Kampusiana: Korupsi Pengadaan Alat Penunjang LaboratoriumISSN 0215-7241                                             Edisi ...
Mau Sehat? Baca DIDAKTIKA!Ketika Kami Wisuda
SURATPEMBACA                                                                     Akan tetapi tidak lama, nafas sesak kemba...
SURATPEMBACA    Pendidikan Luar Sekolah, UNJ. Layaknya mahasiswa tingkat                                                  ...
REDAKSI                                                               memberikan jaminan kualitas. Jaminan kualitas ini di...
a                                                 DAFTAR ISI          3 Surat Pembaca                                     ...
Beranda             12 A           20 K         42 TI    di K   E AID      siD                                   Sing Pent...
LINTAS                Format Baru, Pembayaran Biaya Kuliah                  S   etelah tahun 2011                      mah...
sikan tuntutan yang berisi pelaksanaan      mempunyai akses atas alat-alat produksi.                                      ...
tamukita                 Gunawan Wiradi     Reforma Agraria     Sampai Usia Senja     D          engan kulit keriput dan  ...
LAPORAN UTAMAMajalah Didaktika Edisi 42                                                          11                     IS...
LAPORAN UTAMA                  ISO: Mengatasi masalah dengan masalah     Pemberi     Mutu dari     Genewa      Awalnya ber...
yang hadir di Indonesia, “standarisasi       setelah reformasi. Di universitas                                         (in...
LAPORAN UTAMA                   ISO: Mengatasi masalah dengan masalah     yang dihadiahi sertifikat ISO oleh UNJ.         ...
Foto Ferika Lukmana SariEdisi 42-2012                                           15
LAPORAN UTAMA                                   ISO: Mengatasi masalah dengan masalah                   Icip-Icip Mutu P  ...
Dilanjutkan pengauditan oleh tim                                                                                          ...
LAPORAN UTAMA                                                                                                             ...
19                                   Penggunaan       Semenjak mendapatkan sertifikat ISO, Jurusan Teknik Mesin           ...
LAPORAN UTAMA                   ISO: Mengatasi masalah dengan masalah         Satu-satunya mungkin adalah uru-      fikasi...
Berbenah, jurusan                                                                                         Teknik Mesin bar...
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Majalah didaktika edisi 42
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Majalah didaktika edisi 42

1,874

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,874
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah didaktika edisi 42

  1. 1. Kampusiana: Korupsi Pengadaan Alat Penunjang LaboratoriumISSN 0215-7241 Edisi No.42/Th. XXVI/2012 Jual Beli Mutu Internasional Harga Rp.10.000
  2. 2. Mau Sehat? Baca DIDAKTIKA!Ketika Kami Wisuda
  3. 3. SURATPEMBACA Akan tetapi tidak lama, nafas sesak kembali saya terima,Kembali Menjadi walaupun saya terhitung mahasiswa tingkat akhir yang hanya menyelesaikan skripsi dan tidak menggunakan ruang kelasJurusan Sesak lagi. Entah apa yang ada dipikiran para petinggi jurusan untuk kembali menambah kuota mahasiswa barunya begituS banyak. Sekitar 218 mahasiswa baru angkatan 2012 dit- esak, pastinya keadaan yang sangat kurang nyaman. ampung di jurusan ini. Itulah yang terjadi di Jurusan Bahasa dan Sastra Jumlah yang sama dengan mahasiswa 2012 ini pernah Indonesia ketika pertama kali saya menginjakkan kaki terjadi di tahun 2008. Kelas yang terdiri dari A sampai Gsebagai mahasiswa. Pada 2008, JBSI menambah kuota ma- ini bisa saya lihat lagi, dengan kelas non-reguler sebanyak 3hasiswa pertama kalinya menjadi tujuh kelas, dari A sampai buah. Namun, pada tahun 2008 jumlah tidak sebanyak yang 3G. Walaupun setiap kelas tidak lebih dihuni 30 orang, ini ada sekarang di angkatan 2012. Setiap kelas memiliki lebihmenjadi hal baru di JBSI. Dua kelas non-reguler pendidikan dari 30 orang mahasiswa. Bayangkan kalau saja ada matadan satu kelas non-pendidikan non-reguler. kuliah yang digabung dua kelas. Kondusif kah perkuliahan? Sebagai anak baru di tahun itu, saya tidak peduli men- Perkuliahan ajaran baru memang baru saja dimulai. Sayagapa jurusan ini menambah kuota mahasiswanya. Akan belum tahu apa kebijakan jurusan berikutnya menanggapitetapi, apakah mereka sudah memikirkan masalah yang akan masalah ini. Telah lama jurusan ini tidak menghendaki sua-muncul? Saya langsung dihadapkan pemandangan aneh. sana belajar yang kondusif.Bangku kelas yang entah kurang atau apa. Setiap berku-liah harus menyeka keringat karena menggotong-gotong Ferry Triadi Sasonobangku. Sejatinya saya yang masih awam dunia perkuliahan, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia 2008mengharapkan kuliah itu lebih dewasa daripada bersekolahtentunya. Masalah menggotong-gotong bangku ini tetap tidak adasolusinya. Sering diteriakkan, tetapi sering pula dijawab den- Plagiarisme yanggan jawaban klise. “Tidak sembarangan menambah sendiri Makin Menjamur Bjumlah bangku karena pengajuannya rumit, harus ke univer-sitas dan jumlah bangku rusak dan yang masih ada harus di eberapa bulan lalu ketika sedang berbincang dengandata dengan benar”, itulah jawaban petinggi jurusan yang kawan lama dari salah satu jurusan di fakultas Bahasaselalu dilemparkan ke mahasiswa setiap ada dialog terbuka. dan Seni, saya mendapatkan sebuah info yang amatEntah apakah pemandangan konyol menggotong-gotong membuat hati terenyuh. Seorang oknum dosen didugabangku hanya ditemui di JBSI? melakukan plagiarisme terhadap karya mahasiswanya sendiri. Keadaan sesak di setiap kelas, apalagi jika ada beberapa Kronologis yang saya dengar ketika itu adalah si dosenmatakuliah yang digabung beberapa kelas. Mulai menjadi pe- meminta karya mahasiswa untuk diakui sebagai karyanya danmandangan biasa bagi saya. Suasana belajar kurang kondusif dijadikan sebagai tugas dalam perkuliahan di pasca sarjana.akibat mahasiswa yang begitu banyak pun sudah menjadi Sebagai imbalannya, dosen akan memberikan nilaibagian dari dunia perkuliahan saya. Namun, berangsur kepada mahasiswa itu. Pada akhirnya, mahasiswa tersebutkeadaan membaik karena di tahun berikutnya yaitu 2009, menolak dan memilih untuk tidak lulus. Saya pikir kejadian2010, dan 2011, pihak jurusan semakin mempersempit kuota ini hanya terjadi di jurusan tersebut saja tapi ternyata dugaanmahasiswa setiap tahunnya. Sekilas ini menjadi jalan keluar saya salah.dari masalah di JBSI ini. Hal yang sama terjadi di jurusan saya sendiri, jurusan Edisi 42-2012
  4. 4. SURATPEMBACA Pendidikan Luar Sekolah, UNJ. Layaknya mahasiswa tingkat PPL yang Apa Adanya akhir, saya dan semua mahasiswa yang sudah melaksanakan penelitian akhir (skripsi) diwajibkan untuk menulis jurnal K yang akan diterbitkan oleh jurusan. Ketika saya dan teman- teman meminta hasil jurnal yang sebelumnya sebagai bahan egiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) referensi, betapa terkejutnya kami ketika melihat jurnal dalam benak seluruh mahasiswa, khususnya tersebut yang menunjukkan adanya praktek plagiarisme atau mahasiswa jurusan pendidikan. Adalah sarana pencurian karya intelektual. pengaplikasian ilmu murni dan mengajar yang telah Jurnal tersebut memuat tulisan-tulisan yang sebenarnya didapat di bangku kuliah. Akan tetapi saya kecewa dengan dibuat oleh mahasiswa namun dalam terbitannya tidak ada persiapan Jurusan Sejarah, yang sepertinya mengabaikan pencantuman nama mahasiswa yang bersangkutan sedikit mahasiswanya. Terutama mahasiswa yang hendak PPL. pun. Justru nama yang tertera di situ adalah nama dosen Saya tidak melihat keseriusan yang berarti dalam (dalam hal ini dosen pembimbing). Awalnya saya pikir ini memberikan pengarahan mahasiswanya. Yang akan terjun merupakan aturan penulisan dan dosen pembimbing berhak ke lapangan untuk mengajar sesungguhnya. Dalam hal ini, mencantumkan namanya di situ. Tapi setelah saya telisik Unit Pelayanan Teknis (UPT) PPL selaku yang bertanggung ternyata tidak ada aturan seperti itu. Jika dosen pembimbing jawab atas kegiatan ini. Memang melakukan pembekalan. ingin mencantumkan namanya, tetap saja harus ada nama Akan tetapi pembekalan ini hanya bersifat umum saja. mahasiswa yang bersangkutan sebab jurnal itu memang Dan jurusan sebatas memberikan mata kuliah karya orisinal mahasiswa, terlepas apakah isi jurnal bermutu pendidikan, yang sifatnya normatif dan jauh dari kondisi atau tidak. sesungguhnya. Hal ini saya rasakan betul. Saya dan kawan-kawan memang belum mengklarifikasi Saya kini sedang menjalani kegiatan PPL. Hal-hal hal ini pada jurusan tetapi saya sudah mengklarifikasinya substansial dalam mengajar. Tidak pernah diberikan, dan4 pada salah satu mahasiswa yang tulisannya dicatut. ketika terjun ke lapangan. Sudah barang tentu, datang ke Kenyataan yang saya dapatkan ternyata benar bahwa ia sekolah hanya sebagai rutinitas. sama sekali tidak mengetahui perihal kasus seperti ini. Dia Dalam prakteknya di lapangan. PPL sering hanya mengaku bahwa waktu itu ia hanya diminta mengumpulkan dipahami sebagai guru pengganti, dan sebagai guru piket. jurnal dalam bentuk softcopy kepada jurusan sebagai tugas Dan ketika mengajar, mahasiswa PPL merasa diacuhkan. akhir sebelum kelulusan. Hal ini tentu berakibat pada siswa. Saya dan kawan-kawan sangat berharap permasalahan Sudah semestinya, hal-hal seperti ini ditangani oleh seperti ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak pihak jurusan. Pembekalan jurusan sanagatlah penting. terulang di masa mendatang. Pihak-pihak yang berwenang Karena jurusanlah yang paling detil mengetahui kebutuhan harus tegas sebab jika dibiarkan ini tentu akan semakin mahasiswanya. Jika hanya mengandalkan apa yang UPT PPL menurunkan kualitas akademik Universitas Negeri Jakarta. berikan. Berarti jurusan tidak menjalankan tugasnya dengan Salam. baik. Ke depan, kiranya pembekalan PPL perlu dilakukan Mahasiswa Tingkat Akhir lebih serius. Dan tidak sebatas pada pembekalan materi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Karena hal itu justru semakin menjauhkan mahasiswa pada hal yang bersifat substansial dan kontekstual. Saya harap, tidak akan ada lagi yang seperti ini. Karena sedikit saja guru keliru, tidak hanya membunuh harapan siswa. Juga bangsa dan negaranya. Yusuf Budi Mahasiswa Jurusan Sejarah Cover: Abdurrohman Wahid DIDAKTIKA
  5. 5. REDAKSI memberikan jaminan kualitas. Jaminan kualitas ini disahkan dengan adanya sertifikat ISO. Lebih jauh, sertifikat ISO ini dinilai sebagai langkah awal memasuki word class university. Kelas internasional penting untuk memenangkan pertarungan dengan PTA. Bukan tidak mungkin PTA akan bertebaran di Indonesia karena sudah dilegalkan dalam UU PT. Mengikuti kebijakan Dikti, Rektor UNJ Bedjo Sudjanto pun menerapkan Progam sertifikasi ISO di UNJ. Progam Bogor, Pelantikan Didaktikawan 2012, Minggu (29/7) ini merangsek di kampus eks IKIP sejak 2009. Rector menargetkan tahun 2017, UNJ menuju universitas bertarafSalam Perjuangan!M internasional. Perjalanan ISO di kampus kami angkat dalam aaf. Maaf karena keterlambatan kami laporan utama Majalah Didaktika edisi 42 ini. menghadirkan informasi kepada para pembaca Selanjutnya dalam rubrik laporan khusus, kami beralih yang masih setia menanti kehadiran majalah menyoroti minimnya kujungan perpustakaan. TerlihatDidaktika. Kami tak mau beralasan. Telat ya telat. Maaf sederhana, tapi sebenarnya ada masalah silang sengkarut dikarena dengan lamanya terbit pun kami tak mampu dalamnya. Minimnya kunjungan ke perpustakaan merupakanmenjamin kesempurnaan. Karena kami bukan mencari dampak dari beberapa faktor yang tidak diselesaikan dengankesempurnaan. Namun, kami hanya berupaya terus-menerus baik. Urusan managemen, keberadaan pustakawan, suplaitumbuh bersama pembaca dalam dialektika. buku, progam jemput bola, konsep perpustakaan yang kaku. Terima kasih kepada teman-teman yang selalu Di seni budaya, kami mengajak pembaca untukmengingatkan agar kami segera terbit. Merawat semangat memperhatikan lukisan di bak truk. Ekspresi sang supir didan memeras keringat, itu yang tengah kami jaga. truknya menjadikan jalanan sebagai etalase. lukisan bak truk Sepanjang masa pengerjaan majalah ini, ada beberapa merupakan seni urban yang merepersentasikan masyarakat 5isu yang telah diangkat di produk kami lainnya. Untuk tiap zaman. Kehadiran lukisan ini sangat dipengaruhimengingatkan dan mencegah lupa, kami me-review lagi dinamisasi antara si supir dan si penjual jasa melukis.beberapa isu yang penting di rubrik lintas. Walau cuma Dalam kampusiana, kami menyelidiki kasus korupsidibahas selintas, tapi isu-isu ini patut jadi perhatian kita pejabat UNJ yang dikait-kaitkan dengan Nazarudin beberapabersama. Sebetulnya ada banyak persoalan dunia pendidikan waktu. Dalam kasus korupsi ini, pembantu rektor IIIyang perlu disorot. Sayangnya, hanya beberapa yang dapat Fakhruddin Arbah dan Tri Mulyono dosen dari Fakultaskami sajikan mendalam. Salah satunya kebijakan Dirjen Dikti Teknik telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Tapiyang mewajibkan seluruh PTN di Indonesia bersertifikat dibalik itu ternyata ada peran rektor UNJ Bedjo Sujanto.ISO pada 2014. Sila baca hingga tuntas tulisan yang kami sajikan. Kebijakan Dikti ini dilatarbelakangi masuknya Indonesia Ibarat sebuah makanan, kami telah memberikan hidanganpada era liberalisasi pendidikan. Agar tetap dapat eksis dalam utamanya. Untuk hidangan penutup, mari kita berdialektikazaman liberalisasi pendidikan, perguruan tinggi mesti dapat bersama. Selamat membaca, selamat berdialektika. Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Didaktika Universitas Negeri Jakarta Pelindung: Pembantu Rektor III UNJ Pembimbing: Jimmy Ph. Paat, DEA, DEA Pemimpin Umum: Anggar Septiadi Pemimpin Redaksi: Citra Nuraini Sekretaris Umum: Satriono Priyo Utomo Sekretaris Redaksi: Ferika Lukmana Sari Bendahara Umum: Indah Hidayatie Sirkulasi dan Pemasaran: Kurnia Yunita Rahayu, Indra Gunawan Staf Redaksi: Anggar Septiadi, Satriono Priyo Utomo, Indah Hidayatie, Kurnia Yunita Rahayu, Indra Gunawan, Muh. Idris, Sari Wijaya, Yogo Harsaid, Virdika Rizky, Daniel Fajar, Binar Murgati. Editor: Anggar Septiadi, Citra Nuraini. Tata Letak: Satriono Priyo Utomo. Ilustrasi: Anggar Septiadi. Cover: Abdurrohman Wahid Email: lpm.didaktikaunj@yahoo.com Website: didaktikaunj.com Telepon: 021-47865543 ISSN: 0215-7241 Alamat Redaksi: Gedung G, lt III, Ruang 304. Komplek Universitas Negeri Jakarta. Jl Rawamangun Muka No. 1, Jakarta Timur 13220 Edisi 42-2012Redaksi menerima artikel maksimal lima halaman folio spasi ganda atau 10.000 karakter. Redaksi berhak mengedit artikel tanpa merubah makna dan isi. Artikel yang dimuat akan mendapat imbalan yang layak dari redaksi.
  6. 6. a DAFTAR ISI 3 Surat Pembaca 32 Opini Dosen 5 Redaksi 34 Opini 7 Beranda Mahasiswa 8 Lintas 36 Suplemen 10 Tamu Kita Gambar Laporan Khusus Laput Gunawan Wiradi Kampusiana 24 Sepi-Sepi di Organisasi Student Back to Class, kiranya begitulah istilah yang laik menceritakan kondisi kemahasiswaan kekinian. Tidak 44 Siapa Mau ke 66 ada pengembangan potensi Perpustakaan? soft skill, tidak ada pengabdian Laporan Utama Bila koleksinya terbatas, fasilitas masyarakat. Kembali ke kelas, 12 Pemberi Mutu dari minim, lantas siapa yang mau ke seperti itulah praktek represi Genewa perpustakaan?. akademik. Gagasan awal, ISO yang ber- 47 Bermimpi pusat di Genewa, Swiss bertu- Perpustakaan Ramai juan untuk memerangi Perang Ketiadaan koleksi yang Dunia. Kini menjadi alat ukur terbarukan ditambah minimnya mutu, suatu produk. pustakawan membuat 16 Icip-Icip Mutu Inter- perpustakaan jarang dilirik. nasional 50 Agar Tak Jadi Gudang Hadirnya ISO di dunia pendidi- Buku kan mempertegas, telah terjadi Perpustakaan mesti menjadi 26 Jejaring Korupsi liberalisasi pendidikan. subjek, agar masyarakat rajin Nazaruddin Hinggap di 19 Berharap Mutu dari membaca. UNJ Selembar Sertifikat 52 Opini Khusus Mesti ada aktor utama. Tuduhan Bermasalah dengan mutu? ini mengarah kepada si empunya Menghadirkan lembaga pengu- 55 Seni Budaya kekuasaan tertinggi dalam kur mutu, tidaklah mengatasi lingkaran kampus. masalah. 60 Karya 29 Semua Mau Cari 22 Wawancara Khusus 62 Buku Aman Sjafnier Ronisef Ketika sudah menjadi kasus, 64 Ruang Sastra semua pihak saling lempar tanggung jawab 66 Kontemplasi DIDAKTIKA
  7. 7. Beranda 12 A 20 K 42 TI di K E AID siD Sing Penting ISOI SO (International Organization for Permasalahan muncul ketika untuk menyertifikasi diri Standarization) lahir pada tahun 1947 atas menggunakan ISO, institusi pendidikan harus merogoh kesepakatan 25 negara yang berkumpul di kocek dalam-dalam. Lebih dari Rp 50 juta harus dikeluarkan Inggris. Mereka punya semangat untuk membuat demi membeli sertifikatnya. Kemudian, perbaikan mutu standar internasional atas prosedur pekerjaan yang dijanjikan, dilaksanakan melalui prosedur administratif. industri. Pasalnya, semasa Perang Dunia Kedua Padahal dalam dunia pendidikan, yang dibina adalahberlangsung, banyak terjadi ledakan di pabrik perakitan manusia, makhluk ekstra dinamis yang mutunya tidakbom di Inggris. Maka, untuk menanggulanginya dibuatlah mampu diukur lewat selembar kertas.standar prosedur kerja yang harus dilaksanakan serta Belum lagi, menurut Guru Besar UNJ Prof Connydidokumentasikan oleh awak pabrik. Semiawan, kemunculan standarisasi pendidikan ini tidak Berkat standar kerja yang dipatuhi oleh industri senjata, lepas dari filsafat pendidikan yang dianut setiap negara.Blok Barat resmi memenangkan Perang Dunia Kedua. Standar yang mulai ikut diterapkan di Indonesia ini, kiranyaTak pelak, munculnya standar kerja dimaknai sebagai titik berasal dari Amerika Serikat yang menganut mazhabtolak perubahan serta penjaminan mutu produk industri. pragmatisme. Menurutnya, mazhab ini sudah mulaiMakanya, standar ini kemudian disepakati dan diberlakukan digugat di negara asalnya karena dinilai menihilkan esensidi seluruh dunia, lewat pendirian organisasi internasional pendidikan. Tapi Indonesia malah mulai menerapkannya. 7yang menaunginya. Tahun 2009, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memulai ISO tampil prima dengan beragam standar internasional program ISO. Senada dengan kerangka awal pemerintah,yang diterbitkannya. Kesuksesan besar yang diraih pada program ini diharapkan mampu menjamin mutu kampus.masa Perang Dunia membuat banyak sektor tergiur buat Terlebih, masalah matinya kultur akademik, minim prestasimenyicipinya. Pasalnya, selain mampu menjamin mutu, mahasiswa, serta sarana dan prasarana kampus yang tidakeksistensi ISO pada sebuah organisasi juga menjadi nilai memadai masih membebani.jual. Untuk bersaing di era liberalisasi ekonomi. Alih-alih menjamin mutu, kehadiran ISO malah Pasca reformasi, dunia pendidikan Indonesia turut memunculkan masalah baru bagi UNJ yang tidak punyamenerapkan liberalisme sebagai ideologinya. Logika pasar cukup uang untuk membiayai seluruh unitnya mengikutibebas tidak mampu dielak untuk menjadi paradigma sertifikasi internasional. Sertifikasi dilaksanakan dengankegiatannya. Status otonomi yang dimiliki institusi prinsip asal, yang penting ISO. Ini disebabkan oleh kampuspendidikan, membuatnya mesti melakukan beragam upaya yang memang tidak punya gambaran besar bagaimanauntuk membiayai operasional kegiatannya. Makanya, pelaksanaannya. Hanya sekedar menindaklanjuti kebijakaninstitusi pendidikan pun harus punya lulus kualifikasi Dikti.standar internasional ISO. Untuk melabeli diri, di tengah Dibenarkan oleh Rektor UNJ Bedjo Sujanto, ISOpersaingan di kancah internasional. dimaknai sebagai salah satu tahap menuju status bertaraf Atas nama penjaminan mutu, pemerintah menjadikan internasional. Dirinya menargetkan, 2017 UNJ sudahISO sebagai prasyarat Sekolah Standar Nasional untuk menjadi universitas bertaraf internasional. Tetapi, ia punmenuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah tidak berani menjamin bagaimana pengelolaan mutuBertaraf Internasional. Begitu pula untuk Perguruan Tinggi universitas setelah standarisasi internasional yang temporerNegeri (PTN). Dirjen Dikti mewajibkan, pada 2014, seluruh itu berakhir masanya.PTN harus sudah memiliki sertifikat ISO. Selain itu, UNJ juga mau curi-curi kesempatan dengan Sertifikat berskala internasional ini mau tidak mau menyandang status internasional lewat selembar sertifikat.memang harus dimiliki perguruan tinggi. Pasalnya, Undang- Pasalnya, status Pengelolaan Keuangan Badan Layananundang Perguruan Tinggi yang baru saja disahkan tahun Umum (PK-BLU) mewajibkan UNJ membiayai sendiri2012, membuka akses bagi universitas luar negeri membuka kegiatan operasionalnya. Makanya, kampus ini butuh labelcabangnya disini. Dirjen Dikti sendiri memaknai kebebasan untuk menarik perhatian mahasiswa baru yang jadi sumberini sebagai perkara sah dalam dunia internasional. Makanya, eksploitasi uang, serta korporasi-korporasi besar untukuntuk mampu unjuk gigi, PTN pun harus punya label menghibahkan uang atau merelakan diri menjadi pasarinternasional. tempat lulusan disebar nantinya. Edisi 42-2012
  8. 8. LINTAS Format Baru, Pembayaran Biaya Kuliah S etelah tahun 2011 mahasiswa baru (Maba) berhadapan dibebankan kepada mahasiswa. Kemudian, jumlahnya dibagi dela- (SE) Dirjen Dikti No. 488/E/T/2012 tang- gal 21 Maret 2012. dengan kenaikan pan semester karena Menurut Pembantu biaya kuliah, kini maba target mahasiswa Rektor I Bidang Aka- berhadapan dengan lulus hanya delapan demik Zainal Rafli, ala- sistem pembayaran semester. san pemberlakuannya Uang Kuliah Tunggal UKT ini ditengarai sendiri dilandasi oleh (UKT). Dengan sistem sebagai ancaman ke- pungutan yang sering Petani Sedunia Berkump O UKT format pem- pada mahasiswa untuk dilakukan oleh banyak bayaran biaya kuliah lulus cepat. Zainal PTN. Makanya dir- rganisasi serikat petani internasional, yang biasanya mahal Rafli pun mengakui espon oleh pemerintah La Via Campesina, mengadakan rang- di semester pertama hal tersebut, “UKT dengan format UKT. kaian acara Workshop dan Seminar kuliah, kini tetap sama memang memacu ma- “Ini respon Mendik- Internasional pada 9 - 14 Juli 2012 di Bukittinggi, jumlahnya ditiap hasiswa untuk fokus bud/Dikti atas aduan Sumatra Barat. Kegiatan ini mengangkat tema semester berikutnya. akademik dan lulus masyarakat menge- ‘Pembaharuan Agraria, Mempertahankan Tanah Hasil itu didapat dari cepat,” jelasnya kepada nai maraknya PTN dan Kawasan di Abad 21: Peluang dan Tantan- penjumlahan semua Didaktika saat ditemui mengambil pungutan gan ke Depan’. Peserta yang hadir sebanyak 170 komponen-komponen seusai peresmian pele- besar dari mahasiswa,” organisasi petani di 70 negara. Semuanya akan pembiayaan kuliah se- takan batu pertama paparnya. UNJ sendiri memaparkan fenomena global terkait lahan yang lama delapan semester. Gedung IDB I dan II. merespon UKT ini terjadi di seluruh belahan dunia, terutama di8 Komponen pembiay- Kebijakan ini dengan Keputusan negara miskin dan berkembang. aan didalam UKT ini merupakan bagian dari Rektor UNJ Nomor Di pelbagai belahan dunia tidak asing dengan meliputi SPP, DPPS, kebijakan Kementerian 374/SP/2012 tanggal fenomena pengambil alihan kepemilikan lahan, DPSP, biaya prakti- Pendidikan dan Ke- 8 Juni 2012. Ketika sewa pemakaian lahan, ijin konsensi lahan per- kum, KKL, wisuda, budayaan (kemendik- diterapkan tahun ini, tanian. Perampasan lahan ini didalangi oleh elite dan berbagai biaya bud). Kemendikbud belum ada perincian lokal dan nasional dalam hal ini pembuat kebi- lainnya yang bakal melalui Surat Edaran anggaran yang jelas. jakan. Juga investor transnasional yang bekerjasa- ma dengan pemerintah dalam merampas tanah M asa Pengenalan Agenda Pembinaan Pasca Akademik (MPA) 2012 ini berbeda dari biasanya. MPA MPA yang biasanya hanya berlangsung empat hari, kini, dilaksanakan dengan durasi lebih lama dari tahun sebelumnya. Setelah penutupan, ada rangkaian agenda pembinaan pasca MPA yang dirancang sebanyak sepuluh kali pertemuan, dilaksanakan tiap akhir minggu. “Karena empat hari MPA tidak cukup untuk memperkenalkan kampus,” terang Pembantu Rektor III Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Fakhrudin Arbah. Konsep agenda pembinaan memprioritaskan hal-hal yang sifatnya akademik. Tujuannya agar mahasiswa dapat Foto Binar M.P. terintegrasi dengan lingkungan kampus dalam hal akademik. “Agenda pembinaan ini sebagai pembentukan DIDAKTIKA
  9. 9. sikan tuntutan yang berisi pelaksanaan mempunyai akses atas alat-alat produksi. reforma agraria dan kewajiban pemer- Itulah bagian dari proses kemerdekaan, intah untuk memenuhi hak-hak petani. dan pemerintah sampai hari ini belum “Reforma agraria adalah bagian dari melakukan itu,” Papar Revrisond Baswir proses kemerdekaan,” teriak Ketua dalam pidatonya. Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Sampai hari ini pemerintah baru Foto Satriono Priyo Utomo Saragih dalam sambutannya. sekedar berwacana untuk melaksanakan Guna membuka pembacaan deklar- proses land reform. Rakyat masih asi yang dihadiri Staf Ahli Presiden Bi- menunggu janji pemerintah membagi- dang Kemiskinan H.S. Dillon, Pengajar kan lahan kepada petani. “ Kita masih UGM DR. Revrisond Baswir, Profesor dalam tahap pembahasan, segera mung- IPB Gunawan Wirahadi, puluhan tokoh kin akan dilaksanakan,” kata H.S. Dillon petani dunia, ratusan masyarakat petani yang mewakili suara pemerintah dalampul di Sumatera Barat Indonesia, dan pejabat BPN diwakili BPN Sumbar. Di mana deklarasi terse- menjawab permasalahan pelaksanaan land reform di Indonesia. Yang sampai rakyat, yang sering mengatasnamakan but dibacakan oleh Pemimpin La Via hari ini sering terjadi, “Ketika Hak konservasi. Syahdan, tujuan dari peram- Campesina yang berasal dari Mozambik, Guna Usaha (HGU) perusahaan yang pasan lahan global (Land Grabbing) ini Reinaldo Chingore. memakai tanah rakyat ini habis. Bukan adalah mengontrol sumber daya paling Di mana dalam salah satu poin malah dikembalikan kepada rakyat, berharga di dunia. deklarasi tersebut berisi, perlunya mem- malah diperpanjang.” Ungkap Pengajar Maraknya proses distribusi dan bangun kedaulatan dengan cara mem- Universitas Sriwijaya J.J. Polong kepada akumulasi modal transnasional terhadap berikan alat produksi kepada petani bu- Didaktika meceritakan hambatan terlak- perusahaan-perusahaan besar. Mengaki- kan pada para pengusaha. “Rakyat harus sananya land reform di Indonesia. batkan komodifikasi alam secara masif dan bersamaan. Arus besar kapital pada industri ekstraktif, agrofuel, kehutanan, perkebunan, pariwisata, dan pembangu- 9 nan infrastruktur raksasa. Tidak pernah sekalipun membawa kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, rangkaian acara ini ditutup dengan pembacaan deklarasi. Deklarasi dibacakan di Bung Hatta Con- vention Center, hari Sabtu. Mendeklara- Foto Repro karakter diri,” ujar Dedi Purwana, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi (FE) ketika ditemui di ruangannya. Judicial Review RSBI K Dia menambahkan, di dalamnya disisipkan kegiatan asah mental yang oalisi Masyarakat Anti Komer- standar biaya yang mahal, digunakannya diinternalisasikan ke dalam dimensi sialisasi Pendidikan (KMAKP) bahasa asing sebagai bahasa pengantar akademik. mengajukan judicial review dan pengkhususan RSBI untuk siswa Kemunculan agenda pembinaan UU Sisdiknas tentang RSBI/SBI ke dengan kemampuan akademik di atas ini diindikasi kuat karena UNJ tidak Mahkamah Konstitusi. Sidang pleno rata-rata. Hal ini didukung Darman- memiliki prestasi yang membanggakan telah digelar sebnyak tujuh kali. Pleno ingtyas. “Kalau argumen pemerintah un- dalam beberapa tahun belakangan. mendengarkan pembacaan argumen dari tuk memisahkan siswa-siswa unggul agar Terutama dalam ranah kejuaraan karya masing-masing saksi ahli yang mewakili lebih berprestasi, ini malah menegaskan tulis. Oleh sebab itu, salah satu poin KMAKP sebagai pemohon, serta dari pendidikan sebagai alat diskriminasi yang diprioritaskan dalam agenda pihak termohon, yakni Kementerian sosial. Seharusnya semuanya disatukan pembinaan adalah menciptakan Pendidikan dan Kebudayaan. Kini ting- agar terjalin integrasi sosial,” tandasnya. mahasiswa yang mahir dalam membuat gal menunggu hasil keputusan Mahka- Selain itu, pemakaian bahasa asing seb- karya tulis. “Kemarin ada 300 judul mah Konstitusi. agai pengantar dalam dunia pendidikan karya tulis yang masuk untuk mengikuti Pengamat pendidikan yang ter- dikhawatirkan merusak bahasa Indo- Program Kreatifitas Mahasiswa- gabung dalam KMAKP, Lody F. Paat nesia. “Pemakaian bahasa asing sangat Gagasan Tertulis (PKM-GT),” terang mengatakan RSBI menciptakan jurang bertentangan dengan UUD dan UU Fakhrudin. “Namun tidak ada satu pun kastanisasi dan mengarah pada liberalisa- kebahasaan,” ungkap Abdul Chaer yang yang lolos.” si pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan datang sebagai saksi ahli KMAKP. Edisi 42-2012
  10. 10. tamukita Gunawan Wiradi Reforma Agraria Sampai Usia Senja D engan kulit keriput dan tubuhnya kurus, dia tetap lantang mengarungi barisan petak tanah di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. tantangan petani sekarang lebih sulit. Fenomena yang terjadi kekinian, sesungguh- nya merupakan land yang digunakan pun mengand- ung bahan kimia berbahaya. Hasil temuan- Raut wajah sumringah, dengan senyu- grabbing atau perampasan nya dalam proyek man yang melengkung tajam diberi- lahan-lahan rakyat. Tidak SAE membawa kannya saat sepasang bola matanya hanya dalam skala nasional, lelaki yang melihat ribuan tangkai padi menguning. melainkan global. berasal dari kelu- “Tanahnya subur. Sudah jelas, inilah Komodifikasi alam berjalan arga Kasunanan alasan kenapa Tan Malaka membe- bersamaan dengan maraknya Surakarta ini rontak,” cetusnya sambil mengepakan modal finansial korporasi nasonal dan dikenal kalan- tangan menggerayangi tangkai padi trans-nasional telah mengalirkan arus gan luas. Argumennya soal pertanian yang berada di sisi kanannya. besar kapital pada industri ekstraktif, dianggap cukup keras pada masa itu, Lelaki itu adalah Gunawan Wiradi. agrofuel, kehutanan, perkebunan, pari- terutama dalam tulisan. Dia pun tidak Didaktika menemuinya saat berlang- wisata, dan pembangunan infrastruktur takut berbicara lantang di seminar- sung acara workshop dan seminar raksasa. Aliran modal ini menghasilkan seminar, padahal situasinya politik ti- internasional di Bukittinggi, Sumatra gagasan “ekonomi hijau” dan “eko- dak menghendaki masyarakat bersikap10 Barat. Rangkaian kegiatan yang diga- nomi biru”, yang berarti komodifikasi kritis terhadap pemerintah. gas oleh organisasi petani internasional, alam dan siklus kehidupannya. Investa- Melihat perkembangan pertanian, La Via Campesina, ini berlangsung dari si berakibat pada perampasan wilayah bekas Ketua Senat Fakultas Pertanian tanggal 9 Juli sampai 14 Juli dengan masyarakat adat, petani, dan nelayan. UI di Bogor (1957-1958) ini semakin tema ‘Pembaharuan Agraria, Memper- “Negara beserta elit-elit memainkan yakin, bahwa pembaharuan agraria tahankan Tanah dan Kawasan di Abad peran pada proses perampasan ini atas adalah unsur utama yang dapat mem- 21: Peluang dan Tantangan ke Depan’. nama keuntungan pribadi, dan mereka bawa kemajuan Indonesia. Distribusi “Seharusnya pemerintah mem- juga bekerja sama dengan perusahaan- lahan melalui pembaharuan agraria, perlakukan petani sebagai tuannya perusahaan transnasional,” jelas Dosen yang mandek hingga hari ini, meru- negara,” kata lelaki tiga zaman ini IPB Fakultas Peternakan kelahiran pakan kuncinya. “Karena itu Indonesia menanggapi maraknya kekerasan yang tahun 1932. memerlukan reforma agraria sebagai dilakukan pemerintah terhadap petani Menurut Gunawan Wiradi, prasyarat terjadinya transformasi dewasa ini. Pada kesempatan ini, bekas perselingkuhan antara kapital dengan strukutral. Guna mewujudkan cita-cita mahasiswa Fakultas Pertanian Univer- negara dalam sektor agraria, yang Pancasila,” tegas lelaki yang pernah sitas Indonesia (UI) yang waktu itu ma- mengakibatkan kesejahteraan rakyat menjadi pimpinan seksi Panitia Persia- sih berlokasi di Bogor (sekarang IPB), urung tercipta bukan baru-baru ini pan Nasional Konferensi Mahasiswa menjelaskan bahwa memperjuangkan terjadi. Dalam dekade tahun 1970- Asia-Afrika pada masa Soekarno. nasib petani guna kesejahteraan rakyat an, saat dirinya masih terlibat dalan Memasuki usia senja, semangat tidak semudah seperti membalikkan proyek Survei Agro Ekonomi (SAE), Gunawan tidak meredup. Di usianya telapak tangan. dia menemukan temuan-temuan yang yang telah 80 tahun, dia masih aktif Di Indonesia – bahkan global mengejutkan dalam Revolusi Hijau. mengkampanyekan isu perampasan – marak terlihat fenomena pengam- Kebijakan yang dicetus pada masa Soe- lahan dan pentingnya Reforma Agraria. bilalihan kepemilikan lahan, sewa harto ini, rupanya banyak cacatnya bagi Kondisi fisik tidak membuatnya pemakaian lahan, ijin konsensi lahan para petani. “Dampak yang terjadi di berhenti memberikan penyuluhan pertanian oleh korporasi besar nasional wilayah pedesaan sejak dekade 1970-an langsung kepada petani dalam masalah dan transnasional. “Sejarah terulang adalah meluasnya ketimpangan,” pung- pengolahan lahan pertanian. “Tidak kembali, kolonialisme dan imperialisme kas penerima gelar Honoris Causa dari berlebihan jika saya sebut Reforma masih hadir secara nyata dengan wajah almamaternya, IPB tahun 2009. Pada Agraria sebagai landasan bagi perada- barunya di abad 21 ini,” ujar Dosen masa Orede Baru, pemerintah melaku- ban baru dunia yang adil dan manusia,” IPB Fakultas Peternakan kelahiran kan monopoli pupuk. Dampak dari ini kata penulis buku berjudul, Reforma tahun 1932, saat menjadi pembicara semua, banyak petani yang berhutang Agraria: Perjalanan yang Belum Berakhir. dalam acara tersebut. Ia menilai, guna membeli pupuk. Selain itu, pupuk Satriono Priyo Utomo DIDAKTIKA
  11. 11. LAPORAN UTAMAMajalah Didaktika Edisi 42 11 ISO MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH Edisi 42-2012
  12. 12. LAPORAN UTAMA ISO: Mengatasi masalah dengan masalah Pemberi Mutu dari Genewa Awalnya bertujuan Foto Repro untuk memenangi Perang Dunia, kini merembes ke dunia pendidikan. S enjata yang mutakhir dan12 efektif memang jadi satu faktor kenapa Blok Barat (Amerika, Inggris, dan Perancis) memenangi Perang Dunia Kedua. Namun, siapa sangka sebelum Blok Barat menang justru senjata mereka sering memakan tuannya? Semasa Perang Dunia Kedua, khususnya di Inggris, banyak sekali ledakan saat perakitan bom di pabrik- pabrik mesiu. Saking banyaknya kecelakaan, Para Pendiri Lembaga ISO International Organization for Standardization (ISO), resmi berdiri pada Februari 1947. Pemerintah Inggris curiga bahwa prosedur perakitan senjata itu tidak mampu mengontrol mutu produknya. (LPND/BPKP). berjalan semestinya. Untuk tindakan Kemudian pertemuan tersebut Hingga kini organisasi yang pencegahan, terbit standar manajemen menghasil International Organization punya kantor pusat di Genewa, BS 5750 yang jadi standar operasional for Standardization (ISO) yang resmi Swiss ini sudah memiliki 164 negara bagi industri untuk menjalankan berdiri Februari 1947. anggota termasuk Indonesia. Urusan pabrik dengan utuh. Caranya dengan Dengan bukti dapat mengendalikan penjaminan mutu juga tidak hanya mendokumentasikan semua prosedur mutu senjata yang mampu memenangi sebatas manajemen perusahaan kerja, agar mutu produk dapat Perang Dunia, ISO ingin berperan melainkan pemusnahan limbah pabrik, terkendali. Hasilnya memuaskan, Blok sebagai organisasi pemberi restu manajemen resiko, tanggung jawab Barat memenangi perang. bermutu secara internasional. Ia sosial dan lingkungan, serta kepuasan Senang dengan standar yang kemudian menjelma sebagai mantri layanan bagi pelanggan. Ditambah dibuat, pada 1946 pemerintah Inggris bagi perusahaan yang ingin sehat keharusan dalam menaati prosedur mengundang 25 negara untuk bertemu mutunya. “Banyak pihak yang tidak yang berlaku. di Institut Teknologi London untuk percaya terhadap mutu produk Makanya, ISO punya beragam menyosialisasikan standar manajemen bila tidak punya standar dari ISO,” fokus standar mutu yang dikode seperti BS 5750. Inggris meyakinkan negara ujar Syafral, Auditor ISO Lembaga ISO 9000 untuk menajemen mutu, ISO lain bahwa standar yang dibuatnya Pemerintahan Non Departemen Badan 26000 untuk tanggung jawab sosial punya banyak faedah supaya industri Pengawasan Keuangan Pemerintah (lebih jelas lihat tabel). ISO 9000 jadi DIDAKTIKA
  13. 13. yang hadir di Indonesia, “standarisasi setelah reformasi. Di universitas (internasional) ini mampu membantu Rancangan Undang-Undang Badan perusahaan lokal bersaing dalam dunia Hukum Pendidikan (RUU-BHP) perdagangan internasional,” papar dengan maksud memberi otonomi Syafral. penuh bagi universitas jadi garis awal. Di Indonesia, kemudian ISO Berteguh atas semangat mulai merangsek ke semua sektor. kemandirian kampus dalam ranah Niatnya tak jauh-jauh dari upaya pendanaan, penolakan RUU-BHP internasionalisasi dan persaingan pada Desember 2008 di Mahkamah ekonomi. Belakangan sektor Konstitusi (MK) tidak mengendur pendidikan kesengsem oleh sertifikat semangat. Setelahnya muncul internasional dari ISO. Hal ini kebijakan-kebijakan substitusi seperti dilakukan karena sektor pendidikan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan bisa jadi barang dagang yang potensial. Umum (PK-BLU) yang malah lebih Greget mengenai mutu di dunia jujur mempersiapkan universitas pendidikan dimulai saat keluar menjadi industri pengharap laba. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor Konsep liberalisasi pendidikan 19 tahun 2005. Dalam peraturan menjadi sempurna ketika Undang- tersebut muncul rumusan Standar Undang Perguruan Tinggi (UU-PT) Nasional Pendidikan (SNP), yang dilegalkan. Dimulailah kegiatan kemudian mengeluarkan kebijakan akademis berlogika pasar bebas. agar tiap institusi pendidikan Karena, lewat UU-PT, universitas harus menyelenggarakan kegiatan asing kini bisa membuka cabang di penjaminan mutu. Demi memberikan Indonesia. Makanya, univeritas di 13 pelayanan terbaik kepada konsumen. Indonesia kini punya tugas tambahan Lebih serius, Kementerian untuk menjual dirinya agar tidak kalah Pendidikan Nasional (Kemdiknas)- bersaing dengan universitas asing. sekarang Kementerian Pendidikan dan “Munculnya universitas asing Kebudayaan (Kemdikbud)-banyak seharusnya tidak menjadikan menyisipi perihal mutu pendidikan PTN rendah diri. Oleh karena itu, dalam Rencana Strategis (Renstra) harus membuktikan diri dengan Nasional 2010-2014. Renstra tersebut meningkatkan kualitas,” terang Nizam, berfokus soal penjaminan mutu Sekretaris Dewan Dikti. Untuk beradayang paling banyak digunakan karena berdasarkan optimalisasi pelayanan. satu panggung dengan universitassifatnya yang fundamental mengenai Produk strategisnya berupa Sekolah asing, muncul kebutuhan standar-kesehatan dalam manajemen dengan Standar Nasional. standar internasional. Makanya,tujuan menciptakan produk yang laku Kemudian ISO mulai diundang membeli sertifikat dari ISO jadidi pasaran karena berprioritas pada guna memantapkan penjaminan mutu. langkah instan.kepuasan konsumen. Kemdikbud mewajibkan Sekolah Pernyataan Nizam sejalan dengan ISO 9001 menyediakan satu set Standar Nasional memiliki Sertifikat target Dikti agar semua program studiprosedur yang mencakup semua ISO guna melangkah menjadi Rintisan di universitas negeri sudah memilikiproses krusial dalam bisnis. Seperti Sekolah bertaraf Internasional (RSBI) sertifikat ISO. Maka berbondongpengawasan dalam proses pembuatan dan Sekolah Bertaraf Internasional universitas negeri membeli sertifikatproduk, penyimpanan data dan arsip (SBI). “Sekarang ini (ISO-red) ISO. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)penting, serta pemeriksaan barang- dijadikan nilai jual,” jelas Syafral. jadi salah satu yang reaksioner ikut-barang hasil produksi untuk mencari Di tingkat universitas, pada 2009 ikutan melabeli diri.unit-unit yang rusak. Kemudian terbit pula kebijakan Kemdikbud Pada 2009 ada tiga unit yangdilanjut dengan melakukan tindak melalui Direktorat Jenderal Pendidikan dibiayai UNJ untuk membeliperbaikan secara efektif. Tinggi (Dirjen Dikti) untuk sertifikat ISO: Jurusan Bahasa dan Ihwal produk yang laku di pasaran, mewajibkan seluruh Perguruan Tinggi Sastra Perancis, Jurusan Bimbinganmakanya pada 1970-an perusahaan Negeri (PTN) memiliki sertifikat ISO. Konseling, dan Unit Pelaksana Teknisnegeri di Indonesia mulai meminta Penjaminan mutu melalui ISO (UPT) Perpustakaan. Pada 2011 giliranrestu bermutu dari ISO. Penyebabnya, dirasa cocok atas konfigurasi liberalisasi Jurusan Sejarah, Jurusan Seni Tari, dansaat itu banyak perusahaan asing pendidikan, yang diusung Indonesia Lembaga Penjaminan Mutu (LPjM) Edisi 42-2012
  14. 14. LAPORAN UTAMA ISO: Mengatasi masalah dengan masalah yang dihadiahi sertifikat ISO oleh UNJ. merk, itu penting untuk orang tua Foto Repro (Baca: Icip-Icip Mutu Internasional) dan mahasiswa baru,” kata Sri Harini “Usaha (melalui ISO) ini tidak Ekawati, Kepala Jurusan Bahasa dapat dipisahkan atas target kampus Perancis UNJ menjelaskan motif menuju kancah internasional,” papar institusinya ikut program ISO UNJ jilid Sjafnir Ronisef, Kepala Lembaga satu. Penjaminan Mutu (LPjM) UNJ. UNJ Sertifikat ISO juga berguna untuk menggunakan sertifikat ISO 9001- menarik investor agar menanam modal 2008 mengenai penjaminan mutu di UNJ. Lagipula, ini linear dengan yang didasari atas kepuasan mahasiswa status PK-BLU UNJ yang banyak sebagai konsumen mengenai layanan memohon dana di luar dana Anggaran pendidikan di UNJ. Pendapatan dan Belanja Negara Meski bercita-cita berkiprah dalam (APBN) kepada perusahaan. Kepala dunia internasional, UNJ belum punya Jurusan Seni Tari Didin Supriadi ikut konsep mengenai internasionalisasi, merasakan faedah tersebut melalui “tentang go international itu belum, saya ISO UNJ jilid dua, “Tidak dipungkiri, belum memikirkan jauh kesana,” kata dengan ISO kita lebih mudah dapat Rektor Bedjo Sujanto. Namun UNJ hibah (dari perusahaan),” ungkapnya. tetap berani memasang target, “paling Saat semua prosedur serta tidak tahun 2017 sudah tercapai,” komponen lengkap dan berjalan baik,14 lanjut Bedjo. UNJ percaya, ia akan jadi pedagang Terlepas silang sengkarut mengenai Sekarang yang menghasilkan banyak untung. konsep internasional versi UNJ, paling tidak lewat ISO, UNJ telah ini ISO Asal, jangan lupa, bahwa ilmu dagang lebih banyak menampilkan rugi menyiapkan dagangannya menuju dijadikan ketimbang untung. pasar internasional. Dengan cara ini, UNJ berharap mampu menarik banyak nilai jual Kurnia Yunita Rahayu konsumen agar membeli produknya. Syafral, Auditor Atas, Boris Aleshin, Niat dimulai dengan menjual diri ISO BPKP Presiden ISO. dengan baju internasional agar menarik Bawah, laboratorium masyarakat menjadi mahasiswa untuk material milik FT, sudah berkuliah di UNJ. “Kita mencari mendapat ISO 9001:2008. DIDAKTIKA
  15. 15. Foto Ferika Lukmana SariEdisi 42-2012 15
  16. 16. LAPORAN UTAMA ISO: Mengatasi masalah dengan masalah Icip-Icip Mutu P ada 2014 Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) mewajibkan seluruh universitas di Indonesia untuk melakukan Internasional penjaminan mutu. Kebijakan ini kemudian diterjemahkan universitas dengan menggaet International Organization for Standardization (ISO) guna membuat universitas lebih ‘bermutu’. Foto Ferika Lukmana Sari Sejak 2009 UNJ giat menyertifikasi unit-unit lewat Urusan penjaminan mutu memang ISO. Langkah reaksioner menghadapi liberalisasi jadi lahan garapan ISO. Ia menawarkan pendidikan. paket lengkap untuk mewujud mutu berstandar internasional. Misalnya: tata kelola pelayanan publik dan administrasi, serta monitoring dan evaluasi. Untuk instansi pendidikan, ISO memfokuskan penjaminan mutu dalam ranah akademik seperti: tingkat partisipasi dan prestasi dosen dan mahasiswa, administrasi akademik, serta dokumentasi akademik.16 Melihat peluang tersebut, beberapa universitas negeri ambil langkah cepat. Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gajah Mada, serta Universitas Negeri Jakarta meminjam restu ISO untuk meluruskan tujuan internasionalisasi diri. Untuk universitas yang disebut terakhir, internasionalisasi memang sedang digeber kencang. Rektor UNJ Bedjo Sujanto berniat memperbaiki mutu universitas lewat pelayanan publik dan administrasi. Selain itu, Bedjo Sujanto dalam masa kepemimpinannya yang kedua ini berniat program internasionalisasi bisa mengundang banyak investor untuk memberi pinjaman lunak dan dana hibah. Hal ini tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) UNJ 2006-2014. Tingkat partisipasi dan prestasi dosen dan mahasiswa, administrasi akademik, serta dokumentasi akademik, menjadi titik tekan perbaikan mutu universitas. Hal ini dilakukan mengingat di UNJ Foto Ferika Lukmana Sari Kiri, Rudy Prihantoro, WMM Teknik Mesin. Atas, Jurusan Teknik Mesin UNJ. DIDAKTIKA
  17. 17. Dilanjutkan pengauditan oleh tim auditor internal yang dilakukan tim kampus, disambung auditor eksternal oleh tim perusahaan ISO, World Quality Assurance (WQA) atau Societe Generale de Surveillance (SGS) yang dilakukan 6 bulan sekali. Evaluasi kinerja unit menjadi kerja utama tim ini, setelah evaluasi, unit-unit bergegas melakukan pembenahan. Jika sesuai prosedur ISO, akan diganjar sertifikat kualitas internasional. Universitas bertanggung jawab atas pembiayaan Sertifikat Internasional hingga tiga tahun. Dalam kurunada administrasi yang amburadul, sistem pendokumentasian. Seperti waktu tersebut, kerja-kerja monitoringkesemrawutan pengisian KRS, belum semboyan yang dibawa jauh-jauh dari dan pengauditan terus dilakukan.lagi jadwal kuliah yang saling tubruk. Genewa, Swiss, ‘tulis apa yang kau Perpanjangan sertifikat, dilakukan sama Tak puas, segi akademis juga kerjakan, kerjakan apa yang kau tulis’. seperti proses awal pendaftaran. Dalamcoba dibenahi. Dosen yang kurang Pencatatan dilaksanakan secara terus proses perbaikan dan pembenahan,dari segi kuantitas dan kualitas menerus untuk merekam semua jejak Wakil Manajemen Mutu (WMM)dicoba didisiplinkan kerjanya. Ihwal proses perkuliahan. Dari data-data menjadi koordinator ISO dalamdokumentasi dibuat rapih dan teratur. yang tercatat itu soal mutu akademik lingkup unit kerja. 17Semua ini diharapkan berjalan baik dari kemudian dipantau. Di UNJ pada 2009 tepilih tiga unit:selembar sertifikat dari ISO. Kemudian Lembaga Penjaminan Unit Pelakasana Teknis Perpustakaan, Dengan dorongan perbaikan Mutu (LPjM) UNJ ditunjuk sebagai Jurusan Bimbingan Konseling (BK),mutu, kampus eks IKIP Jakarta unit yang bertanggung jawab dalam dan Jurusan Bahasa dan Sastramulai melaksanakan program ISO program internasionalisasi lewat ISO Perancis. Di 2011 giliran Jurusanpada tahun 2009. Kegiatan yang di UNJ. Ia melakukan pelatihan dan Sejarah, Jurusan Seni Tari, Dan LPjMdikoordinatori oleh Lembaga seminar dan kemudian menunjuk unit yang diganjar sertifikat ISO.Penjaminan Mutu (LPjM) ini yang akan di-ISO. Pembiayaan tergantung besarmemfokuskan diri pada sistem Melalui dua orang delegasi mereka kecilnya organisasi, makin besarpenjaminan mutu di bidang akademik. diikut sertakan seminar dan pelatihan organisasi maka semakin banyak uang Ninuk Lustyantie mantan Ketua mengenai ISO yang diberikan oleh yang dikeluarkan. Biaya konsultan,Program Penjaminan Mutu UNJ konsultan. Unit kerja, diberikan tugas auditor, pelatihan dan program ISOyang kini menjabat sebagai Pembantu merapikan dokumen, menata hasil menjadi tanggungan universitas.Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni kegiatan dosen dan mahasiswa, serta Sedang perbaikan fasilitas, dibebani(FBS) mengatakan, mutu akademik merumuskan sasaran mutu kemudian masing-masing unit.bisa diukur diantaranya melalui capaian dipresentasikan. Komitmen tinggi dan Demi menuju panggungIndeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjalankan tugas pelatihan dengan internasional, enam unit yang sudahrata-rata mahasiswa serta kualitas baik. Menjadi penilaian, unit bakal memiliki baju ISO mulai berbenah.dosen. Berpihak pada konsep mutu memperoleh sertifikat. Misalnya, Jurusan bimbinganyang dinamis, ISO bekerja dengan Konseling berusaha memperbaikimenerapkan konsep sasaran mutu. kinerjanya untuk meningkatkan Biaya Untuk ISO* produktifitas, efisiensi, dan kompetensiDalam hal ini, sasaran mutu ditentukan untuk masa berlaku 3 tahunsendiri oleh unit terkait. “Sasaran elemen pendidikan. Mereka membuat Uang beberapa poin peningkatan mutumutu itu dibuat langsung oleh timdosen,” kata Ninuk memastikan bahwa Pangkal Rp.24.000.000 seperti: 85% kehadiran dosen dalamsasaran mutu yang dibuat benar sesuai satu semester, rerata IPK mahasiswakepentingan mahasiswa Audit 3,0. Untuk menjamin semua kegiatan (5 kali) Rp.33.000.000 Menurut Gantina Komalasari,berhasil mencapai sasaran mutu, ISO Wakil Manajemen Mutu (WMM)melakukan kerjanya melalui sebuah *Untuk Organisasi setingkat Jurusan atau UPT. jurusan Bimbingan Konseling (BK), Edisi 42-2012
  18. 18. LAPORAN UTAMA Foto Ferika Lukmana Sari ISO: Mengatasi masalah dengan masalah upaya meningkatkan lulusan dilakukan universitas tetap melanjutkan program di UNJ berjalan di dua jalur. Tentunya, dengan memberikan kurikulum ISO yang sudah tiba pada gelombang ini linear dengan ketiadaan gambaran dan rencana perkuliahan yang jelas. keduanya. Agar perlahan, semua unit besar kampus soal internasionalisasi. Sedang dosen diharuskan membuat kerja bisa menyicipi gurihnya mutu “Saya tidak mencanangkan itu silabus pembelajaran yang sesuai bagi internasional. (internasionalisasi kampus-Red),” mahasiswa. “Absensi dosen yang Menyadari betapa pentingnya Kata Rektor UNJ Bedjo Sujanto. kosong, harus diselesaikan di minggu standarisasi internasional di tengah “Bagi jurusan yang mampu dan mau berikutnya atau honor ditahan sampai era liberalisasi pendidikan, beberapa mengikuti standar internasional silakan dosen menyelesaikan perkulihannya,” unit kerja tidak ragu-ragu untuk saja.” paparnya. menyertifikasi diri, tanpa menunggu Program yang digadang universitas Sayangnya usaha jurusan BK dihadiahkan sertifikasi ISO dari ini memang sekadar mengarahkan belum maksimal. Ada kendala dalam universitas. Jurusan Teknik Mesin unit-unit kerja untuk tahu bagaimana sosialisasi ISO kepada mahasiswa. salah satunya. Ia mengerahkan seluruh organisasi bermutu internasional Banyak mahasiswa belum mengerti dan paham tentang standar ISO di Jurusan BK. Mahasiswa Jurusan BK 2008 Yuni jadi contoh, “Urusan ISO hanya dilaksanakan oleh staf atau dosen terkait,” ujarnya. Mahasiswa BK hanya mengetahui setelah ISO ada perbaikan fasilitas di Jurusan BK. Namun, setelah dapat sertifikat ISO masih banyak18 mahasiswa BK masih mengeluhkan soal birokrasi. Tidak seperti jurusan BK, dalam menyambut sertifikasi ISO, Jurusan Foto KMPF-Nilla Bahasa dan Sastra Perancis justru melakukannya dengan tidak meriah. WMM Jurusan Bahasa dan Sastra Perancis Subur Ismail mengakui bahwa Jurusan Bahasa dan Perancis memang sumber daya yang dipunya, untuk Rektor UNJ Bedjo Sujanto. lebih menekankan kualitas ketimbang menjemput sertifikat internasional ISO. eksistensi identitas ISO. “Kita (Jurusan “Semuanya berpartisipasi dari kajur, Bahasa dan Sastra Perancis) butuh dosen sampai tukang sapu bahkan bekerja. Pasalnya, UNJ tidak pernah waktu 1,5 tahun,” katanya. Waktu mahasiwa juga memperbaiki jurusan,” punya pola pendokumentasian kegiatan tersebut digunakan untuk melakukan ungkap Rudy Prihantoro, WMM yang baik. Kegiatan akademis pun pembenahan dokumen yang diaudit Teknik Mesin berjalan serabutan. “Sebelum ISO oleh auditor internal dan eksternal Tidak mau ketinggalan dari Jurusan dosen tidak pernah ketahuan bila tidak untuk siap ISO. Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT) membuat silabus,” kata Elindra Yetti, Riuh rendah pelaksanaan ISO di yang menaunginya pun bergegas WMM Jurusan Seni Tari. masing-masing unit kerja ternyata mengejar sertifikat ISO. Berbekal dana Soal memertahankan mutu yang membawa kerisauan bagi Kepala patungan dari jurusan-jurusan serta sudah dipunya, universitas lepas tangan LPjM Sjafnir Ronisef. Menurutnya, program studi (prodi), FT menggondol setelah tiga tahun. Unit-unit kerja mesti pola penyertifikasian merayap dari standar internasional pada 2011. ISO melanjutkannya sendiri. Sebagai Wakil bawah yang dilakukan UNJ tidak yang dilaksanakan secara mandiri ini Manajemen Mutu yang bertanggung sesuai dengan amanat Kemendikbud. juga membuat struktur organisasinya jawab memelihara dan menjamin “Seharusnya dilakukan secara Top sendiri. “Sebagai penanggung jawab, mutu Jurusan Seni Tari, Elindra Yetti Down,” katanya. dibentuk Gugus Penjaminan Mutu pun tidak tahu setelah tiga tahun Namun, UNJ tidak bisa (GPJM) yang punya garis koordinasi akan seperti apa keberlanjutan ISO di melakukannya karena terhambat di bawah dekan,” jelas Alsuhendra, jurusannya. “Soal keuangan (setelah masalah dana. “Untuk ISO secara Kepala GPJM FT. masa belaku habis) saya tidak tahu menyeluruh, UNJ belum siap,” Bak sebuah partai politik yang harus gimana,” katanya polos. tambahnya menyesalkan. Meski begitu, sedang pecah koalisi, pelaksanaan ISO Ferika Lukmana Sari DIDAKTIKA
  19. 19. 19 Penggunaan Semenjak mendapatkan sertifikat ISO, Jurusan Teknik Mesin CCTV UNJ berbenah diri. Di setiap ruangan kini menggunakan CCTV untuk kontrol kegiatan akademik.Berharap Mutu dariSelembar Sertifikat H Kalau ada lembaga anya tiga bulan toilet yang beroperasi untuk maha- kira-kira pengunjung siswa, sisanya terkunci dan tidak jelas yang ngukur-ngukur menikmati sejuknya peruntukannya untuk apa.kualitas, itu sebenernya Air Conditioner di Per- Padahal, dalam Dokumen Interna- pustakaan Universitas tional Organization of Standardization cuma cari pekerjaan. Negeri Jakarta (UNJ). Setelah itu, pen- (ISO) yang perdana dikeluarkan tahun gunjung kembali hanya mengandalkan 2009, AC beserta fasilitas demi kepua- angin sejuk yang masuk lewat jendela san pengunjung adalah temuan yang terbuka. Tak pelak, dampak bagi pen- musti ditindaklanjuti dengan perbaikan. gunjung pun jauh dari kata nyaman Namun, dua tahun lebih audit yang karena udara begitu panas. dilakukan ISO, perbaikan pengunjung Tak cuma itu, perkara demi kepua- tersebut hanya sekadar rekomendasi san pengunjung macam toilet pun tanpa perbaikan nyata. Belum lagi pen- kerap terabaikan. Hal ini terlihat dari gadaan buku-buku perpustakaan yang enam lantai perpustakaan hanya satu tidak kunjung diperbarui. Edisi 42-2012
  20. 20. LAPORAN UTAMA ISO: Mengatasi masalah dengan masalah Satu-satunya mungkin adalah uru- fikasi saja. “UNJ hanya mendaftarkan ISO yang dilakukan oleh Univer- san dokumentasi yang memang lebih ISO, sedangkan temuan yang harus sitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2009 baik dari sebelumnya setelah audit. diperbaiki kita usahakan sendiri,” ujar memang terkesan asal-asalan. Padahal, Namun, temuan mayor seperti alat Kajur yang baru menjabat kurang dari Konsultan ISO untuk pendidikan pemindai yang sama sekali tidak ber- setahun ini. sendiri mematok harga yang cukup fungsi, tetap tidak digubris pengelola Setali tiga uang, di Jurusan Sejarah tinggi yang dibayarkan dari bayaran perpustakaan. Sehingga, pengunjung pun mirip keadaannya. Kuota maha- semester mahasiswa. Untuk sekadar yang datang otomatis tidak mampu siswa yang membludak menyebabkan pembinaan implementasi saja, ISO terdeteksi, begitu pun halnya jika ada mahasiswa kurang kondusif dalam 9000:2008 yang dilakukan di tiap enam pencurian buku. kegiatan pembelajaran di kelas. Selain bulan sekali harus mengeluarkan enam Menyoal ketiadaan tindak lanjut itu, fasilitas penunjang macam AC pun juta rupiah (belum termasuk pajak) temuan mayor yang harus dibenahi, hanya dinikmati tiga bulan pertama, dan itu dilakukan enam kali, setelah itu Foto Ferika Lukmana Sari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) setelah itu keadaan kembali gerah. baru disertifikasi. Perpustakaan Joko Irianto berdalih “Udah AC mati, jumlah mahasiswanya Biaya itu belum termasuk biaya jika birokrasi keuangan penyebabnya. banyak, makin sumpek aja di kelas,” ke- sertifikasi yang harus dibayarkan ke- ”Kita sudah mengajukan dana kepada luh Bekti Paringgi Mahasiswa Jurusan pada lembaga sertifikasi. Sjafnir sendiri Pembantu Rektor (PR) II, namun kita Sejarah 2011. Terlepas hal itu, Jurusan tidak mau menyebutkan secara gam- tak bisa berbuat banyak jika dana tidak Sejarah tetap diganjar dengan nilai A blang mengenai pembiayaan biaya ISO ada,” keluh Joko. oleh ISO pada 2011. di UNJ. “Pokoknya puluhan jutalah,” Menurutnya, perbaikan lembaga Terkait kurang matangnya ISO akunya.20 yang ia naungi harus pula didukung UNJ ini diamini sendiri oleh Sjafnir Padahal, menurut Assesor BAN- penuh oleh pimpinan. Sebab, program Ronisef, penanggung jawab program PT Komala yang dihubungi Didaktika tersebut merupakan rencana jangka ISO UNJ. Menurutnya, ISO harus melalui pesan elektronik, ISO hanya panjang periode kedua kepemimpinan dilaksanakan atas dukungan semua berkutat pada hal-hal administratif. Rektor Bedjo Sujanto. “ISO proga- pihak, jika tidak, temuan mayor atau Sehingga, tidak berkaitan dengan seluk- ram rektor, maka pimpnan harus care, minor tidak akan terselesaikan dengan beluk peningkatan kualitas pendidikan. mayor minor harus diatasi,” tukasnya maksimal. “Alasannya tidak ada dana Hal inilah yang menyebabkan sertifika- mantap. dari pimpinan, maka diserahkan ke si ISO sekadar hanya hambur-hambur Sejatinya, ISO merupakan alat masing-masing unit,” katanya. “Na- uang mahasiswa. pelecut untuk memperbaiki pelayanan mun masih ada kelemahan (dana) dari Namun, Rektor Bedjo Sujanto pu- dan kepuasan bagi pelanggan. Jika ada bawah. Jadi mau diapain lagi.” nya pendapat sendiri tentang ISO ini. kekurangan, hal tersebut diperbaiki secara terus-menerus untuk mencapai produk suatu institusi yang diharapkan konsumen. Tetapi, temuan seperti di UPT Perpustakaan tidak menunjukkan dampak yang diharapkan. Tujuan inilah yang diabaikan oleh lembaga yang diaudit, bahwa mer- eka hanya mencukupkan diri untuk sesuai (compliance) pada persyaratan- persyaratan ISO dan pada akhirnya mendapat sertifikat. ISO di UNJ jadi sekadar asal ada tanpa perencanaan yang jelas dan matang. Kondisi serupa pun terjadi di berbagai jurusan dan UPT yang telah memiliki sertifikat ISO. Seperti yang diakui oleh Kajur Bahasa Perancis Sri Marini Ekawati, ia mengungkapkan jika dukungan dan fasilitas dari universitas sama sekali hanya untuk kegiatan serti- DIDAKTIKA
  21. 21. Berbenah, jurusan Teknik Mesin baru merapihkan dokumentasi setelah ISO ada. anak buah saya menerjemahkannya seperti apa,” ujarnya berkelit. Hal ini menjadikan upaya internasi- onalisasi melalui ISO sekadar program menghambur-hamburkan uang. Guru Besar UNJ Conny Semiawan men- gatakan, sertifikat ISO sebagai penja- min mutu sebenarnya mulai diragukan, “(ISO) ini berasal dari paradigma pen- didikan pragmatis, di Amerika sudah banyak digugat oleh akademisi,” Conny menerangkan. Walaupun demikian, di Indonesia hal-hal yang beraroma internasional memang masih jadi hal yang menjual.“Hal administratif kan juga harus di- Dengan bayaran yang tidak sedikit, Buktinya kebijakan sertifikasi ISO jus-latih walau mahal,” tuturnya disela-sela auditor eksternal memberitahu adanya tru diwajibkan oleh Kemdikbud buatacara buka bersama sivitas akademika temuan mayor dan minor yang harus semua universitas negeri di IndonesiaUNJ, Juli lalu. diperbaiki berdasar target mutu yang hingga 2014. Makanya, banyak uni- ditetapkan. Anehnya, walau banyak versitas yang reaksioner mengadopsi 21Sekadar Internasional temuan mayor dan minor, institusi kebijakan sertifikasi ISO. Apalagi UNJ Sertifikat ISO 9000:2008 men- tersebut tetap dinyatakan lulus dan yang tidak pernah punya Grand Designjadi sertifikat ISO yang paling laku di diberikan sertifkat ISO. Begitupun atas dimensi apapun.dunia pendidikan. UNJ pun rela untuk selama enam kali audit yang dilakukan Mantan Rektor IKIP Jakarta Anadibuat menjadi bermutu sertifikat ini. selama sertifikat itu berlaku, sertifi- Suhaenah juga turut angkat bicaraISO 9000:2008 meminta lembaga kat ISO tetap punya kekuatan walau mengenai langkah UNJ menyertifi-pendidikan untuk menentukan goal banyak masalah besar atau kecil dalam kasi beberapa unitnya dengan ISO,setting untuk setiap produk yang akan institusi. “sebenarnya jika sudah ada akreditasi ,dihasilkan, “target mutu kita yang buat Masalah utama sebenarnya cuma tidak perlu ISO lagi,” Ana menanggapi.sendiri,” terang Sjafnir yang juga kepala mengenai dana. Asal institusi mem- “Kalo sadar kualitasnya, tidak usahLembaga Penjamin Mutu (LPjM) UNJ. bayar biaya dengan benar, tidak akan dioprak-oprak.” Kemudian institusi yang berhajat ada peristiwa pencabutan sertifikat. Membangun mutu sebenarnyamendapat sertifikat ISO membentuk ISO sendiri tidak bisa menekan insti- bisa dilakukan dengan cara bottom-up,auditor internal, sebutan untuk auditor tusi dengan banyak masalah dengan apalagi mengenai internasionalisasi.yang dibentuk sendiri oleh institusi mencabut sertifikat. Ia cuma sekadar Universitas yang kredibilitasnya diakuibersangkutan. Tim auditor ini dibentuk memberi rekomendasi untuk memper- dunia pun merintis jalan dengan mem-dengan metode pengawasan silang, baiki. “Yang penting, kita (institusi) su- bangun kredibilitas atas identitas danmisalnya auditor Jurusan BK men- dah memberi laporan temuan. Urusan karakternya yang khas, bukan dengangaudit UPT Perpustakaan, auditor dari memperbaiki jadi urusan kampus yang meminta restu. Apalagi dengan meng-perpustakaan mengaudit jurusan BK, menyediakan dana,” kata Joko Irianto. gelontor banyak uang.begitu seterusnya dengan jurusan lain. Sekalipun ada temuan yang diper- Sudjiarto, Guru Besar UNJ Auditor internal bertugas memerik- baiki, biasanya hanya terjadi menjelang menanggapi usaha mendapat labelsa target-target mutu yang sebelumnya waktu audit eksternal tiba. Setelahnya internasional sebenarnya hal yangtelah dirumus. Selain itu, auditor inter- tetap dibiarkan terbengkalai. Sebena- keliru, “(universitas) Harvard nomornal mendorong institusi tersebut untuk rnya ini masalah fundamental bagaima- satu, tapi tidak pernah bicara dirinyamelakukan perbaikan sebelum diaudit na mengenai kerja birokrasi, karena bertaraf internasional,” katanya. “Dioleh auditor eksternal, sebutan auditor temuan yang disampaikan tidak banyak jaman globalisasi sebenarnya semuadari perusahaan penerbit sertifikat ISO. masuk ke telinga. Rektor Bedjo pun internasional, nasional hanya identitas.Audit eksternal sendiri dilakukan dua lepas tangan mengenai budaya kerja di Jadi lembaga yang ukur-ukur cuma carikali dalam satu tahun. kampus yang ia pimpin, “itu tergantung pekerjaan saja.” Indra Gunawan Edisi 42-2012

×