Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Like this presentation? Why not share!

Like this? Share it with your network

Share

fiqh 3 - 2010 shalat wajib, jama'ah, sujud-sujud

on

  • 10,705 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,705
Views on SlideShare
9,318
Embed Views
1,387

Actions

Likes
5
Downloads
9,233
Comments
9

4 Embeds 1,387

http://syahrial-siregar.blogspot.com 926
http://marhamahsaleh.wordpress.com 270
http://sdncc04pagi.wordpress.com 168
http://norfaizahaini.blogspot.com 23

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 9 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • mohon ijin down load boleh yaa...
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • izinkan download..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • jazakallah khoir power pointnya, izin download ya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • jazakumulloh..bagus dan lengkapi dg dasar yg Rojih plus takhrij haditsnya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih.... bisa lebih memahami.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

fiqh 3 - 2010 shalat wajib, jama'ah, sujud-sujud Presentation Transcript

  • 1. Presentasi Ke- 4 Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Membahas pengertian, dasar hukum atau dalil berkenaan dengan shalat, hukum shalat, rukun dan syarat sahnya shalat, hikmah menegakkan shalat, jenis-jenis shalat fardhu , tatacara shalat wajib, sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah, shal at j ama’ dan qashar , shalat jama’ah & jum’at. F IQH S HALAT: D EFINISI, H UKUM, M ACAM- M ACAM, T ATACARA, H IKMAH S HALAT F ARDHU
  • 2. PENGERTIAN SHALAT Secara etimologi, SHALAT adalah do’a. Secara terminologi, shalat merupakan ibadah yang terusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat-syarat tertentu. الشرط هو : ما يلزم من عدمه عدم المشروط ولا يلزم من وجوده عدم ولا وجود لذاته . والركن هو : جزء الماهية وإن شئت جزء الذات كالركوع والسجود بالنسبة للصلاة . والفرق بينهما أن الشرط خارج عن الماهية والركن جزءٌ منها قال : والركن في ماهية قد ولجا === والشرط عن ماهية قد خرجا . PENGERTIAN SYARAT DAN RUKUN SYARAT adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah). Atau, perkara yang keberadaan suatu hukum tergantung dengannya. Contoh: jika tidak ada thaharah maka shalat tidak ada (yakni tidak sah), tetapi adanya thaharah tidak berarti adanya shalat (belum memastikan sahnya shalat, karena masih harus memenuhi syarat-syarat yang lainnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang wajib dan menghindari hal-hal yang membatalkannya. RUKUN adalah unsur fardhu / bagian dari perbuatan itu sendiri, seperti ruku’ dan sujud dalam shalat. Sedangkan syarat, diluar bagian dari inti perbuatan. اقوال وافعال مفتتحة بالتكبير مختتمة بالتسليم يتعبد بها بشرائط مخصوصة
  • 3. - Islam (al-Taubah: 7). - Suci dari Haid & Nifas - Berakal Sehat (orang gila, mabuk, pingsan tidak wajib shalat) - Baligh. Untuk mumayyiz (anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan buruk, usia tujuh tahun diperintahkan shalat, tapi belum wajib). - Telah sampai da'wah kepadanya. - Sadar atau jaga (orang yang sedang tertidur tidak wajib mengerjakan shalat) - Masuk waktu shalat - Suci dari hadats besar dan - hadats kecil - Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis - Menutup aurat - Menghadap kiblat
    • إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا . النساء 103
    • يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوْهَكُمْ ... المائدة 6
    • وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ . المدثر 4
    • لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
    • يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ . الأعراف 31
    • فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ . البقرة 144
    SYARAT-SYARAT SHALAT Syarat-syarat WAJIB shalat yaitu syarat-syarat diwajibkan nya seseorang mengerjakan shalat. Jika seseorang tidak memenuhi syarat-syarat itu maka ia tidak diwajibkan mengerjakan shalat. Syarat-syarat SAH Shalat yaitu syarat-syarat yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalat. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya.
  • 4. RUKUN DAN HIKMAH SHALAT HIKMAH SHALAT 1. Mengingatkan kita kepada Allah, menimbulkan rasa takut dan tunduk kepada-Nya, menumbuhkan rasa kebesaran dan ketinggian Allah di dalam jiwa. Shalat menyuburkan dasar-dasar tauhid, menghaluskan budi pekerti, sarana berzikir kepada Allah. أقم الصلاة لذكري . طه 14 2. Mendidik dan melatih diri menghadapi segala kesulitan dengan hati mantap & tenang. ان الانسان خلق هلوعا اذا مسه الشر جزوعا واذا مسه الخير منوعا الا المصلين . المعارج 19-22 3. Menjadi penghalang untuk mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. 4. Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, sebagai sarana berdo’a, membentuk jiwa yang disiplin, pengobatan rohaniyah. PERBUATAN / MAZHAB Hanafi Malik Syafi`i Ahmad 1. Niat x rukun rukun x 2. Takbiratul Ihram rukun rukun rukun rukun 3. Berdiri rukun rukun rukun rukun 4. Membaca Al-Fatihah rukun rukun rukun rukun 5. Ruku` rukun rukun rukun rukun 6. I`tidal/ Bangun Dari Ruku` x rukun rukun rukun 7. Sujud rukun rukun rukun rukun 8. Duduk Antara Dua Sujud x rukun rukun rukun 9. Duduk Tasyahhud Akhir rukun rukun rukun rukun 10. Membaca Tasyahhud Akhir x rukun rukun rukun 11. Membaca Shalawat Nabi x rukun rukun rukun 12. Salam x rukun rukun rukun 13. Tartib x rukun rukun rukun 14. Tuma`ninah x rukun x rukun
  • 5.
    • SUNNAH-SUNNAH SHALAT : QAULIYAH & FI’LIYAH
    • 1. Mengangkat Kedua tangan:
    • Pada saat mengucapkan takbiratul ihram
    • Ketika melakukan ruku’ dan bangkit dari ruku’
    • Pada saat bangkit memasuki raka’at ketiga
    • 2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
    • 3. Tawajjuh atau membaca do’a iftitah
    • 4. Membaca isti’azah dengan suara pelan, dan hanya pada raka’at pertama.
    • 5. Mengucapkan Amin setelah membaca alfatihah, berbarengan dengan imam.
    • 6. Membaca suatu surah setelah bacaan alfatihah. Dalam shalat subuh hari Jum’at, Nabi Saw biasa membaca alif lam mim surat al-sajadah dan hal ata ‘alal insani... Pada hari raya dan hari Jum’at beliau membaca surat Qaf, Iqtarabat (al-Qamar), Sabbihis (al-A’la) dan surat al-Ghasyiyah .
    • 7. Takbir intiqal (takbir pad saat berpindah dari satu gerakan ke gerakan lain dalam shalat).
  • 6.
    • SUNNAH-SUNNAH SHALAT (lanjutan...)
    • 8. Cara melakukan ruku’ sesuai sifat shalat Nabi.
    • 9 . Membaca zikir ketika ruku’. سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفرلي
    • 10.Bacaan zikir ketika bangkit dari ruku’ سمع الله لمن حمده dan ketika melakukan i’tidal dengan bacaan ربنا ولك الحمد
    • 11. Cara bersujud dan bangun dari sujud sesuai sifat shalat Nabi.
    • 1 2 .Durasi dan zikir sujud سبحان ربي الأعلى serta menambah doa, seperti رب أعْط نفسي تقواها وزَكها أنت خيرُ مَن زَكاها أنت وليُها ومولاها
    • 1 3 .Duduk iftirasy ketika di antara dua sujud dan b erdoa .
    • 1 4 .Duduk istirahat sekejap yang dilakukan setalah sujud yang kedua, sebelum bangkit memasuki rakaat berikutnya.
    • 1 5 .Duduk Tahiat.
    • 1 6 . Mengucapkan shalawat kepada Nabi Saw setelah membaca tasyahhud awal dan akhir
    • 1 7 . Berdoa setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam
  • 7. DALIL-DALIL TENTANG KEWAJIBAN SHALAT al-Baqarah, 43: وَاَقِيْمُوْ الصَّ لا ةَ وَآتُوْ الزَّكَ ا ةَ وَارْكَعُوْامَعَ الرَّاكِعِيْنَ al-Baqarah, 110: وَاَقِيْمُوْ الصَّلَوْةَ وَآتُوْالزَّكَوةَ وَمَاتُقَدِّمُوْا لاَِنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدُاللهِ اِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ al-’Ankabut, 45: وَاَقِمِ الصَّلَوةَ اِنَّ الصَّلَوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ An-Nur, 56: وَاَقِيْمُوْ الصَّلاَةَ وَآتُوْ الزَّكَوةَ وَاَطِيْعُوْ االرَّسُوْلَ لَعَلَكُمْ تُرْحَمُوْنَ YANG MEMBATALKAN SHALAT: Berhadats kecil / besar, meninggalkan salah satu rukun shalat, terkena najis, berkata-kata dengan sengaja selain bacaan shalat, tertawa terbahak-bahak, bergerak 3x berturut-turut, mendahului imam, murtad, makan dan minum dengan sengaja. TIPS MERAIH KHUSYU’ DALAM SHALAT Anggap Anda berdiri di hadapan Yang Maha Berkuasa untuk bermunajat. Memahami makna bacaan shalat. Memanjangkan ruku’ dan sujud. Tidak mempermainkan anggota tubuh selain untuk gerakan shalat, seperti sering menggaruk. Tetap memandang ke tempat sujud. Menjauhkan diri dari segala yang membimbangkan hati. Jika shalat di atas sajadah hendaknya bukan yang bergambar, jangan pula shalat sambil menahan buang air besar atau kecil.
  • 8. Shalat adalah salah satu rukun Islam. Shalat merupakan tiang agama yang tidak akan tegak tanpanya. Shalat adalah ibadah pertama yang Allah wajibkan. Shalat adalah amal pertama yang diperhitungkan di hari kiamat. Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah saw. kepada umatnya ketika hendak meninggal dunia. Shalat adalah ajaran agama yang terakhir ditinggalkan umat Islam. Allah swt. menyuruh memelihara shalat setiap saat, ketika mukim atau musafir, saat aman atau ketakutan. { حافظوا على الصَّلوات والصَّلاة الوسطى وقوموا للَّهِ قانتين * فإن خِفتم فَرجالاً أو رُكباناً، فإذا أمنتم فاذكروا الله كما علَّمكم ما لم تكونوا تعلمون } [ البقرة : 238 ، 239] Sebagaimana Allah telah menjelaskan cara shalat di waktu perang, yang menegaskan bahwa shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi yang paling genting sekalipun. { وإذا ضَربتم في الأرض فليس عليكم جُناح أن تَقصروا من الصَّلاة إن خفتم أن يَفتِنكُم الذين كَفروا إنَّ الكافرين كانوا لكُم عدوّاً مُبيناً * وإذا كُنتَ فيهم فأَقمتَ لهمُ الصلاةَ فَلْتقم طائفةٌ منهم مَعك ولْيَأخذوا أسلحَتَهم، فإذا سَجدُوا فَلْيكونوا من ورائِكم، ولْتَأت طائِفةٌ أخرى لَم يُصَلّوا فلْيُصلُّوا معك ولْيأخذُوا حِذرهم وأسلِحَتهم ودّ الذين كَفروا لو تَغْفُلون عن أَسلِحَتكم وأمْتِعتكم فَيميلون عَليكم مَيلةً واحِدةً ولا جناح عليكم إنْ كان بكُمْ أذىً مِن مَطر أو كُنتم مرضى أن تَضَعوا أسلِحَتكم وخذوا حِذْركم إن الله أعدَّ للكافِرين عذاباً مُهيناً * فإذا قَضيتُم الصلاة فاذْكروا الله قِياماً وقُعوداً وعلى جُنوبِكُم فإذا اطمأنَنْتُم فأَقيموا الصّلاة إنَّ الصلاةَ كانَت على المؤمِنين كِتاباً مَوقوتاً } [ النساء : 101 - 103] URGENSI SHALAT
  • 9.  
  • 10. Hal-hal yang dibolehkan dalam Shalat
    • Menangis atau merintih.
    • Menoleh ketika shalat diperbolehkan, jika memang ada keperluan mendesak (yang diperbolehkan syari ’ at). Tapi bukan memalingkan seluruh tubuh atau berpaling dari arah kiblat, karena bisa membatalkan shalat.
    • Membunuh binatang yang mebahayakan, seperti ular, kala, kumbang.
    • Melangkah atau berjalan ringan.
    • Menggendong anak kecil.
    • Memberi isyarat, baik dengan jari atau tangan, maupun dengan menganggukkan kepala.
    • Mengucap tasbih dan bertepuk tangan untuk mengingatkan imam jika ia terlupa.
    • Memuji Allah SWT ketika bersin (Alhamdulillah) atau mendapat nikmat.
    • Sujud di atas baju atau serban karena uzur.
    • Membaca ayat dengan melihat mushhaf. Tidak membatalkan, tetapi hukumnya makruh dalam mazhab Syafi ’ i.
  • 11. Hal-hal Makruh Ketika Shalat
    • Memegang-megang baju atau anggota badan kecuali ada sebab.
    • Bertolak pinggang.
    • Menatap pandangan ke langit (ke atas).
    • Melihat sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyuan.
    • Memejamkan mata. Tapi menurut Ibnu Qayyim, memejamkan mata ketika shalat diperbolehkan sekiranya ia merasa terganggu karena di depannya ada ukiran atau lukisan dsb. Namun jika membuka mata tidak menghalangi kekhusyuan, itulah yang lebih utama.
    • Memberi isyarat dengan kedua tangan ketika salam.
    • Menutup mulut dan memakai pakaian hingga menyentuh tanah.
    • Shalat ketika hidangan telah disajikan.
    • Menahan kencing, buang air besar, atau hal-hal lain yang mengganggu kekhusyuan.
    • Shalat dalam keadaan sangat mengantuk.
    • Menetapkan tempat khusus shalat di dalam masjid, kecuali Imam. Seperti halnya unta yang selalu menetapkan tempat tertentu sebagai tempat pembaringannya.
  • 12. Lokasi Tidak Boleh Shalat
    • Shalat di kuburan (tempat pemakaman).
    • َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( قَاتَلَ اَللَّهُ اَلْيَهُودَ : اِتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه وَزَادَ مُسْلِمُ ( وَالنَّصَارَى )
    • Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah memusuhi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid." Muttafaq Alaihi. Muslim menambahkan: "Dan orang-orang Nasrani."
    • Tempat pembuangan kotoran (sampah), penyembelihan hewan, di tengah-tengah jalan, kandang unta, tempat pemandian, dan di atas Ka ’ bah. Didasarkan kepada hadis riwayat Ibnu Umar r.a bahwa Nabi SAW melarang shalat di tujuh tempat tersebut.
    • Mengenai shalat di gereja atau tempat peribadatan Nasrani, Abu Musa al-Asy ’ ari dan Umar bin Abdul Aziz pernah melakukannya, juga menurut Sya ’ bi, Atha ’ dan Ibnu Syirin tidak bermasalah. Umar r.a pernah menjawab permohonan kaum muslimin di Najran yang tidak mendapatkan tempat lebih baik dan lebih bersih untuk shalat saat itu selain di gereja, Umar meminta agar gereja itu dibersihkan dengan air dan daun bidara, selanjutnya dipersilahkan untuk shalat di dalamnya. Tapi, menurut mazhab Hanafi dan Syafi ’ i, hukum melaksanakan shalat di dalam gereja adalah makruh secara mutlak.
  • 13. SHALAT JUM’AT
    • Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.
    • Shalah Jum'at hukum nya wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama I slam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.
    • Dalil nya a l-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9 :
    • Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat
    • 1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll. 2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang. 3. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.
  • 14. Rukun Khutbah Jum’at
    • K hutbah Jumat itu terdiri dari dua bagian. Yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua , keduanya dipisahkan dengan duduk di antara dua khurbah.
    • K hutbah Jumat dilakukan sebelum shalat Jumat. Berbeda dengan khurtbah Idul fitri atau Idul Adha yang justru dilantunkan setelah selesai shalat Id.
    • Adapun rukun khutbah Jumat : 1. Hamdalah , Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah , baik di khutbah pertama dan khutbah kedua.
    • 2. Shalawat kepada Nabi SAW . Lalu baca syahadat.
    • 3. Wasiat untuk Taqwa . Nasihat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada Allah , marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat. Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.
    • 4. Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya . Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap.
    • 5. Doa untuk umat Islam di khutbah kedua . Misalnya: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat . Atau kalimat Allahumma ajirna minannar
  • 15. Hal-hal yang dianjurkan (Sunah)
    • Mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi).
    • Meninggalkan transaksi jual beli ketika adzan sudah mulai berkumandang.
    • B erhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku
    • Menyegerakan pergi ke masjid .
    • Melakukan salat-salat sunnah di masjid sebelum salat Jum’at .
    • Tidak melangkahi pundak-pundak orang yang sedang duduk dan memisahkan/menggeser mereka.
    • Berhenti dari segala pembicaraan dan perbuatan sia-sia apabila imam telah datang , serta memperbanyak baca al-Quran.
    • Hendaklah memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah Saw pada malam Jum’at dan siang harinya
    • Memanfaatkannya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa karena hari Jumat adalah waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa.
  • 16. SHALAT BERJAMAAH
    • Solat berjamaah adalah solat yang dilakukan secara bersama, dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai imamnya. Solat-solat yang bisa dikerjakan berjamaah adalah:
    • 1. Solat Lima Waktu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya
    • 2. Solat Jum’at
    • 3. Solat Tarawih
    • 4. Solat Ied Fitri dan ‘Idul Adha
    • 5. Solat Jenazah
    • 6. Solat Istisqa (Minta Hujan)
    • 7. Solat Gerhana Bulan dan Matahari
    • 8. Solat Witir
  • 17. KETENTUAN SHALAT BERJAMAAH
    • Makmum tidak dibenarkan mendahului imam, baik tempat berdirinya maupun gerakannya selama solat berjama’ah berlangsung. Makmum diharuskan mengikuti sikap/gerak imam, tidak boleh terlambat apa lagi sampai tertinggal hingga dua rukun solat. 
    • Apabila makmum menyalahi gerakan imam (sengaja tidak mengikutinya) maka putuslah arti jama’ah baginya; dan ia disebut mufarriq.
    • Antara imam dan makmum harus berada dalam satu tempat yang tidak terputus oleh sungai atau tembok mati kerana itu berjamaah melalui radio atau seumpamanya dalam jarak jauh, tidak memenuhi syarat berjamaah.
    • Imam hendaklah orang yang berdiri sendiri, bukan orang yang sedang makmum kepada orang lain. Selain itu, imam hendaklah seorang laki-laki. Perempuan hanya dibenarkan menjadi imam sesama perempuan dan anak-anak.
    • Solat berjamaah hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Perbedaan nilai solat berjamaah, 27 kali lebih baik daripada solat sendirian (munfarid). Solat berjamaah paling sedikit adalah adanya seorang imam dan seorang makmum. 
  • 18. KETENTUAN SHALAT BERJAMAAH
    • Bila seseorang terlambat mengikuti solat berjamaah, hendaklah ia segera melakukan takbiratul ihram, lalu berbuat mengikuti imam sebagaimana adanya. Bila imam sedang duduk, hendaklah ia duduk, bila iamam sedang sujud iapun harus sujud; demikian seterusnya. Apabila imam sudah memberi salam, hendaklah ia bangun kembali untuk menambah kekurangan raka’atyang tertinggal dan kerjakanlah hingga raka’atnya memenuhi. 
    • Ukuran satu rakaat solat ialah ruku’ . Bila seseorang mendapatkan imam ruku dan dapat mengikutinya dengan baik, maka ia mendapatkan satu rakaat bersama imam.
    • Rasulullah s a.w. bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mendatangi shalat, padahal imam sedang berada daam suatu sikap tertentu, maka hendaklah ia berbuat seperti apayang sedang dilakukan oleh imam”. (HR Turmudzi dan Ali r.a. )
    • Imam yang arif. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s a.w. bersabda: “Manakala seseorang di antara kamu solat bersama-sama orang banyak, maka hendaklah ia meringankan (memendekkan) bacaan surat atau ayat-ayatnya. Mungkin ada diantara jamaah yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, atau ada yang sudah tua. Dan manakala seseorang dari kamu itu solat sendirian, maka silakan ia memanjangkan bacaan sekehendaknya”. (HR Bukhari dan Muslim).
  • 19. MEMBETULKAN KESALAHAN IMAM
    • Kesalahan dalam gerakan yang dilakukan oleh imam -seperti kelebihan raka’at- maka cara membetulkannya adalah dengan penyebutan SUBHANALLAH oleh makmum. Sedangkan kesalahan atau lupa membaca potongan ayat Al-Quran oleh imam, maka cara memberitahukannya adalah dengan mengucapkan bacaan yang benar . Dan tidak perlu si makmum berkata, wahai imam, anda salah karena kita sekarang ini sudah raka’at keempat. Mengapa? Karena ungkapan itu tidak lain adalah ‘percakapan’, yang apabila dilakukan, maka akan membatalkan shalat. Sedangkan bacaan makmum membetulkan bacaan imam tidak masuk dalam ‘percakapan’ karena si makmum hanya membaca ayat Al-Qur’an.
    • # “Nabi Saw pernah melakukan shalat, lalu beliau mengalami kekeliruan dalam membaca ayat Al-Qur’an. Tatkala selesai beliau bersabda kepada Ubay: “ Apakah engkau tadi shalat bersamaku?” Jawabnya: “Ya.” Sabdanya: (“Mengapa engkau tidak mau [membetulkan kekeliruanku])? ” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thabarani , Ibnu ‘Asakir dan Adh-Dhiya, hadits shahih).
    • Jadi pembetulan dan koreksi hanya berlaku pada bacaan ayat Al-Quran, sedangkan pada gerakan maka cukup dengan membaca subhanallah.
    • # Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah besabda: “ Bagi wanita adalah bertepuk tangan. ” (Jami’ Ahkam An-Nisa I/352)
  • 20.  
  • 21.  
  • 22.  
  • 23. Sujud Sahwi, Tilawah, Syukur
    • SUJUD SAHWI adalah sujud karena lupa. Rasul SAW pernah kelupaan dalam shalatnya, beliau bersujud 2 kali untuk menutupi kekurangan itu. Di sebagian kelupaannya, beliau sujud sebelum salam, dan sebagian lagi sesudah salam. Jika dilakukan sesudah salam, maka kaifiah sujud sahwi ialah bertakbir lalu bersujud 2 kali, kemudian bertasyahud lalu salam. Bacaan sujud sahwi: سبحان من لا ينام ولا يسهوا
    • SUJUD TILAWAH: Rasulullah SAW jika membaca ayat sajadah, beliau bertakbir dan bersujud sekali. Beliau membaca:
    • سجد وجهي للذي خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وقوته تبارك الله احسن الخالقين
    • SUJUD SYUKUR: Rasulullah SAW jika mendapatkan berita gembira beliau bersujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tidak ada nash hadis yang jelas menunjukkan disyariatkannya wudhu ’ , suci pakaian dan tempat bersujud ketika melakukan sujud syukur. Kalaupun ada yang mensyaratkan demikian, hanyalah berpegang kepada qiyas terhadap shalat.
  • 24. Jama’ dan Qashar
    • ► Jika seseorang bepergian (safar), ia dapat mengerjakan shalat yang empat raka’at menjadi 2 raka’at saja (qashar).
    • واذا ضربتم في الارض فليس عليكم جناح ان تقصرو من الصلاة . النساء 101
    • ► Begitu pula shalat dapat di- jama’ taqdim (Ashar ke Zuhur atau Isya ke Magrib), dan jama’ ta’khir (Zuhur ke Ashar atau Magrib ke Isya). Pengertian jama’ shalat adalah mengerjakan dua shalat dalam satu waktu, baik dimajukan atau diakhirkan.
    • ► Beberapa kondisi shalat boleh dijama’ adalah:
    • - Ketika berada di Arafah dan Muzdalifah (saat haji).
    • - Ketika berada dalam keadaan safar
    • - Kondisi hujan (rukhshah ini khusus bagi orang yang bershalat jama’ah di masjid yang datang dari jauh dan mengalami masyaqqah di perjalanan).
    • - Kondisi sakit atau uzur
    • - Jama’ karena hajat (keperluan mendesak), asalkan tidak menjadi kebiasaan.