Geografi (erosi)

1,499 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,499
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Geografi (erosi)

  1. 1. KELOMPOK 5 1. Alika Febryanti 2. Bella Hilmi 3. Rana Trisha Tomo 4. Sindya Darra 5. Ulul Azmi
  2. 2. EROSI (PENGIKISAN) • Erosi adalah proses berpindahnya massa batuan dari satu tempat ke tempat lain yang dibawa oleh tenaga pengangkut yang bergerak di atas permukaan bumi.
  3. 3. Proses terjadinya Erosi • Proses alam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan, tekstur tanah, dan tingkat kemiringan. • Intensitas curah hujan yang tinggi di suatu lokasi yang tekstur tanahnya sedimen ( batuan pengendapan materi hasil erosi), misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam menimbulkan tingkat erosi yang tinggi. • Tanah yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau rumput akan rawan terhadap erosi. • Erosi juga dapat di sebabkan oleh angin, air mengalir, air laut, dan es.
  4. 4. Erosi oleh Air Erosi ini terjadi terutama pada daerah dengan kemiringan yang curam atau di sungai. BENTUK-BENTUK EROSI 1. Splash erosion (erosi percikan) : erosi oleh butiran air hujan yang jatuh ke tanah. Karena benturan butiran air hujan, partikel-partikel tanah yang halus terlepas dan terlempar ke udara.
  5. 5. 2. Sheet erosion (erosi lembar) : erosi oleh air yang jatuh dan mengalir di permukaan tanah secara merata sehingga partikelpartikel tanah yang hilang merata di permukaan tanah. Permukaan tanah menjadi lebih rendah secara merata. Erosi ini terjadi bila permukaan tanah memiliki ketahanan terhadap erosi yang relatif seragam.
  6. 6. 3. Rill erosion (erosi alur) : erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah dengan membentuk alur-alur kecil dengan kedalaman beberapa senti meter. Erosi ini terjadi pada permukaan tanah yang landai dan memiliki daya tahan yang seragam terhadap erosi.
  7. 7. 4. Gully erosion (erosi parit) : erosi oleh air yang mengalir di permukaan tanah yang miring atau di lereng perbukitan yang membentuk alur-alur yang dalam dan lebarnya mencapai beberapa meter.
  8. 8. EROSI OLEH ANGIN (Deflasi/ korosi)  Erosi ini terjadi oleh angin yang bertiup. Erosi ini terjadi di daerah beriklim gurun atau pesisir. Contoh : sanddune(bukit-bukit pasir),seperti parangtritis dan tanah loss (endapan debu halus). Erosi ini dapat dibedakan menjadi:  Deflasi: erosi oleh angin yang bertiup dan menyebabkan material lepas yang haalus terangkut.  Abrasi: erosi oleh material-material halus yang diangkut oleh angin ketika angin menerpa suatu batuan.
  9. 9. EROSI OLEH ES (Glasial/Eksarasi) Erosi glasial bisa disebabkan oleh adanya pemanasan global atau pengerjaan es yang mencair/gletser. Meningkatnya temperatur bumi mengakibatkan pencairan lapisan es. Lelehan es akan mengalir menuruni lereng dan menggerus daerah yang dilaluinya. Contohnya : batuan morena, yang terjadi di daerah pegunungan yang bersalju, seperti pegunungan Himalaya,pegunungan Alpen, dan pegunungan Jaya Wijaya.
  10. 10. EROSI OLEH AIR LAUT (Abrasi) Erosi yang disebabkan oleh gelombang air laut. Terjadi di daerah pantai atau dinding dataran pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh air laut dapat berupa cliff (tebing terjal) dan seacave (gua pantai).
  11. 11. Contoh erosi gel air laut (pantai karang hawu Palabuan)

×