Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"

22,641 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
22,641
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
316
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sosiologi kelas X "Perilaku Menyimpang"

  1. 1. PERILAKU MENYIMPANG Oleh: Isrochul Afifah. Kiki Renyta. Lelly Dyah Anggraini. Lestari Dwi Rosita. Listya Putri Angreni. M.Ardian Syahruddin.
  2. 2. Perilaku Menyimpang Pengertia n Penyebab Macam Teori Proses Pembentuka n Sifat Bentuk Media
  3. 3. Pengertian: • Menurut MZ Lawang: Tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang abnormal tersebut.
  4. 4. • Menurut James Vander Zanden Perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. • Menurut Lewis Coser Perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
  5. 5. Jadi, Kesimpulannya: Perilaku Menyimpang adalah Bentuk dari suatu perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai/norma-norma, kaidah-kaidah yang berlaku dalam suatu masyarakat tersebut.
  6. 6. MACAM-MACAM PERILAKU MENYIMPANG M e n u r u t M .Z . L a wa n g , p e r i l a k u me n y i mp a n g d a p a t
  7. 7. Tindakan kriminal atau kejahatan merupakan tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, norma sosial dan norma agama. Adapun tindakan kriminal meliputi: 1. Kejahatan tanpa korban seperti berjudi, bermabukmabukan, dll. 2. Kejahatan terorganisasi seperti korupsi, kolusi,dll. 3. Kejahatan terorganisasi transnasional seperti penyelundupan senjata. Perdagangan perempuan, dll. 4. Kejahatan kerah putih (White Colar Crime) seperti penggelapan uang perusahaan, penipuan, dll. 5. Kejahatan atas nama organisasi formal seperti kontraktor yang tak melindungi pekerjanya, karyawan tidak diberi alat pelindung gas sehingga menghirup gas beracun, dll.
  8. 8. 2. Kenakalan Anak Menurut Prof.Dr Fuad Hasan adalah perbuatan anti sosial yang dilakukan oleh anak/remaja yang bila dilakukan oleh orang dewasa dikualifikasikan sebagai tindak kejahatan. Contoh: mengkonsumsi narkoba, judi, tawuran, melakukan hubungan seksual diluar nikah dll.
  9. 9. 3. Penyimpangan Seksual • • • • • • • Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak semestinya, misalnya : Homoseksual (laki-laki suka laki-laki) Lesbianisme (perempuan suka perempuan) Transesksual (perempuan ingin jadi laki-laki atau sebaliknya) Sodomi (hubungan seks lewat anus) Necrophill (berhubungan seksual dengan mayat) Incest (berhubungan seksual dengan anggota keluarga sedarah) Transvestito (seseorang yang suka memakai pakaian seperti lawan jenisnya) dll.
  10. 10. 3.Penyalahgunaan Narkotika. Tetapi, pada masa sekarang narkotika Secara untuk narkotika berfungsi dan digunakan medis,menghilangkan stresdi rumah sakit bagi orang yangsehingga untuk bersenang-senang, menderita sakit berat dengan rekomendasi dokter. pemakainya menjadi kecanduan. Jika Misalnya untuk penderita kanker atau narkotika dikonsumsi terus menerus akan orang yangsistemmenjalani operasi merusak akan tubuh juga bisa sebagai obat bius. Efek dari narkotika menimbulkan kematian. selain sebagai obat adalah timbulnya efek Penyalahgunaan narkotika juga halusinasi (khayalan), impian yang indahbertentangan dengan norma hukum, indah, atau dan norma sosial. rasa nyaman. norma agama,
  11. 11. 4.Hubungan Seksual di Luar Nikah
  12. 12. 5. Kekerasan/sadisme terhadap anak • Rejecting (perilaku orang tua yang menunjukkan penolakan terhadap anak/anak seperti tidak diharapkan) • Ignoring (sikap orang tua yang tidak menunjukkan kedekatan dengan anakknya/hanya hadir secara fisik, tetapi tidak ada kasih sayang) • Terozing (orang tua yang sering kali mengkritik secara tidak proporsional/ mengharapkan anak seperti kemampuan orang tuanya) • Isolating (sikap orang tua mengekang anak) • Coruupting (perilaku orang tua yang emngajarkan hal yang salah/melanggar norma)
  13. 13. 6. Perkelahian Antarpelajar Perkelahian antarpelajar merupakan masalah sosial yang berkaitan dengan krisis moral. Tingkat emosi yang belum stabil serta kerterbatasan pengetahuan akan kaidah-kaidah masyarakat dan agama mengakibatkan remaja cenderung bertindak tanpa memikirkan resiko karena mereka hanya mementingkan ego semata. Perkelahian antarpelajar bisa disebabkan oleh anggapan dari sebagian pelajar bahwa dengan perkelahian bisa menunjukkan kejantanan dan sportivitas. Perkelahian tersebut umumnya diawali dari hal-hal yang sepele atau kecil, bahkan hanya menyangkut dua orang saja dari sekolah yang berbeda. Tetapi karena alasan solidaritas kelompok, maka konflik bisa meluas dan menjadi konflik antarsekolah.
  14. 14. - Sikap mental yang tidak sehat - Keluarga yang broken home - Pelampiasan rasa kecewa - Dorongan kebutuhan ekonomi - Pengaruh lingkungan dan media masa - Keinginan untuk di puji atau gaya-gayaan - Sosialisasi nilai-nilai sub-kebudayaan menyimpang - Sosialisasi yang tidak sempurna
  15. 15. 1. PENYIMPANGAN DARI HASIL SOSIALISASI NILAI-NILAI SUBKEBUDAYAAN MENYIMPANG Akibat pergaulan yang kurang baik, melegalkan perbuatan menyimpang/berbuat menyimpang dianggap sudah biasa. Contoh : a. Seorang anak menjadi WTS karena hidup di lingkunga WTS. 2. PENYIMPANGAN SEBAGAI HASIL SOSIALISASI TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna timbul karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi sehingga seseorang tidak memperhitungkan resiko yang akan terjadi. Contoh : karena orang tuanya pemabuk, maka anaknya jadi pemabuk.
  16. 16. 1. TEORI DIFFERENTIAL ASSOCIATION (TEORI PERGULAN BEBAS) Teori ini diciptakan oleh Edwin H. Sutherland dan menurut teori ini penyimpangan bersumber dari proses alih budaya (cultural transmission) Contoh: Perilaku homo seksual, proses menghisap ganja
  17. 17. 2. TEORI LABELING Teori ini dikemukakan oleh Edwin M.Lemert, Pada awalnya seseorang melakukan “penyimpangan primer” karena itu sang pelaku penyimpangan mendapatkan cap (labeling) dari masyarakat. Karena adanya label tersebut, maka sang pelaku mengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi lagi penyimpangan itupun menjadi suatu kebiasaan bagi pelakunya.
  18. 18. TEORI FUGSI Teori yang di kemukakan oleh Emile Durkheim ini mengatakan bahwa kejahatan itu perlu, agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara moral.
  19. 19. TEORI ADAPTASI Teori ini diungkapkan oleh Merton. Teori ini mengatakan bahwa perilaku penyimpangan merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Menurut Merton ada lima tipe cara adaptasi, yaitu sebagai berikut :
  20. 20. a. Ritualisme yaitu perilaku mengikuti tujuantelahcara yang c. Konformitas yaitu sikap seseorang yang dan e. Rebeliion (Pemberontakan ) yaitunamun menolak sarana ataupun sikap masih tetap berpegang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan. meninggalkan tujuan budaya, tujuan budaya masyarakatyang telah digariskan masyarakat, sekitarnya perguruan tinggi, dengan Contoh : seseorang yang ingin masuk dan menggantikan maka teguh pada cara-cara cara yang artiuntuk belajar lebih giat dan berdoa. baru. dan keperayaan masih diselenggarakan ia berusaha ritual dalam Contoh : kaum pemberontak yang memperjuangkan ideologinya tetapi maknanya telah hilang. melalui perlawananDesa. bersenjata. tujuan yang di tentukan b. Inovasi :yaitu sika mengikuti Dari kelima tipe diatas, tipe cara Contoh Bersih adaptasi konformitaslah yang cara yang dibentuk perilaku yang merupakan larang masyarakat. masyarakat, tetapi memakai diri) yaitu sikap menolak tujuand. Retreatisme (Pengasinganke-empat tipe adaptasi lainnya tidak menyimpang, sedangkan masuk perguruan tinggi, tidak Contoh : seseorang yang ingin tujuan dalam cara-cara untuk mencapai tujuan ataupun termasuk setelahbentuk perilaku karena malu dengan yang telah yang menyimpang. temanditerima bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan menjalani tes, menjadi temannya, akhirnya ia menyogok. sosialnya. Contoh : para pemabuk dan pemakai narkoba
  21. 21. Bentuk Penyimpangan Sosial 2. Sekunder 1. Penyimpangan Primer Penyimpangan sekunder adalahpelanggaran Penyimpangan primer adalah suatu penyimpangan sosial yang nyata dan sering atau penyimpangan yang bersifat sementara dilakukan sehingga menimbulkan akibat yang (temporer), sehingga individu yang melakukan cukup parah dan mengganggu orang lain. penyimpangan tersebut masih dapat diterima oleh Contoh penyimpangan sekunder adalah : kelompok mencuri, sebab pelanggaran, terhadap berjudi, sosialnya, mabuk-mabukan bahkan norma-norma umum tidak berlangsung secara pembunhan. terus-menerus. Contoh penyimpangan primer adalah : terlambat membayar pajak listrik, mencontek saat ulangan, melanggar rambu-rambu lalu lintas.
  22. 22. 3. Penyimpangan Individu Penyimpangan individu merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakatnya. 4, Penyimpangan kelompok penyimpangan ini dilakukan secara bersamasama oleh sekelompok orang yang bergabung dalam suatu kelompok tertentu. Contoh: geng motor, kelompok teroris dll.
  23. 23. 5. Penyimpangan Situasional Penyimpangan individu merupakan pelanggaran yang dilakukan karena situasi dan kondisi yang mendesak. Contoh: Seseorang mencuri uang untuk membayar perawatan saudaranya di Rumah Sakit. 6. Penyimpangan Sistematik Penyimpangan yang dilakukan secara tersusun atau terencana. Contoh: Korupsi dll
  24. 24. Penyimpangan yang bersifat positif Penyimpangan yang mempunyai dampak positif, karena mengandung unsur inovatif dan kreatif. Contoh: seorang ibu rumah tangga jadi sopir. Penyimpangan yang bersifat negatif Penyimpangan yang cenderung bertindak kearah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk bagi masyarakat. Contoh: perampok, pembunuhan, pelacur dll.
  25. 25. 1. KELUARGA Pembentukan kepribadian seseorang untuk pertama kalinya akan berawal dari keluarga karena proses sosialisasi yang di alami individu untuk membentuk kepribadiannya adalah keluarga yang merupakan faktor penentu bagi perkembangan atau pembentukan kepribadian terhadap anak hingga ia dewasa.
  26. 26. 2. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang individu dalam proses pembentukannya. Contoh perbedaan seorang individu yang tinggal di wilayah orang-orang beriman dengan yang tinggal di wilayah orang-orang yang pemabuk.
  27. 27. 3. KELOMPOK BERMAIN Lingkungan tempat tinggal dan kelompok bermain merupakan dua media sosialisasi yang sangat berkaitan, karena seorang individu akan memiliki kelompok bermain atau pergaulan dalam lingkungan tempat tinggalnya tersebut. Namun ada juga seorang individu memiliki kelompok bermain diluar lingkungan tempat tinggalnya yang bisa ia peroleh dari lingkungan sekolah atau luar sekolah. Dengan demikian kelompok bermain dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang.
  28. 28. 4. MEDIA MASSA Media massa seperti surat kabar, televisi, atau internet dapat mempengaruhi kepribadian seseorang karena disebut media sosialisasi. Media massa juga dapat memicu terjadinya perilaku menyimpang seperti tayangan yang berbau pornografi maupun pornoaksi, kekerasan dll.
  29. 29. DEMIKIANLAH KARYA DARI KELOMPOK TIGA.  TIADA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI. MAKA, APABILA ADA KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM KARYA KAMI. MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA. TERIMA KASIH . . .

×