• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Fiqh ibadah & syahadah
 

Fiqh ibadah & syahadah

on

  • 6,977 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,977
Views on SlideShare
6,590
Embed Views
387

Actions

Likes
1
Downloads
211
Comments
0

1 Embed 387

http://marhamahsaleh.wordpress.com 387

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Kedudukan Hukum Waris Dalam Islam
  • SEBAB TERJADINYA WARIS

Fiqh ibadah & syahadah Fiqh ibadah & syahadah Presentation Transcript

  • Oleh
    Hj. Marhamah saleh, lc.ma.
    KULIAH IBADAH DAN SYAHADAH
    Hj. Marhamah Saleg, Lc.MA
  • TRILOGI ISLAM
    Iman, Islam dan Ihsan merupakan pilar/pokok (rukun) dalam beragama dan dipahami sebagai sebuah sistem ajaran demi tegaknya ajaran Islam.
    Antara iman, islam dan ihsan, ketiganya tak bisa dipisahkan oleh manusia di dunia ini, kalau diibaratkan hubungan diantara ketiganya adalah seperti segitiga sama sisi yang sisi satu dan sisi lainya berkaitan erat. Segitiga tersebut tidak akan terbentuk kalau ketiga sisinya tidak saling mengait.Jadi manusia yang bertaqwa harus bisa meraih dan menyeimbangkan antara iman, islam dan ihsan.
  • DINAMIKA
    IMAN-ISLAM-IHSAN
    ISLAM
    Amalan
    Sebagai
    bukti iman
    5 Rukun
    Islam
    Tazkiyyah
    IMAN
    ‘AQIDAH
    6 Rukun
    Iman
    • Asas
    • Dasar
    • Tujuan
    TAQWA
    (Makhafatullah)
    • Sifat Termulia
    IHSAN
    • Nilai Insaniah
    • Pemantauan
    Allah
    100%
    ‘UBUDIYYAH & KEPATUHAN
  • Hadis tentang Iman-Islam-Ihsan
    عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . [رواه مسلم]
  • Intisari
    IMAN merupakan syarat pokok yang melandasi diterimanya amalan seseorang.
    ISLAM merupakan realisasi dari keimanan seseorang. Seseorang yang mengaku beriman hendaklah dibuktikan dengan amal perbuatan, yaitu menjalankan syariat Islam.
    IHSAN adalah keikhlasan dan kekhusyu’an seseorang dalam beramal, berupa keutamaan akhlak, baik dalam beribadah kepada Allah SWT maupun dalam bermuamalah dengan sesama dan dengan lingkungan alam semesta.
  • Kedudukan Iman Kepada Allah
    Iman kepada Allah merupakan totalitas iman, dan menjadi dasar/pokok dari rukun iman lainnya.
    Jika meyakini adanya Allah Swt sebagai pencipta (khaliq), maka akan yakin pula terhadap para Rasul yang menerima dan menyampaikan wahyu Allah.
    Rasul adalah manusia utama yang ma’shum (terpelihara dari dosa), serta bersifat SHIDDIQ, AMANAH, TABLIGH dan FATHANAH.
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا (النساء 136)
    { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا } خطاب للمسلمين ، أو للمنافقين ، أو لمؤمني أهل الكتاب
    {آمِنُوا بالله وَرَسُولِهِ والكتاب الذي نَزَّلَ على رَسُولِهِ والكتاب الذى أَنَزلَ مِن قَبْلُ} اثبتوا على الإِيمان بذلك وداوموا عليه ، أو آمنوا به بقلوبكم كما آمنتم بألسنتكم، أو آمنوا إيماناً عاماً يعم الكتب والرسل ، ، ،
  • 5 Golongan Manusia
    Mu’min menerima dan meyakini rukun iman yang enam dengan tulus dan jujur sepenuh hatinya (QS 2: 1-5)
    Kafir menolak rukun iman secara terbuka dan terang-terangan.(QS 3: 6-7)
    Munafik berpura-pura menerima aqidah Islam, mereka menolak atau tidak mempercayai aqidah Islam. (QS 2: 8-10)
    Musyrik menyekutukan Allah SWT dengan sembahan-sembahan atau tandingan-tandingan lain.(QS 2: 165, QS 10:18)
    Murtad semula beriman kepada Allah SWT, kemudian berbalik menjadi kafir. (QS 4:137)
  • Rukun Islam - SYAHADAT
    Merupakan pokok-pokok ajaran Allah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim sebagai mukallaf, jika telah memenuhi syarat tertentu.
    Syahadat pertama dari kalimat syahadatain disebut syahadat tauhid, menegaskan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
    Susunan kalimat لا اله إلا الله dimulai dengan لا للنفي (peniadaan), kemudian disusul dengan إثبات (penetapan), yaitu kalimat إلا الله
    Lafaz الله berasal dari kata إله yang berarti المعبود (yang disembah). الله adalah لفظ الجلاله (lafaz keagungan), Zat yang mempunyai kekuasaan tak terbatas dimana manusia membutuhkan pertolongan-Nya.
  • Rukun Islam - SYAHADAT
    Tauhid ada dua aspek:RUBUBIYYAH, yaitu pengakuan terhadap sifat-sifat ketuhanan bahwa hanya Allah saja yang menciptakan alam, memelihara dan mendidiknya. ULUHIYYAH, yaitu pengakuan bahwa hanya Zat yang bernama Allah saja sebagai Tuhan satu-satunya yang wajib disembah dan dimintai pertolongan-Nya.
    Syahadat kedua adalah syahadat Rasul, mengandung 3 pengakuan: - bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah yg diutus kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman - bahwa beliau adalah Nabi dan Rasul terakhir karena Al-Quran yg diturunkan kepadanya merupakan kitab suci terakhir sebagai penyempurna kitab-kitab suci terdahulu - bahwa Nabi Saw adalah penghulu seluruh Nabi dan Rasul.
  • Iman Kepada Allah
    الإيمان : التصديق بالقلب (membenarkan dengan hati)
    القول باللسان والتصديق بالجنان والعمل بالأركان(mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan mengerjakan dengan anggota badan).
    Iman kepada Allah diwujudkan dalam pengakuan bahwa Allah itu ada, Tuhan Yang Maha Esa, yang qadim, yang kekal, tiada sekutu bagi-Nya. Dalilnya ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255). Juga hadis riwayat ImamMuslim قل أمنت بالله ثم استقم
    Mengenal (ma’rifat) Allah adalah dengan memperhatikan makhluk ciptaan-Nya dan mengamati segala peristiwa alam, yang kesemuanya menunjukkan bahwa ada Yang Maha Mengatur dan Maha Pencipta, Dialah Allah SWT.
    وَفِى الأَرضِ ءايٰتٌلِلموقِنينَ* وَفى أَنفُسِكُم ۚ أَفَلا تُبصِرونَ (الذاريات 20-21)
    تفكروا في خلق الله ولا تفكروا في ذات الله فإنكم لاتقدرون قدره (متفق عليه)
    Mengokohkan iman kepada Allah melalui ma’rifat terhadap Asmaul Husna dan Sifat-sifat Nya berikut...
  • Hj. MarhamahSaleh, Lc.MA
    KULIAH IBADAH
    13
  • EtimologiIbadah
    Ibadahdarikatabahasa Arab عَبِدَ – يَعْبُدُ – عَبْدًا – عِبَادَةً yang berartitaat, tunduk, patuh, merendahkandiri, danhina. Seseorang yang beribadahdisebut‘abid. Budakatauhambajugadisebutعَبْدٌkarenaiaharustundukdanpatuhkepadamajikannya.
    MenurutDR.YusufQardhawi, jikadikembalikanpadabahasa al-Quran danstrukturbahasa Arab, kataالعِبَادُ yang diambildariالعِبَادَةkebanyakanditujukankepada Allah Swt. Sedangkankataالعَبِيْدُkebanyakanditujukankepadaselain Allah, karenakataitudiambildariالعُبُوْدِيَة yang berartibudak.
    Hj. MarhamahSaleh, Lc.MA.
    14
  • TerminologiIbadah
    15
    MenurutDR.YusufQardhawi, pengertianibadahالعبادة ضَرْبَة مِنَ الخُضُوْعِ بَالِغ حَدّ النِهايَةِ نَاشِئُ اسْتِشْعَارِ القَلْبِ عُظْمَةً لِلْمَعْبُوْدِIbadah adalah puncakketundukantertinggi yang timbuldarikesadaranhatisanubaridalamrangkamengagungkan yg disembah.
    Menurut ahli fiqh, ibadah adalah:ماأدّيت ابتغاءا لوجه الله وطَلَبًا لثوابه في الآخرةSegala bentuk ketaatan yang anda kerjakan untuk mencapai keridhaan Allah dan mengharapkan pahala-Nya di akhirat.
    Kesimpulan: Ibadah merupakan nama yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah Swt, baik berupa perkataan maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah Swt dan mengharapkan pahala-Nya.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA
  • Hubungan Ibadah Dengan Iman
  • TUJUAN IBADAH
    Ibadah mempunyai tujuan pokok dan tujuan tambahan. Tujuan pokoknya menghadapkan diri kepada Allah Swt dan mengkonsentrasikan niat kepada-Nya dalam setiap keadaan, sehingga seseorang akan mencapai derajat tinggi di akhirat. Tujuan tambahan adalah agar terciptanya kemashlahatan diri manusia dan terwujudnya usaha yang baik.
    Shalat misalnya, selain bertujuan menundukkan diri kepada Allah Swt dengan ikhlas, juga untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-’Ankabut: 45).Tujuan lainnya, mengistirahatkan diri dari kesibukan dunia, menyegarkan jasmani & rohani, membawa seseorang masuk surga dan menjauhkan dari neraka, dsb.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA
  • MACAM-MACAM IBADAH DITINJAU DARI BERBAGAI SEGI
  • IBADAH DARI SEGI RUANG LINGKUP
    Ibadah Khashsah: ibadah yang ketentuan dan cara pelaksanaannya secara khusus ditetapkan oleh nash, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dsb.
    Ibadah ‘ammah: semua perbuatan baik yag dilakukan dengan niat yang baik dan semata-mata ikhlas karena Allah Swt, seperti makan-minum untuk ibadah, bekerja, amar ma’ruf nahi mungkar, berbuat baik, dsb.
  • IBADAH DARI SEGI BENTUK & SIFAT
    Ibadah yang berupa perkataan dan ucapan lidah, seperti: tasbih, tahmid, tahlil, takbir, doa, tasymit (menyahuti) orang bersin.
    Ibadah yang berupa perbuatan yang tidak disifati dengan suatu sifat, seperti menolong orang tenggelam, berjihad di jalan Allah, membela diri dari gangguan, dsb.
    Ibadah yang berupa menahan diri dari mengerjakan suatu perbutan, seperti puasa, tidak minum khamr dsb.
    Ibadah yang terdiri dari melakukan dan menahan diri dari suatu perbuatan, seperti i’tikaf, ihram, dsb.
    Ibadah yang bersifat menggugurkan hak, seperti membebaskan orang yang berhutang dari hutangnya, memaafkan kesalahan orang, memerdekakan budak untuk kaffarat, dsb.
    Ibadah yang meliputi perkataan, pekerjaan, khudhu’, khusyu’, menahan diri dari berbicara dan berpaling lahir dan batin dari yang diperintahkan kita menghadapinya, seperti shalat.
  • IBADAH DARI SEGI WAKTU, KEADAAN DAN RUKUN
    Muadda, ibadah yang dikerjakan dalam waktu yang ditentukan syara’ untuk pertama kalinya dan bukan sebagai pengulangan. Pelaksanaannya disebut ibadah tunai (ada’).
    Maqadhi, ibadah yang dikerjakan sesudah keluar waktu yang ditentukan syara’ dan bersifat sebagai pengganti yang tertinggal, baik karena safar, sakit, dll. Pelaksanaannya disebut qadha’.
    Mu’ad, ibadah yang diulang sekali lagi dalam waktunya untuk menambah kesempurnaan. Seperti shalat berjamaah setelah melaksanakan shalat sendirian pada waktu yang sama.
    Muthlaq, ibadah yang tidak dikaitkan waktunya oleh syara’ dengan waktu yang terbatas, seperti membayar kaffarat sumpah.
    Muwaqqat, ibadah yang dikaitkan oleh syara’ dengan waktu yang tertentu dan terbatas, seperti shalat fardhu, puasa ramadhan.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA
  • IBADAH DARI SEGI WAKTU, KEADAAN DAN RUKUN
    Muwassa’, ibadah yang lebih luas waktunya dari yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban yang dituntut saat itu. Seperti, seseorang diberikan hak mengerjakan shalat fardhu di awal waktu, di pertengahan atau di akhir, sebelum habis waktunya.
    Mudhayyaq (mi’yar), ibadah yang waktunya sebanyak atau sepanjang fardhu yang diwajibkan dalam waktu itu, seperti puasa.
    Dzusyabhain, ibadah yang mempunyai persamaan dengan mudhayyaq dan muwassa’, seperti ibadah haji menyerupai mudhayyaq karena hanya diwajibkan sekali dalam setahun, dan dari segi keberlanjutan bulan-bulan haji menyerupai muwassa’.
    Mu’ayyan, ibadah tertentu dituntut oleh syara’, misalnya shalat harus dilaksanakan dan tidak ada ibadah lain sebgai ganti shalat.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA
  • IBADAH DARI SEGI WAKTU, KEADAAN DAN RUKUN
    Mukhayyar, ibadah yang boleh dipilih salah satu dari yang diperintahkan, seperti kaffarat sumpah (QS. 5: 89).
    Muhaddad, ibadah yang dibatasi kadarnya oleh syara’, seperti shalat fardhu dan zakat.
    Ghairu Muhaddad, ibadah yang tidak dibatasi kadarnya oleh syara’, seperti mengeluarkan harta di jalan Allah, sedekah, dsb.
    Murattab, ibadah yang harus dikerjakan secara tertib, seperti kffarat jima’ di siang hari bulan Ramadhan.
    Ma yaqbal al-ta’khir wa la yaqbal al-taqdim, seperti shalat dhuhur boleh di-jama’ ta’khir-kan ke ashar, tapi tidak boleh di jama’ taqdimkan ke subuh. Juga shalat magrib, puasa ramadhan.
    Ma yaqbal al-taqdim wa la yaqbal al-ta’khir, seperti shalat ashar boleh di jama’ taqdimkan ke dhuhur dan ‘isya’ ke maghrib.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA
  • IBADAH DARI SEGI WAKTU, KEADAAN DAN RUKUN
    Ma la yaqbal al-taqdim wa la ta’khir, ibadah yang tidak dapat didahulukan dan ditunda dari waktunya, seperti shalat subuh.
    Ma yajibu ‘ala al-faur, ibadah yang mesti segera dilaksanakan, misal wajib segera bayar zakat jika telah memenuhi persyaratan.
    Ma yajibu ‘ala al-tarakhi, ibadah yang boleh dilambatkan melaksanakannya, seperti nazar muthlaq dan kaffarat.
    Hj. Marhamah Saleh, Lc.MA