Supply and demand
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Supply and demand

on

  • 3,328 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,328
Views on SlideShare
3,328
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
100
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Supply and demand Supply and demand Document Transcript

  • Intro to Foreign CurrenciesAda dua medium utama dalam trading currency (mata uang). Pertama adalah FutureMarket sementara yang kedua adalah Cash/Spot Market yang lebih dikenal sebagaiFOREX.Walaupun keduanya mewakili pasar yg sama dan geraknya tidak akan jauh satu samalain, namun terdapat perbedaan-perbedaan. Salah satunya adalah bahwa future inidiperdagangkan pada exchange/bursa semacam Chicago Mercantile Exchange (CME),Intercontinental Exchange (ICE), Tokyo Financial Exchange (TFX) dan Euronext.Hal mendasar bagi pemula adalah mengetahui bagaimana dan mengapa harga inibergerak. Karenanya penting dipahami bahwa harga bergerak tidak lain hanya karenafungsi serta akibat dari Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand),bukan karena hal lain. Harga bergerak hanya dan hanya jika perhitungan sederhanaini menjadi tidak seimbang. Anggap saja perdagangan mata uang ini tidak jauh bedadengan perdagangan di pasar2 tradisional kita, harga bawang, misalnya, akanmelonjak naik karena berkurangnya pasokan dari Brebes. Atau karena mendekatihari-hari besar permintaan melonjak, jadi jangan heran kalo ibu-ibu ngomel karenaharga ayam naik di pasar2. Hal ini hampir sama saja dengan perdagangan mata uang,hanya beda skala dan medium saja. Karenanya mindset yang paling awal dimiliki olehseorang trader, adalah mindset pedagang yang berdagang karena adanya permintaandan penawaran.Walaupun keduanya mewakili pasar yg sama dan geraknya tidak akan jauh satu samalain, namun terdapat perbedaan-perbedaan. Salah satunya adalah bahwa future inidiperdagangkan pada exchange/bursa semacam Chicago Mercantile Exchange (CME),Intercontinental Exchange (ICE), Tokyo Financial Exchange (TFX) dan Euronext.Hal mendasar bagi pemula adalah mengetahui bagaimana dan mengapa harga inibergerak. Karenanya penting dipahami bahwa harga bergerak tidak lain hanya karenafungsi serta akibat dari Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand),bukan karena hal lain. Harga bergerak hanya dan hanya jika perhitungan sederhanaini menjadi tidak seimbang. Anggap saja perdagangan mata uang ini tidak jauh bedadengan perdagangan di pasar2 tradisional kita, harga bawang, misalnya, akanmelonjak naik karena berkurangnya pasokan dari Brebes. Atau karena mendekatihari-hari besar permintaan melonjak, jadi jangan heran kalo ibu-ibu ngomel karenaharga ayam naik di pasar2. Hal ini hampir sama saja dengan perdagangan mata uang,hanya beda skala dan medium saja. Karenanya mindset yang paling awal dimiliki oleh 1
  • seorang trader, adalah mindset pedagang yang berdagang karena adanya permintaandan penawaran.Back to BasicMungkin anda ingat dua orang tokoh yang namanya sering disebut dalam disiplin ilmuekonomi dan fisika. Yang pertama Adam Smith, pelopor ilmu ekonomi modernsekaligus pelopor sistem ekonomi kapitalisme. Ia telah menyatakan ratusan tahun lalubahwa jika supply melebihi demand pada suatu level harga tertentu, harga akanturun, dan sebaliknya. Sementara yang kedua adalah Sir Isaac Newton yang dalamhukum geraknya menyatakan bahwa sebuah objek akan tetap dalam aksi gerak(motion) sampai mendapat reaksi kekuatan (force) yang sama atau lebih besar. Lebihsering disebut Aksi dan Reaksi saja. Kedua contoh sederhana namun brilian ini telahteruji sepanjang masa dan secara langsung merupakan faktor utama dalampergerakan harga di pasar yang kita trading dan terlibat di dalamnya saat ini. Jikasaja mereka memilih karir sebagai trader, bisa jadi mereka adalah trader-traderhandal hehehe....Fokus dari tulisan ini adalah tentang apa yang disebut dalam teknikal analisiskonvensional sebagai support (demand) dan resistance (supply). Kita akan coba galilebih dalam apa sebenarnya support dan resistance tersebut, bagaimana kitaidentifikasi dan kuantifikasinya pada chart, dan bagaimana menggunakannya dalammembuat keputusan objektif sehingga menghasilkan profitable trading.Seorang trader harusnya memahami bahwa mekanisme market itu tidak lebih dantidak beda dengan pasar-pasar lain yang kita ketahui. Entah pasar saham atau pasarikan di Muara Angke, kita saksikan bagaimana hukum permintaan penawaran bekerjadengan faktor manusia yang terlibat didalamnya. Inilah pokok utama penggerakharga, dan peluang muncul ketika hubungan sederhana ini menjadi tidak seimbang.Jika saja kita bersedia observasi interaksi supply and demand yang selalu ada tiapsaat, seharusnya proses identifikasi kapan harga akan berbalik arah tidaklah terlalusulit.Back to Basic...(continued)Support (demand) adalah level harga dimana lebih banyak buyer yang bersediamembeli dibanding seller pada level harga tertentu. Resistance (supply) adalahdimana lebih banyak tersedia supply dibanding buyer yang bersedia membeli supplytersebut pada level harga tertentu. Coba perhatikan chart di bawah ini untukindentifikasi apa yg dimaksud dengan Demand. 2
  • Area A menunjukan level harga dimana terjadi keseimbangan relatif atau ekuilibriumantara supply dan demand. Setiap orang yg ingin jual dan beli di level harga tersebutmasih dalam batas-batas keseimbangan, dan harga pun relatif stabil. Pada closingcandle (B), hubungan supply dan demand telah bergeser dan tidak lagi seimbang.Sekarang kita tahu bahwa lebih banyak demand pada level harga A dibanding supplyyang tersedia. Dari mana kita tahu kalau ini benar adanya? Satu-satunya yangmenyebabkan harga bergerak naik seperti yg dicontohkan adalah karena pergeseranhubungan suppy/demand. Pada closing candle B, kita juga dapat simpulkan bahwaada buyer-buyer yg bersedia beli di level A tersebut namun tertinggal karena hargasudah bergerak naik. Area A ini skarang dapat kita sebut secara objektif sebagaidemand (support) area. Label C menunjukan adanya penurunan harga yang kembalike level demand ini. Dan disinilah kita mendapat peluang low risk high reward tradekarena harga kembali ke area yang sebelumnya telah menunjukan dominasi buyer.Nanti kita bahas bagaimana cara memanfaatkan peluang ini.Kemudian kita dapat identifikasi supply (resistance) dengan cara membalik logikacontoh di atas tersebut. A.Resistance(SUPPLY) c.low risk/high opportunity area b.pergeseran supply/demandIdentifikasi level harga true demand (support) and supply (resistance) ini mungkinadalah keputusan trading yg paling rumit (complicated). Khususnya, dimana kira2harga mungkin akan balik arah (turning point) dan mengapa balik arah. Untuk itudefinisi demand and supply yang sudah saya sebutkan di atas adalah satu-satunya 3
  • informasi yang kita perlukan. Adam Smith membuatnya sederhana, logis dan nyata.Jika teorinya diaplikasikan ke market, semuanya jadi gamblang.Kenyataannya satu-satunya informasi objektif yg tersedia adalah harga dan volume.Yg lain hanyalah turunan (derivatif) dari harga dan volume, jadi mengapa tidaklangsung ke sumbernya? Kita sudah banyak baca buku dan dengar para komentatorfinansial bicara tentang moving averages, fibonacci retracement, dan lain sebagainyasebagai demand (support) dan supply (resistance). Ini ada benarnya namun tidaksepenuhnya benar. Semua indikator atau oscillator yg disebut sebagai alat bantu(tools) dalam identifikasi support/resistance hanyalah tools untuk menunjukan kondisitertentu tools tersebut, bukan menunjukan supply dan demand sebenarnya. Tools inibekerja hanya jika dalam kondisi yg persis sama dengan level supply/demand padachart. Bisakah anda bayangkan kalau direktur keuangan microsoft yang saham nyalisted di NYSE atau fund manager nya George Soros berbicara tentang oscillator ataupola candle head and shoulder? kecil kemungkinannya.Saya tidak antipati pada penggunaan indikator, sama sekali tidak. Malah hal ini adalahwujud kreatifitas dalam mensiasati keterbatasan utamanya retail trader. Tetapi sayamengingatkan bahwa indikator2 tersebut adalah hanya alat bantu, jangan terpakupada alat bantu. Datangi sumbernya yakni harga dan volume. Contoh ibu-ibu kitayang kalo mau belanja sebagus apapun barang yang diinginkan, yang paling seringmuncul pertama kali adalah kata-kata "berapa harganya?" dan kita biasanya jugademikian dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang menggunakan indi-indi prosesanalisanya jangan terbalik, bukan dimulai dari indi baru harga, namun harga dulubaru indi. Saya yakin banyak pemula yang lebih mengamati indikator dibanding hargaitu sendiri, sehingga sering terpaku atau malah terpana pada indi2nya. Karena itujudul posting ini back to basic, mari kita coba kembali memahami mekanisme pasaritu sendiri.Back to Basic...(continued)Sebelum melanjutkan pembahasan, saya kutip saja berita koran The UK Telegraphkemarin:This morning the UK Telegraph reported that Pimco, the worlds largest manager ofbond funds, will not buy British debt this year. They are fearful the Brits may be ableto efficiently market enough gilts to fund their current deficit. Pimco hinted they mayreduce their current inventory, selling some of their gilts. A Pimco spokesman wasquoted in the Telegraph: "Paul McCulley, a managing director at Pimco, said: "We arecurrently cutting back in the US and UK because... supply and demand dynamicsare likely to be negatively affected as borrowing rises and central bank buyingdeclines."Sekarang anda bisa lihat sendiri bagaimana aspek permintaan dan penawaran adalahaktor utama dalam pengambilan keputusan.Pada posting sebelumnya saya sempat singgung bahwa "Identifikasi level harga truedemand (support) and supply (resistance) ini mungkin adalah keputusan trading ygpaling rumit (complicated). Khususnya, dimana kira2 harga mungkin akan balik arah(turning point) dan mengapa balik arah." Bagaimana cara identifikasi area entry yanglow risk/high opportunity sesederhana mungkin? kita coba lakukan langkah simpel dibawah ini: 1. Buka chart apa saja dan sebaiknya pada time frame Daily atau paling rendah Hourly 4
  • 2. Perhatikan pada sisi kiri chart, dan temukan apakah ada area dimana terdapat deretan candle/bar, semakin rapih deretnya layaknya orang yang sedang upacara semakin bagus. Hal ini menunjukan keseimbangan/ekuilibrium relatif sehingga terlihat gerak harga dalam kisaran yang terbatas. 3. Letakan garis horisontal diantara kisaran tadi, sebaiknya gunakan body candle saja. 4. Amati jika ada candle/bar yg closing nya melewati area ini, yang makin tinggi body-nya makin bagus.Area diantara kedua garis ini adalah referensi yang akan kita gunakan sebagai basis(base) untuk keputusan buy/sell sekiranya harga kembali masuk/mendekati area inilagi. Peletakan garis horisontal tadi tidak perlu 100% sempurna, karena akurasi andaakan terlatih seiring berjalannya waktu dan jam terbang. Dengan berlatih danmelakukan pengulangan terus menerus, anda akan makin mudah identifikasinya.Materi yang saya sajikan juga akan berulang dan merupakan pengulangan dari paratrader senior lainnya.Contoh-contoh gambar S/D area :Simple StrategiSeorang trader sebaiknya secara konsisten identifikasi area dimana hargakemungkinan berbalik arah (turning point). Ada beberapa strategi yang dapatdigunakan dalam memanfaatkan pergeseran ekuilibrium supply dan demand, yangjuga dipicu oleh emosi manusia berupa Fear, Greed, dan Ketidakpastian. 5
  • Jika entry pada situasi reversal dilakukan seperti orang lain, maka kita hanya memilikisedikit atau tidak punya keunggulan sama sekali dibanding mereka. Karenanya tidaksalah kalau kita kesulitan untuk bertahan di market dan membuat profit yg konsisten.Oleh sebab itu, proses berpikir/analisa harus berujung pada antisipasi gerak hargaharga dengan resiko yg minimal dan peluang paling besar. Layaknya nelayan yangmenaikan layar, usakahan angin ada dibelakang perahu. Kita fokus dulu kepadasebuah strategi yang relatif mudah untuk dipahami,Selling SetupKita gunakan chart dari posting sebelumnya, dimana Daily chart memperlihatkanbahwa harga bergerak naik mendekati dan masuk ke area Supply (resistance).Simpel Strategi:1. S/D area teridentifikasi pada TF daily (minimal H1).2. Saat candle membuat high (A) pada daily chart, pindah ke intra-day time frame(M15 atau M5) untuk mencari peluang Sell/Short entry.3. Pada TF kecil ini cari up candle terakhir yang disusul oleh down candle. (gambarbawah)4. Entry dilakukan pada down candle kedua, dan tidak perlu menunggu close-nya(gambar bawah)5. Penempatan SL sebaiknya di atas garis horisontal area S/D daily, jika anda tipikalintra-day di atas garis horisontal hourly.6. TP tempatkan pada area Demand (support) berikutnya, atau gunakan risk rewardrasio minimal 2:1Apa yang menyebabkan terjadinya reversal candle? pastinya bukan kerjaan traderprofesional. Aksi beli yang dilakukan ini umumnya trader pemula setelah hargabergerak naik cukup jauh, beresiko tinggi dan ini adalah kesalahan pertama.Kesalahan kedua adalah membeli pada level yang dekat dengan area supply dimanalebih banyak seller bersedia jual, seperti yg ditunjukan pada TF daily, artinya peluangsukses kecil. Sebagai trader, kita tidak mencari kepastian, namun hanya mencariprobabilitas yang lebih baik.Perhatikan bahwa closing candle (A) pada daily chart adalah reversal candle yangmengundang lebih banyak trader untuk masuk short keesokan harinya.Konfirmasi daily reversal yang biasanya ditunggu-tunggu oleh sebagian besar tradermenjadi valid, dan umumnya mereka akan merasa nyaman short/sell pada titik ini. 6
  • Hal inilah yang kita inginkan, dan semakin diperlihatkan saat candle (B)mengindikasikan bahwa mereka masuk dengan kekuatan penuh (full force). Dengankata lain, kita adalah bagian dari pengundang orang untuk masuk, bukan sebagaitamu yang diundang. Lebih daripada itu, entry yang kita lakukan beresiko lebihrendah dari mereka yang short keesokan hari (B). Kesimpulannya, kita gunakan aksitrading short/sell massa di point B sebagai konfirmasi bahwa keputusan yang kitabuat benar adanya. Kalaupun salah, kita exit dengan resiko rugi yang kecil.Rule untuk intra-day tradingIntra-day trader sebaiknya memiliki pola aturan dalam mengambil keputusan trading.Karena biasanya faktor emosi dapat mempengaruhi analisa dan keputusan trade.Tidak percaya? coba trade gunakan tick chart atau time frame 1 menit, sangat intensbukan? terasa bagaimana adrenalin anda dipacu every second every minute.Kegagalan mengkontrol emosi berujung pada kegagalan trade. Jadi dengan mengikutiaturan yang sudah di set, anda dapat mengelola trade dengan baik.Rule sederhana bagi day trader: 1. Tiap hari, identifikasi satu area supply dan satu area demand pada time frame H1. Selalu perhatilan posisi harga ini berbanding dengan time frame yang lebih besar (D1) 2. Entry hanya dilakukan jika harga masuk/mendekati support (demand) atau resistance (supply) 3. Ada 2 jenis entry, breakout dan pullback (lihat gambar) 4. Pre-plan: entry, stop loss, dan target 5. OP dilakukan hanya jika terdapat ruang yang cukup lebar antara area supply dan area demand, sehingga profit zone menjadi atraktifHanya 2 jenis entry ini saja yang kita perlukan. Entry pada pullback pertamamenawarkan lower risk/high reward, walau untuk sebagian orang hal ini dianggapmasih beresiko tinggi. Sementara breakout adalah yang paling populer sebagai entry.Namun yang lebih penting lagi adalah profit zone, hitung seberapa besar ruang untukharga bergerak setelah entry dilakukan.masta...jika kita sudah mengidentifikasi area S/D trus menempatkan garis2 horisontaldi area tsb , apakah kita masih bisa memakai area tsb untuk waktu2yg akan datang ,sampe kapankah area tsb sudah tidak valid lagi masta...?mohon maklum jika pertanyaanya kurang berbobot......Salam kenal mas Atma, 7
  • Saya mohon jangan panggil saya dengan sebutan masta/master..rasanya saya tidakqualified dan pantas, panggil saja Sami. Area supply dan demand itu penggunaannyatetap valid sebagai true support resistance, apalagi jika yang digunakan adalah timeframe monthly, weekly, daily, semakin signifikan. Jadi jika sudah teridentifikasi,gunakan informasi ini sebagai current dan future reference. Artinya kita sudah punyabasis untuk pengambilan keputusan, baik sekarang maupun waktu yang akan datang,sekiranya harga kembali masuk ke area ini. Contohnya kalau basis (base) inisebelumnya adalah area supply karena harga bergerak turun dari area ini, kemudianharga kembali masuk/mendekati area supply, ceteris paribus, tentunya short/selladalah opsi pertama. Apakah setelah mendekati/masuk area ini harga terus bisa naikseperti contoh pic yang anda tampilkan? Bisa saja, why not? Tapi tentu membutuhkanpasokan demand yang lebih besar lagi, nanti kita bahas hal ini.Area yang mas Atma arsir sudah bagus..good spotting, namun ingat kita tidak pernah100% tepat artinya ada peluang error. Anda akan dapat gambaran yg lebih clear jikachart di zoom out, dan selalu lihat bagian kiri chart sebagai langkah awal...semogamembantuRefreshmentSeperti yang telah saya janjikan di awal thread bahwa tiap akhir pekan saya akancoba menulis hal-hal selain teknik trading (S/D atau intermarket analisis). Rasanyasatu minggu sudah cukup otak dan fisik kita diperas bekerja memelototi chart danemosi bergerak naik-turun. Kita perlu santai dan mengurangi tensi trading, lets chillout for a while. Namanya juga refreshment alias penyegar, saya bermaksud hanyamerefresh bagaimana mensikapi hal-hal trading sehingga anda dapat trading dengannyaman.Dinamika pasar adalah hasil resultante dari psikologi massa. Kita bisa menghasilkanuang karena mampu menguasai aspek ini. Sebagaimana yang sudah banyakdiketahui, trading itu 90% adalah masalah mental. Winning lebih banyak ditentukanoleh bagaimana anda mempersiapkan mental dibanding teknik/gaya trading. Danmemahami cara orang lain berpikir dan mengambil keputusan justru lebih pentingdaripada memahami chart. Jika anda masih mengalami kendala dalam trading,mungkin sudah saatnya anda merubah fokus perhatian. Daripada hanya mengubah-ubah teknik, sebaiknya fokus kepada faktor penyebab utamanya. Terdapat beberapaperbedaan yang sangat jelas antara winning trader dan lossing trader.Trader Pemula1. Cenderung mengikuti orang banyak/massa (crowd follower)  Mengikuti apa yang orang lain kerjakan (ikut-ikutan)  Nyaman jika keputusannya sama dengan orang banyak2. Menghindari resiko kecuali orang lain juga mengambilnya3. Mengira jika orang lain "buy" maka aman juga untuk "buy"4. Bertindak atas advis dari orang lain yang dianggap "expert"5. Cenderung membuat complicated proses trading dan mengabaikan kesederhanaan 8
  • pasar6. Hampir selalu membuat dua kesalahan yang sama: buy/sell saat harga telahbergerak jauh secara signifikan (high risk) serta buy saat mendekati resistance danjual saat mendekati support (low probability).Trader Pro 1. Mengambil inisiatif (lead the crowd) 2. Eliminasi semua subjective noise yang menghalangi proses pengambilan keputusan. Mereka tidak peduli pada apa yang dilakukan orang lain dan membuat keputusan berdasarkan seperangkat rule yang sangat mekanikal dan tidak terbawa emosi 3. Mereka belajar untuk mengidentifikasi entry yang benar (proper entry) yang mana kebanyakan orang tidak memperhatikannya 4. Mereka sell setelah suatu periode buying berjalan mendekati/masuk area resistance. Mereka jual Greed (tamak), ini untuk yang trading selain forex. 5. Mereka buy setelah suatu periode selling berjalan mendekati/masuk area support. Mereka beli Fear (ketakutan) 6. Trader yang sukses:  Dapat identifikasi peluang sebelum orang lain melakukannya  Eksekusi trading secara mekanikalKarakter Mental Yang Harus Dimiliki 1. Percaya Diri 2. Disiplin 3. SabarSemoga membantu, and have a good weekendClassical Patterns...Dalam Perspektif Yang BerbedaSalah satu topik yang banyak diperbincangkan dan dibahas dalam literatur-literaturtradiing adalah classical patterns (pola/formasi klasik). Kita temui istilah semacamHead and Shoulder, Round, Flag, dan lain sebagainya. Sebelum kita ikut-ikutanmenggunakannya dalam analisa chart kemudian mengambil keputusan entry, makaada baiknya kita coba gali lebih dalam mengenai hal ini.Kita awali dengan ajukan pertanyaan yang benar. Bagaimana profit anda diperoleh?Jika entry buy, maka kita ingin orang lain membeli setelah kita dan pada harga yanglebih tinggi, bukan? Karenanya hal terakhir yang kita inginkan adalah buy setelahorang-orang lain melakukan aksi beli sebelumnya atau sebaliknya sell setelah orang-orang melakukan aksi jual. Dengan kata lain, jika kita hanya mengikuti emtry dariyang ditunjukan dalam buku-buku, misalnya, "Round Bottom", maka kita bisa dalamposisi yang bermasalah dan tidak menguntungkan.Dari kesemua pola chart yang ada, terdapat sebuah kesamaan, yakni entry setelahsuatu periode akumulasi atau distribusi berlangsung. Ambil contoh Round Bottom atauCup and Handle, entry buy disini dilakukan setelah suatu periode buying berlangsung.Sebaliknya seperti Head and Shoulder, dimana entry sell dilakukan setelah hargapenetrasi neckline. Bukankah entry tersebut dilakukan setelah alsi jual orang-orang 9
  • banyak berlangsung? Mari kita gunakan logika dasar saja, mengapa ada neckline diHead and Shoulder? Sederhana sekali, satu-satunya alasan mengapa terbentukneckline adalah karena karena area tersebut menjadi support yang menunjukanadanya demand bagi instrument yang anda trade. Bukankah harga bouncing back jikamenyentuh level ini? hingga terbentuklah apa yang disebut pola H&S. Jika ini areasupport, terus mengapa anda ingin jual disini? Coba lihat dan ingat kembali, bahwakebanyakan pemula hampir selalu beli ketika harga sudah mendekati resistance ataujual ketika mendekati support. Mereka beli atau jual setelah suatu periode aksibeli/jual berlangsung. Mereka lakukan hal ini karena dua alasan saja. Pertamamembiarkan emosi menuntun kepada keputusan entry/exit. Kedua mereka mungkinsaja membaca terlalu banyak buku yang ditulis oleh orang-orang yang hanya memilikiteori tapi sesungguhnya tidak pernah terlibat dalam trading secara langsung. Buku-buku ini cenderung membuat trader mengikuti the crowd. Ingat jika anda mengikutithe crowd/herd, kecil kemungkinan anda profit dan survive.Gunakan Pola Chart Dengan BenarTrader yang baik, bisa saja menggunkan pola-pola chart ini, namun merekamenggunakannya dengan cara yang berbeda dan selalu mengajukan pertanyaan padadiri sendiri. "Hmm jika saya ingin jual dengan tujuan profit yakni beli kembali padaharga yang lebih rendah, mengapa tidak sell pada salah satu Head atauShouldernya?" Karena logikanya disitulah resistance atau area supply berada.Contoh lain Cup and Handle. Pernah berpikir mengapa bottom dari Cup initerbentuk?????? Tebak saja, dan jika jawabannya adalah karena itu area support(demand), maka anda benar. Itulah area low risk/high reward entry untuk pola ini,bukannya setelah breakout atau setelah akumulasi berlangsung, dimana orang lainakan ikut-ikutan beli pada level harga yang lebih tinggi. Biarkan orang lain membelisaat breakout dan menjual saat breakdown kapanpun yang mereka mau seperti yangditunjukan oleh pola-pola klasik ini. Mereka akan selalu membayar lebih mahalkepada kita yang telah masuk ke pasar dengan resiko entry lebih rendah. Trader yangbaik akan selalu berusaha sell sejauh mungkin dari area support dibawahnya karenajarak ini adalah "profit margin" nya. Dan ia akan berusaha semaksimal mungkinmencari posisi sell dekat area resistance (supply), karena itu satu-satunya cara untukmengurangi resiko. Sebaliknya demikian juga untuk long atau buy.Cara sederhana jika setiap kali anda menemukan pola-pola klasik ini pada chart,pastikan anda selalu melihat ke sebelah kiri chart. Jika anda melihat pola H&S, danharga terlihat akan menembus ke bawah neckline, sebelum ambil keputusan sellpastikan bahwa tidak ada area congestion atau konsolidasi demand dekatdibawahnya. Jika ada, lupakan signal sell ini karena kemungkinan besar trade ini akangagal. Jika breakdown, dan area congestion demand masih agak jauh di bawahnya,silahkan sell karena ada ruang untuk harga bergerak turun. Jika anda lihat pola BullFlag, pastikan bahwa resistance (supply) masih jauh di atas, sehingga harga memilikiruang untuk terus bergerak naik setelah anda beli. Menggunakan cara sederhana iniakan membedakan anda dari kumpulan orang banyak (herd/crowd) dan akanmembawa anda lebih dekat kepada cara-cara profesional melakukan trade. Postingselanjutnya akan saya sertai dengan gambar-gambar agar lebih dipahami.Saya mau numpang tanya nih Pak Sami. Ada kalanya, sekitar 40%an, dari limit orderyang saya taruh pada s/r tidak tersentuh oleh market. Melainkan hanya didekatikurang dari sekian pips.Selama ini personal trading rules saya adalah untuk membatalkan limit order tersebut 10
  • apabila harga mendekati limit order <20 pips, dan berubah arah cukup tajam. Denganasumsi bahwa order bulk pada titik itu terpakai sebagian dan mungkin tidak akan adalagi apabila harga kembali ke titik entry dalam waktu yang relatif cepat. Yang sayatahu, saudara admin memakai multiple entry untuk mengatasi hal ini (multiple limitorder, plus minus x pips dari s/r yang terlihat).Kalau boleh saya minta masukan dari Pak Sami untuk masalah ini? Terima kasih.Maaf sebelumnya Pak Corsairs atas kelambatan saya membalaspertanyaannya..Dalam kondisi ideal, limit order menjadi pilihan yang baik, sayangnyadalam fast moving market seperti Spot Market, suatu limit order sering kali tidakterpenuhi. Alasannya sebenarnya simpel, bulk order serperti anda sebutkan itu jelasterlihat dalam order book para dealer/market maker/specialist. Pada forex spottrading desk umumnya ada satu atau dua market maker untuk tiap currency pair. Jikabapak ingin membeli di harga grosir (bargain hunter di demand area), hal yang samapun dilakukan oleh para profesional. Mereka tahu taruhan dan resikonya, they liveand die by the odds. Karena itu banyak manuver yang dilakukan untuk menghindariposisi yang tidak menguntungkan bagi mereka dan client yang mereka wakili.Probabilitas dari limit order untuk terpenuhi tergantung 3 hal: 1. Current bid/ask price 2. Short term pair volatility 3. Time of the daySeperti apa yang dilakukan bung admin (multiple limit order) itu memang satu carayang kadang saya gunakan juga. Tapi saya amati terutama time of the day, 45 menithingga satu jam mendekati closing / opening suatu market. Karena disinilah baikorder-order mulai dilempar dan berpindah antar account atau position squaring.Peluang untuk terpenuhi biasanya disini. Karena tidak ada aturan baku mengenai limitorder, sesuaikan dengan risk tolerance bapak. Maksudnya jika kalkulasi profit marginmemadai seperti dalam yang bapak tunjukan dalam pic, maka siapkan ruang yangcukup untuk toleransi kisaran limit ordernya. Sebagian orang ada yang gunakan 20-40 pips untuk daytrader, tapi yang risk averse mungkin hanya 10 pips.Semoga membantu..Salamom sami, saya sering menemukan keadaan dimana gerakan price dalam chart seolah-olah terbagi dalam dua area yang jelas, sejauh ini sy sering memanfaatkan hal tsb..contohnya seperti di GU beberapa waktu kemarindi chart atas, areanya ditandain dgn line biru. Sebelumnya pemikiran saya thd areaseperti itu ; area tsb bekerja karena adanya sejumlah besar trader yang jugamemperhatikan area yang sama karena visibilitasnya yang besar. Kalau dilihat darikonsep supply and demand nya gimana om?maaf kalau pertanyaannya nubie bgt.. Sebetulnya ada beberapa pertanyaan juga sihttg pattern .. maaf om , kalau ntarnya sy banyak nanya (rada bawel)Jika dilihat dalam suatu periode trading (jam/hari/minggu) Price Action tampakseperti gerak acak up and down. Namun sebetulnya menurut saya lebih mirip tangga,order book secara konsisten tereksekusi mewakili sisi permintaan penawaran yangmenjadikan transaksi terus berlangsung di tiap level harga. Jadi kadang bisa kitasebut dengan Price Ladder. Jika harga melejit naik (vertikal), itu karena hanya ada 11
  • sedikit sell order yang dapat membendung momentum uptrend. Begitu hargamencapai kantong-kantong supply, barulah ia terlihat sepert bergerak mendataruntuk menyerap limit-limit order yang ada di level ini.Saya perjelas dulu beberapa istilah, agar rekan-rekan lain tidak bingung.executed orders = order yang dijalankan = "the tape" = "time and sales"pending/limit orders = order yang menunggu = "the book" = "market depth"Nah bagi yang menggunakan level II pada platform trading nya, komponen utamanyaadalah the tape dan the book tersebut. Untuk forex (spot) market, level II ini kurangrepresentatif karena ini decentralized market. Tapi lebih tepat untuk Future Marketkarena inilah market sesungguhnya. Namun saya singgung sedikit karena antara spotdan future market itu beriringan.Mengapa area/line yang bro sebut tadi bekerja dengan baik? jawabnya adalah bukanhanya visibilitas jelas namun pada area itulah bertumpuk limit-limit order yangmenunggu giliran dieksekusi..bahasanya serem hehehe....Perhatikan pada pic yangbro tunjukan, garis biru adalah pijakan naik. Jika harga naik dari level ini, kita dapatberasumsi bahwa masih ada more willing buyer dibanding more willing seller padaarea garis biru tersebut. Jadi sekiranya harga kembali pada area ini, para willingbuyer masuk., ini yang kita sebut dengan pullback entry. Dan makin valid bahwa areagaris biru itu hingga saat ini adalah demand area.Jika bro/sis melihat bahwa hargamendekati area support resistance, jangan terburu-buru entry, misalnya langsung sellkarena sudah di level resistance. Biarkan harga menunjukan maunya. Seperti yangsudah saya singgung di atas, bahwa harga umumnya akan bergerak seperti horisontaluntuk menyerap limit-limit order yang ada pada resistance area setelah ia bergeraknaik dari level support nya.....Semoga membantuPlan Your Trade, Trade Your PlanSore ini kita coba buat trade plan berdasarkan sejumlah kriteria agar dapatmembantu dalam pengambilan keputusan. Gunanya perencanaan yang baik adalahanda dapat fokus kepada trade setup yang paling potensial dan aktraktif saja, dan ituberarti mengabaikan setup yang tidak profitable.Trade Plan yang baik disamping memiliki kriteria-kriteria entry/TP/SL, juga sebaiknyaberdasarkan seperangkat faktor pendukung. Kesemuanya ini kita akan kuantifikasisehingga menghasilkan scoring sistem sebagai acuan keputusan trade. Faktor-faktorpendukung ini adalah:1. StrenghtDalam trading yang kita cari adalah probabilitas tinggi dalam tiap trade untukmenghasilkan profit. Disini kita cermati bagaimana perilaku harga saat meninggalkanarea supply demand nya. Apakah bergerak dengan strong moves? ataukah perlahan-lahan (gradual)?2. Profit MarginDisinilah kita bicara mengenai risk reward atau untung ruginya dalam mengambilsebuah posisi. Anda harus dapat mengukur sejauh mana level support (demand) danlevel resistance (supply) berbanding posisi entry. Anda ukur penempatan SL dari pointentry dan kemudian ukur juga jarak profit margin dari titik entry tersebut. Katakananda ingin ambil posisi buy, semakin jauh jarak area supply, kualitas entry makin baik 12
  • dan semakin baik pula risk rewardnya.3. Big PictureWalaupun anda seorang intra day trader dan menggunakan time frame kecil semisalH1 atau yang di bawahnya, anda harus mempertimbangkan area-area supply demandpada time frame yang lebih besar seperti D1. Contohnya jika anda ingin shortposition, upayakan agar short anda lebih dekat ke area supply di daily frame atauarea demand di daily masih berjarak cukup jauh di bawahnya sehingga memberikanruang bagi harga bergerak sekiranya analisa kita benar.4. RetracementYang dimaksud dengan retracement disini adalah harga yang kembali ke areasupport/resistance setelah breakout dengan kata lain pullback. Ini berkaitan denganentry yang akan dilakukan. Menurut saya first pullback adalah yang terbaik dibandingdengan pullback kedua atau ketiga seperti yang ditulis dalam literatur-literaturtrading. Kenapa? ibarat orang sedang menebang pohon saja, semakin seringdiayunkan kampak, semakin besar kemungkinan pohon itu tumbang. Begitu jugadalam pullback ini, semakin sering suatu area ditest, semakin kecil kemungkinan areatersebut bertahan dari gempuran harga.5. TimeBerapa lama waktu yang dibutuhkan harga dalam posisi ekuilibrium ini sebelumbreakout. Semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk keluar/bergeser darikeseimbangannya, makin jelas bagi kita bahwa terdapat perbedaan yang signifikanantara supply dan demand.6. ArrivalApakah harga saat ini berada pada "fresh" support (demand) / resistance (supply)?Contohnya dalam upmove/uptrend, suatu level demand yang belum pernah di retestmenjanjikan peluang yang lebih besar bagi profitable trade.Keseluruh faktor di atas ini diberi nilai, dan makin tinggi scoringnya makin baik setupyang ada. Di bawah ini saya lampirkan tools dalam bentuk excel file, yang semogamembantu anda dalam menyiapkan trade plan. Seperti yang anda lihat, kriteria-kriteria sederhana ini akan dapat membuat perbedaan dalam kualitas trading.Pastikan bahwa anda memiliki satu set rule yang mendukung keputusan trading.Karena jika tidak, maka anda akan bersaing dengan mereka yang memiliki set ruledan kecil peluang anda memenangi peperangan ini.Little storyAlkisah dahulu kala ada sebuah desa di kaki gunung yang dilanda banjir. Saat parapenduduk desa sedang terlelap tidur, perlahan air mulai menggenangi wilayahtersebut. Begitu mengetahui kedatangan banjir, para penduduk mulai bergegasmengungsi ke daerah yang lebih aman. Hampir semua warga desa mengungsi, kecualisatu pria tua yang memilih bertahan.Pria ini kemudian memanjatkan doa kepadaTuhan Yang Maha Esa:"Ya Tuhanku, Engkau yang Maha Perkasa, Engkau Maha Penolong dan Pengampun....Hamba mohon pertolongan Mu wahai Tuhanku....Hamba telah ampuni orang-orang yang menyakiti hamba, karenanya hamba mohonampunanMU, tolonglah hambaMu ini yang tua renta.." 13
  • Karena air mulai meninggi si pria tua ini naik ke atap rumah. Tak lama kemudiandatang orang dengan sampan kecil, dan bermaksud menolong pak tua ini. Namun paktua menolak permintaan orang itu. Tak lama datang lagi perahu penyelamat dari timSAR, lagi-lagi pak tua menolaknya. Hingga pada akhirnya datang helikopter untukmenyelamatkannya, tetap saja pak tua menolaknya karena beliau yakin Tuhan akandatang menolongnya. Air makin meninggi dan tak lama kemudian pak tua matitenggelam.Di akhirat pak tua ini berjumpa dengan Tuhan dan bertanya: "Wahai Tuhanku, akutelah berdoa agar engkau menyelamatkan ku, namun mengapa Engkau tidakmenjawab permohonanku?" Tuhan menjawab: "Aku terenyuh mendengar doa mu,karenanya Aku kirimkan orang dalam sampan untuk menolongmu, tapi engkauabaikan. Aku kirimkan lagi pasukan lebih besar dengan perahu SAR, karena mungkinengkau ingin yang lebih aman, lagi-lagi engkau abaikan. Terakhir Aku kirimkanhelikopter karena mungkin engkau takut dengan perahu, sayangnya masih engkauabaikan. Bukannya Aku tidak menolongmu, tapi engkau tidak membantu dirimusendiri"Nah saya ingin bertanya, apa korelasi cerita di atas dengan aktivitas trading sehari-hari? bisakah anda deskripsikan dengan cukup satu kata saja? Saya tunggujawabannya.Wah, ketemu lg ama om sami nih...Nah, pra newbie kaya saya ini bingung dan pencerahan:1. pada saat terbentuknya Supply n Demand baru?2. equilibrium, padahal dalam catatan JP. Morgan market selalu berfluktuasi?3. Minta penjelasan tentang teori reflexifity?Benar market memang berfluktuasi dan dinamis, seperti pasar pagi atau pasar induksaja. Ada interaksi pelaku pasar yang saling memberi input pada gerak harga baikyang jual maupun yang beli. Teori-teori tentang pasar sudah banyak yangdikemukakan para ahli dan praktisi pasar, seperti yang bro sebutkan. Tapi saya bericontoh, anggap bro membuka counter HP di Roxy Mas. Di etalase bro pajang beragamHP baik second atau baru. Jika banyak dari pelanggan yang datang menanyakanponsel tertentu sementara stock bro tipis dan toko-toko lain pun tidak memilikibanyak stock, kemungkinan besar bro akan bilang "barangnya langka nih" dan hargaberpotensi naik. Profit bisa lumayan donk? Tapi jika di blok lain ternyata ponseltersebut banyak dipajang, dan pelanggan lari ke toko lain, apa bro masih mau tahanharga? ga donk...dalam periode tertentu harga dapat bergeser keseimbangannyasebelum akhirnya mufakat pada ekuilibrium tertentu. Ekuilbrium ini bagi kita yangtrade tidaklah harus fixed pada level tertentu, namun ada kisarannya. Seperti orangmau beli mobil saja "ya skitar 100 jutaan dah" biasanya demikian ucapan yang keluar.Reflexivity Theory ini menyatakan "in certain cases" bias pelaku pasar yang tercerminpada harga dapat mempengaruhi faktor fundamental yang pada akhirnya akanmembuat ekspektasi pada pembentukan harga selanjutnya. Teori ini di gembargemborkan oleh George Soros. Sah-sah saja beliau berpendapat demikian, mungkinkarena profit waktu short pound kali hehehe.........tapi kita juga bisa counterpendapatnya, tanyain aja si Soros kenapa dia bisa rugi 650 juta dollar waktu short 14
  • USD tahun 1994, dua kali kejadian ini menimpa perusahaannya pada tahun yangsama. Yang penting bagi kita pada tahap awal ini adalah memahami mekanisme dasarpergerakan harga dulu. Mungkin itu dulu yang bisa saya jawab bro, ntar yang lain jaditambah bingung...hehehe...Jawaban bro/sis khususnya bro forex_del, tentang kisah pak tua sudah cukup baik.Jawabannya dalam satu kata adalah "HOPE" atau "HARAPAN". Disamping Fear danGreed, Hope dapat menjadi musuh terburuk kita dalam trading, your worst enemy,your worst nightmare. Industri trading forex ini berbaju "harapan", dan harapan inipula yang menyelimuti pikiran bawah sadar sebagian besar pelakunya. Sejak andaberkenalan dengan forex (spot) market, anda telah dibombardir dengan sejutaharapan. Penyedia jasa (broker/analyst/komentator dll) benar-benar memanfaatkanhal ini dengan berbagai propaganda marketing, bagi kepentingan bisnis mereka. Yangpaling konyol adalah seringnya kita dengar iming-iming bahwa forex adalah jalurcepat menuju kekayaan. Dont Believe The Hype...Just Dont!!! ini adalah ilusi yangtidak mendasar sama sekali. Justru sebaliknya, trading forex adalah ladangpembantaian terutama bagi trader retail pemula dan ini adalah realitas.. Dipermukaan terlihat trading ini tenang menghanyutkan, "cool" bagi sebagian orang.Tapi di bawahnya, pembantaian itu berlangsung. Yang tersisa hanya nomor-nomoraccount, jangan sampai anda mengikuti jejak mereka. Pelaku industri tidak akanberbicara hal ini, mereka memiliki kepentingan bisnis, dan itu wajar saja. Yang seringmuncul adalah propaganda pemasaran "Imagine this....Imagine that"Harapan-harapan macam ini (ilusi) yang pada akhirnya mempengaruhi aktivitastrading seseorang. Saya beri dua contoh praktis: 1. Bro forex_del telah mengemukakannya dengan baik, bagaimana saat anda dalam posisi yang tidak menguntungkan (adverse position), kata harapan adalah menu utama yang selalu muncul "moga-moga balik nih harga" atau "ntar juga balik naik, mosok turun mulu" 2. Keraguan dalam mengambil keputusan yang timbul karena harapan. Sering kali kita dengar sebagian trader mengucapkan "turun dikit aja, saya ambil buy dah", harga sudah turun sedikit (market lagi baik hati hahaha..) misalnya, dia akan ucap "ntar dulu, dikit lagi". Sampai akhirnya batal entry, karena harga telah balik arah dan meninggalkannya waiting and waiting........Bro/sis, kita trading berdasarkan kerangka set rule yang objektif, not based on hope.Jangan hancurkan hari-hari trading anda dengan terlalu banyak berharap. Boleh sajaanda memiliki harapan, tapi saat trading keputusan yang diambil harus jernih dan adaparameternya. Anda tetapkan entry dengan objektif demikian pula penempatan stoploss atau profit margin nya. Karena itu miliki dan buat trade plan yang baik,setidaknya hal ini dapat mengeliminasi faktor emosi yang sering mempengaruhi kitasaat trading. Saran saya anda siapkan trade plan sebelum kegiatan trading berjalan,jangan anda buat planning saat trading sedang berlangsung. Pagi hari saya pikirwaktu yang baik untuk kita membuat rencana kerja, bagi yang muslim setelah sholatshubuh adalah saat yang pas karena pikiran masih jernih.Malam harinya anda dapat mereview ulang seluruh aktivitas trading, apakah sudahsesuai rencana atau justru trade plan nya yang mesti direvisi. Dengan cara ini, sedikitdemi sedikit anda akan terbiasa trading secara mekanis tidak terpengaruh oleh hal-halyang membuyarkan proses pengambilan keputusan. 15
  • Originally Posted by chocobiom sami saya pengen tny..pertama mohon maaf klo ptanyaan saya dasar bgt tentangS/D ini tapi sebelumnya memang saya pengen tny tentang pembuatan garis S/D...1. apakah setiap area SW itu berarti bisa dijadika area S/D???2. bagaimana pengaplikasiannya misal buat pending order???3. bagaimana suatu break bisa dikatakan valid??(saya suka kejebak disini)..sepertiyang saya beri tanda elips4. di bawah ini saya sertakan cth yang saya maksud...mohon koreksi dari om sami dan temen2 yang lain jg...saya hanya ingin memahamidasar dari S/D ini sehingga akan tumbuh keyakinan untuk melakukan tindakansupaya tidak berdasarkan harapan saja, sehingga nantinya akan trading denganpro...hehehehe...@Bro chocobi: 1. Benar, area SW dapat dijadikan area supply demand. 2. Untuk pemula, saya sangat anjurkan untuk menghindari penggunaan limit order. Silahkan gunakan limit order jika bro sudah memahami mekanisme pasar dan struktur pasar. Kenapa? Pertama, anda harus mengenal dan merasakan langsung gerak harga agar dapat memahami apa maunya nona price. Ibarat saya sedang surfing, tidak mungkin saat menunggu ombak, saya terpisah dari surf board.Kedua, umumnya yang namanya limit order itu terdiri dari entry/SL/TP (3 side order). Ini adalah makanan empuk operator-operator market. Contohnya anda limit order long EU pada suatu support area. Order ini akan muncul pada book order bersama limit2 order lainnya pada level harga yang sama. Operator tentu tahu dan paham banget, kalo setiap buy order di area support rata-rata akan menempatkan SL dibawahnya dengan toleransi sekian pips. Sering tidak bro lihat dan alami, bagaimana harga turun menyentuh SL, untuk kemudian kembali naik sesuai analisa bro tadi dan meninggalkan banyak orang dengan posisi buy gigit jari? Sudah benar dalam analisa tapi tidak menikmati hasilnya. Operator memiliki beberapa cara dalam memanipulasi harga, walau tidak bisa sesuka hati. I cant explain more, karena ini masalah bread & butter nya mereka. Saya ingat kata-kata instruktor saya dahulu: "if you cant baby sitting your position, whats the point of trading anyway?" 3. 3. Biasanya breakout itu cirinya long body candle, ini menunjukan intensi operator untuk menghindari seminimal mungkin rintangan (resistance) yang ada, sekaligus memicu stop loss yang ada. Validasinya adalah pullback kembali ke area ini, serta kemudian bergerak melanjutkan perjalanannya sesuai trend. Ini mengapa saya lebih condong untuk pemula mengambil posisi yang konservatif yakni melakukan pullback entry dibanding breakout entry.Originally Posted by ohpabpak sami klo setelah menentukan s/r nya lalu kita pasang limit bisa ga apa tunggu liatreaksi harga bila telah dekat dengan s/rdan ini sudah benar blm ya?@Bro ohpab: Seperti jawaban saya ke bro chocobi di atas, sangat saya sarankanuntuk bro melakukan pengamatan visual langsung, coba untuk rasakan bagaimanaharga menari-nari di sekitar area support resistance tersebut. Saya coba tekankan"never ever play God to the market" dan jangan terlalu banyak berasumsi. Lihat sajabagaimana reaksi harga pada s/r, apakah mantul-mantul atau berusaha break dengan 16
  • kecepatan tinggi. Area yang bro letakan sebagai support sudah representatif.Pertanyaannya adalah jika harga pullback, apakah sekedar pullback atau menunjukanciri akan breakdown? Jika bro gunakan limit order, saat pullback order tersebut akantereksekusi langsung. Namun jika harga ternyata konsolidasi untuk selanjutnyabrekadown, loss sudah ditangan. Kenapa tidak menunggu saja, agar dapat petunjukyang lebih clear.Originally Posted by moleh999ini hasil saya trading kemarin,,,saya sudah bisa memperkirakan harga akan naik walaupun masih ragu-ragu,,pertanyaan saya,, apakah harga akan naik sampai garis abu yang saya buat (jikamenempatan garisnya benar,, mohon dikoreksi juga)atau chartnya harus kita tunggu kalau-kalau ada candel hitam baru kita close?atau kita tidak bisa memperkirakan harga naik sampai tingkat berapa?atau harga bisa naik sampai puncak sebelum harga turun?atau bagaimana?maaf kalau agak cerewet..@Bro moleh: penempatan area S/D nya representatif, bagus. Jawaban saya untuk broadalah sama seperti jawaban ke ohpab yakni: 1. Never ever play god to the market 2. Dont assume too muchKita tidak tahu seberapa jauh harga bergerak, hanya prediksi saja sesuai data yangada yakni area resistance dan supportnya terdahulu. Karena itu saya sarankan dalampenggunaan tradeplan untuk memilih trade yang risk reward nya 2:1. Ini maksudnyaagar ada ruang bagi harga bergerak jika analisa kita ternyata benar. Dan bro jugaharus selaraskan TP tersebut dengan cara melihat pada time frame Daily atau minimalH1, untuk memastikan bahwa resistance (supply) area pada daily frame masih cukupjauh di atasnya.GAP: Pemula vs ProKita sering melihat terjadinya gap (jurang) pada market. Ada sedikit perbedaanantara spot (forex) market dan market lain semisal equity (saham). Pada equitymarket, karena karakteristiknya centralized market dan memiliki jam operasionaltertentu, gap sering muncul pada saat opening bell sehari-hari. Sementara forexmarket yang beroperasional 24 jam, gap umumnya terjadi pada awal minggu atauminggu pertama awal bulan/tahun.Gap PemulaPada uptrend, yang disebut gap pemula adalah gap up atau lonjakan harga dimanaopening price melonjak di atas candle/bar high sebelumnya. Gap ini terjadi setelahstrong rally berlangsung. Penyebabnya adalah aksi beli para pemula dimana paraprofesional justru menghindar untuk melakukan pembelian setelah harga naik denganbegitu kuat. Dan kecil kemungkinan mereka juga akan buying setelah gap up.Penyebab utama mengapa para pemula melakukan aksi beli, biasanya dipicu olehberita-berita fundamental yang mungkin saja dipersepsikan good news untukinstrumen tertentu. Hukum supply dan demand akan membuat para pemula inihampir selalu dalam posisi kalah jika mereka terus menerus melakukan hal semacamini. 17
  • Tipikal dari gap up pemula adalah terjadi di sekitar area supply (resistance), yangmenandakan akhir dari sebuah rally atau uptrend pada time frame yang diamati. Gapup seperti ini seringkali memicu dimulainya sebuah down trend. Perhatikan ilustrasigambar berikut ini:Spoiler :Demikian juga sebaliknya yang terjadi pada downtrend. Jika anda melihat gap down,sebaiknya waspada dikarenakan bahwa gap ini umumnya dipicu aksi jual pemulasetelah harga mengalami penurunan (down trend). Gap down yang terjadi pada areademand (support) hampir selalu menandakan awal dari sebuah uptrend. Jika padagap up di supply area, the pro mendapat kesempatan untuk distribusikan posisi short,maka pada gap down di demand area operator profesional akan mulai mengakumulasiposisi long. Coba kita lihat pada kasus AU dimana terjadi gap yang dapatmenggambarkan tipe gap pemula pada awal tahun ini: 18
  • Terlihat AU melonjak pada pembukaan pasar (circle magenta 2), dan gap up yangterjadi adalah pada puncak area supply (resistance). Perhatikan juga bagaimanahingga beberapa hari setelahnya harga bergerak disekitar area ini saja. Inilahkonsolidasi, dan kesempatan untuk operator pro melakukan distribusi short position.Jangan mengira bahwa setelah harga menyentuh resistance, maka ia harus turun.Tidak demikian mudah, apalagi jika kita melihat pada frame besar. Order-orderinstitusi yang dalam jumlah besar tidak semudah itu dijalankan. Operator harusmelakukan manuver agar seluruh order yang dimiliki pada area/level tertentu dapat dieksekusi. Hal ini dapat berlangsung beberapa hari malah beberapa minggu. Namunpada akhirnya, setelah proses distribusi berlangsung, harga akan bergeserkeseimbangannya dan memulai proses downtrend. Seberapa jauh downtrend yangakan terjadi, semuanya tetap mengacu pada seberapa besar imbalances(ketidakseimbangan) yang terjadi. Walaupun untuk kepentingan kita trading, kita bisasaja memprediksi bahwa downtrend nya akan berlangsung hingga area demandberikutnya.Gap Profesional.Berbeda dengan gap yang diakibatkan aksi jua/beli pemula, para profesional justrumelakukan hal berlawanan. Pada uptrend, terutama saat harga berada pada areasupply (resistance), the pro akan melakukan aksi jual dalam jumlah besar hinggamenyebabkan terjadinya gap down pada saat opening. Ini dilakukan dengan tujuanmembuat pelaku pasar lainnya tidak memiliki kesempatan dalam mengambil posisiyang menguntungkan, sekaligus memicu stop loss para buyer yang umumnya adalahpemula. Kembali kita gunakan chart AU dan amati area circle magenta (1), inilahcontoh gap pro: 19
  • Proses inipun sebalinya dapat terjadi saat down trend dimana harga berada pada areademand, kemudian gap up pada opening week.Kesimpulan:1. Jangan terburu-buru OP Buy saat gap up di area supply2. Jangan terburu-buru OP Sell saat gap down di area demand3. Analisa area S/D untuk mempersiapkan OP Buy jika gap up dari area demand.4. Analisa area S/D untuk mempersiapkan OP Sell jika gap down dari area supply.Semoga membantu.....SalamAnalisa Intermarket: a previewSaya pikir bro/sis saat ini sudah dapat memahami setidaknya basic konsep bagaimanahukum permintaan dan penawaran bekerja di pasar-pasar keuangan khususnyacurrency market. Semoga anda mulai dapat mengenali dan mengidentifikasi areasupply/demand, kemudian jika masih menggunakan alat bantu indikator, anda sudahmemahami bagaimana menggunakannya secara proporsional. Kini saya pikir kita bisamelanjutkan thread ini kepada pembahasan tentang analisa intermarket, sebagaitambahan dalam memahami cara kerja pasar keuangan modern.Analisa intermarket sederhananya adalah studi dari berbagai pasar keuangan danketerkaitannya satu sama lain. Layaknya efek domino, suatu peristiwa yangmempengaruhi sebuah pasar keuangan akan langsung berdampak pada pasar-pasarlainnya. Pasar keuangan umumnya terbagi dalam empat kategori: 1. Stock Market 2. Bond Market 3. Commodity Market 4. Currency MarketSebagai contoh suatu peristiwa yang berdampak langsung pada bursa saham, akanmemiliki efek domino ke bursa obligasi, ke pasar komoditas dan akhirnyamempengaruhi pasar mata uang. Dan sebaliknya, peristiwa yang menguncang pasarmata uang akan berdampak langsung kepada ketiga pasar lainnya. Pertanyaannyamengapa hal ini terjadi? Sederhana sekali jawabannya, yakni karena uang tidak 20
  • pernah tidur. Uang harus bekerja menghasilkan yield (imbal hasil) yang lebih tinggibagi pemiliknya.Anggap saja anda adalah seorang Fund Manager sebuah lembaga investasi. SebagaiFM anda harus dapat memutar dana, dan menempatkannya pada asset-asset yangmemberikan yield tinggi. Dalam melakukan perputaran dana, anda biasanya akanmemiliki porfolio yang isinya adalah asset-asset yang memiliki nilai menguntungkan.Bisa saja anda menempatkan dana pada saham-saham blue chips, namun jika hargasaham tersebut turun, sebagai seorang FM tentu harus mengalokasi ulang komposisiportfolionya. Pastinya anda tidak ingin rugi atau uang/dana yang ada macet tidakbergerak. Bisa saja anda melepas saham-saham yang dimiliki untuk kemudiandiinvestasikan kepada obligasi pemerintah. Contoh lain adalah sebagai FM, anda dapatsaja meminjam uang US dollar yang bersuku bunga rendah 0.25% pada bank-bankAmerika, untuk ditempatkan pada asset dengan yield lebih tinggi, misalnya SUNIndonesia yang bunganya diatas 6-7%.Jadi dengan mengamati pergerakan (uang) dan pengaruhnya, anda akan memperolehpemahaman dan dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam mengantisipasipergerakan mata uang. "Wheres the smart money goes?" adalah pertanyaan yangharus muncul saat anda trading.Apa saja yang harus diamati selain melihat chart dari pair yang di-trade? adabeberapa indikator penting yang layak dicermati jika anda menggunakan analisaintermarket. Di bawah ini adalah beberapa instrumen yang memberikan andapandangan yang lebih lengkap terhadap apa yang sedang terjadi di pasar-pasarkeuangan: 1. S&P 500, DJIA (index saham USA) 2. VIX (index volatilitas CBOE) 3. US Dollar Index (USDX) 4. Suku bunga jangka pendek (seperti Fed Fund Rate) 5. US Treasury Yield Curve 6. Harga Minyak (Oil) 7. Harga Emas (Gold) 8. LIBORMelakukan analisa intermarket tidaklah sesulit yang dibayangkan. Saya hanyamengamati beberapa indikator saja, terutama index saham dan harga komoditassebagai bahan pelengkap dalam proses pengambilan keputusan trading FX. Tentu sajaanda akan membutuhkan waktu untuk dapat terbiasa dengan berbagai indikatorekonomi ini dan menyesuaikannya dengan style trading yang anda miliki.Kebanyakan trader FX cenderung fokus pada analisa teknikal atau analisafundamental saja sebagai dasar pengambilan keputusan. Saya sarankan anda mulaimemahami the underlying forces yang menggerakan pasar (fundamental) sekaligusmemahami apa yang terjadi pada harga, volume, dan volatilitas (teknikal). Untuk itukita coba mempelajarinya melalui kacamata analisa intermarket.Mari kita definisikan analisa fundamental yang terdiri dari dua kategori: 1. Economic Fundamental: Faktor yang mencerminkan pertumbuhan, perdagangan, dan produksi dari berbagai unsur pelaku ekonomi. Termasuk 21
  • didalamnya adalah semua news release yang kita lihat pada saat trading FX sehari-hari (news trading akan dibahas nanti). 2. Intermarket Fundamental: Termasuk dalam kategori ini adalah interest rate, equity yields, commodity prices, market sentiment—seperti data institutional commitment of traders (COT), volatility (VIX). Data-data ini kelihatannya tidak seperti faktor fundamental tradisional, tapi menurut saya data ini jauh lebih berguna dan dapat diaplikasikan langsung bagi keperluan trading ketimbang indikator ekonomi yang dikeluarkan pemerintah melalui news release yang sifatnya lagging.Salah satu kemudahan bagi kita dalam menggunakan fundamental intermarket adalahkarena mereka diperdagangkan pada suatu bursa (exchange traded). Sebagai contoh,prediksi investor tentang kemana arah suku bunga USA bisa anda peroleh melalui livemarket. Market-traded information umumnya real-time dan berasal dari berbagaisumber yang mencerminkan konsensus pelaku pasar. Bukankah para technicalanalysts selalu berargumentasi bahwa nilai setiap news telah tercermin pada harga,sehingga mendapatkan informasi yang diperdagangkan pada suatu bursa (exchange-traded) menjadi jauh lebih efisien.Ada dua hal yang harus anda ketahui tentang fundamental intermarket: 1. Yield yang lebih tinggi pada suatu negara akan meningkatkan demand bagi mata uangnya, yang akhirnya akan memperkuat nilai mata uang tersebut. 2. Investors mengkalkulasi yield berdasarkan berbagai bentuk investasi— termasuk obligasi (bond), saham (equity), deposito and investasi lain seperti komoditi.Tentu saja karena instrumen forex bergerak relatif satu sama lain, faktor fundamentalini hanya akan memiliki nilai jika dibandingkan kepada pair lintas batas negaratersebut. Sebagai contoh yields di Australia lebih tinggi dibanding United States,karenanya mata uang AUD mengalami penguatan dan trending up untuk beberapatahun belakangan ini. Perbedaan dalam yield (lihat pada perbedaan suku bunga keduanegara) yang mendorong, secara fundamental, Australian dollar (AUD) menguatterhadap U.S. dollar (USD).Darimana kita memperoleh data-data ini? jika platform trading anda memiliki data livemarket dari beberapa komponen intermarket (oil, gold, DJIA, S$P 500, Treasury)anda bisa memplot data tersebut pada chart pair FX. Bagi yang tidak memiliki datalive market, dapat disiasati dengan menggunakan Pre Market . Data pada situs CNBCini diupdate per 5 minute.Dengan melihat pergerakan data live market pada pasar finansial lainnya, kita dapatmemiliki gambaran kemana smart money bergerak. Ingat saja bahwa uang tidakpernah tidur, selalu bergerak mencari yield yang lebih tinggi. Karena itu anda akanlebih mudah mengambil keputusan buy/sell/wait pada trading FX. Sebagai contoh jikaharga Oil turun, anda sudah dapat berasumsi bahwa CAD akan melemah karenaKanada adalah salah satu negara penghasil energi terbesar dunia. Contoh-contoh lainnanti akan saya berikan, pada tahap awal ini saya ingin anda melihat dan memahamidulu pergerakan harga pada pasar-pasar finansial lain. Silahkan buka situs di atas tadidan jadikan sebagai sumber tambahan informasi. Jangan terburu-buru melakukan livetrade based on this intermarket data.....at least you have been warned. 22
  • Beberapa Hubungan Antar InstrumentDalam intermarket analysis kita mencoba melihat keterkaitan antar pasar dan dapatlebih spesifik yakni antar instrument yang diperdagangkan. Yang perlu dipahamiadalah semua instrument yang diperdagangkan pada pasar-pasar keuangan laindinilai dalam US dollar. Jadi terdapat kesamaan cara pandang dalam menilai bentuk-bentuk investasi, sebagai contoh jika harga minyak turun, itu berarti US Dolllarmenguat. Dari sini kita melihat mata uang mana yang memiliki keterkaitan langsungdengan gejolak harga minyak. Pastinya mata uang tersebut adalah currency darinegara-negara eksportir minyak.Beberapa kaitan antar instrument pada pasar finansial: 1. Harga Emas (Gold) - AUD/USD dan USD Index 2. Harga Minyak (Oil) - USD/CAD 3. 10 years Treasury Notes (TNX) - USD Index (DXI) dan UCHF 4. S&P 500 (SPX) - USD/JPY dan EUR/USD 5. Open Interesr (COT report) - Semua pair major 6. Saham Perbankan di S&P 500 - USD/CHFPerhaikan beberapa gambar dibawah ini, sehingga anda dapat memperoleh ideabagaimana hubungan antar instrumen dapat dijadikan informasi tambahan dalamaktivitas trading:Gold adalah instrumen investasi yang sejak dulu digunakan untuk menekan resikoinflasi/deflasi serta tempat pelarian dana pada saat ekonomi dalam keadaan tidakmenentu. 23
  • Australia adalah salah satu negara produsen emas terbesar disamping enegy, karenatidak heran jika mata uangnya berkorelasi langsung dengan harga emas. Lihat sajapada pic frame H1 dibawah ini, bagaimana AUD/USD melemah mengikuti penurunanharga emas.Sebaliknya, Dollar Index memiliki hubungan terbalik dengan harga emas: 24
  • Ten year note atau surat hutang pemerintah Amerika memberi pengaruh pada DollarIndex dan UCHF 25
  • Sementara itu indeks bursa saham Amerika terutama S&P 500 memberi dampakcukup signifikan pada pergerakan beberapa pair major khususnya EUR/USD danUSD/JPYContoh terakhir adalah salah satu sentiment indicator yakni Commitment of Trader(COT) yang dikeluarkan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) setiap Jumatpada jam 15:30 EST. Report ini menunjukan posisi bersih baik Commercial, LargeSpeculator, dan non-commercial (small spec). Report ini mencatat volume openinterest pada future market dan menunjukan bagaimana big boys memainkankartunya. Index COT menunjukan reading skala 0 (ekstrim bearish) - 100 (ekstrimbullish). Pada chart dibawah ini terlihat bahwa large speculator (hedge fund dll) telahmelakukan aksi jual "looney" beberapa minggu terakhir dan index COT berada padalevel 0, extremly bearish bagi looney. Ini berarti mata uang canadian dollar sedangdalam proses bottoming (future market), dalam chart anda (MT4) topping karenaquoting pada future market terbalik dibanding spot market. Bisa saja dalam proses iniUCAD terus menanjak membuat new high tapi kita sudah bisa antisipasi kemungkinantopping di UCAD. 26
  • Menurut saya dari seluruh instrumen yang diperdagangkan, sentiment indikatoradalah yang terpenting. Ini dikarenakan bahwa pasar adalah tempat interaksimanusia sebagai pelakunya yang kerap dipengaruhi oleh kondisi psikis emosional.Sehingga tidak heran jika Volatility Index (VIX) juga disebut "Fear Index". Guna darisentiment indicator adalah memberi informasi agar kita siap mengambil posisiberlawanan dengan mayoritas trader lainnya. Jika semua orang melakukan aksi jual,siapa yang beli? Disinilah peran signifikan dari sentiment indicator dalammemperlihatkan herd (mass) mentality.Nanti kita bahas lebih lanjut mengenai masing-masing korelasi yang sudah disebut diatas secara lebih mendalam. Awal bulan kesibukan trading bertambah, mohon maafjika update terlambat.Semoga membantu....................Perilaku HargaDalam memahami pergerakan harga dan membantu identifikasi supply/demand, adabaiknya kita coba mempelajari apa yang disebut sebagai perilaku harga atau pricebehaviour. Materi yang akan disampaikan berasal dari SpyGlass UK, saya ringkas agarmudah dipelajari. Ada tiga topik utama yakni: 1. Esensi dari Perilaku Harga 2. Analisa Struktur Harga 3. Analisa Kondisi Pasar, dan mengapa analisa ini penting sebelum mengambil keputusan entry.Saat ini penggunaan analisa teknis makin favorit dikalangan trader dan institusikeuangan untuk membantu mengambil keputusan trading atau investasi. Namun kitajuga melihat bahwa terjadi pergeseran dimana analisa teknis menjadi sekedar fungsi"buy and sell signal" dari penggunaan indikator-indikator ketimbang mengaplikasiprinsip dasar analisa teknis yakni study struktur chart dan perilaku harga. Pricebehaviour dan struktur chart adalah salah satu aspek penting dalam analisa teknisnamun paling sering diabaikan. Padahal dengan memahaminya maka peluang untukmendapat trade yang sukses makin besar.Kondisi market dan aktivitas trading saat ini telah mengalami banyak perubahandibanding dekade lalu: 27
  • 1. Pertumbuhan jumlah trader secara eksponensial dan trading technologi yang maju pesat, hal ini mempengaruhi volume dan likuiditas. Ini juga yang menyebabkan volatilitas pasar makin tinggi. 2. High speed connection yang membuat trader bertempur dalam ukuran nano second. Bank dan institusi keuangan saling bertempur dalam memperoleh harga terbaik dan pertempuran ini membutuhkan proses waktu yang minimal dimana 1 nano second dapat membuat perbedaan yang sangat besar dalam menentukan siapa pemenang siapa pecundang apalagi dengan volume trading puluhan hingga ratusan juta dollar. 3. Komputer dengan kecepatan tinggi sekarang dapat memantau dan memilah peluang. 4. Kerahasian; bank atau market maker sengaja tidak ingin menunjukan intensinya dalam FX market agar dapat mengeksploitasi kelemahan lawan. 5. Algoritma trading: yakni program komputer dengan analisa kuantitatif untuk menghasilkan keputusan buy dan sell secara otomatis jika kondisi terpenuhi. Sebagai contoh banyak trader menggunakan moving averages cross sebagai sinyal buy/sell. Program algoritma digunakan untuk melakukan analisa kecenderungan ini, dan akan menghasilkan keputusan buy/sell sesaat sebelum cross terjadi. Demikian juga dengan kecenderungan mayoritas trader yang menggunakan support/resistance sebagai acuan entry, dimana algoritma trading mengambil keputusan sesaat sebelum harga menyentuh S/R dan dapat membuat harga berbalik arah tanpa pernah menyentuh S/R level tersebut. Pada saat yang lampau indikator memberi keunggulan, namun kini indikator memberi orang lain peluang untuk mengalahkan kita.Harga dan Faktor Yang MenggerakannyaPergerakan harga adalah akibat langsung dari Persepsi Kolektif dari seluruh buyerdan seller di pasar, jika persepsi ini berubah maka harga pun akan berubah. Sebagaicontoh pada posisi harga yang rendah (low) di chart anda, jika tidak ada seller yangbersedia menjual pada level rendah tersebut serta menginginkan harga yang lebihtinggi untuk jual, dan buyer bersedia membeli pada harga yang lebih tinggi makaharga akan naik. Sebaliknya at the High, jika buyer menolak membeli harga yang adakini, dan hanya bersedia membeli pada harga yang lebih rendah, serta pada saat yangbersamaan seller bersedia jual pada lower level, maka harga akan turun. Persepsikolektif inilah yang terus hidup dan mampu menggerakan harga hingga level ekstrimpada saat naik atau turun.Jika pergerakan ini adalah persepsi kolektif, maka itu termasuk persepsi anda, saya,dan orang-orang lain sebagai manusia yang memiliki emosi. Karenanya marketdigerakan oleh manusia yang dapat membuat kesalahan dan disisi lain mampumembuat keputusan super jenius. Kita tahu bahwa aspek psikologis seperti FEAR,GREED, HOPE dan lain-lain sangat berperan besar dalam pergerakan market. Agarbisa menghasilkan trade yang sukses, kita harus mampu memahami jalan pikiranorang lain dan bagaimana ia berfungsi pada situasi trading yang berbeda. Orang-orang selalu berperilaku sama jika berada dalam suatu kelompok (contoh saja bonekatau jakmania), dan jika dalam tekanan (under pressure) maka mereka cenderung: 1. Membuat kesalahan yang sama dalam membuat analisa 2. Jarang menghasilkan keputusan yang rasional 3. Lemah dalam mengelola resiko atau mencermati arah pasar 4. Terjebak dalam situasi trade yang tidak menguntungkan dan menunda keputusan exit 28
  • .Seluruh emosi manusia ini akan tercermin pada Price Action dan Chart sertamenjadi sumber peluang bagi successful trader.Kita dapat melihat faktor emosi dan mengenalinya pada chart. Kesuksesan kitasebagai trader tergantung pada kemampuan untuk memahami kondisi psikis yangmempengaruhi harga dan memanfaatkannya bagi keuntungan kita. Succeesfull traderadalah yang mampu melihat peluang yang timbul dari emosi serta kesalahan analisatrader lain.Emosi manusia serta pola pikir yang tidak rasional ini yang banyak membuatrepetitive pattern (pola berulang) pada chart dimana dapat kita identifikasi,manfaatkan, dan menjadi peluang mencetak profit. Inilah sebabnya mengapa perilakuharga menjadi penting karena tercermin pada pergerakan pasar akibat ketidakrasionalan yang ada pada diri kita dan selalu berulang. Memahaminya akan memberikita KEUNGGULAN (THE EDGE).To be continued............THE EDGE, inilah yang membedakan profesional dan amatir. Tanpa memilikikeunggulan, kita akan kehilangan uang dalam pertempuran. Profesional tidak akanmemilih trade yang high risk/low reward. Keunggulan itu sendiri adalah: setup padachart yang secara statistik memberi kita keuntungan dari perilaku pasar yangkemungkinan berulang diwaktu mendatang.4 Elemen Dasar Keunggulan: 1. Satu set rules atau metodelogi; rules ini harus jelas, dan Keep it Simple. Anda harus tahu apa yang anda lakukan dan mengapa melakukannya, serta anda ikuti rule secara konsisten 2. Optimum Entry; Jika anda mendapat signal buy, upayakan buy at the best level karena kita ingin harga bergerak sesuai analisa dan dalam waktu singkat. 3. Optimum Exit; entry buy saja tidak cukup, meskipun harga telah bergerak naik, kita harus close trade ini pada level yang optimum sesuai kondisi pasar. 4. Pemilihan portfolio; artinya sebagai trader kita harus mampu melakukan trade pada instrument apapun. Apakah harus trade EU tiap hari? AU atau GJ saja? jawabnya tidak, kita trade instrumen yang memberikan peluang setup terbaik. Memang sebagai pemula wajar anda fokus pada satu atau dua pair untuk dapat memahami karakteristiknya, namun sebagai trader anda bisa trade apapun. Jika GBP/CHF memberikan setup yang potensial, lakukan trade. Mengapa demikian? karena anda telah memiliki set rule, metode, dan yang anda trade bukan hanya sekedar instrumen EUR/USD namun lebih daripada itu adalah trade perilaku manusia yang tercermin pada perilaku market.Dimana kita temukan keunggulan ini: 1. Edge dapat ditemukan pada tempat pertempuran Buyer dan Seller yang paling sengit (S/D area), dan yang kita lakukan adalah menunggu untuk melihat siapa pemenang dan siapa yang kalah. 2. Support dan Resistance, breakout terjadi saat harga menembus S/R sebelumnya. Jika harga breakout maka trend follower akan bergerak mengikuti harga karena ada "gap" dalam persepsi manusia saat breakout terjadi 3. Harga saat mendekati level Support/Resistance sering menunjukkan ketidak stabilan; jika breakout maka harga cenderung terus bergerak untuk beberapa saat dan jarak yang ditempuh cukup substansial. 29
  • 4. Jika anda breakout trader, maka ambil posisi long saat break resistance atau supply area, dan ambil posisi sell jika break support atau demand area. 5. Exit buy pada short term resistance (supply), exit sell pada short term support (demand)Dalam melihat chart anda harus melihatnya dalam perspektif PROBABILITAS,karena :  Tidak ada yang tahu harga akan bergerak kemana (apakah naik atau turun)  Setiap trade dapat menjadi winner atau losserTapi kita ingin mencari trade yang memiliki probabilitas tinggi sehingga dalam jangkapanjang dapat secara konsisten menghasilkan lebih banyak winning trades ketimbanglosing trades. Kita tidak berupaya untuk memprediksi arah harga, karena Tuhan jugatidak meminta kita jadi peramal. Kebanyakan trader pemula mengambil jalan sebagaiperamal, dan sering mengucapkan "saya pikir dollar akan naik" atau "saya rasa GUakan turun", ini menunjukan mereka mencoba meramal masa depan. Jika benar makamereka akan merasa bahagia setinggi langit, namun jika salah mereka akan merasasangat terpukul dan mulai menyalahkan kanan kiri. Karena tidak ada yang tahukemana harga akan bergerak, mengapa anda harus meletakan beban dipundak untukmeramal harga?Yang anda perlukan adalah REAKTIF ketimbang PREDIKTIF. Jika terjadi kondisi X,maka anda bisa bertindak sebagai buyer, jika terjadi Y maka anda bertindak sebagaiseller. X dan Y adalah kondisi yang terjadi dalam pasar yang memenuhi kriteria setrule yang ada. Profesional trader tiap hari masuk dipasar tidak membuat prediksinamun bereaksi terhadap gerak harga day in day out, karena memliki set rule untukentry/exit dan hanya mengambil low risk/high reward trade. Kuncinya adalahkonsistensi.Trading itu simple namun tidak mudah. Dibutuhkan banyak waktu dan studi bagiseseorang untuk menyadari bahwa trading itu simpel. Dan perlu waktu waktubertahun-tahun (saya harap ini tidak terjadi pada anda) dengan banyak losing tradesuntuk membuat orang memahami betapa sulitnya untuk tetap simpel, serta tidakmelupakan prinsip dasar trading itu sendiri.Perilaku Harga (lanjutan...)Kemampuan melakukan multitugas: 1. Kumpulkan Semua Data: anda semaksimal mungkin bisa mengumpulkan semua data baik pada chart instrument FX maupun korelasinya pada market finansial lain. 2. Analisa Data: dapat melakukan analisa dalam waktu singkat untuk get in dan get out sesuai rules/metode yang spesifik. 3. Membuat Keputusan: Setelah analisa, anda buat keputusan spesifik yang harus diikuti secara konsisten. 4. Ambil Tindakan: Dari keputusan inilah anda melakukan entry/exit. Semakin cepat anda bertindak makin baik, apakah itu untuk entry atau exit. Jangan menunda suatu tindakan yang telah dirancang rapi, terutama jika trade tidak menguntungkan dan resiko melebihi toleransi, just get out. 30
  • Sebagai trader kita memiliki dua tanggung jawab utama: 1. Identifikasi dan kuantifikasi resiko; yang pertama kali dilakukan adalah kalkulasi resiko, karena itu kita menyebutnya Risk Reward Ratio. Resiko dulu yang dihitung baru kemudian reward, seperti orang dagang bicara "Kita ngomong pahitnya aja dulu dah!!" Jadi kalkulasi resiko yang dapat dikontrol/ditoleransi untuk setiap trade baik dalam pips atau nominal dollarnya. Kerugian harus bisa diterima karena itu adalah resiko yang telah diperhitungkan, dan harus dikontrol 100%. 2. Hanya ambil high probability trade; ikuti rule yang telah diberikan (nanti saya akan jabarkan lagi) yakni buy on demand, sell on supply, entry pada tiap berakout, atau entry saat pullback.Perilaku Harga dan Struktur Chart: 1. Kita berusaha mencari probabilitas (dari pola yang berulang) arah gerak harga. 2. Price adalah leading indicator; dengan menerima kenyataan bahwa manusia di finansial market digerakan oleh faktor emosional maka harga adalah leading indicator sebagai cerminan perilaku buyer/seller. 3. Mengetahui kondisi psikologi (sentiment) pasar; dari hargalah (leading indicator) kita ketahui apakah mereka bullish/bearish, gembira/kecewa dan dapat kita temukan pada chart lebih mudah daripada yang anda pikirkan. 4. Supply and Demand; semua kondisi psikologis ini akan memberi informasi untuk mengetahui supply dan demand.Informasi keuangan apa saja didunia ini yang diketahui (known) dan dapat diketahui(knownable) telah tercermin pada harga. Hal ini yang disebut discounted, dan pasaradalah tempat mekanisme discounted bekerja secara efisien, dimana event-eventfundamental telah tercermin pada harga yang bergerak lebih awal karena persepsi itutadi. Inilah yang disebut gerak "Smart Money" dari "informed buyer/seller" karenamereka memiliki akses dan sumber daya yang besar. Informed buyer/seller lebihsering bertindak sebelum "news" keluar, mungkin anda sering mendengar istilah "buyon rumours, sell on news", ini contohnya: 31
  • Contoh lain adalah saat The Fed memotong suku bunga 0.75% pada Maret 2008, bagiyang suka mengamati berita-berita fundamental akan tahu bahwa pemotongan iniadalah yang terbesar dalam sejarah The Fed. Kita gunakan chart UJ untuk melihatbagaimana smart money bermain:Biasanya The Fed menaikan atau menurunkan suku bunga rata-rata 0.25%, jadipersitiwa tanggal 18 Maret 2008 pukul 02.15 adalah sesuatu yang luar biasa (3 kalilipat). Harusnya UJ anjlok tajam, karena secara logika dollar melemah (suku bungaturun) dan yen menguat. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, begitu berita ini keluar,dollar justru menguat tajam dan membawa UJ melonjak 200 pips. Coba anda cermati,pasar hanya menjalankan mekanisme diskon. Perhatikan bahwa sebelum news inikeluar, UJ telah turun tajam hari itu dan hari-hari sebelumnya (seperti ketika AU naiksebelum RBA news), pasar telah mencerminkan skenario terburuk yang mungkinterjadi. Sehingga saat news keluar, sudah tidak ada stimulus lagi untung mendorongUJ tambah turun. Justru ini menjadi pemicu likuidasi short position dan open new buyposition, karena persepsi telah berubah.Sementara semua faktor fundamental telah didiskon oleh pasar dan telah tercerminpada harga, maka reaksi harga sekarang yang anda lihat adalah persepsi traderterhadap faktor fundamental yang tidak/belum diketahui (I hope I make myself clearon this one). Sekali lagi, harga saat ini adalah persepsi kita tentang fundamental yangtidak/belum diketahui.Definisi sederhana trend adalah sederet higher high dan sederet lower low. Hargabergerak mengikuti trend, dimana trend sendiri bergerak layaknya gelombang.Gelombang (wave) terbagi dua: 1. Impulse Wave (gerak searah trend); memberi tahu arah yang seharusnya kita ambil dalam melakukan trade. 2. Corrective Wave (gerak koreksi/berlawanan arah trend); adalah gelombang reaksi/koreksi yang memberi informasi hingga kita bisa entry pada level harga yang lebih murah (dalam hal uptrend) 32
  • Ingat bagaimana Laird Hamilton surfing searah ombak yang ganas? Sekiranya iamelawan ombak, tergulung habis si Laird dan tidak akan menjadi seorang legenda prosurfer yang masih hidup.Trend ini terjadi terlepas dari time frame yang anda gunakan, bisa terlihat pada M1hingga monthly frame, karena struktur harga dan struktur chart adalah konstan. Yangmembuat perberbedaan adalah manusia yang melakukan trade pada masing-masingframe tersebut, dan yang akan kita pelajari adalah bagaimana melakukan trade atasperilaku mereka. Ketika suatu trend telah dimulai, market akan terus bergerak dalamarah yang sama hingga suatu major event mengubah arah atau keseimbangannya.Persis seperti ombak yang bergerak hingga memecah bibir pantai. Diperlukan waktudan upaya yang besar untuk mengubah arah trend. Semakin besar frame yangdigunakan, makin signifikan gelombang yang ada. Jadi itulah yang saya maksudbahwa reversal adalah proses yang tidak terjadi begitu saja, butuh waktu dan tenagauntuk membalikan arah gelombang.Trader sebagai manusia biasa cenderung melakukan hal yang sama berulang kali,dengan demikian maka kesalahanpun sering terjadi berulang-ulang. Seperti katapepatah "Sejarah selalu berulang", gerak pasar dapat dikuantifikasi, setidaknyamemiliki pola yang berulang. Pola yang diakibatkan pergerakan harga, kita sebutsebagai signal.Market akan selalu berada dalam salah satu dari tiga kondisi berikut: 1. Trend 2. Konsolidasi 3. Reversal Anatomi dari Price ActionJika disebut downtrend, maka kita lihat sederet lower low (circle merah) dari titik A keB, sebaliknya uptrend adalah deretan higher high (circle hijau) dari B ke C. Diantara 33
  • trend yang sedang berjalan kita temui area konsolidasi (garis hitam). Pada trend yangterjadi (impulse wave) selalu muncul gelombang koreksi atau sering disebut jugadengan retracement. Trend akan terus bergerak dalam periode tertentu hinggaakhirnya mendapatkan reaksi yang lebih besar dan membalik arah trend (reversal).Perhatikan bahwa reversal membutuhkan waktu dan tenaga yang besar untuk bisamenandingi aksi gelombang yang ada. Pola ini terjadi berulang-ulang hanya skalanyasaja yang berbeda.Apa gunanya mengetahui sebuah trend? Jika kita dapat identifikasi sebuah trendterutama pada tahap awal terciptanya, maka kita tahu bahwa sederet higher highatau lower low kemungkinan besar (probabilitas) akan terjadi. Jadi ini memberipeluang untuk melakukan multiple entry searah dengan trend ketika retracementterjadi. FAKTA SEDERHANA: HARGA TIDAK PERNAH BERGERAK DALAM GARISLURUS., selalu bergerak zig zag. Jadi dengan memahami kenyataan ini, maka traderakan berhenti mencari OP diujung-ujung, dan akan memandang setiapkoreksi/retracement sebagai peluang untuk entry searah trend. Karena sekarang andamempunyai sistem dengan probabilitas tinggi, jika uptrend, setelah harga terdorongnaik, ia akan koreksi turun, kemudian bergerak naik lagi dan seterusnya.Persepsi vs RealityTadi malam saya menerima banyak pertanyaan baik melalui email dan chat mengenaipersepsi dan sentiment market. Umumnya mempertanyakan signifikansi dari persepsiterhadap aktivitas trading sehari-hari. Saya coba jabarkan saja disini dengan gambaragar lebih memahami betapa pentingnya persepsi kolektif buyer dan seller yangberakibat pada pergerakan harga. Saya akan tunjukan divergence, bukan divergencepada indi-indi macam macd, rsi, cci dll, namun divergence (perbedaan) antarafundamental yang menggerakan pasar dan aksi borong dollar secara teknikal akhir-akhir ini.Data diatas adalah faktor dan indikator fundamental USA yang menjadi parameterbagi The Fed mengambil kebijakan menaikan atau menurunkan suku bunga. Dari datayang ada kita bisa simpulkan bahwa ekonomi US secara fundamental tidak terlalumenunjukan perubahan signifikan, malahan banyak indikator ekonomi yangmemburuk. Hal ini akan membuat The Fed kecil probabilitasnya menaikan suku bunga 34
  • dalam waktu dekat. Artinya kebijakan mempertahankan dollar yang lemah masihmenjadi opsi pertama (walaupun pemerintah US gembar-gembor bicara tentangperlunya dollar yang kuat).Namun market sebaliknya berkata lain. Pada chart di atas, terlihat gerak naik dollarindex (DXY) yang cukup tajam beberapa pekan terakhir. Apa artinya ini semua?apakah pelaku pasar mengabaikan begitu saja fundamental dollar? apakah ekonomiUS lebih baik dari Eropa?Jawabannya ada pada PERSEPSI KOLEKTIF. Kita tahu bahwa market adalah tempatdimana mekanisme diskon berjalan dengan efisien. Semua informasi yang diketahui(Known) dan dapat diketahui (Knownable) telah didiskon atau tercermin padaharga. Harga yg saat ini bergerak, tick by tick, adalah harga persepsi atas faktorfundamental yang tidak/belum diketahui (Unknown). Jadi pelaku pasar telahmengetahui kondisi fundamental Amerika, namun ketidaktahuan/belum tahu akanbagaimana penyelesaian masalah Greece/Spain, membuat takut (Fear) pelaku pasardan mendorong aksi jual Euro yang masif hingga mencapai rekor tertinggi, aksi jualgold yang dalam sehari drop 5000 pips ($50), disisi lain mereka melakukan aksi belidollar sebagai langkah perlindungan. Ini persepsi vs realita.Sampai kapan aksi borong dollar berlanjut? Jawabannya menurut saya pribadi adadua: 1. Hingga keluar news release dari European Union tentang Greece/Spain/Portugal yang menenangkan pasar, dan ini akan memicu short covering Euro, bisa saja kita melihat gerak liar EU yang naik dengan cepat. 2. Secara teknikal dollar index mendekati level 50.0% fibo line (pada chart di atas) dari gelombang turun sejak Maret 2009, yang dapat menjadi resistance kuat menahan laju kenaikan dollarKarena itulah mengapa saya menempatkan sentiment indicator (COT, VIX, SWFX,SSI) sebagai indikator yang penting dalam mengukur dan melihat perilaku pelakupasar sebelum mengambil kesimpulan investasi atau trading.Identifikasi kondisi pasar dengan mengajukan sejumlah pertanyaan pada diri sendiri. Sebelum Entry: 1. Lihat kondisi yang ditunjukan chart saat ini, apakah trending? konsolidasi? jawab hanya YA atau TIDAK, jangan menjawab dengan mengatakan "saya pikir", "saya rasa"...jawaban mesti simple yes or no. 35
  • 2. Apakah momentum (saat trending naik/turun) semakin kuat? lemah? anda bisa lihat dari ciri body candle yang panjang (strong) atau pendek (weak)..yes or no. 3. Apakah price action searah dengan trend utama (gunakan frame besar)? 4. Apakah price action saat ini memasuki proses reversal (buy/sell climax)? (nanti saya akan terangkan lebih detil) 5. Apakah anda tahu area supply dan demand pada chart? 6. Apakah sudah menghitung resiko? 7. Apakah sudah kalkulasi reward?Misalnya anda ingin entry buy, maka tentu kondisi uptrend/strong momentum adalahyang paling ideal dan jawaban harus mendukung keputusan yang akan diambil. Setelah Entry: 1. Apakah harga bergerak searah analisa? sesuai ekspektasi? 2. Apakah perilaku gerak harga sesuai dengan analisa? momentum meningkat?Jika jawabannya adalah YA, maka tahan (hold) posisi anda hingga menghasilkan tradeyang maksimal sesuai trade plan yang ada. Jika jawabannya TIDAK, maka getout/exit, tidak perlu kita berargumentasi dengan Mr. Market.PRICE ACTION1. Harga lebih banyak bergerak diantara all time high dan all time low, dan sesekalimembuat new high/low.2. Perhatikan bagaimana uptrend berjalan pada chart. Setelah melonjak naik denganmomentum yang kuat (garis biru) harga akan istirahat. Sebagian orang mengatakanini area konsolidasi, sideway, koreksi, semuanya benar. Namun kita dapat sebut restarea (anggap seperti jalan tol luar kota) sebagai supply/demand zone yang 36
  • merupakan tempat dimana buyer/seller menerima area ini sebagai keseimbanganyang baru atau disebut juga Price Acceptance Zone.3. Pada point A, orang mulai berpikir "harga sudah cukup tinggi", "harga terlalu cepatnaiknya". Kondisi psikologis ini dapat berlangsung berminggu-minggu hinggabuyer/seller "MENERIMA" kenyataan bahwa inilah level harga yang fair yangmencerminkan keseimbangan permintaan/penawaran. 37
  • 4. Setelah semua pihak melihat kenyataan bahwa inilah level harga yang dapatditerima (acceptance), barulah gelombang beli terjadi lagi (garis merah) hinggamencapai area S/D berikutnya. Proses ini terjadi berulang-ulang. Coba bayangkanbahwa ini bukan pair EU tapi harga BBM yang dinaikan pemerintah tahun-tahun lalu.Bukankah kita perlu waktu untuk dapat terbiasa dengan level harga yang baru? yapaling ada protes disana-sini (konsolidasi), tetapi point utamanya adalah level hargabaru telah tercipta dan settle hingga kita bisa menerima kenyataan bahwa biaya hidupbertambah tinggi. Setelah kondisi psikologis mereda (sentiment pasar), pemerintahbisa naikan harga lagi...qqqq5. Garis biru dan merah disebut sebagai Impulse Wave yang menunjukan arah trend.Perilaku Harga (lanjutan...)Trending MarketTrend dalam banyak kasus tidak melakukan reversal tanpa memberikan signal atauperingatan dini bahwa ia akan berbalik arah. Tanda (sign) yang diberikan berupapola-pola harga dan terkadang diiringi oleh buying atau selling climax. Sepanjangsignal ini belum terlihat, maka trend yang ada masih valid.Kita harus pahami dua hal:1. Momentum mengiringi harga; momentum adalah velositas/kecepatan. Jika andalihat EU turun misalnya dari 1.40 menuju 1.35 dalam waktu 1 minggu kita tahubahwa ada momentum yang kuat dibalik price action tersebut ketimbang turun darilevel yang sama namun memakan waktu 1 bulan. Konsep penting ini harus andapahami benar, sehingga anda tidak terjebak mengambil posisi buy saat harga turundengan cepat karena menganggap harga sudah rendah (catch falling knife) dan akansegera balik arah. Semakin pendek waktu yang dibutuhkan harga untuk bergerak darisatu level ke level lainnya, makin kuat momentum yang ada. 38
  • Kita tidak perlu indikator apapun untuk mengetahui bahwa ada momentum kuatdibelakang turunnya EU. Gerak yang tajam (garis merah) ini adalah momentum, yangmakin tajam sudutnya makin kuat momentumnya. Inilah yang perlu kita cermati padachart,Dalam mempelajari Price Behaviour, saat downtrend, level terendah yang dicapaiharga sebelum berkonsolidasi dalam area keseimbangan disebut Momentum Low(ML). Di point ML ini (bukan making love yah..hehehe) seller begitu bernafsu untukjual, very excited.Jadi saat melihat chart, yang pertama kita cari adalah ML pada S/D zone (MH untukuptrend) dan kemudian menunggu konsolidasi agar dapat entry pada level harga yanglebih baik dalam zone tersebut. Ini adalah jenis entry untuk trader bertipe agresif.Sementara untuk trader yang lebih konservatif menunggu breaout ML, dan yangpaling konservatif menunggu pullback, seperti yang sudah dijelaskan pada awal-awalthread. Karena semua jenis entry memiliki kadar resiko berbeda. 39
  • 2. Momentum cenderung berakselerasi; Sepanjang deretan lower low (vertikalmerah) masih ada, maka kita sedang berada pada kondisi down trending. Dansepanjang momentum masih kuat mengiringi gerak harga, probabilitasnya adalahharga akan melanjutkan arah sesuai arah momentum. Breakout dari setiap zoneekuilibrium akan menjadi bukti meningkatnya volatilitas dan momentum sampai hargamencapai level ekuilibrium berikutnya dimana volatilitas dan momentum mereda.Perilaku Harga (lanjutan...)Sekedar mengulang beberapa konsep penting dari perilaku harga: 1. Price moves in Trend 2. Trend moves in Wave 3. Impulse Wave = Momentum bergerak sesuai arah trend 4. Yang diikuti oleh Corrective Wave = Koreksi = RetracementMarket akan selalu berada dalam salah satu dari tiga kondisi berikut: 1. Trend 2. Konsolidasi 3. ReversalDua hal tentang momentum: 1. Momentum mengiringi harga 2. Momentum cenderung berakselerasiTrending MarketBaik saya lanjutkan materi perilaku harga. Dalam suatu trending market kita dapatanalisa struktur gelombang (wave structure) dan ini sama sekali bukan tentang ElliotWave. Struktur gelombang dapat kita lihat pada tiap time frame, tidak terbatas padaframe besar saja.Kata kunci dari sebuah trend adalah SEDERET (SERIES), artinya 1 lower low dan 1lower high belum membentuk downtrend namun baru proses awal penciptaannya. 40
  • Pada chart di atas, yang memegang kendali akan sebuah downtrend adalah tiap pointH, karena dari sinilah pijakan trend untuk melanjutkan perjalanannya. Dari gambardiatas juga kita tahu bahwa HARGA TIDAK PERNAH BERGERAK DALAM GARIS LURUS,karenanya sangat logis untuk selalu dapat memanfaatkan setiap CorrectiveWave/Retracement sebagai entry karena kita bisa ekspektasi bahwa lower low akanterbentuk.down trendUptrend:Sebaliknya pada primary uptrend (B-C), tiap point L adalah pemegang kendali akankelanjutan trend. Setelah tercipta sebuah Momentum High (MH) yang akan disusuloleh Corrective Wave/Retracement, maka koreksi ini akan menjadi peluang entrykarena kita bisa ekspektasi bahwa sederet higher high probabilitasnya besar terjadi.Ketimbang mencoba OP melawan trend, sebaiknya kita anggap saja bahwa tiapkoreksi adalah hadiah atau bonus untuk entry buy dengan ekspektasi higher highberikutnya sesuai arah TREND/MOMENTUM/IMPULSE WAVE.Perilaku Harga (lanjutan...)Trending MarketAda beberapa hal yang patut dicermati pada trending market, yakni: 41
  •  Momentum yang mereda/berkurang pada suatu trending market, BUKAN tanda trend reversal namun hanya merupakan gerak istirahat ambil napas saja. Seperti layaknya anda berlari 100 meter, kemudian istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga yang hilang sebelum.  Berkurangnya momentum dan volatilitas adalah karena buyer dan seller sekarang sepakat/setuju untuk menerima level/area harga yang baru tercipta atau sebut saja level ekuilibrium (acceptance zone) yang baru.  Mereka (buyer/seller) akan terus bertransaksi (buy/sell) dalam kisaran sempit ini, aktivitas ini dikenal dengan sebutan Backing and Filling, yang pada akhirnya memperlihatkan pola/formasi yang anda kenal seperti triangle, flag, wedge, dll.Contoh momentum pada pair EU:Perhatikan perjalanan EU dari A ke B yang terdiri dari sederet lower low (L) dan lowerhigh (H). Setelah L tercipta, kita tahu ini adalah momentum low (ML). Dan dari zonaekuilibrium/konsolidasi kemudian koreksi hingga point H memberi peluang entry sellkarena ekspektasi dari sebuah downtrend adalah multiple lower low. Deretan lowerlow ini yang membentuk downtrend akan terus berjalan sepanjang momentum masihkuat menyertainya, dimana akhir dari sebuah perjalanan downtrend adalahmomentum turun akan hilang secara gradual dan menciptakan proses reversal(pembahasan reversal setelah ini).Contoh momentum pada pair GU: 42
  • Hampir sama seperti EU, pair GU pun sedang dalam kondisi downtrend denganmenciptakan sederet lower low lower high. Yang menarik adalah periode rangingmarket yang cukup lama pada TF Hourly ditandai oleh deret L1-L4 dan H1-H4. Dalamkondisi seperti ini, anda harus mengingat bahwa momentum yang ditunjukan olehtiap impulse wave dari point A adalah down. Sehingga opsi entry sell pada tiap koreksiyang ada menjadi logis, karena probabilitas serta ekspektasi dari trend yang adaadalah multiple lower low. Jika yang terpikir adalah melakukan aksi beli ini berartianda sedang melakukan counter trend trade, yang tidak hanya beresiko tapi jugaprobabailitasnya kecil.Dengan memahami perilaku harga pada sebuah trend, kita tidak lagi dalamkebimbangan untuk mengambil keputusan karena dengan sendirinya kita telahmemiliki sistem trading yang sederhana. Entah itu uptrend atau downtrend, setiapkoreksi adalah peluang, thats it, hingga akhirnya slogan "TREND IS YOUR FRIEND"menjadi kenyataan dan dapat diaplikasikan. Mudah-mudahan kita tidak lagi tradingseperti kondisi pada pic di bawah ini: “Some example post skipped” 43
  • @To All:Tidak sulit bukan menggunakan "Laporan Pandangan Mata" langsung dari tempatkejadian harga? hehehe...anggap bro/sis reporter TV dah, jadi kita trade apa yangkita lihat directly pada chart, just trust your eyes. Mungkin yang jadi pertanyaanadalah corrective wave dan konsolidasi itu seberapa jauh. Untuk itu anda dapatgunakan alat bantu lain seperti fibonacci, pivot, atau support/resistance area. Yangpenting anda tahu bahwa trend is on your side, dan trade sesuai momentum yangmenunjukan arah trend. Saya ambil contoh pergerakan GU.Dalam analisa trend, preferensi yang saya gunakan adalah frame daily. GU secarakasat mata sedang dalam downtrend ditunjukan oleh deretan lower low dan lowerhigh, seperti yang ditunjukan pic di bawah ini (garis putus-putus dari A ke B bukantrendline):Yang ingin kita lihat dan cari adalah momentum yang menunjukan tiap ML, karenasetelah itu kita tahu harga akan terkoreksi dan konsolidasi. 44
  • Koreksi dan konsolidasi ini kita coba ukur, bisa menggunakan pivot, fibo, ataupun S/Rline. Katakan downtrend GU baru tercipta dan kita telah melihat lebih dari satu lowerlow lower high, dan kita coba ukur gerak turun tersebut untuk mengetahui baikretracement maupun sejauh mana downtrend berlanjut. Kita ukur gerak turun dari Ake B, fibo level dapat membantu menunjukan area-area koreksi yang bisa kitagunakan sebagai pijakan entry sesuai trend dan momentum.Lebih jauh lagi dari level yang sama pada chart di atas dan tanpa mengubah posisifibo, kita bisa mendapatkan gambaran sejauh mana gelombang turun (extension line)dan koreksi yang menyertainya. 45
  • There you go, almost perfect. Nah gambar di atas telah menunjukan probabilitasgerak GU hingga tadi malam, yang mampir ke 161.8%. Gunanya adalah setidaknyaanda memiliki gambaran gerak harga dari level ke level, dan bisa digunakan untukmencari entry point pada koreksi yang ada. Bisa saja pada beberapa level, trade yangdilakukan menjadi losing trade namun probabilitasnya, most of the time, adalahwinning trade karena momentum dan trend menjadi acuan keputusan.Cara lain dalam memanfaatkan momentum gerak adalah menggunakansupport/resistance zone atau S/D zone. Coba kita drilled down GU hingga ke H1dimana kita ingin melihat momentum secara lebih dekat. Ada dua cara entry yangbisa kita lakukan yakni: 1. entry pada area konsolidasi sesuai arah momentum sebelumnya 2. entry pada breakoutGambar dibawah ini adalah cara yang sederhana dan tidak membuat mata capekdalam mengamati perilaku harga. 46
  • Seperti saya singgung sebelumnya, bahwa yang kita ingin lihat adalah momentumterutama yang strong. Anda dapat identifikasi strong momentum dengan melihatcandle yang panjang dan sedikit atau tidak ada wick (ekor). Karena candle tersebutmenunjukan dominasi dan total kontrol dari seller (downtrend) atau buyer (uptrend).Perhatikan gambar di bawah ini pada tiap arrow yang menunjukan seller memegangkendali terhadap gerak harga.Perhatikan pula pada konsolidasi yang terjadi setelah strong momentum menunjukanharga beristirahat ambil napas, inilah yang disebut Price Acceptance Zone (PAZ)dimana pelaku pasar mulai menerima keseimbangan baru dari harga yang ada. 47
  • May the momentum be with you...(udah kayak film Star Wars aja yah hehehe..)Perilaku Harga (lanjutan...)Tetap berlatih dan sempurnakan latihan, jangan cepat bosan dalam melatih koordinasimata kepala. Tools yang powerfull dalam kondisi market apapun hanyalah HumanMind, kombinasikan dengan Pandangan Mata, anda memiliki senjata ampuh dalammengahadapi pertempuran FX ini. Bukan robot bukan indikator, rasanya menyakitkankita yang dianugrahi otak brilliant disebut sebagai trader tidak punya otak.REVERSALBagaimana kita mengetahui sebuah trend telah berakhir? Kita coba pelajari tekniksederhana identifikasi akhir sebuah trend dan proses reversalnya. Reversal atauperubahan arah trend terjadi karena mayoritas winning trader mulai melepas posisi.Dalam downtrend, seller melakukan likuidasi posisi atau dikenal dengan istilah shortcovering. Pada uptrend, buyer melakukan hal sebaliknya yakni likuidasi long position.Proses terbentuknya reversal tidaklah mudah, apalagi jika kita bicara primary trendpada frame besar. Yang kita harus pertimbangkan adalah seberapa lama trend yangada saat ini telah berjalan, semakin panjang waktu tempuh sebuah trend, makinbesar tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses reversal. Kapal tanker lebihsulit untuk berbalik arah dan membutuhkan radius putar lebih besar ketimbangsampan kecil.Ada beberapa tanda dan peringatan dini dalam proses reversal:1. Tedapat suatu periode konsolidasi, dimana momentum berkurang/hilang. Hilangnyamomentum menghentikan laju trend, jika downtrend maka lower low tidak terciptalagi malah sebaliknya tercipta HIGHER LOW. 48
  • 2. Pada downtrend, umumnya tercipta selling climax. Pada uptrend terjadi buyingclimax 49
  • 3. Breakout dari zone konsolidasi yang berlawanan arah dengan trend sebelumnya.4. Umumnya breakout tersebut akan diikuti oleh pullback atau weak test (bisa sekali,bisa lebih) ke zona konsolidasi sebelumnya (garis merah)5. Harga bounce back (mantul) dari area konsolidasi dan melanjutkan geraknyamelewati high sebelumnya. 50
  • 6. Gerak naik ini akan melewati high dari breakout sebelumnya, dan pada titik inilahstruktur trend berubah, dan kita dapat katakan telah terjadi Trend Change (TC).Trend ibarat sebuah struktur bangunan yang terdiri dari kolom-kolom, jika kolombangunan berubah maka bangunan tersebut runtuh.Pada kondisi market apapun, selalu upayakan identifikasi kondisi pasar terlebihdahulu, hingga kita bisa mengetahui apakah akan menjadi buyer atau seller sebelummengambil keputusan entry.Laporan pandangan mata dari tempat kejadian perkara GBP/JPY.Jika diperhatikan pada daily frame, maka sangat jelas bahwa pair ini sedang dalamkondisi downtrend, seperti terlihat dari sederet lower low dan lower high dari A ke B.Lower low ini yang disebut momentum low atau ML. Guna dari sebuah ML adalah kitadapat mengetahui bahwa koreksi dan konsolidasi akan terjadi. Koreksi ini yangmenjadi tempat peluang entry. Keputusan untuk menjadi buyer atau seller bagi sayapribadi diambil pada frame daily karena acuan trend adalah daily. Sehingga frame-frame di bawahnya tidak membuat bias, dimana posisi sebagai seller (dalam contohdowntrend ini) berlaku pada tiap frame dibawahnya. 51
  • Coba turun ke TF H4 untuk melihat lebih dekat price action, maka kita dapat lihatbeberapa momentum down candle yang kuat. Ini menambah yakin bahwa sellerpegang kendali dalam gerak harga.Untuk entry bisa dilakukan di frame H1, dan juga untuk presisi entry bisa digunakanalat bantu seperti fibo level. Karena telah mengambil keputusan untuk menjadi Seller,maka setelah pengukuran yang dilakukan adalah mencari posisi sell pada area dimanaharga terlihat tidak mampu melanjutkan koreksinya. Pada contoh di bawah ini adalahlevel 50% fibo line pada frame H1. 52
  • Setiap trade berpeluang menjadi winning atau losing trade, tapi setidaknya trade withlady trend mengurangi resiko dagang.Semoga membantu..............Originally Posted by myrobertaOm .. Samisebenernya saya masih bingung mencari lady tren.. atau saya sendiri yangmembuatnya jadi sulit memahami. Krn begitu pentingnya fungsi si lady ini untukmenentukan keputusan sebagai pembeli atau penjual.. maka harus saya tanyakan..saya sertakan dg gambar y om..terlihat jelas dengan mata lady tren adalah "down"karena C ( harga saat ini ) lebih rendah dari A , dalam bahasa KG jika titik acuan kitamelihat C dari A.tetapi jika kita pindahkan acuan ke titik B.. kondisinya adlah "Up"pertanyaanya lady tren mana om yang kita ajak untuk 53
  • terima kasih banyak..Salam Untuk Keluarga TersayangHan@Mas Han;Saya gunakan pendekatan sederhana dan kembali ke..LAPTOP (ooo salah itu siTukul), kembali ke definisi trend yakni sederet lower low dan lower high bagidowntrend, sebaliknya higher high higher low bagi uptrend. Dari A ke B, jelas kitalihat deretan lower low lower high. Sementara dari B ke C baru deret higher high,namun belum deret higher low. Kata kunci dari trend adalah DERET atau SERIES.Yang kedua adalah saya melihat primary trend (trend utama) pada framebersangkutan, yang dari pic mas Han adalah down (A-B). Bisa saja gerak B-C adalahproses reversal namun sepanjang belum mengubah struktur trend utama yangmengakibatkan Trend Change (TC), saya sandarkan keputusan trade pada trendutama. Terlebih lagi seperti yang pernah saya singgung bahwa suatu reversal tidakterjadi sehari semalam. Reversal adalah proses, semakin lama dan panjang waktuperjalanan sebuah trend utama, makin banyak tenaga dan waktu bagi prosesreversal-nya. Radius putar kapal tanker lebih besar dari sampan biasa.Semoga membantu................ Taken from Supply and Demand Thread at www.kgforexworld.com Edited by touch the sky, shared by http://forex.gubugreyot.com 54