Your SlideShare is downloading. ×

Makalah etika kebidanan

39,102

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
39,102
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
334
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAH ETIKA D I S U S U N OLEHKetua : Rilis Taty MarbunWakil Ketua : Rasida PasaribuAnggota : - Kamar Rajawali - Kamar Camar - Tetty - Nervina Panjaitan - Sise Wati - Asrija L Panjaitan - Rismawati - Yanasari Aritonang - Elva - Lestari Simanjuntak - Novaria - Peronika Marbun - Astri - Noralita Siregar - Pika Natal - Elsa Monisa AKADEMI KEBIDANAN DARMO MEDAN T.A 2012/2013
  • 2. KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr.WbPuji dan syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atasridho dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Makalah ETIKA ini denganbaik.Dalam penyusunan makalah ini kami banyak mengalami kesulitan dan kendalayang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan wawasan sertapola pikir kami. Namun berkat keinginan, keyakinan dan usaha yang sungguh-sungguh akhirnya semua hambatan itu dapat kami atasi.Kami menyadari sedalam-dalamnya bahwa kami tidaklah sempurna dalampembuatan makalah ini. Dengan demikian kami berharap dengan dibuatnyamakalah ini dapat terpenuhi sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah ETIKAini dan dapat bermanfaat bagi kami serta para pembaca lainnya.Tidak lupa kami berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah banyak membantudalam proses pembuatan makalah ini.Dan tidak lupa pula saya berterima kasi kepada ibu Dra. Hj. Siti Dahniar Faridah.Am.Keb, M.Kes karena sudah memberi kesempatan untuk menyelesaikan isimakalah kami.
  • 3. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Etik merupakan bagian dari filosopil yang berhungan erat dengan nilaimanusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakahpenyelesaiannya baik atau buruk (jones,1994).Moral merupakan pengetahuan ataukeyakinan tentang adanya hal yang baik dan buruk serta mempengeruhi sikapseseorng. Kesadaran tentang adanya baik dan buruk berkembang pada diriseseorng seiring dengan pengaruh lingkungan,pendidikan,sosial budaya,agamadsb,hal inilah yang disebut kesadaran moralatau kesadaran etik. Moral jugamerupakan keyakinan individu bahwa suatu adalah mutlak baik atau burukwalaupun situasi berbeda. Kesadaran moral erat kaitannya dengan nilai-nilai,keyakinan seseorng danpada prinsipnya semua manusia dewasa tahu akal hal yang baik dan buruk, inilahyang disebut suara hati.perkambangan ilmu pengetahuan dan tehnologiberdampak pada perubahan pola pikir manusia.masyarakat semakin kritissehingga terjadi penguatan tuntunan terhadap mutu pelayanan kebidanan. Mutupelayanan kebidanan yang baik perlu landasan komitmen yang kuat dangan basisetik dan moral yang baik. Dalam praktik kebidanan seringkali bidan dihadapkan pada beberapapermasalahan yang dilematik, artinya penganbilan keputusan yang sulit berkaitandengan etik.dilema muncul karena terbentuk pada komflik moral, pertentanganbatin atau pertentangan antara nilai-nilai yang diyakinkan bidan dengan kenyataanyang ada.
  • 4. BAB II PEMBAHASANA. PENGERTIAN Etik merupakan bagian dari filosopil yanf berhungan erat dengan nilaimanusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakahpenyelesaiannya baik atau buruk (jones,1994).Moral merupakan pengetahuan ataukeyakinan tentang adanya hal yang baik dan buruk serta mempengeruhi sikapseseorng. Kesadaran tentang adanya baik dan buruk berkembang pada diriseseorng seiring dengan pengaruh lingkungan,pendidikan,sosial budaya,agamadsb,hal inilah yang disebut kesadaran moralatau kesadaran etik. Moral jugamerupakan keyakinan individu bahwa suatu adalah mutlak baik atau burukwalaupun situasi berbeda. Beberapa permasalahan pembahasan eti dalam kehidupan sehari-hariadalah sebagai berikut: 1. Persetujuan dalam proses melahirkan. 2. Memilih atau mengambil keputusan dalam pesalinan. 3. Kegagalan dalam proses persalinan. 4. Pelaksanaan USG dalam kehamilan. 5. Kensep normal pelayanan kebidanan. 6. Bidan dan pendidikan sex. Ada beberapa masalah etik yang berhubungan dengan teknologi,contohnya sebagai berikut: 1. Perawatan intensif pada bayi. 2. Skrining bayi. 3. Transplantasi organ. 4. Tehnik reproduksi dan kebidanan. Etik berhubungan erat dengan prifesi,yaitu: 1. Pengambilan keputusan dan penggunaan etik. 2. Otonomi bidan dan kode etik prifesional. 3. Etik dalam penelitian kebidanan. 4. Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif.
  • 5. Beberapa contoh mengenai isu etik dalam pelayanan kebidanan, adalahberhubungan dangan : 1. Agama/kepercayaan. 2. Hubungan dengan pasien. 3. Hubungan dokter dengan bidan. 4. Kebenaran. 5. Pengambilan keputusan. 6. Pengambilan data. 7. Kematian. 8. Kerahasiaan. 9. Aborsi. 10. AIDS 11. In-Vitro Fertilization Perlu juga disadari bahwa dalam pelayanan kebidanan seringkali munculmasalah isu dimasyarakat yang berkaitan dengan etik dan moral,dilema sertakomflik yang dihadafi bidan sebagai praktisi kebidanan. Isu adalah masalah pokokyang berkembang dimasyarakat atau suatu lingkungan yang belum tentubenar,sertah membutuhkan pembuktian. Bidan dituntut berperilaku hati-hatidalam setiap tindakannya dalam memberikan asuhan kebidanan denganmenampilkan perilaku yang etis profesional. Isu adalah topik yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yangmemungkinkan setiap orng mempunyai pendapat.pendapat yang timbul akanbervariasi,bisu muncul dikarenakan adanya perbedaan nilai-nilai dan kepercayaan.B. ISU MORAL DAN DILEMA MORAL Isu moral adalah merupakan topik yang penting berhubungan denganbenar dan salah dalam kehudupan sehari-hari, sebagai cintoh nilai-nilai yangberhubungan dengan kehidupan orang sehari-hari menyangkut kasus abortus,euthanasia, keputusan untuk terminisi kehamilan.isu moral juga berhubungandengan kejadian yang luas biasa dalam kehidupan sehari-hari , sepertimenyangkut konflik, malpraktik, perang dsb.
  • 6. Dilema moral menurut Campbell adalah suatu keadaan dimana dihadapkanpada dua alternatif pilihan, yang kelihatanya sama ataun hampir sama danmembutuhkan pemecahan masalah harus mengigat akan tanggung jawabprofesional, yaitu : 1. Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamanan, kesejahtraan pasien atau klien. 2. Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang menghilangkan sesuatu bagian (omission) , disertai rasa tanggung jawab, memperhatikan kondisi dan keamanan pasien atau klien.Contoh : Studi kasus mengenai dilema moral "Seorang ibu primipara masuk kamar bersalin dalam keadaan inpartu.Sewaktu dilakukan anamnese dia mengatakan tidak mau di episiotomi. Ternyataselama kala II kemajuan kala II berlangsung lambat, perineum masi tebal dankaku.Keadaan ini dijelaskan kepada ibu oleh bidan, tetapi ibu tetap padapendiriannya menolak di episiotomi. Sementara waktu berjalan terus dan denyutjantung janin menunjukkan keadaan fetal distress dan hal ini mengharuskan bidanuntuk melakukan tindakan episiotomi, tetapi ibu tetap tidak menyetujuinya. Bidanberharap bayinya selamat.Sementara itu ada bidan yang memberitahukan bahwadia perna melakukan hal ini tanpa persetujuan pasien, dilakukan karna untukmelindungi bayinya. Jika bidan melakukan episiotomi tanpa persetujuan pasien, maka bidanakan dihadapkan pada suatu tuntutan dari pasien. Sihingga inilah yang merupakancontoh gambaran dilema moral. Bila bidan melakukan tindakan tanpa pesetujuanpasien, bagai mna tinjau dari segi etik dan moral. Bila tidak dilakukan tindakan,apa yang akan terjadi pada bayinya?” Konflik moral menurut johnson adalah bahwa konflik atau dilema padadasarnya sama, kenyataannya konflik berada diantara prisip moral dan tugas yangmana sering menyebabkan dilema, ada dua tipe konflik, yang pertama konflikyang berhubungan dengan prinsip, dan yang kedua adalah konflik berhubungandengan otonomi. Dua tipe konflik ini adalah merupakan dua bagian yang tidakterpisahkan. Bagai mana kita bisa mengatasi dilema? Yaitu menggunakan teori-teori etika dan teori pengambilan keputusan dalam pelayanan kebidanan.
  • 7. Contoh studi kasus mengenai konflik moral: “Ada seorang bidan yang berpraktik mandiri dirumah.Ada seorang pasieninpartu datang ke tempat praktinya.Status obstetri pasien adalah G1 P0 AB0.Hasil pemerisaan penapisan awal menunjukkan presentasi bokong dengan taksiranberat janin 3900 gram, dengan kesejahtraan janin dan ibu baik. Maka bidantersebut menganjurkan dan memberi konseling pada pasien mengenai kasusnyadan untuk dilakukan tindakan rujukan. Namun pasien dan keluarganya menolakdirujuk dan bersikuku untuk tetap melahirkan di bidan tersebut karenapertimbangan biaya dan kesulitan lainya. Melihat kasus ini maka maka bidandiharapkan pada konflik moral yang bertentangan dangan prinsip moral danotonomi maupun kewenangan dalam pelayanan kebidanan. Bahwa sesuai Kepmenkes Republik Indonesia 900/Menkes/SK/VII/2002tentang registrasi dan praktik bidan, bidan tidak berwenang memberikanpertolongan persalinan pada primigravida dengan presentasi bokong disisi lain adaprinsip nilai moral dan mananusiaan yang dihadapi pasien, yiatu ketidakmampuan secara sosial ekonomi dan kesulitan yang lain, maka bagai manaseorang bidan mengambil keputusan yang terbaik terhadap konflik moral yangdihadapidalam pelayanan kebidanan”.C. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN Menurut George R. Terry, pengambilan keputusan adalah pemilihanalternatif tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada . Terdapat lima hal pokokdalam pengambilan keputusan, yaitu: 1. Intuisi, berdasarkan perasaan, lebih subjektif dan mudah terpengaruh. 2. Pengalaman, mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap suatu kasus. 3. Fakta, keputusan lebih rill, vilid dan baik. 4. Wewenang, lebih bersifat rutinitas. 5. Rasional, Keputusan bersifat objektif, transparan, konsisten.
  • 8. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan: 1. Posisi atau kedudukan. 2. Masalah:terstrur, tidak terstruktur, rutin,insidental. 3. Situasi: faktor konstan, faktor tidak konstan. 4. Kondisi, faktor-faktor yang menentukan daya gerak 5. Tujuan, antara atau objektif. Kerangka pengambilan keputusan dalam asuhan kebidananmemparhatikan hal-hal sebgai berikut: 1. Bidan harus mempunyai responsbility dan accountability. 2. Bidan harus menghargai wanita sebagai individu dan melayani dengan rasa hormat. 3. Pusat perhatian pelayanan bidan adalah safety and wellbeing mother. 4. Bidan berusaha menyongkong pemahaman ibu tentang kesejahtraan dan menyatakan pilihanya situasi yang aman. 5. Sumber proses pengambilan keputusan dalam kebidanan adalah:knowledge, ajaran instrinsik, kemampuan berpikir kritis, kemampuan membuat keputusan klinis yang logis.D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS1). Ciri keputusan yang etis, meliputi: Menpunyai pertimbangan benar salah. Sering menyangkut pilihan yang sukar. Tidak mungkin dielakkan. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman, lingkungan sosial.2). SituasiA.Mengapa kita perlu mengerti situasi: Untuk menerapkan norma-norma terhadap situasi. Untuk melakukan perbuatan yang tepat dan berguna. Untuk mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan.
  • 9. B. Kesulitan-kesulitan dalam mengerti situasi: Kerumitan situasi dan keterbatasan pengetahuan kita. Pengertian kita terhadap situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan, prasangka dan faktor-faktor subjektif lain.C. Bagaimana kita memperbaiki pengertian kita tentang situasi: Melakukan penyelidikan yang memadai. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan parah ahli. Memperluas pandangan tentang situasi. Kepekaan terhadap pekerjaan. Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.E. TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN1. Teori utilitarisme Teori utilitarisme mengutamakan adanya konsekuensi kepercayaan adanyakegunaan. Dipercaya bahwa semua manusia mempunyai perasaan menyenangkandan perasaan sakit. Ketika keputusan dibuat seharusnya memaksimalkankesenangan dan meminimalkan ketidak senangan. Prinsip umum dalamutilitarsme adalah didasari bahwa tindakan moral menghasilkan kebahagiaan yangbenar bila menghasilkan jumlah atau angka yang benar. Ada dua bentuk teoriutilitarisme, yaitu: 1. Utilitarisme berdasarkan tindakan, 2. Utilitarisme berdasar aturan. Prinsip untilitarisme berdasar tindakan adalah setiap tindakan ditujukanuntuk keuntungan yang akan menghasilkan hasil atau tingkatan yang lebih besar.Utilitarisme berdasar aturan adalah modifikasi antara utilitarisme tindakan danaturan moral,aturan yang baik akan menghasilkan keuntungan yang maksimal.Tindakan individu didasarkan atas prinsip kegunaan dan aturan moral,Tindakandikatakan baik . menurut filsuf johan stuart mill(1864), bahwa kesenangan dankebahagiaan dinilai secara kualitatif. Menurutnya “everebody to count forone,nobodiy to count for more than one”, suatu perbuatan dinilai baik, jikakebahagiaan melebihi ketidak bahagiaan. Tidak ada seorang pung yang tidakberguna bagi yang lain.
  • 10. Kebahagiaan terbesar adalah milik semua orang. Menurut richard B.Brandt bahwa perbuatan dinilai baik secara moral, jika sesuai dengan aturan moralyang berlaku dan berguna pada suatu masyarakat.2. Teori deontology Menurut immanuel kant (1724-1804),sesuatu dikatakan baik dalam artisesungguhnya adallah kehendak yanng baik, jika digunakan dengan baik olehkehendak manusia, tetapi jika digunakan dengan kehendak yang jahat, akanmenjadi jelek sekali. Kehendak menjadi baik jika bertindak karenakewajiban.karena seseorang bertindak karena motif tertetu atau keinginan tertentuberarti disebut tindakan yang tidak baik. Bertindak sesuai kewajiban,disebutlagalitas. Menurut W.D Ross(1877-1971), setiap manusia mempunyai intuisi akankewajiban, semua kewajiban berlaku langsun pada diri kita.kewajiban untukmengatakan kebenaran merupakan kewajiban untuk, termasuk kewajibankesetiaan, ganti rugi,terima kasih, keadilan, berbuat baik dsb. Contoh yang lain adalah bila berjanji harus ditepati, bila meminjam harusdikembalikan dsb. Dengan memahami kewajiban akan terhindar dari keputusanyang menimbulkan komplik atau dilema.3.Teori hedonisme Menurut Aristippos (433-355 SM), sesuai kodratnya setiap manusiamencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. Akan tetapi ada batasuntuk mencari kesenangan. Hal yang penting adalah menggunakan kesenangandengan, dan tidak terbawa oleh kesenangan. Menurut epikuros (341-270 SM)dalam menilai kesenangan (hedone) tidak hanya kesenangan inderawi, tetapikebebasan dari rasa nyeri, kebebasan daei keresahan jiwa juga. Apa tujuan darikehidupan manusia adalah kesenangan. Menurut john locke (1632-1704), kitasebut baik bila meningkatkan kesenangan dan sebaliknya dinamakan jahat kalaumengurangi kesenangan atau menimbulkan ketidaksenangan.4.Teori eudemonisme Menurut falsuf Yunani Aristoteles (383-322 SM) dalam buku EthikaNikomakheia, bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan,ingin mencapai sesuatu yang biak bagi kita. Seringkali kita mencari suatu tujuanuntuk terakhir hidup manusia adalah kebahagian (eudaimonia).Seseorang mampu
  • 11. mencapai tujuannyan jika mampu menjalankan fungsinya denga baik, keunggulanmanusia adalah akal dan budi. Munusia mencapai kebahagian denganmenjalankan kegiatan yang rasional. Ada dua macam keutamaan intelektual dankeutamaan moral.F. DIMENSI ETIK DALAM PERAN BIDAN Peran bidan secara menyeluruh meliputi beberapa aspek: Praktisi,penasehat, konselor, teman, pendidikan, dan peneliti atau pada garis besarnyaadalah pelaksana, pengelola, pendidik dan peneliti dalam pelayanankebidanan.Menurut United Kingdom Central Council (UKCC) 1999, tanggungjawab bidan meliputi: 1. Mempertahankan dan meningkatkan keamanan ibu dan bayi 2. Menyediakan pelayanan yang berkualitas dan informasi dan nasehat yang tidak bias yang didasarkan pada evidence based. 3. Mendidik dan melatih calon bidan untuk dapat bekerjasama dalam profesi dan Memberikan pelayanan dengan memiliki taanggung jawab yang sama, termasuk dengan teman sejawatnya atau kolega, sehingga bagaimana agar fit for practice and fit for purpose (menguntungkan untuk praktik dan menguntungkan untuk tujuan). 4. Dimensi kode etik, meliputi: Antara anggota profesi dan klien Antara anggota profesi dan sistem kesehatan. Anggota profesi dan profesi kesehatan. sesama anggota profesi.Prinsip kode etik, terdiri dari: 1. Menghargai otonomi. 2. Melakukan tindakan yang benar. 3. Mencegah tindakan yang dapat merugikan. 4. Memperlakukan manusia denga adil 5. Menjelaskan dengan benar. 6. Menepati janji yang telah disepakati. 7. Menjaga kerahasiaan.
  • 12. G. STUDI KASUS1. Seorang bidan menangani seorang ibu X primipara berusia 35 tahun. Bidan tersebut menggali informasi mulai dari riwayat kesehatan masa lalu, sekarang dan riwayat kesehatan keluarganya.kehamilan ibu X berusia 14 minggu dan ini merupakan kehamilan yang direncanakan. Pada akhir pertemuan ibu X tersebut mengeluarkan pendapat tentang rencana persalinannya ibu X menyatakan tentang persalinan sebagai pilihannya. Bidan menjelaskan bahwa persalinan SC untuk kasus komplikasi. Bidan tersebut tidak melanjutkan diskusinya karena takut memberikan informasi yang salah dan terjadi konflik. Maka bidan menyarankan ibu X untuk konsultasi ke dokter kandungan. Ada beberapa pertanyaan untuk bahan pertimbangan : 1. Haruskah bidan tersebut meneruskan diskusi tentang persalinan SC sebagai pilihan? 2. Menurut anda apakah keinginan ibu X untuk SC harus dipenuhi? 3. Haruskah persalinan SC menjadi atu pilihan untuk beberapa ibu, padahal tanpa indikasi?2. Seorang ibu primigravida dengan umur kehamilan 27 minggu diperkirakan akan melahirkan bayi prematur. Dirumah sakit ia melakukan berbagai pemeriksaan, seperti pemeriksaan servix, usapan vagina dan pemeriksaan urin. Ibu tersebut didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih.penyebab kemungkinan kelahiran prematur pada ibu tersebut ternyata gonore dan infeksi chlamydia, sehingga pada hasil pemeriksaan vulva ibu tersebut terdapat sekret yang mukopurelent, tampak kotor, basah, lembab,dan berbau, serta terdapat hiperemis di daerah sekitar vulva da vagina. Kemudian setelah selesai pemeriksaan, pada saat istirahat bidan yang memeriksa ibu tersebut menceritakan kejadian atau kasus yang dialami ibu tersebut pada sejawat bidan yang lain termasuk pada para mahasiswa calon bidan. Ada beberapa pertanyaan untuk menjadi bahan pertimbangan : 1. Apakah tindakan yang dilakukan bidan tersebut melanggar kode etik? 2. Bagaimana seharusnya tindankan bidan dalam menjamin privasi dan kerahasiaan klien ?
  • 13. H. PELAYANAN KEBIDANANPeran 1: menjamin perlindungan pada masyarakat pengguna jasa profesi dan frofesi sendiri, 2:sangat berperan dalam pemberian pelayanan profesional.Bidan dikatakan profesonal, memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:• Mandiri.• Peningkatan kompetensi.• Praktik berdasarkan evidence based.• Penggunaan berbagi sumber informasi. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang aman dan berkualitas, sertabutuh perlindungan sebagai pengguna jasa profesi. Ada beberapa halyang menjadisumber ketidak puasan pasien atau masyarakt, yaitu: Pelayanan yang aman . Sikap petugas yang kurang baik. Komunikasi yang kurang. Kesalahan prosedur. Sarana kurang baik. Tidak adanya penjelasan atau bimbingan atau informasi atau pendidikan kesehatan. Proses pembuatan undang-undang atau penyempurnaan prangkat hukumyang sudah ada melalui serangkain kegiatan sertifikasi (pengaturan konfetensi),registrasi (pengaturan kewenangan), dan lisensi (pengaturan penyelenggaraankewenangan).Tujuan adalah memberikan perlindungan kepada masyarakatterhadap pelayanan yang telah diberikan. Bentuk perlindungan tersebut adalahmelipiti:• Mempertahankan kualitas pelayanan.• Memberikan kewanangan.• Menjamin perlindungan hukum.• Meningkatkan profesionalisme. Prakti bidan adalah serangkain kegiatan pelayanan kesehatan yang yangdiberikan oleh bidan kepada pasien (individu,keluarga dan masyarakat) sesuaidengan kewenangan dan kemampuannya.
  • 14. BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilaimanusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakahpenyelesaian baik atau buruk (Jones,1994). Moral merupakan pengetahuan ataukeyakinan tentang adanya hal yang baik dan buruk serta mempengaruhi sikapseseorang. Kesadaran tentang adanya baik dan buruk berkembang pada diriseseorang seiring dengan pengaruh lingkungan, pendidikan, sosial budaya, agamadsb, hal inilah yang disebut kesadaran moral atau kesadaran etik. Moral jugamerupakan keyakinan individu bahwa sesuatu adalah mutlak baik atau burukwalaupun situasi berada.B. Saran Seorang bidan perlu mengetahui tentang isu etik maupun moral dalam lingkungan kebidanannya. Bidan perlu mengetahui bagaimana mengambil keputusan yang sulit berkaitan dengan etik. Bidan juga harus mengetahui bahwa dalam layananan kebidananseringkali muncul masalah atau isu di masyarakat berkaitan dengan etik dan moral, dilema serta konflik yang dihadapi bidan sebagai praktisi kebidanan.
  • 15. DAFTAR PUSTAKAWahyuningsih heni puji, Etika profesi kebidanan, Penerbit fitramaya

×