Your SlideShare is downloading. ×
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Winning Women Indonesia Founder Profile
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Winning Women Indonesia Founder Profile

1,566

Published on

This is a profile of Winning Women Indonesia Founder.

This is a profile of Winning Women Indonesia Founder.

Published in: Career
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,566
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Entrepreneurship & Leadership Laila Asri Novita Tandry Prita Kemal Gani Santi Mia Sipan Selvi Nurlia Susanna S. HartawanTheresia A. Widyasari Triliati G. Mucharom Yanty Isa In collaboration with :
  • 2. The Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women TM As the leading advisors to entrepreneurs worldwide, Ernst & Young knows that access to successful role models and business networks are critical for entrepreneurs to accelerate growth. With the Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women program, we channel our resources and convening power to help women entrepreneurs achieve the full potential they envision for their companies. The program identifies and celebrates high-potential female entrepreneurs and provides them with personalized one-on-one business insights and advice as well as insider access to strategic networks of established entrepreneurs, executives, advisors and investors. Unlike many programs, which are focused on helping women to start a business, Ernst & Youngs Entrepreneurial Winning Women program supports women with existing enterprises to scale up and become market leaders. We know experienced role models and access to business-building networks are critical for women entrepreneurs and this program is designed to deliver just that. Through Entrepreneurial Winning Women, Ernst & Young identifies a select group of women entrepreneurs with established, successful businesses and clear growth goals to provide introductions to an influential network of entrepreneurs, corporate leaders, investors and advisors, as well as potential partners, strategic alliances, customers and suppliers, who can help the entrepreneurs think bigger and scale their companies.Entrepreneurship & Leadership
  • 3. Laila Asri Founder & CEO, Pourvous Email : info@mypourvous.com www.mypourvous.com Keinginan untuk tetap tampil cantik dengan bahan-bahan alami dan halal memberi inspirasi Laila Asri menggeluti bisnis produk perawatan tubuh. Diawali dari keinginan sederhana itulah kini produk Pourvous telah melayani konsumen dari seluruh Indonesia, dan bahkan telah memiliki jaringan distribusi Internasional di Filipina dan Jerman. Dilihat ke belakang, jalan panjang Laila menekuni bisnis sudah terlihat sejak lama. Mulai dari berdagang pakaian, aksesoris bahkan tekun menjalani MLM sampai menjadi trainer pernah dia jalani. Sebelum memulai bisnis Pourvous, bersama sang suami, mereka telah memiliki bisnis distribusi garment yang memiliki lebih dari 200 distributor di hampir semua kota di Indonesia. Saat remaja, ia juga suka mencoba berbagai merk perawatan tubuh. “Saya termasuk pengguna beberapa merk sekaligus, karena saya ingin tahu apa perbedaan satu dengan lainnya“ jelas ibunda Alyka Putri Adila, Maisha Putri Adila dan Jenna Putri Adila ini. Biasanya, ia memilih produk perawatan impor karena tertarik dengan kemasannya. “Hanya saja, lama kelamaan, saya merasa harganya mahal. Saya tertarik mengamati bahan-bahan apa saja yang digunakan,” jelas Laila. Setelah melakukan riset sederhana, Laila cukup terkejut. Pasalnya, hampir semua bahan-bahan utama yang diperlukan untuk membuat bodycare tersedia di Indonesia, hanya saja selama ini dieksport dalam bentuk bahan mentah (raw material). Dari situ timbullah idenya untuk membuat produk perawatan tubuh sendiri. Laila lantas mengujicoba hasil percobaan itu pada kulitnya sendiri. Meski belum sempurna, dia tak lantas berputus asa. “Saya terus mencoba sampai akhirnya mendapat bentuk dan aroma seperti yang saya inginkan,” ungkap alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya ini. Akhirnya dengan menggunakan merek POURVOUS (dari bahasa Perancis yang artinya Untuk Anda), Laila memberanikan diri memasarkan produk tersebut yang menyasar konsumen kelas menengah ke atas dengan konsep produk Alami dan Halal. “Saya ingin bisa berkarya sebagai seorang wanita, tanpa meninggalkan kodrat sebagai istri dan ibu” Jelasnya tentang pilihan hidupnya menjadi wanita wirausaha. Perempuan yang kini memegang jabatan sebagai CEO Pourvous International ini juga tak pernah bisa lepas dari anak-anaknya. “Cita –cita saya memang ingin jadi momtrepreneur, jadi lebih dekat dengan anak-anak,” katanya sambil tertawa. Untuk itu, Laila kerap mengikutsertakan anaknya dalam berbagai kegiatan bisnis yang ia geluti. ”Saya dan suami sepakat untuk melibatkan anak-anak sedini mungkin dalam kegiatan bisnis. Sehingga mereka jadi terbiasa dengan ritme kerja orang tuanya,” jelas Laila.Entrepreneurship & Leadership
  • 4. Novita Tandry Owner, Master Franchise Tumble Tots Indonesia Email : info@tumbletots.co.id www.tumbletots.co.idAlumni Psikologi Pendidikan dari University of New South Wales, Australia ini merupakanPemilik Tumble Tots, Leaps and Bounds, Right Steps, Right Start Indonesia dan konsultandi bidang pendidikan anak, dalam hal penggabungan pendidikan psikomotorik, intelektual,emosi, bahasa dan sosial. Ibu dari dua orang anak, Joel Joshua Jovianus (19 tahun) danJoelle Joscelyne Joviana (10 tahun) dan istri dari Johannes Ongkowidjojo ini memulaifranchise Tumble Tots Indonesia di usia yang relatif muda, 22 tahun. Oleh karena usia yangmuda jugalah Novita Tandry ditolak berkali-kali untuk menjadi Master Franchise Tumble TotsIndonesia. Perjuangan mengejar Direktur Tumble Tots UK dari Singapore, London, Bangkokdan Malaysia akhirnya tidak sia-sia, sekarang Tumble Tots telah berkembang denganmeluncurkan second brandnya di tahun 2010, yaitu Leaps and Bounds Indonesia yangmembidik pasar di kelas C. Tumble Tots Indonesia telah mendidik hampir satu juta anakIndonesia dalam kurun waktu 17 tahun. Novita Tandry berprinsip bahwa berbisnis harusdilakukan dengan “hati”. Dengan “hati” kita akan melakukan segala sesuatu dengan tulusdan integritas yang tinggi. Membagikan brosur di lampu merah sempat dilakoninya padasaat perjuangan di awal-awal tahun dimulainya Tumble Tots Indonesia.Sampai saat ini Novita Tandry telah mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranyayaitu sebagai “10 Wanita Paling Berpengaruh tahun 2008” versi majalah SWA, “10 WanitaPemberi Inspirasi” tahun 2009 versi Tabloid Wanita Indonesia, dan Finalis “Ernst & YoungEnterpreneurial Winning Women” tahun 2010. Tumble Tots sendiri mendapat penghargaansebagai “Top of Mind” tahun 2007 versi majalah Parents Guide, “5 Besar Franchise yangPaling Diminati” tahun 2007 dan 2008 versi majalah SWA, “The Best Pre-school” tahun2008, 2009 dan 2010 versi Majalah Mother & Baby, “Franchise Terbaik” tahun 2008 versimajalah SWA, “Top of Mind” tahun 2010 dan 2011 versi Majalah Franchise. Di samping itu,Novita Tandry juga bertanggung jawab atas program sentra bayi di Rumah Pintar Cikeasyang diketuai oleh ibu Ani Yudhoyono & Ibu Annisa Pohan.Beberapa buku yang telah ditulis, di antaranya “Bad Behaviour, Tantrums and Tempers”(Gramedia, 2010), “Normalkah Anakku” (Gramedia, 2011), agar calon orangtua danorangtua Indonesia dapat belajar bagaimana menjadi orangtua yang baik dan lebih baik lagi.Sejak 2011, Sari Husada (Danone Group) juga meminta Novita Tandry untukmengembangkan kurikulum modul Presi Stimulasi di TSS Centre sebagai konsultan danBrand Ambassador Teman Sejati Sari Husada (TSS). Dengan moto “Life Is Short And OnlyOnce, So Live It To The Fullest” mengajak semua wanita Indonesia untuk memberikan “hati”dalam setiap aspek kehidupan wanita baik sebagai istri, ibu, maupun dalam berkarir danberbisnis!Entrepreneurship & Leadership
  • 5. Prita Kemal Gani Founder and Director, London School of Public Relation Email : campusb@lspr.edu www.lspr.eduPrita Kemal Gani, adalah sosok wanita yang tidak mudah menyerah pada keadaan.Tantangan adalah cambuk bagi dirinya. Seperti ketika keinginannya mendirikan sekolahkomunikasi yang diawali dengan keprihatinan kurang tersedianya tenaga PR professionalyang siap pakai di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Kondisi itu amat dia rasakan ketikamenjabat sebagai Director of Public Relations for Clarck Hatch International, JakartaIndonesia (1989-1992).Dengan berbekal ilmu yang didapat saat pendidikan Public Relations di London CityCollege of Management Studies, Inggris, dan Master of Business Administration –International Academy of Management & Economics, Manila, Philippines, serta ProfesionalManager Programme Ateneode Manila, Makati, Philippines, wanita yang sejak kecilterobsesi menjadi guru ini memberanikan diri membuka lembaga kursus Public Relations(PR) pada tahun 1992. Diawali dengan hanya menyewa ruang kantor berukuran 12 meterpersegi di gedung World Trade Centre (WTC) di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta,lembaga kursus ini terus berkembang hingga pada tahun 1999 secara resmi ditingkatkanmenjadi sekolah tinggi yang bernama Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London Schoolof Public Relations – Jakarta. Kesuksesan mendirikan LSPR hingga menjadi sekolah yangdisegani di dunia pendidikan tinggi Indonesia dan diakui di kawasan regional mengantarwanita yang lahir di Jakarta pada tanggal 23 November 1961, meraih “OutstandingEntrepreneur Award” pada tahun 2009 dari Asia Pacific Entrepreneur Award setelah padatahun sebelumnya terpilih sebagai Finalist in “Ernst & Young Entrepreneur of The Year”2008. Bukti kecintaan Prita pada pengembangan ilmu di bidang Public Relations tiadaakhir, membuat Perhumas menganugrahinya “Achievement Award Perhumas 2006” untukkategori bidang pendidikan pada 28 Juni 2006. Bahkan tak kurang Institute of PublicRelations Malaysia (IPRM) pun ikut menghargai Prita sebagai “Best Practice in PublicRelations and Communications Profession” di Kuala Lumpur pada 23 Desember 2005. Iapun selalu dipercaya sebagai juri kehormatan pemilihan Abang None, Koko Cici, PutriPariwisata dan Duta Muda ASEAN Indonesia ini.Di tengah kesibukannya sebagai pendiri dan pemimpin LSPR yang telah menelurkan lebihdari 10.000 Sarjana dan Pasca Sarjana serta Program Diploma Komunikasi dari jurusanMass Communication, Advertising, Public Relations, Marketing, dan Performing ArtsCommunication, Prita juga menikmati peran sebagai istri dari Kemal Effendi Gani,Pemimpin Redaksi Majalah SWA, dan juga menjadi ibu bagi tiga putra-putrinya, GhinaAmani Kemal Gani, Fauzan Kanz Kemal Gani, dan Raysha Dinar Kemal Gani.Entrepreneurship & Leadership
  • 6. Santi Mia Sipan President Director, Jaty Arthamas Email : santimiasipan@yahoo.com www.jati-arthamas.com.Kartini masa kini. Mungkin itulah sedikit hal yang tersirat dalam diri Santi Mia Sipan,President Director Jaty Arthamas. Lewat keuletannya menggeluti berbagai bisnis, Santibahkan sempat dianugerahi Best Women Entrepreneur of The Year dan juga menyabetgelar PGA Best Motivator of The Year pada tahun 2010. Perusahaannya juga sempatmenggondol Best Company of The Year 2011 dari Departemen Kebudayaan dan PariwisataRepublik Indonesia.Saat ini, Santi malah asyik disibukkan dengan segudang aktivitasnya di bidang agribisnis,dalam hal ini berbisnis jati. Pohon jati yang tetap abadi, merupakan salah satu alasan Santiuntuk mencoba bisnis ini. Bisnis tersebut bermula pada tahun 2005, ketika dirinya berpartnerdengan Prof. Soegiharto Soebijanto. Padahal sebelumnya, karirnya terbilang mapan,dengan menjabat sebagai sekretaris eksekutif para konglomerat, salah satunya Bob Hasan.Karirnya begitu cemerlang, bahkan sempat menjabat sebagai Assistant President DirectorPT. Bimantara Citra pada tahun 1994-1998. Namun, entah apa yang terjadi, hingga suatusaat ia merasakan sakit yang aneh, yaitu merasa mual setiap hari ingin berangkat ke kantor.Kebosananan yang amat dalam menggeluti pekerjaan kantoran inilah, yang justru membawahoki lain dalam kehidupan Santi berikutnya. Berhasil di MLM berjualan botol madu, Santilantas berkeinginan untuk membuat multilevel sendiri di bidang property, yang diberi namaPT. Property Global Agency di tahun 2005. Bisnisnya berkembang pesat. Dan pada tahun2005, Santi mengembangkan bisnisnya dengan membuka kantor pertamanya yang diberinama PT. Jaty Arthamas. Santi mencoba mengelola kebun pertamanya di wilayahSukabumi. Tetapi karena faktor lokasi, banyak investor yang telah tertarik memilih untukmundur, karena lokasinya tidak strategis. Akhirnya, ia memilih Jonggol, untuk lokasipembibitan selanjutnya. Ternyata berhasil. Permintaan kayu jati saat ini sudah sangat tinggi.Harga kayu jati pun kian meningkat setiap tahunnya. Pihaknya juga telah bekerjasamadengan pemerintah swasta dan luar negeri, seperti Jazirah, Arab, India, dan Malaysia.Santi memiliki dua orang anak, Adamas Harris Zain (19), dan Annisa Al Sakina (17) tahun.Perjuangan panjang untuk bisa menjalani dualisme peran, sebagai ibu dan juga ayahsekaligus, membuatnya berhasil. Sarjana Bahasa dan Sastra Perancis, IKIP tersebut selalumencari solusi, dan memutar otak untuk bisa menjalani pekerjaan apalagi guna memenuhikebutuhan keluarganya, terlebih dalam menuntun anaknya. “Anak saya memberikanpelajaran yang berharga dan sejuta kekuatan kepada saya.” Katanya. Semua usahakerasnya membuahkan sukses yang tak ternilai harganya. Di era modern, Santi Mia Sipanmemang menjadi salah satu penerus Kartini, yang mengedepankan dualisme peran wanitamodern. Yaitu berhasil dalam karir dan keluarga.Entrepreneurship & Leadership
  • 7. Selvi Nurlia Founder & CEO, Villa Kek Pisang (Oleh-oleh khas Batam) Email : selvivilla@yahoo.com www.kekpisangvilla.comTerlahir dr keluarga sederhana di sebuah kota kecil diKepulauan Riau, membuat Selvi Nurlia terlatih utkmenerima tantangan. Anak ke 5 dari 6 bersaudara inimemulai karier sebagai supervisor produksi dari pabriksensor asal Jerman di Bintan setelah menamatkankuliah S1 di teknik elektro Universitas Andalas. Setahunbekerja dan menikah, akhirnya memutuskan untukmenjadi ibu RT membuat selvi memutar otak untukmencari kesibukan dan penghasilan tambahan.Dimulai dari jualan kerupuk, sampai akhirnya lahir ideOleh-oleh Khas Batam Villa Kek Pisang. Setelah jatuhbangun Villa Kek Pisang berhasil mengantarkankesuksesan yg dinanti-nanti. Diawali menjuarai“Wirausaha Muda Mandiri 2008”,Villa Kek Pisangmeroket dengan penjualan yang signifikan, “Ernst &Young Entrepreneurial Winning Women” juga turutmelambungkan merek oleh-oleh kami, Villa Kek Pisang.Penobatan sebagai “Pelopor dan Produsen TerbesarOleh-Oleh khas Batam” oleh lembaga independentTerra Foundation dan Seputar Indonesia juga turutmeramaikan perjalanan kesuksesan Villa Kek Pisang.Batam yang dulunya tidak punya identitas oleh-olehsejak adanya Villa Kek Pisang, kekosongan itu mulaiterisi. Pengemasan Villa Kek Pisang yang notabenemakanan modern di-repacking menjadi makanan buahtangan yang patut diperhitungkan juga turutmengantarkan Ibu 30 tahun dari Faza Mutiara Denni,Fatanurahman Denni, Fahira Humaira Denni sebagai“1st Winner Indonesia Young Women Business Leader2011” versi SWA. Batam ya Villa Kek Pisang.Entrepreneurship & Leadership
  • 8. Susanna S Hartawan Founder & Managing Director, PT NBO Indonesia Email : marketing@nboindonesia.com www.nbogroup.com, www.akltg.com, www.thomasinternational.netSusanna S. Hartawan (Susan) dikenal sebagai seorang wanita yang pantang menyerah,selalu penuh semangat dan sangat berkomitmen dalam menjalankan hidupnya sebagaiprofessional. Susan memulai karirnya dari seorang professional yang sukses dankemudian berganti haluan menjadi entrepreneur wanita yang luar biasa.Susan memulai karir diusia 21 tahun dengan visi ingin mengubah kualitas hidup yang lebihbaik. Perjalanan karir di dunia korporasi dijalankan oleh Susan dengan peningkatan kariryang sangat pesat, di usia 25 tahun, beliau menjadi Manager di perusahaan Joint VentureAmerika dan Astra Graphia. Prestasinya yang luar biasa menjadi “Employee of the Year”berturut-turut selama beberapa tahun, membuatnya dipromosi sebagai satu-satunyaDirektur wanita di PT Compaq Computer Indonesia (perusahaan Amerika) di usia 28 tahun.Prestasinya yang membawa yang Compaq Indonesia sebagai “The Best CustomerSatisfaction Country” menghantarkan Susan dipromosikan menjadi Regional Director,Compaq Computer Corporation yang bertanggung jawab memimpin Quality and CustomerAdvocacy untuk 6 negara di South East Asia (Singapore, Malaysia, Philippines, Thailand,Indonesia and Vietnam). Satu-satunya Direktur di Regional yang orang Indonesia dan satu-satunya wanita..Di tahun 2003, Susan yang mempunyai satu orang anak laki-laki, Jason Maslin, mulaimendirikan PT NBO Indonesia, sebuat perusahaan Training and Consulting yang saat inimenjadi salah satu perusahaan Learning Development terbesar di Indonesia denganmengambil license dari Nelson Buchanan Oostergard dari USA and license dari ThomasInternational dari UK. NBO Indonesia bertumbuh dengan pesat. Saat ini, ada 5perusahaan yang dibawah kepimimpinan beliau yaitu PT NBO Indonesia, PT PMCTeamindo Global, PT Adam Khoo Learning Technologies Group, PT Mega Mulia Servindodan PT Adam Khoo Learning Center. Berkat kepiawaian beliau dalam bisnis, Susanmendapat recognition sebagai “Entrepreneur of the Year” di tahun 2005, “The HighestRevenue Growth Award” by NBO worldwide in 2008 and 2010. Keberhasilan membangunbisnis membuat Susan dihargai Ernst & Young sebagai finalis ”Entrepreneurial WinningWomen” pada tahun 2010.Entrepreneurship & Leadership
  • 9. Theresia Alit Widyasari Owner & Founder, PT Endorsindo Makmur Selaras www.bloopendorse.comPerusahaan yang membawahi 2 butik clothing line di Tebet ini dididrikanbersama kakaknya. Kendati tak memiliki latar belakang pendidikanfashion, ia bermodal nekat dan keberanian. Meski sebelumnya Widyasudah beberapa kali mencoba berbisnis dan menghadapi kegagalan,Widya tak menyerah.Bermula dari hanya punya satu karyawan, lulusan Fakultas Psikologi UIini melakukan segalanya, dari mendesain toko, memberi label harga,mendesain dan menata produk, hingga melayani pelanggan. Iamenambah bekal akademisnya dengan mengambil ProfessionalDiploma in Fashion Design and Marketing di Cavendish College,London.Dalam setengah tahun, toko mulai berkembang. Widya mulaiberkonsentrasi di bagian promosi. Ia merancang strategi, misalnyacelebrity endorsement untuk band-band baru yang ingin tampil di layarkaca atau di panggung. Juga, menggandeng fashion blogger sebagaionline endorser.Finalist International Young Creative Entrepreneur of The Year (IYCEY)2008, yang diselenggarakan British Council ini juga punya kiat unikdalam mengelola usaha, yakni memberi kesempatan pada karyawannyauntuk membuat merek dan dapat menitip jualkan produk mereka diBloop Endorse. “Bloop Endorse bisa menjadi tempat kuliah bagi yangmau belajar bisnis. Beberapa karyawan kami beromzet puluhan juta perbulan. Ada pula mereka yang sudah bisa mendirikan toko sendiri.”katanya, bangga.Yang jelas, di butiknya 100% merek lokal. Widya bermimpi,perusahaannya bisa menjadi trendsetter dalam industri fashion anakmuda Indonesia yang bisa dibanggakan. “Saya ingin berkolaborasidengan desainer muda Indonesia.” Widya mengklaim, dua butiknyadikunjungi 1.000-1.500 orang per hari di hari biasa dan pernah mencapai10.000 orang per hari. Ia berencana memperbesar toko, membukaflagship store serta mengembangkan bisnis ini agar lebih mendunia.Entrepreneurship & Leadership
  • 10. Trialiati Gunamertha Founder, PT Estetika Eslaras Email : office@eslaras.com www.eslaras.comTrialiati Gunamertha atau Lita mengawali karir sebagai profesional semenjak di bangkukuliah pada tahun 1990. Pada saat di bangku kuliah, Lita menerima beberapa penghargaandiantaranya : “Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional”, “Pemenang Lomba Karya InofatifProduktif Tingkat Nasional” dan sempat mewakili universitas dalam kegiatan “FriendshipProgram for the 21st century” yang diselenggarakan JICA di Jepang.Pada tahun 1996, Lita bergabung dengan Perusahaan Telekomunikasi Multinasional danmemulai karirnya sebagai praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Banyak hal-halberarti yang diraih oleh Lita sehingga Lita di promosikan pada usia 28 tahun sebagaiManager Pusat Pelatihan terbesar se-Asia Tenggara yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.Berbekal kompetensi yang cukup, Lita dilamar oleh sebuah Perusahaan berkantor pusat diSingapore untuk bergabung sebagai Manajer bidang Sumber Daya Manusia danmelanjutkan karir yang sama pada sebuah Yayasan Non-profit Internasional. Lita sangatmenjiwai pekerjaan sebagai praktisi pengelola Sumber Daya Manusia dan hasil karyanyaberupa Implementasi “Talent Management” dalam waktu singkat diakui di tingkat NGOInternasional sebagai teladan. Lita memiliki keyakinan bahwa sebuah organisasi akanmampu membangun nilai daya saing-nya melalui pengelolaan sumberdaya manusia sebagaimesin utama penggerak bisnis dan perusahaan yang memfokuskan diri pada kompetensi intiakan lebih unggul. Hal inilah yang membawa Lita untuk membangun bisnis baru sebagaibagian dari PT Estetika Selaras (www.eslaras.com) yang sudah dibangun bersamasuaminya sejak tahun 1996. Lita nekat untuk keluar kerja walaupun karirnya pada saat itusedang berada di puncak untuk mengaktualisasikan diri dan membuktikan kompetensi yangdimilikinya. Akhirnya jerih payah Lita dapat menghantarkan PT Estetika Selaras keluar dariancaman kebangkrutan di tahun 2006 dan dalam 3 tahun Lita mampu menggandakanpendapatan usaha menjadi 3000% lebih. PT Estetika saat ini mengelola sekitar 600karyawan diantaranya karyawan inti dan karyawan alih daya. PT Estetika Selaras memilikiperwakilan di beberapa kota di Indonesia diantaranya : Jambi, Cepu, Balikpapan, Bali,Surabaya dan Sorong. Rupanya keberhasilan ini dihargai Ernst & Young dan Lita masuksebagai finalis penerima penghargaan ”Entrepreneurial Winning Women” pada tahun 2010.Lita masih menikmati kerja barengnya bersama sang suami Eri Sudarji Laksmono sekaligusberusaha menjadi Ibu yang baik bagi anak-anaknya yang sudah mulai beranjak remaja :Aisha Auliana Marietta, Annisa Azharia Ramadhana dan Muhammad Jibrail Jannata. Danmembangun mimpi bersama keluarga agar Selaras Group dapat diwariskan pada generasiberikutnya.Entrepreneurship & Leadership
  • 11. Yanty Isa Founder & CEO PT MagFood Inovasi Pangan Email : magfood@cbn.net.id www.magfood-amazy.comIbu dengan dua anak perempuan Gia (14) dan Tasya (13), lahir dan besar di Bandung ,kuliah di ITB jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Sipil & Perencanaan (1991) yangdilanjutkan program master di MBA ITB (1994).Menjadi ibu dan Istri (Isa Surya Nurmuhamad , pengusaha otomotif) adalah yang utama,untungnya keluarga memberikan kesempatan dan dukungan untuk mengembangkanpotensi diri untuk dapat terus berkarya dengan sejuta kegiatan yang berbeda danmenantang, yang ternyata memberikan kepuasan tersendiri apabila bisa berbagi danbermanfaat bagi banyak orang.Pengalaman managerial-nya di bidang Brand Management, Product & BusinessDevelopment lebih dari 17 tahun di berbagai perusahaan multinasional untuk Fast MovingConsumer Goods (FMCG) menjadi salah satu modal utama dalam mendirikan berbagaibidang usaha yaitu PT MagFood Inovasi Pangan (2001), yang bergerak di bidang Research& Development untuk Industri makanan/ minuman, PT MagFood Amazy International (2003)yang bergerak di bidang Franchisor jaringan restoran dengan merek “MagFood Amazy”,Griya KASYA, butik pakaian wanita (2002), serta membangun berbagai usaha lainnya.Selain itu juga sebagai bentuk komitmen pada masyarakat untuk membagi pengalaman danpengetahuan yang diperoleh selama ini dengan mendirikan Yayasan Bina Karsa Mandiri(2002) yang bergerak di bidang kewirausahaan dan jaringan “Komunitas WirausahaIndonesia”, bersama-sama rekan pengusaha Jackie Ambadar (Le Monde Bay World) danMiranty Abidin (Fortune Indonesia)Menulis 13 buku, termasuk 10 judul buku seri wirausaha praktis, “Selalu Ada Peluang”,“Usaha Yang Cocok Untuk Anda”, “Mulai Usaha Dari Nol”, “Menentukan Mitra Usaha”,“Rencana Usaha Yang Rasional”, “Mengelola Usaha Dengan Tepat”, “Membangun UsahaMenjadi Besar”, “Membangun Citra Perusahaan”, “Mengelola Merk”, dan “Membeli & MenjualFrachise”. Judul buku lainnya, “Dari Do it jadi Duit” dan “Membentuk Karakter Pengusaha”Mendapat berbagai penghargaan sebagai “The Best Start up Entrepreneur” majalah SWAEntrepreneur 50 (2005), Kartini Award (2007), “The Best Start Up Franchisor” dari MajalahFranchise (2008 & 2009), “Class Winner - Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women”(2010), “Pengusaha Inovatif” dari Kementrian UKM- IPKINDO (2010), “The Best Franchisor”– majalah Franchise (2010), “Motivator dan Pengembang UKM” Majalah Wirausaha &Keuangan (2010) dan lain sebagainya Entrepreneurship & Leadership
  • 12. Entrepreneurship & Leadership Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi Sekretariat Entrepreneurship & Leadership : Citylofts Sudirman. Suite 1715 Jl KH Mas Mansyur Kav. 50 Jakarta 10220 (t) : 021 2555 8763 (f) : 021 2555 8761 In collaboration with :Entrepreneurship & Leadership Untuk kalangan sendiri

×