Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Hadits - كبائر الذنوب (Dosa-Dosa Besar)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Hadits - كبائر الذنوب (Dosa-Dosa Besar)

  • 9,270 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
9,270
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
104
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • الإشراكmenyekutukan
  • Syirik yg terus dilakukan sampai mati Syirik kecil bukan termasuk dosa besar, tetapi yang diharamkan : riya, sum’ah,
  • KBBI: tidak beribu/berayah yang ditinggal mati. Piatu: tidak berayah&beribu. Tradisi yang mengurus anak adalah ayah.
  • Orang yang ketika negaranya diserbu musuh, tetapi ia tidak ikut serta utk menyerbu musuh. Menganut hak yang dilanggar oleh satu pihak. Al-quran adalah wahyu terakhir, tidak ada nabi pula setelah Muhammad (maka aliran Muhammadiyah adalah menyeleweng dari ajaran Islam) maka tidak boleh pergi haji ke Makah.
  • Membunuh dengan membuang anak: qiyas musawi (setara).Uff: kotoran kuku yang ada pada binatang, yang biasa lafaz ini digunakan untuk melecehkan. Ungkapan yang merendahkan/melecehkan Qiyas mulawi : memukul, meludahi,

Transcript

  • 1. Abqori Hisan Jajang Supriatman Vionia Gemifanny Lola Nurhidayat y
  • 2. Hadits 1 syirik terhadap Allah, durhaka terhadap orang tua, membunuh, dan persaksian palsu
  • 3. Hadits Anas Radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai dosa-dosa besar, kemudian beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh seseorang dan persaksian palsu.” (HR Bukhari, Muslim)
  • 4. syirik kata syirik berasal dari kata syarika, yasyriku yang artinya bersekutu, atau menduakan. Sedangkan menurut istilah menjadikan sekutu bagi Allah, baik dalam zat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, maupun dalam ketaatan yang seharusnya ditujukan hanya untuk Allah semata. Dalam hadis disebutka nsyirik dalam posisi pertama karena syirik merupakan dosa yang sangat besar dan Allah tidak akan mengampuni bagi orang yang melakukan syirik.
  • 5. Durhaka terhadap orang tua Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar yang selanjutnya. Allah juga melarang orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah:
  • 6. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan „ah‟ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.”
  • 7. Membunuh Yang dimaksud disini yaitu membunuh seseorang dengan sengaja dengan tanpa sebab apapun. Dalam fiqih jinayat ada yang namanya Qatlul ‘amd yaitu pembunuhan yang dilakukan secara sengaja dengan niat ingin membunuh dan menggunakan alat yang mematikan.
  • 8. Persaksian palsu Melakukan suatu kesaksian yang bohong atau mengada-ngada. Orang yang melakukan kesaksian palsu maka itu ditolak, Nabi bersabda dari Nu‟man r.a yang artinya “ Nabi menolak seseorang yang melakukan kesaksia palsu.” Adapula kitab syarah shahih bukhari yang dimaksud dengan kata yaitu syirik kepada Allah.
  • 9. Hadits 2 tujuh dosa besar
  • 10. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jauhilah tujuh dosa besar yang dapat merusak amal-amal kebaikan.” Para sahabat bertanya, “Apa saja itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haknya, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari barisan perang, dan menuduh berzina wanita-wanita menjaga kehormatan yang lengah lagi beriman.” (HR Bukhari Muslim)
  • 11. SIHIR Mayoritas ulama berpendapat sihir itu hukumnya haram. Mempraktekkan, mempelajari, dan mengajarkan sihir itu termasuk dosa besar. Namun menurut sebagian ulama dari kalangan mazhab Syafi‟i, mempelajari sihir itu hukumnya tidak haram. Tetapi boleh saja jika hanya sekedar untuk pengetahuan dan untuk mengembalikan sihir kepada pelakunya dan untuk membedakannya dengan karomah para wali. Orang yang berpendapat seperti itu mungkin mengartikan bahwa yang dimaksud dalam hadits ialah mempraktekkan sihir.
  • 12. MENUDUH MUSLIMAH TAAT BERZINA menuduh berzina wanita yang mejaga kehormatan yang (tidak pernah mempunyai pikiran untuk berzina) lagi beriman, yaitu menuduh berzina wanita-wanita yang baik, lurus, yang telah berkeluarga, yang berstatus merdeka, dan beriman. Predikat-predikat tersebut tercakup dalam pengertian sifat terhormat. Dan pada hakikatnya, seorang wanita itu terhormat karena Islam, ia menjaga kesuciannya, menikah, dan berstatus merdeka. sebagaimana firman Allah:
  • 13. “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orangorang yang fasik.” – an-Nur: 4
  • 14. Memakan riba Allah pula mengancam orang-orang yang memakan harta riba dengan berbagai jenis siksaan pada hari kiamat nanti, sebagaimana firman-Nya: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” - QS Al-Baqarah: 275
  • 15. Memakan harta anak yatim Memakan harta anak yatim. Sesungguhnya Allah sangat mengharamkan perbuatan tersebut. Al-Qur‟an mnyuruh untuk memuliakan anak yatim, mengembangkan hartanya, dan mengurusnya dengan baik, supaya ia tumbuh menjadi orang yang kuat, mulia, dan saleh. Allah Ta‟ala juga berfirman:
  • 16. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kau berlaku sewenang-wenang” dan “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kau menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kau makan karta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.” - QS Adh-Dhuha: 9
  • 17. Lari dari barisan perang Berpaling dari barisan perang, yaitu melarikan diri dari medan pertempuran alias tidak berani maju. Sesungguhnya Al-Qur‟an mengancam orang yang melakukan perbuatan tercela seperti itu. Allah Ta‟ala berfirman:
  • 18. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kau bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kau membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” – al-Anfal: 15-16
  • 19. Hadits 3 membunuh anak
  • 20. Dari Abdullah bin Mas‟ud Radhiyallahu anhu berkata: aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Allah yang telah menciptakanmu.” “Kemudian apa lagi?” beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir ia akan memakan makananmu.” “Kemudian apa lagi?” beliau menjawab, “engkau berzina dengan istri tetanggamu.” (HR Bukhari)
  • 21. Membunuh anak sendiri karena khawatir ia akan memakan makananmu, merupakan salah satu dosa besar. Karena sudah menjadi tradisi bangsa Arab di zaman Jahiliyah adalah membunuh anak-anak mereka karena takut miskin dan aib. Kemudian Allah Ta’ala menjelaskan bahwa yang menanggung dan memberi rizki anak-anak adalah Allah semata, sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman-Nya:
  • 22. “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena khawatir akan miskin. Kami-lah yang akan memberikan rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” – al-Isra: 31 “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena sebab kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rizqi kepadamu dan juga kepada mereka.” – Al-An‟am:151
  • 23. PENJELASAN KETIGA HADITS Syirik, durhaka terhadap orang tua, membunuh, persaksian palsu, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari barisan perang, menuduh wanita berzina, dan membunuh anak takut miskin.