Analisis efektivitas iklan sebagai sarana strategi pemasaran produk fresh tea
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Analisis efektivitas iklan sebagai sarana strategi pemasaran produk fresh tea

on

  • 2,580 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,580
Views on SlideShare
2,497
Embed Views
83

Actions

Likes
0
Downloads
49
Comments
1

2 Embeds 83

http://muhammadharrysupriyadi.blogspot.com 80
http://muhammadharrysupriyadi.blogspot.ru 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Analisis efektivitas iklan sebagai sarana strategi pemasaran produk fresh tea Analisis efektivitas iklan sebagai sarana strategi pemasaran produk fresh tea Document Transcript

  • ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SARANA STRATEGI PEMASARAN PRODUK “FRESH TEA” Oleh : Muhammad Harry Supriyadi (1710022) Winda Putri Hanesti (1710044) Afrina Larasati (1710081) Desti Mutia (1710014) Sekar Hanum (1710047) SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA KATA PENGANTAR
  • Puji dan syukur penyusun sampaikan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat, kasih, dan anugerahNya serta segala kenikmatan kekuatan lahir dan batin yang masih diberikan, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan tugas penelitian ini dengan baik. Tugas Penelitian Pemasaran yang berjudul “Efektifitas Iklan Sebagai Strategi Pemasaran Produk Fresh Tea” ini bertujuan untuk menganalisa dan mengukur keefektifan iklan sebagai strategi pemsaran produk Fresh Tea, dalam hal peningkatan volume penjualan produk. Penyusun sangat menyadari atas segala keterbatasan dan kekurangan dalam laporan tugas penelitian ini, yang mana masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Terimakasih Jakarta, Desember 2011 Penyusun DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar....................................................................................................i Daftar Isi...............................................................................................................ii
  • Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang.................................................................................................1 1.2 Perumusan Masalah.........................................................................................3 1.3 Batasan Masalah..............................................................................................3 1.4 Tujuan Penelitian.............................................................................................3 1.5 Metodologi Penelitian.....................................................................................3 1.6 Populasi & Sample..........................................................................................5 1.7 Hipotesis..........................................................................................................5 Bab II Tinjauan Teori & Pembahasan 2.1 Profil Perusahaan.............................................................................................6 2.2 Sejarah PT. Coca Cola.....................................................................................7 2.3 Perkembangan PT. Coca Cola Bottling Indonesia..........................................8 2.4 Strategi Pemasaran PT. Coca Cola..................................................................9 Bab III Analisis & Pembahasan 3.1 Hasil Penelitian................................................................................................9 3.2 Pembahasan.....................................................................................................13 3.2.1 Efektifitas Iklan.....................................................................................14 3.2.2 Efektifitas Iklan produk Fresh Tea diukur menggunakan metode EPIC..........................................................................................14 Bab IV Kesimpulan & Saran 4.1 Kesimpulan......................................................................................................20 4.2 Saran................................................................................................................20 Daftar Pustaka BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
  • Periklanan mendapat sorotan tajam semenjak aspek informasi menjadi bagian penting dalam bisnis, kegiatan periklanan yang efektif dipandang mampu mempengaruhi kecendrungan mengkonsumsi dalam masyarakat. Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik mengenai ketersediaan dan karakteristik beberapa produk, elastisitas permintaan produk akan sangat dipengaruhi aktivitas periklanan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran iklan berpengaruh positif terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran iklan pesaing berpengaruh negatif terhadap tingkat penjualan dan market share pesaingnya Darmadi Durianto,(2003). Dampak iklan ternyata bervariasi tergantung efektivitasnya, dengan demikian anggaran iklan yang lebih besar tidak selalu mampu mengubah penjualan dan market share dalam tataran yang lebih besar pula. Di Indonesia minuman ringan mudah diperoleh baik di warung kecil hingga pusat perbelanjaan di kota besar. Industri minuman ringan memiliki potensi pasar yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah penduduk berusia muda yang sangat besar. Kondisi saat ini di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan masih cukup rendah berkisar 13 porsi per tahun bila dibandingkan dengan negara tetangga kita. Perusahaan-perusahaan minuman ringan bersaing ketat dalam merebut pangsa pasar yang ada. PT. Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai pemegang lisensi merek cocacola di Indonesia pada tabun 2003 mampu mendominasi pangsa pasar produk minuman ringan berkarbonasi dengan menguasai 99.7 % pasar. Melihat beluin adanya saingan yang berarti untuk produk minuman berkarbonaSi maka PT. CocaCola Amatil Indonesia mencoba untuk merambah pasar produk minuman ringan tidak berkarbonasi yang masih didominasi oleh PT. Sosro Indonesia dengan meluncurkan produk terbarunya yaitu Frestea pada awal tahun 2003 untuk menggantikan produk sebelumnya yaitu Hi-C yang kurang mampu bersaing di pasaran.
  • Pada tahun 2002 Sosro menguasai sekitar 91.6 % pangsa pasar minuman ringan tidak berkarbonasi di Indonesia. Tahun 2003, produk-produk Sosro menguasai sekitar 92 % pangsa pasar minuman ringan tidak berkarbonasi atau me;galami peningkatan sebanyak 0.4 %, sedangkan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia yang meluncurkan produk terbarunya yaitu Frestea hanya mampu merebut 3 % pangsa pasar. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar untuk produk minuman ringan tidak berkarbonasi. Frestea sebagai salah satu merek minuman ringan tidak berkarbonasi yang bersaing di pasaran ingin mengetahui sejauh mana tingkat kompetitifnya terhadap kompetitor-kompetitornya dalam meraih pangsa pasar dan ekuitas mereknya. Ini disebabkan karena semakin kuat ekuitas suatu merek maka semakin kuat daya tariknya bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. Aktivitas periklanan berkorelasi erat dengan biaya, dan biaya yang besar diperlukan untuk beriklan dalam hal ini PT. Coca Cola mengeluarkan belanja iklan rata-rata 200 juta rupiah per tahun dengan omzet penjualan rata-rata 16 milyar rupiah per tahun, maka dari itu efektivitas periklanan memperoleh perhatian yang serius, strategi dan program yang handal diperlukan untuk mencapai dampak iklan yang diinginkan. Berdasarkan keterangan diatas maka dapat diketahui bahwa strategi iklan yang tepat sangatlah diperlukan perusahaan agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap strategi promosi dalam hal ini iklan yang sudah dilakukan oleh Produk Fresh tea yang diharapkan akan mampu mengatasi kurang optimalnya periklanan yang dilakukan Perusahaan ini. 1.2. Perumusan Masalah
  • Apakah iklan yang digunakan oleh PT. Coca Cola untuk produk Fresh Tea sudah cukup efektif dipandang dari tingkat empathy (empati), persuasion (persuasi), impact (dampak) serta communication (komunikasi) di masyarakat?. 1.3. Batasan Masalah Agar pembahasan pada penelitian ini lebih fokus, maka perlu dibatasi sebagai berikut :  Objek penelitian adalah Produk Fresh Tea  Analisa efektivitas iklan yang digunakan PT. Coca Cola untuk produk Fresh Tea yang di pandang dari tingkat Empati, Persuasi, Dampak serta Komunikasi. 1.4. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas iklan yang sudah digunakan oleh PT Coca Cola untuk produk fresh Tea sebagai sarana strategi pemasaran yang sudah dilakukan. 1.5. Metodologi Penelitian Pada penyusunan Tugas Penelitian ini maka penulis membutuhkan beberapa informasi pendukung atau informasi pokok yang dibutuhkan dalam penyusunan tugas penelitian ini. Metode yang digunakan penulis dalam rangka memperoleh data kuisioner adalah menggunakan cara atau teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Teknik Observasi Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. 2. Teknik Interview
  • Penulis mengadakan wawancara dan tanya jawab langsung dengan pihakpihak yang mengetahui tentang hal-hal yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti untuk mendapatkan data. 3. Analisis Tabulasi Silang Dalam menganalisis efektifitas iklan pada permasalahan ini, penulis menggunakan Analisis Tabulasi sederhana dan Perhitungan Rata- rata Terbobot, Darmadi Durianto (2003:95) sebagai berikut : Dalam Analisis Tabulasi Sederhana, data yang yang diperoleh diolah kebentuk prosentase. P= Dimana : P = prosentase responden yang memilih kategori tertentu fi =jumlah responden yang memilih kategori tertentu =banyaknya jumlah responden 4. Skor Rata-rata Setiap jawaban respoden dari pertanyaan yang diberikan, diberi bobot. Cara menghitung skor adalah menjumlahkan seluruh hasil kali nilai masing-masing bobotnya dibagi dengan jumlah total frekuensi. X= Dimana : x = Rata-rata berbobot fi =Frekkuensi wi =Bobot
  • 1.6. Populasi & Sampel Pengambilan Sampel 1. Unit Pengambilan Sampel Sample dari penelitian ini adalah responden (konsumen) dikampus Sekolah Tinggi Manajemen Industri. 2. Ukuran Sampel Banyaknya sampel yang dijadikan responden adalah 20-30 orang. 3. Prosedur Pengambilan Sampel Sampel/responden diambil secara acak, siapapun konsumen yang ada dipasar terutama mahasiswa, mempunyai peluang besar untuk dijadikan responden. 1.7. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian kali ini adalah : “Terdapat kesimpulan sementara bahwa strategi pemasaran untuk produk Fresh Tea melalui iklan cukup efektif, terhadap minat konsumen untuk membeli produk tersebut sehingga memacu peningkatan penjualan”.
  • BAB II TINJAUAN TEORI & PERUSAHAAN 2.1. Profil Perusahaan Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company. Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia. Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.
  • Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca Cola Bottling Indonesia. Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia. 2.2. Sejarah PT. Coca Cola Rasa menyegarkan Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Dr. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892. Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Bendabenda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan. Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola
  • dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar. 2.3. Perkembangan PT. Coca Cola Bottling Indonesia Hampir tidak ada perusahaan yang dapat luput dari pengaruh kemajuan teknologi dan munculnya produk-produk baru. Cepat atau lambat, hampir semua produk yang ada sekarang akan hilang dari pasar dan digantikan dengan produkproduk lain sehingga pertumbuhan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang akan tergantung dari kebijaksanaan produk yang didefinisikannya. Dalam kondisi saat ini, dimana perkembangan pasar sangat dinamis dan penuh persaingan, perusahaan akan sulit mempertahankan eksistensinya jika hanya bertahan pada produknya yang sekarang. Oleh karena itu, pengembangan produk baru merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan. Pengembangan tersebut meliputi pembuatan produk yang baru atau penyempurnaan dari produk yang sudah ada. Proses pengembangan produk baru juga disertai dengan berbagai resiko kegagalan. Untuk memperkecil resiko kegagalan, produk baru perlu dibuat berdasarkan konsep produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen serta dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen. Inovasi pada perusahaan minuman ringan Coca-cola dimana inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar dan dikenal luas. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. Pada tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa
  • produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Pada proses inovasi ini, khususnya pada tahap inisiasi perlu dipertimbangkan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat diterima oleh perusahaan maupun masyarakat. Jelas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam pengembangan produk baru untuk memunculkan ide dan kreatifitas munculnya produk atau jasa baru yang dapat dimanfaatkan oleh para konsumennya. 2.4. Strategi Pemasaran PT. Coca Cola Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat. Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan. Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara CocaCola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan CocaCola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap.
  • BAB III ANALISIS & PEMBAHASAN 3.1. Hasil Penelitian Tabel analisis data riset pengaruh iklan terhadap produk Fresh Tea 1. Apakah Anda tahu produk Fresh Tea? Jumlah Jawaban Tahu Tidak Tahu Abstain 29 1 - Prosentase 96,6% Prosentase 3,33% - 2. Pernahkah anda pernah membeli produk Fresh Tea? Jumlah Jawaban Pernah Tidak Pernah Abstain 29 1 - Prosentase 96,6% Prosentase 3,33% -
  • 3. Seberapa sering Anda membeli produk “Fresh Tea”? Jumlah Jawaban Jarang Sering Sering Abstain Sekali 22 8 0 - Prosentase Prosentase Prosentase - 73,3% 26,6% 0% 4. Disaat seperti apa Anda membeli produk “Fesh Tea”/ Jumlah Jawaban Jika Ingin Jika Punya Jika ada Abstain uang lebih hadiah 21 9 0 - Prosentase Prosentase Prosentase - 70% 30% 0% 5. Apakah iklan Fresh Tea cukup menarik? Jumlah Jawaban Ya Abstain 25 5 - Prosentase 83,3% 6. Tidak Prosentase 16,7% - Apakah setelah Anda melihat Iklan Fresh Tea, Anda tertarik ingin membelinya? Jumlah Jawaban Ya Tidak Abstain
  • 18 - Prosentase 60% 7. 12 Prosentase 40% - Apakah iklan Fresh Tea lebih menarik perhatian konsumen dibandingkan dengan iklan produk lainnya yang sejenis? Jumlah Jawaban Ya Tidak Abstain 11 19 - Prosentase 36,6% Prosentase 64,4% - 8. Apakah strategi pemasaran Produk Fresh Tea melalui iklan sudah dianggap efektif? Jumlah Jawaban Sudah Belum Abstain 13 17 - Prosentase 43,3% Prosentase 57,7% - Sumber : Jawaban kuisioner 3.2. Pembahasan Pemasaran merupakan kegiatan tukar menukar atau jual beli barang dan jasa baik dilakukan oleh individu atau kelompok dalam waktu dan di tempat tertentu untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan. Riset pemasaran merupakan kegiatan sistematis dalam rangka pengumpulan informasi, pencarian dan analisa data untuk mengidentifikasi suatu masalah yang ada dalam perusahaan guna
  • membantu manajemen dalam mengambil keputusan dan langkah selanjutnya dalam rangka meningkatkan pangsa pasar melalui perbaikan kualitas baik dari tingkat bahan baku, proses, pengendalian mutu, manajemen sampai produk akhir. Dalam kegiatan ini dilakukan riset pemasaran tentang pemberian pengaruh iklan terhadap keefektifan strategi pemasaran produk Fresh Tea yang merupakan salah satu produk dari PT. Coca-cola Company terhadap pangsa pasar atau nilai jual dari produk itu sendiri, apakah mendongkrak nilai jual atau sebaliknya. Instrument yang digunakan dalam riset ini adalah menggunakan kuesioner, dimana satu kuesioner berisi 8 pertanyaan yang disebarkan kepada responden yang diambil secara acak sejumlah 30 orang yang mewakili konsumen di kampus Sekolah Tinggi Manajemen Industri. Analisa data yang digunakan adalah analisa manual. Berdasarkan tabel, diperoleh hasil analisa data riset pemasaran produk Fresh Tea. Dari hasil tersebut diketahui bahwa 100% responden menyatakan tahu tentang produk PT. Coca-cola Company terutama Fresh Tea. Dari 100% tersebut, 96,6% responden mengaku tahu tentang produk Fresh Tea dari Coca-Cola , 3,3% Mengakui bahwa tidak tahu tentang produk Fresh Tea. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa Fresh Tea merupakan produk yang sudah familiar di masyarakat, Khususnya lingkungan perguruan tinggi. Dari pertanyaan tentang “Pernahkah anda membeli produk Fresh Tea?” diperoleh sebanyak 96,6% responden menjawab Pernah ketika ingin, haus, suasana agak panas dan lain-lain, sisanya 3,3% menjawab belum pernah. Dari pertanyaan tentang “Seberapa seringkah anda membeli produk Fresh Tea?”, diperoleh sebanyak 73,3% responden menjawab jarang, sisanya 26,6% menjawab sering dan 0% mengaku sering sekali membeli Produk Fresh Tea. Dari pertanyaan tentang “Disaat seperti apakah anda membeli produk Fresh Tea?”, diperoleh sebanyak 70% responden menjawab ketika ingin, sisanya 30% menjawab jika punya uang lebih dan 0% mengaku jika ada penawaran hadiah dari produk Fresh Tea. Sedangkan untuk strategi pemasaran nya, kami bertanya “Apakah Iklan produk Fresh Tea cukup menarik?” diperoleh sebanyak 83,3% responden mengaku iklan Fresh Tea cukup menarik, dan selebihnya menjawab belum cukup menarik. Dari pertanyaan “Apakah setelah melihat iklan Fresh Tea Anda langsung
  • tertarik untuk membelinya?” dan diperoleh sebanyak 60% “Ya”, dan 40% nya menjawab “Tidak”. Dan dari pertanyaan terakhir yang kami ajukan yaitu “ Apakah Strategi pemasaran Prduk fresh Tea melalui iklan sudah efektif?”, 43,3% responden menjawab “Sudah” dan 57,7% responden menjawab “Belum”. 3.2.1. Efektifitas Iklan Efektifitas merupakan suatu pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, maka efektifitas dapat didefinisikan dengan melakukan pekerjaan yang benar. ( Drucker dan Al Fansusu, 1989:14 ). Menurut Fredy Rangkuty (1997:136) efektifitas iklan adalah pengukuran iklan dalam arti tercapainya sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. 3.2.2. Efektifitas iklan produk “Fresh Tea” diukur menggunakan metode EPIC Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Epic model, Darmadi Durianto (2003). Epic model yang dikembangkan oleh AC Nielsen, salah satu perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, Epic Model dan mencakup empat dimensi kritis yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi (Empathy, Persuasion, Impact and communications – EPIC) berikut akan dipaparkan dimensi – dimensi dalam Epic model, yang juga digunakan oleh PT. Coca Cola untuk mengukur efektivitas iklan pada Produk Fresh Tea. A. Dimensi Empati Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek. Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain, Kamus besar bahasa Indonesia, (1988:228).
  • Tabel 3.1 Faktor Emphaty Responden Terhadap Iklan produk “Fresh Tea” Atribut Sangat Jelek Jelek Cukup Bagus Sangat Bagus Bobot 1 2 3 4 5 Jumlah Responden 0 0 7 19 4 30 Total Sumber : Diolah dari data primer = 3,9 = Hasil analisis penelitian pengukuran efektivitas iklan produk Fresh Tea di media cetak dan elektronik berdasarkan EPIC model diketahui dimensi empathy iklan produk Fresh Tea masuk dalam rentang skala efektif, karena lebih dari 50% responden menyatakan bagus. Dan dengan perhitungan rata-rata pembobotan 3,9 yang mengarahkan penilaian atribut diantara CUKUP dengan BAGUS Hal ini menginformasikan bahwa responden cukup menyukai iklan Produk Fresh Tea, sehingga iklan tersebut cukup dapat memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik produk dan jasa produk Fresh Tea bagi konsumen. B. Dimensi Persuasi Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek. Persuasi (persuasion) adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan keinginan berperilaku yang disebabkan satu komunikasi promosi. Komunikasi promosi, seperti periklanan, yang dapat mempengaruhi konsumen dapat menggunakan dua proses kognitif, yaitu : “jalur sentral” dan “Jalur periferal” menuju persuasi. Proses persuasi yang akan dipakai ditentukan dengan tingkat keterlibatan konsumen dalam pesan produk . (Peter dan Olson 1996).
  • Tabel 3.2 Faktor Persuasi Responden Terhadap Iklan produk “Fresh Tea” Atribut Sangat Tidak Tertarik Tidak Tertarik Biasa-biasa saja Tertarik Sangat Tertarik Bobot 1 2 3 4 5 Jumlah Responden 1 4 17 6 2 30 Total Sumber : Diolah dari data primer = = 3,133 Dimensi persuasion iklan produk Fresh Tea masuk dalam tentang skala cukup efektif, yang menunjukkan bahwa iklan produk Fresh Tea di media cetak elektronik dan cukup dapat memberikan peningkatan penjualan produk Fresh Tea. Iklan tersebut cukup mempunyai dampak terhadap keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut dengan melihat hasil dari rata-rata pembobotan dengan nilai 3,133 yang mengarah dari Biasa-biasa saja menuju Tertarik. C. Dimensi Impact (Dampak) Dimensi Impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang di sampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan. Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk (levels of product knowledge) yang berbeda-beda, yang dapat digunakan untuk menerjemahkan informasi baru dan membuat pilihan pembelian. Konsumen dapat memiliki empat tingkat pengetahuan produk, yaitu : kelas produk, bentuk produk, merek, dan model. Tabel 3.2 Faktor Impact Responden Terhadap Iklan produk “Fresh Tea” Atribut Sangat Tidak Setuju Bobot 1 Jumlah Responden 4
  • Tidak Setuju Biasa-biasa saja Setuju Sangat Setuju 2 3 4 5 4 6 13 3 30 Total Sumber : Diolah dari data primer = = 3,233 Dimensi impact iklan produk Fresh Tea masuk dalam rentang skala efektif, karena 13 responden menyatakan setuju. Hal ini berarti bahwa produk Fresh Tea cukup menonjol dibandingkan perusahaan lainnya. Dan, iklan tersebut cukup melibatkan konsumen untuk mengetahui produk Fresh Tea dengan rata-rata nilai pembobotan 3,233. D. Dimensi Comunication (Komunikasi) Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemrosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan permasalahan komunikasi. Proses dimulai ketika sumber komunikasi promosi menentukan informasi apa yang harus dikomunikasikan, kemudian meng-enkoding pesan tersebut dalam bentuk simbol-simbol yang paling tepat (menggunakan kata, gambar, atau tindakan). Penerima atau konsumen, jika digiring ke suatu promosi, harus men-dekoding atau menerjemahkan maknanya. Kemudian, konsumen dapat mengambil tindakan, seperti pergi ke toko atau melakukan pembelian. Dua tahapan model komunikasi sangat dibutuhkan, khususnya demi keberhasilan penerapan strategi promosi. Tahapan pertama terjadi ketika pemasar menciptakan komunikasi promosi untuk meng-enkoding suatu makna. Tahap kedua adalah pen-dekoding-an, yaitu konsumen masuk dan memahami informasi dalam komunikasi promosi dan interpretasi pribadi mereka terhadap makna yang ditangkap. mengembangkan
  • Tabel 3.3 Faktor Comunication Responden Terhadap Iklan produk “Fresh Tea” Atribut Sangat Tidak Jelas Tidak Jelas Cukup Jelas Jelas Sangat Jelas Bobot 1 2 3 4 5 Jumlah Responden 0 3 9 15 3 30 Total Sumber : Diolah dari data primer = = 3,6 Dimensi Communication iklan produk Fresh Tea masuk dalam rentang skala efektif, yang menginformasikan bahwa konsumen dapat mengingat pesan utama yang disampaikan. Pesan tersebut meninggalkan kesan yang kuat dan pemahaman konsumen akan produk Fresh Tea juga dengan melihat rata-rata nilai pembobotan 3,6 yang mengindikasikan komunikasi antara cukup jelas dengan jelas. Secara keseluruhan EPIC rate, mencapai lebih dari 50% adalah cukup efektif saja tetapi kinerjanya belum maksimal. Empathy 6 5 3,9 4 3 3,23 3 cukup efektif cukup efektif 3,13 33 2 Impact cukup efektif 1 6 5 4 3 2 1 Persuation 1 2 3 1 2 3,6 4 5 6
  • 3 cukup efektif 4 5 6 Communication Gambar EPIC Model iklan PT. Coca-Cola untuk produk Fresh Tea BAB IV KESIMPULAN & SARAN 4.1. Kesimpulan Dalam bab ini penulis mencoba menyimpulkan beberapa hal yang dianggap penting, terhadap perusahaan khususnya periklanan yang diharapkan berguna bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan volume penjualan. Efektifitas iklan dari keempat faktor EPIC tersebut dinyatakan cukup efektif karena berdasarkan analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya. Ternyata Faktor Communication menjadi faktor yang paling dominan diantara faktor lainnya. Perusahaan dapat lebih menekankan pada peningkatan dan mempertahankan faktor dominan ini dalam upaya mempertahankan efektifitas iklan. Namun dalam kenyataan nya, produk Fresh Tea harus meningkatkan mutu
  • dan keunikan dari promosi produk. Karena, persaingan merk untuk produk teh botol sangat ketat, dan sulit bagi perusahaan yang mengeluarkan lini produk baru, untuk bersaing dan mengubah kecintaan konsumen terhadap produk yag sudah memiliki nama di hati konsumen. Dan pengukurun efektifitas iklan melalui Metode Epic ini, sudah cukup efektif mekipun dalam kenyataan nya kinerja nya belum maksimal. 4.2. Saran Untuk lebih dapat meningkatkan efektifitas iklan, sebaiknya PT. Coca Cola tersebut menyusun perancangan program periklanan yang efektif dalam upaya meningkatkan volume penjualan untuk produk Fresh Tea. Adapun langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Memberikan informasi yang jelas dan mempengaaruhi khalayak untuk membeli. Dengan catatan informasi yang ada benar-benar ada pada produk Fresh Tea. Menetapkaan tujuan periklanan yang lebih tepat, antara lain : melakukan iklan persuasive. 2. Keputusan tersebut sangat mempengaruhi besar kecilnya anggaran iklan yang diperlukan. Sebab kenaikan volume penjualan tersebut tidak terlalu tinggi dan banyaknya perusahaan yang bergerak dibidang yang sama. 3. Keputusan mengenai pesan efektif haruslah menarik, spesifik, mudah dimengerti, singkat dapat dipercaya, sesuai dengan keinginan pembaca dan persuasive. Tahap-tahap yang harus dilalui untuk pembuatan pesan yang efektif antara lain : 1. Perencanaan pesan Dengan caara induktif yaitu melalui pendapat konsumen atau dengan cara deduktif, yaitu melihat keputusan yang dirasakan konsumen. Diharapkan pesan yang disajikan tersebut ditingkatkan. 2. Evaluasi dan Seleksi Pesan Pesan iklan haruslah masuk akal dan membangkitkan daya tarik keinginan para calon konsumen. 4. Penentuan Media
  • Dalam menentukan media haruslah dipilih dan memperhatikan aspek aspek antara lain : 1. Tiras yaitu banyaknya unit fisik penyampaian iklan. 2. Harus diperluas media yang dipakai, seperti : melalui media elektronik (Audio Visual). 5. Mengukur Efektifitas Iklan Dalam pengukuran efektifitas iklan tersebut perusahaan haruslah dapat mengetahui apakah program perancangan periklanan dan anggaran iklan yang dikeluarkan tidak sia-sia. Banyak cara agar konsumen lebih tertarik terhadap Produk Frsh Tea misalnya dengan cara perusahaan harus memperbaiki kebijaksanaan promosi, khususnya iklan yang telah disajikan selama ini, sehingga didalam melakukan suatu perencanaan promosi dapat memberikan hasil yang memuaskan terhadap pendapatan yang diperoleh perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Darmadi Durianto,Sugiarto,Anton.W.Widajaj,Hendrawan.S. Inovasi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif, PT.Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2003 Fandy Tjiptono. 1997. Strategi Pemasaran, Cetakan Pertama, Edisi Kedua Penerbit Andi, Yogyakarta. J. Supranto, 1998. Metode Penelitian Penerbit Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
  • J. Paul Peter dan Jerry C.Olson, 1996, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jakarta