Makalah pembiayaan pendidikan

7,646 views
7,446 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,646
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
219
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah pembiayaan pendidikan

  1. 1. Makalah pembiayaan pendidikanBAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangSuatu lembaga akan dapat berfungsi dengan memadai kalau memiliki sistemmanajemen yang didukung dengan sumber daya manusia (SDM), dana/biaya, dansarana-prasarana. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga(kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administratif, laboran,pustakawan, dan teknisi sumber belajar), sarana (buku pelajaran, buku sumber, bukupelengkap, buku perpustakaan, alat peraga, alat praktik, bahan dan ATK, perabot),dan prasarana (tanah, bangunan, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga),serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah,pengadaan bangunan, alat pendidikan, termasuk buku-buku dan biaya operasionalbaik untuk personil maupun nonpersonil). Biaya untuk personil antara lain untukkesejahteraan dan pengembangan profesi, sedangkan untuk biaya nonpersonil berupapengadaan bahan dan ATK, pemeliharaan, dan kegiatan pembelajaran.Suatu sekolah untuk memiliki tenaga kependidikan yang berkualitas dengan jumlahyang mencukupi kebutuhan memerlukan biaya rekrutmen, penempatan, penggajian,pendidikan dan latihan, serta mutasi. Dalam usaha pengadaan sarana dan prasaranauntuk menunjang proses pembelajaran tentu saja diperlukan dana yang tidak sedikit,bahkan setelah diadakan maka diperlukan.dana untuk perawatan, pemeliharaan, dan pendayagunaannya. Meskipun ada tenaga,ada sarana dan prasarana, untuk memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimalperlu biaya operasional baik untuk bahan dan ATK habis pakai, biaya pemeliharaan,maupun pengembangan personil agar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan.Dari uraian di atas jelas bahwa untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolahtermasuk di SMP perlu biaya, perlu dana, paling tidak memenuhi pembiayaan untukmemberikan standar pelayanan minimal.Biaya pendidikan merupakan komponen sangat penting dalam penyelenggaraanpendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpadukungan biaya. Dalam konteks perencaaan pendidikan, pemahaman tentang anatomidan problematik pembiayaan pendidikan amat diperlukan. Berdasarkan pemahamanini dapat dikembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat dan adilserta mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan yang bersifatkuantitatif maupun kualitatif.A.Dasar Hukum1.Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional2.Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan –2005.3.Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaanpendidikanB.Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi persoalan adalah :1.Apa yang menjadi standar pembiayaan pendidikan ?2.Sebutkan sumber-sumber dana pembiayaan pendidikan !3.Bagaimana peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikan?C.TujuanAdapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut ;
  2. 2. 1.Untuk mengetahun standari pembiayaan pendidikan.2.Untuk mengetahui sumber dana pembiayaan pendidikan3.Untuk mengetahui peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikanBAB IIPEMBAHASANA.Standar Pembiayaan PendidikanStandar pembiayaan mencakup persyaratan minimal tentang biaya satuan pendidikan,prosedur dan mekanisme pengelolaan, pengalokasian, dan akuntabilitas penggunaanbiaya pendidikan.Standar pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biayapersonal.1.Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biayapenyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modalkerja tetap.2.Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yangharus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secarateratur dan berkelanjutan.3.Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi:Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji,Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, danBiaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi,pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak,asuransi, dan lain sebagainya.Dengan berpandangan pada korelasi mutu dengan pembiayaan maka untuk menjagamutu pendidikan yang baik maka standar pembiayaan minimal dirumuskan denganmemperhitungkan seluruh biaya personil (gaji, tunjangan dan faktor yang melekatpada gaji), biaya alat tulis sekolah, biaya rapat, biaya penilaian, biayapemeliharaan,biaya pembinaan serta daya dan jasa yang diperkirakan terpakai.Standar yang dirumuskan terbatas pada sekolah pendidikan umum (SD, SMP danSMA), sementara sekolah kejuruan belum dapat distandarkan dikarenakankeberagaman yang demikian luas dan waktu pengkajian yang terbatas. Asumsi yangdipergunakan dalam menghitung biaya rata-rata per murid menyesuaikan denganstandar proses, sehingga untuk SD ditetapkan minimal ada 6 rombongan belajar dansetiap rombongan belajar terdapat jumlah siswa 28 orang. Untuk SMP dan SMAmasing-masing dengan minimal ada 3 rombongan belajar dengan jumlah siswa 32orang setiap rombongan belajar. Untuk membedakan faktor kemahalan dan keunikansetiap daerah maka diberlakukan indeks kemahalan untuk setiap kabupaten di seluruhIndonesia. Standar pembiayaan tersebut akan dipergunakan untuk mengukurkelayakan sekolah dalam hal pembiayaan, dan untuk menjadi pertimbangan kebijakanpendanaan dari berbagai program pemerintah. Perhitungan yang telah didasarkankajian audit keuangan yang memerlukan kompetensi pemahaman perhitungankeuangan tidak banyak dipahami peserta. Diskusi berpusat pada angka yang dijadikanpatokan, yakni pembiayaan tenaga pendidik dengan golongan III A pada strukturpegawai negeri. Nampaknya perhitungan itu perlu dikaji lebih lanjut oleh orang yangberkeahlian yang sesuai.1.Biaya investasiBiaya investasi adalah biaya penyelenggaraan pendidikan yang sifatnya lebihpermanen dan jangka waktunya melebihi waktu satu tahun yang pada umumnya
  3. 3. berupa sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerjatetap.Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah, baiklahan maupun selain lahan, yang menghasilkan aset fisik dibiayai melalui belanjamodal dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan.Biaya investasi lahan pendidikanPendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajibbelajar, baik formal maupun nonformal, yang diselenggarakan oleh Pemerintah pusatmaupun pemerintah daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah dan dialokasikandalam anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerahPendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhanrencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakanPemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapatbersumber dari:a.Pemerintah;b.pemerintah daerah;c.masyarakat;d.bantuan pihak asing yang tidak mengikat; dan/ataue.sumber lain yang sah.Anggaran biaya investasi lahan satuan pendidikan yang dikembangkan menjadibertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagianintegral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerjatahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.Biaya investasi selain lahan pendidikan.Pendanaan biaya investasi selain lahan satuan pendidikan dasar pelaksana programwajib belajar, baik formal maupun nonformal, yang diselenggarakan oleh Pemerintahpusat maupun pemerintah daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah dandialokasikan dalam anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerahPendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untukpemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yangdiselenggarakan Pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasiskeunggulan lokal dapat bersumber dari:a.Pemerintah;b.pemerintah daerah;c.masyarakat;d.bantuan pihak asing yang tidak mengikat; dan/ataue.sumber lain yang sah.Anggaran biaya investasi selain lahan satuan pendidikan yang dikembangkan menjadibertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagianintegral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerjatahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.Biaya investasi memerlukan dana yang relatif besar, antara lain berupa:(a)Bangunan sekolah meliputi ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruanglaboratorium, ruang perpustakaan, lapangan olahraga, tanah dan yang sejenis, biayapembangunannya termasuk biaya investasi karena umur bangunan lebih dari satutahun, bisa mencapai 20 tahun, 25 tahun, bahkan 30 tahun(b)Alat peraga, alat praktik, sumber belajar, buku-buku, media belajar, yang padaumumnya dapat dipakai lebih dari satu tahun, misalnya alat parktik bisa mencapai 10tahun, buku bisa mencapai 5 tahun(c)Pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan.
  4. 4. Daya tahan pemakaian sarana-prasarana ikut menentukan besarnya biayapemeliharaan adan penggantian alat yang rusak2.Biaya personalBiaya personal adalah biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didikuntuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya inisebagaian dibebankan kepada orangtuam yang sifatnya untuk keperluan pribadi siswa,Biaya pendidikan yang menjadi tanggungan orangtua adalah yang bersifat untukkeperluan pribadi siswa. Mungkin yang rasional ditanggung oleh orangtua dari jenisyang tersebut di atas adalah:Alat perlengkapan sekolah: sepatu, seragam sekolah, seragam olahraga, alat tulis danbuku catatanTranspor anak dari rumah ke sekolahUang saku/uang jajan, danEkstrakurikuler terbatas.3.Biaya OperasiBiaya operasi adalah biaya yang diperlukan sekolah untuk menunjang prosespembelajaran, sehingga mampu menunjang proses dan hasil PBM sesuai yangdiharapkan. Biaya operasional terdiri dari biaya personil dan biaya nonpersonil.Biaya operasi, yang terdiri atas:a.Biaya personaliaPengeluaran operasi personalia yang menjadi tanggung jawab Pemerintah ataupemerintah daerah dibiayai melalui belanja pegawai atau bantuan sosial sesuaiperaturan perundang-undangan.Biaya personalia satuan pendidikan, yang terdiri atas:1.Gaji pokok bagi pegawai pada satuan pendidikan;2.Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan;3.Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan;4.Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen;5.Tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen;6.Tunjangan profesi bagi guru dan dosen;7.Tunjangan khusus bagi guru dan dosen;8.Maslahat tambahan bagi guru dan dosen; dan9.Tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan profesor atau guru besarBiaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, baik formal maupunnonformal, oleh Pemerintah, yang terdiri atas:1.gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat;2.tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat;3.tunjangan struktural bagi pejabat struktural bagi pegawai negeri sipil pusat di luarguru dan dosen; dan4.tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil pusat di luarguru dan dosen.b.Biaya nonpersonalia.Pengeluaran operasi nonpersonalia yang menjadi tanggung jawab Pemerintah ataupemerintah daerah dibiayai melalui belanja barang atau bantuan sosial sesuaiperaturan perundang-undangan.Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pemenuhanrencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakanpemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau
  5. 5. berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari:a.Pemerintah;b.Pemerintah daerah;c.Masyarakatd.Bantuan pihak asing yang tidak mengikat; dan/atausumber lain yang sah.B.Sumber Dana Pembiayaan PendidikanBerdasarkan Peraturan Mendiknas Nomor 19 Tahun 2007, sekolah dewasai nidiharuskan untuk menyusun pedoman pengelolaan dana (investasi dan operasional)yang mengacu pada standar pembiayaan. Pedoman ini mengatur:Sumber pemasukan, pengeluaran, dan jumlah yang dikelolahPenyusunan dan pencairan anggaran serta penggalangan dana di luar dana investasidan operasional.Kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaranpendidikan sesuai dengan peruntukannyaPembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran untukdilaporkan kepada komite sekolah serta institusi di atasnya.Pedoman tersebut diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolahdan harus disetujui oleh institusi di atasnya. Pedoman ini juga harus disosialisasikankepada seluruh warga sekolah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secaratransparan dan akuntabel.Sumber dana sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: pemerintah(pusat dan daerah), orang tua peserta didik, dan kelompok-kelompok masyarakat.1.Pemerintah PusatPemerintah pusat membantu keuangan sekolah melalui beberapa cara, antara lainmencakup yang berikut.•Hibah (grant) dan dana bantuan biaya operasional kepada sekolah.•Membayar gaji guru.•Membantu sekolah untuk mengadakan proyek penggalangan dana denganmenyediakan bantuan teknis termasuk bahan dan perlengkapan, serta•Ikut mendanai pembangunan dan rehabilitasi bangunan sekolah.Pemerintah juga melakukan kontribusi tidak langsung kepada sekolah. Misalnya,melalui pelatihan kepala sekolah dan guru, menyiapkan silabus dan bahan, sertamelakukan pengawasan.2.Pemerintah DaerahDi negara kita, urusan pendidikan dasar dan menengah dilimpahkan kepadapemerintah daerah. Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk membangun sekolah,membayar gaji guru, menyediakan sarana fisik, fasilitas ruang kelas, dan peralatankantor sekolah dengan dana yang berasal dari APBD dan APBN. Daerah yangmemiliki pendapatan asli daerah yang tinggi, akan memiliki peluang lebih besar untukmembantu pemenuhan kebutuhan dana penyelenggaraan sekolah.3.Orang Tua Peserta didikKontribusi orang tua kemungkinan merupakan keharusan karena pemerintah belummampu mendanai seluruh kebutuhan dasar dana sekolah. Hal ini umumnya terjadi dinegara-negara berkembang seperti negara kita. Namun, di negara maju yangpemerintahnya dapat membangun fasilitas pendidikan yang baik, menyediakan guruyang cakap, dan menyediakan dana untuk berbagai program sekolah; orang tua
  6. 6. peserta didik masih berkehendak untuk menyumbang dana atau berbagai peralatanyang diperlukan sekolah. Mereka ingin agar anak-anak mereka memasuki dunia nyatadengan bekal pendidikan terbaik yang dapat mereka peroleh. Mereka ingin anak-anakmereka memiliki keunggulan ketika memasuki dunia kerja.Cara orang tua berkontribusi kemungkinan mencakup yang berikut.•Membayar biaya pendidikan yang ditentukan secara resmi.•Memberi kontribusi kepada komite sekolah.•Membayar sumbangan untuk membangun fasilitas tertentu, seperti perumahan bagiguru.•Orang tua kemungkinan menyumbangkan tenaga dan keterampilan tertentu dalamberbagai kegiatan seperti pekerjaan bangunan atau membantu dalam pelatihan olahraga, atau bahkan mungkin dapat menggantikan guru yang tidak hadir.•Membayar guru atas tambahan pelajaran di luar jam sekolah.•Membayar pembelian buku pelajaran, alat tulis, sepatu dan seragam sekolah, mejadan kursi, perpustakaan, dan dana kegiatan olah raga.•Mendanai kesejahteraan anak-anak mereka, seperti uang transpor, uang makan, dansebagainya.Kita perlu berasumsi bahwa semua orang tua dapat memberikan kontribusi yangsama, apakah itu sifatnya finansial atau dalam bentuk-bentuk kontribusi lainnya.Tingkat penghasilan orang tua di daerah perkotaan dan daerah pedesaan tampaknyacukup berbeda, seperti halnya juga ukuran keluarga. Diperlukan pendekatan yangsensitif oleh kepala sekolah. Kepala sekolah harus mampu mengetahui perbedaankeadaan orang tua peserta didik dan kemudian memberi kelonggaran bagi pesertadidik yang orang tuanya kurang beruntung secara ekonomi. Jika di satu pihak kepalasekolah harus menetapkan target yang cukup ambisius untuk menggalang dana bagisekolah, di lain pihak kepala sekolah juga perlu menerima keadaan bahwa tidaksemua orang dapat berkontribusi dalam kadar yang sama.Dalam upaya mendorong orang tua berkontribusi, Anda akan perlu menargetkanupaya Anda itu pada mereka yang memiliki sarana, tetapi tidak termotivasi. Untukmelayani keluarga yang kurang mampu, Anda perlu menyiapkan dana dukunganbeasiswa bagi mereka yang menunjukkan kemampuan akademik.4.Kelompok MasyarakatKelompok-kelompok masyarakat seringkali termasuk sebagai sumber pentingpendanaan sekolah. Kelompok-kelompok ini dimobilisasi untuk melaksanakan tugasdari para tokohnya (utamanya informal) di masyarakat, seperti kaum ulama. DiIndonesia, banyak sekolah (swasta) yang dibangun dan diselenggarakan olehkelompok-kelompok masyarakat. Cara yang Anda identifikasi dalam memobilisasidana kemungkinan mencakup yang berikut.•Memobilisasi kelompok-kelompok masyarakat dalam proyek pengembangansekolah.•Melibatkan tokoh masyarakat dalam memobilisasi massa untuk berpartisipasi secaraefektif dalam proyek-proyek sekolah.•Mengumpulkan dana untuk sekolah-sekolah di suatu wilayah.•Melibatkan kelompok-kelompok masyarakat dan mantan peserta didik dalam proyekswakarsa penggalangan dana.•Memungut pajak khusus pendidikan dari warga masyarakat.Di dalam masyarakat kemungkinan ada orang-orang yang juga memutuskan untukmembantu satu atau beberapa sekolah dengan dana dalam jumlah cukup besar.Adakalanya ada saja pengusaha yang ingin mendermakan sesuatu bagi satu atau lebih
  7. 7. sekolah. Kontribusi seperti ini hendaknya disambut dengan baik dan bahkansebaiknya didorong. Namun, pemerintah seyogianya perlu bersikap tegas terhadapyayasan yang menyelenggarakan sekolah semata-mata untuk memperoleh keuntunganfinansial. Dewasa ini kecenderungan seperti itu telah semakin menggejala. Fungsisosial pendidikan telah mulai memudar berganti dengan penekanan pada fungsikeuntungan ekonominya, khusus bagi para pengelolanya.5.Peserta didikPara peserta didik kemungkinan merupakan sumber penggalangan dana sekolah yangbaik, jika mereka tahu manfaatnya bagi diri mereka sendiri dan bagi sekolah. Berikutadalah cara-cara pelibatan peserta didik Anda yang dapat dipertimbangkan:•Pengumpulan dana melalui kegiatan seperti pertanian, memelihara ayam petelur,membuat kerajinan tangan, dan lain-lain.•Kegiatan pengumpulan dana; misalnya melalui konser musik, tari, olahraga,pameran, bazar, atau turnamen.6.YayasanAda sekolah yang didirikan oleh lembaga keagamaan atau lembaga lain yang bukanberdasarkan ideologi tertentu yang merupakan organisasi non pemerintah. Masing-masing memiliki tujuan spesifik dalam mendirikan dan mengoperasikan sekolahnyayang juga bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang cerdas dan beradab. Yayasanini memberikan dukungan finansial kepada sekolah dalam berbagai bentuk, sepertibangunan, peralatan, dan sumber daya manusia. Kemungkinan yayasan inimenyimpan dana di bank, yang kemudian diinvestasikan dalam bentuk saham, danlain-lain. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menyediakan dana pengoperasiansekolah.C.Peran Tingkat Ketersediaan Dana Penyelenggaraan PendidikanTingkat ketersediaan dana penyelenggaraan adalah jumlah dana yang tersediadibandingkan dengan kebutuhan, apakah lebih rendah, sesuai, atau lebih tinggi.Kondisi itu ada pengaruhnya terhadap tingkat keberhasilan pendidikan di sekolah,misalnya di SMP.1)Peran Ketersediaan Biaya untuk KetenagaanSistem pembelajaran yang saat ini masih banyak digunakan adalah sistem tatap mukaantara guru dengan siswa. Bila proses belajar seperti ini berarti guru masihmenduduki peran yang strategis. Dengan demikian penyediaan dana untuk rekrutmenguru yang berkualitas, kesejahteraan guru, serta pengembangan profesi akan sangatmenentukan tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Tentu saja hal tersebut harusdiikuti dengan komitmen pada masing-masing individu. Bila dana untuk pengadaanguru kurang, berarti kebutuhan guru tidak terpenuhi. Begitu pula bila guru ada tetapikualifikasinya tidak terpenuhi atau bahkan terjadi missmatch, maka akan terjadipenurunan kualitas hasil pendidikan. Biaya pengadaan guru sampai kepadapenggajian, adalah termasuk biaya investasi, karena tidak hanya berlaku satu tahun,tetapi terus-menerus, sedangkan untuk pengembangan tenaga, masuk dalam biayaoperasional. Dengan demikian dana untuk menyangkut kebutuhan tenaga meliputi:(a)Biaya rekrutmen dan pendidikan latihan,(b)Gaji upah, termasuk honor kelebihan jam mengajar,(c)Insentif untuk kesejahteraan, dan
  8. 8. (d)Penyediaan sumber bahan dan alat pembelajaran sesuai bidang studinya.2)Peran Ketersediaan Dana untuk Pengadaan dan Pemanfaatan Sarana –PrasaranaDana untuk pengadaan sarana dan prasarana terbagi dalam dua jenis biaya, yaitubiaya investasi dan biaya operasional. Yang termasuk biaya investasi adalahpengadaan bangunan (ruang kelas, ruang kantor/TU, ruang kepala sekolah, ruangwakil kepala sekolah, ruang guru, ruang lab, ruang perpustakaan, gudang, kamarkecil, lapangan olahraga, ruang praktik) dan pengadaan sarana (buku, alat peraga, alatpraktik, dan perabot), sedangkan yang termasuk biaya operasional adalah biayaperawatan/pemeliharaan, bahan dan ATK, serta bahan habis pakai. Fungsi daripengadaan sarana-prasarana adalah fungsi penunjang yaitu menunjang proses belajar-mengajar. Bila sarana dan prasarana didayagunakan dengan baik, maka akanmenunjang keberhasilan proses pembelajaran dan selanjutnya akan berpengaruhterhadap mutu hasil pembelajaran. Tetapi sebaliknya bila sarana-prasarana takdimanfaatkan dengan baik maka tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatanmutu pendidikan. Dana yang diperlukan untuk bidang sarana-prasarana antara lain:(a) bangunan, perabot, alat peraga, alat praktik, dan buku, dan (b) pemeliharaansarana-prasarana, termasuk penggantian alat yang rusak.3)Peran Ketersediaan Dana untuk Biaya OperasionalBila sudah tersedia tenaga, sarana, dan prasarana, maka yang menjadi masalah adalahbagaimana kinerja tenaga kependidikan, serta bagaimana sarana dan prasarana dapatdimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan secara optimal sumberdaya pendidikanakan sangat tergantung kinerja tenaga kependidikan dan ketersediaan danaoperasional yang menunjang proses pembelajaran. Sebagai contoh laboratorium IPAakan berpengaruh atas mutu pembelajaran IPA bila guru dan siswa maumemanfaatkan kegiatan laboratorium atau praktikum IPA secara optimal dandidukung oleh ketersediaan bahan habis pakai. Perpustakaan akan bermanfaat sebagaisumber belajar bila di dalamnya tersedia berbagai buku sumber dan buku lain untukmemperluas wawasan dan guru mau memanfaatkan perpustakaan dengan melibatkansiswa. Dana untuk biaya operasional dibutuhkan untuk antara lain untuk menunjang:(a)Proses belajar-mengajar,(b)Proses penilaian,(c)Pengadaan bahan praktik dan habis pakai,(d)Bahan dan ATK, (e) pembinaan kesiswaan, dan(f)Pelaksanaan supervisi.Dengan demikian ketersediaan dana, minimal untuk menunjang keterlaksanaanstandar pelayanan minimal sangat diperlukan, karena penyelenggaraan pendidikantanpa tersedia dana secara memadai akan berpengaruh terhadap mutu hasilpendidikannya. Dalam kaitan dengan ketersediaan dana operasional yang sangatterbatas maka perlu dilakukan prioritas:a.Pengadaan sarana dititikberatkan pada pengadaan sarana yang langsungberpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran, misalnya buku pelajaranyang ditunjang dengan alat peraga dan alat praktik.b.Pembinaan ketenagaan sebaiknya dititikberatkan pada pembinaanprofesi/kompetensi tenaga kependidikan.c.Biaya operasional dititikberatkan pada usaha menunjang proses pembelajaran, yangberpengaruh langsung pada peningkatan mutu pendidikan. Biaya yang diperlukanuntuk proses pembelajaran belum tentu tersedia secara memadai, baik untuk biaya
  9. 9. investasi maupun untuk biaya operasional. Namun yang diharapkan adalah biayauntuk pelayanan minimal dapat tersedia secara bertahap, bahkan suatu saat dapatmencapai tingkat ideal.http://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pokok-pokok-pikiran-dalam-merancang-biaya-satuan-pendidikan/BAB IIIPENUTUPA.KesimpulanBerdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :1.Standar pembiayaan pendidikan yaitu sebagai berikut :a.Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biayapenyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modalkerja tetap.b.Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yangharus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secarateratur dan berkelanjutan.c.Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi:Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji.Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, danBiaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi,pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak,asuransi, dan lain sebagainya2.Sumber dana pembiayaan pendidikan yaitu :a.Pemerintah Pusatb.Pemerintah Daerahc.Orang Tua Peserta didikd.Kelompok Masyarakate.Yayasan3.Peran tingkat ketersediaan dana penyelenggaraan pendidikana.Peran Ketersediaan Biaya untuk Ketenagaanb.Peran ketersediaan dana untuk pengadaan dan pemanfaatan sarana –prasaranac.Peran ketersediaan dana untuk biaya operasionalDAFTAR PUSTAKAhttp://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.108-110%20Isu%20Mutahir.pdfhttp://www.bsnp-indonesia.org/standards-pembiayaan.phphttp://drssuharto.wordpress.com/2008/03/04/pokok-pokok-pikiran-dalam-merancang-
  10. 10. biaya-satuan-pendidikan/http://www.kompas.com/kompas-cetak/0411/24/humaniora/1398167.htmhttp://www.mbs-sd.org/isi.php?id=103http://web.mb.ipb.ac.id/publikasi/view/2/273

×