Makalah Oksigen dan Sulfur ( Kimia Anorganik )

1,996
-1

Published on

Makalah ini dibuat untuk presentasi Oksigen dan Sulfur mata kuliah Kimia Anorganik yang diampu oleh Bapak Nofrizal John, M.Si. KIMIA 2011-FST-UNJA

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,996
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah Oksigen dan Sulfur ( Kimia Anorganik )

  1. 1. MAKALAH KIMIA ANORGANIK OKSIGEN DAN SULFURDisusun oleh :Kelompok 4 : Anis Dwi Lestari Suci Mustika Wirni Ari Listyani Putri Ajeng Stephani Gunawan Olivia Stephani Resti Tanjung Lenny Theresia Tuti Fitriyani Reno SaputraDosen pengampu : Drs. Nofrizal John, M.Si UNIVERSITAS JAMBI 2012 1
  2. 2. Kata Pengantar Puji Syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,atas berkat serta rahmatyang diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Oksigen Dan Sulfur” dengan tepat waktu. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Bapak Nofrizal John,M.Si selaku dosenpengampu yang telah banyak membantu dan membimbing kami dalam penyusunan makalahini. Makalah ini membahas tentang unsur oksigen dan sulfur. Atau lebih spesifikmenengenai sifat fisik dan sifat kimia,pembuatan,persenyawaan serta kegunaan dari unsuroksigen dan sulfur. Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca. Kami meyadari makalah ini tidak sempurna,oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berperan dalampenyusunan makalah ini. Jambi, Desember 2012 Penyusun 2
  3. 3. Daftar IsiI.PENDAHULUAN ......................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 1 1.3 Tujuan .................................................................................................. 1 1.4 Batasan Masalah ................................................................................... 1II.PEMBAHASAN ......................................................................................... 2 2.1 Oksigen ................................................................................................. 2 2.1.A Struktur Oksigen ....................................................................... 3 2.1.B Sifat Oksigen ............................................................................. 3 2.1.C Ozon ......................................................................................... 5 2.1.D Oksida ....................................................................................... 6 2.1.E Air ............................................................................................ 8 2.1.F Peroksida .................................................................................. 9 2.2 Sulfur Atau Belerang ............................................................................ 10 2.2.A Sifat Sulfur/Belerang ................................................................. 12 2.2.B Hidrogen Sulfida ....................................................................... 15 2.2.C Asam Sulfat ............................................................................... 17 2.2.D Siklus Sulfur .............................................................................. 20III. PENUTUP ....................................................................................... ......... 20 3.1 Kesimpulan .......................................................................................... 20 3.2 Saran .......................................................................................... ......... 20 3
  4. 4. DAFTAR PUSTAKA .................................. .................................................... 21 BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pengetahuan tentang unsur dan senyawanya sudah sedemikian luas dan semuanya hanya dipelajari dengan menggunakan sistem periodik unsur. Pada saat ini tidak mungkin lagi untuk mempelajari lagi sifat masing-masing unsur dan se-nyawanya satu demi satu secara terpisah tetapi berdasarkan golongan unsur. Beberapa aspek tentang unsur, seperti ukuran atom, potensi elektroda dan sebagainya dapat digunakan untuk memahami sifat unsur dan senyawanya. Golongan VIA atau yang biasa disebut dengan golongan kalkogen terdiri dari oksigen,sulfur, selenium, telerium dan polonium. Unsur-unsur tersebut memiliki beberapa perbedaanbaik itu berdasarkan sifat fisika, sifat kimia, maupun ikatannya. Perbedaan tersebut jugadapat mempengaruhi sifat kereaktifannya untuk membentuk persenyawaan dengan atom lain,sehingga dengan demikian terdapat juga perbedaan ikatannya dan kegunaannya.1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah sifat fisika dan kimia golongan VI A? 2. Bagaimanakah kecenderungan sifat fisika dan kimia golongan VI A? 3. Bagaimanakah persenyawaan oksigen,sulfur dan selenium?1.3 Tujuan 1. Mengetahui sifat fisika dan kimia Oksigen dan Sulfur. 2. Mengetahui reaksi-reaksi Oksigen dan Sulfir 3. Mengetahui manfaat Oksigen dan Sulfur dalam kehidupan.1.4 Batasan MasalahMembahas sifat-sifat kimia, fisika dan persenyawaan oksigen dan sulfur . 4
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN2.1 OKSIGEN Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yangmempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapatdengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida).Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitusenyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa danunsur paling melimpah di kerak Bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volumeatmosfer bumi. Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, sepertiprotein, karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian pula senyawa anorganikyang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkandari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan padarespirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob,yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan.O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu. Terdapatpula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan ozon pada atomsfer membantumelindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun pada permukaan bumi ia adalah polutanyang merupakan produk samping dari asbut. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal olehkarena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan olehAntoine Lavoisier pada tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasilmeruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri 5
  6. 6. dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untukmemisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga digunakansebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai penyokong kehidupan padapesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.2.1.A STRUKTUR OKSIGEN Pada temperatur dan tekanan standar, oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasadengan rumus kimia O2, di mana dua atom oksigen secara kimiawi berikatan dengankonfigurasi elektron triplet spin. Ikatan ini memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskansecara sederhana sebagai ikatan ganda ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektrondengan dua ikatan tiga elektron. Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2.Konfigurasi elektron molekul ini memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki duaorbital molekul yang berdegenerasi. Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai antiikat(melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi dua), sehingga ikatan oksigen diatomik adalahlebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen. Dalam bentuk triplet yang normal, molekul O2 bersifat paramagnetik oleh karena spinmomen magnetik elektron tak berpasangan molekul tersebut dan energi pertukaran negatifantara molekul O2 yang bersebelahan. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet,sedemikiannya pada percobaan laboratorium, jembatan oksigen cair akan terbentuk di antaradua kutub magnet kuat. Oksigen singlet, adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan spin elektronnyaberpasangan. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada umumnya. Secara alami, oksigensinglet umumnya dihasilkan dari air selama fotosintesis. Ia juga dihasilkan di troposfermelalui fotolisis ozon oleh sinar berpanjang gelombang pendek, dan oleh sistem kekebalantubuh sebagai sumber oksigen aktif. Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis(kemungkinan juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerapoksigen singlet dan mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum iamenyebabkan kerusakan pada jaringan.2.1.B SIFAT OKSIGEN C.1 Sifat Fisik 6
  7. 7. Warna oksigen cair adalah biru seperti warna biru langit. Fenomena ini tidakberkaitan; warna biru langit disebabkan oleh penyebaran Rayleigh. Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Air mengandung sekitar satu molekulO2 untuk setiap dua molekul N2, bandingkan dengan rasio atmosferik yang sekitar 1:4.Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada suhu. Pada suhu 0°C, konsentrasi oksigendalam air adalah 14,6 mg·L−1, manakala pada suhu 20°C oksigen yang larut adalah sekitar7,6 mg·L−1. Pada suhu 25 °C dan 1 atm udara, air tawar mengandung 6,04 mililiter (mL)oksigen per liter, manakala dalam air laut mengandung sekitar 4,95 mL per liter. Pada suhu 5°C, kelarutannya bertambah menjadi 9,0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per literuntuk air murni dan 7,2 mL (45% lebih) per liter untuk air laut. Oksigen mengembun pada 90,20K (−182,95°C, −297,31°F), dan membeku pada54.36K (−218,79°C, −361,82°F). Baik oksigen cair dan oksigen padat berwarna biru langit.Hal ini dikarenakan oleh penyerapan warna merah. Oksigen cair dengan kadar kemurnianyang tinggi biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair. Oksigen cair jugadapat dihasilkan dari pengembunan udara, menggunakan nitrogen cair dengan pendingin.Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yangmudah terbakar.C.2 Sifat KimiaSenyawaan oksigen dengan semua unsur kecuali He, Ne dan mungkin Ar dikenal. Molekuloksigen (dioksigen, O2) bereaksi dengan semua unsur lain kecuali halogen, beberapa logammulia, dan gas-gas mulia baik dalam suhu ruangan atau pada pemanasan. Kimia oksigenmenyangkut pemenuhan konfigurasi neon dengan salah satu cara berikut ini (Cotton.2007:349):1. Penggabungan elektron membentuk O2- Ranah sifat fisika yang diperhatikan oleh oksida biner dari unsurnya melengkapiranah jenis ikatan mulai yang benar-benar ionik sampai yang benar-benar kovalen.Pembentukan ion oksida dari molekul oksigen memerlukan banyak energy, kira-kira 1000Kj/mol:½ O2 (g) O (g) ∆H= 248 Kj/mol 7
  8. 8. O (g) + 2e O2-(g) ∆H= 752 Kj/molMolekul oksigen yang benar-benar kovalen adalah senyawaan seperti CO2, SO2 NO2, dansebagainya. 1. Pembentukan dua ikatan kovalen tunggal -O- atau ikatan rangkap dua =O, seperti dialam (CH3)2C=O atau Cl5Re=O. 2. Pembentukan satu ikatan tunggal dan penggabungan elektron seperti dalam –OH atau – OEt. 3. Pembentukan tiga atau yang kurang umum, empat ikatan kovalen seperti dalam ion oksonium H3O+, R3O+ dan Be4(CO2CH3)6.Pembentukan ion oksonium analog dengan pembentukan ion ammonium;NH3 + H+ NH4+OH2 + H + OH3+2.1.C Ozon Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia.Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosferbumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer. Ozon di muka bumiterbentuk oleh sinar ultraviolet yang menguraikan molekul O3 membentuk unsur oksigen.Unsur oksigen ini bergabung dengan molekul yang tidak terurai dan membentuk O3.Kadangkala unsur oksigen akan bergabung dengan N2 untuk membentuk nitrogen oksida;yang apabila bercampur dengan cahaya mampu membentuk ozon. Ozon yang berada di lapisan stratosfir adalah ozon yang “baik”, walaupun sebenarnyamempunyai sifat-sifat sama dengan yang di lapisan trofosfir. 8
  9. 9. Ozon ini melindungi bumi dari radiasi sinar ultra violet matahari yang berbahayabagi makhluk hidup di bumi. Sebaliknya ozon yang berada di lapisan trofosfir bersifat racunbagi makhluk hidup, juga termasuk salah satu dari gas-gas rumah kaca, oleh karenanya ozondi lapisan ini adalah ozon yang “jahat”. Trioksigen (O3), dikenal sebagai ozon, merupakanalotrop oksigen yang sangat reaktif dan dapat merusak jaringan paru-paru. Ozon diproduksidi atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan daripemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV)D.1 Pembentukan Ozon Bila sebuah molekul oksigen menyerap photon dari sinar dengan panjang gelombanglebih pendek dari 200 nm, maka enerjinya dapat memisah satu molekul itu menjadi dua buahatom oksigen. Selanjutnya satu dari atom ini akan bereaksi dengan molekul oksigen lainmembentuk ozon.D.2 Peruraian Ozon Sebuah molekul ozon akan menyerap photon dari sinar dengan panjang gelombang200-300 nm terurai menjadi sebuah molekul oksigen dan sebuah atom oksigen. Selanjutnyasebuah ato oksigen ini bereaksi dengan 1 molekul ozon membentuk 2 molekul oksigen. Gambar pembentukan dan peruraian Ozon 9
  10. 10. 2.1.D Oksida Oksida adalah senyawa kimia yang sedikitnya mengandung sebuah atom oksigen sertasedikitnya sebuah unsur lain. Sebagian besar kerak bumi terdiri atas oksida. Oksida terbentukketika unsur-unsur dioksidasi oleh oksigen di udara. Pembakaran hidrokarbon menghasilkandua oksida utama karbon, karbon monoksida, dan karbon dioksida. Bahkan materi yangdianggap sebagai unsur murni pun seringkali mengandung selubung oksida. Misalnyaaluminium foil memiliki kulit tipis Al2O3 yang melindungi foil dari korosi. Oksida-oksida pada barisan pertama dikenal sebagai oksida-oksida tertinggi dari tiapunsur. Oksida-oksida ini adalah saat di mana unsur-unsur periode 3 berada pada keadaanoksidasi tertinggi. Pada oksida-oksida ini, semua elektron terluarnya terlibat dalampembentukkan ikatan mulai dari natrium yang hanya memiliki satu elektron terluar hinggaklor dengan 7 elektron terluar.Ada 5 macam oksida, diantaranya:1. Oksida Basa, adalah suatu oksida logam yang dapat menghasilkan basa atau hidroksidabila oksida tersebut direaksikan dengan air. Contoh oksida basa atau oksida logam: Na2O,K2O, CaO,SrO, FeO, Fe2O3, ZnO, dan yang lainnya. Kesimpulan: Oksida Basa + H2O BasaMeskipun dari semua oksida basa dikenal hidroksidanya yang bersangkutan, namun yangdapa bereaksi langsung dengan air hanya Na2O, K2O, CaO, SrO, dan BaO.2. Oksida Asam, adalah oksida non logam yang dapat menghasilkan asam bila direaksikandengan air. Contoh oksida asam: CO2, SO2, SO3, P2O3, P2O5, N2O3, N2O5, dan yang lainnya.Kesimpulan: Oksida Asam + H2O Asam3. Oksida Amfoter, ialah suatu oksida logam atau oksida metaloida yang dapat bersifat baiksebagai oksida basa, maupun sebagai oksida asam. Senyawa oksida yang termasuk oksidaamfoter adalah : ZnO, PbO, SnO, SnO2, Al2O3, Cr2O3, As2O3, As2O5, Sb2O3, Sb2O5 . Karenaoksida-oksida tersebut bersifat amfoter maka basa atau asamnya yang bersangkutan jugabersifat amfoter yaitu hidroksida-hidroksida amfoter dan asam-asam amfoter.4. Oksida Indifferen, adalah suatu oksida logam atau oksida non logam yang bukan tergolongoksida basa dan bukan pula oksida asam. Senyawa oksida yang termasuk oksida indifferenadalah: H2O, CO, N2O, NO, NO2, N2O4, MnO2, PbO2, Pb3O4. 10
  11. 11. 5. Oksida Laina) Peroksida adalah suatu oksida logam yang dianggap terbentuk dari hidrogen peroksida(H2O2) jika semua atom H dari hidrogen peroksida itu diganti dengan sejenis atom logam.Ciri senyawa peroksida yaitu kelebihan satu atom oksigen bila dibandingkan dengan senyawaoksida biasa. Hal ini menyebabkan biloks O = -1. Contoh senyawa peroksida:H2O2 = Hydrogen peroksidaNa2O2 = Natrium peroksidaMgO2 = Magnesium peroksidaK2O2 = Kalium peroksidaCaO2 = Kalsium peroksidaBaO2 = Barium peroksidaMnO2 dan PbO2 bukan suatu peroksida, tetapi suatu dioksida.b) Superoksida adalah duatu oksida logam yang jumlah oksigennya lebih satu dibandingkandengan senyawa peroksida. Contoh senyawa superoksida:NaO2 = Natrium superoksidaKO2 = Kalium superoksidaMgO3 = Magnesium superoksidaCaO3 = Kalsium superoksidaBaO3 = Barium superoksidac) Oksida campuran adalah suatu oksida logam yang merupakan campuran dua macamsenyawa. contoh:Fe3O4, campuran FeO dengan Fe2O3Pb3O4, campuran PbO dengan PbO22.1.E Air Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atasdua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Tarikan atom oksigenpada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen,meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatifpada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul airmemiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat 11
  12. 12. adanya dipol ini membuat masing masing molekul saling berdekatan, membuatnya su masing-masing sulituntuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik tarik-menarik inidisebut sebagai ikatan hidrogen hidrogen. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia.Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dantemperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen dapat(H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida ( -). (OHMolekul air dapat diuraikan menjadi unsur unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. unsur-unsurProses ini disebut elektrolisis air. Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkapdua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anode, ,dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkanelektron ke katode. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembalibeberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskansebagai berikut. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung padaelektrode dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkanhidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakarkendaraan hidrogen. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain diBumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planetMars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan lan(air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam satunyaketiga wujudnya tersebut.2.1.F Peroksida Dalam ilmu kimia, peroksida adalah kelompok senyawa yang memiliki ikatan tunggaloksigen-oksigen. Dalam percakapan umum "peroksida" juga dapat merujuk pada larutan .hidrogen peroksida. Peroksida adalah suatu oksida logam yang dianggap terbentuk dari oksidahidrogen peroksida (H2O2) jika semua atom H dari hidrogen peroksida itu diganti dengan 12
  13. 13. sejenis atom logam. Ciri senyawa peroksida yaitu kelebihan satu atom oksigen biladibandingkan dengan senyawa oksida biasa. Dalam kimia anorganik ion peroksida adalah anion O22−, yang juga memiliki ikatan anorganik,tunggal oksigen-oksigen. Ion ini bersifat amat basa, dan sering hadir sebagai ketidakmurnian oksigen. ,dalam senyawa-senyawa ion. Peroksida murni yang hanya mengandung kation dan anion .peroksida, biasanya dibentuk melalui pembakaran logam alkali atau logam alkali tanah diudara atau oksigen. Salah satu contohnya adalah natrium peroksida Na2O2. .Ion perokida mengandung dua elektron lebih banyak daripada molekul oksigen. Menurutteori orbital molekul, kedua elektron ini memenuhi dua orbital π* (orbital antiikatan). Hal ini , *mengakibatkan lemahnya kekuatan ikatan O-O dalam ion peroksida dan peningkatan panjang Oikatannya: Li2O2 memiliki panjang ikatan 130 pm dan BaO2 147 pm. Selain itu, hal ini jugamenyebabkan ion peroksida bersifat diamagnetik. ida Struktuir molekul H2O Struktur molekul H2O22.2 SULFUR ATAU BELERANG Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambangS dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non non-metal yang tak berasa. Belerang, dalam bentukaslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagaiunsur murni atau sebagai mineral mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk mineral- .kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam .fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu korek api, insektisida dan fungisida mesiu, fungisida. 13
  14. 14. Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapatsimpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.Belerang terjadi secara alamiahdi sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena,sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. Belerang dihasilkansecara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjangLembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masukke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa kepermukaan. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harusdihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinyamembuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambilkembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni dan sulfida dan mineralsulfat. Kristal elemen sulfur biasanya dicari oleh kolektor mineral untuk bentuk cerah merekapolyhedron berwarna. Menjadi berlimpah dalam bentuk asli, belerang dikenal di zamandahulu, disebutkan untuk penggunaan di Yunani kuno, Cina dan Mesir. Asap belerangdigunakan sebagai fumigants, dan belerang yang mengandung campuran obat yangdigunakan sebagai balsem dan antiparasitics. Sulfur dirujuk dalam Alkitab sebagai belerangdalam bahasa Inggris, dengan nama ini masih digunakan dalam istilah non-ilmiah beberapaBelerang dianggap cukup penting untuk menerima simbol sendiri alkemis nya. Hal itu diperlukan untuk membuat kualitas terbaik dari mesiu hitam, dan bubukkuning cerah itu dihipotesiskan oleh para alkimiawan yang mengandung beberapa sifat emas,yang mereka berusaha untuk mensintesis dari itu. Pada 1777, Antoine Lavoisier membantumeyakinkan masyarakat ilmiah bahwa belerang unsur dasar, bukan senyawa.Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dannomor atom 16. • Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau . • Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. • Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate . • belerang ( S) adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam bentuk senyawa asam amino unit kecil dari protein. 14
  15. 15. • Protein ini penting pertumbuhan . • Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat an organik (SO4 ) • Dari mekanismemetabolism ditubuhnya dibentuklah sulfat organik entah dalam protein atau yang lainnya yang kemudian bisa berpindah ke tingkat tropi kehidupan lainnya. • Tumbuhan yang mengandung sulfat organik itu jika dimakan hewan sehingga sulfur berpindah ke hewan lewat rantai makanan begitu seterusnya , jika masih berada di Tubuh mahkluk hidup maka sulfat masih dalam kondisi Sulfate Organik. • Jika manusia , hewan dan tumbuhan mati diuraikan menjadi gas H2S atau menjadi sulfat an organnik lagi. • Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida. • Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati. • Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). • Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. • Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. • Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus. • Secara alami, belerang terkandung dalam tanah dalam bentuk mineral tanah. • Ada juga yang gunung berapi dan sisa pembakaran minyak bumi dan batubara.2.2.A Sifat Sulfur/belerang Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapimudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupunpadat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran.Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitanantara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secaramendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki 15
  16. 16. struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri daribentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikanpola sinar X yang normal. Belerang atau sulfur adalah mineral yang dihasilkan oleh prosesvulkanisme, sifat-sifat fisik dan kimia belerang adalah : • Kristal belerang berwarna kuning kegelapan dan kehitam-hitaman karena pengaruh unsur pengotornya • Berat jenis : 2,05 - 2,09 • Kekerasan : 1,5 - 2,5 (skala Mohs) • Ketahanan : getas/mudah hancur (brittle) • pecahan :berbentuk konkoidal dan tidak rata • Kilap : damar Gores : berwarna putih • tidak larut dalam air, atau H2SO4 • Titik lebur 129°C dan titik didihnya 446°C. Mudah larut dalam CS2, CC14, minyak bumi, minyak tanah, dan anilin, penghantar panas dan listrik yang buruk • Apabila dibakar apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO2 yang berbau busuk • tidak larut dalam air (bisulfida, tetrachloride) • Daya hantar listrik buruk • berbau tidak enakTeori Terbentuknya Belerang• Teori BischofSulfur berasal dari H2S, dimana H2S berasal dari proses reduksi terhadap CaSO4 oleh karbonmethanCaSO4 + C + CaS + 2 CO2CaSO4 + CH4 + CaS + CO2 + 2 H2OCaS + CO2 + H2 + CaCO3 + H2S 16
  17. 17. 2 H2S + O2 + 2 H2O + 2SAtau2 H2S + CaSO4 + 4 S + Ca(OH)2 + H2O • Belerang berasal dari suatu dome dibentuk dari suatu bakteri De Sulfovibri de Sulfurcanc. Sulfat diubah oleh bakteri menjadi sulfit dan akhirnya menghasilkan sulfur • Belerang terdapat pada gypsum yang diendapkan langsung dari poly sulfit • Belerang erat kaitannya dengan kegiatan gunung berapi, merupakan hasil sublimasi sulfatara atau fumarol, juga akibat dari gas-gas/ larutan yang mengandung belerang dari dalam bumi • Tipe sublimasi terdapat didekat danau kawah dengan kadar 70-99,9% S • Tipe Lumpur terdapat dekat kawah dengan kadar 40-60%S • Tipe kerak terdapat disekitar kawah dengan kadar 20-50% S 17
  18. 18. Sifat atom Sifat fisika 6, 5, 4, 3, 2, 1, -1, -2 Fase solid Bilangan oksidasi (oksida asam kuat) Massa jenis (mendekati suhu (alpha) 2.07 g·cm−3 Elektronegativitas 2.58 (skala Pauling) kamar) Jari-jari kovalen 105±3 pm Massa jenis (mendekati suhu (beta) 1.96 g·cm−3 kamar)Jari-jari van der Waals 180 pm Massa jenis (mendekati suhu (gamma) 1.92 Lain-lain kamar) g·cm−3 Struktur kristal Orthorhombic Massa jenis cairan pada t.l. 1.819 g·cm−3Pembenahan magnetik diamagnetik[1] 388.36 K115.21 Titik lebur , 239.38 °C, °F (20 °C) (amorphous)Keterhambatan elektris 2×1015 Ω·m 717.8 444.6 Titik didih K, 832.3 °C, °F (amorphous) Konduktivitas termal 0.205 W·m−1·K−1 Titik kritis 1314 K, 20.7 MPa Bulk modulus 7.7 GPa (mono) 1.727 Kalor peleburan kJ·mol−1 Kekerasan Mohs 2.0 Kalor penguapan (mono) 45 kJ·mol−1 Nomor CAS 7704-34-9 Kapasitas kalor 22.75 J·mol−1·K−1 18
  19. 19. 2.2.B Hidrogen Sulfida Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar danberbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakterimengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa,dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitasgunung berapi dan gas alam. Hidrogen sulfida juga dikenal dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sourgas), sulfurated hydrogen, asam hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas). IUPAC menerimapenamaan "hidrogen sulfida" dan "sulfana"; kata terakhir digunakan lebih eksklusif ketikamenamakan campuran yang lebih kompleks.Hidrogen sulfida merupakan hidrida kovalenyang secara kimiawi terkait dengan air (H2O) karena oksigen dan sulfur berada dalamgolongan yang sama di tabel periodik.Hidrogen sulfida merupakan asam lemah, terpisahdalam larutan aqueous (mengandung air) menjadi kation hidrogen H+ dan anion hidrosulfidHS−: H2S → HS− + H+ Ka = 1.3×10−7 mol/L; pKa = 6.89.Ion sulfid, S2−, dikenal dalam bentuk padatan tetapi tidak di dalam larutan aqueous (oksida).Konstanta disosiasi kedua dari hidrogen sulfida sering dinyatakan sekitar 10−13, tetapisekarang disadari bahwa angka ini merupakan error yang disebabkan oleh oksidasi sulfurdalam larutan alkalin. Estimasi terakhir terbaik untuk pKa2 adalah 19±2[1]. Gas HydrogenSulfide (H2S) sangat beracun dan mematikan, pekerjapekerja pada pemboran minyak dan gasbumi mempunyai resiko besar atas keluarnya gas H2S Pengetahuan Umum tentang (H2S)Hidrogen Sulfida (H2S) Adalah gas yang sangat beracun dan dapat melumpuhkan systempernapasan serta dapat dapat mematikan dalam beberapa menit. dalam jumlah sedikitpun gasH2S sangat berbahaya untuk kesehatan. Hidrogen sulfida (H2S) berasal dari penguraian hewan dan tumbuhan yang mati olehmikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Hidrogen sulfida hasil penguraian sebagian tetapberada dalam tanah dan sebagian lagi di lepaskan ke udara dalam bentuk gas hidrogensulfida. Gasi hidrogen sulfida di udara kemudian bersenyawa dengan oksigen membentuk 19
  20. 20. sulfur dioksida. Sedangkan hidrogen sulfida yang tertinggal didalam tanah dengan bantuanbekteri akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oksida. Ion sulfat akan diserapkembali oleh tanaman sedangkan sulfur dioksida akan terlepas keudara. Diudara sulfurdioksida akan bereaksi dengan oksigen dan air membentuk asam sulfat (H2SO4) yangkemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam. Hujan asam juga dapat disebakan olehpolusi udara seperti asap-asap pabrik, pembakaran kendaraan bermotor, dll. Hujan asamdapat menjadi penyebab korosi batu-batuan dan logam. H2SO4 yang jatuh kedalam tanah olehbakteri di pecah lagi menjadi ion sulfat yang kembali diserap oleh tumbuhan, tumbuhan dimakan oleh hewan dan manusia, makhluk hidup mati diuraikan oleh bakteri menghasilkansulfur kebali. bergitu seterusnya. Siklus sulfur atau daur belerang tidak akan pernah terhentiselama salah satu komponen penting penting seperti tumbuhan masih ada di permukaan bumiini. Hidrogen Sulfida terbentuk dari proses penguraian bahan-bahan organis oleh bakteri.Maka dari itu H2S terdapat dalam minyak dan gas bumi, selokan, air yang tergenang.Misalnya rawa-rawa dan juga terbentuk pada proses-proses industri maupun proses biologilainKateristik H2S • Sangat beracun dan mematikan • Tidak Berwarna • Lebih Berat Dari udara sehingga cendrung berkumpul dan diam pada daerah yang rendah • Dapat terbakar dengan nyala api berwarna biru dan hasil pembakarannya gas sulfur Dioksida (SO2)yang juga merupakan gas beracun • Sangat Korosif mengakibatkan berkarat pada logam tertentu • Pada konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan dapat melumpuhkan indera penciuman manusia2.2.C Asam Sulfat Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larutdalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan danmerupakan salah satu produk utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 20
  21. 21. 2001 adalah 165 juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$ 8 juta. Kegunaan utamanyatermasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilanganminyak.Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia akan melepaskan SO3 pada titikdidihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan, danmerupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam sulfat 98% umumnya disebutsebagai asam sulfat pekat. Terdapat berbagai jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakanuntuk berbagai keperluan: 10%, asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium, 33,53%, asam baterai, 62,18%, asam bilik atau asam pupuk, 73,61%, asam menara atau asam glover, 97%, asam pekat.Terdapat juga asam sulfat dalam berbagai kemurnian. Mutu teknis H2SO4 tidaklah murni danseringkali berwarna, namun cocok untuk digunakan untuk membuat pupuk. Mutu murni asamsulfat digunakan untuk membuat obat-obatan dan zat warna. Apabila SO3(g) dalamkonsentrasi tinggi ditambahkan ke dalam asam sulfat, H2S2O7 akan terbentuk. Senyawa inidisebut sebagai asam pirosulfat, asam sulfat berasap, ataupun oleum. Konsentrasi oleumdiekspresikan sebagai %SO3 (disebut %oleum) atau %H2SO4 (jumlah asam sulfat yangdihasilkan apabila H2O ditambahkan); konsentrasi yang umum adalah 40% oleum (109%H2SO4) dan 65% oleum (114,6% H2SO4). H2S2O7 murni terdapat dalam bentuk padat dengantitik leleh 36 °C.Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak, dan oleh karenanya pada zamandahulu ia dinamakan minyak vitriol. Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik. Selalutambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Air memiliki massa jenis yanglebih rendah daripada asam sulfat dan cenderung mengapung di atasnya, sehingga apabila airditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan dapat mendidih dan bereaksi dengan keras.Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium: H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4- HSO4- + H2O → H3O+ + SO42- 21
  22. 22. Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan, asam sulfat adalah zatpendehidrasi yang sangat baik dan digunakan untuk mengeringkan buah buah-buahan. Afinitasasam sulfat terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan memisahkan atom hidrogen sedemikiannyadan oksigen dari suatu senyawa. Sebagai contoh, mencampurkan pati (C6H12O6)n denganasam sulfat pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat (yangakan mengencerkan asam sulfat): (C6H12O6)n → 6n C + 6 H2O 6nEfek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke permukaan kertas. Selulosabereaksi dengan asam sulfat dan menghasilkan karbon yang akan terliha seperti efek terlihatpembakaran kertas. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat ditambahkan kedalam satu sendok teh gula. Seketika ditambahkan, gula tersebut akan menjadi karbon gula.berpori-pori yang mengembang dan mengeluarkan aroma seperti karamel. ri2.2.D Siklus SulfurSiklus Sulfur adalah perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur diokasida lalumenjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur dialam ditemukan dalamberbagai bentuk. Dalam tanah sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, diudara dalam bentukgas sulfur dioksida dan didalam tubuh organisme sebagai penyusun protein.Siklus sulfur di mulai dari dalam tanah. yaitu ketika ion ion sulfat di serap oleh akar dan di ion-ionmetabolisme menjadi penyusun protein dalam tubuh tumbuhan. Ketika hewan dan manusiamemakan tumbuhan, protein tersebut akan berpindah ketubuh manusia. Dari dalam tubuhmanusia senyawa sulfur mengalami metabolisme yang sisa sisa hasil metabolisme tersebut sisa-sisadiuraikan oleh bakteri dalam lambung berupa gas dan dikeluarkan melalui kentut. Salah satuzat yang terkandung dalam kentut adalah sulfur. Semakin besar kandungan sulfur dalamkentut maka kentut akan semakin bau. ka 22
  23. 23. BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yangmempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapatdengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan standar, oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasadengan rumus kimia O2. Warna oksigen cair adalah biru seperti warna biru langit. Senyawaan oksigen dengan semua unsur kecuali He, Ne dan mungkin Ar dikenal.Molekul oksigen (dioksigen, O2) bereaksi dengan semua unsur lain kecuali halogen, beberapalogam mulia, dan gas-gas mulia baik dalam suhu ruangan atau pada pemanasan. Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapimudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupunpadat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran.3.2 Kritik Dan Saran Makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Diharapkan kritik dan saran yangmembangun dari pembaca guna menyempurnakan makalah ini. 23
  24. 24. DAFTAR PUSTAKAAchmad, Hiskia. 1992.Kimia Unsur Dan Radiokimia. Bandung : PT. CitraAditya BaktiCotton dan Wilkinson, 1989, Kimia Anorganik Dasar, terjemahan Sahati Suharto, PenerbitUI Press : Jakartaid.wikipedia.org/wiki/Belerangid.wikipedia.org/wiki/Oksigenhttp://www.science.uwaterloo.ca/~cchieh/cact/c123/sulfur.htmlMiessler, G.L , Tarr, D.A, 1991, Inorganic Chemistry 3rd Edition, Pearson Prentice Hall :USASaito,taro.1996. Buku Teks Online Kimia Anorganik.Tokyo:Iwamani Shoten Publisherwww.chem-is-try.org/tabel_periodik/oksigen/ 24

×