karena beberapa motif, seperti dorongan masalah ekonomi/individual, kecantikan (janin dikhawatirkan terlahir cacat akibat obat-obatan), motif moral (akibat kumpul kebo), atau dorongan lingkungan.
  • Macam-macam Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • Macam-macam aborsi: SPONTAN dan DISENGAJA.
    • Aborsi spontan adalah yang tidak disengaja, biasa terjadi karena penyakit tertentu. Ulama menyebutnya اسقاط العفو . Termasuk aborsi yang dimaafkan, dan tidak menimbulkan akibat hukum.
    • Aborsi disengaja (abortus provocatus) ada dua macam: artificialis therapicus atau aborsi yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi medis, untuk menyelamatkan jiwa ibu yang terancam bila kehamilan dipertahankan. Ulama menyebutnya الإسقاط العلاجي / الإسقاط الضروري dan provocatus criminalis yaitu pengguguran yang dilakukan tanpa indikasi medis untuk meniadakan hubungan seks luar nikah. Ulama menyebutnya dengan الإسقاط الإختياري
  • Hukum Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • Para fuqaha` sepakat, aborsi sesudah ditiupkan roh atau بعد نفخ الروح (selama 4 bulan kehamilan) adalah haram , tidak boleh dilakukan karena merupakan kejahatan/jarimah terhadap nyawa manusia. Kesepakatan ini mengarah kepada jenis الإسقاط الإختياري
    • Sedangkan aborsi sebelum ditiupkan roh pada janin (embrio), yaitu sebelum berumur 4 bulan, para ulama berbeda pendapat:
    • Muhammad al-Ramli dalam kitab al-Nihayah membolehkan aborsi sebelum janin berumur 4 bulan, karena belum ada makhluk yang bernyawa. Imam Abu Hanifah memandang hukumnya makruh dengan alasan janin masih sedang mengalami pertumbuhan.
    • Ibnu Hajar dalam kitab al-Tuhfah, al-Ghazali dalam Ihya` ‘ulum al-Din, Syekh Syaltut dalam al-Fatawa, mengharamkan aborsi sebelum ditiupkan roh, karena sesungguhnya janin pada saat itu sudah ada kehidupan (hayat) yang patut dihormati, yaitu dalam masa pertumbuhan dan persiapan ( النمو والإعداد ).
    • Jumhur ulama dan ulama kontemporer seperti DR. Yusuf al-Qardhawi membolehkan pengguguran dalam keadaan terpaksa untuk keselamatan ibu, ini untuk bentuk الإسقاط الضروري . Hal ini sesuai kaedah fiqh إذا تعارض مفسدتان روعي أعظمهما ضررا بارتكاب أخفهما Apabila bertemu dua mafsadah, maka yang lebih besar kemudharatannya harus diutamakan dengan mengorbankan yang lebih ringan kemudharatannya. Kemudharatan ibu lebih besar daripada janin, sebab keberadaan janin masih bersifat semu.
  • Hukum Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • ABORSI SETELAH PENIUPAN RUH
    • Kesepakatan para fuqaha tentang haramnya aborsi setelah ditiupkannya ruh didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 bulan masa kehamilan. Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah Saw telah bersabda :
    • ان احدكم يجمع فى بطن امه اربعين يوما ثم علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ... ثم ينفخ فيه الروح
    • "Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk `nuthfah', kemudian dalam bentuk `alaqah' selama itu pula, kemudian dalam bentuk `mudghah' selama itu pula… kemudian ditiupkan ruh kepadanya." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)
    • Melakukan aborsi terhadap janin yang sudah mempunyai ruh (nyawa), juga berarti membunuh anak manusia yang mempunyai hak hidup. Firman Allah SWT "Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu." (QS Al Isra`: 31 ). "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara')." (QS Al Isra`: 33). "Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh." (QS At Takwir : 8-9)
    • Jelaslah bahwa aborsi haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. Sebab, aborsi dalam keadaan demikian adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan oleh Islam.
  • Hukum Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • ABORSI SEBELUM PENIUPAN RUH atau sebelum kandungan berumur 4 bulan, hukum syara' yang lebih rajih (kuat) adalah: Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari, atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin, maka hukumnya haram . Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniupan ruh ke dalam janin. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja'iz) dan tidak apa-apa. Hadis Nabi:
    • إذا مر بالنطفة إثنان وأربعون ليلة بعث الله اليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها ولحمها وعظامها ...
    • "Jika 'nuthfah' (sperma) telah lewat empat puluh dua malam, maka Allah mengutus seorang malaikat padanya, lalu dia membentuk 'nuthfah' tersebut; dia membuat pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulang belulangnya. …" (HR. Muslim dari Ibnu Mas'ud) Dalam riwayat lain, disebutkan: "(jika 'nutfah' telah lewat) 40 malam…“ Jadi, awal pembentukan janin adalah setelah melewati 40 atau 42 malam. Dengan demikian, janin sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma'shumud dam). Menggugurkan kandungan setelah berumur 40 hari adalah haram.
    • Mafhum mukhalafah-nya, aborsi sebelum berumur 40 hari, hukumnya boleh . Ini karena kandungan tersebut belum menjadi janin dan belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. Di samping itu, pengguguran nuthfah sebelum menjadi janin, dapat diqiyaskan dengan `azl (coitus interruptus).
  • Hukum Aborsi About aborsi Dalil dalil Fase janin Ta’rif aborsi Hukum aborsi
    • Ringkasnya, Pengguguran pada saat janin belum diberi nyawa (qabla nafk al-ruh) , ada tiga pendapat:
    • 1. Mengharamkan pengguguran pada setiap tahap-tahap pertumbuhan janin sebelum diberi nyawa (al-nuthfah, al-’alaqah, al-mudhghah). Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama Hanafiyah, sebagian Malikiyah, Imam al-Ghazali dan Ibn al-Jauzi.
    • 2. Membolehkan pengguguran pada salah satu tahap dan melarang pada tahap-tahap yang lain. Misalnya, Makruh pada tahap al-nuthfah dan haram pada tahap al-’alaqah dan al-mudhghah. Ini pendapat Malikiyah, dan dalam mazhab Syafi’iyah disebut makruh tanzih, dengan syarat pengguguran itu atas seizin suami.
    • Membolehkan pengguguran pada setiap tahap dari tahap-tahap sebelum pemberian nyawa (al-nuthfah, al-’alaqah dan al-mudhghah). Ini adalah pendapat yang kuat di kalangan Hanafiyah. Alasannya: Setiap yang belum diberi nyawa tidak akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat. Setiap yang tidak dibangkitkan berarti keberadaannya tidak diperhitungkan. Dengan demikian tidak ada larangan untuk menggugurkannya. Lagi pula, janin sebelum diberi nyawa tidak tergolong sebagai manusia. Maka tidak ada larangan baginya atau boleh digugurkan.
    • Wallahu a’lam…
    • Sekian Dan Terima Kasih