Power point jenis jenis kurikulum [autosaved]

4,943 views
4,747 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,943
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
115
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Power point jenis jenis kurikulum [autosaved]

  1. 1. JENIS-JENIS KURIKULUM OLEH LISTON HAPOSAN SIBURIAN MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011
  2. 2. JENIS-JENIS KURIKULUM 1. Separated Subject Curriculum 2. Correlated Curriculum 3. Integrated Curriculum 4. Broad Curriculum
  3. 3. <ul><li>SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM (KURIKULUM MATA PELAJARAN TERPISAH ATAU TIDAK MENYATU). </li></ul><ul><li>Kurikulum ini dikatakan demikian karena data-data pelajaran disajikan pada peserta didik dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang terpisah satu dengan yang lainnya. Kurikulum ini dengan tegas memisahkan antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya, umpamanya mata pelajaran biologi dengan pengetahuan sosial atau yang lainnya </li></ul>
  4. 4. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1.Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis. 2. Kurikulum ini sederhana, mudah direncanakan dan dilaksanakan. 3. Kurikulum ini mudah dinilai. 4. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi.
  5. 5. 5. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. 6. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. 7. Kurikulum ini mudah diubah. 8. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject-curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman.
  6. 6. <ul><li>Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: </li></ul><ul><li>Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas, yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. </li></ul><ul><li>Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari-hari. </li></ul><ul><li>Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. </li></ul><ul><li>Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. </li></ul><ul><li>Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. </li></ul><ul><li>Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. </li></ul>
  7. 7. Akan tetapi kurikulum ini juga memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut: a). Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis, sistematis dan berkesinambungan, hal ini karena setiap bahan telah disusun dan diuraikan secara sistematis dan logis dengan mengikuti urutan yang tepat yaitu dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks. b). Organisasi kurikulum bentuk ini sangat sederhana, mudah direncanakan dan mudah dilaksanakan dan mudah juga diadakan perubahan jika diperlukan.
  8. 8. c). Kurikulum ini mudah dinilai untuk mendapatkan data-data yang diperlukan untuk dilakukan perubahan seperlunya. Karena kurikulum ini terutama bertujuan untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan maka hal itu dapat dengan mudah diketahui hasilnya yaitu dengan melakukan pengukuran yang berupa tes.
  9. 9. II. Correlated curriculum (Kurikulum Korelasi Atau Pelajaran Saling Berhubungan). Mata pelajaran dalam kurikulum ini harus dihubungkan dan disusun sedemikian rupa sehingga yang satu memperkuat yang lain, yang satu melengkapi yang lain. Jadi di sini mata pelajaran itu dihubungkan antara satu dengan yang lainnya sehingga tidak berdiri sendiri.
  10. 10. <ul><li>Untuk memadukan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya, ditempuh dengan cara-cara korelasi antara lain: </li></ul><ul><li>Korelasi okasional atau incidental, yaitu korelasi yang diadakan sewaktu-waktu bila ada hubungannya. </li></ul><ul><li>Korelasi etis, yaitu yang bertujuan mendidik budi pekerti sebagai pusat pelajaran diambil pendidikan agama atau budi pekerti. </li></ul>
  11. 11. c. Korelasi sistematis, yaitu yang mana korelasi ini disusun oleh guru sendiri. d. Korelasi informal, yang mana kurikulum ini dapat berjalan dengan cara antara beberapa guru saling bekerja sama, saling meminta untuk mengkorelasikan antara mata pelajaran yang dipegang guru A dengan mata pelajaran yang dipegang oleh guru B. e. Korelasi formal, yaitu kurikulum ini sebenarnya telah direncanakan oleh guru atau tim secara bersama-sama. f. Korelasi meluas (broad field), di mana korelasi ini sebenarnya merupakan fungsi dari beberapa bidang studi yang memiliki ciri khas yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi.
  12. 12. <ul><li>Kurikulum yang disusun dalam bentuk correlated ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain: </li></ul><ul><li>Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran yang dapat menopang kebulatan pengalaman dan pengetahuan peserta didik berhubung mereka menerimanya tidak secara terpisah-pisah. </li></ul><ul><li>Pengetahauan murid lebih integral, tidak terlepas-lepas (terpadu) </li></ul><ul><li>Minat murid bertambah </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Memberikan pengertian yang lebih luas dan mendalam </li></ul><ul><li>Yang diutamakan adalah pengertian dan prinsip-prinsip </li></ul><ul><li>Lebih memungkinkan penggunaan pengetahuan secara fungsional </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Kelemahan correlated curriculum </li></ul><ul><li>Sulit untuk menghubungkan dengan masalah-masalah yang hangat dalam kehidupan, sebab dasarnya subject contered </li></ul><ul><li>Tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam untuk sesuatu mapel, sehingga kurang cukup untuk bekal mengikuti pelajaran di perguruan ting gi </li></ul>
  15. 15. III. Broad Fields Curriculum Hilda Taba menyatakan bahwa the broad fields curriculum adalah usaha meningkatkan kurikulum dengan mengkombinasikan beberapa mata pelajaran. Misalnya, Fisika, Kimia dan Biologi disatukan menjadi Ilmu pengetahuan Alam. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1.Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. 2. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaran-matapelajaran.
  16. 16. 3.Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam, bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. 4.Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangandari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. 5.Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebihfungsional. 6.Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsip-prinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta.
  17. 17. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI 1.Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject- centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan danminat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapimurid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. 2.Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalammengenai berbagai mata pelajaran. 3.Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Jika spesialisasinya geografi, ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah,kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu.
  18. 18. IV. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata &quot;integer&quot; yang berarti unit. Dengan integrasi dimaksud perpaduan, koordinasi, harmoni, kebulatan keseluruhan.Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai matapelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.
  19. 19. <ul><ul><li>Keunggulan Integrated Curriculum: </li></ul></ul><ul><ul><li>Yang dipelajari anak merupakan inti yang bertalian erat, bukan fakta ayang terlepas </li></ul></ul><ul><ul><li>Sesuai dengan pendapat-pendapat modern, siswa dihadapkan pada masalah yang berarti dalam kehidupan </li></ul></ul><ul><ul><li>Memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat </li></ul></ul><ul><ul><li>Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan dan kematangan murid, sebagai kelompok maupun sebagai individu. </li></ul></ul>
  20. 20. KELEMAHAN INTEGRATED CURRICULUM 1. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. 2. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logis sistematis. 3. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. 4. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. 5. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. 6. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum

×