Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Destilasi sederhana KIMTIK2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • wew makasih mba...
    untung ada...
    gk susah nyari....
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
15,083
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
369
Comments
1
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cairberdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan denganmemanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadicair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yangdidasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadiuap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uapmengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakanuntuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnyadestilasi air laut menjadi air murni . Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapansenyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yangterbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cairdalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didihterendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembundan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zatcair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubahmenjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan padapendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat.
  • 2. B. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui definisi dari destilasi biasa 3. Mengetahui produk yang dihasilkan serta alat yang digunakan dalam destilasi biasa 4. Memahami treatment dan proses destilasi biasa dan 5. Menghetahui aplikasi destilasi biasa pada skala laboratorium dan skala industri.
  • 3. BAB II PEMBAHASAN2.1 Sejarah Destilasi Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahanAbbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar, ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).2.2 Definisi Destilasi Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
  • 4. didihlebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unitoperasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teoribahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titikdidihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton. Destilasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikancairan. Destilasi terdiri dari pemanasan cairan sampai pada titik didihnya, penghantaranuap pada alat pendingin dimana terjadi kondensasi dan mengambil zat yang telahterkondensasi. Destilasi juga merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebutdidinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode yangdigunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satularutan atau campuran dan bergantung pada distribusi komponen-komponen tersebuantara fasa uap dan fasa air. Syarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara destilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisicairan dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennyacukup dapat menguap. Bila zat non volatil dilarutkan ke dalam suatu zat cair tersebut akan turun.Hukum raoult menyataka bahwa tekanan masing-masing komponen berbandinglangsung dengan fraksi molnya. Apabila yang didinginkan adalah bagian campuran yang tidak teruapkan danbukan destilatnya, maka proses tersebut biasanya dinamakan pengentalan denganevaporasi. Dalam hal ini sering kali bukan pemisahan yang sempurna yangdikehendaki, melainkan peningkatan konsentrasi bahan-bahan yang terlarut dengancara menguapkan sebagian dari pelarut. Sering kali destilasi digunakan semta-mata
  • 5. sebagai tahap awal dari suatu proses rektifikasi. Dalam hal ini campuran dipisahkanmenjadi dua, yaitu bagian yang mudah menguap dan bagian yang sukar menguap.Kemudian masing-masing bagian diolah lebih lanjut dengan cara rektifikasi. Uap yangdikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap bebas, kondensat yang jatuh sebagaidestilat dari bagian cairan yang tidak menguap sebagai residu. Biasanya destilatdigunakan untuk menarik senyawa organic yang titik didihnya dibawah 250 0C,pendestilasian senyawa-senyawa yang titik didihnya tinggi dikuatirkan akan rusak olehpemanasan sehingga tidak cocok untuk ditarik dengan teknik destilasi. Destilasi merupakan cara yang penting untuk melakukan pemisahan campuranatau senyawa dalam skala besar. Dari pencampuran air dan penerimaan uap dalamsebuah pemisahan campuran, molekul dalam gerakan tetap dan cenderung lepas daripermukaan fase uap. Dalam temperatur yang tepat, pelarian fenomena akan dilanjutkanke kotak campuran yang dibatasi dengan uap basah. Destilasi ini dikatakan normalkarena tekanan campuran yang telah dipisahkan, tekanannya sama dengan tekananudara luar yang besarnya adalah satu atm. Destilasi normal digunakan untukmemisahkan campuran volatil dari bahan yang tidak volatil. Itu dibuat dari cairan yangmendidih dan uap yang disimpan di dalam sebuah penerima hasil destilasi yang telahsiap dilanjutkan dalam kotak pemisah. Pengaruh dari penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapapekerjaan pemisah dari distilasi biasa hanya menjadi satu pekerjaan. Proses distilasiberlangsung dimana uap cairan akan menjadi cairan di dalam kondensor pendingin.Cairan yang menjadi uap merupakan senyawa murni yang terpisah dari campurannyadan dari zat pengkotamin atau penyetor. Jika semua cairan sudah terpisah makaterdapat residu yang bersifat padatan. Hasil distilasi disebut distilat.
  • 6. Distilasi tergantung pada temperatur zatnya, beberapa molekul zat cair memilikienergi yang cukup untuk diubah dan membuat suatu tekanan uap. Kecendrungan untukpenguapan menjadi lebih besar karena energi kinetik yang ditambah dari kenaikantemperatur. Ketika suatu cairan dipanaskan sampai tekanan uapnya sama denganatmosfer lingkungan cairan yang mendidih, maka hal ini disebut titik didih. Besarnyaperbedaan titik didih beberapa senyawa berbanding lurus dengan tingkat kemudahanpemisahannya. Semakin besar perbedaan titik didih akan semakin mudah pulapemisahan senyawa tersebut. Dan sebaliknya, apabila perbedaan titik didih kecil makaakan semakin sulit pula pemisahan senyawa tersebut. Proses destilasi bisa dikerjakan dalam satu langkah menggunakan sebuah kolomfractionating antara botol destilasi dan alat kondensor. Salah satu tipe dari kolomadalah pipa vertilkal panjang yang sederhana dengan gelas embun atau materiallembam lainnya. Sebuah tipe fractionating setelah mendestilasi sebuah cairan bisadilanjutkan. Kondensasi dan penguapan diulangi beberapa kali sebelum air bereaksi dikkondensor atau alat pendingin, akibatnya komponen terpisah dalam jumlah yangbesar dari larutannya. Proses ini disebut destilasi fraksinasi. Untuk menggambarkan perbedaan ciri khas di antara sebuah zat dan sebuahlarutan dilakukan dengan menguji dua cairan homogen sehingga berubah sifatnyamenjadi gas oleh pemanasan dan kemudian didinginkan. Proses inilah yang disebutdestilasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu proses distilasi : 1. Termometer, Termometer tidak boleh dimasukan sampai mendekati/mengenai larutan, tetapi hanya diatas permukaan. 2. Disetiap terjadinya kenaikan suhu uap, lakukan penggantian wadah penampung
  • 7. distilat.2.3 Pembagian Destilasi 1. Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu : a. Distilasi kontinyu b. Distilasi batch 2. Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menjadi tiga, yaitu : a. Distilasi atmosferis b. Distilasi vakum c. Distilasi tekanan 3. Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi dua, yaitu : a. Destilasi system biner b. Destilasi system multi komponen 4. Berdasarkan system operasinya terbagi menjadi dua, yaitu : a. Single-stage Distillation b. Multi stage Distillation2.4 Macam-macam Destilasi 1. Destilasi sederhana 2. Destilasi bertingkat ( fraksional ) 3. Destilasi azeotrop 4. Destilasi vakum 5. Destilasi uap 6. Destilasi kering.
  • 8. 2.4.1 Destilasi Sederhana ( Biasa ) Pembagian destilasi telah dibahas secara ringkas sebelumnya. Namun dalammakalah ini akan dibahas lebih spesifik mengenai Destilasi Sederhana. Destilasisederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan duaatau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campurandapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murninya.Senyawa – senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapaititik didih masing – masing. Gambar 1. Alat Destilasi Sederhana Gambar di atas merupakan alat destilasi atau destilator. Yang terdiri darithermometer, labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan labu penampung destilat.Thermometer biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi
  • 9. selama proses destilasi berlangsung. Seringnya termometer yang digunakan harusmengikuti syarat seperti:1. Berskala suhu tinggi yang di atas titik didih zat cair yang akan didestilasi.2. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. Labu didih berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi . Steel head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alatpendingin ( kondensor ) dan biasanya labu destilasi dengan leher yang berfungsi sebagaisteel head. Kondensor memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar yangberfungsi untuk aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran air keran. Pendingin yangdigunakan biasanya adalah air yang dialirkan dari dasar pipa, tujuannya adalah agarbagian dari dalam pipa lebih lama mengalami kontak dengan air sehingga pendinginanlebih sempurna dan hasil yang diperoleh lebih sempurna. Penampung destilat bisaberupa erlenmeyer, labu, ataupun tabung reaksi tergantung pemakaiannya. Pemanasnyajuga dapat menggunakan penangas, ataupun mantel listrik yang biasanya sudahterpasang pada destilator. Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uapsenyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderunganmolekul dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap. Jika suhu dinaikkan,tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uapatmosfer. Pada keadaan itu cairan akan mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairansama dengan tekanan uap atmosfer disebut titik didih. Cairan yang mempunyai tekananuap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan mempunyai titik didih lebih rendahdaripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada suhu kamar.
  • 10. Jika campuran berair didihkan, komposisi uap di atas cairan tidak sama dengankomposisi pada cairan. Uap akan kaya dengan senyawa yang lebih volatile ataukomponen dengan titik didih lebih rendah. Jika uap di atas cairan terkumpul dandinginkan, uap akan terembunkan dan komposisinya sama dengan komposisi senyawayang terdapat pada uap yaitu dengan senyawa yang mempunyai titik didih lebih rendah.Jika suhu relative tetap, maka destilat yang terkumpul akan mengandung senyawa murnidari salah satu komponen dalam campuran. Dalam diskusi yang lalu disinggung mengenai bagaimana aplikasi dari destilasisederhana ini. pada bab sebelumnya dibahas bahwa aplikasi destilasi secara umum yaitupada pengolahan minyak mentah, namun itu dengan destilasi vakum atau fraksional.Destilasi sederhana digunakan untuk pemurnian senyawa yang biasanya telahdiekstraksi. Misalnya ekstraksi padat-cair dan.pada sintesis kloroform. Pada dasarnyaprinsip atau metode pemisahannya sama. Sintesis koroform tanpa ekstraksi, denganmereaksikan kaporit dan aseton yang akan menghasilkan kloroform. Mula – mula kaporit dihaluskan menggunakan lumpang porselen denganpenambahan akuades sedikit demi sedikit. Hal ini bertujuan untuk memperluaspermukaan kaporit sehingga mudah bereaksi. Setelah halus kaporit dituangkan ke dalamlabu destilasi. Kemudian dimasukkan aquades ke dalam penampung destilasi. Aquadesberfungsi untuk mengurangi penguapan destilat. Selanjutnya aseton dituang ke dalamcorong pisah dan diencerkan dengan aquades yang berfungsi sebagai media reaksi.Selanjutnya aseton diteteskan ke dalam labu destilasi yang berisi kaporit. Dilanjutkandengan pemanasan pada suhu 60 ˚C. Campuran yang menguap mengandung kloroformdan air. Uap ini mengalir melewati tabung kondensor dan mengembun. Embun inimencair dan mengalir ke dalam penampung destilat yang telah berisi aquades. Destilat
  • 11. didinginkan di dalam baskom berisi es untuk mengurangi penguapan klorofom.Klorofom yang masih mengandung air dipisahkan dengan penambahan NaOH dalamcorong pisah sehingga terbentuk lapisan dimana klorofom lapisan bawah karena masajenisnya lebih kecil. Kloroform selanjutnya diteteskan kedalam CaCl anhidrat untukmengikat air pada kloroform dan disaring. Pada diskusi juga ditanyakan mengapa hasil klorofom yang diperoleh sangatsedikit. Alasan pertama, pada dasarnya koloroform merupakan senyawa yang volatiledengan titik didih yang rendah yaitu 60 ˚C oleh karenanya pemanasan harus konstandan dijaga. Bila melewati titik didihnya maka klorofom akan habis menguap danterlarut ke dalam larutannya. Yang kedua adalah pada proses pemisahan pada corongpisah dimana klorofom belum semuanya turun ke bawah sehingga ketika dipisahkanpun hasilnya sedikit. Ditanyakan pula pada diskusi tersebut mengenai perubahan fase tampak.Maksud dari fase tampak ialah perubahan fase senyawa itu jelas. Yaitu kloroform atausenyawa lain yang kita inginkan dalam suatu campuran dalam fase cair itu menguapsehingga senyawa tersebut dalam fase gas kemudian terkondensasi menjadi embun lalumenetes menjadi air ( fase cair kembali ).a. Pembuatan Alat Destilasi Sederhana Alat destilasi ini sangat mudah untuk dibuat karena desainnya sangat sederhanadan tidak terlalu rumit. Akan tetapi, dengan alat yang sederhana ini dapat membantukita dalam menjelaskan konsep destilasi secara efektif. Ketelitian sangat dituntutt dalampembuatan alat destilasi sederhana ini. Berikut ini langkahlangkah pembuatan alatdestilasi sederhana dari
  • 12. 1. Dari Barang Bekas : Persiapkan alat alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan alat destilasi sederhana seperti selang ukuran 2 m, bohlam atau botol bekas minyak wangi, botol bekas air mineral ukuran 600 ml atau 1500 ml, karet dari sandal bekas, 2 papan yang berukuran 50x40 cm dan ukuran 50x20 cm, botol kaca, sumbu kompor, cat kayu (bila perlu), spirtus, paku, gergaji, palu, kawat, malam, karet bekas ban sepeda, dan penghalus kayu. Potonglah selang menjadi tiga bagian dengan ukuran 30 cm, 90 cm, dan 80 cm. Potonglah botol bekas air mineral menjadi dua bagian. Bagian yang atas kita lubangi tutupnya sampai diameternya sama dengan diameter selang. Begitu juga bagian bawah kita buat dua lubang sejajar seukuran diameter selang. Buatlah lingkaran dari sandal bekas sampai diameternya sama dengan diameter potongan bagian bawah botol bekas air mineral. Kemudian buatlah dua lubang pada karet sandal seukuran diameter selang. Buanglah penutup bagian atas bohlam atau minyak wangi sehingga selang dapat dimasukkan. Rangkailah alat tersebut berdasarkan ketentuan dibawah ini :a) Susunlah kedua papan yang telah dipersiapkan sehingga membentuk sudut sikusiku, papan yang berukuran lebih kecil diletakkan di bagian bawah.b) Pasanglah sandal yang sudah dilubangi pada botol air mineral bagian bawah dari potongan tadi, sehingga tertutup rapat. Masukkan selang yang berukuran 30 cm ke lubang 1 dan sambungkan dengan corong potongan botol bekas air mineral bagian atas. Masukkan pula selang yang berukuran 90 cm ke lubang 3 yang digunakan sebagai saluran pembuangan. Masukkan selang yang
  • 13. berukuran 80 cm ke dalam bohlam atau botol minyak wangi bekas, kemudian sambungkan ke lubang 4 sehingga menembus lubang 2, yang nantinya digunakan sebagai saluran pengembunan.c) Rekatkan potongan botol bekas air mineral bagian bawah tepat di tengah papan yang berukuran 50x40 cm dengan menggunakan karet ban bekas, sedangkan potongan botol bekas air mineral bagian atas di rekatkan di pojok kiri atas.d) Letakkan wadah untuk menampung hasil proses destilasi tepat di bawah selang pengembunan, dan wadah penampung air tepat di bawah selang saluran pembuangan air.e) Perhatikan gambar di bawah ini yang menjelaskan proses pembuatan alat destilasi beserta aplikasinya.Proses Pembuatan dan Aplikasi Alat Destilasi Sederhan
  • 14. b. Proses yang terjadi pada Destilasi Sederhana Pada destilasi sederhana, yang paling sering dilakukan adalah operasi takkontinu. Dalam hal ini campuran yang akan dipisahkan dimasukkan kedalam alatpenguap dan dididihkan. Pendidihan terus dilangsungkan hingga sejumlah tertentukomponen yang mudah menguap terpisahkan. Proses pendidihan erat hubungannyadengan kehadiran udara permukaan. Pendidihan akan terjadi pada suhu dimana tekananuap dari larutan sama dengan tekanan udara di permukaan cairan. Secara umum proses yang terjadi pada destilasi sederhana atau biasa yaitu :• Penguapan komponen yang mudah menguap dari campuran dalam alat penguap• Pengeluaran uap yang terbentuk melalui sebuah pipa uap yang lebar dan kosong tanpa perpindahan panas dan pemindahan massa yang disengaja atau dipaksakan yang dapat menyebabkan kondensat mengalir kembali ke lat penguap. • Jika perlu, tetes-tetes cairan yang sukar menguap yang ikut terbawa dalam uap dipisahkan dengan bantuan siklon dan disalurkan kembali kedalam alat penguap.• Kondensasi uap dalam sebuah kondensor• Pendingin lanjut dari destilat panas dalam sebuah alat pendingin• Penampungan destilat dalam sebuah bejana• Pengeluaran residu dari alat penguap• Pendinginan lanjut dari residu yang dikeluarkan Penampungan residu dalam sebuah bejana.
  • 15. c. Aplikasi Destilasi Sederhana Salah satu penerapan terpenting dari metode destilasi adalah pemisahan minyakmentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi,pembangkit listrik, pemanas dan lainnya. Udara didestilasi menjadi komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk pengisi balon.Destilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan penerapanpanas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan minuman suling ( Darmaji,2002).
  • 16. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Setelah melakukan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa:1. Dalam kehidupan seharihari, prinsip destilasi dapat digunakan dalam pembuatan minyak kayu putih, penyulingan nilam, penyulingan air bersih, dan pemisahan bioetanol dari campurannya.2. Prinsip destilasi ini sangat penting dipelajari karena dapat diaplikasikan dengan mudah dalam kehidupan seharihari.3. Di sisi lain, prinsip destilasi cukup susah dipahami kalau tidak menggunakan alat praktikum. Dengan demikian, tersedianya laboratorium dan alatnya merupakan sebuah keharusan agar siswa dapat memahaminya dengan lebih mudah.4. Pemisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa dalam campuran. Tekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan cairan untuk berubah menjadi uap.5. Jika suhu dinaikkan, tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer. Pada keadaan itu cairan akan mendidih. Suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer disebut titik didih.6. Cairan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan mempnyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada suhu kamar.7. Jika campuran berair didihkan, komposisi uap di atas cairan tidak sama dengan komposisi pada cairan. Uap akan kaya dengan senyawa yang lebih volatile atau komponen dengan titik didih lebih rendah. Jika uap di atas cairan terkumpul dan dinginkan, uap akan terembunkan dan komposisinya sama dengan komposisi senyawa yang terdapat pada uap yaitu dengan senyawa yang mempunyai titik
  • 17. didih lebih rendah. Jika suhu relative tetap, maka destilat yang terkumpul akanmengandung senyawa murni dari salah satu komponen dalam campuran.
  • 18. DAFTAR PUSTAKADepdiknas]. 2008. Sistem pendidikan nasional. WWW Sisdiknas (terhubung berkala)http://www.inherentdikti.net/files/sisdiknas.pdf (10 Mei 2010).Sakinah, Siti. Modifikasi proses penyulingan dengan variasi tekanan uap untukmemperbaiki karakteristik aroma minyak kelapa. WWW KMS IPB (terhubung berkala)http://kms.ipb.ac.id/nplib/index.php?t=view&c=Tesis&id=7795 (10 Mei 2010).http://trianzzer.blogspot.com/2012/05/makalah-destilasi-sederhana.htmlhttp://hafiyahaziz.blogspot.com/2011/05/laporan-praktikum-destilasi.html