E m u_l_s_i
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

E m u_l_s_i

on

  • 762 views

 

Statistics

Views

Total Views
762
Views on SlideShare
762
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
23
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

E m u_l_s_i E m u_l_s_i Presentation Transcript

  • E m u l s i
  • Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair. Berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi: emulsi gas, emulsi cair, dan emulsi padat.
  • Emulsi gas (aerosol cair) Emulsi gas merupakan emulsi di dalam medium pendispersi gas. Aerosol cair seperti hairspray dan baygon, dapat membentuk sistem koloid dengan bantuan bahan pendorong seperti CFC. Selain itu juga mempunyai sifat seperti sol liofob yaitu efek Tyndall, gerak Brown.
  • Emulsi cair Emulsi cair merupakan emulsi di dalam medium pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan campuran dua zat cair yang tidak dapat saling melarutkan jika dicampurkan yaitu zat cair polar dan zat cair non- polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air dan zat lainnya seperti minyak. Contohnya adalah pada susu. Kestabilan emulsi cair dapat rusak akibat pemanasan, pendinginan, proses sentrifugasi, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengelmusi
  • Emulsi Padat (Gel) Emulsi Padat merupakan koloid dengan fase terdipersi cair dan medium pendispersi padat. Contoh: jelly, keju, mentega.
  • Emulsi adalah terdispersinya zat cair di dalam fasa cair A. Dua cairan yang saling tidak mencampur cairan, tidak membentuk emulsi B. Emulsi cairan B di dalam cairan A C. Emulsi yang tidak stabil D. Emulsi yang stabil
  • Aplikasi di bidang medis a. Emusi o/w biasanya untuk penggunaan oral supaya penyerapan oleh tubuh lebih optimal b. Sebagai cream
  • Emulsifier atau zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air. Umumnya emulsifier merupakan senyawa organik yang memiliki dua gugus, baik yang polar maupun nonpolar sehingga kedua zat tersebut dapat bercampur. Gugus nonpolar emulsifier akan mengikat minyak (partikel minyak dikelilingi) sedangkan air akan terikat kuat oleh gugus polar pengemulsi tersebut. Bagian polar kemudian akan terionisasi menjadi bermuatan negatif, hal ini menyebabkan minyak juga menjadi bermuatan negatif. Partikel minyak kemudian akan tolak-menolak sehingga dua zat yang pada awalnya tidak dapat larut tersebut kemudian menjadi stabil.
  • Emulsifier kepala ekor karboksilat alkil
  • Salah satu contoh pengemulsi yaitu sabun yang merupakan garam karboksilat. Molekul sabun tersusun atas ekor alkil yang non-polar (akan mengelilingi molekul minyak) dan kepala karboksilat yang bersifat polar (mengikat air dengan kuat). Pada industri makanan, telur dikenal sebagai pengemulsi (emulsifier) tertua yang pernah ada. Di dalam telur (banyak pada kuning telur dan sedikit pada putih telur) terdapat lesitin yang merupakan suatu emulsifier. Contoh bahan yang dibuat dengan cara ini adalah mentega, margarin, dan sebagian besar kue.
  • Emulgator adalah bahan aktif permukaan yang dapat menurunkan tegangan antar muka antara minyak dan air dan membentuk film yang liat mengelilingi tetesan terdispersi sehingga mencegah koalesensi dan terpisahnya fase terdispersi ( Parrot, 1971 ).
  • Klasifikasi emulsifier • Surface active agents (monomolecular film) • Hydrophilic colloids (multimolecular film) • Finely divided solid particles (Particulate film)
  • 1.Emulgator sintetik atau surfaktan yang membentuk film monomolekuler, contohnya adalah a. Golongan anionik misalnya sabun trietanolamin stearat, natrium lauril sulfat. b. Golongan kationik misalnya senyawa amonium kwarterner. c. Golongan nonionik misalnya ester asam lemak sorbitan, ester asam lemak polioksietilen sorbitan.
  • 2. Emulgator alam a. Emulgator alam yang membentuk film multi molekuler misalnya akasia, gelatin. b. Emulgator alam yang membentuk film monomolekuler misalnya lesitin, kolesterol. c. Emulgator yang membentuk film berupa partikel padat misalnya bentonit, vegum (Gennaro,1990 ).
  • Cara untuk menentukan emulsi 1. Zat warna yang dapat larut di dalam air (metilen blue) 2. Pengenceran 3. Daya hantar listrik
  • Tipe emulsi Emulsi o/w : minyak dalam air w/o : air dalam minyak o/w/o : minyak dalam air dalam minyak w/o/w : air dalam minyak dalam air