BAB I                                PENDAHULUANA. Latar Belakang      Filsafat lebih dikenal sebagai ilmu yang mencari ha...
Berdasarkan pada pendekatan sejarah gereja, saat itu tindakan gereja sangatmembelenggu kehidupan manusia. Manusia tidak la...
BAB I                                  PEMBAHASAN                         FILSAFAT ABAD PERTENGAHANA. ZAMAN PATRISTIK  1. ...
2.   Tokoh Filosof dan karakteristik Filsafat Patristik     a.    Justinus Martir                Nama aslinya Justinus, ke...
Astronomi. Mempelajari Anatomi menjadikan manusia materialistis. Filsafat          dan Sains jangan disentuh. Akal mati, h...
Zaman Skolastik dimulai sejak abad ke-9. Kalau tokoh masa Partistik   adalah pribadi-pribadi yang lewat tulisannya memberi...
dan filosof pertama Skolastik. Jasanya adalah menerjemahkan logika      Aristoteles ke dalam bahasa Latin dan menulis bebe...
perbintangan dan musik. Sekolah yang mula-mula ada di biara Italia Selatan ini     akhirnya berpengaruh ke daerah-daerah y...
Seorang Skot dari ordo Fransiskan. Ia belajar di Cambridge, Oxford danParis yang kemudian menjabat menjadi guru besar di p...
Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat   Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbah...
dan yahudi eropa barat mulai lebih mengenal karya-karya Aristoteles melalui karya     para Bapak gereja Timur yang pada ma...
terlibat konflik berkepanjangan dengan gereja dan negara. William Occam       merasa membela agama dengan menceraikan ilmu...
b. Orang-orang Barat itu mengenal Aristoteles berkat tulisan dari para ahli pikir    Islam, terutama Ibnu Rusyd sehingga I...
Dalam hal tersebut Al-Kindi tetap pada prinsip teologi islam bahwa semuadiciptakan Tuhan dan Tuhan di atas ketentuan hukum...
memikirkan sesuatu di luar dirinya menyebabakan timbulnya akal lain yang      dinamakan akal pertama ( Al- Aqlu awwal).   ...
renaissance, humanisme, dan reformasi yang berlangsung antara abad ke-14 hinggake-16.a. Renaissance    Renaissance atau ke...
Simbol bagi perubahan zaman dari gelapnya abad pertengahan menuju abadmodern adalah terbuktinya teori Copernicus, yang jug...
BAB III                                  PENUTUPA. Kesimpulan   Bedasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan sebagai be...
PETA KONSEP                                    Makna Zaman Patristik                                 Tokoh Filosof Zaman P...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah filsum siap di print

3,740

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,740
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
50
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah filsum siap di print

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Filsafat lebih dikenal sebagai ilmu yang mencari hakikat dari segala sesuatuyang ada. Selain itu, filsafat juga dapat dikatakan sebagai metode atau cara yangradikal hendak mencari keterangan yang terdalam tentang segala sesuatu yang ada.Sehingga filsafat adalah awal dimana manusia mulai mengembangkan berbagai jenisilmu. Dari serangkaian proses tersebut, maka wajar dikatakan bahwa filsafat adalainduk dari segala ilmu yang ada. Filsafat sendiri dibagi menjadi beberapa periode, yaitu; periode kuno, klasik,abad pertengahan, modern dan masa kini. Dapat dikatakan pada awal kemunculanfilsafat, para tokoh-tokohnya lebih tertarik pada alam atau lebih bersifat cosmosentris.Kemudian menginjak zaman klasik, pemikiran para tokoh-tokohnya tidak lagi bersifatcosmosentris, namun lebih condong pada etika manusia. Pada masa ini, terjadiperistiwa dialog antara kaum sophis dengan socrates. Sedangkan pada abadpertengahan, para tokoh-tokohnya tidak lagi membicarakan hal-hal mengenai alamdan manusia, melainkan pada Tuhan atau bercorak Theosentris Abad pertengahan merupakan kurun waktu yang khas. Secara singkat dikatakanbahwa dominasi agama kristen sangat menonjol. Perkembangan alam pikiran harusdisesuaikan dengan ajaran agama. Pada masa ini juga dikatakan masa kemerosotandimana pemikiran para filosof dibatasi oleh pihak gereja, yang mengakibatkanpemikiran-pemikiran para pada abad tersebut terhambat. Karena hal itulah pada abadini sering juga disebut abad kegelapan. Filsafat abad pertengahan menggambarkan suatu zaman yang baru di tengah-tengah suatu perkumpulan bangsa yang baru, yaitu bangsa eropa barat. Pada masapertumbuhan dan perkembangan filsafat eropa (sekitar lima abad) belummemunculkan ahli pikir (filosuf), akan tetapi setelah abad ke-6 masehi, baru munculahli pikir yang mengadakan penyelidikan filsafat. Jadi, filsafat Eropa yang mengawalikelahiran filsafat barat abad pertengahan. 1
  2. 2. Berdasarkan pada pendekatan sejarah gereja, saat itu tindakan gereja sangatmembelenggu kehidupan manusia. Manusia tidak lagi memiliki kebebasan untukmengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya. Para ahli pikir saat itu jugatidak mempunyai kebebasan berpikir. Apalagi terdapat pemikiran-pemikiran yangbertentangan dengan agama ajaran gereja. Siapa pun orang yang mengemukakannyaakan mendapatkan hukuman berat. Pihak gereja melarang diadakannya penyelidikan-penyelidikan berdasarkan rasio terhadap agama. Karena itu, kajian terhadap agama(teologi) yang tidak berdasarkan ketentuan gereja akan mendapatkan larangan ketat.Yang berhak mengadakan penyelidikan terhadap agama hanyalah pihak gereja.Kendati demikian, ada juga yang melanggar peraturan tersebut dan mereka dianggaporang murtad dan kemudian diadakan pengejaran.B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah sejarah filsafat pada abad pertengahan? 2. Siapakah tokoh-tokoh filosof pada abad pertengahan? 3. Apakah ciri filsafat pada abad pertengahan? 4. Bagaimanakah perkembangan filsafat pada abad pertengahan?C. Tujuan 1. Untuk mengetahui sejarah filsafat pada abad pertengahan. 2. Untuk mengetahui tokoh-tokoh filosof pada abad pertengahan 3. Untuk mengetahui ciri filsafat pada abad pertengahan 4. Untuk mengetahui perkembangan filsafat pada abad pertengahan. 2
  3. 3. BAB I PEMBAHASAN FILSAFAT ABAD PERTENGAHANA. ZAMAN PATRISTIK 1. Makna Patristik Istilah Partistik berasal dari kata latin patres atau pater yang berarti bapak dalam lingkungan gereja, yang artinya para pemimpin gereja. Para pemimpin gereja ini dipilih dari golongan atas atau golongan ahli pikir. Dari golongan ahli pikir inilah menimbulkan sikap yang beragam pemikirannya. Mereka ada yang menolak filsafat Yunani dan ada yang menerimanya (Hadiwijono, 1995 : 72). Bagi mereka yang menolak, alasannya karena beranggapan bahwa sudah mempunyai sumber kebenaran yaitu firman Tuhan, dan tidak dibenarkan apabila mencari sumber kebenaran yang lain seperti dari filsafat Yunani. Bagi mereka yang menerima sebagai alasannya beranggapan bahwa walaupun telah ada sumber kebenaran yaitu firman Tuhan, tetapi tidak ada jeleknya menggunakan filsafat Yunani hanya diambil metodosnya saja (tata cara berpikir). Juga, walaupun filsafat Yunani sebagai kebenaran manusia, tetapi manusia juga sebagai ciptaan Tuhan. Jadi, memakai atau menerima filsafat Yunani diperbolehkan selama dalam hal-hal tertentu tidak bertentangan dengan agama. Perbedaan pendapat tersebut berkelanjutan, sehingga orang-orang yang menerima filsafat Yunani menuduh bahwa mereka (orang-orang Kristen yang menolak filsafat Yunani) itu munafik. Kemudian, orang-orang yang dituduh munafik tersebut menyangkal, bahwa tuduhan tersebut dianggap fitnah. Dan pembelaan dari orang-orang yang menolak filsafat Yunani mengatakan bahwa dirinyalah yang benar-benar hidup sejalan dengan Tuhan. Akibatnya, muncul upaya untuk membela agama Kristen, yaitu para apologis (pembela iman Kristen) dengan kesadarannya membela iman Kristen dari serangan filsafat Yunani. Para pembela iman Kristen tersebut adalah Justinus Martir, Irenaeus, Klemens, Origenes, Gregorius Nissa, Tertullianus, Diosios Arepagos, Au-relius Augustinus. 3
  4. 4. 2. Tokoh Filosof dan karakteristik Filsafat Patristik a. Justinus Martir Nama aslinya Justinus, kemudian nama Martir diambil dari istilah "orang-orang yang rela mati hanya untuk kepercayaannya". Menurut pendapatnya, agama Kristen bukan agama baru karena Kristen lebih tua dari filsafat Yunani, dan Nabi Musa dianggap sebagai awal kedatangan Kristen. Padahal, Musa hidup sebelum Socrates dan Plato. Socrates dan Plato sendiri sebenarnya telah menurunkan hikmahnya dengan memakai hikmah Musa. Selanjutnya dikatakan bahwa filsafat Yunani itu mengambil dari kitab Yahudi. Pandangan ini didasarkan bahwa Kristus adalah logos, telah membagi-bagikan benih logos kepada seluruh umat manusia, sehingga pada para orang yang bukan kristen telah juga tertanam rasa kebenaran, bagi yang baik. Tiap orang yang telh mendapat bagian benih logos itu sebenarnya adalah orang kristen, sekalipun ia tidak dibaptis. Dalam mengembangkan aspek logosnya ini orang-orang Yunani (Socrates, Plato dan lain-lain) kurang memahami apa yang terkandung dan memancar dari logosnya, yaitu pencerahan sehingga orang-orang Yunani dapat dikatakan menyimpang dari ajaran murni. Mengapa mereka menyimpang? Karena orang-orang Yunani terpengaruh oleh demon atau setan yang dikepalai oleh iblis. Demon atau setan tersebut dapat mengubah pengetahuan yang benar kemudian dipalsukan. Jadi, agama Kristen lebih bermutu dibanding dengan filsafat Yunani (Muzairi, 2009: 68). b. Agustinus Agustinus adalah seorang pujangga gereja dan filsuf besar. Agustinus mengganti akal dengan iman; potensi manusia yang diakui pada zaman Yunani diganti dengan kauasa Allah. Ia mengatakan bahwa kita tidak perlu dipimpin oleh pendapat bahwa kebenaran itu relatif. Kebenaran itu mutlak yaitu ajaran agama. Moral berpuncak pada dosa Adam, kehidupan pertapa adalah kehidupan terbaik. Hati memerlukan kehidupan demikian. Ia juga mengatakan bahwa mempelajari hukum alam adalah mubadzir, memboroskan waktu. Ia berkutat bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Intelektualisme tidak penting, yang penting adalah cinta kepada Tuhan. Tidak perlu dipikir, tanya hati Anda, siapa pencipta alam ini. Untuk itu hati bersih, harus hidup. Maka kehidupan berbujang adalah kehidupan terpuji. Manusia dilarang mempelajari 4
  5. 5. Astronomi. Mempelajari Anatomi menjadikan manusia materialistis. Filsafat dan Sains jangan disentuh. Akal mati, hati menang. Pada pemikiran Augustinus, ada beberapa hal penting yang dapat dipahami, yaitu sebagai berikut: a. Iluminasi atau penerangan. Rasio insani hanya dapat abadi jika mendapat penerangan dari rasio ilahi. Allah adalah guru yang tinggi dalam batin kita dan menerangi roh manusia. b. Dunia jasmani yang terus menerus berkembang bergantung kepada Allah. Mula-mula, Allah menciptakan materi yang tidak mempunyai bentuk tertentu, tetapi mengandung benih berupa prinsip bagi perkembangan jasmani. Menurut pandangannya bahwa didalam benih itu segala hal telah ada, seperti sesudah telur, lahirlah ayam. Suatu masalah tida akan mencapai jalan buntu apabila berdasarkan Al-Kitab. c. Manusia yang dipengaruhi platonisme, tetapi tidak mengakui dualisme ektrem plato, jiwanya senantiasa terkurung tubuh. Tubuh bukan sumber kejahatan. Sumber kejahatan adalah dosa yang berasal dari kehendak bebas (Tafsir, 2001 : 71). Untuk mengetahui corak pemikiran abad pertengahan, perlu dipahami karakteristik dan ciri khas pemikiran filsafatnya. Beberapa karakteristik yang perlu dikeahui diantaranya sebagai berikut: 1. Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja 2. Bersifat terlalu yakin terhadap penafsiran teks kitab suci 3. Berfilsafat didalam lingkungan ajaran aristoteles 4. Berfilsafat dengan pertolongan Augustinus 3. Sumbangan Filsafat Patristik terhadap perkembangan ilmu Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani dan menyebar luaskannya sedemikian rupa sehingga dapat dikenal dunia Barat seperti sekarang ini. Memperluas pengamatan dalam lapangan ilmu kedoteran, obat-obatan, astronomi,ilmu kimia, ilmu bumi, dan ilmu tumbuh-tumbuhan. Menegaskan system decimal dan dasar-dasar aljabarB. ZAMAN SKOLASTIK AWAL 1. Makna Skolastik 5
  6. 6. Zaman Skolastik dimulai sejak abad ke-9. Kalau tokoh masa Partistik adalah pribadi-pribadi yang lewat tulisannya memberikan bentuk pada pemikiran filsafat dan teologi pada zamannya, para tokoh zaman Skolastik adalah para pelajar dari lingkungan sekolah-kerajaan dan sekolah-katedral yang didirikan oleh Raja Karel Agung (742-814) dan kelak juga dari lingkungan universitas dan ordo-ordo biarawan. Filsafat mereka disebut “Skolastik” (dari kata Latin “scholasticus”, “guru”), karena pada periode ini filsafat diajarkan dalam sekolah-sekolah, biara dan universitas-universitas menurut suatu kurikulum yang baku dan bersifat internasional. Dengan demikian, kata “skolastik” menunjuk kepada suatu periode di Abad Pertengahan ketika banyak sekolah didirikan dan banyak pengajar ulung bermunculan. Namun, dalam arti yang lebih khusus, kata “skolastik” menunjuk kepada suatu metode tertentu, yakni “metode skolastik”. Dengan metode ini, berbagai masalah dan pertanyaan diuji secara tajam dan rasional, ditentukan pro-contra-nya untuk kemudian ditemukan pemecahannya. Tuntutan kemasukakalan dan pengkajian yang teliti dan kritis atas pengetahuan yang diwariskan merupakan ciri filsafat Skolastik. Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, sebagai berikut: a. Filsafat Skolastik adalah filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama. Skolastik ini sebagai bagian dari kebudayaan abad pertengahan yang religius. b. Filsafat Skolastik adalah filsafat yang mengabdi pada teologi atau filsafat yang rasional memecahkan persoalan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada, kejasmanian, kerohanian, baik buruk. c. Filsafat Skolastik adalah suatu sistem filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat, akan dimasukkan ke dalam bentuk sintesis yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal. d. Filsafat Skolastik adalah filsafat Nasrani karena banyak dipengaruhi oleh ajaran gereja.2. Tokoh Filosof dan karakteristik Filsafat Skolastik Awal 1. Tokoh Filsafat Skolastik Awal a. Boethius (480-524 M), dalam usianya yang ke-44 tahun, mendapat hukuman mati dengan tuduhan berkomplot. Ia dianggap sebagai filosof akhir Romawi 6
  7. 7. dan filosof pertama Skolastik. Jasanya adalah menerjemahkan logika Aristoteles ke dalam bahasa Latin dan menulis beberapa traktat logika Aristoteles. Boethius adalah seorang guru logika pada abad pertengahan dan mengarang beberapa traktat teologi yang dipelajari sepanjang abad pertengahan. b. Kaisar Karel Agung yang memerintah pada awal abad ke-9 yang telah berhasil mencapai stabilitas politik yang besar. Hal ini menyebabkan perkembangan pemikiran kultural berjalan pesat. Pendidikan yang dibangunnya yaitu diantaranya pendidikan yang digabungkan dengan biara dan pendidikan yang dibangun raja atau kerabat kerajaan. (Muzairi, 2009:73) 2. Karakteristik Filsafat Skolastik Awal Zaman Skolastik awal ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat. Yang tampak pada permulaan ialah persoalan tentang universalia. Secara umum, karakteristik zaman skolastik awal, yaitu: 1. Bertujuan untuk memperlihatkan penerimaan kebenaran dengan metode deduksi. 2. Minat ilmiah adalah dunia yang superior. 3. Keinginan untuk menyediakan dalil ilmiah mengembangkan filsafat baru. 4. Keilmiahannya metapisikal, lebih peduli tehadap kejiwaan daripada bagaimana ia dilakukan (etika, psikologi) maka mereka mengabaikan fakta studi empiris. 5. Kebaikan tertinggi adalah renungan hidup tentang keyakinan dan pengetahuan. 6. Kebenaran yang diterima oleh indera dianggap tidak penting: berpikir itu penting dan logika silogistik esensial dalam memunculkan ilmu pengetahuan. 7. Karena orang-orang yang berpendidikan menjadi penganalisis kehidupan yang lebih cerdas dengan menggunakan logika.3. Sumbangan Filsafat Skolastik Awal terhadap perkembangan ilmu Zaman skolastik awal ini, berdiri sekolah-sekolah yang menerapkan studi duniawi meliputi tata bahasa, retorika, dialektika, ilmu hitung, ilmu ukur, ilmu 7
  8. 8. perbintangan dan musik. Sekolah yang mula-mula ada di biara Italia Selatan ini akhirnya berpengaruh ke daerah-daerah yang lain.C. ZAMAN KEJAYAAN SKOLASTIK Abad ke-12 adalah abad pertumbuhan yang cepat dari peradaban abad pertengahan. Dalam abad ini ilmu pengetahuan berkembang sedemikian rupa hingga timbul harapan baru bagi masa depan yang cerah. Pada masa ini ilmu alam, ilmu pasti dan ilmu kedokteran menarik perhatian (berkembang pesat). Semuanya itu menjadikan abad ke-13 menjadi abad kejayaan skolastik. 1. Faktor Pendorong Kejayaan Skolastik a. Adanya pengaruh Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, sejak abad ke-12 sampai ke-13 telah tumbuh menjadi ilmu pengetahuan yang luas. b. Tahun 1200 didirikan Universitas Almamater di Prancis. Ini merupakan gabungan dari beberapa sekolah. Almamater inilah sebagai awal berdirinya Universitas di Paris, di Oxford, Mont pellier, Cambridge dan lain-lain. c. Berdirinya ordo-ordo. Ordo inilah yang muncul karena banyaknya perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan dorongan yang kuat untuk memberikan suasana yang semarak pada abad ke-13. Hal ini akan berpengaruh terhadap kehidupan kerohanian dimana kebanyakan tokoh- tokohnya memegang peran di bidang Filsafat dan Teologi, seperti Albertus De Grote, Thomas Aquinas, Binaventura, J. D. Scotus, William Ocham. 2. Tokoh Filosof Dan Karakteristik Filsafat Zaman Kejayaan Skolastik Tokoh-tokohnya memegang peranan dibidang filsafat dan teologi, seperti Albertus De Grote, Thomas Aquinas, Bonaventura, J.D. Scouts, William Ocham. Karakteristik pada zaman kejayaan Skolastik ini ditandai dengan munculnya Universitas-universitas dan ordo-ordo, yang secara bersama-sama ikut menyelenggarakan atau memajukan ilmu pengetahuan, disamping juga peranan universitas sebagai sumber atau pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Adapun tokoh-tokoh yang memegang peranan dibidang filsafat dan teologi pada masa keemasan Skolastik ini diantaranya: a. Yohanes Duns Scotus (1266-1308) 8
  9. 9. Seorang Skot dari ordo Fransiskan. Ia belajar di Cambridge, Oxford danParis yang kemudian menjabat menjadi guru besar di paris. Tulisan-tulisannyasukar dimengerti, karena gaya bahasanya yang singkat. Ia adalah seorang ahli pikiryang tajam, yang menyusun pembuktian-pembuktiannya dengan ketajaman yangmencolok dan mengupas argumentasi lawannya sampai habis. Ia bermaksudmempertahankan tradisi ordo Fransiskan yang berjiwa Augustinis-Neoplatonis. Duns Scotus berpendapat, bahwa ada hubungan yang selaras antara imandan pengetahuan. Menurut Duns Scotus nisbah antara teologia dan filsafat bahwakeduanya adalah dua ilmu yang berdampingan, yang masing-masing memilikipangkal keberangkatan serta metodenya sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan karenafilsafat adalah ilmu yang teoritis, sedang teologia adalah ilmu yang praktis.Menurut Duns Scotus, kehendak adalah lebih penting daripada akal. Sebabkehendaklah yang menentukan, sedang akal hanya dapat mengemukakanbermacam-macam kemungkinan kepada kehendak, agar bisa ditentukan yang manayang harus dilakukan. Menurut Duns Scotus tentang Allah bahwa pada Allah akaldan kehendak adalah satu, sedemikian rupa sehingga keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.b. Thomas Aquinas (1225-1274 M.) Puncak kejayaan masa skolastik dicapai melalui pemikiran Thomas Aquinas(1225-1274 M.). Lahir di Rocca sicca, Italia 1225 M dari suatu keluargabangsawan. Ia mendapat gelar “The Angelic Doctor”, karena banyak pikirannya,terutama dalam “Summa Theologia” menjadi bagian yang tak terpisahkan darigereja. Menurutnya, pengetahuan berbeda dengan kepercayaan. Pengetahuandidapat melalui indera dan diolah akal. Namun, akal tidak mampu mencapairealitas tertinggi yang ada pada daerah adikodrati. Ini merupakan masalahkeagamaan yang harus diselesaikan dengan kepercayaan. Thomas Aquinas merupakan theolog skolastik yang terbesar. Ia adalahmurid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanyafilsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan 9
  10. 10. Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Menurut Thomas Allah adalah aktus yang paling umum, actus purus ( aktus murni ), artinya Allah sempurna adanya, tiada perkembangan pada-Nya, karena pada-Nya tiada potensi. Di dalam Allah segala sesuatu telah sampai kepada perealisasiannya yang sempurna. Tiada sesuatu pun pada-Nya yang masih dapat berkembang. Pada-Nya tiada kemungkinan, Allah adalah aktualitas semata-mata. Thomas juga mengajarkan apa yang disebut theologia naturalis, yang mengajarkan bahwa manusia dengan pertolongan akalnya dapat mengenal Allah, sekalipun pengetahuan tentang Allah yang diperolehnya dengan akal itu tidak jelas dan tidak menyelamatkan. Dengan akalnya manusia dapat tahu bahwa Allah ada, dan juga tahu beberapa sifat Allah. Dengan akal orang dapat mengenal Allah, setelah ia mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang mengenai dunia dan mengenai manusia sendiri. Thomas mengajarkan bahwa Allah sebagai “ada yang tak terbatas” (ipsum esse subsistens). Allah adalah “dzat yang tertinggi”, yang mempunyai keadaan yang paling tinggi. Allah adalah penggerak yang tidak bergerak. Tampak sekali pengaruh filsafat Aristoteles dalam pandangannya. Dunia ini dan hidup manusia terbagi atas dua tingkat, yaitu tingkat adikodrati dan kodrati, tingkat atas dan bawah. Tingkat bawah (kodrati) hanya dapat dipahami dengan mempergunakan akal. Hidup kodrati ini kurang sempurna dan ia bisa menjadi sempurna kalau disempurnakan oleh hidup rahmat (adikodrati). “Tabiat kodrati bukan ditiadakan, melainkan disempurnakan oleh rahmat,” demikian kata Thomas Aquinas3. Sumbangan Zaman Kejayaan Skolastik Abad ke-13 menjadi abad kejayaan skolastik. Ada beberapa faktor yang memberi sumbangan yang berguna bagi kejayaan skolastik. Beberapa faktor yang memberi sumbangan yang berguna bagi abad ke-13 adalah: Pertama, mulai abad ke-12 ada hubungan-hubungan baru dengan dunia pemikiran yunani dan dunia pemikiran arab, yaitu dengan peradaban yunani dari italia selatan, sisilia dan dengan kerajaan bizantium disatu pihak, dan dengan peradaban arab yang ada di spanyol dilain pihak. Melalui karya orang-orang arab 10
  11. 11. dan yahudi eropa barat mulai lebih mengenal karya-karya Aristoteles melalui karya para Bapak gereja Timur yang pada masa itu dikenal juga. Kedua, munculnya Universitas-universitas. Telah dikemukakan bahwa pada abad ke-9 di Eropa Barat muncul sekolah-sekolah karena perkembangan semakin maju ada sekolah-sekolah yang membentuk persekutuan antara dosen dan mahasiswa dari satu jurusan sehingga keduanya mewujudkan suatu kesatuan yang menyeluruh. Kesatuan ini disebut universitas magistrorum et scolarum. Hal yang ketiga yang membantu perkembangan skolastik ialah munculnya ordo-ordo baru, yaitu ordo Fransiskan dan ordo Dominikan. Ordo pada Bapak gereja serta para ahli skolastikD. ZAMAN AKHIR SKOLASTIK 1. Faktor penyebab berakhirnya zaman skolastik a. Timbulnya Kejenuhan terhadap segala macam pemikiran filsafat. Awal dari berakhirnya zaman skolastik ini dimulai pada abad ke 14, dimana timbul banyak kejenuhan terhadap segala macam pemikiran filsafat yang kontruktif. Hal tersebut terjadi karena para ahli pemikiran menampakkan gejala pembekuan yang memperlihatkan stagnasi (kemandegan) pemikiran filsafat Skolastik Kristen. b. Munculnya beberapa kelompok diantaranya adalah aliran Thomisme, Scotisme, via antiqua (jalan kuna) dan via moderna (jalan modern). Aliran via antiqua merupakan kelompok lebih kecil dan lebih lemah dimana mereka adalah pengikut dari Augustinus dan Albertus Agung yang tidak memiliki pemikiran baru artinya asli. Berbanding terbalik deangan aliran via moderna yang menolak pemikiran metafisis yang kontruktif. Selain itu aliran via moderna lebih memperhatikan kepada hal-hal yang ilmiah dan positif, bukan kepada persoalan-persoalan filsafati. Oleh karena itu dibidang teologia yang diperhatikan adalah persoalan gerejani dan politik yang konkrit. William Dari Ockham adalah tokoh yang memulai aliran via moderna. c. Pada tahap akhir masa skolastik terdapat filosof yang berbeda pandangan dengan Thomas Aquinas, yaitu William Occam (1285-1349). Tulisan- tulisannya menyerang kekuasaan gereja dan teologi Kristen. Karenanya, ia tidak begitu disukai dan kemudian dipenjarakan oleh Paus. Namun, ia berhasil meloloskan diri dan meminta suaka politik kepada Kaisar Louis IV, sehingga ia 11
  12. 12. terlibat konflik berkepanjangan dengan gereja dan negara. William Occam merasa membela agama dengan menceraikan ilmu dari teologi.Tuhan harus diterima atas dasar keimanan, bukan dengan pembuktian, karena kepercayaan teologis tidak dapat didemonstrasikan. d. Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Nicolous Cusanus (1401-1404 M.). Dari filsafatnya ia beranggapan bahwa Allah adalah obyek sentral bagi intuisi manusia. Karena menurutnya dengan intuisi manusia dapat mencapai yang terhingga, obyek tertinggi filsafat, dimana tidak ada hal-hal yang berlawanan. Dalam diri Allah semua hal yang berlawanan mencapai kesatuan. Semua makhluk berhingga berasal dari Allah pencipta, dan segalanyaakan kembali pula pada pencipta-Nya. Nicolous Cusanus sebagai tokoh pemikir yang berada paling akhir masa Scholastik. Menurut pendapatnya, terdapat tiga cara untuk mengenal, yaitu : lewan indra, akal, dan intuisi. Dengan indra akan mendapat pengetahuan tentang benda berjasad, yang sifatnya tak sempurna. Dengan akal akan mendapatkan bentuk-bentuk pengertian yang abstrak berdasarkan pada sajian atau tangkapan indera. Dengan intuisi, akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi2. Tokoh filsafat skolastik arab (Islam) Pemikiran filsafat abad pertengahan didominasi oleh agama. Maka didirikanlah sekolah-sekolah yang memberi pelajaran gramatika, dialetika, geometri, aritmatika, astronomi dan music Pada abad ke 6 M dikalangan para ahli piker islam (periode filsafat Skolastik islam) muncul: Al-Kindi, Al-Farabi, Al-Gazali, Ibnu Bajah, Ibnu Tufail, Ibnu Rusyd. Periode ini berlangsung tahun 850-1200. Mereka mengadakan perpaduan dan sinkrestisme antara agama dan filsafat. Kemudian pikiran-pikiran ini masuk Eropa yang merupakan sumbangan islam yang paling besar. Peralihan dari abad pertengahan keabad modern dalam sejarah filsafat disebut sebagai masa peralihan (masa transisi) yaitu munculnya Renaissance dan Humanisme yang berlangsung pada abad 15-16. Tokoh-tokoh yang termasuk para ahli pikir Islam (pemikir Arab atau Islam pada masa skolastik), yaitu Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Kindi, Ibnu Rusyd. Peranan para ahli pikir tersebut besar sekali, yaitu sebagai berikut. a. Sampai pertengahan abad ke-12 orang-orang Barat belum pernah mengenal filsafat Aristoteles sehingga yang dikenal hanya buku Logika Aristoteles. 12
  13. 13. b. Orang-orang Barat itu mengenal Aristoteles berkat tulisan dari para ahli pikir Islam, terutama Ibnu Rusyd sehingga Ibnu Rusyd dikatakan sebagai guru terbesar para ahli pikir Skolastik Latin.c. Skolastik Islamiah yang membawakan perkembangan Skolastik Latin. Tidak hanya dalam pemikiran filsafat saja, tetapi para ahli pikir Islam tersebut memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi Eropa, yaitu dalam bidang ilmu pengetahuan. para ahli pikir Islam sebagian menganggap bahwa filsafat Aristoteles benar, Plato dan Alquran benar, mereka mengadakan perpaduan dan sinkretisme antara agama dan filsafat. Pemikiran-pemikiran tersebut kemudian masuk ke Eropa yang merupakan sumbangan Islam paling besar.Dengan demikian, dalam pembahasan skolastik islam terbagi menjadi dua periode,yaitu:a. Periode Mutakallimin (700-900);b. Periode Filsafat Islam (850-1200).Banyak buku filsafat dan sejenisnya mengenai peranan para ahli pikir Islam ataskemajuan dan peradaban Barat sengaja disembunyikan karena mereka (Barat) tidakmau mengakui secara terus terang jasa para ahli pikir Islam itu dalam mengantarkankemoderenan Barat. AL- kindi (801- 865) Al kindi adalah orang pertama yang memasukan filsafat sebagai salah satu ilmu ke islam, setelah ia menyusaikannya dengan islam filsafat metafisiska al- kindi pada umumnya menyetujui pendapat Aristoteles dan Neo-Platinisme, kecuali dalam dua hal yang prinsip yaitu, tentang keabadian ciptaan dan tentang tidak mungkinnya tiada melahirkan ada 13
  14. 14. Dalam hal tersebut Al-Kindi tetap pada prinsip teologi islam bahwa semuadiciptakan Tuhan dan Tuhan di atas ketentuan hukum alam. Alama bukan qodim(kekal di zaman lampau), tetapi mempunyai permulaan.AL- Farabi. Asal kelahirannya di Farab Turkistan, ia digelari sebagai al- muallimuts-tsani (guru kedua) dalam Al- farabi juga seorang ahli matematika dan ahlimusik. Definisi filsafat menurutnya adalah Al-ilmu bil maujudat bima hiya Al-maujudat( ilmu yang menyelidiki hakikat yang sebenarnya dari segala yang ada!Al farabi sependapat dengan plato bahwa alam ini adalah baru, terjadi dari tiada.Tentang terjadaianya alam Al- farabi menyetujui teori emanasi platinus namundari teorinya malah lebih terperinci lagi.Ibnu Sina. Nama lengakapanya ialah Abu Ali Husain ibnu sina. Selaian dikenalsebagai ahli di bidanga filsafat, juga dikenal sebagai ahli kedokteran. Ibnu Sinamengatakan bahwa Tuhan itu adalah Al- aqlu (akal) ia memikirkan dirinya lalu 14
  15. 15. memikirkan sesuatu di luar dirinya menyebabakan timbulnya akal lain yang dinamakan akal pertama ( Al- Aqlu awwal). Jadi menurut ibnu sina tiapa-tiap akal itu menimbulkan tiga (tidak 2 seperti Al- farabi) ujud yaitu Akal, jarim langit dan planet-planetnya dan jiwa langit dan planet-planetnya. Jadi Falak (langit) menurut ibnu sina mempunyai jiwa( nafs) yang menggerakannya dan memepeunyai akal yang mengaturnya. Al-Ghazali Al-Ghazali dalam bukunya tahafutulfattusifah menyeranga argumen filsafat para filosuf yunanai dan filosuf islam banyak masalah Al- Ghazalai dengan tegas ia katakan bahwa alam berasal dari tidak ada menjadi ada, sebab diciptakan oleh tuhan dan kalau dikatakan bahwa alam tidak bermula, itu namanya bukan ciptaan Tuhan jadi bukan pencipta, sedangakan. AL-quran menyebutakan bahwa Tuhan pencipta segala-galanya. AL-Ghazal juga menentang pendapat ahli filsafat Bahwa segala sesuatu terjadi dengan kepasatian sebab akibat semata-mata dan mustahil adanya penyimpangan-penyimpanagan. Bahwa segala kejadian hanyalah merupakan kebiasaan atau adat semata-mata dan bukan merupakan kepasatian. Ibnu Rusyd Dalam bukunya itu Ibnu Rusyd membela pendapat filosuf yunanai dan islam yang telah diserang oleh AL- Ghazali. Ibnu Rusyd berpendapat bahwa alam adalah azalai. Jadi ada dua yang azalai yaitu Tuhan dan Alam . Namun keazalian tuhan lebih utama daripada keazalian alam. Argumen yang dikemukakan ialah seandainya alam tidak azali, ada permulaan, maka habislah ala ini (baru). Dan setiap yang baru pasti ada yang menjadikannya.3. Zaman peralihan skolastik Setelah abad pertengahan berakhir sampailah pada masa peralihan yang diisi dengan gerakan kerohanian yang bersifat pembaharuan. Zaman peralihan ini merupakan embrio masa modern. Masa peralihan ini ditandai dengan munculnya 15
  16. 16. renaissance, humanisme, dan reformasi yang berlangsung antara abad ke-14 hinggake-16.a. Renaissance Renaissance atau kelahiran kembali di Eropa ini merupakan suatu gelombang kebudayaan dan pemikiran yang dimulai di Italia, kemudian di Prancis, Spanyol, dan selanjutnya hingga menyebar ke seluruh Eropa. Di antara tokoh- tokohnya adalah Leonardo da Vinci. Michaelangelo, Machiavelli, dan Giordano Bruno.b. Humanisme Humanisme pada mulanya dipakai sebagai suatu pendirian ahli pikir Renaissance yang mencurahkan perhatiannya terhadap pengajaran kesusastraan Yunani dan Romawi, serta perikemanusiaan. Kemudian, Humanisme berubah fungsinya menjadi gerakan untuk kembali melepaskan ikatan dari gereja dan berusaha menemukan kembali sastra Yunani atau Romawi. Di antara para tokohnya adalah Boccaccio, Petrarcus, Lorenco Vallia, Erasmus, dan Thomas Morre.c. Reformasi Reformasi merupakan revolusi keagamaan di Eropa Barat pada abad ke-16. revolusi tersebut dimulai dari gerakan terhadap perbaikan keadaan gereja Katolik. Kemudian berkembang menjadi asas-asas Protestantisme. Para tokohnya antara lain Jean Calvin dan Martin Luther. Akhirnya dalam filsafat Renaissance salah satu unsure pokoknya adalahmanusia. Suatu pemikiran yang sejajar dengan Renaissance. Pemikiran yang inginmenempatkan manusia pada tempat yang sentral dalam pandangan kehidupan. Abad pertengahan disebut masa kelam bagi pemikiran filsafat, kerenakebebasan berpikir manusia telah dipangkas dan didominasi oleh dogma gereja.Tetapi, justru abad pertengahan menjadi titik balik bagi munculnya cahaya barupemikiran filsafat, yang ditandai dengan gerakan Renaisance yang kembalimelahirkan budaya berfikir ilmiah. Renaisance ini lah yang menjadi cikal-bakalbagi munculnya pemikiran filsafat modern. Namun, pemikiran filsafat moderndengan budaya berpikir ilmiah yang berujung pada lahirnya ilmu pengetahuan danteknologi mutakhir, juga memberikan karakteristik negatif berupa menurunyakepercayaan atas dogma gereja, dan mulai tumbuh masyarakat anti agama. 16
  17. 17. Simbol bagi perubahan zaman dari gelapnya abad pertengahan menuju abadmodern adalah terbuktinya teori Copernicus, yang juga diperkuat oleh Galileo danKeppler. Hal ini semakin menyudutkan posisi gereja yang telah salah memberikandoktrin mati, bahwa bumi itu pusat tata surya, sementara pada masa modern dapatdibuktikan bahwa mataharilah yang merupakan pusat tata surya. Perubahan yangsangat mendasar bagi corak pemikiran pada abad pertengahan dan modern adalah,para filsuf dan ilmuan modern berpikir mengandalkan rasio, mereka bebasmengungkapkan argumen-argumen tanpa adanya batasan dari otoritas gereja,sehingga filsafat dapat berkembang luas. Teori dan argumen yang diungkapkandimasa modern merupakan teori dan argumen terbuka yang bisa menerima kritik,efaluasi, verifikasi, modifikasi ataupun falsifikasi, bukan berupa dogma-dogmayang kaku dan tidak dapat diubah sebagaimana yang diajarkan pada abadpertengahan oleh gereja. Era modern ditandai dengan munculnya ilmu – ilmu praktis, denganditemukannya alat-alat produksi berbasis mesin, juga listrik dan mesin uap.Bahkan, ilmu teoritis-spekulatif hampir lumpuh dan tergantikan oleh ilmu-ilmupraktis yang manfaatannya dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.Pentingnya ilmu praktis ini terkait dengan kebutuhan logistik akan perang yangberlangsung pada waktu itu. Sisi filosofis dan moralitas berubah drastis pada masa modern. Masyarakatdogmatis dengan ciri filsafat skolastik telah berganti menjadi masyarakat yangindifidualis dan rasional, yang lebih menekankan pada prinsip dan nilai-nilaikedisiplinan, intelektualitas, moral, dan politik konseptual. Akibatnya, karya-karyamanusia modern semakin menakjubkan, terutama dibidang seni, sastra danteknologi. Lahirnya zaman modern tidak bisa lepas dari kontribusi filsuf-filsufseperti Descartes, Spinoza, Leibniz, John locke, David Hume, Imanuel Kant,Berkeley, dan Hegel. Masing-masing filsuf tersebut mempunyai corak pemikirantersendiri dalam memandang realitas, yang dari pemikiran mereka-lah filsafatpemikiran modern muncul dan berkembang pesat. 17
  18. 18. BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Bedasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Sejarah filsafat pada abad pertengahan terbagi menjadi zaman patristik dan zaman skolastik, zaman skolastik mencakup zaman skolastik awal, kemudian mencapai masa kejayaan atau uncak dan masa berakhirnya skolastik. 2. Tokoh-tokoh filosof pada abad pertengahan dapat dikategorikan berdasarkan zamannya yang berbeda-beda, sebagaimana berikut: a) Pada zaman patristik muncul upaya untuk membela agama Kristen, yaitu para apologis dengan kesadarannya membela iman Kristen dari serangan filsafat Yunani, para tokoh pada masa ini diantaranya; Justinus Martir, Irenaeus, Klemens, Origenes, Gregorius Nissa, Tertullianus, Diosios Arepagos, Au-relius Augustinus. b) Pada zaman skolastik para tokoh-tokoh filosof muncul berdasarkan perkembangannya, yaitu masa skolastik awal, masa kejayaan skolastik dan masa akhir skolastik. 3. Filsaat pada abad pertengahan dapat dikatakan masa kemerosotan dimana pemikiran para filosof dibatasi oleh pihak gereja, yang mengakibatkan pemikiran-pemikiran para pada abad tersebut terhambat. Karena hal itulah pada abad ini sering juga disebut abad kegelapan. 4. Pada abad pertengahan ini perkembangan ilmu mencapai perkembangan yang pesat karena adanya penerjemahan karya filsafat Yunani klasik ke bahasa Latin, juga penerjemahan kembali karya para filsuf Yunani oleh bangsa Arab ke bahasa Latin. 18
  19. 19. PETA KONSEP Makna Zaman Patristik Tokoh Filosof Zaman Patristik ZAMAN Makna Zaman Skolastik PATRISTIK Karakter Filsafat Zaman Patristik Tokoh Filosof Zaman Skolastik Sumbangan dalam Perkembangan Ilmu Awal Karakter Filsafat Zaman Skolastik Awal FILSAFAT Zaman Skolastik Awal Sumbangan dalam Perkembangan Ilmu ABADPERTENGAHAN Faktor Pendorong Kejayaan Tokoh Filosof pada Zaman Kejayaan ZAMAN Zaman Kejayaan Skolastik Karakter Filsafat pada Zaman SKOLASTIK Patristik Sumbangan dalam Perkembangan Ilmu Faktor Penyebab Zaman Akhir Zaman Skolastik Akhir Tokoh Filsafat Skolastik Arab 19 Zaman Peralihan Skolastik

×